Perkembangan Pariwisata

Top PDF Perkembangan Pariwisata:

Pengaruh Perkembangan Pariwisata Terhadap Kebudayaan Dan Bahasa

Pengaruh Perkembangan Pariwisata Terhadap Kebudayaan Dan Bahasa

Kebudayaan merupakan suatu yang sangat penting bagi perkembangan pariwisata.Dengan berkembangnya pariwisata diharapkan semakin baik pula kehidupan masyarakat kedepannya dan perkembangan pariwisata akan memberikan efek terhadap kehidupan masyarakat setempat maupun masyarakat lokal, maka dari itu, kebudayaan itu harus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh masyarakat.selain pengaruh pariwisata terhadap kebudayaan, pariwisata juga dapat mempengaruhi bahasa yaitu mempengaruhi dalam bidang kosa kata dan istilah, artinya perkembangan pariwisata dapat memperkaya khasanah perbendaharaan kata dan istilah dalam bahasa Indonesia.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PENGARUH WISATA KULINER TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA KOTA SOLO.

PENGARUH WISATA KULINER TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA KOTA SOLO.

Laporan tugas akhir ini berisi tentang pengaruh Wisata Kuliner terhadap perkembangan Pariwisata Kota Solo, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tujuan dan motif yang membuat wisatawan datang berwisata ke Kota Solo, untuk mengetahui kuliner favorit yang sering di cari para wisatawan, untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam meningkatkan Wisata Kuliner, untuk mengetahui sebab yang menjadikan Wisata Kuliner sebagai icon Kota Solo, mengatahui factor yang mempengaruhi perkembangan Wisata Kuliner di Kota Solo.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA MONUMEN KRESEK DI KABUPATEN MADIUN

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA MONUMEN KRESEK DI KABUPATEN MADIUN

bahwa sosialisasi wacana pariwisata bagi masyarakat sekitar lokasi objek wisata sangat penting, sebab akan mendorong masyarakat untuk berperan serta membantu pembangunan pariwisata. Masyarakat akan tertarik untuk ikut menunjang pembangunan pariwisata apabila masyarakat telah memahami bahwa akan memperoleh manfaat yang positif. Jika masyarakat sudah beranggapan pariwisata akan bermanfaat baginya maka, dengan sendirinya akan berpartisipasi mengembangkan pariwisata di daerahnya yang sesuai dengan kondisi daerah dan kultur masyarakat setempat. Perkembangan pariwisata memberikan dua dampak yang mungkin terjadi kepada masyarakat setempat, yaitu pariwisata akan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat atau justru sebaliknya,
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Sektor Properti Terhadap Perkembangan Pariwisata di Berastagi

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Sektor Properti Terhadap Perkembangan Pariwisata di Berastagi

Berkaitan dengan pertumbuhan properti pariwisata serta pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata, maka penulis akan melakukan analisis tentang pengaruh pertumbuhan sektor properti terhadap perkemangan pariwisata di Berastagi. Subjek penelitian adalah properti pariwisata yang difokuskan pada hotel berbintang dan non bintang menggunakan indikator jumlah tempat tidur, serta jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara selama 20 tahun (1985-2004), serta 30 orang responden penelitian dari wisatawan yang sedang melakukan kunjungan wisata di Berastagi untuk melihat kepuasan terhadap properti dan kepariwisataan Berastagi. Pengujian hipotesa penelitian menggunakan metode analisis statistik regresi ganda untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan properti pariwisata (jumlah tempat tidur hotel berbintang dan non bintang) terhadap perkembangan pariwisata (jumlah kunjungan wisatawan domestrik dan mancanegara).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Bali dalam Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan di Tengah Perkembangan Pariwisata

Bali dalam Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan di Tengah Perkembangan Pariwisata

Perkembangan pariwisata dan budaya yang pada umumnya telah membawa berbagai perubahan besar dalam masyarakat Bali pada berbagai bidang, baik dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, idiologi dan lain-lain. Perubahan tersebut seiring dengan kemajuan pembangunan daerah akan mengantarkan orang untuk memasuki pola hidup yang berbeda, entah itu menjadi daerah industry ataupun pengelolaan sistem jasa. Proses transformasi budaya yang menempatkan manusia Bali dalam posisi transisi (antara tradisional dan menuju modern) memunculkan kekhawatiran banyak pihak, apakah hal tersebut akan mengguncang keberadaan akar-akar budaya, adat dan agamanya ?, penulis beranggapan untuk saat ini tidak. Memang ada guncangan- guncangan tersebut, namun guncangan tersebut tidak sampai membahayakan poros- poros budaya, adat, dan agama. Struktur sosial dan budaya Bali memiliki ketahanan yang cukup dinamis dan cukup berarti, sehingga masih memiliki daya lentur yang baik dalam beradaptasi dengan segala perubahan lingkungan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

DAMPAK PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KONDISI EKONOMI SOSIAL DI DESA CIHIDEUNG.

DAMPAK PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KONDISI EKONOMI SOSIAL DI DESA CIHIDEUNG.

1. Gambaran dampak perkembangan pariwisata terhadap kondisi ekonomi masyarakat lokal berada pada kategori sedang dengan prosentase sebesar 54.4%. Dengan beragam tempat wisata dan tempat hiburan lainnya memberikan keuntungan kepada masyarakat lokal dengan membuka usaha di sekitar kawasan wisata yang pada akhirnya menambah pendapatan sampingan masyarakat di samping pendapatan dari profesinya yang utama. Dampak positif yang lain adalah lapangan pekerjaan semakin terbuka luas dan beragam akibat dari kegiatan pariwisata yang terjadi di Desa Cihideung. Dampak yang bisa dianggap positif lainnya adalah masyarakat lokal yang berpegang teguh pada kebudayaan mereka sendiri tidak terpengaruh dari budaya wisatawan yang datang.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

PENGARUH PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAp perkembangan

PENGARUH PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAp perkembangan

(4) Perkembangan pariwisata di Indonesia juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan bahasa Indonesia terutama dalam hal khazanah kosa kata. Misalnya: agrowisata, apartemen, awak kabin, bandara, bar, bartender, brosur, Usaha Perjalanan Wisata, kargo, souvenir, reservasi, Diparda, destinasi, objek wisata, daerah tujuan wisata, ekowisata, embarkasi, hotel, restoran, jasa boga, kepariwisataan, paspor, devisa, visa, pelancong, pramusaji, pramuwisata, prasmanan, bufe, sadar wisata, sapta pesona, tata graha, tour, wisatawan, paket wisata, wisatawan domestic (wisdom), dan wisatawan mancanegara (wisman). Sedangkan masalah yang muncul adalah belum maksimalnya fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana pengungkap komponen dan produk-produk industri pariwisata.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Peran City Walk sebagai pendukung perkembangan pariwisata kota solo 2

Peran City Walk sebagai pendukung perkembangan pariwisata kota solo 2

Solo adalah kota budaya, kota ini terletak di bagian timur provinsi Jawa Tengah. Kota yang sampai sekarang masih kental dengan budaya yang semakin lama semakin menunjukkan kemajuan di bidang industri pariwisata. Adapun peran city walk sebagai faktor pendukung perkembangan pariwisata kota Solo meliputi:

10 Baca lebih lajut

Peran Industri Kerajinan Dan Makanan Dalam Perkembangan Pariwisata Di Kota Medan

Peran Industri Kerajinan Dan Makanan Dalam Perkembangan Pariwisata Di Kota Medan

Sebelum melakukan perjalanan city tour atau yang dikenal dengan keliling kota, perlu terlebih dahulu untuk kita mengetahui apa jenis objek wisata yang akan dikunjungi, sehingga akan cepat mengingat kesan yang kita peroleh setelah melakukan perjalanan. Karena dalam melakukan perjalanan membutuhkan persiapan yang tidak hanya untuk fisik saja tetapi juga mental dan pikiran serta pengetahuan yang cukup untuk mencerna apa yang menjadi keunikan dari objek wisata yang kita kunjungi tersebut. Keunggulan dari pariwisata kota Medan selama ini masih sedikit masyarakat (khususnya orang medan) yang paham dan mau berpartisipasi untuk menjaga dan melestarikannya.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

Perkembangan Pariwisata Kabupaten Karanganyar tahun 1987 – 2000

Perkembangan Pariwisata Kabupaten Karanganyar tahun 1987 – 2000

Buku lain yang digunakan dalam penulisan ini yaitu Ilmu Pariwisata: Sebuah Pengantar Perdana (1986) karangan Nyoman S. Pendit. Buku ini berisi tentang definisi, bentuk dan jenis pariwisata, perwilayahan industri pariwisata Indonesia, kebijakan pariwisata, peranan pariwisata dalam ekonomi, serta publisitas wisata. Yang dimaksud perwilayahan industri wisata Indonesia adalah pembagian wilayah-wilayah wisata yang dipandang memiliki potensi, selanjutnya dapat dijadikan tujuan pasti. Dalam pengertian ilmiahnya wilayah ini disebut daerah tujuan wisata atau tourist destination area, yang batasannya adalah sebagai berikut. “Yang dimaksud dengan wilayah pariwisata adalah tempat atau daerah yang karena atraksinya, situasinya dalam hubungan lalu lintas dan fasilitas-fasilitas kepariwisataannya menyebabkan tempat atau daerah tersebut menjadi objek kebutuhan wisatawan. Adapun atraksi atau objek menarik yang dimaksud adalah sesuatu yang memungkinkan dihubungkan dengan keindahan alam, kebudayaan, perkembangan ekonomi dan politik, lalu lintas, kegiatan oleh raga, dan sebagainya, tergantung pada kekayaan suatu daerah dalam soal pemilihan atraksi suatu objek.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

PERUBAHAN SOSIAL DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG.

PERUBAHAN SOSIAL DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG.

Pengetahuan Guru Sekolah Dasar tentang Pedoman Umum Gizi Seimbang Anak Usia Sekolah Dasar sebagai Hasil Pelatihan Sekolah Sehat Pedoman Umum Gizi Seimbang Anak Usia Sekolah Dasar per[r]

37 Baca lebih lajut

Tren perkembangan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2006 - 2014.

Tren perkembangan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2006 - 2014.

Kesadaran akan peran sektor pariwisata dalam mendongkrak perekonomian menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah daerah dengan cara mengembangkan daerahnya menjadi destinasi wisata. Pariwisata sendiri menjanjikan dampak multi ganda yang mampu menggerakkan roda perekonomian suatu daerah. Dengan adanya kunjungan wisata, bukan saja insan pariwisata seperti agen perjalanan wisata, pemandu wisata, maupun pengelola obyek wisata yang mendapatkan dampak ekonomi dari pariwisata, tetapi juga pihak-pihak lain di luar sektor pariwisata seperti hotel, restoran, sarana transportasi, dan lainnya. Hal inilah yang melatarbelakangi keinginan daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan harapan mendapatkan manfaat ekonomi dari kunjungan wisata. Adapun upaya pengembangan dilakukan untuk menggali dan mengembangkan potensi wisata serta memenuhi komponen yang harus ada dalam suatu destinasi.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

PERAN HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA CABANG SURAKARTA DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DI SURAKARTA

PERAN HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA CABANG SURAKARTA DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DI SURAKARTA

Diharapkan bukan hanya hal materi yang didapatkan selama kunjungan para wisatawan, melainkan juga kepuasan, kenyamanan dan keinginan wisatawan untuk datang kembali lagi. Sebab bila para wisatawan merasa senang dan aman tinggal di suatu tempat akan dapat dipastikan obyek atau tempat kunjungan itu telah memiliki daya tarik dan obyek tersebut sudah menempati posisinya sebagai salah satu kawasan untuk berwisata atau kawasan pariwisata atau disebut juga Daerah Tujuan Wisata harus memerhatikan beberapa aspek agar dapat memenuhi standar pariwisata, sehingga pihak yang bersangkutan mengelola obyek wisata mengerti pengertian dan hal- hal yang diperlukan, yaitu :
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

SEJARAH PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN DEFI

SEJARAH PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN DEFI

buku  petunjuk  The  true  guide  for  foreigners  traveling  in  France,  to  appreciate  it’s  beauties, learn the languange and take the excersise.  Di dalam buku ini diceritakan  tentang keadaan di sepanjang jalan menuju kota Paris dan kota‐kota yang dilaluinya.   Disamping  definisi  keluaran  Yoeti  dan  para  pemikir  pariwisata  jaman  40an  hingga 80an, perlu juga menilik definisi dari peneliti era kontemporer akhir 90an dan  abad 21 ini. Mengenai hal ini, pemikiran yang dikemukakan Christian Nielsen dalam  memaparkan  pengertian  pariwisata  menjadi  sangat  menarik.  Menurut  Nielsen  (2001), dalam mendefinisikan kepariwisataan, banyak pendekatan yang bisa diambil  oleh  para  peneliti  pada  tahun‐tahun  belakangan  ini.  Setidaknya  ada  enam  pendekatan  bisa  digunakan,  antara  lain;  pendekatan  ekonomi,  teknis,  pengalaman,  psikologis, menyeluruh dan komunikasi. 
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perkembangan Pariwisata Di Banyuwangi Pada Tahun 2000-2015.

Perkembangan Pariwisata Di Banyuwangi Pada Tahun 2000-2015.

Lampiran 5 : Pembangunan pariwisata Pulau Merah yang dilakukan oleh Pemerintah daerah bekerjasama dengan POKMAS wisata.. Lampiran 6 : Pemerintah daerah Banyuwangi melakukan survei tempat[r]

13 Baca lebih lajut

Potensi Dan Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Mandailing Natal

Potensi Dan Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Mandailing Natal

Pengembangan dan pembangunan suatu daerah wisata memerlukan kerjasama erat dari pemerintah, perencana fisik, arsitek, investor juga memerlukan bantuan dari pakar ekonomi, sosiologi, ekowisata, serta masyarakat yang diharapkan aktif ikut serta dalam melancarkan segala usaha yang diupayakan oleh pemerintah demi kebaikan bersama. Pada tahap pembangunan sekarang ini, pariwisata masuk kedalam proses perkembangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat terutama dari segi ekonomi dan ilmu pengetahuan. Pariwisata juga mengembangkan tugas pokok untuk dapat menciptakan dan meningkatkan devisa Negara, memperkenalkan alam dan kebudayaan Indonesia, semuanya dilakukan dengan tetap memelihara dan memperlihatkan kepribadian nasional serta kelestarian lingkungan hidup.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

ANALISA SWOT PERKEMBANGAN PARIWISATA IND

ANALISA SWOT PERKEMBANGAN PARIWISATA IND

menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor andalan sebagai sumber devisa negara. Namun besar kecilnya devisa yang diterima dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Pariwisata dapat menghasilkan pendapatan yang luar biasa bagi suatu daerah teruatama bila dikelola dengan baik

15 Baca lebih lajut

Perkembangan Pariwisata di buleleng Bali

Perkembangan Pariwisata di buleleng Bali

Tidak semua pengembangan agrowisata bisa berjalan dengan baik. Agrotourism di Sibetan-Kabupaten Karangasem yang memanfaatkan kegiatan dan hasil pertanian salak-yang merupakan icon buah Bali sebagai objek dan daya tarik wisatanya tidak beroperasi sebagaimana yang direncanakan. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap kegagalan pengelolaan agrowisata di tempat ini. Ketidakjelasan manajemen pengelolaan merupakan faktor utama. Objek agrowisata ini tidak dikelola dengan baik mulai dari penataan areal yang dijadikan objek, operasional kegiatan tour, dan sumber daya manusia. Faktor lain adalah pemasaran. Objek Agrowisata Sibeten belum dipasarkan secara maksimal oleh manajeman pengelolanya sehingga belum banyak dikenal oleh para operator tour yang menjual paket-paket wisata di Bali. Pemerintah khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Karangasem semestinya mempetakan kembali objek-objek wisata yang ada di wilayahnya dan selanjutnya mempromosikan melalui media masa, televisi, internet dan media publikasi lainnya. Selain manajemen dan pemasaran, kerjasama antar stakeholder pariwisata (pemerintah, LSM, masyarakat lokal, industri pariwisata, dan akademisi) belum berjalan dengan baik karena hanya travel agent yang menjual paket wisata ke daerah Timur Bali saja yang berjalan sendiri-sendiri tanpa ada dukungan dari stakeholder pariwisata yang lainnya. Kesimpulannya, pertanian sangat memungkinkan untuk disenergikan dengan pariwisata yang diwujudkan dalam pengembangan agrowisata. Perlu adanya komitmen dari seluruh stakeholder pariwisata untuk bersama-sama menerapkan kosep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) atau di Bali sering disebut sebagai Ajeg Bali yaitu keberlanjutan sumber daya alam, sosial-budaya, dan pemberian manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Perkembangan dan Potensi Obyek Pariwisata Kota Surakarta.

PENDAHULUAN Analisis Perkembangan dan Potensi Obyek Pariwisata Kota Surakarta.

4 dan VCD yang terbukti mampu mengalihkan orientasi kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, perubahan perilaku wisatawan tersebut harus direspon dengan kegiatan promosi yang terus menerus (Susanty, 2010). Destinasi wisata yang ditawarkan harus sudah berbasis teknologi informasi, dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan dan meningkatkan kualitas pariwisata daerah menuju pasar internasional. Daerah harus melakukan inovasi, kreasi dan pengembangan terhadap potensi pariwisata dengan mencari dan menciptakan sesuatu yang baru terhadap destinasi pariwisata yang diunggulkan.Sejarah perkembangan pariwisata dunia dimulai seiring perkembangan industri itu sendiri. Perkembangan kebijakan pariwisata dunia telah mengalami tiga tahapan generasi yang berbeda yaitu, paradigma kebijakan pariwisata massal, paradigma kebijakan pariwisata untuk kesejahteraan sosial dan paradigma kebijakan pariwisata terpadu (Fayos-Sola 1996, dalam Kodhyat 1996).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN OBJEK WISATA BUDAYA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT BATAK TOBA DI DESA SIALLAGAN KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR, SKRIPSI. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2015.

PERKEMBANGAN OBJEK WISATA BUDAYA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT BATAK TOBA DI DESA SIALLAGAN KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR, SKRIPSI. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2015.

Pariwisata merupakan industri besar dan merupakan sektor jasa dengan tingkat pertumbuhan paling pesat didunia saat ini. Bersama dengan industri teknologi dan informasi, industri pariwisata diperkirakan menjadi pergerakan utama perekonomian abad XXI. Selain itu, industri pariwisata juga sangat mempengaruhi pendapatan negara, terutama negara yang memiliki destinasi wisata dan potensi alam yang indah. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan untuk menambah pendapatan devisa negara. Sehingga dalam pengembangannya, pemerintah berusaha untuk menetapkan kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung perkembangan pariwisata tersebut.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...