Persepsi Atlet Putri

Top PDF Persepsi Atlet Putri:

STUDI TENTANG PERSEPSI ATLET PUTRI DAN ORANG TUA TERHADAP KETERLIBATAN ATLET PUTRI DALAM CABANG OLAHRAGA GULAT - repository UPI S KOR 1005497 Title

STUDI TENTANG PERSEPSI ATLET PUTRI DAN ORANG TUA TERHADAP KETERLIBATAN ATLET PUTRI DALAM CABANG OLAHRAGA GULAT - repository UPI S KOR 1005497 Title

STUDI TENTANG PERSEPSI ATLET PUTRI DAN ORANG TUA TERHADAP KETERLIBATAN ATLET PUTRI DALAM CABANG OLAHRAGA GULAT S K R I P S I Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Mempero[r]

3 Baca lebih lajut

S KOR 1005497 Table of content

S KOR 1005497 Table of content

Ulantri, 2015 STUDI TENTANG PERSEPSI ATLET PUTRI DAN ORANG TUA TERHADAP KETERLIBATAN ATLET PUTRI DALAM CABANG OLAHRAGA GULAT Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | [r]

3 Baca lebih lajut

S KOR 1005497 Chapter1

S KOR 1005497 Chapter1

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan pada latar belakang maka penulis mengidentifikasi beberapa masalah terkait dengan persepsi atlet putri dan orang tua terhadap keterlibatan atlet putri dalam cabang olahraga gulat. Persepsi merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera, keterlibatan atlet putri dalam ekstrakulikuler gulat dapat dikatakan kurang dominan, berbagai penyebab kesulitan mengajak atlet putri diantaranya disebabkan oleh pandangan anak terhadap gulat, oleh sebab itu penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

S KOR 1005497 Bibliography

S KOR 1005497 Bibliography

68 Ulantri, 2015 STUDI TENTANG PERSEPSI ATLET PUTRI DAN ORANG TUA TERHADAP KETERLIBATAN ATLET PUTRI DALAM CABANG OLAHRAGA GULAT Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu[r]

2 Baca lebih lajut

S KOR 1005497 Chapter5

S KOR 1005497 Chapter5

3. Terdapat perbedaan yang antara signifikan persepsi atlet putri dengan orang tuanya terhadap cabang olahraga gulat. Rata-rata persepsi atlet putri lebih tinggi dibandingkan rata-rata persepsi orang tua terhadap cabang olahraga gulat.

2 Baca lebih lajut

S KOR 1005497 Abstract

S KOR 1005497 Abstract

Penelitian ini ingin menjawab dari permasalahan mengenai 1) Persepsi atlet putri terhadap olahraga gulat; 2) Persepsi orang tua terhadap olahraga gulat; 3) perbedaan persepsi atlet putri dan orang tuanya terhadap olahrga gulat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecenderungan persepsi atlet putri dan orang tuanya terhadap keterlibatan atlet putri dalam olahraga gulat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian ex post facto . Sampel yang digunakan yaitu 30 atlet putri dan 30 orang tua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tentang persepsi atlet putri dan orang tuanya terhadap keterlibatan atlet putri dalam olahraga gulat. Teknik perhitungan data yang digunakan yaitu teknik analisis data presentase, uji Liliefors, uji Homogenitas dan untuk menghitung perbedaan rata- rata persepsi siswa putri dengan orang tua dengan menggunakan rumus uji T-test. Hasil pengolahan dan analisis data dapat disimpulkan bahwa persentase Persepsi atlet putri sebesar 47 % cenderung berada pada tingkat rendah dan persepsi orang tua sebesar 43 % cenderung sedang. Hasil perhitungan T Test sebesar 3.13 dengan demikian dapat penulis simpulkan terdapat perbedaan yang “Sangat Signifikan” antara persepsi atlet putri dengan persepsi orang tua. Rata-rata atlet putri (164.57) lebih besar dari rata-rata persepsi orang tua (150.67). Guna meningkatkan keterlibatan atlet putri dalam olahraga gulat, para orang tua, pelatih dan lembaga yang bersangkuatan disarankan harus lebih mensosialisasikan olahraga gulat kepada khalayak masyarakat lainnya agar olahraga gulat menjadi familiar sehingga memudahkan proses pencarian bibit-bibit atlet gulat putri.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PROFIL KONDISI FISIK ATLET BOLA BASKET PUTRI TINGKAT SMA SE-JAWA BARAT.

PROFIL KONDISI FISIK ATLET BOLA BASKET PUTRI TINGKAT SMA SE-JAWA BARAT.

Atlet yang memiliki kondisi fisik yang baik akan lebih cepat dalam menguasai dan meningkatkan kemampuan tekniknya. Harsono menjelaskan dalam buku latihan kondisi fisik (2001, hlm. 4) “ . . . kalau kondisi fisik atlet baik, maka dia akan lebih cepat pula menguasai teknik-tek nik gerakan yang dilatihkan” , artinya dengan memiliki kondisi fisik yang prima akan memudahkan atlet untuk melatih tekniknya agar lebih baik lagi. Sedangkan atlet yang memiliki kondisi fisik yang kurang, cenderung akan mengalami kesulitan untuk mengasah tekniknya agar lebih baik lagi. Hal itu menjadikan atlet yang memiliki kondisi fisik yang prima bila harus melakukan drill atau pengulangan latihan teknik yang banyak tidak akan cepat lelah dan apabila lelah itu terjadi sekalipun akan terjadi dalam waktu yang lama. Hal itu akan berbanding terbalik bagi atlet yang memiliki kondisi fisik yang kurang. Jumlah pengulangan yang dilakukan oleh atlet yang memiliki kondisi fisik yang kurang akan jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan atlet yang memiliki kondisi fisik yang prima.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI ATLET PUTRI DI UKM BOLA VOLI UPI.

HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI ATLET PUTRI DI UKM BOLA VOLI UPI.

Penelitian dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis. Lapangan pada tim bola voli yang menunjukkan bahwa sering adanya tekanan-tekanan dari luar terhadap atlet khusus nya dari aspek psikologis. Oleh karena itu, atlet sering kali memiliki self control yang kurang baik di lapangan. Diduga kurang diperhatikannya aspek psikologis khususnya self control pada atlet, sehingga mempengaruhi tingkat kepercayaan diri atlet pada kemampuan yang dimilikinya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self control dengan tingkat kepercayaan diri atlet di UKM bola voli UPI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet putri tim UKM bola voli UPI. Sampelnya diambil sebanyak 16 atlet, dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, yang berisikan tentang self control dan tingkat kepercayaan diri. Penelitian ini dapat penulis simpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self control dengan tingkat kepercayaan diri atlet bola voli. Saran peneliti bahwa: a) Bagi para pelatih atau pembina cabang olahraga permainan bola voli hendaknya, harus memperhatikan komponen-komponen psikologinya. dikarenakan dari segi psikologi atau mental sangat berpengaruh terhadap pencapaian prestasi dan kematangan suatu atlet. b) Bagi para atlet bola voli pada khusunya atlet putri di UKM bola voli UPI dan para atlet cabang olahraga pretasi pada umumnya perlu memperhatikan psikologi diri sendiri dan meningkatkan self control sehingga dapat mengontrol diri serta meningkatkan kualitas kemampuannya dalam cabang olahraga bola voli.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

pengaruh metode latihan dan koordinasi terhadap power tungkai atlet bola voli junior putri

pengaruh metode latihan dan koordinasi terhadap power tungkai atlet bola voli junior putri

Bompa (1999, p.54) menjelaskan bahwa ada empat tahapan yang harus diperhatikan dalam latihan yaitu, “ physical training, technical train- ing, tactical training, psychological and mental training. ” Empat persiapan latihan physical train- ing, technical training, tactical training, psycho- logical and mental training , saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Physical training merupakan dasar bagi persiapan yang lain karena kondisi fisik merupakan kondisi organ tubuh untuk menerima dan menjalankan aktivitas yang dituntut. Persiapan fisik harus dianggap sebagai salah satu aspek yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dalam latihan untuk mencapai prestasi maksimal. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan potensi fungsi alat-alat tubuh pa- ra atlet dan untuk mengembangkan kemampuan biomotor menuju tingkatan yang tertinggi. Pada atlet memasuki tingkatan umur junior adalah fa- se yang sangat penting untuk mengembangkan unsur biomotor. Masa atlet junior adalah masa rata-rata di mana atlet untuk memulai pengem- bangan dan pembentukan ke arah olahraga pres- tasi. Latihan-latihan biomotor sangat penting dilatihkan untuk menunjang pertumbuhan, per- kembangan, kebugaran dan keterampilan-kete- rampilan pada olahraga bola voli. Biomotor adalah keseluruhan dari kondisi fisik olahraga- wan. Menurut Sukadiyanto (2010, p.82) kom- ponen dasar biomotor adalah ketahanan, keku- atan, kecepatan dan kelentukan. Komponen lain seperti power , kelincahan, keseimbangan dan koordinasi merupakan kombinasi dan perpadu- an dari beberapa komponen dasar biomotor.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TINGKAT KECEMASAN DAN DERAJAT DISMENOREA PADA ATLET PUTRI POMNAS XIII DIY TAHUN 2013.

TINGKAT KECEMASAN DAN DERAJAT DISMENOREA PADA ATLET PUTRI POMNAS XIII DIY TAHUN 2013.

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, atas segala limpahan kasih dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi dengan judul Tingkat Kecemasan dan Derajat Dismenorea Pada Atlet Putri POMNAS DIY Tahun 2013 dimaksudkan untuk mengetahui bagaimanakah tingkat kecemasan dan derajat dismenorea pada atlet putri POMNAS XIII DIY tahun 2013. Skripsi ini dapat terwujud dengan baik berkat uluran tangan dari berbagai pihak, teristimewa pembimbing. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada:
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Persepsi Siswi Terhadap Pencitraan Ideal Remaja Putri : Studi Kasus di SMP Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung - repository UPI S IPS 1006018 Title

Persepsi Siswi Terhadap Pencitraan Ideal Remaja Putri : Studi Kasus di SMP Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung - repository UPI S IPS 1006018 Title

Siti Khoeriyah, 2015 PERSEPSI SISWI TERHADAP PENCITRAAN IDEAL REMAJA PUTRI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu PERSEPSI SISWI TERHADAP PENCI[r]

3 Baca lebih lajut

Hubungan persepsi body dan image dan kebiasaan makan dengan status gizi pada atlet senam dan renang di sekolah atlet Ragunan Jakarta

Hubungan persepsi body dan image dan kebiasaan makan dengan status gizi pada atlet senam dan renang di sekolah atlet Ragunan Jakarta

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengkaji hubungan antara persepsi body image dan kebiasaan makan dengan status gizi atlet senam dan atlet renang SMA Ragunan Jakarta. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah: 1) Mengkaji karakteristik responden dan karakteristik keluarga; 2) Mengkaji body image remaja pada atlet senam dan atlet renang Sekolah Atlet Ragunan Jakarta; 3) Mengkaji kebiasaan makan dan intake energi dan zat gizi responden; 4) Mengkaji status gizi responden; 5) Mengkaji hubungan karakteristik individu dengan persepsi body image; 6) Mengkaji karakteristik keluarga dengan persepsi body image dan status gizi; 7) Mengkaji hubungan antara persepsi body image dan kebiasaan makan dengan status gizi responden. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Atlet Ragunan Jakarta pada bulan Mei 2011. Jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan sekunder. Data primer meliputi karakteristik responden, karakteristik keluarga, persepsi terhadap body image, kebiasaan makan, pengetahuan gizi, dan recall konsumsi pangan. Sedangkan data sekunder yang dibutuhkan adalah keadaan umum dari SMA Ragunan Jakarta dan jumlah siswa yang akan dijadikan sampel penelitian. Data-data tersebut diolah dengan menggunakan Microsoft Excel 2007 for Windows. Selain itu dilakukan analisis korelasi dengan menggunakan software SPSS versi 16.0 for windows untuk melihat hubungan antara karakteristik individu dengan persepsi body image, karakteristik keluarga dengan persepsi body image dan status gizi, persepsi body image dan kebiasaan makan dengan status gizi responden.
Baca lebih lanjut

174 Baca lebih lajut

KONDISI FISIK ATLET BULUTANGKIS KLUB DJARUM KUDUS DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI (Studi Eksposfacto Pada Atlet Tunggal Putri usia 17 21 Tahun 2014)

KONDISI FISIK ATLET BULUTANGKIS KLUB DJARUM KUDUS DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI (Studi Eksposfacto Pada Atlet Tunggal Putri usia 17 21 Tahun 2014)

Kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya (M. Sajoto, 1995:9). Atlet bulutangkis ketika menyambut datangnya shuttlecock menggunakan kecepatan dalam menyambut bola, sehingga shuttlecock itu tidak jatuh menyentuh lantai. Menurut Harsono, (2000:132) fleksibilitas adalah kemampuan seseorang untuk menggerakkan tubuh dan bagian-bagian tubuh dalam satu ruang gerak yang seluas mungkin, tanpa mengalami, menimbulkan cedera pada persendian dan otot di sekitar persendian itu. Sedangkan menurut M. Sajoto, (1995:9) fleksibilitas adalah efektivitas seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Fleksibilitas atau kelentukan sangat penting untuk atlet bulutangkis selain menunjang keefektifan gerak juga dapat menghindari atlet bulutangkis dari cidera.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SEBELUM BERTANDING PADA ATLET FUTSAL PUTRI TIM MUARA ENIM UNYTED.

PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SEBELUM BERTANDING PADA ATLET FUTSAL PUTRI TIM MUARA ENIM UNYTED.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa kecemasan adalah perasaan yang menimbulkan tekanan emosi yang dialami oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja dalam hal ini atlet, dapat menimbulkan tekanan emosi seperti: kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan terhadap sesuatu yang tidak jelas, misalnya saat menghadapi suatu pertandingan. Perasaan cemas muncul dalam diri atlet disebabkan oleh faktor intrinsik maupun faktor ekstrinsik yang dapat mengganggu pelaksanaan pertandingan yang akan dihadapi sehingga dapat mempengaruhi penampilan atlet tersebut. Asumsi atlet seperti membayangkan musuh yang lebih kuat, tentang kondisi fisik yang tidak cukup bagus, event yang sangat besar atau semua orang menaruh harapan yang berlebihan bisa mengakibatkan kecemasan yang berlebihan.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

aksioma hasil atletik

aksioma hasil atletik

2914 Tahun 2103 Tentang Penetapan Juara Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah AKSIOMA Tingkat Nasional Tahun 2013 HASIL LOMBA LARI 60 M PUTRI MI Nama Atlet Waktu Nama Atlet Waktu[r]

2 Baca lebih lajut

PERSEPSI ATLET WANITA JAWA BARAT TERHADAP WASIT WANITA DALAM CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA : Studi Deskriftif Terhadap Atlet Sepakbola Wanita Jawa Barat.

PERSEPSI ATLET WANITA JAWA BARAT TERHADAP WASIT WANITA DALAM CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA : Studi Deskriftif Terhadap Atlet Sepakbola Wanita Jawa Barat.

Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang persepsi atlet wanita Jawa Barat terhadap wasit wanita dalam cabang olahraga sepakbola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data didapat dengan menyebarkan angket kepada 32 orang responden atlet sepakbola wanita Jawa Barat. Dari hasil pengolahan data dan pembahasan diperoleh hasil bahwa persepsi atlet wanita Jawa Barat terhadap wasit wanita dalam cabang olahraga sepakbola sebesar 62% berada pada kategori baik, 22% cukup, dan 16% sangat baik. Artinya apa yang telah dipersepsikan para atlet berdasarkan faktor-faktor yang dialami baik dari faktor persepsi ataupun faktor wasit wanita terhadap wasit wanita dalam cabang olahraga sepakbola baik secara keseluruhan ataupun per indikator adalah baik. Adapun hasil pengolahan data yang secara rinci didapat berdasarkan hasil per indikator sebagai berikut: a) Persepsi, b) Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, c) Kepemimpinan wanita, d) Kecakapan mewasiti, dan e) Rapport wasit.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

S KOR 1006656 Chapter 5

S KOR 1006656 Chapter 5

3. Bagi atlet sepakbola wanita Jawa Barat, penelitian ini sesungguhnya ingin melihat sejauh mana pandangan dan pendapat para atlet mengenai munculnya wasit wanita sebagai pemimpin pertandingan, sehingga diketahui harapan para atlet kedepannya ketika dalam pertandingan agar pertandingan dapat berjalan dengan baik.

2 Baca lebih lajut

S KOR 1006656 Chapter 3

S KOR 1006656 Chapter 3

Instrumen penelitian akan digunakan untuk melakukan pengukuran, maka setiap instrumen harus memiliki skala pengukuran. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan skala Likert sebagai skala pengukuran instrumen yang dipakai. Skala Likert biasanya digunakan untuk mengukur sikap. Sugiyono (2012, hlm. 93) menjelaskan bahwa “skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sos ial”. Dengan menggunakan skala Likert , maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Berdasarkan skala Likert yang digunakan dalam angket, peneliti menetapkan kategori penyekoran sebagaimana dipaparkan dalam Tabel 3.1.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

S KOR 1006656 Chapter 1

S KOR 1006656 Chapter 1

Mempersepsi seseorang, individu yang dipersepsi itu mempunyai kemampuan-kemampuan, perasaan, harapan, walaupun kadarnya berbeda seperti halnya individu yang mempersepsi. Orang yang dipersepsi dapat berbuat sesuatu terhadap orang yang mempersepsi. Orang yang dipersepsi dapat menjadi teman, namun sebaliknya juga dapat menjadi lawan dari individu yang mempersepsi. Maka berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik meneliti mengenai persepsi atlet wanita Jawa Barat terhadap wasit wanita dalam cabang olahraga sepakbola.

6 Baca lebih lajut

S KOR 1006656 Table of Content

S KOR 1006656 Table of Content

Lina Karlina, 2015 PERSEPSI ATLET WANITA JAWA BARAT TERHAD AP WASIT WANITA D ALAM CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA Studi D eskriftif Terhadap Atlet Sepakbola Wanita Jawa Barat Universita[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...