PERILAKU DIET

Top PDF PERILAKU DIET:

HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN PERILAKU DIET DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTERI DI SMK N 1 SEWON BANTUL YOGYAKARTA

HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN PERILAKU DIET DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTERI DI SMK N 1 SEWON BANTUL YOGYAKARTA

Banyak faktor yang mempengaruhi remaja melakukan perilaku diet tidak sehat. Dalam penelitian ini, peneliti berpendapat bahwa ketidakpuasan body image dan motivasi menjadi lebih kurus merupakan faktor terbesar. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Almatsair dkk (2011) bahwa remaja yang belum mempunyai gambaran kepuasan tentang tubuh dewasanya mungkin membatasi asupan makanannya sebagai akibat berat badan yang bertambah karena perkembangan karateristik seksual sekundernya.

10 Baca lebih lajut

9 HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIET DIABETES MELLITUS DENGAN PERILAKU DIET PENDERITA DIABETES MELLITUS

9 HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIET DIABETES MELLITUS DENGAN PERILAKU DIET PENDERITA DIABETES MELLITUS

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan “cross sectional” yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) artinya tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Hal ini tidak berarti bahwa semua objek peneliti diamati pada waktu yang sama. Pada penelitian ini terdapat 2 variabel yaitu variabel independen : Pengetahuan diet dan variabel dependen : Perilaku Diet DM.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

GAMBARAN PERILAKU DIET PADA REMAJA SMAN 1 PEKANBARU

GAMBARAN PERILAKU DIET PADA REMAJA SMAN 1 PEKANBARU

Pada table 2 menunjukkan perilaku diet dipandang dari status gizi. Pada penelitian ini didapatkan 4,8% responden underweight mengalami kemungkinan gangguan perilaku makan. Responden dengan status gizi normal tidak ditemukan adanya kemungkinan gangguan makan. Responden dengan status gizi overweight yang memiliki kemungkian gangguan perilaku makan sebanyak 40%. Sedangkan pada responden yang obesitas sebanyak 30% mengalami kemungkinan gangguan perilaku makan. Penelitian lain tahun 2010 di Sumatra Utara yang dilakukan pada mahasiswi dengan status gizi kurang tidak ditemukan resiko gangguan makan, sedangkan pada mahasiswi dengan status gizi normal terdapat 6% memiliki risiko gangguan makan. Sebanyak 2% mahasiswi obesitas yang beresiko mengalami gangguan makan. 16 Pada penelitian ini terdapat berbedaan dengan penelitian sebelumnya. Hal ini mungkin dikarenakan jumlah dan sebaran sampel berbeda, karakteristik sampel berbeda. Pada penelitian tersebut responden tergolong dewasa awal, sedangkan pada penelitian ini remaja akhir sehingga perilaku dietnya berbeda. Pada penelitian ini didapatkan mereka yang memiliki status gizi lebih cenderung melakukan usaha untuk menurunkan berat badan dibandingkan remaja dengan gizi normal ataupun rendah. Secara teori ketakutan menjadi gemuk akan menurun ketika wanita mencapai dewasa, namun sebagian dari mereka tetap tidak puas dengan tubuh mereka dan terus melakukan diet dan terjangkit gangguan makan. 12
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA RASA PERCAYA DIRI DENGAN PERILAKU DIET PADA REMAJA PUTRI

HUBUNGAN ANTARA RASA PERCAYA DIRI DENGAN PERILAKU DIET PADA REMAJA PUTRI

Bagi remaja putri yang mengalami obesitas, masalah yang sering kali muncul adalah kepercayaan diri yang rendah. Penelitian Neumark-Szteiner dan Hanan (2000) menyebutkian bahwa remaja putri yang diteliti sebanyak 68,5% memiliki rasa percaya diri yang rendah dan memiliki hubungan yang signifikan dengan melakukan diet. Orang dengan rasa percaya diri yang terendah tersebut memiliki kemungkinan 3,74 kali lebih besar melakukan diet menurunkan berat badannya. Permasalahan tentang perilaku diet pada remaja putri merupakan hal yang sangat perlu mendapat perhatian karena merupakan suatu realita yang dapat dijumpai hampir di semua remaja putri pada saat ini. Diet merupakan salah satu cara yang paling popular di kalangan remaja untuk menurunkan berat badan karena diet dapat dilakukan oleh hampir semua orang, karena tidak mahal dan efek samping yang tidak langsung terasa.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN PERILAKU DIET REMAJA PUTRI

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN PERILAKU DIET REMAJA PUTRI

Latar Belakang : Bagi remaja putri perubahan yang pesat terhadap bentuk tubuh memunculkan persepsi tersendiri yang menimbulkan respon dan tingkah laku yang mengarah kepada upaya obsesif sebagai usaha sadar untuk mendapatkan dan mempertahankan bentuk tubuh yang dianggap ideal. Upaya obsesif yang sering dilakukan adalah diet. Program diet untuk mendapatkan tubuh proporsional dapat mempengaruhi body ideal remaja putri, body ideal tersebut tidak selalu mencerminkan berat badan ideal menurut ketentuan ilmu kesehatan (dihitung menggunakan Indeks Massa Tubuh/IMT). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan perilaku diet remaja putri. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan metode point time approach yang meneliti hubungan antara indeks massa tubuh dengan perilaku diet. Subyek penelitian adalah remaja putri (n= 72) dengan tehnik simple random sampling. Analisa data dengan uji korelasi Spearman Rank .
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DIET DAN REGULASI DIRI DENGAN PERILAKU DIET PADA PENARI - Unika Repository

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DIET DAN REGULASI DIRI DENGAN PERILAKU DIET PADA PENARI - Unika Repository

Tabel 1 Blueprint atau Rancangan Jumlah Item Skala Perilaku Diet pada Penari............................................................................. 40 Tabel 2 Blueprint atau Rancangan Jumlah Item Skala Motivasi Diet 41 Tabel 3 Blueprint atau Rancangan Jumlah Item Skala Regulasi Diri 41 Tabel 4 Sebaran Nomor Item Skala Perilaku Diet pada Penari.......... 49 Tabel 5 Sebaran Nomor Item Skala Motivasi Diet............................. 50 Tabel 6 Sebaran Nomor Item Skala Regulasi Diri ............................. 50 Tabel 7 Sebaran Item Valid dan Gugur Skala Perilaku Diet pada Penari......................................................................................52
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perilaku Diet pada Remaja

Perilaku Diet pada Remaja

Segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan judul “Perilaku Diet pada Remaja”. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, karena itu penulis berharap mendapat masukan dari para pembaca untuk penyempurnaan tulisan ini.

3 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA MASA PUBERTAS DENGAN PERILAKU DIET PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA MASA PUBERTAS DENGAN PERILAKU DIET PADA REMAJA

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Antara Masa Pubertas dengan Perilaku Diet Pada Remaja Putri”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep) pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

27 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU DIET DENGAN STATUS KESEHATAN PADA REMAJA PUTRI SMA

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU DIET DENGAN STATUS KESEHATAN PADA REMAJA PUTRI SMA

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan remaja putri yang melakukan diet baik sebesar 25%, kurang baik 45,7% dan buruk 28,6%. Pada status kesehatan menunjukkan remaja putri yang sehat sebesar 25,7% sedangkan sakit sebesar 74,3%. Ada hubungan antara perilaku diet dengan status kesehatan pada remaja putri(P = 0,001, r = 35,903). Kesimpulan: Koefisien korelasi sebesar 0,707, ini dapat dikatakan bahwa tingkat hubungannya adalah kuat. Remaja putri melakukan diet yang salah untuk menurunkan berat badan akan berdampak pada status kesehatannya yang buruk, seperti merasa lemas, letih dan lesu, sering pusing, mata berkunang-kunang , sering sakit perut/mag, sering mual dan muntah-muntah. Sebaliknya remaja putri yang melakukan diet dengan cara yang benar akan berdampak pada status kesehatan yang baik, misalnya badan terasa sehat, bentuk tubuh menjadi ideal dan mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

HUBUNGAN CITRA TUBUH DENGAN PERILAKU DIET PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 9 MANADO | Lintang | JURNAL KEPERAWATAN 8144 16090 1 SM

HUBUNGAN CITRA TUBUH DENGAN PERILAKU DIET PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 9 MANADO | Lintang | JURNAL KEPERAWATAN 8144 16090 1 SM

ABSTRAK: Citra tubuh adalah pandangan tentang penampilan fisik seseorang. Pada masa remaja terjadi kepedulian terhadap berat badan dan bentuk tubuh. Hal ini mendorong remaja untuk melakukan perilaku diet. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan perilaku diet pada remaja putri di SMA Negeri 9 Manado. Desain Penelitian menggunakan Cross Sectional. Sampel 50 remaja putri, dengan menggunakan desain non probability sampling yaitu total sampling. Data penelitian ini diuji menggunakan program computer dengan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan 95% (α<0,05). Hasil penelitian dari uji statistik didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara citra tubuh dengan perilaku diet pada remaja putrid di SMA Negeri 9 Manado. Saran perlunya pendidikan tentang pola makan dan pola diet yang sesuai bagi remaja putri.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Body Dissatisfaction dan Perilaku Diet pada Mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang - Unika Repository

Hubungan Body Dissatisfaction dan Perilaku Diet pada Mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang - Unika Repository

Perilaku diet diukur dengan skala likert yang disusun berdasarkan pengembangan dari penelitian oleh Yosephin (2012) serta sudah dirundingkan dan disetujui oleh tim peneliti. Kuisioner terdiri dari 17 pernyataan positif atau favourable dan 9 pernyataan negatif atau unfavourable. Skala likert yang digunakan memiliki 6 poin kontinuum dari tidak pernah hingga selalu. Jawaban baik (selalu, sangat sering, dan sering pada pernyataan positif beserta kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah pada pernyataan negatif) memiliki skor 1, sedangkan jawaban tidak baik memiliki skor 0. Hasil skoring dibagi menjadi 2 klasifikasi yaitu perilaku diet baik (total skor minimal 14) dan tidak baik (total skor kurang dari 14). Body Dissatisfaction
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN PERILAKU DIET PADA WANITA DEWASA AWAL DI UPI.

HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN PERILAKU DIET PADA WANITA DEWASA AWAL DI UPI.

Kondisi fisik yang dimiliki oleh individu berkaitan dengan bagaimana evaluasi individu terhadap diri mereka. Individu yang memilIki body image yang positif akan memiliki penerimaan diri yang baik, yang ditandai dengan adanya penilaian positif dan sikap positif terhadap diri sendiri, serta menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Penelitian berjudul “Hubungan Antara Body Image dengan Perilaku Diet pada Wanita Dewasa Awal di UPI” bertujuan untuk me ngetahui hubungan antara body image dengan perilaku diet pada wanita dewasa awal di UPI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian berjumlah 127 wanita dewasa awal di UPI. Instrumen pada penelitian ini adalah Skala Body Image dan Skala Perilaku Diet dengan menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Teknik korelasi yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh adalah terdapat hubungan negatif antara body image dan perilaku diet pada wanita dewasa awal di UPI. Artinya, sebagian besar wanita dewasa awal di UPI yang memiliki body image rendah, perilaku dietnya cenderung tinggi, begitupun sebaliknya wanita dewasa awal yang memiliki body image tinggi, perilaku dietnya cenderung rendah.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Body Image Dan Perilaku Diet Pada Remaja

Hubungan Antara Body Image Dan Perilaku Diet Pada Remaja

Diet yang dilakukan oleh remaja bukanlah hal yang dapat disepelekan. Saat remaja adalah saat ketika tubuh seseorang sedang berkembang pesat dan sudah seharusnya mendapatkan komponen nutrisi penting yang dibutuhkan untuk berkembang. Kebiasaan diet pada remaja dapat membatasi masukan nutrisi yang mereka butuhkan agar tubuh dapat tumbuh. Selain itu, diet pada remaja juga dapat menjadi sebuah titik awal berkembangnya gangguan pola makan. Beberapa penelitian lain juga mengatakan bahwa seorang remaja yang berdiet kemudian menghentikan dietnya dapat menjadi overeater (perilaku makan berlebihan) pada tahun-tahun berikutnya (Hill, Oliver & Rogers dalam Elga, 2007). Hal ini menjadi sebuah bukti bahwa perilaku diet dapat membawa dampak yang buruk bagi kesehatan remaja yang melakukannya.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

PERILAKU DIET SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PERILAKU DIET SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERHADAP PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Pilihlah makanan yang bervariasi dengan sekurang-kurangnya tiga sajian sayur-sayuran, dua sajian buah-buahan dan enam sajian hasil padi-padian setiap harinya. Buah-buahan adalah sumber yang baik dari vitamin c, karotenoid dan serat serta hal ini dapat mengurangi risiko kanker. Selain itu buah-buahan dan sayur-sayuran pada umumnya rendah natrium. dan merupakan sumber kalium yang sedang sampai sangat baik dan merupakan zat yang diperlukan untuk menurunkan risiko hipertensi (Moore, 1997). Buah-buahan, sayur-sayuran dan padi-padian juga cenderung rendah lemak dan berserat sedang sampai tinggi, sehingga dapat menurunkan risiko obesitas, penyakit jantung, kanker dan memperbaiki fungsi usus besar (Moore, 1997). Hal ini sependapat dengan Beck (2011), berbagai jenis buah sayuran itu kaya akan berbagai macam nutrien, seperti vitamin dan mineral, dan juga mengandung serat makanan (dietary fiber). Sebuah penelitian ditemukan bahwa peningkatan insidensi penyakit yang terjadi di negara maju merupakan akibat dari kurangnya diet serat (Beck, 2011)
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

Perilaku Diet pada Remaja

Perilaku Diet pada Remaja

Pada usia remaja banyak dari mereka yang berusaha mengubah penampilannya sehingga terlihat menarik. Kepedulian terhadap penampilan dan gambaran tubuh yang ideal dapat mengarah pada upaya obsesif seperti mengontrol berat badan (dalam Papalia, 2008). Remaja selalu berusaha untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Konsep tubuh yang ideal pada perempuan adalah bentuk tubuh yang langsing, sedangkan pada laki-laki adalah tubuh berisi, berotot, berdada bidang serta biseps yang menonjol (McCabe & Ricciardeli, 2004). Hal inilah pada akhirnya mengakibatkan banyak dari remaja yang mengontrol berat badan dengan melakukan diet dan berolahraga untuk membentuk tubuh menjadi ideal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perilaku Diet pada Remaja

Perilaku Diet pada Remaja

Dalam beberapa hal pemikiran para remaja masih terlihat kurang matang. Salah satu karakteristik pemikiran remaja yang belum matang ini adalah kesadaran diri. Elkind (dalam Papalia, 2008) merujuk kondisi kesadaran diri ini sebagai imaginary audience, yaitu menggambarkan peningkatan kesadaran remajayang tampil pada keyakinan mereka bahwa orang lain memiliki perhatian yang amat besar terhadap diri mereka, sebesar perhatian mereka sendiri. Gejala imaginary audience mencakup berbagai perilaku untuk mendapatkan perhatian, keinginan agar kehadirannya diperhatikan, disadari oleh orang lain, dan menjadi perhatian orang lain, dan menjadi pusat perhatian.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

45 BAB IV LAPORAN PENELITIAN

45 BAB IV LAPORAN PENELITIAN

Setelah peneliti mendapatkan data, hal yang harus dilakukan adalah membuat tabulasi data yang selanjutnya dapat digunakan untuk penghitungan. Penghitungan validitas dalam penelitian ini adalah validitas item dengan menggunakan program komputer Statistical Packages for Social Sciences (SPSS) release 19.0 for windows yaitu teknik korelasi Pearson Product Moment dan dikoreksi dengan Part whole untuk menghindari over estimate atau kelebihan bobot karena masuknya skor item ke dalam skor total. Penghitungan reliabilitasnya menggunakan teknik Alpha Cronbach. Berikut ini adalah hasil dari analisis validitas dan reliabilitas alat ukur yang telah peneliti buat: 1. Validitas dan Reliabilitas Skala Perilaku Diet
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERILAKU IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI BPM NY. E DI DESA GRINTING KECAMATAN TULNGAN KABUPATEN SIDOARJO

PERILAKU IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI BPM NY. E DI DESA GRINTING KECAMATAN TULNGAN KABUPATEN SIDOARJO

Responden ibu hamil yang mempunyai perilaku diet yang negatif dalam pencegahan hiperemesis gravidarum penyebab utamanya ibu hamil mempunyai perilaku diet yang negatif adalah pengalaman, pengaruh orang lain yang dianggap penting, Bagi ibu hamil dengan jumlah anak multi hendaknya semakin banyak pengalaman yang diperolehnya selama kehamilannya, sehingga semakin baik Pula seseorang tersebut dalam berperilaku terutama dalam pencegahan hiperemesis gravidarum. Selain itu pengaruh orang lain yang dianggap penting sangat berpengaruh dalam hal perilaku diet pada ibu hamil, dimana seseorang yang ada disekitar kita akan sangat mempengarui perilaku seseorang. Diantaranya adalah orang tua, kerabat, maupun suami. Banyak sekali ibu hamil khusunya trimester I yang mengalami kejadiaan mual dan muntah. Dan ibu hamil tersebut biasanya sangat khawatir dengan keadaan yang dialaminya.akan tetapi orang tua maupun kerabat mereka akan memberikan sugesti kepada ibu hamil khususnya dalam perilaku diet yang negatif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB V ANALISI DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Analisis Data - 07.40.0077 Steffi Surya Winoto BAB V

BAB V ANALISI DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Analisis Data - 07.40.0077 Steffi Surya Winoto BAB V

Sumbangan efektif kecemasan ditinggal pacar terhadap perilaku diet pada mahasiswi sebesar 12,18 persen. Nilai tersebut memiliki arti bahwa sumbangan kecemasan ditinggal pacar terhadap perilaku diet dapat dikategorikan cukup besar. Kecemasan ditinggal pacar memang bukan satu-satunya faktor yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar perannya dalam meneliti perilaku diet, tetapi dalam penelitian ini dapat menjadi tambahan seorang remaja putri khususnya mahasiswi untuk melakukan diet dikarenakan adanya kecemasan ditinggal pacar serta penerimaan diri yang kurang sehingga melakukan perilaku diet.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

493 SRI RAMADAYANTI G2C008068

493 SRI RAMADAYANTI G2C008068

Penerapan diet bebas gluten bebas kasein dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri anak autis maupun ibu itu sendiri, sedangkan faktor eksternal yang akan mendukung penerapan diet secara konsisten berasal dari lingkungan sekitar termasuk orang-orang di sekitarnya. Peran ibu sangat dibutuhkan dalam pengawasan pada pola makan anak, hal tersebut dikarenakan ibu sebagai orang terdekat sekaligus penyelenggara makan pada anak. Komitmen sangat dibutuhkan dalam menjalankan diet bebas gluten bebas kasein pada anak karena diet harus dilakukan dirumah, sekolah dan dimanapun saat anak makan. Selain itu, terdapat faktor yang dapat mempengaruhi perilaku orang tua dalam menerapkan diet bebas gluten bebas kasein pada anak yaitu perilaku anak autis itu sendiri yang memungkinkan menjadi pengahambat jalannya pelaksanaan diet.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...