Perencanaan pajak

Top PDF Perencanaan pajak:

ANALISIS PERENCANAAN PAJAK SEBAGAI UPAYA PENGHEMATANPAJAK PENGHASILAN PERUSAHAAN : PENGARUHNYA TERHADAP ANALISIS PERENCANAAN PAJAK SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN PERUSAHAAN : PENGARUHNYA TERHADAP MODAL SENDIRI (Studi Empiris Wajib Pajak Badan

ANALISIS PERENCANAAN PAJAK SEBAGAI UPAYA PENGHEMATANPAJAK PENGHASILAN PERUSAHAAN : PENGARUHNYA TERHADAP ANALISIS PERENCANAAN PAJAK SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN PERUSAHAAN : PENGARUHNYA TERHADAP MODAL SENDIRI (Studi Empiris Wajib Pajak Badan

Untuk mengetahui besarnya persentase perencanaan pajak dan juga pengaruh perencanaan pajak terhadap modal sendiri, digunakan metode regresi linier sederhana pada laporan keuangan perusahaan. Dengan menggunakan uji asumsi klasik berupa uji normalitas dan heteroskedatisitas, dan juga uji hipotesis menggunakan uji F, t, R 2 dan pengujian hipotesis menggunakan uji regresi linier sederhana.

14 Baca lebih lajut

DETERMINAN PERENCANAAN PAJAK DAN PERILAKU KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN

DETERMINAN PERENCANAAN PAJAK DAN PERILAKU KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN

Ketujuh, kondisi keuangan memenga- ruhi kepatuhan wajib pajak badan melalui perencanaan pajak. Hal ini membuktikan bahwa perencanaan pajak diterapkan oleh wajib pajak badan untuk dapat mengen- dalikan risiko keuangan perusahaan dengan tetap mematuhi peraturan perpa- jakan yang berlaku. Sebagai warga Negara yang baik, perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Namun, perusahaan tidak hanya memi- liki kewajiban kepada pemerintah tetapi juga kepada shareholder dan stakeholder. Semakin besar laba yang diperoleh perusa- haan, maka semakin besar pula kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Perencanaan pajak yang baik dapat mengu- rangi beban pajak perusahaan sehingga dana yang ada dapat diputar kembali untuk dapat menghasilkan laba pada periode berikutnya. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat melakukan perencanaan pajak yang matang dalam rangka self efficiency dan mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

perencanaan pajak penyusutan 1

perencanaan pajak penyusutan 1

PERENCANAAN PAJAK MEMILIH METODE PENYUSUTAN Oleh Bambang Kesit Program Studi Akuntansi Universitas Atma Jaya Yogyakarta 2015.[r]

4 Baca lebih lajut

PENGARUH ASET PAJAK TANGGUHAN, BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP  Pengaruh Aset Pajak Tangguhan, Beban Pajak Tangguhan, dan Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek

PENGARUH ASET PAJAK TANGGUHAN, BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP Pengaruh Aset Pajak Tangguhan, Beban Pajak Tangguhan, dan Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek

Dalam penelitian yang dilakukan Ulfah (2013) meneliti 26 perusahaan manufaktur untuk menegetahui pengaruh perencanaan pajak terhadap manajemen laba pada tahun 2009 - 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pajak memiliki pengaruh positif, semakin tinggi perencanaan pajak maka semakin besar peluang perusahaan melalukan manajemen laba. Salah satu perencanaan pajak adalah dengan cara mengatur seberapa besar laba yang dilaporkan, sehingga masuk dalam indikasi adanya praktik manajemen laba.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH ASET PAJAK TANGGUHAN, BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP  Pengaruh Aset Pajak Tangguhan, Beban Pajak Tangguhan, dan Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek

PENGARUH ASET PAJAK TANGGUHAN, BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP Pengaruh Aset Pajak Tangguhan, Beban Pajak Tangguhan, dan Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Aset pajak tangguhan berpengaruh terhadap manajemen laba untuk menghindari laporan rugi pada perusahaan dengan nilai signifikansi sebesar 0.490 > 0.05, (2) Beban pajak tangguhan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba untuk menghindari laporan kerugian pada perusahaan dengan nilai signifikansi sebesar 0.538 > 0.05, (3) Perencanaan pajak tidak berpengaruh terhadap manajemen laba dengan nilai signifikansi sebesar 0.677 > 0.05.

17 Baca lebih lajut

Perencanaan Pajak dalam Rangka Meminimalkan Pembayaran Pajak Penghasilan (Studi Kasus pada Perusahaan X di Jakarta).

Perencanaan Pajak dalam Rangka Meminimalkan Pembayaran Pajak Penghasilan (Studi Kasus pada Perusahaan X di Jakarta).

Universitas Kristen Maranatha perusahaan. Salah satu kriteria untuk menilai kinerja perusahaan adalah dilihat dari laba bersih perusahaan tersebut. Laba ini dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan yang akan digunakan untuk kelangsungan hidup perusahaan dengan menginvestasikan kembali keuntungan yang didapat atau dapat pula dibagikan kepada para pemilik / pemegang saham. Oleh karena itu, perusahaan pastinya akan meminimalkan pembayaran pajaknya agar laba bersihnya menjadi optimal. Upaya meminimalkan pajak perusahaan dapat dilakukan dengan beberapa cara, baik itu secara legal yang masih berada dalam koridor peraturan perpajakan sampai cara ilegal yang melanggar peraturan perpajakan. Upaya meminimalkan pajak biasanya disebut juga dengan perencanaan pajak (tax planning) atau tax sheltering. Umumnya proses perencanaan pajak merujuk pada proses merekayasa usaha dan transaksi wajib pajak supaya utang pajak berada dalam jumlah pajak yang minimal tetapi masih berada dalam koridor peraturan perpajakan. Perencanaan pajak juga sering disebut sebagai penghindaran pajak (tax avoidance). Penghindaran pajak merupakan cara rekayasa yang legal, berbeda dengan cara penyelundupan pajak (tax evasion) yang merupakan cara ilegal dalam meminimalkan beban pajak dengan melanggar ketentuan perpajakan yang sudah ada.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Beban Pajak Tangguhan dan Perencanaan Pajak terhadap Manajemen Laba.

Pengaruh Beban Pajak Tangguhan dan Perencanaan Pajak terhadap Manajemen Laba.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh beban pajak tangguhan dan perencanaan pajak terhadap manajemen laba apabila tidak terjadi perubahan tarif pajak (reformasi undang-undang perpajakan) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Jenis penelitian ini adalah Causal Explanatory. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria pemilihan sampel maka didapat 25 perusahaan manufaktur yang dapat dijadikan sampel penelitian. Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi berganda. Jenis data dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, data diperoleh melalui website Bursa Efek Indonesia. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara simultan beban pajak tangguhan dan perencanaan pajak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba sebesar 18% sedangkan sisanya sebesar 82% dipengaruhi faktor lain. Tetapi secara parsial tidak terdapat pengaruh secara signifikan beban pajak tangguhan terhadap manajemen laba, dan terdapat pengaruh secara signifikan perencanaan pajak terhadap manajemen laba.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PENGARUH PERENCANAAN PAJAK, TINGKAT HUTANG, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP MANAJEMEN LABA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI 2010-2014 Repository - UNAIR REPOSITORY

PENGARUH PERENCANAAN PAJAK, TINGKAT HUTANG, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP MANAJEMEN LABA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI 2010-2014 Repository - UNAIR REPOSITORY

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Tiada kata yang paling indah mengawali skripsi ini selain kata syukur atas curahan rahmat dan hidayah dari-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “PENGARUH PERENCANAAN PAJAK, TINGKAT HUTANG, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP MANAJEMEN LABA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI 2010- 2014” .

15 Baca lebih lajut

Perencanaan Pajak atas Pajak Pertambahan Nilai sebagai Upaya Penghematan PPN Terutang (Studi Kasus pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Panjang).

Perencanaan Pajak atas Pajak Pertambahan Nilai sebagai Upaya Penghematan PPN Terutang (Studi Kasus pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Panjang).

Pajak Pertambahan Nilai merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan yang kegiatan operasionalnya melakukan transaksi jual beli Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak. Perencanaan Pajak Pertambahan Nilai diperlukan karena Pajak Pertambahan Nilai dapat mengurangi kas perusahaan dan mempengaruhi laba perusahaan. Perencanaan pajak yang dapat diterapkan pada Pajak Pertambahan Nilai ada dua cara, yaitu penundaan waktu pencetakan faktur pajak keluaran standar sampai pada saat pembayaran selama 14 (empat belas) hari dan Pajak Masukan yang belum dikreditkan dengan Pajak Keluaran pada masa pajak yang sama dapat dikreditkan pada masa pajak berikutnya paling lambat 3 (tiga) bulan setelah berakhirnya masa pajak yang bersangkutan. Setelah dilakukan perencanaan pajak pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Panjang selama 2 (dua) bulan menunjukkan bahwa PPN Masukan selalu lebih kecil dibandingkan PPN Keluarannya sehingga PPN yang dilaporkan Kurang Bayar. Perhitungan PPN Kurang Bayar selama 2 (dua) bulan sebelum dilakukan perencanaan pajak sebesar Rp 2.239.851.170,00 dan sesudah dilakukan perencanaan pajak terjadi penurunan sebesar Rp 1.739.696.513,00. Selisih sebelum dan sesudah dilakukan perencanaan pajak sebesar Rp 500.154.657,00. Penurunan PPN Kurang Bayar sesudah dilakukan perencanaan pajak bulan Januari 2008 sebesar Rp 471.567.745,00 dan bulan Februari 2008 sebesar Rp 28.586.912,00. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa PPN terutang sesudah dilakukan penerapan perencanaan pajak mengalami penurunan dibandingkan dengan sebelum dilakukan penerapan perencanaan pajak. Dengan kata lain, penerapan perencanaan pajak mampu meminimalkan pembayaran PPN terutang.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PAJAK UNTUK EFISIENSI PEMBAY

PERENCANAAN PAJAK UNTUK EFISIENSI PEMBAY

Hubungan yang terjadi antara perencanaan pajak dengan penghematan pajak adalah perencanaan pajak adalah bagian dari penghematan pajak dimana perencanaan pajak memiliki tujuan untuk agar beban pajak (tax burden) dapat ditekan serendah mungkin dengan memanfaatkan peraturan yang ada tetapi berbeda dengan tujuan pembuat Undang-Undang, maka perencanaan pajak secara ekonomis keduanya berusaha untuk memaksimalkan penghasilan setelah pajak karena pajak merupakan unsur pengurang laba yang tersedia. Dengan kata lain perencanaan pajak berusaha untuk mengefisiensikan pembayaran pajak oleh perusahaan ke pemerintah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh perencanaan pajak terhadap manajemen laba

Pengaruh perencanaan pajak terhadap manajemen laba

Penelitian ini merupakan pengembangan penelitian yang dilakukan oleh Yin dan Cheng (2004) yang mengungkapkan terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara perencanaan pajak dengan manajemen laba yang diukur dengan discretionary accrual. Namun, tidak seperti Yin dan Cheng (2004) yang mempertimbangkan terjadinya perubahan tarif pajak sehingga dapat memicu perencanaan pajak dan manajemen laba, dalam penelitian ini proksi perencanaan pajak yang digunakan adalah tarif pajak efektif (effectif tax rate, ETR) seperti yang dilakukan oleh Lin et al. (2012), karena tidak mempertimbangkan penurunan tarif pajak. Kemudian dimasukkan proksi beban pajak tangguhan yang dalam penelitian Philips et al. (2003) ditemukan hubungan yang signifikan dengan manajemen laba. Leverage dan size ditambahkan sebagai variabel kontrol karena sudah banyak penelitian yang menyatakan terdapat hubungan antara leverage dan size terhadap manajemen laba. Pengukuran manajemen laba menggunakan current discretionary accrual karena sebagaimana yang diungkapkan oleh Guenther (1994), penelitian pengenai pajak penghasilan lebih sesuai jika menggunakan current discretionary accrual. Insentif pajak memainkan peranan penting dalam perilaku manajemen laba perusahaan. Banyak penelitian telah menguji laporan keuangan perusahaan berkaitan dengan Tax Reform Act (TRA) 1986 di U.S dan telah melaporkan bukti yang cukup bahwa pajak memicu manajemen laba. Namun hanya sedikit penelitian yang mengeksplorasi manajemen laba di pasar negara berkembang (Lin et al, 2012). Maka, penelitian ini berupaya memberikan bukti empiris mengenai pengaruh perencanaan pajak yang diukur dengan dua proksi yang sering digunakan, yaitu tarif pajak efektif dan beban pajak tangguhan dalam pasar di Indonesia.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Penerapan Perencanaan Pajak untuk Memini

Penerapan Perencanaan Pajak untuk Memini

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan perencanaan pajak yang tepat guna meminimalkan pembayaran pajak penghasilan (PPh) pada PT. “X”. Selama ini, PT.“X” telah mengupayakan untuk menerapkan perencanaan pajak, namun upaya yang dilakukan tersebut belum optimal. Dalam mengoptimalkan perencanaan pajak, strategi yang dapat dilakukan oleh PT. “X” adalah dengan membuat daftar nominatif terkait beban entertainment , pengelolaan fasilitas makan, kesehatan dan komunikasi bagi karyawan, pemakaian metode Gross-Up dalam perhitungan gaji karyawan. Perencanaan pajak menghasilkan penghematan pajak sebesar Rp 7.022.500,00. Aliran kas yang tersedia dari hasil penghematan pajak tersebut dapat dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan operasional yang lain.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

perencanaan pajak dr aspek rasio

perencanaan pajak dr aspek rasio

Dengan ditetapkannya Rasio Total Benchmarking oleh Direktorat Jenderal Pajak merupakan tambahan bahan pertimbangan bagi Wajib Pajak dalam penyusunan perencanaan pajaknya. Perencanaan pajak umumnya selalu dimulai dengan meyakinkan apakah suatu transaksi atau fenomena terkena pajak. Kalau fenomena tersebut terkena pajak, apakah dapat diupayakan untuk dikecualikan atau dikurangi jumlah pajaknya, selanjutnya apakah pembayaran pajak dimaksud dapat ditunda pembayarannya dan lain sebagainya. Oleh karena itu wajib pajak akan membuat rencana pengenaan pajak atas setiap tindakan (taxable events) secara seksama. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa tax planning adalah proses pengambilan tax factor yang relevan dan non tax factor yang material untuk menentukan apakah, kapan, bagaimana, dan dengan siapa (pihak mana) untuk melakukan transaksi, operasi dan hubungan dagang yang memungkinkan tercapainya beban pajak pada tax events yang serendah mungkin dan sejalan dengan tercapainya tujuan perusahaan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

silabus perencanaan pajak 2015

silabus perencanaan pajak 2015

Mata kuliah ini memberikan kerangka acuan, pentingnya perencanaan pajak di perusahaan sehingga mampu menghemat pajak di bayar oleh perusahaan dengan memanfaatkan celah-celah dalam aturan perpajakan (loopholes) yang ada. Awal perkuliahan mahasiswa diperkenalkan konsep dasar perencanaan pajak. Bagian tengah perkuliahan diperkenalkan alat-alat perencanaan pajak berupa analisis dan review peraturan pajak, analisis dan review transaksi dan laporan keuangan komersial, analisis dan review formulir administrasi perpajakan. Pada akhir kuliah mahasiswa bertugas untuk menyusun projek perencanaan pajak didasarkan kasus yang ada secara bersama/berkelompok.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERENCANAAN PAJAK UNTUK PAJAK PERTAMBAHA

PERENCANAAN PAJAK UNTUK PAJAK PERTAMBAHA

Perencanaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Memaksimalkan PPN masukan yang dapat dikreditkan; perusahaan sebaiknya memperoleh Barang Kena Pajak (BKP)/Jasa Kena Pajak (JKP) dari Pengusaha Kena Pajak (PKP), supaya pajak masukannya dapat dikreditkan. Perusahaan perlu mengamati dengan cermat jangan sampai terdapat pajak masukan yang belum dikreditkan lagi.

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN ANALISIS PERENCANAAN PAJAK SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN PERUSAHAAN : PENGARUHNYA TERHADAP MODAL SENDIRI (Studi Empiris Wajib Pajak Badan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

PENDAHULUAN ANALISIS PERENCANAAN PAJAK SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN PAJAK PENGHASILAN PERUSAHAAN : PENGARUHNYA TERHADAP MODAL SENDIRI (Studi Empiris Wajib Pajak Badan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia).

Memperoleh informasi dan mengetahui tentang praktik perencanaan pajak (tax planning) sebagai upaya penghematan pajak pada wajib pajak badan, sehingga dapat diambil tindakan untuk menutup celah-celah yang dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak yang melakukan perencanaan pajak yang tidak sehat, atau melakukan penggelapan pajak.

7 Baca lebih lajut

PENGARUH BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP PRAKTIK  PENGARUH BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGARUH BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP PRAKTIK PENGARUH BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN PERENCANAAN PAJAK TERHADAP PRAKTIK MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan kasih karunia-Nya yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Pengaruh Beban Pajak Tangguhan dan Perencanaan Pajak terhadap Praktik Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur yang t erdaftar di Bursa Efek Indonesia” .

17 Baca lebih lajut

Studi tentang praktik perencanaan pajak pada wajib pajak badan di Jakarta dan Bekasi

Studi tentang praktik perencanaan pajak pada wajib pajak badan di Jakarta dan Bekasi

Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel perusahaan- perusahaan yang berlokasi di Jakarta dan Bekasi. Lokasi Jakarta meliputi wilayah Kotamadya Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta timur. Sedangkan wilayah Bekasi meliputi Kotamadya Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Bekasi Timur serta Kecamatan Tambun, Cibitung, dan Cikarang. Maksud pengambilan lokasi di daerah tersebut karena peneliti beranggapan wilayah Jakarta dan Bekasi merupakan dua kota sentral baik dalam hal bisnis maupun industri di antara beberapa kota lainnya yang berada di Indonesia. Penelitian ini mengenai apakah praktik perencanaan pajak telah dilakukan dengan cukup efektif oleh perusahaan- perusahaan di wilayah Jakarta, dan Bekasi sebagai wajib pajak badan untuk mengefisiensikan beban pajaknya.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

Perencanaan Pajak Dan Kebijakan Pajak Berpengaruh Terhadap Penerimaan Pajak (Survey Pada KPP Kanwil Jabar 1)

Perencanaan Pajak Dan Kebijakan Pajak Berpengaruh Terhadap Penerimaan Pajak (Survey Pada KPP Kanwil Jabar 1)

Hampir semua orang, baik di negara yang sudah maju maupun di Negara yang belum berkembang, baik secara pribadi maupun kelompok (badan) berusaha untuk mengatur jumlah pajak yang harus dibayar. Jangankan wajib pajak, pihak aparat pajakpun mengetahui dan menyadari ada suatu kecenderungan dari wajib pajak orang pribadi maupun badan untuk meminimalkan jumlah pajak yang harus dibayar, dengan melakukan tax planning atau perencanaan pajak, baik secara legal (tax avoidance) maupun ilegal (tax evasion). Dalam tax avoidance wajib pajak memanfaatkan peluang-peluang yang ada dalam undang-undang perpajakan, sehingga dapat membayar pajak yang lebih rendah. Akibat dari tax avoidance penyetoran dana pajak ke kas negara berkurang, atau bahkan tidak ada dana pajak yang masuk ke kas negara. Perencanaan pajak (tax planning) merupakan bagian dari tax avoidance (Nurmantu, 2003).
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

PRAKTIK PERENCANAAN PAJAK ( TAX PLANNING ) SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN PAJAK PADA WAJIB PAJAK BADAN ( Studi Empiris Wajib Pajak Badan Perusahaan Manufaktur Yang Terdapat di Bursa Efek Indonesia ).

PRAKTIK PERENCANAAN PAJAK ( TAX PLANNING ) SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN PAJAK PADA WAJIB PAJAK BADAN ( Studi Empiris Wajib Pajak Badan Perusahaan Manufaktur Yang Terdapat di Bursa Efek Indonesia ).

dibayar dapat ditekan serendah mungkin untuk memperoleh laba dan likuiditas yang diharapkan (Suandy, 2003). Manajemen pajak juga berfungsi sebagai pengelolaan perusahaan agar pemenuhan kewajiban perpajakannya dilakukan dengan benar dan baik tanpa unsur pelanggaran dikemudian hari yang dapat mengakibatkan adanya sanksi atau denda dengan tujuan mencapai tingkat laba yang rasional dan menjaga likuiditas serta melakukan pemenuhan kewajiban perpajakan secara benar (Agus, 2003). Tujuan manajemen pajak tersebut dapat dicapai melalui fungsi-fungsi manajemen pajak yang terdiri dari : (1) Perencanaan Pajak (tax planning), (2) pelaksanaan kewajiban perpajakan (tax implementation), dan (3) pengendalian pajak (tax control).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...