perilaku pemberian ASI

Top PDF perilaku pemberian ASI:

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENERAPAN TEORI PRECEDE PROCEED DAN

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PENERAPAN TEORI PRECEDE PROCEED DAN

Kesimpulan: Menurut teori PRECEDE PROCEED perilaku pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh pendidikan, pekerjaan, keikutsertaan dalam AIMI, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, persepsi kontrol perilaku dan niat. Menurut teori planned behavior melalui variabel niat pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh pendidikan, keikutsertaan dalam AIMI, sikap dan persepsi kendali perilaku.

15 Baca lebih lajut

Hubungan pengetahuan dan sikap ibu Dengan perilaku pemberian asi eksklusif

Hubungan pengetahuan dan sikap ibu Dengan perilaku pemberian asi eksklusif

Dalam penelitian ini didapatkan temuan lain yaitu adanya faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam memberikan ASInya secara eksklusif selain faktor pengetahuan dan sikap. Beberapa responden menyatakan bahwa sikapnya dalam menyusui atau pemberian makanan tambahan sebelum bayi berusia enam bulan karena anjuran dari keluarga terutama nenek dan keluarga terdekat yang ikut merawat bayi. Sebagian penolong persalinan juga memberikan susu formula segera setelah bayi lahir dengan alasan ASI belum banyak berproduksi. Peneliti melakukan uji bivariat untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan penolong persalinan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Hasil uji bivariat dengan Chi-square test didapatkan hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p=0.000 ; χ²=35.07) dan juga adanya hubungan yang bermakna antara dukungan penolong persalinan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif ( p=0.011 ; χ²=9.02). Kedua
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusif dengan Perilaku Pemberian Asi di Puskesmas Nguter

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusif dengan Perilaku Pemberian Asi di Puskesmas Nguter

Perilaku ibu memberikan ASI ekslusif menurut model perubahan sikap yang dikembangkan oleh Niven (2002) meliputi tahap pertama yaitu unfreezing , yaitu ketika ibu menyadari bahwa tindakannya selama ini tentang pemberian ASI pada anaknya kurang tepat, sehingga muncul masalah-masalah yang disebabkan perilaku tersebut, misalnya timbulnya diare atau kekurangan gizi pada anak. Tahap kedua yaitu changing (perubahan) yaitu setelah mengetahui bahwa perilaku pemberian ASI yang mereka lakukan selama ini keliru tersebut berdampak buruk bagi kesehatan anaknya, maka terbukalah kesadaran ibu tentang tindakannya selama ini dan terbentuk sikap baru tentang penatalaksanaan pemberian ASI yang benar. Perubahan sikap ini dipengaruhi oleh pengetahuan yang diterima ibu serta pengaruh dari lingkungan sekitar baik informasi maupun pengaruh orang lain. Tahap ketiga yaitu re-freezing , tahap ini ibu mengevaluasi sikapnya dalam melatih ASI ekslusif tersebut telah sesuai dengan harapannya atau tidak.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASI TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI BANGSAL AN-NISA RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang ASI terhadap Perilaku Pemberian AS

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASI TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI BANGSAL AN-NISA RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL NASKAH PUBLIKASI - Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang ASI terhadap Perilaku Pemberian AS

Latar Belakang : Persalinan seksio kejadiannya semakin meningkat. Dampak dari seksio sesaria salah satunya adalah nyeri yang menyebabkan keterbatasan aktivitas post partum. Hal ini akan mengakibatkan berkurangnya respon ibu terhadap bayinya termasuk dalam pemberian ASI. Faktor yang mempengaruhi terhambatnya pemberian ASI diantaranya adalah keterbatasan pengetahuan tentang ASI eksklusif. Salah satu solusinya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang media yang tepat. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif pada pasien post sectio caesarea.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI DI PUSKESMAS NGUTER.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI DI PUSKESMAS NGUTER.

Angka kematian bayi usia 9 – 11 bulan akibat pemberian makanan yang terlalu dini di Negara berkembang 64 % lebih tinggi dari yang diberi ASI (Air Susu Ibu). Angka kematian bayi usia kurang dari 2 bulan mencapai lebih dari 48 % lebih tinggi dari bayi diberi ASI ( Lubis, 2004 ).

7 Baca lebih lajut

PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PUSKESMAS KECAMATAN CIMANGGIS DEPOK

PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PUSKESMAS KECAMATAN CIMANGGIS DEPOK

ASI merupakan makanan yang terbaik untuk bayi. Tidak ada satupun makanan lain yang dapat menggantikan ASI, karena ASI mempunyai kelebihan yang meliputi tiga aspek yaitu aspek gizi, aspek kekebalan dan aspek kejiwaan. Pemberian ASI pada bayi secara eksklusif diberikan selama 0-6 bulan dan selanjutnya ASI diberikan sampai usia 24 bulan. Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Kota Depok hanya berkisar antara 53%-59%. Di salah satu wilayah di Kota Depok, yaitu Kecamatan Cimanggis, terjadi penurunan cakupan ASI Ekslusif dari 36,8% menjadi 20,51% pada tahun 2011. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS KELOMPOK PENDUKUNG ASI (KP-ASI) EKSKLUSIF TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

EFEKTIVITAS KELOMPOK PENDUKUNG ASI (KP-ASI) EKSKLUSIF TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

suami mempunyai peran penting agar ibu hamil dan menyusui terjamin asupan gizinya. Pada sebagian besar keluarga, perempuan atau istri bahkan yang sedang menyusui mendapatkan prioritas terakhir saat makan setelah suami dan anak-anaknya. Hal ini dapat menyebabkan produksi ASI kurang optimal. Selain itu, di masyarakat masih ada beberapa makanan yang harus dipantang selama menyusui. Oleh karena itu, dukungan keluarga termasuk pemberian kesempatan gizi yang optimal amat diperlukan oleh seorang ibu dalam masa menyusui.

7 Baca lebih lajut

PERILAKU PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA MASYARAKAT DESA KENDAGA

PERILAKU PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) PADA MASYARAKAT DESA KENDAGA

Perilaku pemberian ASI pada masyarakat Desa Kendaga belum sepenuhnya sukses ASI Esklusif. Terdapat tiga pola perilaku pemberian ASI antara lain : 1). Pemberian Susu Formula, ASI dan Makanan Pendamping, 2). Pemberian ASI dan Makanan Pendampin, 3). Pemberian ASI Esklusif. Kedua perilaku di atas menunjukkan perilaku yang tidak mendukung ASI Esklusif dengan alasan beragam antara lain alasan bayi menunjukkan kurang ASI, faktor payudara yang tidak lancar/lecet, menunjukkan ingin makan, coba-coba / latihan rasa, terlanjur disuap makanan oleh kerabat dan sebagainya. Pengaruh keluarga atau kerabat dalam menentukkan keputusan pemberian makanan tambahan atau makanan pendamping sebelum usia enam bulan nampak lebih dominan. Oleh karena itu, dalam rangka mensukseskan program ASI Esklusif di Desa Kendaga maka dapat dipertimbangkan melibatkan keluarga atau kerabat terdekat dalam sosialisasi pentingnya ASI Esklusif.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN (Studi Di Posyandu Balita Desa Wates Kota Mojokerto) Agustina Dwi Rahayu ABSTRAK - HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EK

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN (Studi Di Posyandu Balita Desa Wates Kota Mojokerto) Agustina Dwi Rahayu ABSTRAK - HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EK

bayi mereka sudah diberikan makanan tambahan lain misalnya diberikan PASI (Pengganti Air Susu Ibu ) pada satu bulan usia bayi mereka. Dalam penelitian yang berjudul Analisis Peran Keluarga Terhadap Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Way Halim Kota Bandar Lampung, Annisa Mardhiyyah (2017) mengatakan terdapat hubungan antara peran keluarga terhadap perilaku ibu dalam pemberian asi eksklusif.

7 Baca lebih lajut

Nur Saafina Damayati R0108008

Nur Saafina Damayati R0108008

Berdasarkan penelitian ini, sebanyak 92,8% responden berpendidikan akademi atau perguruan tinggi. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi sehingga akan semakin luas pula pengetahuannya dan akan memberi respon yang lebih rasional terhadap informasi tersebut serta akan berfikir sejauh mana keuntungan yang diperoleh, (Notoatmodjo, 2007). Jika seorang ibu bekerja sudah banyak mengetahui tentang pengertian ASI, manfaat ASI, manajemen laktasi, dan keuntungan ASI maka akan timbul perilaku pemberian ASI secara Eksklusif.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

THE RELATIONSHIP BETWEEN THE STATUS OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH MOTOR DEVELOPMENT IN CHILDREN AGED 1-3 YEARS AT WORKING AREA OF TALISE PUBLIC HEALTH CENTER IN 2016 | Febriady | Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kes

THE RELATIONSHIP BETWEEN THE STATUS OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH MOTOR DEVELOPMENT IN CHILDREN AGED 1-3 YEARS AT WORKING AREA OF TALISE PUBLIC HEALTH CENTER IN 2016 | Febriady | Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kes

stimulus terhadap bayi melalui cara menyentuh bayi, memasukkan puting susu pada mulut, tercipta kontak mata, interaksi ibu terhadap bayi sehingga perkembangan anak dapat normal sesuai usianya 8 . Penelitian ini mempunyai banyak keterbatasan, diantaranya sulitnya mendapatkan sampel balita yang rutin berkunjung ke puskesmas, sehingga peneliti langsung turun ke rumah warga untuk melakukan penelitian. Kendala lain yang dihadapi yaitu sulitnya berdiskusi karena orang tua yang tidak memahami kalimat yang di ucapkan oleh peneliti. Selain itu, pengaruh pemberian ASI Eksklusif hanya dinilai menggunakan KMS, sehingga hasilnya kurang maksimal dan juga masih banyaknya orang yang belum memahami betul pengertian yang sebenarnya dari ASI Eksklusif sehingga masih cukup banyak balita yang tidak mendapatkan ASI secara eksklusif.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

25 Ari Andhani  G2C203068

25 Ari Andhani G2C203068

Latar Belakang : Krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 1997 semakin memperburuk keadaan gizi anak balita di Indonesia dan wanita dari keluarga miskin baik di kota maupun di desa. Salah satu penyebab terjadinya gizi kurang dan gizi buruk pada balita karena terlambat memberikan makanan pendamping sehingga bayi tidak akan suka makan selain ASI pada umur lebih dari 6 bulan. Ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak haruslah memiliki pengetahuan tentang gizi ini. Pengetahuan orang tua memegang peranan penting dalam menentukan status gizi anak. Pengetahuan ibu yang memadai tentang gizi, cara pemberian, dan jadwal pemberiannya kepada anak akan menjamin anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Ibu dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini di Desa Bunuraya Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo Tahun 2016

Hubungan Perilaku Ibu dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini di Desa Bunuraya Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo Tahun 2016

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap ibu, jarak ke sarana pelayanan kesehatan, paparan media, dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga dengan pemberian makakanan pendamping ASI (MP-ASI) dini pada bayi yang dilihat berdasarkan uji statistik dengan nilai p value < 0,05. Sedangkan variabel lainnya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini yang dilihat berdasarkan uji statistik dengan nilai p value > 0,005.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERBEDAAN ANTARA LAMANYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF   DENGAN   INISIASI   MENSTRUASI  POST  PARTUM   Perbedaan Antara Lamanya Pemberian ASI Eksklusif dengan Inisiasi Menstruasi Post Partum di Puskesmas Kartasura.

PERBEDAAN ANTARA LAMANYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN INISIASI MENSTRUASI POST PARTUM Perbedaan Antara Lamanya Pemberian ASI Eksklusif dengan Inisiasi Menstruasi Post Partum di Puskesmas Kartasura.

Hal ini juga dipengaruhi karena penelitian ini hanya menggunakan metode cross sectional sehingga mengalami keterbatasan dalam mengamati faktor lain tersebut secara lebih mendalam. Untuk kedepannya diharapkan adanya penelitian lebih lanjut tidak hanya mengukur lamanya pemberian ASI sebagai variabelnya tetapi ASI eksklusif yang dilihat dari cara pemberian ASI yang benar dan juga menggunakan metode kohort dengan mengukur kadar hormone prolaktin plasma, gonadothropin, maupun esterogen pada Ibu hamil sampai Ibu melahirkan sehingga dapat diketahui cut off point yang menentukan terjadinya inisiasi menstruasi post partum.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Pola Asuh Makan dan Status Gizi   pada Bayi di Kelurahan PB Selayang Medan

Analisis Pola Asuh Makan dan Status Gizi pada Bayi di Kelurahan PB Selayang Medan

Dalam penelitian ini terlihat bahwa tidak ada satu orang pun ibu yang memberi MPASI setelah bayi usia lebih dari 6 bulan. Sebagian besar bayi sudah mendapat MPASI pada usia 1-3 bulan bahkan ada yang sudah memberi MPASI begitu lahir. Pemberian MPASI pada usia 4-6 bulan terdapat pada 15%. Adanya ibu yang memberi MPASI (susu formula) begitu lahir disebabkan adanya pemberian susu formula gratis oleh bidan ataupun ASI yang belum keluar. Sedangkan bayi yang mendapat MPASI pada usia 1-3 bulan atau bayi usia 4-6 bulan disebabkan ketidaktahuan ibu kapan waktu pemberian MPASI secara tepat dan factor pengalaman pengasuhan dari anak sebelumnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Evaluasi Pembentukan dan Pelatihan Kelompok Pendukung ASI di Desa Mekargalih dan Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang | Astuti | Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia 30790 70986 1 SM

Evaluasi Pembentukan dan Pelatihan Kelompok Pendukung ASI di Desa Mekargalih dan Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang | Astuti | Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia 30790 70986 1 SM

Latar Belakang: Survei kesehatan (Riskesdas) di tahun 2010 melaporkan bahwa hanya sekitar 15,3% ibu di Indonesia yang melakukan pemberian ASI eksklusif. Pada tahun 2013, ASI eksklusif dilakukan oleh 25,4% ibu di wilayah Jawa Barat. Angka ini semakin menurun terutama di tingkat kecamatan. Hal ini berperan dalam peningkatan prevalensi giz iburuk pada anak- anak di bawah 6 bulan yang akhirnya akan berdampak pada peningkatan angka kematian anak. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan pemberian ASI kelompok pendukung ASI yang dihasilkan dari pembentukan dan pelatihan terhadap kelompok pendukung ASI di Desa Mekargalih dan Cipacing, Kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep ASI 2.1.1 Defenisi - Gambaran Pemberian ASI oleh Tenaga Kesehatan yang Bekerja di RSUD dr. Pirngadi Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep ASI 2.1.1 Defenisi - Gambaran Pemberian ASI oleh Tenaga Kesehatan yang Bekerja di RSUD dr. Pirngadi Medan

mempengaruhi Produksi ASI. Keadaan tertekan, sedih, kurang percaya diri dan kelemahan sangat mempengaruhi dalam produksi ASI karena dapat menurunkan volume ASI bahkan tidak akan terjadi produksi ASI. Sehingga sebaiknya ibu yang sedang menyusui harus dalam keadaan tenang dan jangan terlalu banyak dibebani dengan urusan pekerjaan. Penggunaan alat kontrasepsi sebaiknya juga diperhatikan karena pemakaian alat kontrasepsi hendaknya diperhatikan karena pemakaian kontrasepsi yang tidak tepat dapatm mempengaruhi produksi ASI. Perawatan payudara dilakukan untuk merangsang buah dada agar mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormone progesterone dan esterogen lebih banyak dan hormone oksitosin yang merangsang pengeluaran ASI. Faktor fisiologi payudara mempengaruhi produksi dan ASI. Dimana ASI dipengaruhi oleh hormone terutama prolaktin karena ini merupakan hormone yang menentukan dalam hal pengadaan dan mempertahankan sekresi air susu. Faktor isapan anak juga bisa mempengaruhi dalam pengeluaran ASI. Apabila ibu menyusui anak sebentar saja. Obat-obatan yang mengandung hormone mempengaruhi hormone prolaktin dan oksitosin yang berfungsi dalam pembentukan dan pengeluaran ASI. Apabila hormone ini terganggu maka akan mempengaruhi pembentukan dan pengeluaran ASI.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

  BAB  I PENDAHULUAN   Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang MP ASI Sesudah Diberi Penyuluhan Dengan Media Booklet Di Kelurahan Luwang Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo.

BAB I PENDAHULUAN Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang MP ASI Sesudah Diberi Penyuluhan Dengan Media Booklet Di Kelurahan Luwang Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo.

Pada masa bayi, ASI merupakan makanan terbaik dan utama karena mempunyai kandungan zat kekebalan yang sangat diperlukan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit terutama penyakit infeksi. Seiring pertumbuhan bayi, maka bertambah pula kebutuhan gizinya, oleh karena itu sejak usia 6 bulan, bayi mulai diberi MP- ASI (Santoso, 2005). Pemberian makanan yang terlalu dini, terlalu sering dan terlalu banyak dapat menyebabkan anak akan lama kenyang, sehingga frekuensi menyusui berkurang, akibatnya produksi ASI berkurang, padahal makanan sapihan yang diberikan tidak sebaik ASI (Susanto, 2003). Makanan dan pengetahuan pemberian MP-ASI yang tidak cukup serta penyakit pada masa penyapihan menyebabkan anak tidak dapat tumbuh dengan baik. Hal ini terlihat pada Kartu Menuju Sehat (KMS) dimana kenaikan berat badan yang tidak memuaskan bahkan penurunan berat badan (Muis, 2002).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Gambaran Pemberian ASI oleh Ibu dan Manajemen Laktasi di PTPN IV Kebun Bah Butong Kabupaten Simalungun

Gambaran Pemberian ASI oleh Ibu dan Manajemen Laktasi di PTPN IV Kebun Bah Butong Kabupaten Simalungun

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh peneliti tentang tujuan dan manfaat dari penelitian sesuai judul diatas, saya mengetahui tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran pemberian ASI oleh ibu dan Manajemen Laktasi di PTPN IV Kebun Bah Butong Kabupaten Simalungun. Saya memahami bahwa keikutsertaan saya dalam penelitian ini sangat besar manfaatnya dalam peningkatan kualitas pemberian ASI yang dilakukan oleh ibu.

28 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI DAN STATUS GIZI PADA BADUTA USIA 6-24 BULAN  Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Mp-Asi Dengan Perilaku Pemberian MP-ASI Dan Status Gizi Pada Baduta Usia 6-24 Bulan Di Kelurahan Kestala

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI DAN STATUS GIZI PADA BADUTA USIA 6-24 BULAN Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Mp-Asi Dengan Perilaku Pemberian MP-ASI Dan Status Gizi Pada Baduta Usia 6-24 Bulan Di Kelurahan Kestala

Salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi status gizi seseorang adalah lingkungan fisik seperti cuaca, iklim, kondisi tanah, sistem bercocok tanam, dan kesehatan lingkungan atau sanitasi lingkungan (Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2007). Sanitasi lingkungan sangat terkait dengan ketersediaan air bersih, ketersediaan jamban, jenis lantai rumah serta kebersihan peralatan makan pada setiap keluarga. (Soekirman, 2000). C. MP-ASI

17 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...