Pertumbuhan Semai Kemiri

Top PDF Pertumbuhan Semai Kemiri:

PENGARUH PERBANDINGAN TANAH DAN SERBUK ARANG TEMPURUNG KEMIRI SEBAGAI MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KEMIRI (Aleurites moluccana Willd) Dedi Harsono1 ,Yusran2 , Husain Umar2,

PENGARUH PERBANDINGAN TANAH DAN SERBUK ARANG TEMPURUNG KEMIRI SEBAGAI MEDIA TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KEMIRI (Aleurites moluccana Willd) Dedi Harsono1 ,Yusran2 , Husain Umar2,

Keberhasilan suatu persemaian tidak luput dari berbagai teknik budidaya salah satu diantaranya perlakuan dan penambahan bahan organik pada media tumbuh untuk menghasilkan bibit unggul, sehat, dan berkualitas salah satunya adalah serbuk arang tempurung kemiri. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah perbandingan tanah dengan serbuk arang tempurung kemiri dapat meningkatkan pertumbuhan semai kemiri (Aleurites moluccana Willd) ?

9 Baca lebih lajut

RESPON PERTUMBUHAN SEMAI KEMIRI (Aleurites moluccana Willd.) TERHADAP INOKULASI BEBERAPA SPESIES FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR | Rinti | Jurnal Warta Rimba 6349 21017 1 PB

RESPON PERTUMBUHAN SEMAI KEMIRI (Aleurites moluccana Willd.) TERHADAP INOKULASI BEBERAPA SPESIES FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR | Rinti | Jurnal Warta Rimba 6349 21017 1 PB

Parameter selanjutnya yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan jumlah daun semai kemiri. Menurut Jannah (2011) menyatakan bahwa inokulasi mikoriza dapat meningkatkan penyerapan unsur hara P sehingga pertumbuhan dan perkembangan organ seperti daun juga meningkat. Perkembangan daun yang lebih baik pada tanaman yang diinokulasi mikoriza mengakibatkan tanaman mampu melakukan fotosintesis lebih optimal. Karena lebih luas permukaan daun yang menerima radiasi matahari sebagai energi utama dalam proses fotosintesis. Daun yang lebih luas mempunyai kandungan klorofil persatuan luas daun total lebih banyak dibandingkan daun yang kurang luas.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KEMIRI (Aleurites moluccana (L.) Willd.) | Nismawati | Jurnal Warta Rimba 1956 5717 1 PB

PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KEMIRI (Aleurites moluccana (L.) Willd.) | Nismawati | Jurnal Warta Rimba 1956 5717 1 PB

Berdasarkan hasil penelitian oleh Wijaya (2008) bahwa secara umum perlakuan tanah bokashi dengan perbandingan 1:1 menunjukkan pertumbuhan bibit yang baik pada variabel panjang daun, lebar daun, tinggi bibit, luas daun panjang akar bibit, bobot basah bibit dan bobot kering bibit tembakau pada semua umur pengamatan. Hal ini disebabkan karena pupuk organik bokashi memiliki rasio C/N yang rendah sehingga proses dekomposisi bahan organik lebih cepat dan mampu menyediakan unsur hara yang lebih cepat untuk tanaman.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH DUA SPESIES FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN SEMAI KEMIRI (Aleurites moluccana Willd.) PADA CEKAMAN KEKERINGAN | Amina | Jurnal Warta Rimba 3580 11267 1 PB

PENGARUH DUA SPESIES FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN SEMAI KEMIRI (Aleurites moluccana Willd.) PADA CEKAMAN KEKERINGAN | Amina | Jurnal Warta Rimba 3580 11267 1 PB

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi masalah tersebut adalah menginokulasi bibit dengan mikroba tanah yang menguntungkan seperti FMA. Fungi Mikoriza Arbuskular yang bersifat ramah lingkungan dan dapat mensubtitusi penggunaan pupuk organik untuk memacu pertumbuhan bibit. Selain itu juga dapat mengurangi efek racun residu pupuk sintesis di dalam tanah. Meskipun telah diketahui bahwa peranan FMA dalam pertumbuhan tanaman sangat penting, namun banyak spesies fungi mikoriza yang belum diteliti secara lengkap seperti jenis Gigaspora margarita dan Glomus mosseae terhadap pertumbuhan semai kemiri ( A. moluccana Willd.) khususnya pada kondisi kekeringan. Olehnya itu, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dua spesies FMA terhadap pertumbuhan dan ketahanan semai kemiri ( A. moluccana Willd.) pada cekaman kekeringan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Akar Semai Bruguiera Cylindrica Pada Berbagai Variasi Salinitas

Pertumbuhan Akar Semai Bruguiera Cylindrica Pada Berbagai Variasi Salinitas

Dalam meningkatkan keberhasilan rehabilitasi, perlu dilakukan perencanaan yang tepat untuk rehabilitasi, penggunaan semai yang baik dan adaptasi penanaman vegetasi mangrove yang sesuai dengan faktor pertumbuhannya seperti kualitas sifat fisik kimia tanah, salinitas dan pH tanah, serta lama penggenangan yang dipengaruhi pasang surut air laut. Kondisi salinitas sangat mempengaruhi komposisi mangrove. Berbagai jenis mangrove mengatasi kadar air dengan cara yang berbeda. Beberapa diantaranya secara selektif mampu menghindari penyerapan garam dari media tumbuhnya, sementara beberapa jenis lainnya mampu mengeluarkan garam dari kalenjar khusus pada daunnya.
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

Pengaruh Media semai Terhadap Pertumbuhan Pelita (Eucalyptus pellita F.Muell)

Pengaruh Media semai Terhadap Pertumbuhan Pelita (Eucalyptus pellita F.Muell)

6. Lignin. Lemak, waks, dll sangat lambat terdekomposisi Hasil respon tinggi, diameter dan jumlah helai daun yang sama dari pemberian perlakuan M5, M8, dan M20 membuktikan bahwa media ini dapat menghasilkan pertumbuhan yang baik walaupun tiap media tersebut memberikan nilai hasil terbesar tiap parameternya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan merana. Berdasarkan jumlah yang diperlukan kita mengenal adanya unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang lebih besar (0,5-3% berat tubuh tanaman). Sedangkan unsur hara mikro diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang relatif kecil (beberapa ppm/part per million dari berat keringnya) (Anonim 2007).
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

Pengaruh Vinase Sorgum dan Endomikoriza terhadap Pertumbuhan Semai Pongamia pinnata

Pengaruh Vinase Sorgum dan Endomikoriza terhadap Pertumbuhan Semai Pongamia pinnata

Pengembangan jenis malapari memiliki nilai strategis dimasa mendatang sebagai upaya memenuhi tujuan ekologi (tumbuh di pantai), diversifikasi produk (kulit kayu, daun, buah), sumber kayu (kayu bakar) dan sumber energi terbarukan (biodiesel). Keberhasilan pengembangan tanaman malapari diantaranya dipengaruhi oleh ketersediaan benih dan bibit yang berkualitas. Usaha guna menjamin tersedianya bibit malapari yang berkualitas dapat dilakukan melalui pemupukan. Pemupukan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan tamanan melalui penambahan unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, baik pupuk anorganik maupun organik. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk organik adalah limbah cair yang dihasilkan dari proses pembuatan bioetanol berbahan sorgum manis yang disebut vinase. Pemanfaatan vinase sebagai pupuk organik cair dapat dilakukan karena kandungan unsur nutrisi dalam vinase sebagian besar merupakan unsur organik yang berguna dan dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman, diantaranya kalium, kalsium, nitrogen dan fosfor (Mariano et al. 2009). Upaya lain guna meningkatkan pertumbuhan malapari juga dapat dilakukan melalui inokulasi cendawan mikoriza. Mikoriza adalah bentuk asosiasi mutualistik antara perakaran tanaman dengan cendawan tanah, karena cendawan memperbaiki kemampuan akar tanaman dalam menyerap air dan unsur hara, lalu tanaman memberikan makanan berupa fotosintat sebagai sumber karbon cendawan (Simarmata 2007). Puspitasari (2005), menemukan beberapa jenis CMA di sekitar pohon malapari yaitu Acaulospora foveata, Acaulospora longula, Acaulospora scrubiculata, Acaulospora tuberculata, Glomus etunicatum, Glomus geosporum, Glomus rubiforme, Paraglomus occultum, dan Scutellospora auriglobosa, namun, uji efektifitas jenis tersebut terhadap pertumbuhan semai malapari belum diteliti.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

FORDA - Jurnal

FORDA - Jurnal

Salah satu jenis tanaman yang saat ini disenangi oleh masyarakat untuk dikembangkan pada hutan tanaman rakyat adalah jenis melina ( Gmelina arborea Roxb . ). Tanaman ini diketahui sebagai jenis pohon cepat tumbuh dan kayunya memiliki banyak kegunaan, antara lain bahan baku pulp dan kertas, vinir kayu lapis dan batang korek api, bahan bangunan non-struktural, moulding, mebel, kerajinan dan kayu energi (Sumitro, 1989; Martawijaya dan Barly, 1995). Karena tanaman melina merupakan jenis tanaman cepat tumbuh, maka tanaman ini membutuhkan kondisi media tumbuh yang dapat mendukung kesuburan dan pertumbuhannya. Tulisan ini memuat hasil penelitian aplikasi penggunaan arang aktif tempurung kemiri sebagai komponen media tumbuh pada tanaman melina.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN BIBIT SENGON MERAH (Albizia chinensis (Osbeck) Merr.) PADA MEDIA SEMAI CETAK DAN PERBANDINGANNYA DENGAN BIBIT POLYBAG (Growth of Red Sengon (Albizia chinensis (Osbeck) Merr.) Seedlings on the Molded Seedling Media and Its Comparison with Polyb

PERTUMBUHAN BIBIT SENGON MERAH (Albizia chinensis (Osbeck) Merr.) PADA MEDIA SEMAI CETAK DAN PERBANDINGANNYA DENGAN BIBIT POLYBAG (Growth of Red Sengon (Albizia chinensis (Osbeck) Merr.) Seedlings on the Molded Seedling Media and Its Comparison with Polyb

Program rehabilitasi lahan maupun pembangunan hutan tanaman hingga saat ini masih banyak menggunakan bibit dalam polybag dengan penambahan pupuk dasar pada saat penanamannya. Penggunaan polybag untuk pembibitan dalam jumlah besar dapat mencemari lingkungan karena plastik polybag sangat sulit terdekomposisi (Vaverková et al., 2014). Beberapa penelitian sebelumnya telah mencoba media alternatif yang berupa media semai cetak atau biopot (Tikupadang et al., 2011; Ayub & Batara, 2015; Suita et al., 2017). Media semai cetak merupakan media yang sekaligus berfungsi sebagai wadah untuk pembuatan bibit. Media cetak ini mampu meningkatkan keberhasilan persemaian, lebih mudah dalam transportasi dan juga tidak mencemari lingkungan (SEAMEO- BIOTROP, 2014; Suita et al., 2017)
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Respon Salinitas Terhadap Pertumbuhan dan Komposisi Rantai Panjang Polyisoprenoid Semai Mangrove Avicennia officinalis.

Respon Salinitas Terhadap Pertumbuhan dan Komposisi Rantai Panjang Polyisoprenoid Semai Mangrove Avicennia officinalis.

Pengaruh salinitas terhadap pertumbuhan dan komposisi rantai panjang polyisoprenoid semai mangrove sejati mayor berjenis sekresi Avicennia officinalis diteliti di rumah kaca, Fakultas Pertanian dan di laboratorium ekologi hutan, Universitas Sumatera Utara mulai bulan Juli sampai Desember 2014. Penelitian ini menggunakan lima tingkat salinitas yaitu 0%, 0,5%, 1,5%, 2%, dan 3% dimana semai di tanam selama 3 bulan. Hasil terbaik yang diperoleh terdapat pada tingkat salinitas 0%, pertumbuhan tinggi semai pada konsentrasi 2%, diameter semai 0%, jumlah daun 0%, luas daun 0%, berat basah dan kering tajuk 0%, berat basah dan kering akar 0%, dan ratio tajuk dan akar 0%. Analisis 1D-TLC dari tanaman Avicennia officinalis umur 3 bulan tidak terdapat senyawa dolichol pada tajuk maupun akar.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Respon Pertumbuhan Tiga Jenis Semai Terhadap Tingkat Kepadatan Tanah

Respon Pertumbuhan Tiga Jenis Semai Terhadap Tingkat Kepadatan Tanah

Hasil analisis ragam menunjukan bahwa kepadatan tanah tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi. Hasil yang sama juga ditemukan pada hasil penelitian Corbala dan Slater (2010) bahwa peningkatan tinggi semai Callistemon citrinus lebih besar pada kepadatan tanah sedang (moderate) dibandingkan pada kepadatan tanah normal. Selain itu, hasil penelitian Nadian et al. 1997 menyatakan bahwa kepadatan tanah tidak mempengaruhi pertumbuhan pucuk tinggi, diameter dan jumlah daun pada tanaman mycorrhizal dan non- mycorrhizal. Namun, total pengambilan zat Phospor pada tanaman mycorrhizal dan non-mycorrhizal menurun seiring peningkatan kepadatan tanah. Hal ini dikarenakan kepadatan tanah dapat meningkatkan respon pertumbuhan akar poros utama (main axes) dan akar lateral pada kedua jenis ini, meskipun panjang akar pada kedua jenis ini juga berkurang seiring meningkatnya tingkat kepadatan tanah.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

:Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq.) pada Media Tailing PT ANTAM Unit Bisnis Pongkor dengan Penambahan Top soil dan Kompos

:Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb. Miq.) pada Media Tailing PT ANTAM Unit Bisnis Pongkor dengan Penambahan Top soil dan Kompos

pemberian top soil, kompos dan atau kombinasi top soil dan kompos dapat dilihat bahwa data pertumbuhan tinggi semai jabon cukup berfluktuatif, hal ini kemungkinan disebabkan oleh pengaruh dari factor-faktor lain baik eksternal maupun internal. Faktor eksternal meliputi air dan mineral, cahaya, jarak antar polybag, volume penyiraman tidak sama dan serangan hama pada semai jabon. Sedangkan faktor internal yang mempengaruhi adalah kulitas genetik tanaman yang berbeda-beda.

40 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Bakteri Rhizoplane dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Semai Jelutung (Dyera polyphylla Miq. Steenis.)

Pemanfaatan Bakteri Rhizoplane dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Semai Jelutung (Dyera polyphylla Miq. Steenis.)

Hasil hutan bukan kayu merupakan sumber pendapatan yang penting di hutan tropis, tetapi beberapa jenis pohon penghasil bukan kayu populasinya mengalami penurunan dan terancam kepunahannya karena kegiatan eksploitasi yang terlalu berlebahan. Hal ini meningkatkan perhatian pada jenis jelutung (Dyera polyphylla Miq. Steenis.) karena terjadinya degradasi potensi dalam menghasilkan hasil hutan bukan kayu. Keuntungan dari akar yang berkoloni dengan bakteri rizosfir yang dikenal dengan isilah Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) telah diketahui peranan pentingnya di dalam proses ekosistem, seperti peranannya dalam siklus nutrisi, dan pertumbuhan semai. Asosiasi dari akar tanaman dan fungi yang terdapat di dalam tanah dikenal dengan istilah mikoriza. Objek dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari dua jenis Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) jenis Glomus sp., Gigaspora sp., dan 13 jenis bakteri rhizoplane (CK32, FL.13.2.1, JW1, JW6, JW9, JW13, JW14, CK26, CK4, JW3a, SB, NT, CR.R1), pada semai jelutung, dibawah kondisi rumah kaca. Perhitungan persentase infeksi akar, pertumbuhan tanaman, kandungan unsur N dan P dilakukan 150 setelah penanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase infeksi akar oleh FMA adalah 100%. Perlakuan FMA jenis Glomus sp. secara signifikan meningkatkan pertambahan tinggi tanaman sebesar 18,95% dan pertambahan diameter sebesar 16,16% dari perlakuan tanpa FMA. Perlakuan kombinasi antara bakteri JW 13 dan Glomus sp. meningkatkan berat kering pucuk sebesar 36,28% dan meningkatkan kandungan unsur hara N sebesar 69,59% terhadap kontrol. Kombinasi perlakuan dari bakteri jenis JW1 dan Gigaspora sp. meningkatkan kandungan unsur hara P sebesar 42,05% dari kontrol. Dengan ditemukannya kombinasi dari mikroba yang memiliki banyak manfaat, dapat menjadi rekomendasi di bidang bioteknologi dalam upaya meningkatkan pertumbuahan tanaman.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Manfaat Kemiri untuk Rambut dan Kesehata

Manfaat Kemiri untuk Rambut dan Kesehata

Kemiri memiliki nama latin Aleurites moluccana merupakan tanaman dengan biji buah yang mengandung minyak. Kemiri termasuk dalam jenis rempah-rempah yang sering dijadikan bumbu masak. Banyak masakan yang menggunakan kemiri sebagai bumbunya, diantaranya opor, semur dan sebagainya. Namun, selain dijadikan sebagai bumbu masak, ternyata kemiri juga beguna bagi kesehatan, bisa dijadikan sebagai bahan pengobatan tradisional bahkan perawatan kecantikan rambut.

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Salinitas Terhadap Pertumbuhan Dan Biomassa Semai Non-Sekresi Ceriops tagal Dan Kandungan Lipid Pada Tingkat Pohon

Pengaruh Salinitas Terhadap Pertumbuhan Dan Biomassa Semai Non-Sekresi Ceriops tagal Dan Kandungan Lipid Pada Tingkat Pohon

Downton, 1982). Banyak penelitian yang telah menemukan bahwa semai tumbuh paling baik di salinitas rendah (25% air laut atau 0,5% konsentrasi garam), di salinitas tinggi (50%-75% dari air laut atau 1,5%-2% konsentrasi garam) atau pada keadaan kekurangan garam (salinitas 0% atau air tawar) adalah efek dari pertumbuhan (Downton, 1982; Clough, 1984; Wang and Lin, 1999). Pertumbuhan yang lambat di air tawar sering dianggap berasal dari ketidakmampuan halophyte untuk mengakumulasi bahan ion anorganik dalam jumlah yang cukup untuk osmoregulasi ketika substrat kekurangan garam (sodium chloride) (Clough, 1984; Jenning, 1976; Greenway and Munns, 1980; Yeo and Flower, 1980). Beberapa peneliti mempertimbangkan peristiwa tersebut menjadi ekspresi dari ciri fisiologi mangrove yang membutuhkan garam (Wang and Lin, 1999), tetapi beberapa peneliti telah berusaha menjelaskan mekanisme tersebut.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Akar Semai Bruguiera Cylindrica Pada Berbagai Variasi Salinitas

Pertumbuhan Akar Semai Bruguiera Cylindrica Pada Berbagai Variasi Salinitas

Alhamdulillahirobbil’alamin. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya Penulis dapat merampungkan skripsi yang berjudul: “Pertumbuhan Akar Semai Bruguiera cylindrica Pada Berbagai Variasi Salinitas”. Penulisan skripsi ini merupakan tugas akir dalam pendidikan Strata-1 dan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara.

11 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SEMAI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI DAMAR (Agathis loranthifolia Salisb)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA SEMAI DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI DAMAR (Agathis loranthifolia Salisb)

Keywords: Komposisi Media Semai dan Dosis Pupuk NPK This Research is conducted as a mean to know influence of growth plant resin Agathis Loranthifolia Salisb to usage of media compositi[r]

1 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Akar Semai Bruguiera Cylindrica Pada Berbagai Variasi Salinitas

Pertumbuhan Akar Semai Bruguiera Cylindrica Pada Berbagai Variasi Salinitas

Luas hutan mangrove terus mengalami penurunan sehingga mengharuskan kegiatan rehabilitasi pada seluruh kawasan hutan mangrove yang rusak. B.cylindrica merupakan spesies mangrove dengan ciri unit berupa akar lutut yang mampu berrtahan terhadap ombak di lautan. Spesies ini jarang digunakan dalam rehabilitasi namun mengingat pentingnya keanekaragaman hayati dalam kawasan hutan maka perlu dilakukan persemaian B.cylindrica untuk rehabilitasi hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas terbaik untuk pertumbuhan akar semai B.cylindrica. Penelitian dilakukan pada rumah kaca Fakultas Pertanian USU selama 5 bulan mulai Mei sampai Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan salinitas yaitu 0%; 0.5%; 1,5%; 2%; dan 3% dan masing-masing diulang sebanyak 10 ulangan sehingga diperoleh 50 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan salinitas terbaik untuk pertumbuhan akar semai adalah 0% dengan jumlah, panjang, diameter tap root dan lateral root masing-masing lebih baik daripada salinitas lainnya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects