Perpustakaan Nasional RI

Top PDF Perpustakaan Nasional RI:

Kebijakan pengembangan koleksi terbitan berkla di perpustakaan Nasional RI

Kebijakan pengembangan koleksi terbitan berkla di perpustakaan Nasional RI

2. Terbitan berkala jurnal di Perpustakaan Nasional RI yang menjadi fokus penelitian ini adalah jurnal-jurnal yang tahun terbitnya 2010 dengan jumlah 61 judul jurnal. Walaupun dalam kebijakannya antara jurnal dalam negeri dan luar negeri adalah sama pentingnya, namun dalam penerapan kebijakannya jurnal terbitan luar negeri lebih banyak dibanding dalam negeri, hal ini dikarenakan penerbit-penerbit jurnal luar negeri lebih banyak daripada penerbit jurnal dalam negeri Adapun rinciannya adalah jurnal dalam negeri berjumlah 20 judul (32,7 %) dan jurnal luar negeri 41 judul (67,3 %). Seiring perkembangan zaman, bahwa pengembangan koleksi terbitan berkala jurnal yang dilakukan Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2010 tidak hanya sebatas pada bidang ilmu Sosial dan Humaniora tetapi mencakup seluruh bidang ilmu seperti bidang ilmu Sains dan Teknologi. Terdapat 11 jurnal (18 %) bidang ilmu Sains dan 5 jurnal Teknologi (8%).
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Kajian Operasionalisasi E-Learning Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI

Kajian Operasionalisasi E-Learning Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI

Hal tersebut terjadi karena operasionalisasi penyelenggaraan e-Learning diklat belum dijalankan. Pengiriman, dan data peserta diklat dapat dioperasikan jika diklat sudah dilaksanakan. Selain itu, Sumber belajar telah dibuat oleh Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI, ada beberapa diklat yang telah memiliki konten atau bahan ajar e-Learning sehingga komponen sumber belajar e-Learning sudah ada. Namun konten e-Learning tersebut yang dibuat sebagai sumber belajar e-Learning belum memenuhi standar SCORM. Begitu pula dengan penilaian, dalam Moodle Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI sudah ada format evaluasi yang dapat digunakan untuk pengembangan proses evaluasi diklat. Baik dalam bentuk kuis, evaluasi formatif atau sumatif. Hal tersebut sudah ada dalam LMS Moodle. Pengembangan evaluasinya dapat dilakukan oleh tim admin dan pengajar e-Learning Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KAPITAL SOSIAL PERPUSTAKAAN MELALUI SAHABAT PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

PENGEMBANGAN KAPITAL SOSIAL PERPUSTAKAAN MELALUI SAHABAT PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

Kegiatan lain bersama sahabat perpustakaan yang pernah dilakukan Perpustakaan Nasional RI misalnya pameran dan workshop karikatur. Berawal dari seorang pemustaka bernama Sanggam Sibarani yang sedang mengumpulkan hasil karya ayahnya yang berupa karikatur. Penelusurannya menghasilkan temuan bahwa Perpustakaan Nasional RI mempunyai koleksi yang memuat karikatur karya ayahnya, Augustin Sibarani. Augustin Sibarani dikenal sebagai maestro kartunis di Indonesia. Karikaturnya menjadi pembelajaran bagi para kartunis muda saat ini. Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Komunitas Karikatur Indonesia mengadakan pameran, seminar, dan workshop karikatur. Tujuan pameran adalah menunjukkan pada masyarakat bahwa Perpustakaan Nasional RI juga memiliki koleksi selain buku, yaitu hasil karya karikatur. Dengan adanya pameran karikatur diharapkan fungsi perpustakaan sebagai tempat rekreasi juga dapat terpenuhi. Seminar dan workshop karikatur ditujukan bagi siapa saja yang berminat untuk mengetahui dan belajar karikatur. Seluruh kegiatan dapat diikuti masyarakat tanpa dipungut biaya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Transformasi Digital Dengan Metode Reprografi Dalam Upaya Preservasi Koran Langka Pada Perpustakaan Nasional RI.

Transformasi Digital Dengan Metode Reprografi Dalam Upaya Preservasi Koran Langka Pada Perpustakaan Nasional RI.

Gunawan Triwibisana. 210211100022. 2013. Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Judul penelitian, Transformasi digital dengan metode reprografi dalam upaya preservasi Koran langka pada Perpustakaan Nasional RI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran proses pelestarian kandungan informasi pada koran langka di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu menggunakan metode reprografi dalam hal ini menggunakan kamera Digital SLR, selain itu peneliti ingin mengetahui kebijakan pelestarian koran langka serta prosedur teknik transformasi digital itu sendiri. Peneliti memfokuskan pada kebijakan transformasi digital menggunakan metode reprogarfi, serta bagaimana gambaran proses transformasi digital koran langka menggunakan metode reprogarfi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara mendalam dan studi pustaka. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan triangulasi yaitu menggabungkan data di lapangan, teori yang ada serta pendapat pakar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode reprogarfi, dalam pelaksanaan proses transformasi digital koran langka, dilihat dari kualitas format digital yang dihasilkan mempunyai nilai daya tarik bagi pengguna, serta efisiensi proses transformasi digital itu sendiri. Berdasarkan kebijikan yang diterapkan dalam proses transformasi digital koran langka, memberikan kinerja yang maksimal serta pelaksanaan yang terarah.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Kematangan Proses Digitalisasi Koleksi Buku Langka Perpustakaan Nasional RI Menggunakan COBIT 4.1

Analisis Tingkat Kematangan Proses Digitalisasi Koleksi Buku Langka Perpustakaan Nasional RI Menggunakan COBIT 4.1

37 Hasil penghitungan tingkat kematangan proses digitalisasi pada tabel 19 dan yang terlihat pada gambar 8, secara rata-rata menunjukkan nilai 2.89 dari skala 0-5. Nilai tersebut diperoleh dari total nilai tingkat kematangan sembilan proses TI COBIT 4.1 dibagi 9 proses. Nilai tersebut menunjukkan bahwa proses tersebut Defined (Dilakukan dan sudah baku). Kontrol telah dilakukan dan secara memadai telah didokumentasikan. Manajemen mampu menangani masalah kontrol yang sering muncul, namun beberapa kelemahan kontrol masih tetap muncul. Karyawan menyadari tanggung jawab masing-masing. Keadaan ini juga menunjukkan bahwa kinerja dari proses digitalisasi sudah cukup baik, karena proses sudah berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Bidang Transformasi Digital sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan Perpusnas RI. Disamping itu sudah ada evaluasi terhadap proses digitalisasi meskipun belum terjadwal dengan baik.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Rancangan Sistem Authority Control di Perpustakaan Nasional RI

Rancangan Sistem Authority Control di Perpustakaan Nasional RI

Machine Readable Cataloging (MARC) adalah standar untuk komunikasi data katalog di dunia perpustakaan dan informasi. Pada dasarnya, MARC adalah format data (atau lebih tepatnya: sekumpulan format data) yang memungkinkan pertukaran data katalog atau data lainnya yang terkait antarsistem-sistem perpustakaan yang memakai komputer (Pendit 2008). Standar metadata katalog perpustakaan ini dikembangkan pertama kali oleh Library of Congress (LC), format LC MARC ternyata sangat besar manfaatnya bagi penyebaran data bibliografis bahan perpustakaan ke berbagai perpustakaan di Amerika Serikat. Konsep ini dipakai oleh berbagai negara termasuk Indonesia yang menggunakan MARC yang disebut INDOMARC. INDOMARC mempunyai kelompok tengara yang merupakan kumpulan ruas tidak tetap yang fungsinya sama. Setiap nomor tengara dimulai dengan angka yang sama, dan setiap kelompok tengara mencerminkan bagian tertentu dari cantuman katalog. Berikut ini daftar tengara dengan XX adalah nilai angka di antara 00-99 (Perpusnas RI 2006):
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

KEPPRES 67 2000 PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

KEPPRES 67 2000 PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Perpustakaan Nasional di bidang pengembangan bahan pustaka dan jasa informasi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala.

6 Baca lebih lajut

KEPPRES 50 1997 PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

KEPPRES 50 1997 PERPUSTAKAAN NASIONAL RI

b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas dan untuk lebih meningkatkan daya guna dan hasil guna Perpustakaan Nasional dipandang perlu menyempurnakan kembali kedudukan, tugas dan fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Perpustakaan Nasional dengan Keputusan Presiden;

8 Baca lebih lajut

Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan SosialEkonomi

Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan SosialEkonomi

sehingga semua anggota masyarakat tanpa terkecuali bisa memanfaatkan perpustakaan untuk pengembangan dirinya. Kami sangat mengapresiasi upaya Kementerian PPN/Bappenas untuk terus mendorong proses transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadi salah satu kegiatan Prioritas Nasio al pada RKP 9, ta ah Syarif. Pegiat Literasi dan Pustaka Bergerak Indonesia Nirwan A. Arsuka menambahkan hal yang diperlukan dalam penguatan literasi adalah penguatan masyarakat madani, perbanyakan armada pustaka bergerak untuk menjangkau seluruh warga, sekaligus peningkatan jumlah dan mutu buku yang bisa diedarkan gratis ke seluruh penjuru Indonesia. Sembako yang bagus mungkin bisa mengenyangkan masyarakat selama seminggu, tapi buku yang bermutu bisa mengenyangkan sekaligus membuat mereka kaya raya dan berdaulat seumur hidup, jelas Nirwan. Duta Baca Indonesia Najwa Shihab menegaskan akses terhadap bahan bacaan merupakan tantangan fundamental dalam literasi. Tantangan ini dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Teknologi digital memungkinkan kita untuk mengakses informasi dan bahan bacaan secara mudah dan cepat. Perpustakaan digital adalah salah satu sarananya. Diperlukan inovasi dan cara kreatif untuk memaksimalkan peluang teknologi sebagai metode untuk meningkatkan kegemaran membaca generasi muda. Berdasarkan latar belakang tersebut, Kedeputian Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI dan PerpuSeru - Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) menyelenggarakan Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan Sosial-Ekonomi pada hari ini, Selasa, 27 Februari 2018, di Ruang Djunaedi Hadisumarto (DH) 1-5, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta. Seminar Nasional dibuka oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro, dan Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando, dengan menghadirkan pembicara Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, Gerakan Pustaka Bergerak Nirwan A. Arsuka, Direktur Program PerpuSeru-CCFI Erlyn Sulistyaningsih, dan Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek, dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Amich Alhumami. Seminar dipandu oleh jurnalis senior Retno Pinasti. Untuk membahas Tema Literasi dan Pembangunan Sosial-Ekonomi, para narasumber akan membawakan topik pembahasan, antara lain: Literasi sebagai Gerakan Kebudayaan, Dampak Sosial-Ekonomi Layanan Perpustakaan, Pelayanan Perpustakaan Digital dan Generasi Milenial, dan Meningkatkan Akses Literasi untuk Kesejahteraan. Selain menghadirkan narasumber yang kompeten, Seminar Nasional akan dimeriahkan dengan pameran para pengusaha mikro dan kecil binaan perpustakaan daerah, sebagai bukti peran literasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Bahan Rujukan Perpustakaan.docx

Bahan Rujukan Perpustakaan.docx

Bibliografi Nasional Indonesia adalah daftar yang memuat judul-judul publikasi yang diterbitkan di Indonesia yang mengenai Indonesia. Sejak Indonesia merdeka semakin banyak diterbitkan bibliografi, bukan saja oleh Perpustakaan Nasional RI yang memang antara lain tugasnya menangani secara langsung pengawasan bibliografi nasional, tetapi juga oleh perpustakaan lain atau lembaga yang bergerak dalam bidang tertentu. Lembaga ini biasanya menerbitkan bibliografi subjek khusus sesuai dengan bidang gerak lembaga itu. Bahkan perorangan pun sudah banyak yang berani menyusun bibliografi, baik untuk tujuan komersial maupun untuk tujuan lain. Untuk mengumpulkan angka ke kredit bagi pustakawan fungsional misalnya.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perpustakaan Nasional sebagai Pusat Data Layanan Copy Cataloging Metadata Bibliografi bagi Perpustakaan di Indonesia

Perpustakaan Nasional sebagai Pusat Data Layanan Copy Cataloging Metadata Bibliografi bagi Perpustakaan di Indonesia

Sesuai dengan ketentuan di atas, sampai saat ini Perpustakaan Nasional RI telah banyak melaksanakan tugas dan fungsinya. Salah satu misi Perpustakaan Nasional RI yaitu melestarikan bahan pustaka baik karya cetak maupun karya rekam sebagai hasil budaya bangsa. Dengan misi ini Perpustakaan Nasional RI memiliki peraturan yang tertuang dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1990, yang bertujuan untuk menghimpun, melestarikan dan mewujudkan koleksi karya cetak dan karya rekam secara nasional dan internasional. Di samping itu telah dirumuskan dan pelaksanaan kebijakan pelestarian pustaka budaya bangsa dalam mewujudkan koleksi deposit nasional dan pemanfaatannya. Kegiatan ini berkaitan dengan tugas Perpustakaan Nasional sebagai agen nasional dalam rangka pengawasan bibliografi nasional. KDT (Katalog Dalam Terbitan), ISBN (International Standard Book Number) dan Bibliografi Nasional Indonesia (BNI) merupakan hasil kegiatan Perpustakaan Nasional yang sangat dibutuhkan oleh setiap perpustakaan dalam rangka kerjasama pengatalogan. KDT dimanfaatkan oleh pengatalog di perpustakaan untuk membuat katalog dengan menyalin data bibliografi dari KDT tersebut, namun pengatalog masih harus melakukan pengetikan ulang baik untuk pembuatan katatog dalam bentuk kartu maupun OPAC (Online Public Accsess Catalog).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

1 Manual user e resoureces 1

1 Manual user e resoureces 1

PANDUAN E-RESOURCES PERPUSTAKAAN NASIONAL RI Langkah-langkah untuk dapat menggunakan new-eresources.pnri.go.id adalah menjadi anggota Perpusnas.. Apabila anda belum menjadi anggota Perp[r]

9 Baca lebih lajut

AUGMENTED REALITY E RESOURCES BERBASIS K

AUGMENTED REALITY E RESOURCES BERBASIS K

Sementara koleksi langka Perpustakaan Nasional RI banyak berupa koran-koran kuno serta buku kuno yang ditulis pada bahasa belanda. Saat ini perpustakaan nasional RI memiliki 10.000 lebih koleksi naskah jumlah itu belum termasuk koleksi yang tersebar di perpustakaan di dalam dan luar negeri, serta para kolektor. Dengan sumberdaya koleksi lokal tersebut Perpustakaan Nasional RI sudah mulai perlu memperkaya koleksi tersebut dengan membuat aplikasi AR yang memungkinkan pemustaka untuk memindai dokumen tekstual tersebut khususnya naskah kuno dimana setelah naskah kuno di scan, aplikasi AR ini menggunakan perangkat lunak OCR yang dimodifikasi dan melakukan pencarian terhadap database koleksi lokal. manfaat dari perangkat lunak ini adalah pengenalan karakter di ponsel sehinggaa aplikasi ini dapat membantu pengguna belajar membaca dan memahami apa yang dibaca, mempelajari belajar bahasa lain dan membantu pemustaka.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

15. Budi Astuti Desrol Rositasari (21020111150004) DAFTAR PUSTAKA

15. Budi Astuti Desrol Rositasari (21020111150004) DAFTAR PUSTAKA

Penekanan Desain Arsitektur Post Modern Budi Astuti Desrol Rositasari.2102011150004| 75 Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah DAFTAR PUSTAKA  Perpustakaan Nasional RI, Panduan Pe[r]

1 Baca lebih lajut

Evaluasi koleksi bidang ilmu ekonomi di Perpustakaan Umum Kota Medan Dengan Menggunakan Metode Conspectus

Evaluasi koleksi bidang ilmu ekonomi di Perpustakaan Umum Kota Medan Dengan Menggunakan Metode Conspectus

Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Suatu pengantar Diskusi Epistimologi dan Metodologi , Jakarta: JIP-FSUI, 2003 Perpustakaan Nasional RI.. Pedoman Umum Pengelolaan Perpustakaa[r]

3 Baca lebih lajut

Sistem Penyiraman Otomatis dan Pengusir Hama pada Sawah Berbasis Arduino Uno

Sistem Penyiraman Otomatis dan Pengusir Hama pada Sawah Berbasis Arduino Uno

Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Umum.. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI.[r]

1 Baca lebih lajut

Evaluasi Pemulihan Koleksi Pasca Gempa di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat

Evaluasi Pemulihan Koleksi Pasca Gempa di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat

Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 115 Tahun 2008 Tentang Rencana Penanggulagan Bencana Provinsi Sumatera Barat 2008-2012.Sumatera Barat.. Perpustakaan Nasional RI.[r]

2 Baca lebih lajut

Peran Perpustakaan Kantor Hukum Leks&Co Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Advokat Untuk Menangani Kasus (Studi Kasus: Kasus Tahun 2011-2012)

Peran Perpustakaan Kantor Hukum Leks&Co Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Advokat Untuk Menangani Kasus (Studi Kasus: Kasus Tahun 2011-2012)

Jakarta : Perpustakaan Nasional RI Bagian Proyek Pengembangan Sistem Nasional Perpustakaan.. Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Khusus.[r]

2 Baca lebih lajut

MEMBANGUN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN ABAD KE-21

MEMBANGUN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN ABAD KE-21

Pelatihan perpustakaan merupakan salah satu sarana pendidikan nonformal untuk meningkatkan kompetensi pustakawan. Pusat Pendidikan dan Latihan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia merupakan salah satu instansi di bawah Perpustakaan Nasional RI yang menyelenggarakan pelatihan perpustakaan dengan cakupan wilayah kerja seluruh Indonesia. Pusdiklat Perpustakaan Nasional RI membedakan diklat perpustakaan menjadi dua, yaitu diklat teknis dan diklat fungsional. Diklat teknis perpustakaan meliputi Diklat Teknis Pengenalan Perpustakaan, Diklat Pengelolaan Informasi, Diklat Manajemen Perpustakaan, Diklat Penyuluh Minat Baca, Diklat Kepala Perpustakaan Sekolah, Diklat TOT Perpustakaan, Diklat Pelestarian Bahan Perpustakaan, Diklat Tenaga Ahli Perpustakaan, dan Diklat Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka. Sementara diklat fungsional meliputi Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli (CPTA), Diklat Alih Jalur Pustakawan, dan Diklat Tim Penilai Pustakawan (PPID Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, nd.).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...