Perlindungan merek terkenal

Top PDF Perlindungan merek terkenal:

PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL TERHADAP TINDAKAN PASSING OFF DAN DILUTION DALAM HUKUM MEREK INDONESIA (SUATU TINJAUAN KOMPARATIF) - Unika Repository

PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL TERHADAP TINDAKAN PASSING OFF DAN DILUTION DALAM HUKUM MEREK INDONESIA (SUATU TINJAUAN KOMPARATIF) - Unika Repository

C. Pengaturan Perlindungan Merek Terkenal dalam Hukum Merek Indonesia di Masa yang Akan Datang (Ius Constituendum)........................................................................... 1. Pengaturan Perlindungan Merek Terkenal Terhadap Tindakan Passing Off dan Dilution di Singapura .................. 2. Pengaturan Perlindungan Merek Terkenal Terhadap Tindakan Passing Off dan Dilution di Amerika Serikat ........ 3. Pengaturan Perlindungan Merek Terkenal Terhadap Tindakan Passing Off dan Dilution dalam Kebijakan Hukum Merek Indonesia di Masa yang Akan Datang (Ius Constituendum) ...................................................................... 104 104 127 153 BAB IV PENUTUP ...................................................................................... 172
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Adapun dalam skripsi ini akan dibahas lebih lanjut tentang bagaimana perkembangan perlindungan merek terkenal dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2016 dibandingkan dengan Undang-Undang No.15 Tahun 2001, mengapa suatu merek terkanal perlu secara spesifik dilindungi dan bagaimana perlindungan merek terkenal dihubungakn dengan itkad baik dalam Putusan MA No. 558K/Pdt.Sus-HKI/2015 .

11 Baca lebih lajut

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Adapun dalam skripsi ini akan dibahas lebih lanjut tentang bagaimana perkembangan perlindungan merek terkenal dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2016 dibandingkan dengan Undang-Undang No.15 Tahun 2001, mengapa suatu merek terkanal perlu secara spesifik dilindungi dan bagaimana perlindungan merek terkenal dihubungakn dengan itkad baik dalam Putusan MA No. 558K/Pdt.Sus-HKI/2015 .

1 Baca lebih lajut

BAB IV BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM SEBAGAI LANGKAH MEWUJUDKAN PERSAINGAN USAHA SEHAT - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Ratio Legis Perlindungan Merek Terkenal

BAB IV BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM SEBAGAI LANGKAH MEWUJUDKAN PERSAINGAN USAHA SEHAT - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Ratio Legis Perlindungan Merek Terkenal

Perlindungan hukum preventif di sini ialah perlindungan sebelum terjadi tindak pidana atau pelanggaran hukum terhadap merek dan merek terkenal. Dalam hal ini sangat bergantung pada pemilik merek untuk mendaftarkan mereknya agar mendapat perlindungan hukum. Dengan demikian, perlindungan merek diberikan kepada pemilik merek terdaftar. Namun demikian, dimungkinkan pula perlindungan terhadap merek tidak terdaftar dengan syarat bahwa merek tersebut termasuk dalam kategori merek terkenal. Dengan itu maka jelaslah bahwa pemilik merek terkenal akan memperoleh perlindungan hukum secara preventif dengan adanya berbagai persyaratan permohonan pendaftaran merek tersebut. Mekanisme perlindungan merek terkenal selain melalui inisiatif pemilik merek tersebut dapat
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Adapun judul tulisan ini adalah ”Perlindungan Merek Terkenal diIndonesia dihubungkan dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558 K/Pdt.Sus-HKI/2015 telah sampai sejauh ini belum ditemukan adanya judul yang sama seperti judul tersebut diatas atas uji bersih yang dilakukan dalam Departemen Kekhususan Hukum Perdata BW Fakultas HukumUnivesitas SumatraUtara , sehingga tulusan ini asli. Namun terdapat skripsi yang membahas masalah perlindungan merek.

13 Baca lebih lajut

BAB II PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL DALAM HUKUM MEREK INDONESIA - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum terhadap Merek Terkenal di Indonesia: Studi Kasus Putusan MA Nomor 264K/PDT.SUS-HKI/2015

BAB II PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL DALAM HUKUM MEREK INDONESIA - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum terhadap Merek Terkenal di Indonesia: Studi Kasus Putusan MA Nomor 264K/PDT.SUS-HKI/2015

Salah satu contoh kasus perlindungan hukum terhadap merek terkenal yang telah terdaftar melalui hak prioritas adalah kasus pada merek Crocs di Indonesia. Merek Crocs telah terdaftar pada Ditjen HAKI melalui hak prioritas, pada tanggal 25 November 2005 dengan Nomor D002005026051, dengan nama pemilik Crocs Inc, yang berkedudukan 6273 Monarch Park Place, Niwot. Sebelumnya telah terdaftar di negara asal Amerika Serikat. Pada prakteknya di Indonesia banyak muncul produk sandal dari Cina yang terindikasi mirip dengan sandal Crocs. Perlindungan hukum terhadap merek terkenal Crocs yang berasa dari Amerika Serikat di wilayah yuridiksi Indonesia, hanya dapat dilakukan dengan pendaftaran melalui hak prioritas, karena bergabungnya Indonesia dalam perjanjian internasional pada World Intellectual Property Organization (WIPO).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Ratio Legis Perlindungan Merek Terkenal

BAB I PENDAHULUAN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Ratio Legis Perlindungan Merek Terkenal

Maraknya industry suatu perusahaan akan berpengaruh terhadap tiga hal utama, yaitu goodwill, persaingan usaha tidak sehat, dan perlindungan konsumen. Setiap konsumen berhak mendapatkan goodwill dari hasil usaha dimana salah satu reputasi baik dapat berupa merek yang sudah dikenal oleh masyarakat luas sesuai strategis dari para pelaku usaha. Masalah merek erat kaitannya dengan persaingan tidak sehat (unfair competition), bila pelaku usaha dalam melakukan usahanya yang sejenis bersama-sama berusaha dalam daerah yang sama pula maka masing-masing dari mereka berusaha sekeras-kerasnya melebihi yang lainnya untuk mendapatkan tempat di hati konsumen secara kompetitif. Jadi tidak hanya merek yang dipertaruhkan, lebih dari itu adalah kualitas barang atau keunggulan produk serta pelayanan kepada konsumen. Untuk perlindungan konsumen atas barang dan harga ini dimaksudkan agar penggunaan barang dengan kualitas yang dibawah standar atau kualitas yang lebih rendah daripada nilai harga yang dibayar. Dengan perlindungan yang demikian, maka konsumen tidak akan diberikan barang dengan kualitas yang lebih rendah dari pada harga yang dibayarkannya 11 . Yang melindungi konsumen dari penggunaan barang yang tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, adalah Pasal 8 ayat (1) a, yang menyatakan bahwa pelaku
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Perlindungan Merek Terkenal Berdasarkan Pasal 6 ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek Dalam Sengketa Merek (Studi Putusan Nomor 45/Pdt.Sus-Merek/2015/PN.Niaga.Jkt.Pst) - Ubharajaya Repository

BAB I PENDAHULUAN - Perlindungan Merek Terkenal Berdasarkan Pasal 6 ayat 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek Dalam Sengketa Merek (Studi Putusan Nomor 45/Pdt.Sus-Merek/2015/PN.Niaga.Jkt.Pst) - Ubharajaya Repository

Dewasa ini, sengketa merek terkenal banyak terjadi di Indonesia. Dalam pengaturan hukum merek Indonesia, sekilas terdapat penjelasan mengenai merek terkenal. Munculnya merek terkenal ini berawal dari tinjauan terhadap merek berdasarkan reputasi (reputation) dan kemasyhuran (reknown) suatu merek. Berdasarkan pada reputasi dan kemasyhuran merek dapat dibedakan dalam tiga jenis, yakni merek biasa (normal marks), merek terkenal (well known marks), dan merek termasyhur (famous marks). Khusus untuk merek terkenal ini tingkatannya lebih tinggi dibandingkan 2 (dua) jenis merek lainnya yaitu merek biasa dan merek termasyhur, karena reputasinya yang tinggi tersebut serta memiliki kekuatan pancaran yang memukau dan menarik, sehingga jenis barang apa saja yang berada di bawah merek terkenal itu langsung menimbulkan sentuhan keakraban (familiar attachment) dan ikatan mitos (mythical context) kepada segala lapisan konsumen. 4
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL TIDAK TERDAFTAR DALAM PERSPEKTIF STELSEL PENDAFTARAN MEREK DIHUBUNGKAN DENGAN PRINSIP ITIKAD BAIK BERDASARKAN UU NO.15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK.

PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL TIDAK TERDAFTAR DALAM PERSPEKTIF STELSEL PENDAFTARAN MEREK DIHUBUNGKAN DENGAN PRINSIP ITIKAD BAIK BERDASARKAN UU NO.15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK.

Merek diperlukan untuk membedakan satu produk barang dan jasa dengan produk barang dan jasa lainnya. Dari berbagai merek yang beredar di masyarakat, ada merek yang tidak terdaftar meskipun sudah terkenal sehingga apabila terjadi sengketa terhadap merek tersebut, merek yang tidak terdaftar tidak mendapat perlindungan hukum yang pasti layaknya merek yang sudah terdaftar. Tujuan penelitian dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui stelsel pendaftaran merek yang berlaku di Indonesia dalam melindungi merek terkenal tidak terdaftar yang memiliki itikad baik.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Merek dapat dimiliki secara perorangan atau satu orang karna pemilik merek adalah orang yang membuat merek itu sendiri. Dapat pula terjadi seseorang pemilik merek berasal dari pemberian atau membeli dari orang lain. Selain perorangan, merek juga dapat dimiliki oleh beberapa orang misalnya dua atau tiga orang namun kepemilikan merek harus secara bersama sama. Satu merek sebagai merek bersama. Demikian pula hak atas merek bersama tersebut tidak mungkin dapat dibagi bagi karna merupakan satu kesatuan yang utuh 29

25 Baca lebih lajut

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015

Goutama, Sudargo, Hukum Merek Indonesia, Bandung, PT.Citra Adtya Bakti,1992 Harahap, M.Yahya, Tinjauan Merek Secara Umum Dan Hukum Merek Di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang No.19 T[r]

4 Baca lebih lajut

BAB III PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL MERUPAKAN UPAYA UNTUK MELINDUNGI KONSUMEN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Ratio Legis Perlindungan Merek Terkenal

BAB III PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL MERUPAKAN UPAYA UNTUK MELINDUNGI KONSUMEN - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Ratio Legis Perlindungan Merek Terkenal

Banyak industri memanfaatkan merek-merek terkenal untuk produk-produknya, salah satunya adalah agar mudah dijual, selain itu merek tidak perlu repot mengurus nomor pendaftaran ke Dirjen HaKI atau mengeluarkan modal jutaan rupiah untuk membangun citra produknya (brand image), serta tidak perlu membuat divisi riset dan pengembangan untuk dapat menghasilkan produk yang selalu up to date, karena dengan mudah cara meniru produk orang lain dan untuk pemasarannya yang siap untuk menerima produk tiruan tersebut. Secara ekonomi memang mendatangkan keuntungan yang cukup besar dan beberapa fakta membuktikan hal tersebut, selain itu juga didukung oleh daya beli konsumen yang pas-pasan namun ingin tampil trendi 9 .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II GOODWILL SEBAGAI DASAR PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Ratio Legis Perlindungan Merek Terkenal

BAB II GOODWILL SEBAGAI DASAR PERLINDUNGAN MEREK TERKENAL - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Ratio Legis Perlindungan Merek Terkenal

Apabila suatu perusahaan mencapai tahapan yang menjadikan merek dikenal luas oleh masyarakat konsumen, maka hal itu dapat menimbulkan terdapatnya parakompetitor yang beritikad tidak baik (bad faith)untuk melakukan persaingan tidak sehat dengan cara peniruan, pembajakan, bahkan mungkin dengan cara pemalsuan produk bermerek dengan mendapatkan keuntungan dagang dalam waktu yang singkat 19 .Karena untuk mejadi sebuah merek dan mendapat perlindungan hukum syaratnya adalah merek tersebut harus didaftarkan ke instansi terkait yaitu Dirjen HKI. Prinsip-prinsip yang penting yang dijadikan sebagai pedoman berkenaan dengan pendaftaran merek adalah perlunya itikad baik (goodwill) dari pendaftar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015 Chapter III V

Perlindungan Merek Terkenal Dihubungankan Dengan Itikad Baik Studi Putusan No. 558k Pdt.Sus-Hki 2015 Chapter III V

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya dalam Bab III skrpis ini, ketentuan mengenai perlindungan bagi merek terkenal adalah bentuk kesepakan yang berumber dari keikutsertaan Indonesia beberapa konvensi Internasional seperti yang tercantum dalam dari Pasal 6bis Konvensi Paris yeng mengamanatkan penolakan permohonan bagi merek yang sama atau mirip dengan merek terkenal, Pasal 16 Ayat (2) TRIPs yang menjadikan pengetahuan umum masyarakat sebagai indikator menjadi merek terkenal. Berbagai pendapat ahli yang dibahs dalambab sebelumnyadapat kita simpulakan bahwa pengertian dan kriteria merek terkenal sangat bergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi dan juga tergantung pada peraturan di masing masing negara. Faktor faktor tersebut tidak mengikat dan tidak harus dipenuhi semua untuk menentukan keterkenalan suatu merek. Keberadaanya hanyalah petunjuk untuk membantu pihak yang berwenang dalam menentukan keterkenlan suatu merek.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENGATURAN DOKTRIN DILUSI MEREK SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM MEREK TERKENAL DI INDONESIA | Dwisvimiar | Mimbar Hukum 16720 31970 1 PB

PENGATURAN DOKTRIN DILUSI MEREK SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM MEREK TERKENAL DI INDONESIA | Dwisvimiar | Mimbar Hukum 16720 31970 1 PB

Secara hukum, Negara Indonesia dapat pula mempersiapkan kerangka yuridis bagi perlindungan atas dilusi merek terkenal demi tegaknya kepemilikan dan perlindungan merek terkenal. Secara umum, TRIPs sudah memberikan grand design dalam Pasal 16 ayat (3), sedangkan sisanya dapat dikombinasikan dengan kepentingan Indonesia dan perundang-undangan yang terkait dengan merek. Bagi Indonesia, dilusi mungkin bukanlah konsep yang akrab (familiar) dan tertuang dalam peraturan perundang-undangan tentang Merek. Namun, penyelesaian menuju kearah terbentukya peraturan baru maka dalam amandemen RUU Merek mendatang, ketentuan Pasal 6 ayat (2) UUM dapat diperkuat dengan cara menambahkan Pasal atau ayat lain setelah Pasal 6 Ayat (2) UUM 2001 ataupun penguraian dalam penjelasannya secara jelas sehingga secara eksplisit menerjemahkan adanya perlindungan terhadap merek tidak sejenis yang merupakan representasi dari Pasal 16 ayat (3) TRIPs,
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMALSUAN MEREK DAGANG TERKENAL ASING DI INDONESIA DITINJAU DARI UNDANG UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMALSUAN MEREK DAGANG TERKENAL ASING DI INDONESIA DITINJAU DARI UNDANG UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK

Terhadap Perdagangan Barang- Barang Bermerek Palsu Di Kota Makassar”. Sumber data dalam penelitian ini melalui kepustakaan. Dari penelitian yang peneliti baca, penelitian tersebut hanya untuk mengetahui efektivitas Undang- Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek serta Upaya yang dilakukan pihak terkait untuk menurunkan angka perdagangan barang bermerek palsu di Kota Makassar maka dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti perlindungan hukum merek dagang terkenal asing terhadap peniruan merek dagang yang beredar di Kota Semarang khusunya yang ada di pasar johar Semarang serta faktor penghambat pelaksanaan perlindungan hukum dan upaya pihak terkait untuk penanganan pemberantasan barang-barang palsu yang beredar. Dimana perlindungan merek terkenal yang didaftarkan di Indonesia tidak akan berbeda dengan perlindungan merek pada umumnya, berbeda dengan merek terkenal asing yang harus tetap dilindungi meskipun tidak didaftarkan di Indonesia dan hanya didaftarkan di negara asal sehingga merek terkenal asing tampak adanya aspek transnasional atau internasional dalam perlindungan hukumnya
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

BAB III EKSISTENSI MEREK TERKENAL PASCA PENGHAPUSAN SEBAGAI MEREK TERDAFTAR - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum terhadap Merek Terkenal di Indonesia: Studi Kasus Putusan MA Nomor 264K/PDT.SUS-HKI/2015

BAB III EKSISTENSI MEREK TERKENAL PASCA PENGHAPUSAN SEBAGAI MEREK TERDAFTAR - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum terhadap Merek Terkenal di Indonesia: Studi Kasus Putusan MA Nomor 264K/PDT.SUS-HKI/2015

Hukum dari perlindungan hukum terhadap merek terkenal adalah dalam pendaftarannya. Merek terkenal yang tidak didaftarkan saja mendapat perlindungan. Merek terkenal berhak mendapat perlindungan hukum meskipun belum didaftar disuatu negara. 20 Dengan demikian, sebenarnya merek terkenal memperoleh perlindungan hukum khusus yang lebih luas cakupannya dibandingkan dengan merek pada umumnya. 21 Pada hakikatnya, perlindungan tersebut ditujukan terhadap goodwill atau reputasi yang melekat pada suatu merek karena proses/upaya untuk menghasilkan/memperoleh goodwill tersebut yang sebenarnya secara hukum patut untuk dihargai. 22 Apabila disuatu negara terdapat merek yang tidak didaftarkan tetapi karena mempunyai adjektif terkenal, otomatis sudah mempunyai goodwill yang tinggi lalu ada orang lain yang memakai, maka pemilik merek tersebut bisa menggugat. Pihak yang memakai tersebut hanya ingin membonceng reputasi merek yang sudah terkenal di dalam masyarakat. Tindakan membonceng reputasi merek pihak lain tanpa izin dari yang bersangkutan adalah tindakan yang bertentangan dengan asas/kaidah hukum yang berlaku.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Putusan Mahkamah Agung Atas Pembuktian Itikad Tidak Baik Dalam Pendaftaran Merek

Analisis Putusan Mahkamah Agung Atas Pembuktian Itikad Tidak Baik Dalam Pendaftaran Merek

_____________, Perlindungan Merek Terkenal Di Indonesia Dari Masa Ke Masa, citra Aditya Bakti, Bandung, 2005 Maulana, Insan Budi dan Sumida, Yoshiro, Perlindungan Bisnis Merek Indonesi[r]

4 Baca lebih lajut

PENUTUP  FAKTOR YURIDIS PENYEBAB BEREDARNYA MEREK TERKENAL YANG TIDAK ORIGINAL.

PENUTUP FAKTOR YURIDIS PENYEBAB BEREDARNYA MEREK TERKENAL YANG TIDAK ORIGINAL.

1. Undang – undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang merek bahwa sifat delik dari pidana merek merupakan delik aduan. Perlindungan secara represif yang diberikan oleh Undang-undang Merek tidak dapat diproses tanpa adanya pengaduan. Delik aduan menentukan untuk law enforcement atau penegakan hukum, karena tanpa adanya keaktifan dari pemilik merek dan pemegang lisensi melakukan pengaduan kepada aparat hukum, maka tidak dapat dilakukan pengawasan karena pengaduan pidana merek merupakan mutlak.

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  FAKTOR YURIDIS PENYEBAB BEREDARNYA MEREK TERKENAL YANG TIDAK ORIGINAL.

PENDAHULUAN FAKTOR YURIDIS PENYEBAB BEREDARNYA MEREK TERKENAL YANG TIDAK ORIGINAL.

“ bahwa dalam upaya untuk lebih menjamin kepastian hukum, keadilan, transparasi dan akuntabilitas pelayanan publik untuk mendukung upaya peningkatan berkaitan dengan perdagangan global, untuk mendukung kelancaran arus barang dan meningkatkan efektivitas pengawasan atas lalulintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean Indonesia dan lalu lintas barang tertentu dalam daerah pabean Indonesia, serta untuk mengoptimalkan pencegahan dan penindakan penyeludupan, perlu pengaturan yang lebih jelas dalam pelaksanaan kepabeanan. Pasal 54 dalam Undang- undang ini berisi “ Atas permintaan pemilik atau pemegang hak atas merek atau cipta, ketua pengadilan niaga dapat mengeluarkan perintah tertulis kepada pejabat pengeluaran impor atau ekspor dari kawasan pabean yang berdasarkan bukti yang cukup diduga merupakan hasil pelanggaran merek dan hak cipta yang dilindungi di Indonesia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...