perilaku sosial

Top PDF perilaku sosial:

Perilaku Sosial pelajar di sekolah

Perilaku Sosial pelajar di sekolah

Dalam berinteraksi dengan orang lain kita cenderung menunjukkan perilaku khusus kita sebagai bentuk reaksi atau respon terhadap orang yang kita ajak untuk berinteraksi. Perilaku itu dinamakan perilaku sosial. Perilaku yang ditunjukkan oleh seorang kepada yang sesamanya pastinya berbeda satu sama lain, karena itulah perilaku tiap-tiap orang merefleksikan kumpulan sifat unik yang dibawanya ke dalam suasana tertentu. Layaknya hal-hal lain yang terjadi, perilaku sosial pun memiliki faktor-faktor yang menggerakkannya sehingga muncullah perilaku sosial antar manusia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

STUDI TENTANG LINGKUNGAN KELUARGA DAN PERILAKU SOSIAL REMAJA MASYARAKAT NELAYAN GEBANG MEKAR CIREBON.

STUDI TENTANG LINGKUNGAN KELUARGA DAN PERILAKU SOSIAL REMAJA MASYARAKAT NELAYAN GEBANG MEKAR CIREBON.

perilaku sosial remaja masyarakat nelayan Gebang Mekar Cirebon dan perilaku sosial remaja masyarakat Nelayan Gebang Cirebon serta pandangan lembaga sosial terhadap perilaku sosial remaja masyarakat nelayan Gebang Mekar Cirebon. Deskripsi dampak negatif maupun positif akan prilaku sosial remaja masyarakat nelayan Gebang Cirebon akan diidentifikasi sesuai temuan empiris di lapangan yang meliputi gaya hidup, ketaatan terhadap nilai dan norma serta hubungan terhadap lawan jenis remaja masyarakat nelayan Gebang Cirebon. Peran lingkungan sosial keluarga dalam penelitian ini hanya diabatasi pada pola asuh, pandangan hidup, gaya hudup dan arena. Sedangkan lembaga sosial hanya dibatasi pada lembaga pemerintahan desa, lembaga agama dan lembaga pendidikan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PERILAKU SOSIAL REMAJA TUNADAKSA YANG MENGGUNAKAN JEJARING SOSIAL.

PERILAKU SOSIAL REMAJA TUNADAKSA YANG MENGGUNAKAN JEJARING SOSIAL.

Judul penelitian ini: PERILAKU SOSIAL REMAJA TUNADAKSA YANG MENGGUNAKAN JEJARING SOSIAL. Penelitian ini menyangkut tentang perilaku sosial dalam kecenderungan perilaku peran pada remaja tunadaksa. Penelitian ini dilaksanakan di SLB D YPAC Bandung dengan mengambil informan dan subjek penelitian dari sekolah tersebut. Informan terdairi dari guru wali kelas, guru bagian kesiswaan, kepala sekolah, orang tua siswa, dan siswa. Pengambilan subjek penelitian adalah dua orang siswa usia remaja yang menggunakan jejaring sosial facebook. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku sosial remaja tunadaksa SLB D YPAC Bandung yang menggunakan jejaring sosial facebook. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian ini digunakan karena memiliki tujuan untuk menggambarkan keadaan permasalahan secara objektif dalam kondisi alamiah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian terhadap remaja tunadaksa yang menggunakan facebook mengenai perilaku sosialnya di sekolah dalam kecenderungan perilaku peran cukup memadai karena menunjukkan ciri-ciri respon interpersonal seperti memiliki keyakinan diri dalam bergaul, memiliki pengaruh yang kuat terhadap teman sebaya, mampu memimpin teman dalam kelompok, dan memiliki kemandirian dalam menentukan rencananya sendiri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti merekomendasikan agar pihak sekolah dan orang tua untuk senantiasa mengembangkan perilaku sosial remaja tunadaksa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dimanapun. Selain itu penggunaan jejaring sosial bagi remaja tunadaksa perlu pengawasan baik dari pihak sekolah maupun orang tuannya sendiri agar terhindar dari penyimpangan-penyimpangan perilaku atau pengaruh-pengaruh yang tidak diharapkan.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

KEMISKINAN DAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKA

KEMISKINAN DAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKA

Perilaku sosial masyarakat miskin di perkotaan cukup variatif dalam interaksi socialnya dengan masyaralat sekitarnya, walau mereka merasakan formasi kebijakan kesejahteraan dan pembangunan secara substansial tidak berpihak dan terasing dari deru pembangunan. Kemiskinan, kesenjangan sosial antar kelompok masyarakat, keterbelakangan sosial, dan masalah-masalah sosial lainnya merupakan akibat yang berjalan seiring dengan kegiatan pembangunan bangsa. Kondisi demikian harus segera dibenahi demi kelangsungan jalannya pembangunan, karena di dalam sistem pembangunan tidak secara integral disediakan perangkat program untuk mengantisipasi dampak negatif yang diakibatkannya, makanya penanganan masalah-masalah sosial baru berjalan setelah kegiatan pembangunan berjalan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Makalah Perilaku Sosial Struktur Perilaku Organisasi

Makalah Perilaku Sosial Struktur Perilaku Organisasi

Menurut Ritzer, dalam ilmu pengetahuan sosiologi terdapat tiga paradigma besar yang menjadi acuan berpikir para sosiolog. Tiga paradigma tersebut adalah fakta sosial, definisi sosial dan perilaku sosial. Ketiganya saling bersebrangan dan saling menyerang satu sama lain. Paradigma fakta sosial memandang bahwa tindakan individu ditentukan oleh norma-norma, nilai-nilai dan struktur sosial. Sementara, paradigma definisi sosial memandang bahwa suatu tindakan sosial justru ditentukan oleh kehendak bebas manusia yang berupa tanggapan kreatif terhadap suatu stimulus dari luar.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peran Pekerja Sosial dalam Pembinaan Perilaku Sosial Lanjut Usia di Panti Wredha Sultan Fatah.

Peran Pekerja Sosial dalam Pembinaan Perilaku Sosial Lanjut Usia di Panti Wredha Sultan Fatah.

Hasil penelitian menunjukkan (1) Peran pekerja sosial dalam pembinaan perilaku sosial lanjut usia yaitu merawat, membimbing dan memotivasi (2) Bentuk pembinaan perilaku sosial lanjut usia yaitu terbagi menjadi dua yaitu pembinaan umum yang berupa pembinaan keagamaan melalui kegiatan keagamaan, pembinaan fisik melalui olah raga, pembinaan keterampilan berupa hasil bumi yang terdapat di Panti Wredha. Pembinaan khusus berupa bimbingan perorangan dan kelompok, (3) Faktor pendukung dalam pembinaan perilaku sosial lansia adalah lingkungan panti, pembinaan 24 jam di Panti. Faktor penghambat dalam pembinaan perilaku sosial adalah budaya dan kebiasaan kurang baik yang dibawa oleh lansia dari luar kedalam Panti.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

NABHANI DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOSIAL”

NABHANI DALAM MEMBENTUK PERILAKU SOSIAL”

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang biografi dan karya-karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, teori-teori Syaikh Taqiyuddin an- Nabhani tentang Psikologi, seperti tentang Naluri (Gharizah), Persepsi (Mafahim), hingga Membentuk Perilaku Sosial Sebagai kerangka pemikir, perilaku sebagai respon akan sangat ditentukan ditentukan oleh keadaan stimulusnya, dan individu atau organisme tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan perilakunya, hubunngan stimulus dan respon seakan-akan bersifat mekanistis. Pandangan semacam ini pada umunya merupakan pandangan yang bersifat behavioristis.aliran kognitif yang memandang perilaku individu merupakan respon dari stimulus, namun dalam diri individu itu ada kemampuan untuk menentukan perilaku yang diambilnya. Perilaku Sosial menurut Taqiyuddin an-Nabhani sendiri, merupakan sebuah proses yang terbentuk dari adanya dorongan-dorongan naluri yang dimana sebelum manusia berbuat telah terjadi proses pemaham terhadap situasi dan kondisi yang disebut dengan mafahim/persepsi, sehingga baru terbentuklah perilaku sosial manusia.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN PERILAKU SOSIAL

PEMAHAMAN PERILAKU SOSIAL

Tampilan perilaku sosial anak tunalaras di keluarga pada dasarnya merupakan refleksi perlakuan orang tua. Adakalanya anak menjauh dari anggota keluarganya dan tidak mampu mengadakan hubungan emosional yang dekat. Anak melakukan pertentangan dengan orang tua yang ditampilkan pada perilaku kurang hormat pada orang tua, tindakan terlambat pulang, kurang sopan dan tindakan-tindakan lainnya yang merupakan sebuah aktivitas ketidak sesuaian dengan norma-norma di dalam suatu keluarga. Anak sering berfantasi untuk menggantikan pengalaman yang nyata. Hal ini dipengaruhi oleh sikap orang tua yang tidak dapat mengadakan hubungan emosional yang hangat.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH TERPAAN SINETRON REMAJA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK Survei Pada Pelajar Sekolah Dasar Negeri Kebonsari Pasuruan PenontonSinetron Pada Jam Tayang Prime Time

PENGARUH TERPAAN SINETRON REMAJA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK Survei Pada Pelajar Sekolah Dasar Negeri Kebonsari Pasuruan PenontonSinetron Pada Jam Tayang Prime Time

Untuk prosentase pengaruh terpaan sinetron remaja terhadap perilaku sosial anak dapat dijelaskan bahwa 22,6% variabel Perilaku sosial anak akan dijelaskan oleh variabel bebasnya yaitu Te[r]

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Media Terhadap Perilaku Sosial

Pengaruh Media Terhadap Perilaku Sosial

Secara sosio-psikologis, arus informasi yang terus menerpa kehidupan kita akan menimbulkan berbagai pengaruh terhadap perkembangan jiwa, khususnya untuk anak-anak dan remaja. Pola perilaku mereka, sedikit demi sedikit dipengaruhi oleh apa yang mereka terima yang mungkin melenceng dari tahap perkembangan jiwa maupun norma-norma yang berlaku. Hal ini dapat terjadi bila tayangan atau informasi yang mestinya di konsumsi oleh orang dewasa sempat ditonton oleh anak-anak.

16 Baca lebih lajut

SIKAP DAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT

SIKAP DAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT

Disamping pembagian sikap atas social dan individual sikap dapat pula dibedakan atas : Sikap positif : sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan, menerima , mengakui, menyetujui, se[r]

9 Baca lebih lajut

SIKAP DAN PERILAKU SOSIAL politik

SIKAP DAN PERILAKU SOSIAL politik

Sebagaimana diketahui perilaku atau aktiviats yang ada pada individu atau organisme itu tidak timbul dengan sendirinya,tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal. Namun demikian, sebagian terbesar dari perilaku arganisme itu sebagai respon terhadap stimulus eksternal. Ada ahli yang memandang bahwa perilaku sebagai respon terhadap stimulus, akan sangat ditentukan oleh keadaan stimulusnya dan individu atau organisme seakan-akan tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan perilakunya, hubungan stimulus dan respon seakan-akan bersifat mekanistis. Pandangan semaca ini umumnya merupakan pandangan yang bersifat behavioritis.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

S KOR 0901030 Chapter5

S KOR 0901030 Chapter5

Perilaku sosial atlet cabang olahraga konsentrasi memiliki perilaku sosial yang sangat baik dengan perolehan nilai yang baik sekali dari ketiga sub variabel yaitu disiplin, kerja sama [r]

1 Baca lebih lajut

S KOR 0901030 Chapter1

S KOR 0901030 Chapter1

dibawa sejak lahir tetapi banyak faktor yang dapat membentuk atau mempengaruhi tingkah laku seseorang. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh rangsangan yang ditimbulkan dari lingkungannya. Lingkungan tempat seseorang beradaptasi bukan hanya mempengaruhi perilakunya saja tetapi dapat berpengaruh terhadap pola pikir individu tersebut. Pada umumnya ada dua faktor yang dapat mempengaruhi perilaku sosial individu yaitu faktor genetika dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sosial seseorang diantaranya keluarga, sekolah, dan teman sebaya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Harga Diri Dengan Perilaku Prososial Pada Satpam Pt Danliris Surakarta.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Harga Diri Dengan Perilaku Prososial Pada Satpam Pt Danliris Surakarta.

Pentingnya perilaku prososial dalam kehidupan masyarakat membawa dampak positif bagi pengembangan diri individu, masyarakat, serta seluruh aspek yang ada di dalamnya terlebih dalam dunia kerja. Sementara dalam dunia kerja perilaku sosial berkaitan dengan manifestasi seseorang (karyawan) sebagai mahluk sosial yang mendukung fungsi organisasi secara maksimal, sehingga perilaku ini lebih bersifat altruistik (menolong) yang diekspresikan dalam bentuk tindakan-tindakan yang menunjukkan sikap tidak mementingkan diri sendiri, saling bekerjasama, memberikan saran, saling menghargai danmenghormati, membantu menyelesaikan pekerjaan, memberi informasi segala hal yang bertujuan memperlancar jalannya proses pekerjaan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH BIMBINGAN KONSELING ISLAM TERHADAP PERILAKU SISWA DI MTsN BANDUNG TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH BIMBINGAN KONSELING ISLAM TERHADAP PERILAKU SISWA DI MTsN BANDUNG TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Untuk mengetahui pengaruh antara variable dependen yaitu Perilaku Individu, Perilaku Sosial serta perilaku Individu dan Sosial peneliti menggunakan Analisis Regresi yang berarti peramalan untuk meramalkan atau memperkirakan nilai dari suatu variabel dalam hubungannya dengan variabel yang lain melalui persamaan garis regresi. 112

21 Baca lebih lajut

Perilaku Harian Anakan Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis L.) di Kawasan Hutan Mangrove Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumatera Utara

Perilaku Harian Anakan Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis L.) di Kawasan Hutan Mangrove Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sumatera Utara

Telah dilakukan penelitian tentang “ Perilaku Harian Anakan Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis L.) Di Kawasan Hutan Mangrove Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ” yang dilaksanakan pada bulan Maret 2016 sampai Juni 2016 dengan Menggunakan Metode Purposive Random Sampling. penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan bertahan hidup anakan kuntul kerbau dalam menghadapi persaingan antar anakan dalam satu sarang. perilaku anakan berfungsi untuk mengetahui keberlangsungan hidup spesies ini dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian anakan kuntul kerbau (Bubulcus ibis). Pengamatan ini dilakukan selama 5 minggu, mulai dari jam 07.00-18.00 WIB. Hasil Penelitian ini didapatkan tiga perilaku harian anakan Kuntul Kerbau yang terdiri dari perilaku individu dengan 6 sub perilkau (perilaku perawatan diri, kenyamanan tubuh, istirahat, berjemur, peregangan, buang air besar). Perilaku sosial 3 sub perilaku (perilaku penyerangan, agonistik, dan teritorial) dan perilaku makan terdiri dari 3 sub perilaku (Perilaku makan dari muntahan induk disarang, perilaku makan muntahan induk dari paruh dan perilaku langsung merebut makanan dari paruh induk). Jumlah perilaku individu yang paling sering dilakukan adalah perawatan diri (81 kali), perilaku sosial yang sering dilakukan yaitu penyerangan (17 kali), perilaku makan yang paling sering dilakukan yaitu perilaku makan muntahan induk disarang (28 kali). Perilaku perawatan diri merupakan perilaku yang paling sering dilakukan pada tiga waktu yang diamati, yaitu pada waktu pagi hari (07.00-10.00 WIB), siang hari (10.00- 14.00 WIB) dan pada sore hari (14.00-18.00 WIB).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S JKR 1204197 Chapter5

S JKR 1204197 Chapter5

2. Bagi rekan mahasiswa yang akan mengadakan penelitian selanjutnya tentang perilaku sosial agar lebih menggali lagi permainan softgame yang dapat meningkatkan perilaku sosial siswa di sekolah. Selain itu, gunakan metode, model, dan pendekatan lain yang menunjang perilaku sosial siswa dalam pembelajaran.

1 Baca lebih lajut

27. BINA PRIBADI DAN SOSIAL

27. BINA PRIBADI DAN SOSIAL

Mata kuliah ini merupakan kelompok mata kuliah program studi. Setelah mengikuti perkuliahan secara tuntas mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep pribadi dan perilaku sosial, terampil mengembangkan aspek-aspek pribadi dan perilaku sosial anak tunalaras, dengan menggunakan berbagai pendekatan dalam kegiatan kurikuler, cokurikuler maupun ekstrakurikuler. Dalam perkuliahan ini akan dibahas tentang: konsep pribadi atau kepribadian dan perilaku sosial (pengertian, teori, dan faktor yang mempengaruhi perkembangan pribadi dan perilaku sosial, aspek-aspek kepribadian, bentuk dan jenis kepribadian dan perilaku sosial); Pendekatan, metode, dan teknik pengembangan aspek- aspek pribadi dan perilaku sosial siswa meliputi: nilai dan etika, sikap, interaksi, dan komunikasi, tanggung jawab dan kemandirian, kejujuran dan disiplin, sikap, interaksi dan komunikasi, tanggung jawab dan kemandirian, kejujuran dan disiplin, toleransi dan empati, bakat dan minat melalui kegiatan kurikuler, cikurikuler maupun ekstrakurikuler. Pendekatan Ekspositori dan Inkuiri. Metode: Ceramah, Tanya jawab, diskusi, dan pemecahan masalah. Tugas: Laporan lapangan dan presentasi. Media: OHP, Laptop, Film. Buku utama: Apter. (1982), Trouble System Trouble Children. New York: Prentice Hall Inc. Borstein, P.H. and Kazdin, A.E. (1985), Hanbook of Clinical Behavior Therapy with Children, Illonis: The Dorsey Press. Paul, Cooper. (2002), Understanding Supporting Children With Emotional and Behavioral Difficulties. Philadelpia: Jessic Kingley Publicher. Fallen & Henry, Nelson, B, (1984), Juvenile Delinquency in School. Illonis: The University of Chicago Press. Henry, Nelson, B, (1984), Juvenile Delinquency in School. Illonis: The University of Chicago Press. James, Paul and Betty. (1982), Emotional Disturbance in Children. Illonis: The University of Chicago Press.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...