Phaeophleospora Sp

Top PDF Phaeophleospora Sp:

Diameter koloni jamur (mm) Phaeophleospora sp konsentrasi perlakuan 0 mg ml

Diameter koloni jamur (mm) Phaeophleospora sp konsentrasi perlakuan 0 mg ml

Uji F Taraf 5% Diameter Fungi Phaeophleospora sp... Uji F Taraf 5% Luas Fungi Phaeophleospora sp.[r]

8 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Eucalyptus is a species that widely used in pulping industry. Phaeophleospora is one of the pathogens that attack the leaves of young Eucalyptus plant. The purposes of this research were to characterize the leaf disease symptoms and to measure disease severity and disease incidence caused by Phaeophleospora sp . on two-month-old IND 47, IND 61, dan IND 66 Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla hybrid clones in PT Toba Pulp Lestari Tbk. Inoculation was implemented with spray method. The leaves symptoms caused by Phaeophleospora showed the same symptoms on clones IND 47, IND 61, and IND 66. The early symptoms were the yellow dots on the upperside of the leaves and then developed into spots. The advanced symptoms were reddish spots on the upperside of the leaves and black spores on the underside of the leaves. Clones IND 47, IND 61, and IND 66 were classified as resistent in disease severity measurement. In disease incidence measurement, three clones classified as moderately resistent.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Respon  Phaeophleospora Sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Tembaga Oksida Secara In Vitro

Respon Phaeophleospora Sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Tembaga Oksida Secara In Vitro

Phaeophleospora sp. merupakan patogen utama yang menyerang Eukaliptus. Patogen ini merupakan salah satu masalah utama yang menyerang pertanaman Eukaliptus di manapun di dunia terutama di Indonesia. Fungisida digunakan untuk memberantas dan mencegah perkembangan fungi. Fungisida yang digunakan dalam penelitian ini adalah fungisida kontak dengan bahan aktif Tembaga Oksida 56%. Penelitian ini bertujuan mengukur luas, diameter, kerapatan spora dan mengkarakterisasi bentuk hifa Phaeophleospora sp. setelah diberi perlakuan. Sampel yang digunakan diambil dari koleksi Phaeophleospora sp. yang di dapat dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Hutan dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla

Phaeophleospora (Kirramyces) adalah patogen yang menyerang daun Eukaliptus di mana pun mereka tumbuh. P. epicoccoides ditemukan hampir di mana-mana yang menyebabkan bintik-bintik dan perubahan warna pada tajuk yang lebih rendah, tapi tidak sering menyebabkan kerusakan serius. Namun pada tahun 1996 spesies Phaeophleospora yang baru teridentifikasi pada Eucalyptus grandis di Sumatera dan tingkat keparahan hawar daun menyebabkan fungi ini disebut Kirramyces. Empat tahun kemudian patogen ditemukan di timur Thailand di mana hal ini menyebabkan defoliasi sangat parah pada klon E. camaldulensis. Penyakit daun ini tergolong baru di daerah tersebut dan telah dimonitor secara intensif selama 5 tahun ke belakang (Old, et al.,2003). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang berguna untuk mengetahui resistensi dari setiap tanaman Eucalyptus spp. terhadap Phaeophleospora sp.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Phaeophleospora (Kirramyces) adalah patogen yang menyerang daun Eukaliptus di mana pun mereka tumbuh. P. epicoccoides ditemukan hampir di mana-mana yang menyebabkan bintik-bintik dan perubahan warna pada tajuk yang lebih rendah, tapi tidak sering menyebabkan kerusakan serius. Namun pada tahun 1996 spesies Phaeophleospora yang baru teridentifikasi pada Eucalyptus grandis di Sumatera dan tingkat keparahan hawar daun menyebabkan fungi ini disebut Kirramyces. Empat tahun kemudian patogen ditemukan di timur Thailand di mana hal ini menyebabkan defoliasi sangat parah pada klon E. camaldulensis. Penyakit daun ini tergolong baru di daerah tersebut dan telah dimonitor secara intensif selama 5 tahun ke belakang (Old, et al.,2003). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang berguna untuk mengetahui resistensi dari setiap tanaman Eucalyptus spp. terhadap Phaeophleospora sp.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Eucalyptus is a species that widely used in pulping industry. Phaeophleospora is one of the pathogens that attack the leaves of young Eucalyptus plant. The purposes of this research were to characterize the leaf disease symptoms and to measure disease severity and disease incidence caused by Phaeophleospora sp. on two-month-old IND 47, IND 61, dan IND 66 Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla hybrid clones in PT Toba Pulp Lestari Tbk. Inoculation was implemented with spray method. The leaves symptoms caused by Phaeophleospora showed the same symptoms on clones IND 47, IND 61, and IND 66. The early symptoms were the yellow dots on the upperside of the leaves and then developed into spots. The advanced symptoms were reddish spots on the upperside of the leaves and black spores on the underside of the leaves. Clones IND 47, IND 61, and IND 66 were classified as resistent in disease severity measurement. In disease incidence measurement, three clones classified as moderately resistent.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

disebut Kirramyces. Empat tahun kemudian patogen ditemukan di timur Thailand di mana hal ini menyebabkan defoliasi sangat parah pada klon E. camaldulensis. Penyakit daun ini tergolong baru di daerah tersebut dan telah dimonitor secara intensif selama 5 tahun ke belakang (Old, et al.,2003). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang berguna untuk mengetahui resistensi dari setiap tanaman Eucalyptus spp. terhadap Phaeophleospora sp.

3 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

SARDO SINAGA. Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada klon hybrid Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Dibawah bimbingan Dr. Ir. EDY BATARA MULYA SIREGAR, MS dan RIDAHATI RAMBEY, S.Hut, M.Si

11 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

SARDO SINAGA. Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada klon hybrid Eucalyptus grandis x Eucalyptus urophylla di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Dibawah bimbingan Dr. Ir. EDY BATARA MULYA SIREGAR, MS dan RIDAHATI RAMBEY, S.Hut, M.Si

2 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara Chapter III V

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara Chapter III V

pada IND 68 turun pada minggu kelima dan keenam. Pada IND 69 intensitas serangan yang dihitung pada pengamatan minggu kedua tidak cukup signifikan yakni 3,9% tetapi pada minggu ketiga terjadi lonjakan tajam nilai intensitas serangan menjadi 12,6% naik sekitar 9%. Namun pada pengamatan ketiga inilah puncak dari nilai intensitas serangan IND 69. Pada pengamatan keempat sampai keenam perlahan-lahan terjadi penurunan. Dapat dilihat dari grafik bahwa ketiga klon memiliki ketahanan dan karakter yang berbeda, hal ini menunjukkan bahwa perbedaan sifat setiap tanaman walaupun berasal dari genus yang sama. Tetapi dari ketiga klon menunjukkan bahwa nilai intensitas serangan Phaeophleospora sp. pada ketiga klon hibrid E. grandis x E. urophylla tidak melebihi 25%. Menurut Sinaga (2003) nilai intensitas antara 0-25% dikategorikan resisten, sehingga dapat dikatakan bahwa ketiga klon hibrid diatas resisten terhadap penyakit Phaeophleospora sp. Ketiga klon (IND 68, IND 69, IND 73) mengalami penurunan intensitas serangan disebabkan karena patogen penyakit Phaeophleospora sp. tidak intens lagi menyerang tanaman, selain itu laju pertumbuhan daun tiap minggunya juga mengurangi tingkat intensitas serangan karena produksi senyawa antimikroba (senyawa fenol) pada daun.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Uji Infeksi Phaeophleospora sp. pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla

Fungi Phaeophleospora sp. didapatkan dengan mengambil sampel daun berpenyakit pada areal pembibitan PT Toba Pulp Lestari, Tbk, Kecamatan Parmaksian. Pengambilan sampel daun berpenyakit dilakukan dengan menjadikan buku panduan A Manual of Diseases of Eucalypts in South-East Asia (Old et al. , 2003) sebagai pedoman lalu membandingkannya dengan gejala penyakit yang timbul pada daun pada tanaman di areal pembibitan. Gejala yang ditunjukkan berupa bercak daun berwarna kemerahan pada permukaan atas daun dan adanya spora berwarna hitam pada bagian permukaan bawah daun.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Phaeophleospora sp. adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman Eucalyptus spp, terutama pada pembibitan tanaman Eucalyptus spp. Penyakit ini sudah tersebar di hampir seluruh dunia, di Sumatera Utara penyakit ini sudah terdapat di PT Toba Pulp Lestari. Pengendalian penyakit ini sendiri masih menggunakan fungisida yang salah satu fungisidanya adalah fungisida yang berbahan aktif Metiram 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Phaeophleospora sp. terhadap perlakuan fungisida Metiram 70% dengan konsentrasi 0,4 , 0,8 , 1,2 dan 1,6 mg/ml. Respon yang diukur adalah pertumbuhan koloni (luas , diameter, kerapatan spora, dan perubahan yang terjadi pada hifa). Penelitian di lakukan di Laboratorium Bioteknologi Hutan dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan lima kali ulangan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Phaeophleospora sp. adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman Eucalyptus spp, terutama pada pembibitan tanaman Eucalyptus spp. Penyakit ini sudah tersebar di hampir seluruh dunia, di Sumatera Utara penyakit ini sudah terdapat di PT Toba Pulp Lestari. Pengendalian penyakit ini sendiri masih menggunakan fungisida yang salah satu fungisidanya adalah fungisida yang berbahan aktif Metiram 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Phaeophleospora sp. terhadap perlakuan fungisida Metiram 70% dengan konsentrasi 0,4 , 0,8 , 1,2 dan 1,6 mg/ml. Respon yang diukur adalah pertumbuhan koloni (luas , diameter, kerapatan spora, dan perubahan yang terjadi pada hifa). Penelitian di lakukan di Laboratorium Bioteknologi Hutan dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan lima kali ulangan.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

METODE PENELITIAN - Respon Phaeophleospora Sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Tembaga Oksida Secara In Vitro

METODE PENELITIAN - Respon Phaeophleospora Sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Tembaga Oksida Secara In Vitro

Pertumbuhan Phaeophleospora sp. pada konsentrasi perlakuan 1.12 mg/ml lambat, dikarenakan penambahan fungisida pada media tumbuh akan berpengaruh menekan pertumbuhan koloni Phaeophleospora sp. walaupun dengan konsentrasi rendah fungisida kontak cukup kompatibel dan berpengaruh positif

14 Baca lebih lajut

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Hasil Analisis Uji DMRT Diameter Koloni Phaeophleospora sp a.Analisis data pengamatan I4 HIS b.Analisis data pengamatan II8 HSI Diameter groups in homogeneous subsets are displayed[r]

12 Baca lebih lajut

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Phaeophleospora sp. adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman Eucalyptus spp, terutama pada pembibitan tanaman Eucalyptus spp. Penyakit ini sudah tersebar di hampir seluruh dunia, di Sumatera Utara penyakit ini sudah terdapat di PT Toba Pulp Lestari. Pengendalian penyakit ini sendiri masih menggunakan fungisida yang salah satu fungisidanya adalah fungisida yang berbahan aktif Metiram 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Phaeophleospora sp. terhadap perlakuan fungisida Metiram 70% dengan konsentrasi 0,4 , 0,8 , 1,2 dan 1,6 mg/ml. Respon yang diukur adalah pertumbuhan koloni (luas , diameter, kerapatan spora, dan perubahan yang terjadi pada hifa). Penelitian di lakukan di Laboratorium Bioteknologi Hutan dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan lima kali ulangan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Respon Phaeophleospora sp. Terhadap Fungisida Berbahan Aktif Metiram Secara in Vitro

Eukaliptus di manapun mereka tumbuh. Phaeophleospora sp. ditemukan hampir dimana-mana yang menyebabkan bintik-bintik dan perubahan warna pada tajuk yang lebih rendah, tapi tidak sering menyebabkan kerusakan serius. Namun pada tahun 1996 spesies Phaeophleospora yang baru teridentifikasi pada Eucalyptus grandis di Sumatera dan tingkat keparahan hawar daun menyebabkan fungi ini

3 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Phaeophleospora epicoccoides merupakan salah satu patogen daun yang paling banyak dilaporkan dan diteliti di dunia, terjadi pada berbagai spesies di banyak negara termasuk dari daerah subtropis. Dianggap sebagai patogen yang menyerang pembibitan di Australia dan India, menyebabkan kematian tanaman di Malawi dan Afrika Selatan, defoliasi perkebunan di Australia dan kerusakan yang signifikan di pembibitan dan perkebunan di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan bervariasi, spora dapat tersebar, dan menginfeksi bibit dan kebun klonal di pembibitan dengan sanitasi yang buruk (Barber, 2004).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Berdasarkan penelitian Siahaan (2010) yang dilakukan di kebun percobaan PT. TPL menemukan ada beberapa jenis Patogen yang menyerang tanaman Eucalyptus di pembibitan antara lain adalah Cylindrocladium, Mycosphaerella, Cryptosporiopsis, Cladosporium dan Teratosphaeria. Penyakit ini biasanya terdapat pada daun Eucalyptus. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman Eucalyptus adalah Phaeophleospora yang menyerang mulai dari pembibitan sampai umur 2 tahun. Hal ini menyebabkan produksi kayu sedikit berkurang karena dapat menyebabkan kematian pada tanaman terutama tanaman yang masih muda. Bertitik tolak dari hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang uji
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Uji Infeksi Phaeophleospora Sp. Pada Klon Hibrid Eucalyptus Grandis X Eucalyptus Urophylla Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Andjic, V., Hardy, G.E., Cortinas, M.N., Wingfield, M.J., Burgess, T.I. 2007. Multiple Gene Genealogies Reveal Important Relationships Between Species of Phaeophleospora Infecting Eucalyptus leaves. FEMS Microbiol Lett 268 (2007) 22 – 33.

2 Baca lebih lajut

Show all 6634 documents...