Pisang Awak Masak

Top PDF Pisang Awak Masak:

Analisis Kualitas Protein Secara Biologi Pada Tepung Campuran Beras-Pisang Awak Masak (Musa paradisiaca var. Awak)  yang Divariasikan dengan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dan Tepung Kecambah Kedelai (Glycine max L. Merrill)

Analisis Kualitas Protein Secara Biologi Pada Tepung Campuran Beras-Pisang Awak Masak (Musa paradisiaca var. Awak) yang Divariasikan dengan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dan Tepung Kecambah Kedelai (Glycine max L. Merrill)

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menganalisis kualitas protein secara biologi pada tepung campuran beras-pisang awak masak (Musa paradisiaca var. Awak) yang divariasikan dengan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dan kecambah kedelai (Glycine max L. Merrill). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 taraf perlakuan yaitu tepung protein whey, tepung campuran pisang awak masak dengan ikan lele dumbo dan kecambah kedelai (TPLK) dan tepung campuran pisang awak masak dengan ikan lele dumbo (TPL). Kualitas protein diketahui dengan menghitung nilai Protein Efficiency Ratio (PER), Biological Value (BV), dan Net Protein Utilization (NPU) dari hewan percobaan yaitu mencit jantan lepas sapih (Usia 23 hari) sebanyak 18 ekor.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Siagian (2011), proses pembuatan tepung pisang awak yang telah matang dilakukakan dengan menambahkan tepung beras. Ini dilakukan agar mempermudah proses pengeringan dan menghasilkan tepung yang berkualitas baik dan buah pisang yang digunakan adalah pisang awak yang benar-benar masak. Hasil penelitian memberikan kandungan karbohidrat, protein dan lemak masing masing sebesar 61,7%, 5,65%, 1,02%, sedangkan kandungan air dan abu pada tepung pisang awak masak adalah sebesar 5,90% dan 1,09%.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ SUBSTITUSI TEPUNG PISANG AWAK MASAK (Musa paradisiaca var. awak) DAN KECAMBAH KEDELAI (Glycine max) PADA PEMBUATAN BISKUIT SERTA DAYA TERIMA” ini beserta seluruh isinya adalah benar hasil karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara – cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko atau sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau klain dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Penggunaan pisang dalam proses pembuatan tepung pisang dipilih pisang awak yang telah matang dan tidak busuk. Pisang awak matang memiliki ciri-ciri tekstur yang lunak, kulit pisang berwarna kuning dan memiliki bintik-bintik hitam. Pada proses pembuatan tepung kulit dan bijinya dibuang. Dihaluskan dengan blender sampai membentuk pasta pisang, setelah itu ditambahkan tepung beras dengan perbandingan 2:1. Penggunaan tepung beras dipilih agar pisang awak dapat dibuat menjadi tepung pisang karena pisang awak yang telah matang tidak dapat dibuat menjadi tepung karena tekstur yang terlalu lunak. Setelah ditambahkan tepung beras dilakukan pengeringan di Oven dengan suhu 55-60º Celsius selama 48 jam. Kemudian digiling dan diayak sehingga menjadi tepung. 3.6.2. Prosedur Pembuatan Tepung Kecambah Kedelai
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Substitusi Tepung Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) dan Kecambah Kedelai (Glycine Max) pada Pembuatan Biskuit Serta Daya Terima

Petunjuk penilaian Ujilah sampel dibawah ini dengan sebaik-baiknya dan nyatakan pendapat anda tentang apa yang dirasakan oleh indera... Uji Barlett Data Organoleptik Warna Pada Biskuit[r]

20 Baca lebih lajut

Subtitusi Tepung Pisang Awak (Musa Paradisiaca Var Awak) dan Ikan Lele Dumbo (Clarias Garipinus) Dalam Pembuatan Biskuit Serta Uji Daya Terimanya

Subtitusi Tepung Pisang Awak (Musa Paradisiaca Var Awak) dan Ikan Lele Dumbo (Clarias Garipinus) Dalam Pembuatan Biskuit Serta Uji Daya Terimanya

Tepung pisang awak masak ( Musa paradisiaca var. awak ) dan ikan lele dumbo (Clarias Garipinus) dapat diolah menjadi biskuit. Biskuit merupakan salah satu makanan pendamping yang dapat mencukupi kebutuhan gizi balita. Biskuit memiliki rasa yang manis dan bentuk yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima dan kandungan gizi dari biskuit yang disubstitusikan tepung pisang awak dan ikan lele dumbo.

18 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Mineral Pada Tepung Campuran Pisang Awak dan Tepung Beras Serta Sumbangan Mineralnya Terhadap Angka Kecukupan Gizi Bayi

Analisis Kandungan Mineral Pada Tepung Campuran Pisang Awak dan Tepung Beras Serta Sumbangan Mineralnya Terhadap Angka Kecukupan Gizi Bayi

Namun, untuk melihat berapa besar sumbangan natrium dari tepung campuran pisang awak dan tepung beras terhadap AKG anak usia 7-12 bulan, maka saya berpedoman pada buku (Infant Nutrition and Feeding). Dalam buku ini menjelaskan bahwa AKG natrium anak usia 7-12 bulan sebesar 100-200 mg/hari, sementara dari ASI telah memberikan sumbangan natrium sebesar 100 mg, maka kandungan natrium tambahan yang harus ada dalam MP-ASI sebesar 100 mg/hari. Jadi, jika bayi usia 7-12 bulan mengkonsumsi tepung campuran pisang awak dan tepung beras sebagai MP-ASI setiap hari yaitu sebesar 50 gram, dengan asumsi sekali konsumsi sebesar 25 gram, maka sumbangan natrium dari tepung campuran pisang awak dan tepung beras terhadap AKG sebesar 3,43%/hari. Sedangkan jika bayi usia 7-12 bulan mengkonsumsi pisang awak masak setiap hari sebanyak 2 buah pisang atau 50 gram, dengan asumsi sekali konsumsi sebanyak 25 gram, maka sumbangan natrium dari pisang awak terhadap AKG sebesar 0,18 %/hari.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Subtitusi Tepung Pisang Awak (Musa Paradisiaca Var Awak) dan Ikan Lele Dumbo (Clarias Garipinus) Dalam Pembuatan Biskuit Serta Uji Daya Terimanya

Subtitusi Tepung Pisang Awak (Musa Paradisiaca Var Awak) dan Ikan Lele Dumbo (Clarias Garipinus) Dalam Pembuatan Biskuit Serta Uji Daya Terimanya

Tepung pisang awak masak ( Musa paradisiaca var. awak ) dan ikan lele dumbo (Clarias Garipinus) dapat diolah menjadi biskuit. Biskuit merupakan salah satu makanan pendamping yang dapat mencukupi kebutuhan gizi balita. Biskuit memiliki rasa yang manis dan bentuk yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima dan kandungan gizi dari biskuit yang disubstitusikan tepung pisang awak dan ikan lele dumbo.

2 Baca lebih lajut

Gambaran Pola Pemberian Asi Dan Mp Asi, Status Gizi Dan Gangguan Saluran Pencernaan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Tahun 2016

Gambaran Pola Pemberian Asi Dan Mp Asi, Status Gizi Dan Gangguan Saluran Pencernaan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Tahun 2016

Aceh dijual dengan harga yang relatif murah dan dapat dijangkau oleh masyarakatnya yaitu sekitar Rp. 5.000,00 per sisirnya. Para ibu-ibu memberikan pisang awak kepada bayinya dengan cara dihaluskan atau dikerok terlebih dahulu. Pisang awak yang masih hijau kulitnya tetapi cukup tua dagingnya mengandung 21-25 % zat tepung. Apabila diperam lagi atau masak sendiri pada pohonnya, zat tepung itu sebagian besar berubah menjadi beberapa jenis gula yaitu dextrose, levulosedan sucrose. Komposisi nilai gizi pisang awak dan beberapa jenis pisang lainnya (setiap 100 gram) daging buah dapat dilihat pada Tabel 2.2berikut : Tabel 2.2 Komposisi Nilai Zat Gizi Pisang Awak dan Beberapa Jenis Pisang (Setiap 100 gram Daging Buah)
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Latihan Soal UAS Bahasa Sunda Kelas 3 SD

Latihan Soal UAS Bahasa Sunda Kelas 3 SD

Upami mandi, awak kedah diruru sareng disabunan.. Awak diruru sangkan dakina ical.[r]

2 Baca lebih lajut

Gambaran Pola Pemberian Asi Dan Mp Asi, Status Gizi Dan Gangguan Saluran Pencernaan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Tahun 2016

Gambaran Pola Pemberian Asi Dan Mp Asi, Status Gizi Dan Gangguan Saluran Pencernaan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa Tahun 2016

ASI adalah makanan pertama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah, mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pisang awak merupakan jenis pisang yang sering diberikan ibu kepada bayi sebagai MP-ASI didaerah Aceh, namun sampai saat ini masih ditemukan pemberian pisang awak yang tidak tepat dan diberikan kepada bayi dibawah 6 bulan. Pemberian makanan terlalu dini dapat menimbulkan gangguan saluran pencernaan seperti diare, muntah, sembelit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola pemberian ASI, MP-ASI (pisang awak), status gizi, dan kejadian gangguan saluran pencernaan pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Sungai Pauh Kecamatan Kuala Langsa Kota Langsa.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

soal uas BHS SUNDA  kelas 3 semester 1

soal uas BHS SUNDA kelas 3 semester 1

Upami mandi, awak kedah diruru sareng disabunan.. Awak diruru sangkan dakina ical.[r]

3 Baca lebih lajut

RINGKASAN TULISAN DALAM BUKU PENERAPAN P (12)

RINGKASAN TULISAN DALAM BUKU PENERAPAN P (12)

Semakin pesatnya perkembangan teknologi di dunia saat ini ternyata telah membawa perubahan yang begitu signifikan pula dalam dunia peperangan. Isu dan konflik yang dilakukan oleh jaringan teroris telah membuat negara-negara adidaya menciptakan teknologi yang semakin canggih untuk memberantasnya, diantaranya dengan menciptakan pesawat tanpa awak. Pesawat tanpa awak ini digunakan dalam pertempuran melawan teroris di beberapa negara seperti Pakistan dan Afghanistan.

2 Baca lebih lajut

Kandungan Vitamin pada Bahan Dasar MP-ASI Tepung Campuran Pisang Awak dengan Tepung Beras serta Sumbangannya Terhadap Angka Kecukupan Gizi Bayi

Kandungan Vitamin pada Bahan Dasar MP-ASI Tepung Campuran Pisang Awak dengan Tepung Beras serta Sumbangannya Terhadap Angka Kecukupan Gizi Bayi

Jika dilihat dari hasil analisis yang menunjukkan kandungan vitamin C dari tepung campuran pisang awak matang dengan tepung beras yang belum memenuhi standar MP-ASi bubuk dan jika dihitung sumbangannya terhadap angka kecukupan gizi anak usia 7-24 bulan maka perlunya diberikan makanan tambahan lain yang mengandung vitamin C. Sumber vitamin C dapat diperoleh dari bahan makanan yang diantaranya daun singkong, daun katuk, sawi, kol, bayam, tomat masak, jeruk, jambu biji, dll.

85 Baca lebih lajut

Pola Pemberian Pisang Awak (Musa Paradisiaca Var. Awak), Status Gizi Dan Gangguan Saluran Pencernaan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Paloh Gadeng   Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Tahun 2011

Pola Pemberian Pisang Awak (Musa Paradisiaca Var. Awak), Status Gizi Dan Gangguan Saluran Pencernaan Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Di Desa Paloh Gadeng Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Tahun 2011

Meski demikian perkembangan pelaksanaan di lapangan menunjukan banyaknya pelanggaran yang merenggut hak bayi atas ASI eksklusif enam bulan tersebut yaitu dengan menjejali bayi yang baru lahir dengan produk makanan pendamping ASI. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2002, terdapat 32% ibu yang memberikan makanan tambahan kepada bayi berumur 2 – 3 bulan, seperti bubur nasi, pisang, dan 69% terhadap bayi berumur 4 – 5 bulan. Selain itu, dari penelitian yang dilakukan di daerah pedesaan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, ditemukan bahwa praktek pemberian makan pada bayi sebelum usia 1 bulan mencapai 32,4% dan pada usia tersebut didapatkan 66,7% jenis makanan yang diberikan adalah pisang (Litbangkes, 2003).
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos) TERHADAP MORTALITAS WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI.

I. PENDAHULUAN EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos) TERHADAP MORTALITAS WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI.

Hasil penelitian Purnomo dkk. (2011) menunjukkan bahwa daging buah maja masak yang dicampur dengan daun cebreng, rumen kambing dan bonggol pisang memiliki potensial sebagai bahan pupuk MOL pada tanaman padi, sedangkan penelitian Reddy dan Urooj (2013) menunjukkan bahwa ekstrak daun maja berpotensial sebagai sumber antioksidan. Selain dikonsumsi sebagai antioksidan yang sehat, senyawa yang hadir dalam Aegle marmelos yang bertanggung jawab untuk aktivitas antioksidan dapat diisolasi dan kemudian digunakan sebagai aditif makanan untuk menunda kerusakan oksidatif makanan dan sebagai nutraceutical dalam formulasi makanan terhadap penyakit degeneratif.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Artikel Penelitian Fundamental.

Artikel Penelitian Fundamental.

“Aku” sebagai kata subyek, tentu tidak sekedar mengandung makna pernyataan diri pronomina persona tunggal, tetapi ada makna kebudayaan, sosial, politik, dan psikologis, serta ada sejarah yang disimpannya. Barangkali secara geneologis dan sosiolinguistik hal ini dapat diterangkan dengan teori konsep Den dan Awak yang diungkapkan oleh Khaidir Anwar dalam makalahnya pada temu Budaya Daerah Propinsi Sumatera Barat, tanggal 27-29 Juni 1988 di Padang 6 . Dalam konsep Den dan Awak ini, aku (subyek) yang merupakan konsep kekuasaan berada pada ego, yakni konsep kemerdekaan jati diri, dengan integritas rasa percaya diri yang kuat, tentang karakter budaya Minangkabau.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

683194793.doc 44.45KB 2015-10-12 00:18:07

683194793.doc 44.45KB 2015-10-12 00:18:07

Pisang ( Musa paradisiaca L) adalah salah satu buah yang digemari oleh banyak orang. Namun, sebagian orang yang mengonsumsi pisang kebanyakan kulitnya hanya dibuang sebagai limbah. Berdasarkan data statistic Departemen Pertanian (2008) diacu dalam Eva Nuramanah (2012), produksi pisang Indonesia pada tahun 2006 mencapai 5,03 juta ton, dan volume ekspor mencapai 1,50 juta ton.

11 Baca lebih lajut

RINGKASAN TULISAN DALAM BUKU PENERAPAN P (10)

RINGKASAN TULISAN DALAM BUKU PENERAPAN P (10)

Meskipun keberadaan teknologi pesawat tanpa awak belum ada dalam hukum humaniter, pengembangan dan penggunaannya diperbolehkan dalam Pasal 36 Protokol Tambahan I Tahun 1977 Konvensi Jenewa. Sehingga untuk mengatur penggunaannya, digunakanlah prinsip proporsionalitas yang sejalan dengan hukum humaniter. Sehingga, penggunaan pesawat tanpa awak diperbolehkan selama dilakukan secara proporsional dan tidak menentang hukum humaniter.

2 Baca lebih lajut

Show all 3204 documents...