Persepsi Siswa tentang Metode

Top PDF Persepsi Siswa tentang Metode:

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP PURNAMA TRIMURJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR DAN PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP PURNAMA TRIMURJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

2012/2013. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII semester ganjil SMP Purnama Trimurjo sebanyak 3 kelas dengan jumlah siswa keseluruhan 103 orang. Dengan menggunakan rumus Slovin dengan probability sampling didapat sampel sebanyak 82 orang. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah penelitian verifikatif dengan pendekatan ex post facto. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh persepsi siswa tentang disiplin belajar dan metode mengajar guru terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII semester ganjil SMP Purnama Trimurjo Tahun Pelajaran 2012/2013. Berdasarkan analisis diperoleh hasil penelitian yang menunjukan bahwa, (1) ada pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII semester ganjil SMP Purnama Trimurjo Tahun Pelajaran 2012/2013, (2) ada pengaruh persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII semester ganjil SMP Purnama Trimurjo Tahun Pelajaran 2012/2013, (3) ada pengaruh disiplin belajar dan persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII semester ganjil SMP Purnama Trimurjo Tahun Pelajaran 2012/2013.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP METODE MENGAJAR GURU DENGAN KESEJAHTERAAN SISWA DI SMP  Hubungan Antara Persepsi Siswa terhadap Metode Mengajar Guru dengan Kesejahteraan Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP METODE MENGAJAR GURU DENGAN KESEJAHTERAAN SISWA DI SMP Hubungan Antara Persepsi Siswa terhadap Metode Mengajar Guru dengan Kesejahteraan Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi siswa terhadap metode mengajar guru dengan kesejahteraan siswa, 2) mengetahui sumbangan efektif persepsi siswa tentang metode mengajar guru terhadap kesejahteraan siswa, 3) mengetahui tingkat persepsi siswa terhadap metode mengajar guru, 4) mengetahui tingkat kesejahteraan siswa. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara persepsi siswa terhadap metode mengajar guru dengan kesejahteraan siswa.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Persepsi Siswa Tentang Komunikasi Antar Pribadi Antara Guru Dengan Siswa Dalam Metode Pengajaran Di SMA Pasundan 8 Bandung

Persepsi Siswa Tentang Komunikasi Antar Pribadi Antara Guru Dengan Siswa Dalam Metode Pengajaran Di SMA Pasundan 8 Bandung

Pada umumnya pendidikan berlangsung secara berencana di dalam kelas secara tatap muka (face-to-face). Karena kelompoknya relatif kecil, meskipun komunikasi antara guru dan siswa dalam ruang kelas itu termasuk komunikasi kelompok (group communication), sang guru sewaktu-waktu bisa mengubahnya menjadi komunikasi antarpribadi. Terjadilah komunikasi dua arah dimana siswa menjadi komunikan dan guru sebagai komunikator. Terjadinya komunikasi dua arah ini ialah apabila para pelajar bersikap responsif, mengetengahkan pendapat atau mengajukan pertanyaan, diminta atau tidak diminta.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MAKE A MATCH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 WURYANTORO TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MAKE A MATCH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 WURYANTORO TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

Disisi lain motivasi belajar juga mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dalam proses belajar motivasi belajar sangat diperlukan, sebab siswa akan belajar sungguh-sungguh tanpa dipaksa, bila memiliki motivasi yang besar diharapkan akan mencapai hasil belajar yang tinggi. Adanya motivasi yang besar dalam diri siswa merupakan syarat agar siswa terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mengatasi berbagai kesulitan belajar yang dihadapinya dan lebih lanjut siswa akan sanggup belajar sendiri.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU TERHADAP KESEJAHTERAAN SISWA  Hubungan Antara Persepsi Siswa terhadap Metode Mengajar Guru dengan Kesejahteraan Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU TERHADAP KESEJAHTERAAN SISWA Hubungan Antara Persepsi Siswa terhadap Metode Mengajar Guru dengan Kesejahteraan Siswa di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

Fakta lain yang mengiindikasikan adanya ancaman terhadap kesejahteraan siswa ditunjukkan dalam pengamatan terkait beberapa fakta tentang hubungan guru dan siswa. Dikemukakan bahwa seringkali guru melakukan tindakan yang dapat membuat para siswanya semakin tidak nyaman saat di sekolah, di antaranya : pandangan negatif terhadap siswa, tidak memberi dukungan kepada siswa, lebih mudah menyalahkan daripada memuji, memunculkan kekerasan di sekolah, jarang membantu siswa jika siswa mendapat kesulitan, mementingkan hasil daripada proses, dan menilai kesuksesan siswa hanya dari nilai matapelajaran tertentu (Susetyo, 2012). Hal ini yang dapat menyebabkan seorang siswa merasa tidak sejahtera ketika berada di sekolah, karena mengalami sebuah pengalaman yang negatif tentang hubungan sosialnya di sekolah (Schmidt, 1992).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR RASULULLAH YANG DITERAPKAN GURU DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PAI SISWA SDN MRANGGEN 1 SRUMBUNG MAGELANG

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR RASULULLAH YANG DITERAPKAN GURU DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PAI SISWA SDN MRANGGEN 1 SRUMBUNG MAGELANG

Angket merupakan sejumlah pernyataan atau pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Metode ini digunakan untuk memperoleh jawaban dari responden tetang kemandirian belajar dan persepsi tentang metode mengajar Raslullah yang di terapakan oleh guru PAI. Penyusunan angket ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yakni menentukan tujuan, menentukan indikator setiap variabel, menyusun butir item. Setelah angket tersusun selanjutnya menyebarkannya kepada responden. Tahapan berikutnya ialah menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Jika angket tersebut tidak valid maka harus menyebarkan ulang kepada responden setelah direvisi. Namun jika sudah valid, hal yang harus dilakukan ialah menganalisis hasil kemudian menginterpretasikan data kemudian menarik kesimpulan.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KOLEKSI BAHAN BACAAN, MINAT BACA DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 25 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KOLEKSI BAHAN BACAAN, MINAT BACA DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 25 BANDAR LAMPUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang koleksi bahan bacaan, minat baca dan pelayanan perpustakaan terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Bandar Lampung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Bandar Lampung semester ganjil sebanyak 8 kelas dengan jumlah siswa keseluruhan 291 orang. Dengan menggunakan rumus Slovin dengan probability sampling didapat sampel sebanyak 168 orang. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah penelitian verifikatif dengan pendekatan ex post facto. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh persepsi siswa tentang koleksi bahan bacaan, minat baca dan pelayanan
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

MOTIF DAN PERSEPSI SISWA PUTRI TERHADAP PARTISIPASI PADA CABANG OLAHRAGA BELADIRI : Studi Deskriptif pada Ekstrakurikuler Karate di SMA Negeri 1 Majalaya.

MOTIF DAN PERSEPSI SISWA PUTRI TERHADAP PARTISIPASI PADA CABANG OLAHRAGA BELADIRI : Studi Deskriptif pada Ekstrakurikuler Karate di SMA Negeri 1 Majalaya.

Sugiyono (2010:2) menjelaskan bahwa: “ metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu ” .Metode yang digunakan dalam penelititan ini adalah metode penelitian deskriptif. Lebih lanjut dijelaskan oleh Sugiyono (2010:11) , bahwa: “Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel, atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain ”. Nazir (2003:54) menjelaskan bahwa: “Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang” .
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Ketrampilan Mengajar Guru dan Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa BAB 0

Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Ketrampilan Mengajar Guru dan Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Kognitif Siswa BAB 0

Metode penelitian yang digunakan adalah metode ex post facto . Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X sejumlah 247 siswa dengan sampel salah satu kelas yaitu kelas X3 sejumlah 30 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling . Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, angket dan tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data jumlah dan nama siswa kelas X. Teknik angket digunakan untuk mendapatkan data persepsi siswa tentang ketrampilan mengajar guru dan kemandirian belajar. Teknik tes digunakan untuk mendapatkan data kemampuan kognitif siswa. Analisis data menggunakan analisis teknik regresi linier ganda dengan uji prasyarat hipotesis meliputi uji normalitas, uji independensi, dan uji linieritas.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Kesejahteraan Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 25 Surakarta.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Kesejahteraan Siswa Dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 25 Surakarta.

Saptandari, E.W. (2012). Peran Sekolah untuk Kesejahteraan Mental Anak dan Remaja . Dalam Faturochman, Tri Hayuning Tyas, Wenty Marina Minza, dan Galang Lufityanto (penyunting), Psikologi untuk Kesejahteraan Masyarakat , Yogkakarta: Pustaka Pelajar dan Fakultas Psikologi UGM Sari, K. (2013). Hubungan antara Persepsi Siswa terhadap Metode Mengajar Guru

Baca lebih lajut

JURNAL SRI MEKARWATI K2309074 PEND FISIKA 2009

JURNAL SRI MEKARWATI K2309074 PEND FISIKA 2009

Metode penelitian yang digunakan adalah metode ex post facto. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X sejumlah 247 siswa dengan sampel salah satu kelas yaitu kelas X3 sejumlah 30 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, angket dan tes. Teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data jumlah dan nama siswa kelas X. Teknik angket digunakan untuk mendapatkan data persepsi siswa tentang ketrampilan mengajar guru dan kemandirian belajar. Teknik tes digunakan untuk mendapatkan data kemampuan kognitif siswa. Analisis data menggunakan analisis teknik regresi linier ganda dengan uji prasyarat hipotesis meliputi uji normalitas, uji independensi, dan uji linieritas.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PERSEPSI SISWA TENTANG PERILAKU SOSIAL DALAM PACARAN ( Studi Kasus Siswa SMA Al Islam 1 Surakarta )

PERSEPSI SISWA TENTANG PERILAKU SOSIAL DALAM PACARAN ( Studi Kasus Siswa SMA Al Islam 1 Surakarta )

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer yakni wawancara dengan informan dan data sekunder yakni observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengambilan cuplikan menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik wawancara menggunakan wawancara mendalam (in dept interviewing) dengan 12 informan, observasi perilaku siswa diluar jam belajar dan studi dokumentasi gambar atau foto screenshoot sms siswa SMA Al Islam 1 Surakarta dengan pacar. Uji validitas data menggunakan triangulasi data (sumber) dan metode. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh persepsi mahasiswa tentang pengelolaan kelas dan persepsi tentang fasilitas belajar terhadap prestasi belajar WIDI DEPAN

Pengaruh persepsi mahasiswa tentang pengelolaan kelas dan persepsi tentang fasilitas belajar terhadap prestasi belajar WIDI DEPAN

Widy Nurwiandani. S 541280105. 2013. “ Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Pengelolaan Kelas Dan Persepsi Tentang Fasilitas Belajar Terhadap Prestasi Belajar ” . TESIS. Pembimbing I : Prof. dr. Bhisma Murti, MPH, M.Sc, Ph.D,, II : Dr. Hari Wujoso, dr., SpF, MM. Program Studi Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SDN 2 DAN SDN 3 BERKOH PURWOKERTO ipi10418

HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SDN 2 DAN SDN 3 BERKOH PURWOKERTO ipi10418

Proporsi GPPH pada penelitian ini adalah sebesar 44,2%. Angka ini lebih tinggi dari pada penelitian yang dilakukan oleh Polanczyk, dkk yaitu 5,29%, berdasarkan data dari Januari 1978 sampai Desember 2005 di berbagai negara. 5 Penelitian yang dilakukan oleh Saputro menunjukkan prevalensi anak GPPH di DKI Jakarta sebesar 26,2%. 3 Angka proporsi GPPH pada penelitian ini menjadi lebih besar dapat dikarenakan jumlah sampel yang jauh lebih sedikit dibanding dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Angka proporsi yang lebih tinggi juga dapat disebabkan oleh metode pengambilan sampling yang digunakan yaitu non- probability sampling, purposive sampling. Rasio perbandingan anak laki-laki dan perempuan pada penelitian ini adalah 8,8:1. Hal ini sesuai dengan teori yang menyebutkan rentang rasio antara anak laki-laki dan perempuan GPPH adalah 2:1 sampai 9:1. 2,5 Penelitian oleh Michanie dkk. dan Galéra dkk. menunjukkan bahwa salah satu masalah edukasional yang dapat ditimbulkan oleh gejala-gejala GPPH adalah tinggal kelas. 7,8
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S ADP 1100025 Chapter3

S ADP 1100025 Chapter3

Analisis korelasi dilakukan untuk mengatahui derajat hubungan antara variabel X (Persepsi Siswa mengenasi Pengelolaan Kelas oleh Guru) dengan variabel Y (Kepuasan Siswa). Teknik perhitungan statistik yang digunakan dalam menentukan derajat hubungan dalam penelitian ini adalah statistik parametris dengan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment , karena distribusi data dari kedua variabel penelitian bersifat normal. Adapaun rumus korelasi Pearson Product Moment (Suharsimi Arikunto, 2009, hlm.327):

27 Baca lebih lajut

MINAT MEMBACA PADA MAHASISWA (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UNDIP Semester I)

MINAT MEMBACA PADA MAHASISWA (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UNDIP Semester I)

Mahasiswa sebagai sumber daya manusia Indonesia sangat dibutuhkan ide dan pendapatnya untuk membangun negeri ini. Kualitas SDM ini sangat terkait dengan minat membaca yang dimiliki mahasiswa. Kebiasaan membaca tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar saja, tetapi juga dapat membentuk kepribadian individu dengan menghayati hasil bacaannya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadi minat membaca, lama membaca dan jenis bacaan dipilih, manfaat membaca dan cara mahasiswa mengekspresikan minat membacanya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif dengan melibatkan mahasiswa semester 1 sebanyak 92 orang. Sebagian besar partisipan mempunyai kebiasaan membaca yang lebih didominasi jenis bacaan novel. Kebiasaan bermain game online dan melihat TV mampu menghalangi minat membaca mahasiswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KEMATANGAN PSIKOLOGIS DALAM MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SISWA ipi32806

KEMATANGAN PSIKOLOGIS DALAM MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SISWA ipi32806

atas maka kematangan psikologis adalah hasil proses pertumbuhan dan perkembangan yang terlaksana dengan baik sehingga mencapai tingkat kepribadian yang lebih tinggi dalam bertingkah laku secara wajar. Minat belajar adalah kemauan atau dorongan untuk melaksanakan kegiatan belajar yang ada pada diri siswa. Menurut E. Juhana Wijaya (1995) minat artinya; “Suatu kecenderungan, dorongan atau perhatian terhadap sesuatu yang disertai dengan perasaan dan fikiran“. Selanjutnya menurut Muhibbin Syah (2001) Minat berarti: “Kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu“. Rudi Budiman (dalam Sukardi, 2004) mengemukakan: “Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada setiap orang, dan terjadi seumur hidup”. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002): “Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungnnya yang menyangkut kognitif, afektif, dan Psikomotor”. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap suatu gairah keinginan untuk suatu perubahan yang terjadi pada seseorang dalam melaksanakan kegiatan (belajar) amat bergantung dari kapasitas yang dimiliki.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERHATIAN ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGERJAKAN TUGAS-TUGAS SEKOLAH ipi24861

HUBUNGAN PERHATIAN ORANGTUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGERJAKAN TUGAS-TUGAS SEKOLAH ipi24861

Temuan ini didukung oleh pendapat Slameto (2010: 58) bahwa “motivasi yang kuat sangatlah perlu dalam belajar”. Salah satu faktor penentu dalam belajar siswa adalah motivasi, dan motivasi itu salah satunya berasal dari orangtua sebagaimana pendapat Ngalim Purwanto (1997:105) “orangtua dapat memberikan motivasi yang baik pada anak; anaknya sehingga timbullah dalam diri anak itu dorongan dan hasrat untuk belajar lebih baik. Sehingga anak menyadari apa gunanya belajar dan apa tujuan yang hendak dicapai dalam pelajaran itu, jika diberi perangsang, diberi motivasi yang baik dan sesuai”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERANAN TANAMAN PAKAN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN DI INDONESIA (Dengan Perhatian Khusus pada Konservasi Tanah)

PERANAN TANAMAN PAKAN DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN DI INDONESIA (Dengan Perhatian Khusus pada Konservasi Tanah)

Kerusakan lahan, khususnya lahan kering, di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Laju erosi yang diukur pada tahun 1970-an berkisar antara 5-10 mm per tahun (Abdurachman et al, 2005; Kalo, 1989) melampaui batas pembentukan tanah secara alami yang diperkirakan sebesar 1 mm per tahun (ECI, 1979). Penelitian tahun 1985 dengan metode yang berbeda menunjukkan tingkat erosi sudah mencapai lebih dari 300 ton/ha/tahun (Hermawan dan Prasetyo, 1991), dan percepatannya semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran sebagian masyarakat kita di dalam memperlakukan lahan pertaniannya. Pada umumnya masyarakat pertanian kita menerapkan sistem usahatani yang tidak sesuai dengan kaidah- kaidah konservasi tanah dan air. Dengan demikian maka sebagian besar lahan yang tadinya subur dengan top soil yang cukup tebal, lama kelamaan tererosi sehinga berubah menjadi lahan kurus tanpa top soil.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PELATIHAN PERENCANAAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN KEJELASAN ARAH PILIHAN BIDANG MINAT KARIR PADA MAHASISWA SEMESTER III FAKUTAS PSIKOLOGI ipi124160

EFEKTIVITAS PELATIHAN PERENCANAAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN KEJELASAN ARAH PILIHAN BIDANG MINAT KARIR PADA MAHASISWA SEMESTER III FAKUTAS PSIKOLOGI ipi124160

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan perencanaan karir untuk meningkatkan kejelasan arah pilihan bidang minat karir pada mahasiswa semester III Fakultas Psikologi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pre test post test control group design. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah skala yang dikenakan 3 kali pada subyek, yaitu selama pre test (sebelum pelatihan), post test 1 (sesudah pelatihan) dan post test 2 (2 minggu setelah pelatihan). Selain itu dilakukan juga analisis kualitataif terhadap hasil FGD dan lembar wawasan karir (pre test), hasil evaluasi pelatihan dan hasil observasi pelatihan (post test 1) serta hasil in depth interview (post test 2).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...