PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

Top PDF PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER:

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

5.2.2 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu dengan bayi usia 1-12 bulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ibu yang memiliki bayi usia 1-12 bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember memiliki PHBS baik sebesar 62 responden (60,2%) yaitu pada kelompok kontrol, sedangkan jumlah ibu yang memiliki PHBS buruk sebesar 41 responden (39,8%) yang terdiri dari 21 responden (20,4%) pada kelompok kasus dan 20 responden pada kelompok kontrol. Ibu dikatakan memiliki PHBS baik apabila jumlah nilai dari kuesioner mencapai 21, sedangkan Ibu dikatakan memiliki PHBS buruk apabila jumlah nilai kuesioner <21. Ibu yang memiliki PHBS baik kemungkinan disebabkan oleh pendidikan yang mayoritas adalah SMA. Pendidikan juga mempengaruhi perilaku yang akan dilakukan ibu tentang PHBS. Menurut penelitian Kusumawati (2008) mengungkapkan bahwa adanya keterikatan antara pendidikan dengan PHBS mempunyai hubungan dengan tingkat kesehatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin mudah ibu menerima konsep hidup sehat secara mandiri, kreatif, dan berkesinambungan. Notoatmodjo (2007) mengungkapkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah faktor dari dalam diri (faktor instrinsik), yaitu usia, tingkat pendidikan, pengetahuan, kepuasan, keyakinan dan faktor dari luar (faktor ekstrinsik), yaitu iklim, manusia, sosial, ekonomi, kebudayaan dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT USIA 1-12 BULAN DI KELURAHAN ANTIROGO KABUPATEN JEMBER

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember

Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 1-12 Bulan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember; Siska Ari Puspita Sari, 072310101039; 2012; xviii+84 halaman; Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penyakit Berbasis Lingkungan pada Anak Usia 6-12 Tahun Korban Erupsi Gunung Sinabung di Posko Pengungsian Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017

Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penyakit Berbasis Lingkungan pada Anak Usia 6-12 Tahun Korban Erupsi Gunung Sinabung di Posko Pengungsian Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017

The results showed that there were 2 children (2.8%) who had bad behavior in using clean water, 1 child (1.4%) has bad behavior due to smoking, 24 children (33,3%) had bad behavior in hand washing with clean water and soap, while children who have bad behavior in using healthy toilet are 31 children (43,1%). The most common types of health complaints experienced by children are diarrhea diseases complaints of 27 children (37,3%), worms 11 children (15,3%) skin disease 15 children (20,8%) and ISPA 3 children (4.2%).

13 Baca lebih lajut

Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penyakit Berbasis Lingkungan pada Anak Usia 6-12 Tahun Korban Erupsi Gunung Sinabung di Posko Pengungsian Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017

Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penyakit Berbasis Lingkungan pada Anak Usia 6-12 Tahun Korban Erupsi Gunung Sinabung di Posko Pengungsian Kabanjahe Kabupaten Karo Tahun 2017

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat 2 orang anak (2,8%) yang memiliki perilaku yang buruk dalam menggunakan air bersih, 1 orang anak (1,4%) memiliki perilaku yang buruk karena merokok, 24 orang anak (33,3%) memiliki perilaku yang buruk dalam mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sedangkan anak yang memiliki perilaku yang buruk dalam menggunakan jamban sehat yaitu 31 orang (43,1%). Jenis keluhan kesehatan yang paling banyak dialami oleh anak-anak adalah keluhan penyakit diare yaitu 27 orang (37,3%), kecacingan sebanyak 11 orang (15,3%) penyakit kulit sebanyak 15 orang (20,8%) dan ISPA sebanyak 3 orang (4,2%).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

(ABSTRAK) HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK UMUR 6 – 12 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERSANA KABUPATEN BREBES TAHUN 2008.

(ABSTRAK) HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK UMUR 6 – 12 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERSANA KABUPATEN BREBES TAHUN 2008.

Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan metode survey dan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah penderita diare usia 6 – 12 tahun. Sampel penelitian 35 anak yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini: 1) Kuesioner; 2) Catatan rekam medik. Data primer diperoleh melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari catatan rekam medik Puskesmas Kersana berupa jumlah kejadian diare. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kebebasan (df) = 1, dan nilai kemaknaan = 0,05.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

Hajar, I., Pejariaty dan Darmawan, S. 2011. Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Mattiro Dolangeng Wilayah Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep. Stikes Nani Hasanuddin. Makassar.

5 Baca lebih lajut

HASIL DAN PEMBAHASAN  Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Usia 3 Bulan 2 Tahun Di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Usia 3 Bulan 2 Tahun Di Desa Pulosari Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar.

Berdasarakan tabel 5 diatas karakteristik pekerjaan ibu paling banyak adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 21 (55,3%) dan yang terendah adalah Petani berjumlah 1 (2,6%). Responden dengan pekerjaan Swasta berjumlah 12 (31,6%) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) 4 (10,5%).

8 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru

Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru

Anak usia sekolah merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi akan penyakit. Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak sehingga anak sekolah tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrptif. Populasi dalam penelitian ini mencakup siswa dan siswi kelas 3, 4 sampai kelas 5 yang terdiri dari 2 sekolah yaitu SD Negeri 060895 dan SD Negeri 060892. Sampel pada penelitian ini berjumlah 90 responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menunjukan PHBS dengan kategori baik yaitu sebanyak 73 orang (81,1%). Kategori cukup berjumlah 16 orang (17,8%) dan kategori kurang yaitu berjumlah 1 orang (1,1%). Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan terutama perawat komunitas untuk dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kegiatan program UKS di sekolah-sekolah yang berkaitan dengan PHBS sehingga dapat meningkatkan kesehatan anak usia sekolah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru

Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru

Anak usia sekolah merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi akan penyakit. Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak sehingga anak sekolah tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrptif. Populasi dalam penelitian ini mencakup siswa dan siswi kelas 3, 4 sampai kelas 5 yang terdiri dari 2 sekolah yaitu SD Negeri 060895 dan SD Negeri 060892. Sampel pada penelitian ini berjumlah 90 responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menunjukan PHBS dengan kategori baik yaitu sebanyak 73 orang (81,1%). Kategori cukup berjumlah 16 orang (17,8%) dan kategori kurang yaitu berjumlah 1 orang (1,1%). Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan terutama perawat komunitas untuk dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kegiatan program UKS di sekolah-sekolah yang berkaitan dengan PHBS sehingga dapat meningkatkan kesehatan anak usia sekolah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru

Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru

Anak usia sekolah merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi akan penyakit. Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak sehingga anak sekolah tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrptif. Populasi dalam penelitian ini mencakup siswa dan siswi kelas 3, 4 sampai kelas 5 yang terdiri dari 2 sekolah yaitu SD Negeri 060895 dan SD Negeri 060892. Sampel pada penelitian ini berjumlah 90 responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menunjukan PHBS dengan kategori baik yaitu sebanyak 73 orang (81,1%). Kategori cukup berjumlah 16 orang (17,8%) dan kategori kurang yaitu berjumlah 1 orang (1,1%). Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada petugas kesehatan terutama perawat komunitas untuk dapat terus meningkatkan dan mengembangkan kegiatan program UKS di sekolah-sekolah yang berkaitan dengan PHBS sehingga dapat meningkatkan kesehatan anak usia sekolah.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar.

Perilaku hidup bersih dan sehat seseorang berhubungan dengan tindakannya dalam memelihara dan meningkatkan status kesehatan antara lain pencegahan penyakit, kebersihan diri, pemilihan makanan sehat dan bergizi serta kebersihan lingkungan (Suriadi, 2001) dan faktor lingkungan yang terkait dengan perilaku hidup masyarakat yang kurang baik dan sanitasi lingkungan yang buruk inilah yang menyebabkan balita mudah terserang penyakit diare (Irianto, 1996).

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12-24 BULAN DI  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesma

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12-24 BULAN DI Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesma

Menurut penelitian Rosari, dkk (2013), yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian diare dalam satu bulan terakhir dengan status gizi balita di Kelurahan Lubuk Buaya (p>0,05). Hal ini dikarenakan sebagian besar ibu melakukan tindakan yang cepat dalam menaggulangi diare dengan membawa berobat ke tempat pelayanan kesehatan seperti bidan/dokter dan memberikan oralit atau cairan sehingga tindakan tersebut akan memperkecil terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit pada anak. Frekuensi diare yang jarang, durasi diare yang singkat serta pemberian tindakan penanggulangan yang tepat menyebabkan diare yang terjadi tidak mempengaruhi status gizi balita secara bermakna.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN  SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12  Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 12 Hubungan Antara Status Gizi Dan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Usia 12 – 24 Bulan Di Wilayah Puskesmas Colomadu

Pendahuluan : Prevalensi kejadian diare pada kelompok umur balita di Jawa Tengah sebanyak 5,4%. Prevalensi kejadian diare pada balita 12-24 bulan di Puskesmas Colomadu 1 Kabupaten Karanganyar dari bulan Oktober 2014- Januari 2015 sebanyak 22%. Diare pada balita salah satunya disebabkan beberapa faktor yaitu status gizi kurang dan PHBS yang kurang baik.

18 Baca lebih lajut

180563468 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pdf

180563468 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pdf

Program PHBS merupakan upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana ( Social Support ) dan pemberdayaan masyarakat ( Empowerment ). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Notoadmodjo S., 2007).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DAN STATUS KESEHATAN DENGAN KEJADIAN GIZI  Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga dan Status Kesehatan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Kelurahan Bu

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA DAN STATUS KESEHATAN DENGAN KEJADIAN GIZI Hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga dan Status Kesehatan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Kelurahan Bu

Kesimpulan: Tidak ada hubungan PHBS dengan kejadian gizi kurang pada balita di Kelurahan Bulakan Kabupaten Sukoharjo. Tidak ada hubungan status kesehatan dengan kejadian gizi kurang pada balita di Kelurahan Bulakan Kabupaten Sukoharjo.

16 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN RUMAH TANGGA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DUSUN KARANG TENGAH NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN RUMAH TANGGA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DUSUN KARANG TENGAH NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam PHBS, ada prioritas program yaitu Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya hidup, KIA, Dana Sehat /Asuransi Kesehatan /JPKM. Upaya ini dilaksanakan melalui pendekatan pimpinan ( Advokasi ), bina suasana ( social support ) dan pemberdayaan masyarakat ( Empowerment ). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama pada masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara, dan meningkatkan kesehatannya ( Depkes, 2005 ).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MAHASISWI DI ASRAMA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2012 - DIGILIB UNISAYOGYA

GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MAHASISWI DI ASRAMA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2012 - DIGILIB UNISAYOGYA

kebersihan kulit harus memperhatikan kebiasaan hal-hal sebagai berikut: a)Mandi dua kali sehari; b) Mandi pakai sabun; c) Menjaga kebersihan pakaian; d) Menjaga kebersihan lingkungan. Pada hasil penelitian ini perilaku kebersihan kulit pada mahasiswi dalam kategori baik, hal ini berarti bahwa mahasiswi telah mampu melakukan perawatan kulit dan menjaga kebersihan kulit secara baik. Berdasarkan data penelitian diketahui perilaku kebersihan kuku tangan dan kaki pada mahasiswi di Asrama Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta dalam kategori baik (96.3%). Kebersihan kuku tangan dan kaki merupakan salah satu indikator dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Kebersihan kuku tangan dan kaki memerlukan perhatian khusus, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi, bau, dan dapat mencegah terjadinya perlukaan pada jaringan. Pada hasil penelitian ini perilaku kebersihan kuku tangan dan kaki pada mahasiswi dalam kategori baik, hal ini berarti bahwa mahasiswi telah mampu melakukan perawatan kuku tangan dan kaki secara baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN STATUS GIZI SISWA KELAS IV DAN V TAHUN AJARAN 2016/2017 SD NEGERI KEMBARAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH.

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN STATUS GIZI SISWA KELAS IV DAN V TAHUN AJARAN 2016/2017 SD NEGERI KEMBARAN CANDIMULYO KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH.

Keluarga mempunyai peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, karena dalam keluarga terjadi komunikasi dan interaksi antara anggota keluarga yang menjadi awal penting dari suatu proses pendidikan perilaku (Kemenkes, 2012: 37). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat (Kemenkes, 2011: 7). Sedangkan menurut Atikah Proverawati dan Eni Rahmawati (2012: 2) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

MANFAAT PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT BAGI KADER POSYANDU DI KELURAHAN GEGERKALONG KOTA BANDUNG.

MANFAAT PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT BAGI KADER POSYANDU DI KELURAHAN GEGERKALONG KOTA BANDUNG.

Seseorang untuk dapat melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat harus diberikan penyuluhan secara kontinyu agar terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mau menjadi mau, serta dari tidak mampu menjadi mampu. Penyuluhan PHBS diberikan agar individu dalam keluarga dapat berperilaku hidup bersih dan sehat baik untuk dirinya, lingkungan rumah, maupun lingkungan masyarakatnya. Penyuluhan PHBS dilaksanakan satu bulan sekali oleh Seksi Promosi Kesehatan dari Puskesmas. Sasaran penyuluhan adalah seluruh kader Posyandu di Kelurahan Gegerkalong yang memiliki peran dan tugas untuk mensosialisasikan kembali PHBS tatanan rumah tangga kepada masyarakat sekitar. Materi penyuluhan PHBS secara garis besar meliputi penyuluhan kesehatan yang berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan sanitasi dasar, kebersihan dan kesehatan pribadi, lingkungan rumah, serta lingkungan masyarakat.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...