Perpustakaan Nasional RI

Top PDF Perpustakaan Nasional RI:

Transformasi Digital Dengan Metode Reprografi Dalam Upaya Preservasi Koran Langka Pada Perpustakaan Nasional RI.

Transformasi Digital Dengan Metode Reprografi Dalam Upaya Preservasi Koran Langka Pada Perpustakaan Nasional RI.

Gunawan Triwibisana. 210211100022. 2013. Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Judul penelitian, Transformasi digital dengan metode reprografi dalam upaya preservasi Koran langka pada Perpustakaan Nasional RI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran proses pelestarian kandungan informasi pada koran langka di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu menggunakan metode reprografi dalam hal ini menggunakan kamera Digital SLR, selain itu peneliti ingin mengetahui kebijakan pelestarian koran langka serta prosedur teknik transformasi digital itu sendiri. Peneliti memfokuskan pada kebijakan transformasi digital menggunakan metode reprogarfi, serta bagaimana gambaran proses transformasi digital koran langka menggunakan metode reprogarfi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara mendalam dan studi pustaka. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan triangulasi yaitu menggabungkan data di lapangan, teori yang ada serta pendapat pakar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode reprogarfi, dalam pelaksanaan proses transformasi digital koran langka, dilihat dari kualitas format digital yang dihasilkan mempunyai nilai daya tarik bagi pengguna, serta efisiensi proses transformasi digital itu sendiri. Berdasarkan kebijikan yang diterapkan dalam proses transformasi digital koran langka, memberikan kinerja yang maksimal serta pelaksanaan yang terarah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kajian Operasionalisasi E-Learning Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI

Kajian Operasionalisasi E-Learning Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI

SCORM adalah kumpulan standar, pedoman dan spesifikasi untuk membangun e-Learning menggunakan web sebagai media. SCORM membangun komunikasi antara konten sisi klien untuk sistem host. Standar SCORM dibuat dengan tujuan untuk memenuhi aspek usabilitas, accessible, dan interoperable konten pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah melihat kondisi e-Learning Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI yang ada saat ini. Berdasarkan kondisi e-Learning tersebut akan menentukan apakah e-Learning berbasis Moodle dapat dipergunakan untuk penyelenggaraan pelatihan. Dilanjutkan dengan penelaahan rekomendasi e-Learning yang menggunakan metode LTSA. Jika tidak terlaksana rekomendasi tersebut maka dilakukan pengkajian tentang pembuatan prototipe desain e-Learning Pusdiklat dengan menggunakan standar SCORM.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KAPITAL SOSIAL PERPUSTAKAAN MELALUI SAHABAT PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

PENGEMBANGAN KAPITAL SOSIAL PERPUSTAKAAN MELALUI SAHABAT PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

Anggaran merupakan hal yang sangat penting bagi perpustakaan. Perpustakaan membutuhkan dukungan finansial yang cukup dalam rangka memberikan layanan dan menjalankan kegiatan perpustakaan. Perpustakaan terkadang ditemukan mempunyai dukungan finansial yang terbatas dari pemerintah atau lembaga induknya. Perpustakaan tidak dapat menyalahkan anggaran yang kecil tersebut atas keterbatasan penyelenggaraan layanan dan kegiatan perpustakaan. Perpustakaan harus bernegosiasi dengan kenyataan yang dijalaninya. Program “Sahabat Perpustakaan” dapat menjadi salah satu program yang mampu memberikan implikasi mendapatkan dana baik secara langsung maupun tidak langsung. Program Sahabat Perpustakaan tidak hanya dapat dijalankan bagi perpustakaan yang mempunyai anggaran terbatas maupun tidak terbatas. Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan program “Sahabat Perpustakaan” sejak tahun 2014. Penelitian ini mengkaji bagaimana program Sahabat Perpustakaan menyumbangkan implikasi terhadap dukungan dana. Hasilnya ditemukan bahwa para sahabat perpustakaan terlihat mengupayakan kegiatan kolaborasi dengan sahabatnya, Perpustakaan Nasional RI, dengan sepenuh hati, pikiran dan tenaga. Demikian sebaliknya dari Perpustakaan Nasional RI. Nilai saling berbagi, saling menutupi, dan gotong royong terlihat pada program Sahabat Perpustakaan. Upaya memahami kenapa hal ini dapat terjadi dalam program Sahabat Perpustakaan dilakukan dengan menggunakan konsep kapital dari Bourdieu.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Kematangan Proses Digitalisasi Koleksi Buku Langka Perpustakaan Nasional RI Menggunakan COBIT 4.1

Analisis Tingkat Kematangan Proses Digitalisasi Koleksi Buku Langka Perpustakaan Nasional RI Menggunakan COBIT 4.1

Penelitian yang menggunakan COBIT 4.1. sebagai standard penilaian ini telah memperlihatkan nilai tingkat kematangan proses digitalisasi di Perpusnas RI adalah berada pada level defined dengan nilai 2.89. Pada level ini proses digitalisasi sudah dilakukan dengan cukup baik dan prosesnya sudah baku. Kontrol telah dilakukan dan telah didokumentasikan. Manajemen mampu menangani masalah kontrol yang sering muncul, meskipun beberapa kelemahan kontrol masih tetap muncul. Masing-masing karyawan yang terlibat secara langsung dengan proses digitalisasi menyadari tanggung jawab masing-masing. Kinerja proses digitalisasi sudah cukup baik karena dapat memenuhi tujuan dan sasaran Perpusnas RI sesuai dengan tugas dan fungsi Bidang Transformasi Digital Perpusnas RI. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk membenahi bagian-bagian yang masih kurang nilai tingkat kematangannya dan meningkatkan bagian-bagian yang sudah bernilai baik sehingga pencapaian tujuan Perpusnas RI terkait proses digitalisasi dapat dilakukan dengan lebih maksimal.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Rancangan Sistem Authority Control di Perpustakaan Nasional RI

Rancangan Sistem Authority Control di Perpustakaan Nasional RI

Sistem authority control sangat penting dalam proses pengolahan bahan perpustakaan dan juga penelusuran informasi. Authority control akan menjadi akses bagi pustakawan dalam menentukan bentuk tajuk pada katalog, sehingga terdapat konsistensi dalam penentuan titik akses informasi, sehingga memudahkan pemustaka dalam menelusur informasi. Perpusnas RI, selama ini telah mempunyai sistem authority control yang datanya diambil dari pangkalan data bibliografis, Library of Congress Subject Headings, Sears List Subject Headings, dan daftar tajuk yang diterbitkan oleh Perpusnas RI. Data-data tersebut langsung diambil dan dimasukkan ke pangkalan data authority tanpa melalui proses validasi, sehingga masih banyak terdapat kesalahan dan duplikasi data. Data yang kurang akurat itu pun menyulitkan pustakawan dalam menentukan bentuk tajuk yang standar terhadap bahan perpustakaan yang akan diolah. Sistem authority control yang ada juga belum terintegrasi dengan pangkalan data OPAC, sehingga proses penelusuran informasi belum berjalan secara maksimal. Berdasarkan hasil pengamatan selama ini, masih ditemukan beberapa kekurangan pada sistem authority control berjalan, sehingga perlu dikembangkan sistem authority control baru yang akan menyempurnakan sistem yang lama.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Kebijakan pengembangan koleksi terbitan berkla di perpustakaan Nasional RI

Kebijakan pengembangan koleksi terbitan berkla di perpustakaan Nasional RI

2. Terbitan berkala jurnal di Perpustakaan Nasional RI yang menjadi fokus penelitian ini adalah jurnal-jurnal yang tahun terbitnya 2010 dengan jumlah 61 judul jurnal. Walaupun dalam kebijakannya antara jurnal dalam negeri dan luar negeri adalah sama pentingnya, namun dalam penerapan kebijakannya jurnal terbitan luar negeri lebih banyak dibanding dalam negeri, hal ini dikarenakan penerbit-penerbit jurnal luar negeri lebih banyak daripada penerbit jurnal dalam negeri Adapun rinciannya adalah jurnal dalam negeri berjumlah 20 judul (32,7 %) dan jurnal luar negeri 41 judul (67,3 %). Seiring perkembangan zaman, bahwa pengembangan koleksi terbitan berkala jurnal yang dilakukan Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2010 tidak hanya sebatas pada bidang ilmu Sosial dan Humaniora tetapi mencakup seluruh bidang ilmu seperti bidang ilmu Sains dan Teknologi. Terdapat 11 jurnal (18 %) bidang ilmu Sains dan 5 jurnal Teknologi (8%).
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

KEPPRES 67 2000 PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

KEPPRES 67 2000 PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Perpustakaan Nasional di bidang pengembangan bahan pustaka dan jasa informasi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala.

6 Baca lebih lajut

KEPPRES 50 1997 PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

KEPPRES 50 1997 PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

Sekretaris mempunyai tugas membantu Kepala dalam menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, dan hukum untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Perpustakaan Nasional, serta melakukan tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala.

8 Baca lebih lajut

MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

MODEL KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pengelolaan perpustakaan secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka perlu ditingkatkan diantaranya melalui peningkatan dan pengembangan tenaga perpustakaan. Merujuk pada Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Rencana Induk Pengembangan Standar Kompetensi Kinerja Nasional Indonesia Bidang Perpustakaan (SKKNI Bidang Perpustakaan ) dimana peta kompetensi menggambarkan hierarki fungsi produktif bidang perpustakaan yang meliputi: tujuan utama, fungsi kunci, fungsi utama, dan fungsi dasar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan SosialEkonomi

Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan SosialEkonomi

sehingga semua anggota masyarakat tanpa terkecuali bisa memanfaatkan perpustakaan untuk pengembangan dirinya. Kami sangat mengapresiasi upaya Kementerian PPN/Bappenas untuk terus mendorong proses transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadi salah satu kegiatan Prioritas Nasio al pada RKP 9, ta ah Syarif. Pegiat Literasi dan Pustaka Bergerak Indonesia Nirwan A. Arsuka menambahkan hal yang diperlukan dalam penguatan literasi adalah penguatan masyarakat madani, perbanyakan armada pustaka bergerak untuk menjangkau seluruh warga, sekaligus peningkatan jumlah dan mutu buku yang bisa diedarkan gratis ke seluruh penjuru Indonesia. Sembako yang bagus mungkin bisa mengenyangkan masyarakat selama seminggu, tapi buku yang bermutu bisa mengenyangkan sekaligus membuat mereka kaya raya dan berdaulat seumur hidup, jelas Nirwan. Duta Baca Indonesia Najwa Shihab menegaskan akses terhadap bahan bacaan merupakan tantangan fundamental dalam literasi. Tantangan ini dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Teknologi digital memungkinkan kita untuk mengakses informasi dan bahan bacaan secara mudah dan cepat. Perpustakaan digital adalah salah satu sarananya. Diperlukan inovasi dan cara kreatif untuk memaksimalkan peluang teknologi sebagai metode untuk meningkatkan kegemaran membaca generasi muda. Berdasarkan latar belakang tersebut, Kedeputian Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI dan PerpuSeru - Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) menyelenggarakan Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan Sosial-Ekonomi pada hari ini, Selasa, 27 Februari 2018, di Ruang Djunaedi Hadisumarto (DH) 1-5, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta. Seminar Nasional dibuka oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro, dan Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando, dengan menghadirkan pembicara Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, Gerakan Pustaka Bergerak Nirwan A. Arsuka, Direktur Program PerpuSeru-CCFI Erlyn Sulistyaningsih, dan Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Amich Alhumami. Seminar dipandu oleh jurnalis senior Retno Pinasti. Untuk membahas Tema Literasi dan Pembangunan Sosial-Ekonomi, para narasumber akan membawakan topik pembahasan, antara lain: Literasi sebagai Gerakan Kebudayaan, Dampak Sosial-Ekonomi Layanan Perpustakaan, Pelayanan Perpustakaan Digital dan Generasi Milenial, dan Meningkatkan Akses Literasi untuk Kesejahteraan. Selain menghadirkan narasumber yang kompeten, Seminar Nasional akan dimeriahkan dengan pameran para pengusaha mikro dan kecil binaan perpustakaan daerah, sebagai bukti peran literasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Usabilitas Layanan Peminjaman Dan Pengembalian Buku Mandiri Di Perpustakaan Universitas Negeri Medan

Analisis Usabilitas Layanan Peminjaman Dan Pengembalian Buku Mandiri Di Perpustakaan Universitas Negeri Medan

Sarworini, Yunistya Sekar. 2008. Persepsi Pemustaka terhadap Layanan Mandiri dalam Sistem Peminjaman dan Pengembalian Kolelsi di Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Skripsi). Departemen Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Baca lebih lajut

Pengelolaan Koleksi Deposit di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Sumatera Utara

Pengelolaan Koleksi Deposit di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Sumatera Utara

Panjaitan, Eva Susanti. 2003 . Pengeolaan Dan Pelayanan Koleksi Deposit Pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara (Kertas Karya). Jurusan Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (tidak dipublikasikan).

Baca lebih lajut

Bahan Rujukan Perpustakaan.docx

Bahan Rujukan Perpustakaan.docx

Naskah dokumen kuno mengenai Indonesia sebenarnya cukup banyak. Di antaranya tersimpan dengan baik dan rapih di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta. Kebanyakan naskah itu diterbitkan di Negeri Belanda. Bahkan ditulis oleh orang Belanda. Namun sudah adapula beberapa yang disusun oleh orang pribumi, jadi oleh putera Indonesia. Bentuk naskah itu memang sangat beragam. Terbitan ini merupakan bukti sejarah bahwa sejak dahulu sudah ada usaha menyimpan dan menyebarkan informasi mengenai Indonesia. Usaha ini makin berkembang sejak Indonesia merdeka, sehingga semakin banyak dan beragam bentuk terbitan, termasuk terbitan yang dapat dikelompokkan sebagai bahan rujukan berupa buku petunjuk dan buku pedoman.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

57 TAHUN 2016 SOTK DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN

57 TAHUN 2016 SOTK DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN

(1) Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok merencanakan melaksanakan, mengawasi, membagi tugas dan membuat laporan tentang pengelolaan urusan ketata usahaan, administrasi dan pembinaan kepegawaian, kehumasan, dan penyediaan sarana perlengkapan, perbekalan, pemeliharaan asset pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Baca lebih lajut

SIMPUH | Sistem Informasi Perundang-Undangan dan Hukum

SIMPUH | Sistem Informasi Perundang-Undangan dan Hukum

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, perlu menyusun standar nasional perpustakaan sekolah menengah pertama/ madrasah tsanawiyah;

Baca lebih lajut

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN DEPOSIT DI PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN DEPOSIT DI PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAH - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu perpustakaan. Jakarta: Gramedia ____________. 2006. Metodologi Penelitian. Jakarta: Wedetama Widya Sastra Supardi. 2005. Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: UII Press Suryabrata, Sumadi. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada Sutarno, NS. 2006. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktek.

Baca lebih lajut

Promosi yang dilakukan di perpustakaan Kementrian Pendidikan Nasional RI

Promosi yang dilakukan di perpustakaan Kementrian Pendidikan Nasional RI

Perpustakaan ialah sebuah ruangan, bagian dari sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya di simpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca. 1 Perpustakaan terbagi atas beberapa jenis, salah satunya perpustakaan khusus. Perpustakaan khusus adalah suatu jenis perpustakaan yang paling unik jika dibandingkan oleh perpustakaan lain. Perpustakaan khusus berada di bawah suatu departemen atau di bawah suatu biro, di bawah suatu bagian, atau bahkan di bawah bidang pemasaran, dsb. Karena itu sebuah perpustakaan khusus dapat bersifat nasional dengan di pimpin oleh pejabat eselon dua atau dapat pula di pimpin oleh eselon lima, karena letak dan struktur perpustakaan di dalam suatu organisasi dapat bervariasi. 2 Istilah khusus tidak hanya menunjukan kekhususan organisasi dimana perpustakaan merupakan bagian dari lembaga atau perusahaan bersangkutan, melainkan lebih berkaitan erat dengan subyek atau disiplin ilmu pengetahuan yang harus ditangani seperti kesehatan, lingkungan hidup, pertanian, industri, pendidikan dan lain-lain. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan akan perpustakaan khusus sekarang ini sudah dirasakan baik untuk kebutuhan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MEMBANGUN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN ABAD KE-21

MEMBANGUN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN ABAD KE-21

Pelatihan perpustakaan merupakan salah satu sarana pendidikan nonformal untuk meningkatkan kompetensi pustakawan. Pusat Pendidikan dan Latihan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu instansi di bawah Perpustakaan Nasional RI yang menyelenggarakan pelatihan perpustakaan dengan cakupan wilayah kerja seluruh Indonesia. Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI membedakan diklat perpustakaan menjadi dua, yaitu diklat teknis dan diklat fungsional. Diklat teknis perpustakaan meliputi Diklat Teknis Pengenalan Perpustakaan, Diklat Pengelolaan Informasi, Diklat Manajemen Perpustakaan, Diklat Penyuluh Minat Baca, Diklat Kepala Perpustakaan Sekolah, Diklat TOT Perpustakaan, Diklat Pelestarian Bahan Perpustakaan, Diklat Tenaga Ahli Perpustakaan, dan Diklat Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka. Sementara diklat fungsional meliputi Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli (CPTA), Diklat Alih Jalur Pustakawan, dan Diklat Tim Penilai Pustakawan (PPID Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, nd.).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Peran Perpustakaan di Perguruan Tinggi Belum Optimal: Mengapa?

Peran Perpustakaan di Perguruan Tinggi Belum Optimal: Mengapa?

Perpustakaan adalah jantung universitas. Karena itu perpustakaan di perguruan tinggi mempunyai kedudukan yang sangat penting”. Pernyataan ini disampaikan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi pada kesempatan membuka Musyawarah Nasional Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi bulan lalu di Caringin, Bogor. Dalam kehidupan sehari- hari siapa yang tak butuh informasi? Semua butuh informasi. Lihat disekeliling kita. Informasi berseliweran, lewat tv, radio, koran dan media massa lainnya. Karena itu informasi merupakan sumberdaya yang sangat penting dalam hidup kita. Lebih- lebih di perguruan tinggi. Untuk mendidik generasi penerus kita perlu informasi. Untuk menghasilkan pengetahuan dan teknologi baru kita perlu informasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN UMUM CINEMA AND FILM LIBRARY  LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN CINEMA AND FILM LIBRARY DI YOGYAKARTA.

BAB II TINJAUAN UMUM CINEMA AND FILM LIBRARY LANDASAN KONSEPTUAL PERENCANAAN DAN PERANCANGAN CINEMA AND FILM LIBRARY DI YOGYAKARTA.

Rambu-rambu dalam perpustakaan selain untuk memperindah ruangan juga membantu pengguna menemukan dan memanfaatkan koleksi dan fasilitas perpustakaan secara maksimal. Rambu-rambu dibuat dalam bentuk tulisan, simbol ataupun gambar. Contoh rambu didalam perpustakaan seperti simbol atau tulisan “ Meja Informasi ”, “ Penitipan Barang “, “ Dilarang merokok ”. Dalam mendesain rambu di perpustakaan perlu memperhatikan huruf, hendaknya huruf yang sederhana mudah dibaca dari jauh dengan ukuran yang proposional. Kata-kata yang digunakan juga harus yang singkat lugas, informasi secukupnya dan konsisten. Didalam penempatan rambu- rambu perpustakaan biasanya menggunakan metode digantung diplafon diatara rak, ditempel di dinding atau perabot, ditempatkan berdiri diatas lantai atau perabot perpustakaan. (Aa Kosasih, Artikel Pustakawan, Universitas Negeri Malang, 2009)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...