perencanaan kebutuhan

Top PDF perencanaan kebutuhan:

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA DENGA

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA DENGA

Terdapat pengembangan algoritma penerapan teknik shojinka pada perencanaan kebutuhan tenaga kerja di sistem produksi job shop dengan metode heuristik [4]. Algoritma mempunyai dua goal dalam menentukan jumlah tenaga kerja sesuai permintaan, yaitu meminimasi jumlah tenaga kerjanya dan meminimasi delay dari masing-masing tenaga kerja. Penelitian tersebut tidak memperhatikan aliran lini produksi dari tiap item produk yang harus diproduksi, hanya berfokus pada beban di masing-masing operasi dalam memproses sejumlah demand dari beberapa item produk. Pada penelitian ini, dengan mempertimbangkan on going schedule, jumlah tenaga kerja yang sedang dipekerjakan serta due date dan ukuran pesanan yang akan disisipkan, perencanaan kebutuhan tenaga kerja dapat dibuat dengan pendekatan teknik shojinka sekaligus menyusun penjadwalan produksi revisi. Makalah ini memaparkan algoritma penerapan teknik shojinka dalam perencanaan kebutuhan tenaga kerja dan penjadwalan produksi untuk penyisipan job dalam on going schedule pada sistem make to order untuk menghindarkan pembengkakan tenaga kerja di setiap menjelang akhir due date.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perencanaan Kebutuhan Kapasitas Produksi pada PT. Bandar-Bunder

Perencanaan Kebutuhan Kapasitas Produksi pada PT. Bandar-Bunder

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian dengan judul “ Perencanaan Kebutuhan Kapasitas Produksi pada PT. Bandar- Bunder ” sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik, Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.

22 Baca lebih lajut

Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran B

Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran B

Pengelolaan BMN/BMD dilakukan dengan mengadopsi siklus pengelolaan aset tetap pada umumnya, yakni perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan, serta pembinaan, pengawasan, dan pengendalian. Kemudian apa yang menjadi bahasan kali ini akan menitik beratkan pada awal rangkaian siklus pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah yaitu tahap perencanaan dan penganggaran dengan aturan yang ada saat ini.

5 Baca lebih lajut

307742491 Perencanaan Kebutuhan Karyawan Dan Perekrutan Calon Karyawan

307742491 Perencanaan Kebutuhan Karyawan Dan Perekrutan Calon Karyawan

Perencanaan kebutuhan tenaga kerja dimaksudkan agar jumlah kebutuhan tenaga kerja masa kini dan masa depan sesuai dengan beban pekerjaan, kekosongan-kekosongan dapat dihindarkan dan semua pekerjaan dapat dilaksanakan. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja ini harus didasarkan pada informasi dari faktor internal & faktor eksternal perusahaan.

10 Baca lebih lajut

Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Di Unit Keperawatan.

Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Di Unit Keperawatan.

Salah satu aspek penting tercapainya mutu pelayanan di suatu rumah sakit adalah tersedianya tenaga keperawatan yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Untuk hal ini dibutuhkan kesiapan yang baik dalam membuat perencanaan terutama tentang ketenagaan. Perencanaan ketenagaan ini harus benar benar diperhitungkan sehingga tidak menimbulkan dampak pada beban kerja yang tinggi sehingga memungkinkan kualitas pelayanan akan menurun. Dan bila dibiarkan akan menyebabkan angka kunjungan klien ketempat pelayanan kesehatan akan menurun sehingga pendapatan rumah sakit juga akan menurun.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perencanaan kebutuhan bahan baku dan pen (1)

Perencanaan kebutuhan bahan baku dan pen (1)

Permintaan terhadap produk yang dihasilkan, sebagian besar berasal dari perusahaan sepeda di luar negeri yang sangat mengutamakan ketepatan waktu pengiriman, oleh karena itu masalah kete[r]

1 Baca lebih lajut

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT

MENGHITUNG JAM KERJA KEPERAWATAN ❑ Data klasifkasi pasien, beban kerja di analisa setiap hari selama semimggu kritical care untuk menentukan kebutuhan staf ❑ Jumlah jam keperawatan [r]

88 Baca lebih lajut

Perencanaan kebutuhan Tenaga Perawat di Rumah Sakit

Perencanaan kebutuhan Tenaga Perawat di Rumah Sakit

MENGHITUNG JAM KERJA KEPERAWATAN  Data klasifkasi pasien, beban kerja di analisa setiap hari selama semimggu kritical care untuk menentukan kebutuhan staf  Jumlah jam keperawatan [r]

87 Baca lebih lajut

Perencanaan kebutuhan Tenaga Perawat di Rumah Sakit

Perencanaan kebutuhan Tenaga Perawat di Rumah Sakit

MENGHITUNG JAM KERJA KEPERAWATAN  Data klasifkasi pasien, beban kerja di analisa setiap hari selama semimggu kritical care untuk menentukan kebutuhan staf  Jumlah jam keperawatan [r]

87 Baca lebih lajut

PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI pada

PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI pada

Abstrak. PT XYZ adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi beberapa peralatan rumah tangga berbahan baku stainless steel, seperti wajan, asbak, sendok, dan garpu. Perusahaan ini memiliki sistem operasi make to stock dan pada periode April, Mei, Juli, dan Oktober 2012 perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan konsumen akan produk sendok dan garpu karena jumlah produk jadi dengan jumlah permintaan konsumen tidak sesuai. Ketidaksesuaian terjadi akibat dari kapasitas produksi yang tersedia tidak sesuai dengan kapasitas produksi yang dibutuhkan. Metode yang digunakan dalam pemecahan masalah adalah dengan melakukan peramalan, perhitungan Rough Cut Capacity Planning (RCCP), dan pemberian usulan perencanaan kapasitas produksi. Peramalan diperlukan untuk mengetahui perkiraan permintaan konsumen, RCCP digunakan untuk mengetahui work centre yang mengalami kekurangan kapasitas produksi, dan usulan perencanaan kapasitas produksi digunakan sebagai alternatif work centre dalam meningkatkan kapasitas produksi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, antara lain jumlah perkiraan permintaan konsumen adalah sebesar 2.844.183 unit; terdapat tiga work centre yang mengalami kekurangan kapasitas produksi, yaitu work centre Pemotongan Plat, Gerinda, dan Polish; usulan perencanaan kapasitas produksi yang dilakukan pada work centre Pemotongan Plat, Gerinda, dan Polish berturut-turut adalah melakukan penyesuaian beban kerja (re-adjusment), menambah tiga unit mesin Gerinda, dan tiga unit mesin Polish. Dari hasil perencanaan kapasitas produksi yang diusulkan dapat diketahui bahwa seluruh perkiraan permintaan konsumen dapat terpenuhi dan pendapatan perusahaan meningkat sebesar 31,06%.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perencanaan Kebutuhan Kapasitas Produksi pada PT. Bandar-Bunder

Perencanaan Kebutuhan Kapasitas Produksi pada PT. Bandar-Bunder

PT. Bandar Bunder adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi peralatan makan berbahan baku stainless steel, seperti wajan, asbak, sendok, dan garpu. PT. Bandar Bunder beroperasi berdasarkan sistem make to stock. Selama tahun 2012, PT. Bandar Bunder mengalami ketidakmampuan dalam memenuhi permintaan konsumen akan produk sendok dan garpu sebanyak 4 periode, yakni periode April 2012, Mei 2012, Juli 2012, dan Oktober 2012. Ketidakmampuan dikarenakan persediaan produk jadi yang dimiliki perusahaan tidak sesuai dengan jumlah permintaan konsumen. Ketidaksesuaian tersebut disebabkan ketidaktersediaannya kapasitas yang mampu mendukung kebutuhan produksi sesuai dengan permintaan konsumen. Permintaan yang tidak dapat terpenuhi pada periode April 2012 adalah sebanyak 8.371 unit, pada periode Mei 2012 adalah sebanyak 18.807 unit, pada periode Juli 2012 adalah sebanyak 8.234 unit, dan 1.290 unit pada periode Oktober 2012. Diketahui harga jual produk sendok/garpu adalah Rp 1.200, dan jika perusahaan terus menerus tidak dapat memenuhi permintaan maka perusahaan dapat mengalami kehilangan pendapatan sebesar Rp. 44.042.400 setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa jadwal induk produksi yang dimiliki oleh perusahaan selama ini belum sesuai dengan kapasitas produksi yang dimiliki. Oleh sebab itu perlu dilakukan perencanaan kapasitas yang sesuai dengan jadwal induk produksi agar permintaan konsumen dapat terpenuhi. Berdasarkan hasil perbandingan antara kapasitas dibutuhkan dengan kapasitas tersedia yang disajikan dalam Tabel RCCP (Rough Cut Capacity Planning), diketahui bahwa terdapat 3 work centre yang mengalami kekurangan kapasitas produksi, yaitu work centre Pemotongan Plat, Gerinda, dan Polish. Perencanaan kapasitas yang dilakukan pada work centre Pemotongan Plat adalah penyesuaian beban kerja (re-adjusment), pada work centre Gerinda dan Polish adalah dengan menambah 3 unit mesin pada masing-masing work centre dan melakukan penyesuaian beban kerja (re-adjusment). Dari hasil perencanaan kapasitas yang diusulkan dapat dilihat bahwa seluruh kebutuhan kapasitas sesuai dengan permintaan konsumen dapat terpenuhi dan meningkatkan pendapatan perusahaan dari Rp. 2.604.102.000 menjadi Rp. 3.413.019.600 atau sebesar 31,06%.
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

Perencanaan Kebutuhan Pengembangan Siste (1)

Perencanaan Kebutuhan Pengembangan Siste (1)

Abstrak—Perpusda Kota XYZ merupakan organisasi nirlaba yang memberikan layanan kepada masyarat dengan menyediakan buku-buku sebagai sumber informasi. Dalam pencapaian tujuan Perpusda Kota XYZ untuk mewujudkan penyelenggaraan Perpusda sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat serta sebagai sarana sumber informasi, diperlukan rencana sistem informasi yang sejalan dengan tujuan organisasi. Kegagalan implementasi sistem informasi dalam organisasi sering terjadi akibat ketidaksesuaian sistem informasi dengan tujuan dan sasaran bisnis organisasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan strategi pengembangan sistem informasi bagi Perpusda Kota XYZ utuk mengidentifkasi kebutuhan aplikasi yang diperlukan yang dapat mendukung tujuan organisasi. Perencanaan strategi dilakukan dengan menggunakan tools analisis seperti analisis PEST, SWOT, Value Chain, dan Business System Planning.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perencanaan Kebutuhan Listrik Di Atas Ka

Perencanaan Kebutuhan Listrik Di Atas Ka

Dewasa ini tenaga listrik memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, khususnya dalam bidang industri dan pabrik sebagai tenaga penggerak mesin- mesin produksi, penerangan dan sebagainya. Jikalau kebutuhan listrik ditelaah dari sudut pandang ilmu ekonomi, maka kebutuhan listrik dapat dikategorikan sebagai kebutuhan primer bersanding dengan kebutuhan primer manusia lainnya seperti sandang, pangan, dan papan.

83 Baca lebih lajut

Perencanaan Kebutuhan Bahan Makanan (1)

Perencanaan Kebutuhan Bahan Makanan (1)

Sebuah panti wredha dengan klien berjumlah 90 orang meminta mahasiswa Prodi Gizi UMS untuk membuat menu selama 10 hari, karena belum mempunyai susunan menu yang permanen. Data yang ada untuk pembelian bahan bakar dan bahan makanan adalag Rp. 10.000/ orang/ hari. Susunlah menu sesuai denghan kaidah yang telah ditetapkan dan dana yang tersedia. B. LANGKAH-LANGKAH MENGHITUNG KEBUTUHAN BAHAN MAKANAN

25 Baca lebih lajut

ANALISIS KEBUTUHAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN PADA BIDANG  Analisis Kebutuhan Perencanaan Sistem Informasi Kesehatan Pada Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.

ANALISIS KEBUTUHAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN PADA BIDANG Analisis Kebutuhan Perencanaan Sistem Informasi Kesehatan Pada Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.

komputer dengan layar monitor LCD 17” karena layarnya tipis sehingga tidak membutuhkan tempat yang luas untuk meletakkannya, begitu juga dengan printer, keyboard, mouse, flashdisk, dan modem internet. Keamanan perencanaan kebutuhan keamanan ini sangat penting agar data yang tersimpan didalamnya tidak hilang, juga terjaga kerahasiannya untuk informasi-informasi tertentu. Agar data dan informasi yang ada dalam sistem terjamin keamanannya perlu dilakukan pemeliharaan, penyimpanan dan membuat cadangan data secara periodik dan membuat password tersendiri antara pasword yang digunakan oleh pengelola program, pengambil kebijakan serta informasi-informasi mana yang bisa dilihat oleh orang awam akan tersimpan secara terpisah agar keamanannya terjamin. Informasi program gizi mempunyai program yang termasuk dalam indikator MDG’s oleh karena itu kebutuhan informasi pada sistem informasi kesehatan seksi gizi perlu ditampilkan dengan jelas dilayar monitor, sehingga bisa membantu pengelola program meningkatkan cakupan program-program gizi misalnya laporan gizi buruk bisa cepat terlacak 1 x 24 jam sehingga bisa cepat tertangani dan hal ini bisa membantu menurunkan angka kematian bayi dan balita. Sistem juga bisa menampilkan informasi puskesmas yang belum memasukkan laporan program gizi ke dalam SIK seksi gizi, sehingga pengelola program gizi bisa Dinas Kesehatan bisa memberikan feed back kepada pengelola program gizi puskesmas yang belum lapor by phone untuk segera mengirimkan laporannya lewat SIK.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

TA : Rancang Bangun Sistem Informasi Perencanaan dan Pengadaan Kebutuhan Bahan Baku Dengan Menggunakan Metode Lot For Lot Pada PT. Bukit Baja Anugrah.

TA : Rancang Bangun Sistem Informasi Perencanaan dan Pengadaan Kebutuhan Bahan Baku Dengan Menggunakan Metode Lot For Lot Pada PT. Bukit Baja Anugrah.

System flow ini menggambarkan aliran proses rencana kebutuhan bahan baku atau disebut dengan proses MRP. Proses dimulai dari bagian operasional memilih perencanaan yang akan menampilkan data kebutuhan bahan baku melihat dari tabel MPS, BOM, dan melihat OHI. Kemudian sistem secara otomatis akan melakukan perhitungan MRP, setelah melakukan perhitungan sistem akan menyimpan data perhitungan MRP dalam tabel MRP. Sistem juga dapat menghasilkan laporan hasil perhitungan dan mencetaknya. Jika user memilih laporan perencanaan kebutuhan bahan baku perproduk sistem akan segera mencetak laporan dan akan diberikan pada bagian manager, namun jika tidak sistem akan mencetak laporan perencanaan kebutuhan bahan baku perbulan dan akan diberikan juga untuk bagian manager. Laporan lain dari hasil perhitungan MRP adalah laporan rencana pembelian bahan baku yang akan diberikan pada bagian pembelian.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Kata kunci : MRP, Bill Of Material, MPS, Lot For Lot (LFL), Least Unit Cost (LUC)

Kata kunci : MRP, Bill Of Material, MPS, Lot For Lot (LFL), Least Unit Cost (LUC)

Abstrak – PT XYZ bergerak dibidang funiture, dengan tingkat produksi yang terbilang cukup tinggi dan waktu rentang pemesanan yang cukup pendek. Maka, perencanaan bahan baku mutlak diperlukan guna menjamin lancarnya proses produksi. Permasalahan antara lain Sering terjadi penumpukan bahan baku. Tidak ada jadwal pembelian bahan baku. Hal ini tanpa disadari perusahaan akan menimbulkan kerugian- kerugian, baik berupa kerusakan bahan bila terlalu lama disimpan dan menimbulkan masalah biaya-biaya yang seharusnya dapat diminimalisasi. Semua kegiatan perencanaan kebutuhan bahan baku pada PT XYZ harus ditentukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, untuk itu ditentukan perencanaan kebutuhan bahan baku dengan menggunakan MRP (Material Requirements Planning). Tahapan MRP yang dilakukan antara lain: Pembuatan Bill Of Material,Pembuatan struktur produk,Peramalan: metode kuadratis, metode siklis, regresi linear,MPS (Master Planning Schedule) , Membuat skema produksi,Membuat Struktur Produk,Perencanaan Bahan Baku, Penjadwalan induk produksi, Perhitungan kebutuhan bahan baku dengan metode Lot For Lot (LFL), metode Least Unit Cost (LUC). Data sekunder yang diambil di perusahaan adalah data penjualan dan bahan baku kitchen set. Perencanaaan bahan baku dibutuhkan peramalan penjualan bulan berikutnya dengan metode siklis. Hasil perhitungan perencanaan bahan baku pada PT XYZ diperoleh ramalan produksi perbulannya 7 unit kitchen set dengan waktu pemesanan rata-rata 3 bulan sekali.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KUMALASARI 21020112130120 BAB VI

KUMALASARI 21020112130120 BAB VI

Perencanaan kebutuhan fasilitas umum dan sosial di kampung nelayan vertikal ini dilakukan dengan melalui pendekatan mengenai kebutuhan fasilitas umum dan sosial berdasarkan SNI-7013-2004, kemudian pendekatan kebutuhan berdasarkan perilaku / kegiatan sebagai nelayan dan pendekatan berdasarkan karakteristik kampung di Tambak Lorok. Kemudian dari hasil kebtuhan ruang yang telah diperoleh akan ditinjau kembali berdasarkan fasilitas yang sudah di kawasan tambak lorok ini. Berikut hasil dari pendekatan tersebut diatas.

7 Baca lebih lajut

2 Pemukiman Dan Perumahan dinas

2 Pemukiman Dan Perumahan dinas

Tujuan perencanaan kebutuhan obat publik dan perencanaan kebutuhan obat publik dan perbekalan kesehatan adalah untuk perbekalan kesehatan adalah untuk menetapkan jenis dan juml[r]

13 Baca lebih lajut

KEBUTUHAN DAN PERENCANAAN TENAGA KESEHATAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA

KEBUTUHAN DAN PERENCANAAN TENAGA KESEHATAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA

disajikan meliputi empat metode yang penggunaan- nya dapat dilakukan secara komprehensif bersamaan atau juga dapat dipilih sesuai dengan kemauan dan kemampuan. Metode tersebut adalah meliputi Meto- de Berdasarkan Kebutuhan Kesehatan (Health Need Method), yaitu perencanaan kebutuhan tenaga kese- hatan yang didasarkan atas epidemiologi penyakit utama yang ada pada masyarakat. Metode Berdasar- kan Permintaan Kebutuhan Kesehatan (Health Ser- vices Method), yaitu perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan yang didasarkan atas permintaan akibat beban pelayanan kesehatan. Metode Berdasarkan Sasaran Upaya Kesehatan Yang Ditetapkan (Health Service Targets Methods), yaitu perencanaan kebu- tuhan tenaga kesehatan yang didasarkan atas sara- na kesehatan yang ditetapkan, misalnya Puskes- mas dan Rumah Sakit. Metode Berdasarkan Rasio Terhadap Sesuatu Nilai (Ratios Method), yaitu peren- canaan kebutuhan tenaga kesehatan yang didasar- kan pada standar/rasio terhadap nilai tertentu 5 .
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects