Perilaku Seks Pranikah

Top PDF Perilaku Seks Pranikah:

Perilaku Seks Pranikah Remaja

Perilaku Seks Pranikah Remaja

dengan teman tentang seks cenderung meningkatkan ke- jadian inisiasi seks pranikah di antara remaja berusia 14 – 16 tahun di Philadelphia, sehingga perlu diketahui pengaruh komunikasi tentang seks dengan teman se- baya/akrab terhadap inisiasi hubungan seks pranikah re- maja di Bali melalui elemen sikap, tekanan normatif, per- sonal agency, serta niat. Artikel ini bertujuan men- jabarkan hasil survei awal perilaku seks pranikah remaja yang duduk di bangku SMA tingkat 10 dan 11 di Bali berdasarkan prediktor-prediktor dari kerangka Integrated Behavioral Model. Menurut Cha et al., 11 kerangka teori
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TAHAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA KOST  Tahap Perilaku Seks Pranikah Pada Mahasiswa Kost.

TAHAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA KOST Tahap Perilaku Seks Pranikah Pada Mahasiswa Kost.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap perilaku seks pranikah pada mahasiswa kost. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan alat ukur berupa kuesioner. Informan penelitian ini diambil dari mahasiswa kost baik laki-laki maupun perempuan yang tinggal di daerah Mendungan dan Bulak Indah Surakarta.

24 Baca lebih lajut

TAHAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA KOST  Tahap Perilaku Seks Pranikah Pada Mahasiswa Kost.

TAHAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA KOST Tahap Perilaku Seks Pranikah Pada Mahasiswa Kost.

kelamin. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Pangkahila (dalam Masudin, 2003), yakni salah satu yang menjadikan seseorang melakukan perilaku seks pranikah adalah lingkungan yang permisif serta pengawasan dan perhatian orang tua dan keluarga yang semakin longgar. Dikuatkan juga oleh Sarwono (2006) yaitu dengan adanya penundaan usia perkawinan karena norma sosial yang makin lama semakin menuntut persyaratan yang makin tinggi untuk perkawinan (pendidikan, pekerjaan, persiapan mental, dll.) dan adanya batasan- batasan norma serta agama sedang individu masih ingin tetap menyalurkan keinginan seksualnya, untuk individu yang tidak dapat menahan diri akan terjadi kecenderungan untuk melanggar saja larangan-larangan tersebut. Imran (dalam Masudin, 2003) juga menambahkan bahwa faktor-faktor kepribadian juga mempengaruhi individu melakukan perilaku seks pranikah, seperti harga diri, kontrol diri, tanggung jawab, tolerance for
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS PRANIKAH SEBAGAI PERILAKU SOSIAL MENYIMPANG

PERILAKU SEKS PRANIKAH SEBAGAI PERILAKU SOSIAL MENYIMPANG

Melihat masih terbatasnya penelitian berkaitan dengan perilaku seks pranikah pada kalangan remaja, serta tingginya intensitas perilaku seks di kalangan remaja dikuatkan dengan pembahasan penulisan ini. Maka disarankan bahwa dapat dilakukan penelitian lanjutan terkait dengan perilaku sosial menyimpang terutama pada aspek perilaku seks bebas dari perspektif psikologi, antropologi dan lain sebagainya. Pihak terkait baik yang secara langsung berhadapan dengan masalah tersebut, bisa orang tua, pemerintah, ulama, lebih memfokuskan perhatian pada penyelesaian masalah, maling tidak meminimalisir aspek-aspek pendorong tumbuhnya perilaku tersebut. Berkaitan dengan bahwa perilaku seks pra nikah sebagai perilaku sosial menyimpang, maka harus ada peningkatan pemahaman yang sama dari semua aspek untuk mengantisipasi meluasnya hal tersebut, sehingga sesuatu yang menyimpang tetap tidak diterima oleh masyarakat.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa: Menilik Peran Harga Diri, Komitmen Hubungan, dan Sikap terhadap Perilaku Seks Pranikah

Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa: Menilik Peran Harga Diri, Komitmen Hubungan, dan Sikap terhadap Perilaku Seks Pranikah

Terdapat beberapa hal yang dianggap terkait dengan dilakukannya perilaku seks pranikah. Pertama adalah harga diri. Konsep harga diri pertama kali disebutkan oleh William James pada tahun 1890 yang menjelaskan mengenai esensi positif penghargaan diri yang ditumbuhkan saat individu secara konsisten berusaha meraih banyak hal baik di dalam hidupnya (Zeigler-Hill, 2013). Secara lebih lanjut dijelaskan oleh Mruk (2006) bahwa harga diri merupakan suatu bentuk sikap positif dan pemberian apresiasi dari individu terhadap dirinya sendiri. Orang-orang dengan harga diri positif akan berusaha mengembangkan potensi dan kualitas positif dari diri sendiri, sedangkan orang- orang dengan harga diri yang negatif justru terjebak dalam pandangan bahwa dirinya tidak semampu dan sebaik orang lain (Franken, 2002).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS PRANIKAH DALAM BERPACARAN (Studi Kasus Perilaku Seks Pranikah di Lingkungan Remaja di Kota Salatiga)

PERILAKU SEKS PRANIKAH DALAM BERPACARAN (Studi Kasus Perilaku Seks Pranikah di Lingkungan Remaja di Kota Salatiga)

Menurut Sarwono, seks pranikah adalah hubungan seksual yang dilakukan remaja tanpa adanya ikatan pernikahan. Remaja melakukan berbagai macam perilaku seksual beresiko yang terdiri atas tahapan-tahapan tertentu yaitu dimulai dari berpegangan tangan, cium kering, cium basah, berpelukan, memegang atau meraba bagian sensitif, petting, oral sex, dan bersenggama (sexual intercourse), perilaku seksual pranikah pada remaja ini pada akhirnya dapat mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan remaja itu sendiri. Serta perilaku seks pranikah adalah aktivitas fisik, yang menggunakan tubuh untuk mengeksprsikan perasaan erotis atau perasaan afeksi kepada, lawan jenisnya diluar ikatan pernikahan. Perilaku seks pranikah dapat dikategorikan dalam perilaku menyimpang itu karena perilaku tersebut dipelajari. Penyimpangan tidak diwariskan, juga bukan hasil dari kerusakan otak dan lainnya. Perilaku seks pranikah itu dipelajari melalui interkasi dengan orang lain dalam kasus ini orang lain tersebut adalah dalam proses komunikasi. Dalam kasus ini perilaku seks pranikah terjadi karena keintensitasnya remaja berpacaran ini dalam bertemu dan melihat gaya berpacaran orang lain, dari situ mereka melihat dan mempelajarinya. Bagian penting dalam proses belajar perilaku menyimpang terjadi dalam hubungan yang intim. Hubungan intim yang dimaksudkan adalah intensitas bertemu remaja dalam berpacaran.Berikut hasil temuan peneliti dengan narasumber yang telah melakukan hubungan seks pranikah ketika berpacaran :
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa: Menilik Peran Harga Diri, Komitmen Hubungan, dan Sikap terhadap Perilaku Seks Pranikah

Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa: Menilik Peran Harga Diri, Komitmen Hubungan, dan Sikap terhadap Perilaku Seks Pranikah

Harga diri ternyata tidak memiliki pengaruh terhadap dilakukannya perilaku seks pranikah oleh mahasiswa. Hal ini justru menambah variasi dinamika temuan-temuan riset-riset sebelumnya (Rahardjo, 2013; Rahardjo, Saputra, & Hapsari, 2015). Meskipun ada banyak studi yang menemukan pengaruh harga diri terhadap perilaku seks, namun ada pula beberapa studi yang menemukan hal sebaliknya (Goodson, Buhi, & Dunsmore, 2006; Maulana & Rahardjo, 2013; Wheeler, 2010). Temuan Peterson, Buser, dan Westburg (2010) menjelaskan bahwa harga diri bisa saja tidak memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku seks yang dilakukan oleh individu. Ada variabel- variabel lain yang dipengaruhi oleh harga diri, sebelum individu menampilkannya dalam bentuk perilaku seks yang permisif. Hal ini mengindikasikan bahwa di dalam penelitian ini, harga diri bukan menjadi hal yang penting dalam mendorong mahasiswa melakukan perilaku seks pranikah. Relasi seksual dengan lawan jenis tidak lagi dianggap sebagai sumber prestise untuk meningkatkan harga diri. Tabel 4
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Harga Diri dan Perilaku Seks Pranikah pa

Harga Diri dan Perilaku Seks Pranikah pa

Mahasiswa yang mulai berpacaran pertama kali pada usia lebih dari 20 tahun memiliki harga diri yang tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Hal ini mungkin dikarenakan mahasiswa yang baru berpacaran diatas usia 20 tahun memiliki suatu pandangan yang positif terhadap dirinya dan pengendalian diri yang tinggi. Dapat pula berarti orang yang baru berpacaran di atas usia 20 tahun, memiliki tujuan-tujuan dan prioritas dalam hidupnya, misalnya dalam pendidikan. Coopersmith (dalam Dusek, 1996) mengatakan bahwa beberapa karakteristik orang yang mempunyai harga diri tinggi selain aktif dan dapat mengekspresikan diri dengan baik, yaitu juga berhasil dalam bidang akademik, terlebih dalam mengadakan hubungan sosial. Karena harga diri yang tinggi serta pengendalian diri yang bagus maka mereka baru berpacaran diatas usia 20 tahun. Sementara itu, mahasiswa yang mulai berpacaran pada usia 10-15 tahun memiliki perilaku seks pranikah yang tinggi dibandingkan yang lainnya, hal ini mungkin dikarenakan mahasiswa yang telah berpacaran sedini mungkin dan mereka kemungkinan juga telah berganti pasangan atau pacar berkali-kali juga tinggi, telah melakukan perilaku seks pranikah dengan pacar mereka lebih awal. Staples (1978) mengatakan bahwa bagi laki-laki, seringnya jatuh cinta atau berganti-ganti pacar juga mempengaruhi sikap permisif terhadap hubungan seks sebelum menikah. Hal lain juga mungkin karena mereka telah terbiasa dalam berhubungan dengan lawan jenis atau pasangan, sehingga mereka tidak canggung lagi untuk melakukan perilaku seks pranikah, mulai dari berpegangan tangan hingga berhubungan seks. Hyde (1990) mengungkapkan bahwa seseorang yang pacaran pada usia muda, cenderung lebih permisif terhadap perilaku seksual pranikah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH  Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seks Pranikah.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seks Pranikah.

orang tua dan masyarakat. Setiap manusia pasti memiliki keinginan yang baik mengenai jalan hidupnya. Hidup yang tidak ada permasalahan yang pelik seperti perilaku seks pranikah yang saat ini sudah banyak terjadi di masyarakat. Harapan kepada semua remaja menjalani norma-norma yang telah berlaku di masyarakat sehingga mereka tetap melakukan pacaran tetapi pacaran yang di jalani merupakan pacaran yang sehat. Bagi orang tua dan orang terdekat dari remaja diharapkan lebih memperhatikan para remaja yang sedang mengalami gejolak asmara terhadap lawan jenisnya, sehingga hal ini dapat mengurangi perilaku seks pranikah, yang berdampak buruk bagi pelaku perilaku seks pranikah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH  Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seks Pranikah.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH Hubungan Antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seks Pranikah.

ix KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT, atas seluruh limpahan rahmat, taufiq, dan hidayah-NYA sehingga penulis mampu menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ Hubungan antara Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seks Pranikah”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi pada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

17 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN REMAJA (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Seks Pranikah Di Kalangan Remaja Kota Surakarta)

PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN REMAJA (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Perilaku Seks Pranikah Di Kalangan Remaja Kota Surakarta)

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari penulis mengenai perilaku seks pranikah di kalangan remaja di kota Surakarta, maka penulis menggunakan paradigma dari George Ritzer yang terdiri dari tiga paradigma dalam sosiologi: Paradigma Fakta Sosial (social fact paradigm), Paradigma Definisi Sosial (social definition paradigm) dan Paradigma Perilaku Sosial (social behavior paradigm), dimana ketiga paradigma tersebut cukup relevan untuk mengkaji permasalahan tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja. Weber memandasng sosiologi sebagai ilmu yang berusaha untuk menafsirkkan dan memahami (interpretative understanding) tindakan sosial serta antar hubungan sosial untuk sampai pada penjelasan kausal mengenai arah dan konsekuensi tindakan sosial itu. Tindakan sosial menurut Weber sendiri adalah tindakan individu sepanjang tindakan itu mempunyai makna dan arti subyektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan yang nyata- nyata diarahkan kepada orang lain, juga dapat berupa tindakan yang bersifat membatin atau bersifat subyektif yang mungkin terjadi karena pengaruh positif dari situasi tertentu atau merupakan tindakan perjuangan dengan sengaja sebagai akibat dan pengaruh situasi yang serupa atau berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu (Ritzer, 2003 :38)
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Pengaruh perilaku seks pranikah terhadap hargadiri remaja

Pengaruh perilaku seks pranikah terhadap hargadiri remaja

Saat ini di Indonesia, telah tampak perubahan-peruhan yang menunjukkan degradasi moral dan juga hargadiri terutama dikalangn para Remaja. Salah satu hal yang juga mengalami peningkatan adalah perilaku seks pranikah atau pergaulan bebas yang tidak lagi terjadi hanya dikota-kota besar, bahkan di daerah pinggiran kota atau bahkan pelosok desapun sudah banyak terjadi kehamilan diluar nikah.

124 Baca lebih lajut

Latar Belakang Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja

Latar Belakang Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja

Perilaku seksual ialah perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Sedangkan perilaku seks pranikah merupakan perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Perilaku seks pranikah ini memang kasat mata, namun ia tidak terjadi dengan sendirinya melainkan didorong atau dimotivasi oleh faktor-faktor internal yang tidak dapat diamati secara langsung (tidak kasat mata). Dengan demikian individu tersebut tergerak untuk melakukan perilaku seks pranikah. Motivasi merupakan penggerak perilaku. Hubungan antar kedua konstruk ini cukup kompleks, antara lain dapat dilihat sebagai berikut : Motivasi yang sama dapat saja menggerakkan perilaku yang berbeda, demikian pula perilaku yang sama dapat saja diarahkan oleh motivasi yang berbeda. Motivasi mengarahkan perilaku pada tujuan tertentu Penguatan positif / positive reinforcement menyebabkan suatu perilaku tertentu cenderung untuk diulang kembali Kekuatan perilaku akan melemah bila akibat dari perbuatan itu bersifat tidak menyenangkan.Motivasi tertentu akan mendorong seseorang untuk melakukan perilaku tertentu pula.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Latar Belakang Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja

Latar Belakang Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja

LINK DOWNLOAD [14.61 KB] Perilaku seksual ialah perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Sedangkan perilaku seks pranikah merupakan perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Perilaku seks pranikah ini memang kasat mata, namun ia tidak terjadi dengan sendirinya melainkan didorong atau dimotivasi oleh faktor-faktor internal yang tidak dapat diamati secara langsung (tidak kasat mata).Dengan demikian individu tersebut tergerak untuk melakukan perilaku seks pranikah. Motivasi merupakan penggerak perilaku. Hubungan antar kedua konstruk ini cukup kompleks, antara lain dapat dilihat sebagai berikut : Motivasi yang sama dapat saja menggerakkan perilaku yang berbeda, demikian pula perilaku yang sama dapat saja diarahkan oleh motivasi yang berbeda. Motivasi mengarahkan perilaku pada tujuan tertentu Penguatan positif / positive reinforcement menyebabkan suatu perilaku tertentu cenderung untuk diulang kembali Kekuatan perilaku akan melemah bila akibat dari perbuatan itu bersifat tidak
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Asertivitas Seksual dan Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa

Asertivitas Seksual dan Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa

Desain Skala Asertivitas Seksual. Asertivitas seksual adalah hak serta kemampuan individu untuk menggambarkan parameter kenyamanan diri individu selama aktivitas seksual, untuk mengkomunikasikan kebutuhan sendiri atau keinginan seksual, serta kemampuan individu untuk bersikap tegas mempertahankan hak seksualnya agar tidak dilecehkan dan dapat mengambil keputusan seksualnya dengan tetap memberi penghargaan atas hak orang lain dan tanpa menyakiti orang lain atau pasangannya. Skala Asertivitas Seksual disusun berdasarkan konsep dari Jakubowski & Lange (1978) yaitu yaitu menghormati hak-hak orang lain dan diri sendiri, berani mengemukakan pendapat secara langsung, kejujuran, memperhatikan situasi dan kondisi, dan bahasa tubuh. Ciri-ciri individu dengan perilaku asertif ini kemudian dikaitkan dengan perilaku seks pranikah agar aitem-aitem yang ada mencerminkan asertivitas seksual. Skala Asertivitas Seksual terdiri dari enam alternatif jawaban, yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Agak Sesuai (AS), Agak Tidak Sesuai (ATS), Tidak Sesuai (TS), serta Sangat Tidak Sesuai (STS). Korelasi skor total pada aitem-aitem dengan daya uji beda yang baik pada skala ini bergerak antara 0.301 sampai 0.856 dengan skor reliabilitas yang ditunjukkan oleh Cronbach alpha sebesar 0.942.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Tahap Perilaku Seks Pranikah Pada Mahasiswa Kost.

PENDAHULUAN Tahap Perilaku Seks Pranikah Pada Mahasiswa Kost.

Padahal Handayani (2009) menjelaskan bahwa perilaku seks pranikah dapat mengakibatkan resiko seperti, (1) terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD); (2) putus sekolah (drop out), jika pelaku seks pranikah tersebut masih sekolah; (3) pengguguran kandungan (aborsi); (4) terkena penyakit menular seksual (PMS/ HIV/ AIDS); dan (5) tekanan psikosoial yang timbul karena perasaan bersalah telah melanggar aturan agama dan takut diketahui oleh orangtua dan masyarakat. Resiko lain yang diteliti PKBI, di 9 kota dengan 37.685 responden menunjukkan kejadian aborsi 27% dilakukan oleh klien yang belum menikah dan biasanya sudah mengupayakan aborsi terlebih dahulu secara sendiri dengan meminum jamu khusus. Sementara 21,8% dilakukan oleh klien dengan kehamilan lanjut dan tidak dapat dilayani permintaan aborsinya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN REMAJA KOTA SURAKARTA.

PERILAKU SEKS PRANIKAH DI KALANGAN REMAJA KOTA SURAKARTA.

kelamin yang kemudian ditularkan kepada teman-temannya wanita dan gadis baik-baik bukan pelacur. (Soedjono, 1970: 112-113). Banyak remaja yang terjerumus pada perilaku seks pranikah dan seks pranikah tersebut dilakukan oleh kebanyakan orang tanpa mengenal usia banyak dari mereka tinggal di satu tempat yang sama tanpa ada status pernikahan yang sah, Oleh karena itu tidak heran jika seks pranikah tumbuh pesat pada saat ini karena mereka menganggap bahwa seks bisa dilakukan tanpa adanya pernikahan, tetapi bagi kebanyakan remaja yang memikirkan pentingnya pernikahan sebelum melakukan hubungan seks karena adanya keinginan menghindari masalah yang akan timbul pada kemudian hari dan menghindari adanya gangguan dari masyarakat.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

TAHAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA KOST SKRIPSI

TAHAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA KOST SKRIPSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap perilaku seks pranikah pada mahasiswa kost. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan alat ukur berupa kuesioner. Informan penelitian ini diambil dari mahasiswa kost baik laki-laki maupun perempuan yang tinggal di daerah Mendungan dan Bulak Indah Surakarta.

24 Baca lebih lajut

DISONANSI KOGNITIF PADA PERILAKU SEKS PRANIKAH Inge Hutagalung

DISONANSI KOGNITIF PADA PERILAKU SEKS PRANIKAH Inge Hutagalung

Survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) tahun 2015 tentang perilaku seks pranikah di kalangan remaja menunjukkan, 30 persen responden telah melakukan hubungan seksual sampai tahap penetrasi. Kenyataan akan perkembangan perilaku seks pranikah ini membentuk sikap permisif yakni sikap positif terhadap perilaku seks pranikah. Fokus penelitian adalah disonansi kognitif pada sikap permisif terkait perilaku seks pranikah di kalangan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analyses (IPA) atau Analisis Fenomenologis Interpretatif. Hasil penelitian memperlihatkan, pada informan yang tidak mengalami disonansi maka proses komunikasi berbentuk tindakan untuk tidak melakukan perubahan apapun pada salah satu elemen disonansi, seperti merubah keyakinan/kepercayaan atau merubah tindakan; tidak menambahkan elemen kognitif konsonan baru dalam hal ini termasuk upaya secara aktif untuk mencari informasi lain yang mendukung keyakinan yang dimiliki. Pada informan yang mengalami disonansi, dalam upaya mencapai konsistensi kognitif maka individu akan mencari informasi lain yang dapat mendukung tindakannya untuk menjauhi perilaku seks pranikah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Strukturalisme Memaknai Perilaku Seks Pranikah Remaja Kota

Strukturalisme Memaknai Perilaku Seks Pranikah Remaja Kota

ABSTRAK Remaja hidup dalam lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan teman, lingkungan sekolah, dan lingkungan dunia luas. Dalam lingkungannya, remaja merupakan bagian dari sebuah struktur atau sistem yang terbentuk dari hubungan sosial yang saling mempengaruhi. Perilaku remaja merupakan luaran dari proses hubungan sosial dengan lingkungan tempat remaja berada, termasuk terjadinya perilaku seks pranikah. Berkaitan dengan tujuan penelitian, adalah untuk menjelaskan bagaimana perilaku seks pranikah remaja dimaknai melalui kajian strukturalisme. Penelitian ini menggunakan metode kwalitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi serta wawancara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku seks pranikah remaja disebabkan oleh faktor lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, pergaulan teman maupun lingkungan dunia luas, yang merupakan sebuah struktur dengan nilai-nilai yang dianutnya. Struktur-struktur tersebut tengah mengalami pergeseran yang mengarah kepada struktur nilai pragmatis yang berbasis nilai ekonomi. Keterkaitan antara perilaku seks pranikah remaja dengan lingkungannya, merupakan bukti bahwa suatu fenomena akan berkaitan dengan fenomena yang lain yang disebut relations of relations. Perilaku seks pranikah remaja adalah seks yang dilakukan sebelum melaksanakan pernikahan, sebagai bentuk relasi sosial dan seks pascanikah remaja, yaitu seks yang dilakukan setelah kontrak sosial dilakukan dalam bentuk pernikahan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...