Peredaran Gelap Narkotika

Top PDF Peredaran Gelap Narkotika:

Peran Interpol Dalam Pemberantasan Jaringan Peredaran Gelap Narkotika Internasional

Peran Interpol Dalam Pemberantasan Jaringan Peredaran Gelap Narkotika Internasional

Melalui Interpol, kerjasama antara kepolisian negara-negara anggotanya dapat lebih mudah dilakukan. Interpol menyediakan data-data berupa informasi penting baik mengenai modus operandi, rute-rute yang sering digunakan maupun pelaku yang menjadi sindikat Perkembangan teknologi dan globalisasi pada satu sisi telah memberikan berbagai macam kemudahan dalam kerjasama dan hubungan internasional, baik dalam bidang ekonomi dan perdagangan, sosial budaya serta pertahanan keamanan. Namun di sisi lain juga telah mempermudah para pelaku kejahatan untuk memperluas aksinya. Perkembangan kejahatan tidak lagi memperhatikan batas-batas wilayah negara. Salah satu kejahatan yang menjadi pusat perhatian masyarakat internasional adalah peredaran gelap narkotika. Masyarakat internasional menyadari bahwa peredaran gelap narkotika adalah kejahatan yang serius sehingga penanganannya hanya bisa dilakukan melalui kerjasama internasional yang intensif. Kejahatan peredaran gelap yang semakin meningkat dari tahun ke tahun perlu mendapat perhatian khusus karena jumlah dan modus operandi yang dilakukan untuk mengedarkan narkotika semakin canggih dan seringkali menimbulkan kesulitan bagi pihak berwajib untuk mengungkapnya.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN GELAP NARKOTIKA - Unika Repository

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN GELAP NARKOTIKA - Unika Repository

Penulis menyusun skripsi ini sebagai syarat dalam meraih gelar Sarjana Strata-1 Fakultas Ilmu Hukum dan Komunikasi. Susunan dalam skripsi ini menjelaskan mengenai bagaimana peranan, startegi, dan kendala-kendala yang dilakukan oleh BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Jawa Tengah dalam melakukan peranannya untuk menanggulangi peredaran gelap narkotika. Skripsi ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat agar tidak terlibat dengan kasus peredaran gelap narkotika.

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERAN KEPOLISIAN SERTA UPAYA MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY).

PENDAHULUAN PERAN KEPOLISIAN SERTA UPAYA MASYARAKAT DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY).

Maraknya peredaran gelap narkotika yang telah meluas di segala lapisan masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda sebagai penerus bangsa Indonesia ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara Indonesia pada masa mendatang. Narkotika sangat berpengaruh terhadap fisik dan mental setiap orang yang memakainya. Dari sisi medis apabila narkotika digunakan dengan dosis yang tepat dan di bawah pengawasan Dokter Anastesia, maka narkotika dapat bermanfaat untuk kepentingan pengobatan sehingga berguna bagi kesehatan fisik dan kejiwaan manusia.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI  UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI YOGYAKARTA.

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI YOGYAKARTA.

Segala Puji dan syukur Kepada Yesus Kristus, dengan pertolongan tangannya yang menuntun dan mengarahkan, menerangkan pikiran, memberikan semangat untuk berpikir dan memberikan kemudahan untuk segala urusan melalui orang-orang yang hadir di sekeliling penulis, maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan penulisan hukum/skripsi ini, yang penulis beri judul “ Upaya Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Penanggulangan Peredaran Gelap Narkotika Di Yogyakarta” . Penulisan hukum/skripsi ini diajukan

14 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN TEKNIK PEMBELIAN TERSELUBUNG OLEH PENYELIDIK DALAM TINDAK PIDANA PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI KOTA PADANG.

PELAKSANAAN TEKNIK PEMBELIAN TERSELUBUNG OLEH PENYELIDIK DALAM TINDAK PIDANA PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI KOTA PADANG.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat tidak selamanya berdampak positif bagi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak yang kurang baik atau negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah semakin canggihnya modus operandi kejahatan yang dilakukan oleh para pihak yang tidak bertanggung jawab. Diantara kejahatan- kejahatan tersebut, salah satunya adalah peredaran gelap narkotika atau obat- obatan terlarang yang telah bersifat transnasional (lintas negara).

10 Baca lebih lajut

UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI YOGYAKARTA.

UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI YOGYAKARTA.

3. Terkendala pada anggaran karena jaringan narkotika ini sering menjadi jaringan lintas provinsi bahkan jaringan lintas negara, sehingga karena anggaran terbatas BNNP DIY tidak dapat mengejar sampai ke lintas provinsi. Uang yang beredar di lingkungan narkotika hasilnya sangat besar, mereka mempunya kekuatan ekonomi yang luar biasa sehingga pergerakan mereka menjadi pergerakan yang sulit dilakukan deteksi karena mereka juga menggunakan teknologi yang canggih juga, karena mereka di support oleh dana yang luar biasa sementara dana di kepolisian dan BNNP terbatas unuk bisa menyamai teknologi yang mereka punya. BNNP mengupayakan dana yang ada semaksimal mungkin untuk memberantas peredaran narkotika.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN UPAYA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI YOGYAKARTA.

Sementara menurut Kepala BNNP DIY, Drs. Budiharso, M.Si, perkembangan narkkotika di DIY sesuai dengan penelitian, tahun 2011 prevelensi di DIY berada di angka 2,8% dan sebelumnya di tahun 2008 di angka, 2,72%, walaupun ada sedikit kenaikan namun masyarakat dianggap berhasil menekan angka penggunaan narkotika, dan diharapkan tahun ke depan DIY semakin bisa menekan penggunaan narkotika lebih dari tahun-tahun sebelumnya.

12 Baca lebih lajut

Pengendalian Peredaran Gelap Narkotika oleh Narapidana dari Dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Pengendalian Peredaran Gelap Narkotika oleh Narapidana dari Dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Kejahatan d bdang Narkotka dan obat-obatan terlarang (Narkoba) n modus operandnya mengkut dan memanfaatkan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknolog (IPTEK). Perkembangan dan kemajuan arus globalsas sepert nformas dan teknolog komunkas dmanfaatkan secara maksmal oleh sndkat atau jarngan maia narkotika ini. Tidak salah label yang dberkan untuk tpe kejahatan yang luar basa (extra ordinary crime), sebaga kejahatan terorgansas (organized crime), kejahatan terselubung (hidden crime), kejahatan lntas batas negara (transnational crime). Sasaran dan pelaku n tanpa memandang usa. Obyek sasaran pemakanya merambah pada masyarakat lapsan orang berdut sepert pejabat publk, mahasswa, pelajar, arts, pengusaha, tdak terlepas pula kalangan masyarakat menengah asalkan status sosal – ekonomnya telah mapan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

STRATEGI TIM PENCEGAHAN PENANGGULANGAN PEMBERANTASAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA (P4GN) KABUPATEN SUKOHARJO DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA.

STRATEGI TIM PENCEGAHAN PENANGGULANGAN PEMBERANTASAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA (P4GN) KABUPATEN SUKOHARJO DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA.

ITUT NURSANTI. D0109050. STRATEGI TIM PENCEGAHAN PENANGGULANGAN PEMBERANTASAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA (P4GN) KABUPATEN SUKOHARJO DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA. Skripsi. Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Jurusan Ilmu Administrasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2013. (118 halaman).

14 Baca lebih lajut

UPAYA PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN (Studi Kasus pada Lembaga Pemasyarakatan Rajabasa Bandar Lampung)

UPAYA PENANGGULANGAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI DALAM LEMBAGA PEMASYARAKATAN (Studi Kasus pada Lembaga Pemasyarakatan Rajabasa Bandar Lampung)

dan pembekalan yang bersangkutan dikemudian hari agar tidak tersandung lagi pada penyalahgunaan narkoba, baik selama menjalani masa hukuman di dalam Lapas maupun setelah bebas dan kembali ke tengah-tengah masyarakat.(c) Melakukan Tes Narkoba Terhadap Narapidana, yaitu untuk melakukan monitoring terhadap tingkat penggunaan narkoba đi dalam Lapas tetapi juga sebagai upaya penjeraan bagi narapidana untuk tidak menggunakan narkoba. Upaya penal penanggulangan peredaran gelap narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan Rajabasa, dilaksanakan dengan cara: (a) Melakukan Razia Terhadap Narapidana, yaitu penggeledahan terhadap narapidana untuk menemukan ada atau tidaknya narapidana yang terlibat di dalam kasus peredaran narkotika di dalam lapas (b) Melakukan penyidikan terhadap narapidana yang diduga mengedarkan narkotika di dalam lapas (c) Memproses secara hukum narapidana yang mengedarkan narkotika diawali degan menangkap narapidana yang terlibat penyalahgunaan narkoba 2) Faktor- faktor penghambat upaya penanggulangan peredaran gelap narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan terdiri dari: (a) Faktor penegak hukum yaitu adanya kesempatan bagi petugas Lapas untuk terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Lapas. (b) Faktor sarana dan prasarana yaitu masih minimnya teknologi yang dapat mendeteksi keberadaan narkoba di dalam Lapas. Polresta Bandar Lampung juga belum memiliki laboratorium forensik, sehingga apabila ditemukan barang bukti yang perlu diuji melalui laboratorium. (c) Faktor masyarakat, yaitu kurangnya dukungan masyarakat terhadap upaya pemberantasan peredaran narkoba, yaitu menyelundupkan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan atau menjadi agen narkoba bagi para narapidana.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Analisis Kriminologi Terhadap Keterlibatan Wanita Dalam Peredaran Gelap Narkotika

Analisis Kriminologi Terhadap Keterlibatan Wanita Dalam Peredaran Gelap Narkotika

Lemahnya posisi perempuan dalam menentukan kebijakan, menjadikan perempuan mudah dikorbankan. Artinya saat ia diciduk pihak kepolisian, mereka relatif tidak melakukan pemberontakan atau mengajukan pembelaan baik secara fisik maupun melalui pembelaan hukum. Jika perempuan tertangkap, rata-rata perempuan tak berbuat macam-macam. Rendahnya pengetahuan terkait narkoba dan hukum menjadikan mereka sebagai elemen tak berdaya dalam mata rantai jaringan pengedaran narkotika, Realitasnya, para perempuan yang tertangkap itu memang tidak memiliki akses informasi seputar seluk beluk narkotika oleh karenanya ia berada dalam posisi yang rentan. Tuntutan kebutuhan rumah tangga yang tak dapat ditunda, akhirnya memaksa perempuan menjadi survivor dalam mengatasi kemiskinan keluarga. Latar belakang itu juga yang terjadi pada perempuan pekerja seks komersial.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI LAMPUNG DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI LAMPUNG DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang semakin tak terkendali, membuat Badan Narkotika Nasional membentuk Badan Narkotika Nasional Provinsi, termasuk BNN Provinsi Lampung. BNN Provinsi Lampung mempunyai tugas, fungsi, dan wewenang yang sama dengan Badan Narkotika Nasional. Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peranan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan apakah yang menjadi faktor-faktor penghambat peranan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dalam menanggulangi penyahgunaan dan peredaran gelap narkotika tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peranan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dilakukan melalui peranan normatif yaitu dengan pelaksanaan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan peranan ideal yaitu dengan pelaksanaan pelaksanaan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi yang berwenang. Faktor-faktor yang menjadi penghambat peranan Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dalam menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, yaitu faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI LAMPUNG DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI LAMPUNG DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA

Narkotika merupakan bahan/zat/obat yang digunakan oleh sektor pelayanan kesehatan, yang menitikberatkan pada upaya penanggulangan dari sudut kesehatan fisik, psikis dan sosial. Naspza sering disebut juka sebagai obat psikoaktif, yaitu zat yang bekerja pada otak sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan dan pikiran. Menurut Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial RI, narkotika adalah bahan/zat/obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak/susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosial karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi).
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung)

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung)

Contoh kasus narapidana yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika adalah kasus yang terjadi pada hari Jumat, 27 Juni 2014 jajaran kepolisian kembali membuktikan narapidana yang sedang ditahan di LP Way Hui mampu mengendalikan peredaran narkotika melalui ponsel. Terdakwa bernama Toni Ariansyah (23) didampingi Ade Panca (34), tersangka lainnya, mengaku disuruh kakaknya mengantar paket sabu-sabu. Kakak yang dia maksud adalah narapidana bernama Taufik yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Way Hui Bandar Lampung. Taufik adalah Kakak kandung tersangka. Sudah vonis lima tahun dan baru dua tahun di penjara. Kedua tersangka ditangkap Kamis, 26 Juni 2014, jam 20.30 WIB, di Jl Pulau Bacan Kelurahan Jagabaya II Kecamatan Sukabumi Bandar Lampung. Keduanya diancam Pasal 114 sub Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya juga diancam penjara lima hingga 20 tahun. 6
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA.

PENDAHULUAN DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA.

Dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur yang merata baik materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, maka kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagai salah satu modal pembangunan nasional perlu ditingkatkan secara terus menerus termasuk derajat kesehatannya. Bahwa untuk meningkatkan derajat kesehatan sumber daya manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat perlu dilakukan upaya peningkatan di bidang pengobatan dan pelayanan kesehatan, antara lain pada satu sisi dengan mengusahakan ketersediaan narkotika jenis tertentu yang sangat dibutuhkan sebagai obat dan di sisi lain melakukan tindakan pencegahan dan pemberantasan terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ProdukHukum MENKOKESRA

ProdukHukum MENKOKESRA

5. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1997 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances 1988 (Konvensi Perserikatan Bangsa- Bangsa tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika 1988) (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3673);

Baca lebih lajut

Makalah Drug Abuse resistance education

Makalah Drug Abuse resistance education

Tindak pidana Narkotika tidak lagi dilakukan secara perseorangan, melainkan melibatkan banyak orang yang secara bersama – sama, bahkan merupakan satu sindikat yang terorganisasi dengan jaringan yang luas yang bekerja secara rapi dan sangat rahasia baik di tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan hal tersebut guna peningkatan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana Narkotika perlu dilakukan pembaruan terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Hal ini juga untuk mencegah adanya kecenderungan yang semakin meningkat baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan korban yang meluas, terutama di kalangan anak-anak, remaja, dan generasi muda pada umumnya. Selain itu, untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan Narkotika dan mencegah serta memberantas peredaran gelap Narkotika, dalam Undang- Undang ini diatur juga mengenai Prekursor Narkotika karena Prekursor Narkotika merupakan zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan Narkotika. Dalam Undang-Undang ini dilampirkan mengenai Prekursor Narkotika dengan melakukan penggolongan terhadap jenis-jenis Prekursor Narkotika.Selain itu, diatur pula mengenai sanksi pidana bagi penyalahgunaan Prekursor Narkotika untuk pembuatan Narkotika. Untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, diatur mengenai pemberatan sanksi pidana, baik dalam bentuk pidana minimum khusus, pidana penjara 20 (dua puluh) tahun, pidana penjara seumur hidup, maupun pidana mati. Pemberatan pidana tersebut dilakukan dengan mendasarkan pada golongan, jenis, ukuran, dan jumlah Narkotika.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ProdukHukum MENKOKESRA

ProdukHukum MENKOKESRA

a. bahwa perkembangan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif lainnya sudah memasuki fase yang sangat membahayakan dan merupakan ancaman strategis bagi kelangsungan pertumbuhan kehidupan bangsa dan negara; b. bahwa upaya penanggulangan penyalahgunaan dan

Baca lebih lajut

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

Peningkatan… Peningkatan peredaran gelap narkotika dan prikotropika tidak terlepas dari kegiatan organisas-organisasi kejahatan trans-nasional yang beroperasi di berbagai negara dalam suatu jaringan kejahatan internasional. Karena keuntungan yang sangat besar, organisasi kejahatan tersebut berusaha dengan segala cara untuk mempertahankan dan mengembangan terus usaha peredaran gelap narkotika dan psikotropika dengan cara menyusup, mencampuri, dan merusak struktur pemerintahan, usaha perdagangan, dan keuangan yang sah serta kelompok-kelompok berpengaruh dalam masyarakat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Menjadi Perantara Dalam Menyerahkan Narkotika (Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 1862 Pid.Sus 2015 PN.MDN)

Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Menjadi Perantara Dalam Menyerahkan Narkotika (Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 1862 Pid.Sus 2015 PN.MDN)

Narkotika dan psikotropika adalah zat yang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu kesehatan. Penggunaan kedua zat tersebut harus sepengetahuan dokter atau pihak yang berwenang, sebab efek setelah mengkonsumsinya bisa membuat orang ketagihan. Tetapi penggunaan zat ini sudah diluar batas. Angka orang yang ketagihan zat narkotika ini pun sudah sangat meningkat. Permintaan terhadap narkoba di pasar gelap pun sudah semakin besar pula. Bahkan tidak jarang orang menjual jasanya untuk menjadi perantara (kurir) untuk mengahantarkan zat terlarang tersebut sampai ke tangan si pemesan. 6
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 2910 documents...