Pesta Adat

Top PDF Pesta Adat:

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Wawancara dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting dalam memperoleh informasi yang diperlukan guna kelengkapan data penelitian. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Wawancara ini dimaksudkan untuk memperoleh sebanyak mungkin data tentang bagaimana dialektika yang terjadi antara budaya lokal masyarakat Batak Toba dengan budaya global yang mengarah pada terjadinya perubahan dalam tradisi marhobas pada pesta adat Batak. 16 Wawancara dilakukan dengan menggunakan alat tulis untuk mencatat hasil wawancara dalam hal menghindari terjadinya kelupaan data yang diperoleh dalam menulis hasil laporan. Wawancara mendalam dilakukan dengan beberapa tokoh adat yang berada di desa Simanungkalit. Penulis mengetahui siapa-siapa saja orang yang mengerti akan adat Batak Toba. Penulis juga melakukan
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat Chapter III V

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat Chapter III V

“Ketika ada kel uarga dari pihak istri saya mengadakan acara pesta adat pernikahan dalam acara itu otomatis saya berkedudukan sebagai boru. Kebetulan dalam persiapan pestanya masih menggunakan kebiasaan marhobas, jadi sudah menjadi kewajiban bagi saya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Meski diluar kota saya sudah terbiasa dengan hal yang serba praktis, bergaul dengan masyarakat yang lebih maju, dan tingkat ekonomi lebih baik dari yang mengadakan pesta tetapi hal itu tidak membuat saya menjadi malas atau anggap sepele dengan fungsi sebagai boru. Kebersamaan tolong menolong saat marhobas itu bagi saya begitu berharga, dimana kami para laki- laki saling bercerita, berbagi pengalaman, makan bersama-sama tak jarang kami juga membeli tuak untuk kami minum agar suasana lebih asik seperti ketika berkumpul di lapo (warung). Sebaliknya ketika saya mengadakan pesta saya tetap mempertahankan tradisi itu, agar para boru dan dongan sahuta dapat merasakan hal yang sama di pesta yang saya buat. Tapi memang sekarang ini saya lihat orang-orang di desa ini kebanyakan sudah meninggalkan tradisi marhobas ini, mungkin karena mereka mengikuti perkembangan jaman yang lebih unggul dalam segi kepraktisan, higenis dan simpel.(wawancara juni 2017)
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

PEMETAAN TINGKAT KECINTAAN GENERASI MUDA SUKU NGADA PADA PESTA ADAT REBA di ERA GLOBALISASI (Simbolisme dan Pergulatan Adat Istiadat)

PEMETAAN TINGKAT KECINTAAN GENERASI MUDA SUKU NGADA PADA PESTA ADAT REBA di ERA GLOBALISASI (Simbolisme dan Pergulatan Adat Istiadat)

Seperti halnya suku-suku bangsa yang lain, suku Ngada adalah salah satu kelompok masyarakat budaya yang memiliki beraneka ragam warisan budaya. Salah satu warisan budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Ngada adalah pesta adat Reba. Pesta adat Reba menjadi identitas budaya masyarakat Ngada yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Pesta Reba yang biasanya dirayahkan setiap tahun oleh masyarakat Ngada, merupakan kesempatan penting bagi setiap orang Ngada untuk kembali ke rumah induk (sa’o Meze), merayahkan tahun baru bersama. Pesta Reba memiliki makna yang sangat penting pula sebagai momentum untuk berkumpul bersama anggota keluarga yang sudah terpisah selama setahun.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Setiap suku bangsa pasti memiliki ciri khas budaya masing-masing yang biasa disebut dengan budaya lokal, begitu juga dengan suku Batak Toba memiliki budaya lokal yaitu berupa tradisi Marhobas. Sesuai dengan adat budaya Dalihan Na Tolu kegiatan marhobas ini dilakukan oleh pihak yang menjabat sebagai boru dalam pelaksanaan pesta adat Batak. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi, tradisi ini sudah jarang dilakukan sehingga menyebabkan perubahan pada fungsi boru dalam pesta adat yang kini diambil alih oleh catering atau jasa penyedia makanan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS BENTUK DEKORASI PERNIKAHAN PADA PESTA ADAT BATAK TOBA DI KOTA MEDAN.

ANALISIS BENTUK DEKORASI PERNIKAHAN PADA PESTA ADAT BATAK TOBA DI KOTA MEDAN.

Dekorasi gedung pernikahan pada upacara pernikahan masyarakat Batak Toba pada saat ini sudah mulai diperhatikan. Sangat jarang ditemukan di kota besar pernikahan yang tidak memiliki dekorasi, walaupun hanya dekorasi sederhana. Acara pernikahan atau pesta adat Batak Toba di Medan sudah menggunakan pelaminan dan dekorasi yang dihias dengan sedemikian rupa dengan ragam hias berupa ornamen Batak Toba atau yang biasa disebut dengan gorga. Pelaminan yang terdapat di dalam gedung biasanya mengadaptasi rumah

17 Baca lebih lajut

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Puji dan Syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir atau skripsi ini yang berjudul Perubahan Fungsi Boru Dalam Sistem Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat. Adapun tujuan penulis menyelesaikan skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana di Departemen Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

14 Baca lebih lajut

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

112 GLOSARIUM bona tulang: mertua ompung boru/gelleng: pihak keluarga saudara perempuannya dalam sistem adat batak bere: keponakan dalihan na tolu: tungku dari tiga batu yang sama[r]

3 Baca lebih lajut

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Perubahan Fungsi Boru Dalam Struktur Kekerabatan Batak Toba Pada Acara Pesta Adat

Sebagai wilayah yang mayoritas Suku Batak Toba maka sistem kekerabatan ataupun tata cara kehidupan sosial masyarakat yang tinggal tercermin dalam sebuah konsep budaya yang disebut dengan Dalihan Na Tolu. Dalam setiap aktivitas, kekerabatan dan adat istiadat di desa ini diatur oleh tiga konsep yaitu hula-hula (pihak keluarga pemberi istri); anak boru (pihak keluarga penerima istri); dan dongan tubu (sesama saudara lelaki dari induk marga yang sama). Ketiga konsep ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

11 Baca lebih lajut

Tenggelamnya Makna Asli Upacara Adat Kenduri Sko di Kerinci, Jambi

Tenggelamnya Makna Asli Upacara Adat Kenduri Sko di Kerinci, Jambi

Bermacam-macam bentuk tradisi yang dilakukan oleh setiap etnis atau suku bangsa, seperti perkawinan, pesta adat, upacara kematian, dan ritual lainnya yang dianggap wajib dilaksanakan bagi suatu suku bangsa tersebut. Ritual-ritual tersebut dilakukan secara berbeda-beda dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Ritual tersebut ada yang masih dipertahankan dan ada juga yang mengalami perubahan akibat dipengaruhi oleh perkembangan arus zaman walaupun tentu saja tidak menghilangkan nilai-nilai inti dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

4 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gerakan Hidup Hemat : Studi Kasus di Desa Kalimbukuni Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur T1 352009005 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Gerakan Hidup Hemat : Studi Kasus di Desa Kalimbukuni Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat Nusa Tenggara Timur T1 352009005 BAB I

bahwa alam semesta diatur oleh Yang Maha Kuasa sehingga wajar apabila manusia menuruti kehendak Yang Maha Kuasa, untuk itu dalam ajaran Marapu ketidaktaatan kepada Yang Maha Kuasa akan mendatangkan malapetaka bagi manusia. Upacara keagamaan (ritual pesta adat) yang dilaksanakan merupakan wujud ucapan syukur manusia kepada Yang Maha Kuasa, dan wujud ucapan syukur itu adalah ketaatan pada kehendak alam.

7 Baca lebih lajut

Tradisi “Margugu” Sebagai Sistem Tolong Menolong Pada Masyarakat Desa Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun.

Tradisi “Margugu” Sebagai Sistem Tolong Menolong Pada Masyarakat Desa Marubun Lokkung, Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun.

merupakan sebuah kegiatan gotong royong tolong menolong dalam bentuk pengumpulan dana. Kegiatan ini (margugu) dilakukan umumnya pada saat sebelum atau setelah sebuah perhelatan pesta adat dilakukan. Dalam proses margugu ini tidak ada unsure paksaan terhadap setiap warga yang ingin menyumbangkan uangnya untuk membantu melainkan masyarakat memberikan bantuannya secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan apapun dari sipenghelat sebuah pesta adat, artinya masyarakat yang memberikan bantuannya merupakan sebuah kesadaran kolektif mereka.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Prosesi arak pengantin sebelum akad nikah dalam tinjauan hukum Islam (studi kasus di desa Pulau Legundi kecamatan Punduh Pedada kabupaten Pesawaran Lampung)

Prosesi arak pengantin sebelum akad nikah dalam tinjauan hukum Islam (studi kasus di desa Pulau Legundi kecamatan Punduh Pedada kabupaten Pesawaran Lampung)

untuk mengadakan nyeurik atau mengikat. Dewasa ini bisa dikatakan bahwa keduanya telah bertunangan. Sebagai tanda bahwa si gadis telah bertunangan, maka sang ibu mengikat badan anaknya dengan benang. Kemudian selang beberapa hari maka akan diadakan manjau yakni merundingkan hari H. Maka sesuai dengan perundingan sebelumnya, apakah perkawinan akan diadakan dengan cara terang- terangan atau begawi. Begawi adalah pesta adat Lampung pepadun, dengan memotong kerbau di rumah pihak calon pengantin pria atau bisa juga di rumah calon pengantin wanita. Pesta adat ini biasa diadakan oleh kaum bangsawan, disebut dengan munaek suntan berpangkat tinggi dalam adat. 47
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

T2 752014021 BAB III

T2 752014021 BAB III

Pesta adat Soa Pari merupakan salah satu bagian tradisi yang ada di negeri Oma yang masih dilestarikan sampai sekarang walaupun tidak sering dibuat. Artinya ada keterikatan sendiri antar pribadi dan keluarga yang mengikat kita sebagai orang Oma dengan budaya yang ada dalam negeri ini. Jadi nilai-nilai budaya tidak dibuang begitu saja tetapi masih dipegang dan tetap dilestarikan. 70 Proses penyambutan dan pelaksanaan acara pesta adat dibuat sangat berbeda dengan acara pesta makan patita setiap tangal 2 Januari. Karena tiap tahun saya pulang dan mengikuti acara pesta makan patita, namun pesta adat Soa Pari ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat saling mengenal dan mengikat hubungan persaudaraan antar keluarga/mata-rumah Soa Pari. 71
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Komodifikasi Kain Tradisional Karo Pada Era Globalisasi

Bere-bere : marga ibu yang melekat pada kita ; anak dari saudara perempuan kita laki-laki.. Bulang-bulang : penutup kepala laki-laki ketika pesta adat.[r]

11 Baca lebih lajut

Kata Sapaan Dalam Bahasa Karo: Analisis Sosiolinguistik

Kata Sapaan Dalam Bahasa Karo: Analisis Sosiolinguistik

Tesis ini membicarakan kata sapaan dalam bahasa Karo. Masalah penelitian mencakup dua hal, yakni apakah kata sapaan dalam bahasa Karo dan bagaimanakah kata sapaan itu digunakan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsi kata sapaan bahasa Karo dan penggunaan kata sapaan. Kajian ini merupakan kajian sosiolinguistik yang secara spesifik merujuk teori Ervin Tripp (1976). Kajian dilakukan dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di Kabanjahe, Ketaren dan Nangbelawan yang dikenal sebagai bahasa Karo dialek Urung Julu dalam ranah adat perkawinan, pesta adat memasuki rumah baru, dan acara kematian.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Kecenderungan Hedonisme Pada Masyarakat Melayu Medan Dengan Masyarakat Melayu Tanjung Pura

Kecenderungan Hedonisme Pada Masyarakat Melayu Medan Dengan Masyarakat Melayu Tanjung Pura

dalam rumah pengantin wanita, acara marhaban, acara nasi adap-adapan, acara mandi bersimbur, tepung tawar dan lain-lain. Etnis Melayu 100% beragama Islam sehingga pesta adat biasanya diisi dengan adat yang dipengaruhi tata cara agama Islam seperti khataman Al-Qur’an pada adat pernikahan dan sunatan. Pesta dengan adat Melayu juga sering dilakukan oleh etnis lain selain Melayu, hal ini juga diperkuat oleh pengakuan salah seorang penduduk Kelurahan Pekan Kecamatan Tanjung Pura, Wak Bunde, yang bukan keturunan etnis Melayu asli (ayah etnis Karo dan ibu etnis Melayu dari Malaysia). Beliau juga mengatakan bahwa banyak dari etnis lain yang melakukan pesta adat dengan mengadopsi adat Melayu, ini sudah biasa terjadi apalagi bagi etnis yang sudah lama tinggal di daerah Kecamatan Tanjung Pura.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

T1 712006049 BAB III

T1 712006049 BAB III

Budaya cokong-cokong dapat dilihat ketika adanya pesta-pesta adat, yang didalammya ada acara menari dan bernyanyi seperti pesta adat perkawinan. Upacara adat perkawinan dilakukan dengan cara keluarga besar mempelai memanjatkan doa agar kedua mempelai dapat hidup bahagia. Dalam upacara adat tersebut, kedua mempelai akan mengekspresikan kegembiraan dan kebahagiaannya dengan cara menari dan bernyanyi. Pada saat kedua mempelai menari dan bernyanyi, keluarga besar yang hadir dalam pesta adat perkawinan akan memberi uang kepada kedua mempelai dengan cara ikut menari sambil menyelipkan uang di jari kedua mempelai atau meletakkannya ke dalam keranjang yang telah disediakan di depan kedua mempelai. Istilah dalam bahasa Karo, adat memberikan uang disebut dengan cokong-cokong.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pakaian Adat Pada Pesta Perkawinan Masyarakat Mandailing Sebagai Atraksi Wisata Di Tapanuli Selatan

Pakaian Adat Pada Pesta Perkawinan Masyarakat Mandailing Sebagai Atraksi Wisata Di Tapanuli Selatan

Dalam hal ini khusus untuk etnik Mandailing yang juga sama dengan etnik di Tapanuli Selatan, seperti Angkola-sipirok dan Padang Lawas di pakai sebagai pakaian kebesaran yang disebut Hampu dan Bulang sedangkan Rendo hanya dikenal di Mandailing. Hampu dan Bulang merupakan kelengkapan pakaian adat raja panusunan dan permaisurinya (naduma). Kelengkapan Hampu diantaranya, pakaian (baju), puntu, keris, dan sepatu. Kelengkapan Bulang diantaranya baju, kain songket pasangan baju kurung, dua helai selendang tenun patani, ikat pinggang, puntu, sepasang keris, anting-anting emas, kalung emas, gaja meong, loting-loting, kuku emas dan sepatu. Disamping Hampu yang merupakan mahkota raja panusunan adapula penutup kepala yang disebut Rendo, kopiah yang terbuat dari kain empat persegi dengan lebar 1x1 m yang dililitkan di kepala sehingga terlihat berseni indah dan menawan.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Pakaian Adat Pada Pesta Perkawinan Masyarakat Mandailing Sebagai Atraksi Wisata Di Tapanuli Selatan

Pakaian Adat Pada Pesta Perkawinan Masyarakat Mandailing Sebagai Atraksi Wisata Di Tapanuli Selatan

Kertas karya ini merupakan salah satu persyaratan yang diterapkan untuk memperoleh gelar Diploma pada program Studi D-III Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Adapun judul kertas karya ini adalah :“PAKAIAN ADAT PADA PESTA PERKAWINAN MASYARAKAT MANDAILING SEBAGAI ATRAKSI WISATADI TAPANULI SELATAN”.

9 Baca lebih lajut

Pakaian Adat Pada Pesta Perkawinan Masyarakat Mandailing Sebagai Atraksi Wisata Di Tapanuli Selatan

Pakaian Adat Pada Pesta Perkawinan Masyarakat Mandailing Sebagai Atraksi Wisata Di Tapanuli Selatan

Pakaian adat merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia, pakaian adat atau yang biasa disebut pakaian tradisional dari masing- masing provinsi ini memiliki suatu cerita yang berbeda-beda pula. Pakaian adat etnik di Indonesia mempunyai adat-istiadat masing-masing, namun dalam beberapa hal mempunyai kekhususan yang berbeda-beda. Salah satu pakaian adat batak Mandailing dapat dijadikan sebagai atraksi wisata, yaitu pakaian adat Mandailing dapat dikemas dengan baik dan yang bisa dikenakan oleh para wisatawan yang datang, sama dengan halnya di Bali dan Sumatera Barat pakaian adat dikenakan para wisatawan yang berkunjung. Dengan dijadikannya sebagai atraksi wisata sudah seharusnya pemerintah dan masyarakat setempat menjaga dan melestarikan kebudayaan di Tapanuli Selatan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Show all 5927 documents...

Related subjects