Perkembangan Bahasa Anak

Top PDF Perkembangan Bahasa Anak:

KENALI PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DIN

KENALI PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DIN

maupun secara visual. Bahasa juga erat kaitannya dengan aspek perkembangan kognitif karena bahasa merupakan salah satu bagian penting dalam aspek perkembangan berpikir, karena tidak mungkin jika manusia berpikir tanpa menggunakan bahasa. Menurut Vygotsky (1896 – 1934) berpendapat bahwa perkembangan bahasa seiring dengan perkembangan kognitif, malahan saling melengkapi, keduanya berkembang dalam satu lingkup sosial. Aspek perkembangan bahasa Anak Usia Dini meliputi kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Bahasa juga dapat berupa verbal yang meliputi kegiatan mendengarkan (didengar) serta mengucapkan (berbicara) dan secara visual yaitu meliputi kegiatan melihat, menulis, dan membaca. Fungsi bahasa untuk Anak Usia Dini adalah sebagai (a). Alat untuk berkomunikasi dengan lingkungannya; (b). Alat untuk mengembangkan kemampuan intelektual anak; (c). Alat untuk mengembangkan ekspresi anak; (d). Alat untuk menyatakan perasaan dan buah pikiran kepada orang lain.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Terapi Bercerita Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Prasekolah Di Taman Kanak-Kanak Widya Kumara Sari Denpasar Tahun 2015.

Pengaruh Terapi Bercerita Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Prasekolah Di Taman Kanak-Kanak Widya Kumara Sari Denpasar Tahun 2015.

Anak usia prasekolah dapat mengalami keterlambatan perkembangan, salah satunya adalah keterlambatan perkembangan bahasa. Keterlambatan perkembangan bahasa beresiko mengalami kesulitan belajar dan pencapaian akademik yang kurang maksimal. Penyebab keterlambatan perkembangan bahasa adalah kurangnya pemberian stimulasi. Stimulus yang dapat diberikan orang tua untuk meningkatkan perkembangan bahasa adalah terapi bercerita. Kegiatan bercerita dapat membantu perkembangan bahasa anak berkomunikasi secara aktif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bercerita terhadap perkembangan bahasa anak usia prasekolah di TK Widya Kumara Sari Denpasar. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design (one group pretest- postest design). Sampel terdiri dari 42 anak yang dipilih dengan teknik non probability purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi perkembangan bahasa anak usia prasekolah menggunakan lembar observasi DDST II. Dari hasil pretest didapatkan 25 anak perkembangan bahasa normal dan 17 anak perkembangan bahasa suspect. Hasil observasi posttest didapatkan bahwa terjadi peningkatan perkembangan bahasa menjadi 32 orang dengan perkembangan bahasa normal dan 10 orang dengan perkembangan bahasa suspect. Hasil dari uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan signifikan secara statistik dengan tingkat kemaknaan p=0,008 ( p ≤ 0,05) artinya ada pengaruh terapi bercerita terhadap perkembangan bahasa anak usia prasekolah. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada perawat untuk menggunakan terapi bercerita sebagai alternative dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia prasekolah.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI

Kajian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan bahasa anak usia dini. Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan khususnya pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini. Hal ini dilakukan karena ketidakmerataan kemampuan komunikasi anak usia dini yang notabene berpengaruh terhadap ketercapaian tujuan pendidikan di lembaga pendidikan anak usia dini. Permasalahan lain yang melatarbelakangi kajian ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam mendukung perkembangan peserta didik. Orang tua peserta didik cenderung ‘pasrah’ kepada guru-guru di Satuan Pendidikan dalam hal perkembangan peserta didik. Selain itu, orang tua peserta didik juga memberikan tekanan kepada peserta didik untuk giat belajar agar dapat berprestasi. Hal ini berakibat buruk pada perkembangan peserta didik yang notabene juga berpengaruh pada proses pembelajaran di Satuan Pendidikan. Berdasarkan permasalahan-permasalahan di tersebut, dilakukan kajian ini untuk menguraikan hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan bahasa anak usia dini.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

perkembangan bahasa anak  bahasa anak

perkembangan bahasa anak bahasa anak

Kaum nativis berpandangan bahwa seorang anak dilahirkan dengan pengetahuan bawaan kebahasaan yang sering disebut LAD yang bersifat universal pada setiap manusia. Hipotesis tentang perlengkapan bawaan ini mungkin bisa mengakhiri pertentangan antara gagasan behavioristik dan nativistik. Walaupun LAD masih merupakan hipotesis yang terus memerlukan penyempurnaan, tetapi secara perlahan-lahan suatu saat akan terbukti bahwa bukti genetic (ilmiah) tentang pewarisan kemampuan dan akan mendapatkan bukti nyata tentang adanya “gen” bahasa. LAD dan factor-faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan bahasa seseorang. Bertahun-tahun para linguis, psikolog, dan pendidik disibukkan dalam kontroversi “bawaan versus pengasuhan”. Perilaku-perilaku apa saja yang bersifat “bawaan”, yang secara biologis memang sudah begitu dari sananya, dan perilaku-perilaku apa saja yang dipelajari dan ditanamkan dalam sebuah lingkungan melalui “pengasuhan”, melalui pengajaran?
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA

PERBEDAAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan akan dilakukan pembahasan lebih lanjut. Penelitian dengan judul “Perbedaan Perkembangan Bahasa Anak Usia 3-4 Tahun Antara Anak Yang Sekolah Paud Dan Tidak Sekolah Paud Menggunakan Metode DDST II Di Desa Lebak Pakis Aji Jepara” yang dilakukan bulan Februari 2015 dengan cara menggunakan Lembar Penilaian DDST II pada sektor bahasa kepada responden sejumlah 40 anak dan analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat serta dianalisis menggunakan uji Mann Wihtney.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN BAHASA ANAK PERIODE PRELING

PERKEMBANGAN BAHASA ANAK PERIODE PRELING

Pandangan ini diwakili oleh Noam Chomsky (1974). Pandangan ini berpendapat bahwa selama perkembangan awal system linguistik berfungsi secara independen dan tidak dipengaruhi oleh system kognitif dan lingkungan sosial. (During early development, there is no compelling reason to postulate that the linguistic system functions independently of other cognitive and social system) (Kuhl & Meltzoff, 1997: 8). Para pengikut pandangan nativist berpendapat bahwa lingkungan tidak berpengaruh dalam pemerolehan bahasa, melainkan menganggap bahwa bahasa merupakan bawaan biologis yang menjadikan anak mampu memperoleh dengan sendirinya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

MAKALAH PERKEMBANGAN BAHASA ANAK PRODI S

MAKALAH PERKEMBANGAN BAHASA ANAK PRODI S

Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa. Bayi, tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang dari tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang kompleks. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar yang lain “meniru” dan “mengulang” hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa awal. Bayi bersuara, “mmm mmm”, ibunya tersenyum dan mengulang menirukan dengan memperjelas arti suara itu menjadi “maem - maem”. Bayi belajar menambah kata-kata dengan meniru bunyi-bunyi yang didengarkannya. Manusia dewasa (terutama ibunya) di sekelilingnya membetulkan dan memperjelas. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia 6-7 tahun, di saat anak mulai bersekolah. Jadi perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda isyarat. Mampu dan mengusai alat komunikasi diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Model Komunikasi Interaksionis Antara Orangtua Dan Anak Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Tk B Paud Saymara Kartasura Tahun Ajaran 2013/2014.

PENDAHULUAN Hubungan Model Komunikasi Interaksionis Antara Orangtua Dan Anak Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Tk B Paud Saymara Kartasura Tahun Ajaran 2013/2014.

Belajar bahasa harus dilakukan sejak dini agar pada saat dewasa nanti anak dapat berbahasa dengan baik dan benar. Anak belajar bahasa dari berbagai interaksi dengan orang dewasa salah satunya dari orangtua. Apabila orangtua tidak menstimulasi perkembangan bahasanya maka akan menggaggu perkembangan-perkembangan lainnya seperti perkembangan sosial. Orangtua pasti menghendaki agar buah hatinya tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif dan mandiri. Untuk mewujudkannya, orangtua perlu memberi stimulus atau rangsangan terhadap perkembangan anak.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Perkembangan Bahasa Anak Usia 3-5 Tahun di TK Methodist 4 Medan

Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Perkembangan Bahasa Anak Usia 3-5 Tahun di TK Methodist 4 Medan

Adanya dua jenis gangguan bicara ini, orang tua perlu mengetahui bagaimana membedakan kedua jenis gangguan ini dikarenakan kebutuhan akan penanganan yang lebih intensif pada gangguan bicara non disfungsional dpat ditandai dengan adanya gangguan lain seperti gangguan dalam fungsi reseptif, pemecahan masalah, gangguan kecerdasan dan gangguan psikologis. Ciri lain yang menunjukkan bahwa masalah bicara yang dialami anak merupakan masalah berat adalah bila bayi tidak mahu bersenyum sosial sampai sepuluh minggu atau tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia tiga bulan. Tanda lainnya tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia lapan bulan, tidak bicara sampai usia lima belas bulan atau tidak mengucapkan tiga sampai empat kata sampai usia dua puluh bulan (Judarwanto, 2011).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK

PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK

Melihat uraian di atas jelas bahwa pada tahap ini perkembangan yang mencolok adalah perkembangan comprehension (komprehensi) artinya penggunaan bahasa secara pasif (Marat:1983). Komprehensi merupakan elemen bahasa yang dikuasai terlebih dahulu oleh anak sebelum anak bisa memproduksi apa pun yang bermakna. Menurut Altmann (dalam Dardjowidjojo, 2000) bahwa sejak bayi berumur 7 bulan dalam kandungan, seorang bayi telah memiliki sistem pendengaran yang telah berfungsi. Setelah bayi lahir dan mendapatkan masukan dari orang-orang sekitar, dia mengembangkan komprehensi ini lima kali lipat daripada produksinya. Pada hakikatnya komprehensi adalah proses interaktif yang melibatkan berbagai koalisi antara lima faktor, yakni: sintetik, konteks lingkungan, konteks sosial, informasi leksikal dan prosodi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bahasa tidak diturunkan melainkan dapat dikuasai melalui proses pemerolehan, yang harus dipelajari dan ada yang mengajari. Seperti yang sudah dibahas dalam kegiatan belajar sebelumnya bahwa perolehan bahasa anak memerlukan proses pembiasaan yang harus dipelajari seperti halnya tingkah laku yang diperoleh melalui conditioning dan merupakan hasil pengaruh lingkungan (Skinner:1983).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PEMETAAN DIKSI, GAYA BAHASA, DAN LATAR BELAKANG PENULIS CERITA ANAK DI SOLOPOS DALAM KAJIAN PSIKOLINGUISTIK.

PEMETAAN DIKSI, GAYA BAHASA, DAN LATAR BELAKANG PENULIS CERITA ANAK DI SOLOPOS DALAM KAJIAN PSIKOLINGUISTIK.

Cerita anak yang dibuat sesuai dengan perkembangan bahasa anak yang dapat berpengaruh pada perkembangan psikologinya karena di dalam cerita anak Solopos sarat akan nilai-nilai yang baik untuk perkembangan psikologinya, maka bahasa dalam cerita anak Solopos dapat diteliti dengan kajian psikolinguistik. Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan bagaimana kemampuan berbahasa itu diperoleh oleh manusia (Solbin, 1974 dalam Chaer, 2009:5).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRA SEKOLAH (4-5 Tahun) Di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal III KaliwunguKabupaten Jomban

PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRA SEKOLAH (4-5 Tahun) Di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal III KaliwunguKabupaten Jomban

Pendahuluan : Bahasa merupakan alat penting bagi setiap orang karena melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul dengan orang lain keterlambatan bicara dan bahasa menimbulkan hambatan pada anak untuk mengekspresikan emosi, pikiran, pendapat dan keinginannya. Hal ini dapat menimbulkan masalah perilaku, sosialisasi dan pelajaran membaca dan menulis. Tujuan : penelitian ini adalah menganalisis pengaruh media gambar terhadap perkembangan bahasa anak pra sekolah di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal III Kaliwungu Jombang. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan pra eksperimen one group pre test post test.Populasi penelitian ini adalah Semua anak Pra Sekolah Kelas A di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal III Kaliwungu Jombang yang berjumlah 29 orangTehnik sampling menggunakan simple random samplingdengan sampelnya sejumlah 27 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasidengan pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistik menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukkan sebagian besar dari responden yaitu 17 orang perkembangan bahasa anak pra sekolah sebelum diberi media gambar adalah kurang (63%), sebagian besar dari responden yaitu 20 orang perkembangan bahasa anak pra sekolah sesudah diberi media gambar adalah baik (74,1%). Uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi  = 0,000 < (0,05), sehingga H 1 diterima. Kesimpulan : Dari hasil data dapat disimpulkan bahwa Ada
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

t pkkh 0908262 chapter2

t pkkh 0908262 chapter2

41 perabaan, visual, perasaan, kinestetis, dan pendengaran (Tarmansyah, 1995:143). Dengan mengembangkan berbagai kemampuan pengamatan yang dimiliki seseorang, guru memberikan rangsangan melalui berbagai modalitas sensori yang dimilikinya. Berkaitan dengan masalah sensori Prayitno (Edja, 1995:23) menyatakan bahwa: “makin banyak indera anak yang terlibat dalam proses belajar maka semakin mudah dan pahamlah anak dengan apa yang dipelajari”. Pendapat itu didukung Amin (1995:222) yang mengangkapkan bahwa: “malatih sensori motor atau penginderaan merupakan suatu pekerjaan yang memiliki arti yang sangat penting dalam pendidikan”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MAKALAH TUMBUH KEMBANG GANGGUAN BICARA D

MAKALAH TUMBUH KEMBANG GANGGUAN BICARA D

Terdapat perbedaan mendasar antara bicara dan bahasa. Bicara adalah pengucapan yang menunjukkan ketrampilan seseorang mengucapkan suara dalam suatu kata. Bahasa berarti menyatakan dan menerima informasi dalam suatu cara tertentu. Bahasa merupakan salah satu cara berkomunikasi. Bahasa reseptif adalah kemampuan untuk mengerti apa yang dilihat dan apa yang didengar. Bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara simbolis baik visual (menulis, memberi tanda) atau auditorik.

Baca lebih lajut

Pemerolehan Bahasa Pertama dan kedua.docx

Pemerolehan Bahasa Pertama dan kedua.docx

Perlu diingat bahwa strategi-strategi yang telah dikenal perlu dibagi ke dalam komponen-komponennya. Strategi pertama berpegang, pada semboyan: gunakanlah pemahaman nonlinguistik Anda sebagai dasar untuk penetapan atau pemikiran bahasa, Strategi ini berlangsung dan beroperasi pada tahap umum dalam karya Brown mengenai dasar kognitif ujaran tahap I. Strategi pertama ini memiliki rerata Panjang Ucapan; rata-rata (PUR) sebesar 1,75, dan Loncatan Atas (LA) sebesar 5. Adapun objek dan persona terus-menerus ada walaupun di luar jangkauan pandangan yang merupakan pemahaman nonlinguistik yang menjadi dasar atau landasan bagi pengarah bahasa atau terjemahan anak-anak terhadap ketidakstabilan atau kemudahan mengalirkan pemikiran ke dalam kategori-kategori bahasa yang lebih pasti. Penggunaan pemahaman nonlinguistik untuk memperhitungkan serta menetapkan hubungan- hubungan makna-ekspresi bahasa merupakan suatu strategi yang amat persuasif atau dapat merembes pada diri anak-anak.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN KEJADIAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN (Studi Di TK Wonogriyo Kec.Tekung Kab.Lumajang) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN KEJADIAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN (Studi Di TK Wonogriyo Kec.Tekung Kab.Lumajang) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

saudara kandung tidak rukun dan lebih memilih untuk lebih dekat dengan orang lain dari pada dengan saudaranya dan yang sering menjadi pelarian adalah saudara sepupu, sebab dengan saudara sepupu yang bersangkutan dapat merasakan aura persaudaraan dengan resiko persaingan yang minimum. Dampak yang paling fatal dari sibling rivalry adalah putusnya tali persaudaraan jika kelak orang tua meninggal menurut Priatna dan Yulia (2008), pertengkaran yang terus menerus dipupuk sejak kecil akan terus meruncing saat anak-anak beranjak dewasa. Mereka akan terus bersaing dan saling mendengki. Bahkan ada kejadian saudara kandung saling membunuh karena memperebutkan warisan. Beberapa permasalahan sering timbul karena adanya adik baru atau persaingan antar saudara kandung,namun penanganan yang baik dapat mengurangi rasa cemburu (Suririnah,2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN KOGNISI DAN BAHASA ANAK

PERKEMBANGAN KOGNISI DAN BAHASA ANAK

Kognisi anak usia 0,1-2 tahun disebut sensorimotorik, yakni motorik (gerak) sebagai reaksi dari rangsang sensorik. Yang penting adalah tindakan konkret. Benda dianggap tidak ada jika tidak tampak. Setelah berumur 9-12 bulan, anak dapat menemukan benda yang disembunyikan di tempat yang dilihat. Setelah umur dua tahun, anak tahu bahwa benda bisa disimpan dan disembunyikan di suatu tempat. Setelah usia 18 bulan, anak mulai berpikir bahwa kata mewakili benda. Kata disebut sebagai simbol.

Baca lebih lajut

Perilaku Orangtua dalam Menangani Hambatan Komunikasi pada Anak Autis di Rumah TerapiKudos Kindle Medan

Perilaku Orangtua dalam Menangani Hambatan Komunikasi pada Anak Autis di Rumah TerapiKudos Kindle Medan

Andriana (2008) menyatakan bahwa penyandang autisme pada umumnya mengalami gangguan kemampuan dalam interaksi sosial, kemampuan berkomunikasi atau berbahasa, kemampuan perilaku dan minat. Gangguan tersebut menyebabkan mereka kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungannya, untuk menghadapi masa depan yang lebih baik mereka memerlukan penanganan yang cepat dan tepat, jika tidak ditangani dengan cepat mereka tidak dapat berbaur dan hidup mandiri dalam di masyarakat. Penanganan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan terapi. Terapi ada bermacam-macam, namun terapi untuk penderita autism biasanya berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan masing-masing. Waktu terapi dan keberhasilannya juga tidak sama. Peran serta orang tua dengan rajin mengulang terapi di rumah, tingkat kecerdasan anak, serta ringan atau beratnya autisme akan sangat berpengaruh.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini

Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini

Dalam buku Strategi Pembelajaran Bahasa oleh Iskandarwassid pada pembahasan Pendekatan dan Metodologi Pembelajaran Bahasa mengenai pendekatan fungsional dituliskan menurut Semi (1993), pendekatan ini meyarankan apabila mempelajar bahasa sebaiknya melakukan kontak langsung dengan masyarakat atau orang yang menggunakan bahasa itu. Dengan demikian. Peserta didik langsung menghadapi bahasa yang hidup dan mencoba memakainya sesuai dengan keperluan komunikasi. Mereka dengan sendirinya merasakan fungsi bahasa tersebut dalam komunikasi langsung ((Iskandarwassid, 2008: 43).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Psikologi perkembangan anak  bahasa anak

Psikologi perkembangan anak bahasa anak

Bila anak belum siap belajar, upaya mengajar mereka membuang buang waktu dan tidak ada gunanya. Hal itu akan menimbulkan perilaku yang justru tidak diinginkan, misalnya belajar kebiasaan buruk atau tidak ingin belajar. Sebaliknya apabila anak sudah siap belajar, tetapi tidak didorong untuk melakukannya, maka minat mereka akan hilang. Kemudian ketika para orang tua dan guru memutuskan bahwa telah tiba saatnya untuk belajar mereka tidak mau lagi berusaha.[5]

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...