perilaku pemberian ASI

Top PDF perilaku pemberian ASI:

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusif dengan Perilaku Pemberian Asi di Puskesmas Nguter

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusif dengan Perilaku Pemberian Asi di Puskesmas Nguter

Hasil penelitian tentang adanya hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan perilaku pemberian ASI pada ibu menyusui di desa Celep Nguter Sukoharjo, ternyata sesuai dengan hasil penelitian terdahulu. Novi (2007) melakukan penelitian dengan judul ” Survey Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusif Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Di Desa Sadang Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan pemberian ASI. Penelitian lain dilakukan oleh Kikih (2002) yang meneliti dengan judul ”Fak tor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif dan status gizi bayi usia 4-6 bulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor determinan yang mempengaruhi perilaku pemberian ASI adalah besar keluarga, lingkungan sosial keluarga, tingkat pengetahuan tentang ASI dan tingkat pendapatan keluarga.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan pengetahuan dan sikap ibu Dengan perilaku pemberian asi eksklusif

Hubungan pengetahuan dan sikap ibu Dengan perilaku pemberian asi eksklusif

Dalam penelitian ini didapatkan temuan lain yaitu adanya faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASInya secara eksklusif selain faktor pengetahuan dan sikap. Beberapa responden menyatakan bahwa sikapnya dalam menyusui atau pemberian makanan tambahan sebelum bayi berusia enam bulan karena anjuran dari keluarga terutama nenek dan keluarga terdekat yang ikut merawat bayi. Sebagian penolong persalinan juga memberikan susu formula segera setelah bayi lahir dengan alasan ASI belum banyak berproduksi. Peneliti melakukan uji bivariat untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan penolong persalinan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Hasil uji bivariat dengan Chi-square test didapatkan hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p=0.000 ; χ²=35.07) dan juga adanya hubungan yang bermakna antara dukungan penolong persalinan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif ( p=0.011 ; χ²=9.02). Kedua
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI DI PUSKESMAS NGUTER.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI DI PUSKESMAS NGUTER.

Analisis situasi dan kondisi ibu dan anak yang menyangkut upaya peningkatan pemberian air susu ibu (PP-ASI) hingga kini masih belum menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Hasil penelitian oleh para pakar menunjukkan bahwa, gangguan pertumbuhan pada awal masa kehidupan balita, antara lain disebabkan karena : kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) terlalu dini atau terlalu lambat, MP-ASI tidak cukup mengandung energi dan zat gizi mikro terutama mineral besi dan seng, perawatan bayi yang kurang memadai, dan yang tidak kalah pentingnya adalah ibu tidak berhasil memberi ASI Ekslusif kepada bayinya ( Depkes, 2006 ).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS KELOMPOK PENDUKUNG ASI (KP-ASI) EKSKLUSIF TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

EFEKTIVITAS KELOMPOK PENDUKUNG ASI (KP-ASI) EKSKLUSIF TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

suami mempunyai peran penting agar ibu hamil dan menyusui terjamin asupan gizinya. Pada sebagian besar keluarga, perempuan atau istri bahkan yang sedang menyusui mendapatkan prioritas terakhir saat makan setelah suami dan anak-anaknya. Hal ini dapat menyebabkan produksi ASI kurang optimal. Selain itu, di masyarakat masih ada beberapa makanan yang harus dipantang selama menyusui. Oleh karena itu, dukungan keluarga termasuk pemberian kesempatan gizi yang optimal amat diperlukan oleh seorang ibu dalam masa menyusui.

7 Baca lebih lajut

PERILAKU PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA MASYARAKAT DESA KENDAGA

PERILAKU PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA MASYARAKAT DESA KENDAGA

Perilaku pemberian ASI pada masyarakat Desa Kendaga belum sepenuhnya sukses ASI Esklusif. Terdapat tiga pola perilaku pemberian ASI antara lain : 1). Pemberian Susu Formula, ASI dan Makanan Pendamping, 2). Pemberian ASI dan Makanan Pendampin, 3). Pemberian ASI Esklusif. Kedua perilaku di atas menunjukkan perilaku yang tidak mendukung ASI Esklusif dengan alasan beragam antara lain alasan bayi menunjukkan kurang ASI, faktor payudara yang tidak lancar/lecet, menunjukkan ingin makan, coba-coba / latihan rasa, terlanjur disuap makanan oleh kerabat dan sebagainya. Pengaruh keluarga atau kerabat dalam menentukkan keputusan pemberian makanan tambahan atau makanan pendamping sebelum usia enam bulan nampak lebih dominan. Oleh karena itu, dalam rangka mensukseskan program ASI Esklusif di Desa Kendaga maka dapat dipertimbangkan melibatkan keluarga atau kerabat terdekat dalam sosialisasi pentingnya ASI Esklusif.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Nur Saafina Damayati R0108008

Nur Saafina Damayati R0108008

Berdasarkan penelitian ini, sebanyak 92,8% responden berpendidikan akademi atau perguruan tinggi. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi sehingga akan semakin luas pula pengetahuannya dan akan memberi respon yang lebih rasional terhadap informasi tersebut serta akan berfikir sejauh mana keuntungan yang diperoleh, (Notoatmodjo, 2007). Jika seorang ibu bekerja sudah banyak mengetahui tentang pengertian ASI, manfaat ASI, manajemen laktasi, dan keuntungan ASI maka akan timbul perilaku pemberian ASI secara Eksklusif.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

ASI eksklusif adalah pemberian ASI

ASI eksklusif adalah pemberian ASI

6. ketika bayi minum ASI, beberapa kontaminasi bakteri terjadi pada ASI yang di dapat dari mulut bayi, sebaiknya membuang sisa ASI dalam waktu 1 – 2 jam setelah bayi selesai menyusu. 7. ASI tidak memerlukan penanganan khusus dan special, ASI tidak perlu diperlakukan seperti memperlakukan cairan tubuh lain, misalnya darah. ASI dapat disimpan di dalam kulkas di tempat kerja, meski pekerja lain menaruh makanannya dalam tempat yang sama, tetapi sebaiknya tetap kita beri label nama, tanggal dan jam.

Baca lebih lajut

S PKK 0907090 Table of content

S PKK 0907090 Table of content

4.27 Manfaat Hasil Penyuluhan Gizi Pada Perilaku Ibu Dalam Pemberian Asi Untuk Mendukung Program Asi Eksklusif Berkaitan Dengan Keterampilan Ibu Dalam Memilih Jenis Buah-Buahan Tinggi Vitamin C Yang Dapat Meningkatkan Produksi ASI Agar Banyak Dan Lancar .............................. 72 4.28 Manfaat Hasil Penyuluhan Gizi Pada Perilaku Ibu Dalam Pemberian Asi

Baca lebih lajut

Bagi Petugas Lapangan DEPARTEMEN KESEHATAN RI DITJEN BINA KESEHATAN MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT 2007

Bagi Petugas Lapangan DEPARTEMEN KESEHATAN RI DITJEN BINA KESEHATAN MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT 2007

Prinsip yang penting dalam upaya menanggulangi situasi darurat, pertama adalah merupakan upaya dari masyarakat sendiri, kemudian dibantu oleh Pemerintah setempat dan terakhir dibutuhkan bantuan dari luar/asing. Untuk mendukung upaya tersebut, maka perlu dipelajari cara-cara pemberian makan yang baik seperti biasa mereka lakukan, tidak mengubah kebiasaan makan yang sudah baik, dan memberikan dukungan aktif dalam hal menyusui kepada ibu serta keluarganya melalui konseling untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Baca lebih lajut

KNOWLEDGE RELATIONSHIP WITH MOTHER OF CONDUCT GIVING FOOD COACH ASI (MP-ASI) IN THE VILLAGE KEMUNING, NGARGOYOSO, KARANGANYAR Chintami Permatasari, Rina Sri Widayati Aisyiyah Health College of Surakarta rinasriwidayatiyahoo.com ABSTRAK - KNOWLEDGE RELATIO

KNOWLEDGE RELATIONSHIP WITH MOTHER OF CONDUCT GIVING FOOD COACH ASI (MP-ASI) IN THE VILLAGE KEMUNING, NGARGOYOSO, KARANGANYAR Chintami Permatasari, Rina Sri Widayati Aisyiyah Health College of Surakarta rinasriwidayatiyahoo.com ABSTRAK - KNOWLEDGE RELATIO

Latar Belakang : Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung nutr ien yang diber ikan kepada bayi selama periode pemberian makanan per alihan yaitu pada saat makanan atau minuman lain diberikan bersama pemberian ASI. Studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Kemuning, Ngargoyoso didapatkan hasil 70% ibu telah member ikan MP-ASI sebelum bayi berusia 6 bulan dan 30% ibu yang memberikan MP-ASI tepat pada waktunya. Dari 70% ibu yang memberikan MP-ASI sebelum usia 6 bulan mempunyai pengetahuan yang kur ang mengenai pemberian MP-ASI. Tujuan : Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pember ian MP-ASI. M etode : Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan yaitu sebanyak 76 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan aksidental sampling. Analisa data yang digunakan adalah Spear man Rank. Hasil : Sebagian besar pengetahuan ibu tentang MP-ASI rendah (69,7%) dan sebagian besar perilaku pemberian MP-ASI kur ang (78,9%). Hasil uji Spearman Rank didapatkan nilai Z hitung > Z tabel (9,13> 1,96) dengan p value 0,336 sehingga H o ditolak dan H a diterima. Simpulan : Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pember ian MP- ASI.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PKK 0907090 Chapter5

S PKK 0907090 Chapter5

2. Hasil penelitian dilihat dari aspek sikap penyuluhan gizi pada perilaku ibu dalam pemberian ASI untuk mendukung program ASI eksklusif seluruhnya berada pada kriteria rendah. Data hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase manfaat hasil penyuluhan gizi pada perilaku ibu dalam pemberian ASI untuk mendukung program ASI eksklusif yang berkaitan dengan aspek sikap berada pada kriteria rendah.

Baca lebih lajut

MANFAAT HASIL PENYULUHAN GIZI PADA PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM ASI EKSKLUSIF.

MANFAAT HASIL PENYULUHAN GIZI PADA PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM ASI EKSKLUSIF.

Manfaat yang ingin diperoleh dari penyuluhan gizi mengenai ASI eksklusif adalah adanya perubahan ranah kognitif, afektif dan psikomotor pada ibu yang memiliki bayi atau sedang menyusui. Perubahan pada ibu yang dapat diamati secara langsung adalah mengenai perubahan perilaku. Perilaku adalah tindakan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo, 2003:35). Perilaku yang diharapkan muncul pada diri ibu setelah diberikan penyuluhan adalah perilaku yang mendukung pemberian ASI eksklusif. Perilaku yang mendukung ASI eksklusif menurut WHO (2005):
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KETEPATAN PERILAKU IBU TENTANG PEMBERIAN  MAKANAN PENDAMPING ASI  Hubungan Antara Perilaku Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Dengan Perkembangan Motorik Halus Pada Bayi Di Kelurahan Bulakan Kabupaten Sukoharjo.

HUBUNGAN ANTARA KETEPATAN PERILAKU IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI Hubungan Antara Perilaku Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Dengan Perkembangan Motorik Halus Pada Bayi Di Kelurahan Bulakan Kabupaten Sukoharjo.

Pendahuluan: Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan masing-masing dapat memenuhi fungsinya, termasuk perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Masa balita merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan diri anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan stimulus yang diberikan. Pola asuh makan terdiri dari praktek penyusuan dan pemberian MP- ASI.

Baca lebih lajut

Analisis Pola Asuh Makan dan Status Gizi   pada Bayi di Kelurahan PB Selayang Medan

Analisis Pola Asuh Makan dan Status Gizi pada Bayi di Kelurahan PB Selayang Medan

Berdasarkan wawancara diketahui bahwa semua ibu (responden) tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan IMD bahkan mendengar istilah IMD saja belum pernah. Ibu yang memberi ASI kurang dari 1 hari pada umumnya disebabkan karena arahan bidan dan dokter meskipun belum semua ibu yang memberi ASI kurang dari 1 hari ini sudah keluar ASI nya. Pada ibu yang memberi ASI lebih dari 1 hari disebabkan karena factor ASI yang belum keluar, factor ibu, ataupun factor bayi. Faktor ibu meliputi kesehatan atau keadaan ibu misalnya ibu dalam keadaan sakit atau ibu melahirkan secara Caesar (operasi). Sedangkan factor bayi meliputi kesehatan atau keadaan bayi misalnya bayi dalam keadaan sakit atau dilahirkan secara tidak normal seperti vakum.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN ANTARA LAMANYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF   DENGAN   INISIASI   MENSTRUASI  POST  PARTUM   Perbedaan Antara Lamanya Pemberian ASI Eksklusif dengan Inisiasi Menstruasi Post Partum di Puskesmas Kartasura.

PERBEDAAN ANTARA LAMANYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN INISIASI MENSTRUASI POST PARTUM Perbedaan Antara Lamanya Pemberian ASI Eksklusif dengan Inisiasi Menstruasi Post Partum di Puskesmas Kartasura.

Inisiasi menstruasi post partum adalah proses permulaan menstruasi pada seorang wanita yang dalam hal ini setelah melahirkan (Sumastri, 2012). Pada wanita yang menyusui tidak eksklusif dan bayi telah disuplemen dengan makanan pendamping ASI, kadar prolaktinnya akan menurun dan konsentrasi GnRH yang semula ditekan oleh prolaktin mulai kembali normal. Sehingga HPO-axis pada sistem menstruasi bekerja secara normal kembali. FSH meransang pembentukan folikel kemudian LH yang berfungsi untuk mematangkan folikel. Kemudian folikel yang matang atau yang mengalami proliferasi tadi akan menyebabkan umpan balik positif terhadap esterogen dan progesteron pada dinding uterus pada korpus luteum sehingga endometrium mengalami proliferasi dan terjadi inisiasi menstruasi. (Speroff, 2011)
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

THE RELATIONSHIP BETWEEN THE STATUS OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH MOTOR DEVELOPMENT IN CHILDREN AGED 1-3 YEARS AT WORKING AREA OF TALISE PUBLIC HEALTH CENTER IN 2016 | Febriady | Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kes

THE RELATIONSHIP BETWEEN THE STATUS OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH MOTOR DEVELOPMENT IN CHILDREN AGED 1-3 YEARS AT WORKING AREA OF TALISE PUBLIC HEALTH CENTER IN 2016 | Febriady | Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kes

Latar Belakang. ASI eksklusif adalah pemberian hanya ASI saja tanpa cairan atau makanan padat apapun kecuali vitamin, mineral, atau obat dalam bentuk tetes atau sirup sampai usia 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik pada anak usia 1 – 3 tahun diwilayah kerja Puskesmas Talise.

13 Baca lebih lajut

Evaluasi Pembentukan dan Pelatihan Kelompok Pendukung ASI di Desa Mekargalih dan Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang | Astuti | Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia 30790 70986 1 SM

Evaluasi Pembentukan dan Pelatihan Kelompok Pendukung ASI di Desa Mekargalih dan Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang | Astuti | Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia 30790 70986 1 SM

Demikian halnya di Indonesia dan telah dilaksa- nakan kelas ibu hamil dan kelas ibu balita sebagai upaya dalam pemberian dukungan dan pelatihan kepada ibu hamil dan ibu balita agar ibu menyusui secara ekslusif. Selain melalui kelas ibu hamil Pe- merintah menganjurkan agar setiap ibu hamil diberi- kan buku KIA sebagai informasi yang mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil serta dapat merubah sikap dan perilaku ibu hamil. Namun ada beberapa kondisi dan situasi yang menyebabkan ibu tidak dapat menyusui dengan benar, termasuk pemberian ASI ekslusif, sehingga memerlukan dukungan baik dari bidan, keluarga dan lingkungan masyarakat untuk kesiapan menyusui 8 .
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

25 Ari Andhani  G2C203068

25 Ari Andhani G2C203068

Kesimpulan dan Saran : Perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap dan praktek pemberian ASI, PASI dan MP ASI berhubungan dengan status gizi pada anak usia 6 - 24 bulan. Dapat dilaksanakan program intervensi kepada ibu balita tentang pengetahuan gizi tentang ASI, PASI dan MP ASI sehingga dapat mempengaruhi praktek pemberian makan kepada balita sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi .Perlu dilakukan penelitian dengan variasi PASI dan MP ASI untuk dilihat efektivitas terhadap status gizi balita.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN DAN BESAR PORSI MP-ASI PADA ANAK BALITA KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN SUKOHARJO.

HUBUNGAN PERILAKU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DENGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN DAN BESAR PORSI MP-ASI PADA ANAK BALITA KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN SUKOHARJO.

Hasil wawancara penulis dengan salah satu Ahli Gizi di puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo berdasarkan laporan bidan desa, diketahui bahwa pemberian MP-ASI belum berjalan lancar, karena anak belum terbiasa mengkonsumsi MP-ASI tersebut, ibu kurang telaten dalam memberikan MP-ASI kepada anaknya, dan ibu sudah beranggapan bahwa anaknya tidak mau mengkonsumsi MP-ASI tersebut sehingga tidak diberikan. Hasil dari survei pendahuluan diatas, maka diperlukan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan MP-ASI sesuai dengan tujuannya, dengan demikian perlu adanya penelitian tentang bagaimana perilaku masyarakat dalam memberikan MP-ASI kepada balita.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI, PERILAKU IBU DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL KABUPATEN KENDAL TAHUN 2009.

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI, PERILAKU IBU DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL KABUPATEN KENDAL TAHUN 2009.

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena limpahan rahmat-Nya dan berkat bimbingan bapak ibu dosen, sehingga skripsi dengan judul “Hubungan antara Pemberian ASI, Perilaku Ibu dan Kondisi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ngampel Kabupaten Kendal Tahun 2009” dapat diselesaikan. Skripsi ini disusun untuk melengkapi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...