Petani Tambak

Top PDF Petani Tambak:

STRATEGI PETANI TAMBAK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MELALUI USAHA TAMBAK KERANG HIJAU DI DESA CAMPUREJO KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK.

STRATEGI PETANI TAMBAK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MELALUI USAHA TAMBAK KERANG HIJAU DI DESA CAMPUREJO KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK.

Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka kepada para petani tambak kerang hijau desa Campurejo disarankan: Pertama, kepada para petani tambak kerang hijau sebaiknya membuat kelompok sehingga dalam pengelolaannya bisa terorganisir dan lebih maju dan membentuk tim marketing pemasaran untuk akses pasar, sehingga dalam pendistribusian bisa mencapai pasar internasional, dalam pengelolaan kerang hijau membutuhkan inovasi produk sehingga bisa mempunyai banyak produk untuk dipasarkan kepasar internasional atau exspor ke luar negri. Kedua, petani tambak kerang hijau seharusnya mendirikan koperasi kerang hijau syariah yang bersistim bagi hasil karena dengan adanya koperasi kerang hijau yang besistim bagi hasil petani tambak dan masyarakat bisa meminjam modal untuk mengembangkan usahanya dan koperasi kerang hijau syariah bisa mendapatkan keuntungan dari usaha masyarakat sehingga terciptanya kesejahteraan semakin meningkat.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Kemandirian petani tambak melalui ekonomi alternative: pendampingan pengelolaan hasil petani tambak di Desa Kedung Peluk, Candi Sidoarjo.

Kemandirian petani tambak melalui ekonomi alternative: pendampingan pengelolaan hasil petani tambak di Desa Kedung Peluk, Candi Sidoarjo.

Karakter dan perilaku masyarakat merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan pembangunan suatu masyarakat. Selain memiliki rasa tanggung jawab mereka juga harus memiliki sifat sebagai warga desa beriman yang menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Begitu pula dengan sifat sabar dan penolong sesama manusia. Dengan begitu masyarakat memiliki ilmu pengetahuan dan pemikiran yang bisa merubah dan mengembangkan pembangunan yang ada di dalam desa mereka.Begitu pula dengan masyarakat petani tambak, mereka harus memiliki kreteria masyarakat ideal yang sudah diterangkan dalam Al- Qur’an, bahwasannya masyarakat harus memiliki jiwa yang beriman kepada Tuhan dan memiliki pemikiran yang inovatif.Semua ini harus diterpakan di dalam jiwa masyarakat desa Kedung Peluk. Pada hakekatnya dakwah adalah usaha atau upaya untuk merubah suatu keadaan menjadi suatu keadaan yang lebih baik menurut tolak ukur agama Islam.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI TAMBAK BANDENG DI KABUPATEN GRESIK STUDI KASUS DI DESA WADAK KIDUL KECAMATAN DUDUK SAMPEYAN.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI TAMBAK BANDENG DI KABUPATEN GRESIK STUDI KASUS DI DESA WADAK KIDUL KECAMATAN DUDUK SAMPEYAN.

Semakin meningkatnya hasil produksi dan tingkat pendapatan diharapkan dapat membuka kesejahteraan keluarganya, baik keluarga pemilik modal itu sendiri maupun yang hanya sebagai buruh petani. Dan tentunya secara tidak langsung dapat membantu pemerintah didalam memberikan perkreditan pada masyarakat. Mengingat pentingnya dalam mencapai pembangunan ekonomi disektor perikanan terutama perikanan tambak diantara sektor-sektor yang lain maka penelitian ini mencoba menganalisa dan untuk mengetahui pengaruh yang ada selain faktor modal petani tambak yaitu tenaga kerja petani tambak, luas lahan tambak, jumlah produksi dalam rangka meningkatkan pendapatan petani tambak di Kabupaten Gresik studi kasus di desa wadak kidul kecamatan duduk sampeyan.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN LUMPUR LAPINDO TERHADAP PETANI TAMBAK BANDENG DI KABUPATEN SIDOARJO

DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN LUMPUR LAPINDO TERHADAP PETANI TAMBAK BANDENG DI KABUPATEN SIDOARJO

Perikanan tambak merupakan sektor unggulan Kabupaten Sidoarjo namun sejak terjadinya pembuangan lumpur melalui aliran Sungai porong menimbulkan permasalahan bagi petani tambak karena sumber pengairan tambak menjadi tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) dampak sosial yang ditimbulkan oleh lumpur lapindo pada masyarakat petani tambak bandeng, (2) dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh lumpur lapindo pada petani tambak bandeng, (3) dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh lumpur lapindo pada tambak bandeng, (4) prospek dan Strategi pengembangan Tambak bandeng setelah adanya bencana lumpur lapindo. Penelitian ini dilakukan di Desa Kedung Pandan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Hasil Penelitian menunjukkan : (1) Dampak sosial dari luapan lumpur lapindo antara lain : menurunnya tingkat kesejahteraan petani tambak bandeng, berkurangnya lapangan pekerjaan, terjadinya mobilitas penduduk, menimbulkan konflik pada hubungan petani dan keluarganya. (2) Menurunnya pendapatan petani tambak bandeng dan kerugian materiil berupa : tambak yang hilang dan rusak dan penurunan harga jual tanah, tambak, dan rumah. (3) Lumpur lapindo berdampak negatif dan merusak terhadap tanah, menimbulkan dampak negatif pada udara, menimbulkan dampak negatif, merusak, dan menimbulkan dampak jangka panjang pada air serta berdampak negatif pada manusia. (4) Budidaya bandeng di Desa Kedung Pandan memiliki prospek usaha kuat terancam, dengan strategi pengembangan peningkatan intensitas tenaga kerja dalam perawatan, meningkatkat kemampuan teknologi produksi, mutu, dan inovasi terhadap produk,dukungan pemerintah dan strategi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK BANJIR ROB DAN PENILAIAN KERUGIAN PETANI TAMBAK KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES

KARAKTERISTIK BANJIR ROB DAN PENILAIAN KERUGIAN PETANI TAMBAK KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES

Hasil penelitian karakteristik banjir rob pada mangsa peteruan dan mangsa lanjar yang terjadi selama satu tahun, menunjukan bahwa mangsa peteruan dalam satu tahun terjadi selama 21 hari pada bulan Jumadil Akhir, Rajab dan Syaban dengan ketinggian banjir rata-rata 87 cm, terjadi pada pukul 03.00- 06.00 dinihari dan pukul 17.00-20.00 sorehari pada minggu I dan II sedangkan Mangsa Lanjar dalam satu tahun terjadi selama 10 hari pada bulan Muharam dan Safar dengan ketinggian banjir rata-rata 88 cm, terjadi pada pukul 02.00-03.00 dinihari dan pukul 17.00-18.00 sorehari pada minggu I dan III. Kerugian akibat banjir rob yang terjadi dari total 40 (100%), 32 (80%) petani tambak ikan bandeng sebelum terkena banjir rob dan 8 (20%) petani tambak rumput laut sebelum dan yang terkena banjir rob tidak mengalami kerugian sedangkan 32 (80%) petani ikan bandeng yang terkena banjir rob mengalami kerugian. Kerugian yang paling besar Rp.5.352.000 dengan persentase kerugian (60%) sedangkan yang paling kecil kerugianya Rp.420.000 dengan persentase kerugian (10%) per satu tahun/ satu kali panen.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

ANALISIS KEBERHASILAN PETANI TAMBAK KAWASAN PESISIR DI KECAMATAN UJUNG PANGKAH DI KABUPATEN GRESIK

ANALISIS KEBERHASILAN PETANI TAMBAK KAWASAN PESISIR DI KECAMATAN UJUNG PANGKAH DI KABUPATEN GRESIK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan yang strategis dengan melihat kondisi lingkungan internal dan eksternal, dan faktor- faktor yang pengarui pendapatan petani tambak dikawasan pesisir kecamatan ujung pangkah kabupatan Gresik, berdasarkan penelitian yang telah dilakukukan dapat kita ambil kesimpulan sebagai berikut:

19 Baca lebih lajut

DINAMIKA KEHIDUPAN PETANI TAMBAK DI KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN, 1960-2015 Nurwalidiniati

DINAMIKA KEHIDUPAN PETANI TAMBAK DI KECAMATAN JANGKA KABUPATEN BIREUEN, 1960-2015 Nurwalidiniati

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji dinamika kehidupan petani tambak di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode sejarah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara teknik analisa data dengan cara menggunakan kritik sumber atau verifikasi dan penafsiran sumber serta teknik penulisan menggunakan sistematika historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budidaya tambak di Kecamatan Jangka sudah dimulai sejak tahun 1960. Awalnya tambak yang dibuat masyarakat berbentuk air tawar, pengembangan budidaya tambak dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti keadaan lingkungan, modal, permintaan pasar akan hasil tambak. Petakan tambak pada tiap tahunnya bertambah secara ekstensifikasi oleh masyarakat petani tambak di beberapa desa Kecamatan Jangka. Namun tambak yang sudah ada (intensifikasi) oleh petani tambak tetap dioptimalkan dalam penggunaan lahan. Pada tahun 1985 tambak di Kecamatan Jangka terfokus pada pemeliharaan udang windu. Kecamatan Jangka disebut juga daerah minapolitan sebagai penghasil perikanan terbanyak karena banyaknya lahan tambak yang terdapat di desa-desa Kecamatan Jangka. Keadaan sosial ekonomi petani tambak mengalami peningkatan pada tahun 1985 disebabkan oleh banyaknya kebutuhan pasar akan ekspor udang keluar kota hingga Eropa. Rumah petani tambak mengalami perubahan dari bentuk awalnya rumah aceh menjadi semi permanen, hingga saat ini pengembangan budidaya tambak sudah membantu tingkat kesejahtraan masyarakat petani tambak dalam berbagai bidang segi kehidupan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERSEPSI PETANI TAMBAK PADA PENGELOLAAN TAMBAK SISTEM WANAMINA DALAM UPAYA PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG SKRIPSI

PERSEPSI PETANI TAMBAK PADA PENGELOLAAN TAMBAK SISTEM WANAMINA DALAM UPAYA PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN TUGU KOTA SEMARANG SKRIPSI

Alhamdulillaahirabbil ’alaamiin. Puji syukur Penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas kelimpahan karunia dan rahmatNya Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Persepsi Petani Tambak pada Pengelolaan Tambak Sistem Wanamina dalam Upaya Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Tugu Kota Semarang dengan baik. Skripsi ini merupakan salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pertanian di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

13 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan Dan Petani Tambak   Di Kabupaten Aceh Utara

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan Dan Petani Tambak Di Kabupaten Aceh Utara

Pada umumnya masyarakat di Kabupaten Aceh Utara terbagi dalam tiga kelompok, yaitu; masyarakat pedalaman, perkotaan, dan masyarakat pesisir. Desa pesisir adalah sebutan untuk desa yang berada disepanjang atau dekat pantai, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan. Selain sebagai nelayan, sebagian besar masyarakat juga memanfaatkan pesisir pantai untuk membuka tambak. Umumnya tambak ini digunakan untuk budidaya ikan dan udang air asin. Walaupun aktivitas antara nelayan dengan petani tambak sangat tergantung pada laut. Namun demikian terdapat perbedaan dalam pola aktivitas dari kedua profesi tersebut sebagaimana dijelaskan pada sub bab berikut.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI TAMBAK IKAN BANDENG MENJADI TAMBAK UDANG VANNAMEI GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Pada Petani Tambak Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI TAMBAK IKAN BANDENG MENJADI TAMBAK UDANG VANNAMEI GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Pada Petani Tambak Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai

Udang vannamei memiliki tubuh yang dibalut kulit tipis keras dari bahan chitin berwarna putih kekuning-kuningan dengan kaki berwarna putih, jika dibandingkan dengan udang windu atau udan jrebung tubuh udang vannamei jauh lebih kecil. 79 Udang vannamei memiliki keunggulan tahan terhadap penyakit, pertumbuhannya cepat (masa pemeliharaan 100-110 hari). Namun demikian pembudi dayaan udang yang modalnya terbatas, masih menganggap bahwa udang vannamei hanya dapat dibudi dayakan secara intensif. Anggapan tersebut ternyata tidaklah sepenuhnya benar, karena hasil kajian menunjukkan bahwa vannamei juga dapat diproduksi dengan tradisional. Bahkan dengan pola tradisional petani tambak dapat menghasilkan ukuran panen yang lebih besar sehingga harga perkilogramnya menjadi lebih mahal. 80 Menurut Mujiman dan Suyanto dalam Agustina terdapat 3 sistem budi daya tambak udang vannamei yaitu:
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN PETANI TAMBAK DALAM MENGURAI KETERGANTUNGAN PADA TENGKULAK IKAN UNTUK MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN PASCA PANEN DI KELURAHAN SUMBERREJO KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA.

PEMBERDAYAAN PETANI TAMBAK DALAM MENGURAI KETERGANTUNGAN PADA TENGKULAK IKAN UNTUK MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN PASCA PANEN DI KELURAHAN SUMBERREJO KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA.

Strategi pemberdayaan Focus Group Discussion (FGD) merupakan salah satu wadah edukasi dalam membangun kesadaran kritis masyarakat dalam menyelami masalahnya sendiri sekaligus merumuskan ide yang bersumber dari masyarakat dalam menyelesaikan problematika yang dihadapinya. Kegiatan FGD dilaksanakan secara intens pada minggu kedua dengan mengedepankan 4 aspek pembahasan, pertama yaitu membentuk sebuah tim riset bersama masyarakat dengan memerankan masyarakat sebagai agent perubahan. Kedua, menganalisa potensi yang dimiliki oleh petani tambak. Ketiga, diskusi mengenai permasalahan yang dihadapi petani tambak. Keempat, merancang dan melaksanakan sebuah aksi yang dilakukan bersama masyarakat. Dalam melakukan kegiatan FGD ini pendamping melibatkan beberapa petani tambak yang paling pengaruh bagi para petani tambak di Sumberrejo serta melibatkan perangkat-perangkat desa. Adanya kegiatan ini menunjukkan agar ada kesinambungan dengan pihak-pihak terkait (stakeholders) dalam melakukan pendamping kepada masyarakat.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

ANALISIS KEBERHASILAN PETANI TAMBAK KAWASAN PESISIR DI KECAMATAN UJUNG PANGKAH DI KABUPATEN GRESIKx

ANALISIS KEBERHASILAN PETANI TAMBAK KAWASAN PESISIR DI KECAMATAN UJUNG PANGKAH DI KABUPATEN GRESIKx

Petani tambak kawasan pesisir Ujung Pangkah memiliki lengkungan yang strategis, sebagian besar wilayah Kecamatan Ujung Pangkah merupakan wilayah tambak, berada di kawasan hilir bungawan Solo sehingga untuk peruses pengairan tidak kesulitan tersedianya pasar tradisional dan industri, selainitu petani tambak di kawasan pesisir kecamatan Ujung Pangkah juga mempunyai peluang yang cukup baik, karna kualitas ikan yang dihasilkan petani Kecamatan Ujung Pangkah dikenal mempunyai kualitas yang baik dan layak untuk ekspor, pemerintah juga memberikan dukungan dengan diadakannya pasar bandeng pada setiap tahun nya, tepatnya tiga hari sebelum hari raya idhul fitri yang di adakan di pusat kota kabupaten Gresik, jadi kecamtan ujung pangkah untuk pertanian tambak masih memiliki potensi yang sangat unggul, dan menjanjikan untuk kedepannya.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI TAMBAK BANDENG DI KABUPATEN GRESIK.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI TAMBAK BANDENG DI KABUPATEN GRESIK.

Pembangunan di bidang ekonomi merupakan masalah yang sangat penting dan mendasar, sebagai tolak ukur adanya pembangunan ekonomi adalah terjadinya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan gambaran nyata dari kebijakan perubahan yang dilakukan oleh masing-masing daerah. Perkembangan daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional. Sejalan dengan hal tersebut, maka sektor perikanan yang ada di Kabupaten Gresik perlu digalakkan guna untuk meningkatkan perekonomian, mengingat besarnya potensi yang dimilki oleh Kabupaten Gresik yaitu besarnya jumlah luas lahan tambak yang dimiliki, keadaan alam dan letak geografis yang mendukung serta besarnya jumlah penduduk yang tinggal di desa dan bermata pencaharian sebagai petani tambak.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Analisis dampak ekonomi daerah tambak terhadap kesejahteraan ekonomi petani tambak dan masyarakat Kelurahan Marunda Kecamatan Cilincing Jakarta Utara

Analisis dampak ekonomi daerah tambak terhadap kesejahteraan ekonomi petani tambak dan masyarakat Kelurahan Marunda Kecamatan Cilincing Jakarta Utara

Aktivitas budidaya di daerah tambak berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap masyarakat sekitar, salah satunya adalah dampak ekonomi dari keberadaan daerah tambak itu sendiri. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi karakteristik usaha tambak, unit usaha, dan tenaga kerja lokal di sekitar daerah tambak, (2) mengkaji kesejahteraan petani tambak dari nilai surplus produsen petani, (3) menganalisis dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh aktivitas budidaya ikan bandeng dan udang windu, (4) memberikan rekomendasi hasil penelitian dalam bentuk saran untuk meningkatkan kesejahteraan petani tambak dan masyarakat lokal daerah tambak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, surplus produsen, dan multiplier. Hasil analisis usaha diperoleh pendapatan tambak polikultur berada diatas Upah Minimum Provinsi yang ditetapkan DKI Jakarta sebesar Rp 2.441.000,00. Petani tambak polikultur di Marunda memperoleh pendapatan sebesar Rp 2.944.586,00 per bulan, dengan keuntungan maksimum surplus produsen sebesar Rp 103.085.133.600,00 di titik produksi 80.569.348 kg, dan hasil rataan produksi di lapangan sebesar Rp 23.649.565,00 di titik produksi 2.199 kg per hektar per tahun. Pendapatan petani tambak monokultur bandeng Rp 1.153.958,00 per bulan, dengan keuntungan maksimum surplus produsen sebesar Rp 3.794.952,00 di titik produksi 455 kg, dan hasil rataan produksi di lapangan sebesar Rp 1.382.692,00 dengan rataan produksi 832 kg. Petani tambak monokultur udang memperoleh pendapatan sebesar Rp 2.348.571,00 per bulan, keuntungan maksimum surplus produsen sebesar Rp 18.396.396,00 di titik produksi 732 kg, dan hasil rataan produksi di lapangan sebesar Rp 15.935.370,00 dengan rataan produksi sebesar 428 kg. Hasil analisis multiplier menunjukan nilai Keynesian Income Multiplier sebesar 0,75. Ratio Income Multiplier Tipe I sebesar 1,05 dan Ratio Income Multiplier Tipe II sebesar 1,10. Keuntungan usaha budidaya tambak polikultur lebih besar jika dibandingkan dengan keuntungan petani tambak monokultur dan berada diatas Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta. Petani tambak memperoleh surplus dari kegiatan budidaya tambak, tetapi belum mencapai hasil yang maksimal sehingga perlu peningkatan biaya produksi, penggunaan teknologi intensif, atau perluasan lahan.
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI TAMBAK DI DESA KEMUDI KECAMATAN DUDUK SAMPEYAN KABUPATEN GRESIK.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI TAMBAK DI DESA KEMUDI KECAMATAN DUDUK SAMPEYAN KABUPATEN GRESIK.

Warga masyarakat di Desa Kemudi setelah adanya proses pemanfaatan bantuan dari pemerintah maka pengaruhnya terciptalah gagasan- gagasan dari masyarakat untuk memanfaatkan hasil pertambakan tersebut. Ketidakberdayaan sebelum adanya bantuan dari pemerintah seperti adanya organisasi Gapoktan tadi, masyarakat lebih memilih untuk menjual langsung hasil tambak tadi tanpa dikembangkan menjadi sebuah usaha kreatif-mandiri, tapi sekarang ini pemerintah sudah memberikan melalui bantuan berupa dana puab ( Program usaha agro bisnis). Oleh sebab itu, dari suatu proses yang ada di perlukan suatu proses gagasan dari masyarakat sekitar, terutama melihat kekayaan yang berupa tambak serta hasil panen tambak yang bermacam- macam ada ikan mujaer, ikan bandeng, udang windu dan lain-lain. Sumber daya alam yang dimiliki warga masyarakat tersebut dan dengan adanya bantuan peminjaman modal yang di berikan oleh Gapoktan, maka sikap tersebut melahirkan semangat kerja dan motiv social baru yang mana mampu untuk menciptakan sebuah inovasi atau temuan-temuan dengan memanfaatkan dari hasil pertambakan di buat dalam bentruk otak-otak dan krupuk.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

SOLIDARITAS DAN STRATIFIKASI ANTAR PETANI TAMBAK DI DUSUN DUKUAN DESA PUCANG TELU KECAMATAN KALITENGAH KABUPATEN LAMONGAN.

SOLIDARITAS DAN STRATIFIKASI ANTAR PETANI TAMBAK DI DUSUN DUKUAN DESA PUCANG TELU KECAMATAN KALITENGAH KABUPATEN LAMONGAN.

mengikat orang kepada sesamanya, karena mereka tidak lagi dapat memenuhi seluruh kebutuhan mereka sendiri. Dalam masyarakat yang mekanis, misalnya, para petani garam hidup dalam masyarakat yang swasembada dan terjalin bersama oleh warisan bersama dan pekerjaan yang sama. Dalam masyarakat modern yang organik, para pekerja memperoleh gaji dan harus mengandalkan orang lain yang mengkhususkan diri dalam produk-produk tertentu (bahan makanan, pakaian, dan lain – lain) untuk memenuhi kebutuhan mereka. Akibat dari pembagian kerja yang semakin rumit ini, kesadaran individual berkembang dalam cara yang berbeda dari kesadaran kolektif. Bahkan seringkali berbenturan dengan kesadaran kolektif. Contoh dalam masyarakat tentang solidaritas mekanis dan organis yaitu pada masyarakat yang memiliki pola pembagian kerja yang sedikit seperti pada masyarakat desa. Masyarakat desa memiliki homogenitas pekerjaan yang tinggi misalnya sebagai petani. Dengan kesamaan yang dimiliki oleh masyarakat desa itu membuat kesadaran kolektif antara individu di dalam masyarakat itu sangat tinggi. Masyarakat desa juga memiliki homogenitas dalam kepercayaan yang sangat tinggi dibandingkan dengan masyarakat kota. Dengan kesamaan itulah yang dapat mempersatukan masyarakat desa.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Nelayan Ikan Tangkap (Studi Kasus : Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai)

Analisis Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Nelayan Ikan Tangkap (Studi Kasus : Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai)

Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan dan Petani Tambak di Kabupaten Aceh Utara.. Sekolah Pacasarjana Universitas Sumatera Utara.[r]

3 Baca lebih lajut

Show all 8742 documents...