persepsi dan teknik penanaman disiplin

Top PDF persepsi dan teknik penanaman disiplin:

Kematangan emosi remaja slow learner ditinjau dari persepsi orangtua terhadap teknik penanaman disiplin - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Kematangan emosi remaja slow learner ditinjau dari persepsi orangtua terhadap teknik penanaman disiplin - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Puji Syukur dan terima kasih peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kasih dan anugerahNya peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Penelitian ini berjudul Kematangan Emosi Remaja Slow Learner ditinjau dari Persepsi Orangtua terhadap Teknik Penanaman Disiplin ini dapat terselesaikan.

19 Baca lebih lajut

BAB V PENUTUP 5.1. Bahasan - Kematangan emosi remaja slow learner ditinjau dari persepsi orangtua terhadap teknik penanaman disiplin - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB V PENUTUP 5.1. Bahasan - Kematangan emosi remaja slow learner ditinjau dari persepsi orangtua terhadap teknik penanaman disiplin - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Hasil penelitian ini dipengaruhi oleh jumlah subjek yang sangat sedikit. Hal ini dikarenakan keterbatasan peneliti dalam mencari subjek penelitian yaitu remaja yang memiliki IQ 80-90. Pada awalnya terdapat 10 orang subjek penelitian yang sesuai dengan karakteristik penelitian. Namun dari 10 orang tersebut, hanya 8 orang yang dapat digolongkan ke dalam jenis teknik penanaman disiplin dengan perbandingan jumlah subjek yang menerapkan teknik penanaman disiplin love oriented technique dengan jumlah subjek yang menerapkan teknik penanaman disiplin power oriented technique sangat jauh (6 : 2). 2 orang subjek yang gugur dikarenakan ada kemungkinan subjek (orangtua remaja slow learner) tidak berpatokan pada 1 jenis teknik penanaman disiplin saja. Selain itu, hal yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian adalah pengisian Skala Persepsi Orangtua Terhadap Teknik Penanaman Disiplin hanya ditujukan pada salah satu orangtua saja (Ayah saja atau Ibu saja). Ada kemungkinan salah satu orangtua yang tidak mengisi skala mempunyai pengaruh yang lebih dominan dalam penanaman disiplin kepada remaja dan menerapkan teknik penanaman disiplin yang berbeda dengan orangtua yang mengisi skala sehingga hal ini mempengaruhi penilaian pada kematangan emosi remaja slow learner. Kondisi ini didukung Mussuen, dan kawan-kawan (1989: 398), pengaruh metode disiplin cukup kompleks dikarenakan oleh beberapa hal, yaitu :
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Kematangan emosi remaja slow learner ditinjau dari persepsi orangtua terhadap teknik penanaman disiplin - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Kematangan emosi remaja slow learner ditinjau dari persepsi orangtua terhadap teknik penanaman disiplin - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Namun terkadang terdapat perbedaan persepsi antara remaja dengan orangtuanya. Remaja dapat mempunyai persepsi bahwa orangtuanya menerapkan teknik penanaman disiplin power oriented technique, namun orangtuanya merasa bahwa dirinya menerapkan teknik penanaman disiplin love oriented technique, atau sebaliknya. Hal ini didukung oleh Gunarsa yang mengatakan bahwa orangtua yang telah bekerja keras untuk memberikan dan memenuhi keinginan dan permintaan remajanya, namun di “mata remaja” orangtua yang tidak kenal waktu, bekerja terus, mengejar karier, tanpa mengingat kebutuhan anaknya yaitu perhatian dari orangtua (Gunarsa, 1984: 92). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan persepsi orangtua terhadap teknik penanaman disiplin yang diterapkan oleh orangtua untuk mengetahui jenis teknik penanaman disiplin yang dilakukan oleh orangtua. Hal ini dikarenakan orangtua adalah pelaku dari teknik penanaman disiplin tersebut sehingga orangtua lebih mengetahui tindakan- tindakan yang dilakukan untuk mengajarkan disiplin kepada remajanya termasuk dalam hal emosional.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENANAMAN DISIPLIN DIRI PADA ANAK USIA DINI DI PG/TK ISLAM AL-FATTAH SIDOARJO.

PENANAMAN DISIPLIN DIRI PADA ANAK USIA DINI DI PG/TK ISLAM AL-FATTAH SIDOARJO.

Kapan dan bagaimana cara menerapkan disiplin sangat bervariasi tergantung pada tahap perkembangan dan temperamen masing-masing anak. Meski norma-norma yang berlaku dalam keluarga anda menentukan arah perkembangan anak, susunan genetik saat anak lahir sangat menentukan temperamen, besarnya energi serta kemampuan anak. Tentu saja lingkungan sekolah, teman dan saudara juga memberi pengaruh bagi disiplin anak dengan semakin bertambahnya usia mereka. Meskipun demikian, ada penerapan disiplin yang berlaku umum, yang berlaku bagi semua usia dan kepribadian. (Dr. Sylvia Rimm, 2003)
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN WANITA DENGAN DISIPLIN KERJA.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN WANITA DENGAN DISIPLIN KERJA.

Secara umum, sejak dulu wanita memang lebih dikenal dalam perannya sebagai ibu rumah tangga (peran domestik), sehingga selama ini persepsi yang timbul adalah wanita lebih cocok sebagai ibu rumah tangga. Banyak pihak yang sampai saat ini masih ragu jika seorang wanita menduduki jabatan sebagai pemimpin. Sementara itu tidak sedikit kaum wanita yang menduduki posisi sebagai pemimpin, baik di sektor swasta maupun di sektor publik. Salah satu wanita yang berhasil menduduki jabatan tinggi yaitu sebagai Menteri Keuangan saat ini adalah Sri Mulyani Indrawati. Seperti yang dilaporkan dalam Antara News (http://www.antara.co.id/, diakses 16 Desember 2008) bahwa beliau menjatuhkan hukuman disiplin kepada 238 orang pegawai Depkeu (Departemen Keuangan) yang terindikasi melakukan perbuatan indisipliner, tindakan tersebut beragam yaitu berupa pemberhentian dengan tidak hormat sebagai PNS, penurunan pangkat, penundaan kenaikan pangkat, serta penurunan gaji.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN KERJA KERAS PADA PEKERJA  Penanaman Karakter Disiplin Dan Kerja Keras Pada Pekerja (Studi Kasus pada Pekerja Penyadap Karet di PT. Perkebunan Nusantara IX TPH Dusun Karangnongko).

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN KERJA KERAS PADA PEKERJA Penanaman Karakter Disiplin Dan Kerja Keras Pada Pekerja (Studi Kasus pada Pekerja Penyadap Karet di PT. Perkebunan Nusantara IX TPH Dusun Karangnongko).

Dito Dwi Widodo/A220110076. PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN KERJA KERAS PADA PEKERJA (Studi Kasus pada Pekerja Penyadap Karet di PT. Perkebunan Nusantara IX TPH Dusun Karangnongko). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Januari, 2016.

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP DISIPLIN DALAM BERLALU LINTAS DENGAN KINERJA.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP DISIPLIN DALAM BERLALU LINTAS DENGAN KINERJA.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa penumpang dapat diketahui bahwa akhir-akhir ini sebagian besar penumpang mengeluhkan kinerja karyawan menurun, khususnya bagi sopir bus. Keluhan penumpang terhadap kinerja sopir karena banyaknya kecelakaan yang dipandang bersumber dari kesalahan sopir sering melakukan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas lain. Ini terjadi karena sebagian para sopir bus atau angkutan umum belum bisa diajak disiplin. Akibat banyaknya keluhan kinerja menurun berdampak pada perusahaan. Kinerja sopir menurun dapat diketahui melalui pemasukan hasil penarikan penumpang lebih kecil dari standar. Pemasukan hasil tidak sesuai standar disebabkan sedikitnya konsumen yang menjadi penumpang bus Sumber Kencono. Alasan konsumen tidak menggunakan bus Sumber Kencono karena merasa tidak nyaman dalam perjalanan sehingga penumpang memilih bus lain sebagai transportasi. Pilihan penumpang untuk pindah sarana transportasi ke bus lain menimbulkan kerugian pada perusahaan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENUMBUHAN KEDISIPLINAN SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MADRASAH

PENUMBUHAN KEDISIPLINAN SEBAGAI PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MADRASAH

b. Julie Andrews dalam Shelia Ellison and Barbara An Barnet Ph.D berpendapat bahwa “Discipline is a form of life training that, once experienced and when practiced, develops an individual’s ability to control themselves”. ( Julie Andrews , 1996:195) (Disiplin adalah suatu bentuk latihan kehidupan, suatu pengalaman yang telah dilalui dan dilakukan, mengembangkan kemampun seseorang untuk mawas diri). c. Mahmud Yunus dalam bukunya “At Tarbiyah wa Ta’lim” mengatakan:

16 Baca lebih lajut

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DALAM  PROGRAM KEISLAMAN   Penanaman Karakter Disiplin Dalam Program Keislaman (Studi Kasus Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DALAM PROGRAM KEISLAMAN Penanaman Karakter Disiplin Dalam Program Keislaman (Studi Kasus Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

2. Bentuk-bentuk penanaman karakter disiplin dalam program keislaman. Usaha pihak sekolah yaitu dengan membentuk sebuah perencanaan di dalam kegiatan. Setelah perencanaan disosialisasikan kepada siswa, kemudian ustad dan ustadzah membentuk suatu tim Al-Islam dan kemuhammadiyahan untuk mengawal program al islam dan yang terakhir adalah menjaga ketertiban dalam pelaksanaan ketika ada yang ijin. Pihak sekolah melalui wakil kepala sekolah bidang keislaman memanggil dari sound pusat bertempat di ruang Tata Usaha ketika awal program atau akan dimulainya kegiatan al islam sehingga ada pengendalian yang sifatnya mengontrol jalannya kegiatan. Dilakukan sebuah pola pembelajaran yang heterogen artinya dituntun semua ustad dan ustadzah agar tidak menggunakan satu cara saja dalam membimbing kegiatan keislaman yang bisa berefek pada kebosanan pada siswa. Ustad dan ustadzah diterjunkan di lapangan untuk memberi arahan agar siswa segera menjalankan kegiatan keislaman tepat pada waktunya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pengawasan Kerja Dengan Disiplin Kerja Karyawan  Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pengawasan Kerja Dengan Disiplin Kerja Karyawan.

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pengawasan Kerja Dengan Disiplin Kerja Karyawan Hubungan Antara Persepsi Terhadap Pengawasan Kerja Dengan Disiplin Kerja Karyawan.

Hal ini sejalan dengan teorinya Saydam (2005) yang menjelaskan bahwa adanya hubungan timbal balik antara disiplin kerja dengan pengawasan kerja yang mana dikatakan disiplin terbentuk dari sikap karyawan dalam menciptakan rasa tanggung jawab atas tugas yang mereka hadapi.Disiplin disini merupakan suatu sikap yang hendak dimunculkan bagi setiap oanggota perusahaan guna tercapainya tujuan organisasi tersebut.Agar tingkat disiplin bagi seluruh karyawan dapat tergolong tinggi maka perlu diberikannya pengawasan kerja, sehingga sikap disiplin karyawan dapat teratasi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DALAM  PROGRAM KEISLAMAN  Penanaman Karakter Disiplin Dalam Program Keislaman (Studi Kasus Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DALAM PROGRAM KEISLAMAN Penanaman Karakter Disiplin Dalam Program Keislaman (Studi Kasus Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

Puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya. Shalawat serta salam teruntuk Nabi Muhammad SAW sang revolusioner sejati. Penulis sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik, yang berjudul “Penanaman Karakter Disiplin dalam Program Keislaman Studi Kasus Siswa SMP Muhammadiyah 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014”.

20 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN BANYUMAS

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN BANYUMAS

tersebut disadari dan telah menyatu dengan pegawai, justru sebaliknya akan membani dirinya ketika tidak berbuat sesuai dengan aturan yang ada Hasibuan (2009) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran atau kesediaan orang mentaati semua peraturan organisasi atau perusaaan dan norma sosial yang berlaku, dan disiplin karyawan dapat diartikan dengan –pertama- pegawai yang datang dan pulang tepat pada waktunya, -kedua- mengerjakan semua pekerjaan dengan baik dan tepat waktu, serta yang ketiga adalah karyawan mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma sosial yang berlaku. Maka disiplin kerja dapat dipahami sebagai sikap dan perilaku taat dan patuh terhadap peraturan organisasi/perusahaan yang ada, dilakukan atas kesadaran dan sukarela/ikhlas demi tercapainya efektifitas kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang menjadi tanggungjawab pegawai. Afandi (2016) mengatakan bahwa disiplin
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGANTAR TEKNIK PENGANTAR TEKNIK INDUST

PENGANTAR TEKNIK PENGANTAR TEKNIK INDUST

Perkembangan dan Organisasi yang mendukung berdirinya disiplin Teknik Industri : berdirinya disiplin Teknik Industri : ` Tahun berdiri Society of Industrial Engineering SIE yang mewada[r]

23 Baca lebih lajut

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB MELALUI METODE POINT SKORSING   Penanaman Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Melalui Metode Point Skorsing (studi kasus di SMK Negeri 8 Surakarta).

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB MELALUI METODE POINT SKORSING Penanaman Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Melalui Metode Point Skorsing (studi kasus di SMK Negeri 8 Surakarta).

Wawancara tekait dengan penelitian ini peneliti menggunakan wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur berpatokan dengan pedoman wawancara yang sistematis. Hal ini peneliti mengajukan pertanyaan yang tidak terikat oleh waktu dan tempat. Wawancara yang dilakukan untuk memperoleh data lanjut mengenai penanaman pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab melalui metode point skorsing di SMK Negeri 8 Surakarta dengan Kepala Sekolah, Guru Kesiswaan, Guru Bimbingan Konseling dan Siswa.

14 Baca lebih lajut

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB MELALUI METODE POINT SKORSING  Penanaman Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Melalui Metode Point Skorsing (studi kasus di SMK Negeri 8 Surakarta).

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB MELALUI METODE POINT SKORSING Penanaman Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Melalui Metode Point Skorsing (studi kasus di SMK Negeri 8 Surakarta).

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman, kendala dan solusi dalam penanaman pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab melalui metode point skorsing di SMK Negeri 8 Surakarta. Data Penelitian ini dikumpulkan melalui informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis datanya menggunakan model interaktif yang mempunyai beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

16 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL AKTUALISASI KEGIATAN KEPRAMUKAAN  KURIKULUM 2013DALAM  PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN  Implementasi Model Aktualisasi Kegiatan Kepramukaan Kurikulum 2013 Dalam Penanaman Karakter Disiplin Dan Kerja Sama Antar Siswa Pada Gugus Depan Yan

IMPLEMENTASI MODEL AKTUALISASI KEGIATAN KEPRAMUKAAN KURIKULUM 2013DALAM PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN Implementasi Model Aktualisasi Kegiatan Kepramukaan Kurikulum 2013 Dalam Penanaman Karakter Disiplin Dan Kerja Sama Antar Siswa Pada Gugus Depan Yan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) implementasi model aktualisasi kegiatan kepramukaan kurikulum 2013 pada penanaman karakter disiplin dan kerjasama antar siswa di SMANegeri 2 Sukoharjo, 2) kendala yng dihadapi implementasi model aktualisasi kegiatan kepramukaan kurikulum 2013 pada penanaman karakter disiplin dan kerjasama antar siswa di SMANegeri 2 Sukoharjo 3) solusi terhadap kendala dalam implementasi model aktualisasi kegiatan kepramukaan kurikulum 2013 pada penanaman karakter disiplin dan kerjasama antar siswa di SMANegeri 2 Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data Penelitian ini dikumpulkan melalui informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis datanya menggunakan model interaktif yang mempunyai beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber data dan pengumpulan data.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL AKTUALISASI KEGIATAN KEPRAMUKAAN  KURIKULUM 2013 DALAM  PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN  Implementasi Model Aktualisasi Kegiatan Kepramukaan Kurikulum 2013 Dalam Penanaman Karakter Disiplin Dan Kerja Sama Antar Siswa Pada Gugus Depan Ya

IMPLEMENTASI MODEL AKTUALISASI KEGIATAN KEPRAMUKAAN KURIKULUM 2013 DALAM PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN Implementasi Model Aktualisasi Kegiatan Kepramukaan Kurikulum 2013 Dalam Penanaman Karakter Disiplin Dan Kerja Sama Antar Siswa Pada Gugus Depan Ya

Rudi Widayat/A220110106. IMPLEMENTASI MODEL AKTUALISASI KEGIATAN KEPRAMUKAAN KURIKULUM 2013 DALAM PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN KERJASAMA ANTAR SISWA PADA GUGUS DEPAN YANG BERPANGKALAN DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2015/2016 Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Suakarta. Agustus, 2016.

19 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI BUDAYA KERJA   Hubungan Antara Persepsi Budaya Kerja Beretika Islam Dengan Disiplin Kerja Guru.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI BUDAYA KERJA Hubungan Antara Persepsi Budaya Kerja Beretika Islam Dengan Disiplin Kerja Guru.

9 menghantarkan manusia dalam kehidupannya menuju tujuan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun akhirat. Badroen (2006) didalam bukunya menjelaskan ada beberapa ciri khas kerja islami yang dapat diakomodir dari implementasi nilai Islam dalam Al-Qur ‟ an dan Hadits, diantaranya: menghargai waktu, ikhlas, jujur, komitmen kuat, istikomah, disiplin dalam bekerja, konsekuen dan berani tantangan, disiplin, kreatif, percaya diri dan ulet, bertanggung jawab, bahagia karena melayani, memiliki harga diri, memiliki jiwa kepemimpinan, berorientasi pada masa depan, hidup hemat, jiwa wirausaha, insting bertanding dalam kompetisi kebaikan, keinginan mandiri, selalu belajar, orientasi pada produktivitas, perkaya jaringan silaturrahmi, semangat perantauan dan semangat perubahan. Etika kerja menurut Islam adalah mempunyai makna nilai moral kerja, yaitu sesuatu pandangan batin yang bersifat mendarah daging dalam pekerjaan. Seseorang yang memiliki semangat kerja yang tinggi akan merasakan bahwa hanya dengan menghasilkan pekerjaan yang terbaik, bahkan sempurna, nilai yang
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...