perilaku wajib pajak badan

Top PDF perilaku wajib pajak badan:

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PERILAKU WAJIB PAJAK BADAN UNTUK MENGGUNAKAN E-FILLING ( Studi Empiris Wajib Pajak Badan di Kabupaten Kudus)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PERILAKU WAJIB PAJAK BADAN UNTUK MENGGUNAKAN E-FILLING ( Studi Empiris Wajib Pajak Badan di Kabupaten Kudus)

Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Perilaku Wajib Pajak Badan Untuk Menggunakan E-filling (Studi Empiris Wajib Pajak Badan di Kabupaten Kudus) ”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi Strata Satu (S 1) Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus.

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN Dyah Purnamasari, SE. M.Si. Ak Abstrak - View of PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN

PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN Dyah Purnamasari, SE. M.Si. Ak Abstrak - View of PENGARUH KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN BADAN

Penelitian mengenai kepatuhan pajak sudah sering dilakukan. Beberapa peneliti menggunakan kerangka model Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menje-laskan perilaku kepatuhan pajak wajib pajak orang pribadi (Blanthorne 2000, Bobek 2003). Model TPB yang digunakan dalam penelitian memberikan penjelasan yang signifikan, bahwa perilaku tidak patuh (noncompliance) wajib pajak sangat dipengaruhi oleh variabel sikap, norma subyektif, dan kontrol keperilakuan yang dipersepsikan. Bradley (1994) dan Siahaan (2005) melakukan penelitian kepatuhan wajib pajak badan dengan responden tax professional. Penelitian keduanya bukan merupakan penelitian perilaku. Taxprofessional adalah orang profesional di perusahaan yang ahli di bidang per-pajakan. Oleh karena itu, untuk menjelaskan perilaku wajib pajak badan yang dalam hal ini diwakili oleh tax professional perlu menggunakan teori perilaku individu dan perilaku organisasi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Pengetahuan Perpajakan terhadap Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak dengan Niat Wajib Pajak sebagai Pemoderasi (Studi pada Wajib Pajak Badan Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar).

Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Pengetahuan Perpajakan terhadap Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak dengan Niat Wajib Pajak sebagai Pemoderasi (Studi pada Wajib Pajak Badan Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar).

Mayer et al (1995) mendefinisikan kepercayaan (trust) adalah kemauan seseorang untuk peka terhadap tindakan orang lain berdasarkan pada harapan bahwa orang lain akan melakukan tindakan tertentu pada orang yang mempercayainya, tanpa tergantung pada kemampuannya untuk mengawasi dan mengendalikannya. Luarn dan Lin (2003) juga menyatakan bahwa trust adalah sejumlah keyakinan spesifik terhadap integritas, kejujuran pihak yang dipercaya dan kemampuan menepati janji. Woro dan Supramono (2013) kepercayaan (trust) atas sistem perpajakan akan menimbulkan kesadaran atau niat atas pajak. Kesadaran atau niat atas pajak ini akan mendorong kepatuhan Wajib Pajak untuk melakukan kewajiban perpajakan. Mayer et al (1995) faktor yang membentuk kepercayaan seseorang terhadap yang lain ada tiga yaitu kemampuan (ability), niat baik (benevolence), dan integritas (integrity) (Mayer et al,1995). Ketiga faktor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Dampak Dimensi Keadilan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan.

Dampak Dimensi Keadilan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan.

Negara Republik Indonesia adalah negara hukum yang setiap perilaku rakyatnya harus berdasarkan hukum yang didasari oleh pancasila dan Undang-undang 1945 yang isinya menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap masyarakat. Salah satu perwujudan dari kewajiban setiap warga negara dalam hal perpajakan dalam rangka kegotongroyongan nasional sebagai peran serta aktif masyarakat dalam membiayai pembangunan negara (Andarini, 2010).

19 Baca lebih lajut

DETERMINAN PERENCANAAN PAJAK DAN PERILAKU KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN

DETERMINAN PERENCANAAN PAJAK DAN PERILAKU KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN

Dugaan kedua menyatakan bahwa kondisi keuangan berpengaruh positif terha dap perencanaan pajak. Hasil pengu- jian pada Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa nilai t­ statistics untuk dugaan kedua adalah 2,2814 (>1,96), dengan koefisien berarah positif sebesar 0,2735. Hasil pengu- jian dugaan kedua ini menunjukkan bahwa semakin baik kondisi keuangan suatu peru- sahaan maka semakin tinggi pula moti- vasi wajib pajak untuk melakukan praktik perencanaan pajak sehingga dapat menge- fisiensikan alokasi dana perusahaan. Hasil ini senada dengan penelitian Crocker dan Slemrod (2004) dan Fallan et al. (1995) yang menyatakan bahwa semakin baik persepsi tax professional terhadap kondisi keuangan perusahaan maka semakin mening- katkan motivasi wajib pajak badan untuk melakukan perencanaan pajak. Kondisi ekonomi Indonesia yang tidak menentu saat ini dapat menyebabkan kondisi keuangan perusahaan tidak stabil. Oleh karena itu, perusahaan harus pintar dalam menyiasati segala beban dan mengoptimalkan laba. Dengan melakukan perencanaan pajak maka beban pajak dapat diminimalisir dan tidak melanggar peraturan pajak yang ada.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (Survei pada Wajib Pajak Badan di Kota Batu)

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN (Survei pada Wajib Pajak Badan di Kota Batu)

Pajak di Negara Indonesia merupakan sumber pendapatan utama yang akan digunakan untuk membiayai pengeluaran Negara, baik pengeluaran rutin maupun pengeluaran untuk pembangunan (Suandi, 2011;01). Sistem pemungutan pajak yang digunakan di Negara Indonesia adalah self assessment system, dimana sistem ini memberikan kepercayaan penuh kepada wajib pajak untuk menghitung dan melaporkan pajak terutangnya. Penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kas Negara dari sektor pajak, dan untuk mengukur perilaku wajib pajak tentang tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan dan memenuhi kewajibannya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGARUH ADMINISTRASI PERPAJAKAN, KUALITAS LAYANAN FISKUS, TERHADAP PERILAKU WAJIB PAJAK DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi pada wajib pajak Badan di kantor pelayanan pajak Malang Selatan)

PENGARUH ADMINISTRASI PERPAJAKAN, KUALITAS LAYANAN FISKUS, TERHADAP PERILAKU WAJIB PAJAK DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi pada wajib pajak Badan di kantor pelayanan pajak Malang Selatan)

Hipotesis keempat (H4) yang menyatakan bahwa Kualitas layanan fiskus berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak dapat diterima. Hal ini dibuktikan oleh hasil uji regresi nilai probabilitas 0,000 karena lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05, hal ini menunjukkan hasil yang signifikan. Artinya kualitas layanan fiskus mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil uji statistik deskriptif juga menunjukkan bahwa skor rata-rata variabel kualitas layanan fiskus sebesar 4.51 dan kepatuhan wajib pajak 4.45 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini mendukung bahwa kualitas layanan fiskus yang tinggi akan menghasilkan kepatuhan wajib pajak yang meningkat. Dan begitu juga sebaliknya apabila kualitas layanan fiskus rendah maka dapat menurunkan tingkat kepatuhan wajib pajak.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ARTIKEL BAHASA INDONESIA JENIS PEMERIKSA

ARTIKEL BAHASA INDONESIA JENIS PEMERIKSA

Wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha; pekerjaan bebas; atau wajib pajak badan yang mengajukan permohonan pencabutan NPWP, PKP; atau perubahan tempat terdaftar wajib pajak dari kantor pelayanan pajak (KPP) semula ke KPP yang lain.

3 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatan Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan

Upaya Meningkatan Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan

Pelayanan yang baik sangat berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak karena pelayanan yang baik menimbulkan motivasi bagi Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajibannya. Menyadari hal tersebut Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan selalu berusaha memberikan pelayanan yang baik kepada setiap Wajib Pajak. Yang menjadi inti pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mampu mengantisipasi masalah-masalah yang muncul dan berkembang dalam masyarakat umumnya dan Wajib Pajak khususnya.

71 Baca lebih lajut

PENGHAPUSAN PIUTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURAKARTA

PENGHAPUSAN PIUTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURAKARTA

Negara Indonesia adalah Negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap orang. Negara Indonesia menempatkan perpajakan sebagai salah satu perwujudan kewajiban kenegaraan dalam kegotong royongan Nasional sebagai peran serta masyarakat dalam membiayai pembangunan. Manfaat pajak sebagai urat nadi kehidupan bangsa sangatlah strategis. Sekitar 70% dari penerimaan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional, baik berupa barang maupun jasa berasal dari pajak. Pajak merupakan biaya yang paling sehat dan berkelanjutan (sustainable), karena dengan tingginya penerimaan pajak, siklus ekonomi nasional akan bergulir dengan sendirinya. Pajak dipungut pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk menutup biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk kesejahteraan bersama. Pajak dipungut untuk dikembalikan ke rakyat melalui pengeluaran- pengeluaran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN  Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan Terhadap Penerimaan Pajak Yang Dimoderasi Dengan Pemeriksaan Pajak Pada Kpp Pratama Surakarta.

PENGARUH TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan Terhadap Penerimaan Pajak Yang Dimoderasi Dengan Pemeriksaan Pajak Pada Kpp Pratama Surakarta.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak dan pemeriksaan pajak berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan pajak, sedangkan tingkat kepatuhan wajib pajak badan terhadap penerimaan pajak diperlemah dengan adanya pemeriksaan pajak sebagai variabel moderating.

18 Baca lebih lajut

02_Lampiran 2 Surat Pernyataan Mengalihkan

02_Lampiran 2 Surat Pernyataan Mengalihkan

Dalam hal Wajib Pajak badan, nama dari Wajib Pajak pada kolom identitas berikutnya diisi dengan nama wakil Wajib Pajak yang merupakan pemimpin tertinggi/penerima kuasa.. NPWP Diisi deng[r]

6 Baca lebih lajut

TAX EVASION DALAM PERSEPSI ETIS DAN DEMOGRAFI WAJIB PAJAK

TAX EVASION DALAM PERSEPSI ETIS DAN DEMOGRAFI WAJIB PAJAK

Adapun Wajib Pajak tersebut yaitu dokter, arsitek, akuntan publik (auditor), konsultan pajak, apoteker, pengacara, notaris, dan wiraswasta, Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner secara online untukmengetahui persepsi Wajib Pajak atas perilaku penghindaran pajak. Peneliti mendatangani setiap asosiasi yang menaungi Wajib Pajak tersebut untuk memperoleh informasi mengenai keanggotaan asosiasi yaitu berupa alamat email atau nomor handphone (what app)anggota yang bisa dihubungi. Tenggang waktu yang diberikan untuk pengisian kuisioner adalah maksimal 60 hari yang dimulai sejak 1 Juni 2017-31 Juli 2017.Sebanyak 377 orang Wajib Pajak berpartisipasi dalam pengisian kuisioner tersebut.Kuisioner penelitian ini terdiri atas pertanyaan mengenai informasidemografis responden dan pernyataan persepsi etis Wajib Pajak terkait tindakan penggelapan pajak menggunakan lima skala poin yaitu 1 = Sangat Setuju, 2 = Setuju, 3 = Netral, 4 = Tidak Setuju, dan 5 =Sangat Tidak Setuju
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN WAJIB PAJAK TENTANG AKUNTANSI PAJAK DAN NORMA SUBJEKTIF TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN :Studi kasus pada WP Badan di KPP Pratama Bandung Cibeunying - repository UPI S PEA 1200035 Title

PENGARUH PEMAHAMAN WAJIB PAJAK TENTANG AKUNTANSI PAJAK DAN NORMA SUBJEKTIF TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN :Studi kasus pada WP Badan di KPP Pratama Bandung Cibeunying - repository UPI S PEA 1200035 Title

HAK CIPTA PENGARUH PEMAHAMAN WAJIB PAJAK TENTANG AKUNTANSI PAJAK DAN NORMA SUBJEKTIF TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN Studi Kasus pada WP Badan di KPP Pratama Bandung Cibeuny[r]

3 Baca lebih lajut

Pajak Penghasilan wajib pajak badan

Pajak Penghasilan wajib pajak badan

• Pada tanggal 7 April 2014, Abdullah membeli obligasi PT. Indo Marco 100 lbr nominal @ Rp 1.000.000,00 dengan bunga 18%. Jatuh tempo bunga (kupon) setiap tanggal 1/3 dan 1/9. pencairan Bunga Obligasi di Bank Mandiri. Pajak bunga deposito 15% disetorkan setiap tanggal 10 bulan berikutnya. Hitunglah pajak yang harus dibayar Abdullah atas bunga obligasi!

20 Baca lebih lajut

Pengawasan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam

Pengawasan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam

Selanjutnya Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak bersangkutan terdaftar akan menerbitkan Surat Tagihan Pajak yang berisi denda administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Hal tersebut merupakan salah satu tindakan pengawasan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan, setelah sebelumnya diterbitkan Surat Himbauan dan Surat Teguran kepada Wajib Pajak terdaftar untuk segera menyampaikan SPT Tahunan mereka.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Pengawasan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam

Pengawasan Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam

Selanjutnya Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak bersangkutan terdaftar akan menerbitkan Surat Tagihan Pajak yang berisi denda administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Hal tersebut merupakan salah satu tindakan pengawasan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan, setelah sebelumnya diterbitkan Surat Himbauan dan Surat Teguran kepada Wajib Pajak terdaftar untuk segera menyampaikan SPT Tahunan mereka.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  PENGARUH PERSEPSI TENTANG PERATURAN, PENGETAHUAN, DAN PERSEPSI TENTANG MANFAAT TERHADAP KEPATUHAN DALAM MELAKSANAKAN PP NO 46 TAHUN 2013 DI PASAR KLEWER SOLO.

BAB 1 PENDAHULUAN PENGARUH PERSEPSI TENTANG PERATURAN, PENGETAHUAN, DAN PERSEPSI TENTANG MANFAAT TERHADAP KEPATUHAN DALAM MELAKSANAKAN PP NO 46 TAHUN 2013 DI PASAR KLEWER SOLO.

setempat dengan memberikan layanan yang memuaskan bagi wajib pajak dan selalu memberikan sosialiasi ketika terdapat aturan baru mengenai perpajakan. Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan salah satu kebijakan strategis dan kebijakan pendukung untuk perpajakan. Mengetahui betapa pentingnya pendapatan negara melalui pajak maka Pemerintah mengeluarkan peraturan – peraturan tertentu untuk meningkatakan jumlah wajib pajak dan meningkatkan pendapatan pajak. Untuk mendukung berjalannya tujuan pemerintah tersebut dibuatlah aturan-aturan tertentu salah satunya mengenai sanksi perpajakan dan tarif pajak. Di Indonesia ada beberapa sektor usaha yang berpotensi dapat memberikan pendapatan pajak besar tetapi tidak dapat terealisasi karena berbagai macam faktor. Salah satunya kesulitan dalam proses pembayaran pajak. Salah satu sektor tersebut merupakan usaha yang dilakukan badan atau pribadi yang omzetnya kurang dari Rp 4,8 milliar. Usaha tersebut biasanya kita sebut dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN TERHADAP PENGUSAHA DALAM TRANSAKSI PERDAGANGAN ONLINE (E-COMMERCE) | MAKALALAG | Legal Opinion 5952 19809 1 PB

PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN TERHADAP PENGUSAHA DALAM TRANSAKSI PERDAGANGAN ONLINE (E-COMMERCE) | MAKALALAG | Legal Opinion 5952 19809 1 PB

Pajak merupakan salah satu penerimaan negara yang sangat penting bagi pelaksanaan dan pembangunan nasional serta bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Karena itu secara bergotong-royong melalui pajak, rakyat diberi kewajiban untuk memikul tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan. Akan tetapi tidaklah semua rakyat Indonesia diwajibkan membayar pajak. Hanya mereka yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak yang telah diatur dalam peraturan perundang- undanganlah yang mempunyai kewajiban itu. Hal ini didasarkan pada pasal 23A Undang- Undang Dasar 1945 yaitu “pajak dan pungutan yang bersifat memaksa untuk kerperluan negara diatur dengan undang- undang”. Karena jika pajak tidak diatur dalam peraturan undang-undang, maka akan dianggap sebagai suatu perampokan kepada rakyat. 1 Ada
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI, PERATURAN PERPAJAKAN, TRANSPARANSI DALAM PAJAK DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Kasus pada Wajib Pajak Badan yang terdaftar di KPP Pratama Purwokerto)

PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI, PERATURAN PERPAJAKAN, TRANSPARANSI DALAM PAJAK DAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Kasus pada Wajib Pajak Badan yang terdaftar di KPP Pratama Purwokerto)

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemahaman Akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai positif yaitu 0,136 dan nilai signifikansi yang lebih besar dari nilai signifikan 5% yaitu 0,247 ≥ 0,05. Peraturan perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai positif yaitu 0,948 dan nilai signifikansi yang lebih kecil dari nilai signifikan 5% yaitu 0,000 ≤ 0,05. Transparansi dalam pajak tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai negatif yaitu -0,062 dan nilai signifikansi yang lebih besar dari nilai signifikan 5% yaitu 0,547 ≥ 0,05. Pemeriksaan pajak tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai negatif yaitu -0,207 dan nilai signifikansi yang lebih besar dari nilai signifikan 5% yaitu 0,104 ≥0,05.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...