Perlindungan tenaga kerja

Top PDF Perlindungan tenaga kerja:

PELAYANAN BALAI PELAYANAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (BP3TKI) SERANG DALAM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL KABUPATEN SERANG

PELAYANAN BALAI PELAYANAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (BP3TKI) SERANG DALAM PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA ASAL KABUPATEN SERANG

Selain itu, dari segi organisasi pelaksana, pemerintah juga membuat suatu terobosan. Melalui Peraturan Presiden No.81 Tahun 2006 presiden mendirikan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang beranggotakan wakil-wakil instansi pemerintah terkait dan mempunyai fungsi pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri secara terkoordinasi dan terintegritasi. Selanjutnya, untuk menjangkau masyarakat yang ada di daerah dibentuk Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), selaku pihak yang memberikan pelayanan penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lebih mudah, cepat dan aman secara terkoordinasi dan terintegritas dengan instansi/lembaga terkait penempatan dan perlindungan TKI dalam memberikan pelayanan mengenai: 1) Dokumen, 2) Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP), 3) Penyelesaian masalah, 4) Sumber- sumber pembiayaan, 5) Pemberangkatan sampai pemulangan, 6) Peningkatan kualitas calon TKI, 7) Informasi, 8) Kualitas pelaksanaan penempatan TKI, dan 9) Peningkatan kesejahteraan TKI dan keluarganya. (sumber: PUSLITFO BNP2TKI, bnp2tki.go.id diakses pada 5 January 2015)
Baca lebih lanjut

271 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

Definisi TKI menurut Undang-Undang berbunyi Tenaga Kerja Indonesia yang selanjutnya disebut dengan TKI adalah setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah 32 . Sehingga apabila gaji yang tidak terbayarkan ataupun tidak sesuai maka TKI tersebut tidak bisa di katakana sebagai TKI melainkan korban eksploitasi tenaga kerja dan human trafiking. Pemasalahan seperti gaji yang tidak sesuai atau bahkan tidak terbayarkan sebenarnya merupakan tindakan kriminalitas berupa penipuan dan pengeksloitasian tenaga manusia untuk bekerja. Sebenarnya mengenai permasalahan gaji yang tidak sesuai atau tidak terbanyarkan memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Ketidak sesuaian tersebut bisa berasal dari tempat mereka bekerja atau bahkan gaji tersebut sebenarnya sudah di bayarkan oleh tempat buruh migran bekerja kepada penyalur jasa buruh minggran tersebut. Namun tidak selamanya ketidaksesuaian antara gaji yang di bayarkan dan yang sudah di janjikan seluruhnya adalah kesalahah dari pengguna jasa buruh dan penyalur jasa. Terkadang kesalahan tersebut juga datang dari buruh itu sendiri yang belum jelas dan kurang pememahami pasal-pasal yang sudah di sepakati sebelum keberangkatan. Di samping itu gaji yang tidak di bayarkan juga dapat berasal dari faktor kesengajaan pengguna jasa itu sendiri. Namun dengan adanya Undang-Undang dan peraturan pemerintah masalah yang menyangkut TKI tentunya sudah sangat tepat pemerintah memberikan asuransi dan bantuan hukum terhadap korban untuk menuntut hak-haknya kepada tempat dimana korban bekerja. Dengan adanya Undang-Undang Republik Indonesia No.6
Baca lebih lanjut

165 Baca lebih lajut

Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di L

Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di L

Kontrak kerja dan negosiasi perjanjian kerja antara pekerja dan pemberi kerja sebagian besar dilakukan antar agen pemberi kerja dan penerima kerja, jarang terjadi pekerja melakukan kontrak secar langsung dengan pemberi kerja, tidak seperti pekerja disektor formal (Perawat, Dokter, Akuntan dan tenaga akhli lainnya) yang biasanya memiliki posisi tawar yang seimbang antara pekerja dan pemberi kerja. Hal ini terjadi karena: Pertama, demand dan supply antara pemberi kerja dan pekerja relatif seimbang: Kedua, pekerja pada sektor formal adalah orang-orang terdidik dan mempunyai keahlian yang tidak banyak dimiliki orang: Ketiga, pekerja sektor formal dianggap sebagai pekerja subsitusi atau pengganti pekerja sejenis di negara pemberi kerja, misalnya jumlah orang berminat menjadi perawat kurang karena pekerjaan perawat sudah tidak disukai dingera tersebut, sehingga lulusan perawat cenderung berkurang.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TENAGA KERJA INDONESIA OLEH BALAI PELAYANAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA LAMPUNG

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TENAGA KERJA INDONESIA OLEH BALAI PELAYANAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA LAMPUNG

Sementara itu dalam Pasal 1 Kep. Manakertran RI No Kep 104A/Men/2002 tentang penempatan TKI keluar negeri disebutkan bahwa TKI adalah baik laki- laki maupun perempuan yang bekerja di luar negeri dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian kerja melalui prosedur penempatan TKI. Prosedur penempatan TKI ini harus benarbenar diperhatikan oleh calon TKI yang ingin bekerja ke luar negeri tetapi tidak melalui prosedur yang benar dan sah maka TKI tersebut nantinya akan menghadapi masalah di negara tempat ia bekerja karena CTKI tersebut dikatakan TKI ilegal karena datang ke negata tujuan tidak melalui prosedur penempatan TKI yang benar. Berdasarkan beberapa pengertian TKI tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa TKI adalah setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam jangka waktu tertentu berdasarkan perjanjian kerja melalui prosedur penempatan TKI dengan menerima upah.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

11e6ea204b2e8a18a358323135313530

11e6ea204b2e8a18a358323135313530

11. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia yang selanjutnya disebut BNP2TKI adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang mempunyai fungsi sebagai pelaksana kebijakan di bidang penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri sebagaimana dimaksud Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kera Indonesia di Luar Negeri dan Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2006 tentang Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

data 04 05 2017 123849 DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA BNP2TKI 2017

data 04 05 2017 123849 DOKUMEN PERJANJIAN KINERJA BNP2TKI 2017

Indikator Kinerja Utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 merupakan acuan bagi masing-masing unit kerja di lingkungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia dalam Penetapan kinerja tahunan, penyusunan rencana kerja dan anggaran, penyusunan dokumen penetapan kinerja, penyusunan laporan akuntabilitas kinerja serta evaluasi pencapaian kinerja sesuai dengan dokumen Rencana Strategis Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Tahun 2015 2019.

82 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA

Pemerintah mengatur perlindungan hukum terhadap Tenaga Kerja Indonesia melalui Undang- Undang No. 39 Tahun 2004 tentang Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri. Tetapi, kenyataannya masih banyak kasus-kasus yang terjadi di luar negeri dalam hal penyiksaan yang dialami oleh buruh migran. Serta masih adanya TKI yang tersangkut masalah hukum dan belum dibebaskan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Mereka masih dipandang sebagai komoditi untuk memenuhi permintaan pasar dan bukan pekerja Indonesia di luar negeri yang wajib dilindungi. Komoditi ini tercermin dari minimnya poin perlindungan di Undang-Undang no. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri. Sehingga hak-hak para buruh migran untuk dilindungi oleh hukum di Negara tempat mereka bekerja terabaikan. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan atas perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang mengalami perlakuan tidak manusiawi dan menghasilkan bentuk perlindungan hukum baik secara preventif (pencegahan) maupun secara rehabilitasi (pemulihan) yang dilakukan oleh Pemerintah agar tidak terulang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - 14.C2.0025 Albert Oenthersa BAB I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - 14.C2.0025 Albert Oenthersa BAB I

Tenaga kesehatan sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Tenaga kesehatan di antara lain adalah dokter, perawat, tenaga farmasi, dan lain sebagainya. Tenaga kesehatan tentunya juga memiliki hak – hak yang perlu didapat, serta kewajiban yang harus dipenuhinya. Hak dan kewajiban tenaga kesehatan diatur pada Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Undang-Undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan serta produk hukum kesehatan lainnya. Perlindungan hak dan kewajiban ini juga merupakan perlindungan hukum yang harus dipenuhi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA

Menurut Riyanto ada beberap hal perlu dilaksanakan oleh Pemerintah untuk menguatkan perlindungan hukumnya bagi TKI yang bermasalah di Luar negeri yakni sebagi berikut: Pertama, sebagaimana amanat UU No. 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga kerja Indonesia di Luar Negeri dan Inpres Nomor 6 Tahun 2006 bahwa negara menjamin perlindungan hukum dan pemenuhan hak-hak TKI baik sebelum, selama, maupun sesudah bekerja. Dalam konteks ini, sangat urgen bagi Indonesia untuk membuat perjanjian bilateral dengan Pemerintah Arab Saudi untuk memastikan perlindungan pekerja migran berbasis HAM. Tekanan kepada Saudi bisa dilakukan dengan membentuk kaukus negara pengirim pekerja (Indonesia, Sri Lanka, Filipina, Nepal) bersatu untuk melakukan perundingan dengan negara penerima agar posisi tawarnya seimbang. Apalagi, Saudi sangat berkepentingan terhadap keberadaan pekerja migran. Di negara tersebut, terdapat lebih dari 8 juta buruh migran (sepertiga penduduk Saudi). Mereka mengisi kekosongan di bidang kesehatan, konstruksi, dan pekerjaan domestik.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. ASTRA HONDA MOTOR PLANT 3 CIKARANG BARAT BEKASI

MAGANG TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. ASTRA HONDA MOTOR PLANT 3 CIKARANG BARAT BEKASI

Pemeliharaan dan pemeriksaan sarana pemadam kebakaran bertujuan untuk kesiapan pemakaian ketika akan digunakan. Pemeliharaan ini dilakukan oleh Security atau bagian safety. Tempat-tempat yang rawan kebakaran selalu di kontrol sumber bahayanya, penyediaan sarana emergency sebagai upaya pengendalian kebakaran di area tersebut sudah memadai. Adapun sarana dan fasilitas yang ada di PT. AHM Plant 3, adalah APAR, Hydrant box, fire alarm system , CO2 System , FM 200, Sprinkler dan Tim Pemadam Kebakaran. Hal ini telah memenuhi Kepmen No. 186/M EN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja. Pada pasal 1 disebutkan upaya mencegah timbulnya kebakaran dengan berbagai upaya pencegahan, mengurangi dan memadamkan kebakaran, pembentukan organisasi keadaan darurat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Terhadap Pemakaian Alat Pelindung Diri Dalam Penanganan Sampah Medis Pada Petugas Cleaning Service di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2015

Gambaran Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Terhadap Pemakaian Alat Pelindung Diri Dalam Penanganan Sampah Medis Pada Petugas Cleaning Service di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2015

Risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat terjadi terhadap petugas, jika petugas tidak melakukan pengelolaan limbah sesuai dengan persyaratan yang telah diatur dalam Kepmenkes RI tentang kesehatan lingkungan rumah sakit. Risiko tersebut seperti terjadinya gangguan kesehatan yang terjadi karena terkontaminasinya limbah padat medis yang mengandung berbagai macam bahan kimia beracun dan buangan yang terkena benda-benda tajam terhadap petugas pengelola limbah padat medis di rumah sakit. Penyakit yang dapat timbul seperti penyakit HIV/AIDS, hepatitis B dan C, Dermatitis Iritan Kronik serta gangguan pernafasan (Depkes, 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - SOLIDARITAS BURUH PELABUHAN PENYEBERANGAN (Studi Kasus di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo Kelurahan Leato Selatan Kecamatan Dumbo Raya) - Tugas Akhir

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - SOLIDARITAS BURUH PELABUHAN PENYEBERANGAN (Studi Kasus di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo Kelurahan Leato Selatan Kecamatan Dumbo Raya) - Tugas Akhir

kepada bawahan atau cara pengendalian sosial dalam perusahaan atau instansi adalah melalui teguran atau peringatan. Sebab atasan/manejer adalah seseorang yang mengarahkan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaannya. Selain itu juga setiap organisasi atau perusahaan selalu mempunyai keinginan agar tenaga kerja yang dimiliki mampu meningkatkan produktivitas yang tinggi. Produktivitas juga dapat diukur dari individual, kelomok maupun organisasi. Produktivitas juga mencerminkan keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai efektivitas dan efisien kinerja dalam kaitannya dengan penggunaan sumber daya ditempat kerja. 8
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Isna Auliana Khoirin1 , Fitri Amalia2 , Nano Saputra

Isna Auliana Khoirin1 , Fitri Amalia2 , Nano Saputra

Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ tahun 2018. Data yang diperoleh dari penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari bagian Human Resources Departement (HRD). Data lain diperoleh dengan melakukan wawancara kepada bagian Healthy, Safety and Environment, bagian produksi, manajer teknis, dan manajer mutu. Dari hasil wawancara dengan pihak HRD PT. XYZ diketahui bahwa sejak berdirinya perusahaan tersebut hingga tahun 2016 PT. XYZ belum mendatarkan perusahaan dan karyawannya ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Tingkat kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada perusahaan tersebut meningkat setiap tahunnya, seperti yang terlihat pada tabel 1.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL EKONOMI MANTAN

PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL EKONOMI MANTAN

Para Tenaga Kerja Wanita (TKW) seyogyanya tidak meninggalkan budaya asal agar tidak mudah terpengaruh dengan kebudayaan baru yang masuk. Disarankan untuk para TKW yang menjadi tenaga produktif agar bisa mengatur keuangan yang dihasilkan dari bekerja di luar negeri sehingga dapat mencapai tujuan utamanya yaitu dapat memperbaiki kualitas hidup menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelum bekerja di luar negeri. Serta menggunakan uang hasil bekerja di luar negeri sebagai modal usaha, sehingga nantinya tidak harus kembali lagi untuk bekerja ke luar negeri. Peran orang tua dan keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) diharapkan bisa mengingatkan anggota keluarganya yang menjadi TKW agar tidak menggunakan kesuksesannya menjadi TKW untuk arogansi belaka.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T1  Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kerja Indonesia di Indonesia dengan  MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

T1 Judul Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kerja Indonesia di Indonesia dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maka tenaga kerja Indonesia membutuhkan suatu perlindungan hukum yang mampu mengakomodir peran tenaga kerja Indonesia tersebut. Namun perlindungan hukum saja dirasa belum mampu mensejahterakan tenaga kerja Indonesia ini, karena untuk bersaing dengan tenaga kerja asing, bentuk pelatihan kerja dengan kompetensi standar di Indonesia masih belum mampu bersaing dibandingkan dengan kompetensi standar Internasional.Oleh karena itu diperlukan pelatihan kerja yang baik dengan standar kompetensi yang mampu bersaing di tingkat Internasional guna kepentingan tenaga kerja Indonesia. Hal tersebut akan menjadikan tenaga kerja Indonesia sejahtera dan juga, sebagai tenaga kerja dengan kualitas standar Internasional yang mampu bersaing dengan tenaga kerja asing di Indonesia.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENUTUP  KESIAPAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA DI BIDANG KETENAGAKERJAAN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 (STUDY KASUS DI KOTA YOGYAKARTA).

PENUTUP KESIAPAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA DI BIDANG KETENAGAKERJAAN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 (STUDY KASUS DI KOTA YOGYAKARTA).

pendidikan yang sesuai dengan jabatan yang akan didudukinya. Antisipasi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Pusat yakni dengan melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dari tenaga kerja Indonesia baik sebagai tenaga kerja Indonesia pendamping bagi TKA maupun bagi para pencari kerja dalam aspek kesehatan, pendidikan, komunikasi, teknologi. Untuk di kota Yogyakarta, pihak Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta dalam mengatasi gejolak MEA 2015 mengantisipasi dengan melakukan peningkatan sarana, prasana serta memberikan pelatihan- pelatihan bagi Tenaga Kerja Indonesia (warga pencari kerja) berupa: a) Pelatihan MTU ( Mobile Training Unit / Khusus)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA KERJA WANITA

PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA KERJA WANITA

Masalah perlindungan tenaga kerja dalam pelaksanaannya masih jauh dari harapan. Kenyataan tersebut terjadi karena berbagai pemikiran inovatif yang muncul, baik dalam bentuk spesialisasi produk, efisiensi dan lain-lain. Permasalahan pekerja wanita menarik perhatian banyak pihak, terutama oleh ahli hukum. Seperti pendapat yang diutarakan oleh Mulyana W. Kusuma,8 yang menyatakan bahwa perspektif perlindungan hak-hak asasi buruh atau tenaga kerja

15 Baca lebih lajut

8-HAK PEKERJA.ppt (1,567Kb)

8-HAK PEKERJA.ppt (1,567Kb)

Jamsostek tidak lebih dari 2X 24 jam sejak tenaga kerja dinyatakan sembuh/meninggal. Selanjutnya PT. Jamsostek akan menghitung dan membayar santunan dan ganti rugi kecelakaan kerja yang menjadi hak tenaga kerja/ahliwaris.  Form Jamsostek 3a berfungsi sebagai pengajuan permintaan

Baca lebih lajut

T1__BAB III Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kerja Indonesia di Indonesia dengan  MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) T1  BAB III

T1__BAB III Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kerja Indonesia di Indonesia dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) T1 BAB III

memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dengan meninjau perkembangan tenaga kerja sebagai salah satu aset negara di bidang perekonomian. Tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang baik akan mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang lebih profesional. Pemerintah perlu menerapkan kebijakan-kebijakan di sektor-sektor tertentu khususnya di sektor Ketenagakerjaan, dengan adanya suatu kebijakan yang mampu mengayomi calon-calon tenaga kerja ahli di Indonesia, maka kekhawatiran yang muncul akan dapat diantisipasi. Peraturan-peraturan baik Undang-Undang hingga Peraturan di tingkat daerah, perlu untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan adanya MEA ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TESIS PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PENEMPATAN TENAGA  PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA DI MALAYSIA.

TESIS PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PENEMPATAN TENAGA PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA DI MALAYSIA.

Pertama-tama penulis ingin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya tesis dengan judul “Perlindungan Hukum Dalam Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia”. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Strata – 2 pada program Pascasarjana, Studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Atmajaya Yoyakarta.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...