Peristiwa 11 September

Top PDF Peristiwa 11 September:

DAMPAK PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEHIDUPAN PEMELUK AGAMA ISLAM DI AMERIKA SERIKAT (2001-2011).

DAMPAK PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001 TERHADAP KEHIDUPAN PEMELUK AGAMA ISLAM DI AMERIKA SERIKAT (2001-2011).

Kesimpulan yang penulis dapatkan dari hasil penulisan skripsi yang berjudul “D ampak Peristiwa 11 September 2001 Terhadap Kehidupan Pemeluk Agama Islam di Amerika Serikat (2001-2011 )” adalah sebagai berikut: Pertama, perkembangan pemeluk agama Islam di Amerika Serikat sebelum terjadinya peristiwa 11 September 2001 sudah mulai meningkat. Hal ini disebabkan pesatnya imigrasi orang-orang Islam dari Timur Tengah, Asia, Afrika, serta belahan dunia lainnya. Selain itu, pada era sebelumnya agama Islam dan penganutnya belum menjadi sorotan. Media-media masa Amerika Serikat juga tidak terlalu banyak memeberitakan tentang Islam, kecuali jika ada hal-hal sensitif terjadi di belahan dunia lain yang justru memperlihatkan gambaran-gamabaran yang negatif tentang Islam seperti teroris, kejam terhadap perempuan, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Irak Dan Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Pasca Peristiwa 11 September 2001

Irak Dan Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Pasca Peristiwa 11 September 2001

Penyerangan militer pasukan koalisi pimpinan AS ke Irak, tidak terlepas dari pengaruh kuat perancang perang di Pentagon. Hal ini menjadi bukti tak terbantahkan betapa AS ingin mengobrak-abrik tatanan dunia sekehendak hatinya. Peristiwa penyerangan AS ke Irak ini tidak hanya bertujuan mencegah kemunculan kekuatan yang akan menandinginya, AS juga berambisi untuk meneguhkan kekuasaannya atas seluruh jagad ini. Serangan AS ke Bagdad secara resmi juga akan menguntungkan Israel. Selama ini Tel Aviv belum mampu menjadi kekuatan nomor satu di kawasan Timur Tengah karena masih ada Irak, satu-satunya negara Arab yang ditakuti Israel karena diperkirakan memiliki kemampuan senjata pemusnah masal. Atas alasan ini pula, Irak dibombardir pasukan koalisi Pimpinan AS, kendati Kepala Tim Inspeksi senjata PBB Hans Blix dan Kepala Badan Energi Atom Internasional, Dr. Mohammad al-Baradei telah menyatakan bahwa tidak ada bukti kepemilikan Irak terhadap senjata mematikan itu. 56
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN SELF DEFENSE KOREA UTARA DALAM UPAYA MENGANTISIPASI INVASI MILITER AMERIKA SERIKAT PASCA PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001

KEBIJAKAN SELF DEFENSE KOREA UTARA DALAM UPAYA MENGANTISIPASI INVASI MILITER AMERIKA SERIKAT PASCA PERISTIWA 11 SEPTEMBER 2001

karena efek jangka panjang. 21 Karena dampak yang ditimbulkan dari satu senjata, nuklir dikatakan dapat menghancurkan peradaban manusia di muka bumi. Senjata ini sangat berguna bagi negara- negara yang membutuhkan keamanan negara mereka terjaga dengan baik. Selama ini, yang memiliki senjata hanya 5 anggota inti Dewan Keamanan PBB, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, dan Cina. Namun, beberapa negara lain juga memiliki senjata nuklir dengan bermacam- macam alasan. Korea Utara menjadi salah satu negara di luar DK PBB yang memiliki senjata pemusnah massal ini. Alasan Pyongyang pada mulanya adalah bahwa Korea Utara digunakan sebagai tempat pengembangan nuklir Uni Soviet di era Perang Dingin, namun sekarang Korea Utara telah membuat sendiri senjata nuklirnya secara mandiri. Senjata nuklir saat ini digunakan untuk melakukan self-defense, sebagai sarana untuk melindungi kekuatan militer Amerika Serikat yang mengancam mereka pasca peristiwa teror 11 September 2001.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

PERNYATAAN KOMNAS HAM TENTANG HASIL PENYELIDIKAN PELANGGARAN HAM YANG BERAT PERISTIWA1965-1966

PERNYATAAN KOMNAS HAM TENTANG HASIL PENYELIDIKAN PELANGGARAN HAM YANG BERAT PERISTIWA1965-1966

Peristiwa 1965-1966 merupakan suatu peris- tiwa tragedi kemanusiaan yang menjadi lembaran sejarah hitam bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi sebagai akibat dari adanya kebijakan negara pada waktu itu un- tuk melakukan penumpasan terhadap para anggota dan pengikut Partai Komunis Indo- nesia (PKI) yang dianggap telah melakukan tindakan perlawanan terhadap negara. Kebijakan negara yang diikuti dengan tinda- kan kekerasan terhadap warga negara yang dituduh sebagai anggota maupun simpa- tisan PKI pada waktu itu, dilakukan secara berlebihan dengan menggunakan cara-cara yang tidak manusiawi yang berdampak pada jatuhnya korban jiwa manusia baik yang me- ninggal dunia maupun 18 yang luka-luka. Sesuai dengan laporan dari para korban maupun keluarga korban, pada peristiwa 1965-1966, telah mengakibatkan terjadinya berbagai bentuk pelanggaran hak asasi ma- nusia antara lain pembunuhan, pemusna- han, perbudakan, pengusiran atau pemin- dahan penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang, penyik- saan, perkosaan, penganiayaan (persekusi) dan penghilangan orang secara paksa. Selain itu, para korban maupun keluarga korban juga mengalami penderitaan men- tal (psikologis) secara turun temurun yakni berupa adanya tindakan diskriminasi di bidang hak sipil dan politik, maupun di bidang hak ekonomi, sosial dan budaya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Volume 11 Number 9 September 2014 Serial

Volume 11 Number 9 September 2014 Serial

In 2007, the feasibility study has been completed. The result was positive but the timescale to complete NPP Mochovce 3 and 4 slipped. By 2007, the expected completion date was 2012 when the contracts for completion were expected to be signed in mid-2008. Obtaining of finances became a problem. In 2007, a consortium of nine banks agreed to provide ENEL/SE with 800 million euros “revolving credit” facility o ver seven years. However, in 2008, under pressure from Greenpeace, three banks—ING Bank N.V., Banca Intesa, and Erste Bank, refused to allow the credit facility to be used for the completion of Mochovce and then projected of cost 1.7 billion euros. ENEL/SE was forced to make a statement that it would finance completion of the plants from internally generated cash. The process was further delayed in September 2008 by a Slovak Government decision to require ENEL/SE to complete a new Environmental Impact Assessment (EIA). As the consequence of the delays, some of the contractors have augmented their prices. The European Commission also became concerned in May 2008 that the designs were not adequately safe. The commission has expressed the concerns that the facility is not meeting the objectives of the Euratom Treaty, “provided that the utility bring(s) the design in line with the existing best practices” including the protection against external attack. Based on such opinion, the new safety measures were implemented. Not long ago, Nuclear and Decommissioning Company of Slovakia (JAVYS) proposed to build another NPP unit at Bohunice site, expected to come on line in 2020. As a result of that, a surplus of base-load power might be available and this could force down the price ENEL/SE would receive for the output of NPP Mochovce 3 and 4. Such situation would mean the reduced profits or even losses for ENEL/SE. In 80s, the planned cost of construction of Units 3 and 4 represented 1.3 billion euros. In 1992, construction works on the completion of Units 3 and 4 were stopped. One reason was the lack of funds. The construction work of Units 3 and 4 were recommenced in 2007, which raised the costs to 3.4 billion euros. At that time, it was expected that the completion of Mochovce NPP—Units 3 and 4 will cost three billion euros, where the equity financing would represent 2.2 billion euros and 500 million euros will come from foreign sources. Since the financial performance of the SE was at that time positive, the equity financing seemed to be a good option. When ENEL took over SE, the forecast completion date for the reactors was 2011-2012. ENEL was expected to finalize a feasibility study in April 2007 and then to take a final decision whether it would invest in the units.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

bankreport laporan neraca september 2010 2009  11

bankreport laporan neraca september 2010 2009 11

care people d. Kredit properti 2,018 357 106 23 79 2,583 2,646 229 11 21 583 3,490 8. Penyertaan - - - - - - - - - - - - 9. Penyertaan modal sementara - - - - - - - - - - - - 10. Komitmen dan kontinjensi 777,755 - - - - 777,755 197,474 - - - - 197,474 a. Rupiah 777,755 - - - - 777,755 197,474 - - - - 197,474 b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 11. Aset yang diambil alih - - - 1,082 - 1,082 - - - 1,653 - 1,653
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

091951 AKJ 11 September 2004 Seminar HKI

091951 AKJ 11 September 2004 Seminar HKI

DIRJEN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL/ KEMARIN MENGADAKAN SEMINAR KELILING PEMANFAATAN SISTEM HKI// ACARA YANG DISELENGGARAKAN SECARA EKSKLUSIF INI/ BERLANGSUNG SELAMA DUA HARI/ DARI TANGGAL 9 SAMPAI TANGGAL 10 SEPTEMBER/ YANG BERTEMPAT DI BALL ROOM AMARTA HOTEL MELIA PURWOSANI// TUJUAN DI SELENGGARAKAN SEMINAR INI/ SEBAGAI WUJUD PENSOSIALISASIAN TERHADAP HUKUM DAN HAK CIPTA//

1 Baca lebih lajut

091922 AKJ 11 September 2004 Penataran DIKTI

091922 AKJ 11 September 2004 Penataran DIKTI

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan,maka Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) mengadakan Penataran Calon Penulis Buku Ajar Perguruan Tinggi.Yang dilaksanakan di Hotel Safir pada tgl 8 -18 September 2004. Dan sebagai ketua progaram penataran ini adalah Bpk Drs.Adjat Sakri.Msc.

1 Baca lebih lajut

091858 AKJ 11 September 2004 Pelatihan Ricky

091858 AKJ 11 September 2004 Pelatihan Ricky

Sejalan dengan perkembangan Tehnologi yang makin lama makin modern.Menggunakan jasa medis dan alat – alat modern makin mahal harganya.Maka pada hari ini tgl 11 September 2004,Yayasan Suharlim Foundation mengadakan Penyembuhan Reiki & Ling-Chi yang bertempat di Balai pamungkas acara ini berlangsung dari jam 07.00 –

1 Baca lebih lajut

MENDEFINISIKAN PERAN NATO PASCA 11 SEPTEMBER

MENDEFINISIKAN PERAN NATO PASCA 11 SEPTEMBER

NATO sebagai organisasi pakta pertahanan sepertinya perlu mendefinisi ulang identitas serta perannya. Ketika struktur inti organisasi tidak lagi berfungsi, maka keberadaan NATO saat ini perlu dipertanyakan kembali. Bahkan dalam kasus 11 September ini, NATO seolah menjadi korban dari perang melawan terorisme yang dikumandangkan Amerika? NATO telah gagal memanfaatkan momentum 11 September ini untuk mengaktifkan kembali perannya sebagai sebuah aliansi yang memberikan garansi collective defence.

7 Baca lebih lajut

Kritik Peristiwa 30 September 1965 dan I

Kritik Peristiwa 30 September 1965 dan I

Kemudian pihak lain yang mengungkapkan bahwa ada beberapa adegan yang berlebihan, ia adalah Amoroso Katamsi. “Film ini sengaja dibuat untuk memberi tahu rakyat bagaimana peran PKI saat itu. Jadi memang ada semacam muatan politik,” ujar Amoroso Katamsi, pemeran Presiden Soeharto dalam film Pengkhianatan G 30S-PKI (Sari, 2012). Dari pihak sejarawan, ada sosok Hilmar Farid yang menyatakan dengan tegas bahwa film tersebut adalah propaganda orde baru. “Dari segi produksi, kita lihat pembuatannya, ditangani langsung PPFN dengan restu S oeharto,” tulis dia dalam surat elektronik ( Sari, 2012). Hal tersebut semakin meyakinkan bahwa adanya pandangan tersendiri dari pemerintah Orde Baru terhadap peristiwa 1965. Namun semenjak tahun 1998, kebijakan penayangan film Pengkhianatan G 30 S/PKI dihapuskan. Penghapusan tersebut dilakukan oleh Menteri Penerangan saat itu Yunus Yosfiah, karena diduga sebagai propaganda orde baru.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Implikasi Peristiwa Black September Terh

Implikasi Peristiwa Black September Terh

Black September tentu saja berpengaruh banyak terhadap Islamophobia serta tindakan anti imigran di Eropa yang sempat hilang sekitar tahun 1995. Masyarakat Eropa kembali melakukan tindakan rasisme untuk menghambat perkembangan Islam dan juga keberadaan kaum Muslim yang setiap tahunnya semakin bertambah. Masyarakat Eropa semakin diselimuti ketakutan akan terjadinya tragedi yang sama di Eropa. Sesuai dengan hipotesis yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa Peristiwa Black September berimplikasi pada semakin tingginya tingkat Islamophobia di Eropa. Masyarakat Eropa semakin diselimuti ketakutan dan merasa terancam dengan kejadian yang dianggap sebagai teror Muslim Al Qaeda yang dipimpin oleh Sadam Husein.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EMOSI MELAYU Tantangan dan Peluang Dunia Melayu di Asia Tenggara

EMOSI MELAYU Tantangan dan Peluang Dunia Melayu di Asia Tenggara

Abstract: Recently, the Malay community is often connected to an emotional question that in the Islamic terminology is identified as jihâd (holy war) in its internal and external meanings. The global phenomena like May 13 incident, September 11 attack, invention on Iraq, bombing in Bali, and different conflicts in various regions are phenomena attributed to emotion. Ironically, the Muslims usually become a "scapegoat" of such events. Malay community in Southeast Asian region, especially Indonesia, from day to day undergoes troubles as consequence of collision of civilizations, secularism, modernization, capitalism, revolution, materialism, hedonism, etc. If the Muslims have high quality human index, then all of such troubles can be overcome and Islamic development can be concentrated in Southeast Asian Malay.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS SEJARAH KRONOLOGI KASUS PELANGG

ANALISIS SEJARAH KRONOLOGI KASUS PELANGG

Orang-orang ini diadili dengan maksud untuk menguatkan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan Beny Murdani, bahwa sebenarnya tokoh-tokoh masyarakat setempatlah yang mula-mula menimbulkan kekacauan sehingga terjadinya demonstrasi pada tanggal 12 September. Selain itu, juga dimaksudkan sebagai bantahan, bahwa apa yang tertulis pada selebaran atau pamflet yang menuduh Babinsa setempat masuk ke tempat suci tanpa melepas sepatu dan menyiraminya dengan air comberan, tidak seluruhnya benar. Issu ini disebarkan dengan sengaja untuk membakar emosi dan membangkitkan kemarahan massa. Dan Rambe serta Sulaeman dituduh menyerang petugas keamanan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Buletin Ketenagalistrikan No.43 Vol.11 September 2015

Buletin Ketenagalistrikan No.43 Vol.11 September 2015

Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan ketenagalistrikan, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di daerah. Untuk itu koordinasi antara PTSP Pusat dan Daerah harus selalu dilakukan. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman saat Focus Group Discussion (FGD) antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah se-Kalimantan yang dilaksanakan di Balikapapan, Selasa (11/8). Menurut Jarman, masih banyak perizinan di daerah yang belum didelegasian Kepala Daerah kepada PTSP Daerah. Dengan PTSP di daerah, perizinan untuk membangun pembangkit dan jaringan transmisi dan distribusi listrik yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dapat lebih cepat.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...