PLTU Asam-Asam

Top PDF PLTU Asam-Asam:

PEMAANFAATAN LIMBAH ABU TERBANG PLTU ASAM – ASAM SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN UNTUK PEMBUATAN BETON STRUKTUR DITINJAU DARI EFESIENSI BIAYA

PEMAANFAATAN LIMBAH ABU TERBANG PLTU ASAM – ASAM SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN UNTUK PEMBUATAN BETON STRUKTUR DITINJAU DARI EFESIENSI BIAYA

Sehubungan dengan meningkatnya jumlah pembangunan PLTU berbahan bakar batubara di Indonesia, maka jumlah limbah abu terbang juga akan meningkat. Khusus untuk limbah abu terbang dari PLTU Asam-Asam yang apabila ti- dak ditanggulangi dan tidak dimanfaatkan akan memerlukan tempat penampungan yang cukup besar, karena jumlahnya yang terus meningkat setiap tahunnya (PT. PLN Sektor Asam Asam, 2009).

5 Baca lebih lajut

PEMBERSIH UDARA BUANG PADA BOILER (KETEL) UAP DENGAN MENGGUNAKAN ELECTROSTATIC PRECIPITATOR (ESP) PADA PLTU ASAM-ASAM

PEMBERSIH UDARA BUANG PADA BOILER (KETEL) UAP DENGAN MENGGUNAKAN ELECTROSTATIC PRECIPITATOR (ESP) PADA PLTU ASAM-ASAM

pembakaran dengan menggunakan bahan bakar batubara. Batubara yang digunakan berupa serbuk batubara dan tentunya akan menghasilkan debu batubara didalam boiler (ketel) yang akhirnya akan dibuang lewat menara/cerobong asap (udara buang) ke udara terbuka, sehingga udara terbuka akan kotor (tercemari) debu buang dari boiler/ketel. Namun hal ini tidak akan terjadi karena pada PLTU asam-asam, sudah dilengkapi dengan suatu alat penangkap debu batubara, yaitu Electrostatic Precipitator (ESP).

10 Baca lebih lajut

PERMODELAN DAN PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA PADA PIT 2 BLOK 31 PT. PQRS SUMBER SUPLAI BATUBARA PLTU ASAM-ASAM KALIMANTAN SELATAN

PERMODELAN DAN PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA PADA PIT 2 BLOK 31 PT. PQRS SUMBER SUPLAI BATUBARA PLTU ASAM-ASAM KALIMANTAN SELATAN

Energi adalah kebutuhan vital bagi semua negara untuk memenuhi kebutahan setiap warga negaranya, salah satu energi vital adalah energi Listrik yang dapat dihasilakan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan bahan bahan bakar Batubara, Cadangan batubara setiap hari semakin berkurang, sementara kebutuhan batubara pada PLTU Asam-asam mencapai 42.000 ton/hari, berdasarkan hal tersebut menjadi permasalahan apabilah pasokan batubara tidak terpenuhi setiap hari. Untuk mengantisipasi permasalah tersebut diperlukan suatu inovasi menentukan sumber cadangan batubara yang baru. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah melakukan eksplorasi dan memodelkan endapan batubara untuk menghitung sumberdaya dan cadangan batubara. Permodelan dan perhitungan sumberdaya serta cadangan batubara dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak/software, berdasarkan data eksplorasi, batas IUP-OP, Stripping Ratio, data geoteknik. Hasil permodelan batubara yang didapat pada Blok 31 Pit 2, dimodelkan 2 seam yaitu seam A dengan ketebalan antara 1,2 m – 1,4 m dan seam B dengan ketebalan antara 2,2 m – 2,7 m. sehinga dapat disimpulkan bahwa sumberdaya batubara pada Blok 31 Pit 2 sebesar 4.554.302,35 ton, (sumberdaya terukur 1.241.905,52 ton, sumberdaya tertunjuk 1.339.624,98 ton dan sumberdaya tereka 1.972.771,85 ton) dan Cadangan batubara sebesar 291.963,31 ton berdasarkan SR sebesar 11,78.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Electrostatic Precipitator (ESP)

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Electrostatic Precipitator (ESP)

tersebut dipindahkan melewati pipa-pipa ke tempat penampungan yang lebih besar.15 2.6 Electrostatic Precipitator Pada PLTU Bukit Asam Spesifikasi electrostatic precipitator di PLTU B[r]

27 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Kimia Organik Sintesis

Laporan Praktikum Kimia Organik Sintesis

Dulu orang menduga bahwa kerja turunan asam salisilat pada penyakit remautik didasarkan atas hambatan pada hialuronatliase. Ternyata kerja semacam ini jauh lebih besar dicapai oleh asam gentisat. Kemudian diketahui bahwa turunan asam salisilat (terutrama asam asetil salisilat) terutama bekerja pada sintesis prostaglandin. Seperti juga indometasin senyawa ini menghambat secara kompotiti pembentukan endoperoksida siklik dari asam lemak jenuh.

14 Baca lebih lajut

Bab 5 Benzena dan Turunannya

Bab 5 Benzena dan Turunannya

Asam Salisilat Ester dari asam salisilat dengan asam asetat digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.. Asam Benzoat, C6H5COOH Asam benzoat atau garam natriumnya digunak[r]

12 Baca lebih lajut

Penetapan kadar Bensorsak dalam okky jelly drink secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)

Penetapan kadar Bensorsak dalam okky jelly drink secara kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT)

Natrium benzoat dan garamnya dapat bereaksi dengan asam askorbat (vitamin C), dalam beberapa minuman ringan, membentuk senyawa turunan benzena yang berbahaya untuk kesehatan dan merupakan pemicu kanker. Penggunaan natrium benzoat sebagai pengawet dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit lupus (Systemic Lupus Eritematosus/SLE). Efek samping lain yang bisa timbul adalah odema (bengkak) akibat dari retensi (tertahannya cairan dalam tubuh) dan biasa juga karena naiknya tekanan darah sebagai akibat bertambahnya volume plasma akibat pengikatan air oleh natrium.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Kandungan Gizi dan Logam Berat Pada Ikan Rawa di Perairan Rawa Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan

Kandungan Gizi dan Logam Berat Pada Ikan Rawa di Perairan Rawa Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan

Asam eikosapentaenoat (EPA) merupakan jenis asam lemak omega-3. Dalam banyak literatur disebut C20:5 , n-3. Memiliki nama kimia sistematis keseluruhan asam cis-5,8,11,14,17-eikosapentaenoat dan nama trivial asam timnodonat (timnodonic acid). Secara kimia, EPA merupakan asam karboksilat dengan rantai C berjumlah 20 dan 5 ikatan ganda cis, ikatan ganda pertama terletak pada karbon ketiga dari ujung omega. Selain itu, EPA memiliki rumus molekul C20H30O2. EPA dan metabolitnya berperan dalam tubuh melalui interaksi dengan metabolit asam arakhidonat. EPA merupakan asam lemak tak jenuh jamak yang berperan sebagai prekursor untuk prostaglandin-3 (yang menghambat agregasi platelet), gugus tromboksan-3 dan leukotrien-5. Ditemukan juga pada minyak ikan dari hati ikan kod, herring, mackerel, salmon, menhaden dan sardin (Pranoto 2006).
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Pembuatan Monooleilgliserol Dan Dioleilgliserol dari Esterifikasi Asam Oleat dengan Gliserol menggunakan katalis 1,1-dimetil- 1,1,2,2- tetrafenilsulfonatodisilana

Pembuatan Monooleilgliserol Dan Dioleilgliserol dari Esterifikasi Asam Oleat dengan Gliserol menggunakan katalis 1,1-dimetil- 1,1,2,2- tetrafenilsulfonatodisilana

Asam lemak terbagi dua yaitu asam lemak jenuh dan tak jenuh. Dalam bahan pangan, asam lemak jenuh yang paling banyak ditemukan adalah asam palmitat, yaitu 15% - 50% dari seluruh asam lemak yang ada, sedangkan asam stearat paling banyak pada lemak atau minyak dari biji-bijian. Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid), di datangkan dari luar tubuh, umumnya tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh. Asam jenis ini biasa dikenal dengan asam lemak esensial, misalnya asam oleat, linoleat, dan linolenat, yang banyak terdapat pada minyak sayur, minyak jagung, minyak kacang, kedelai, dan alpukat. Asam lemak esensial ini berfungsi untuk membantu proses pertumbuhan, selain itu dapat mempertahankan kesehatan kulit terutama mencegah terjadinya peradangan kulit (Marsetyo, 1991).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Larutan Cuka Makanan Dengan Metode Titrimetri Di Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan Medan

Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Larutan Cuka Makanan Dengan Metode Titrimetri Di Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan Medan

senyawa berbentuk cairan, tak berwarna, berbau menyengat, memiliki rasa asam yang tajam dan larut di dalam air, alkohol, gliserol, dan eter. Pada tekanan asmosferik, titik didihnya 118,1 o C. Asam asetat mempunyai aplikasi yang sangat luas di bidang industri dan pangan. Di Indonesia, kebutuhan asam asetat masih harus di import, sehingga perlu di usahakan kemandirian dalam penyediaan bahan (Hardoyono, 2007).

48 Baca lebih lajut

Jumlah dan Diferensial Leukosit dalam Darah Ayam Broiler yang Diberi Aditif Tepung Jahe (Zingiber officinale R) dalam Ransum - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Jumlah dan Diferensial Leukosit dalam Darah Ayam Broiler yang Diberi Aditif Tepung Jahe (Zingiber officinale R) dalam Ransum - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Protein merupakan salah satu unsur yang penting bagi pertumbuhan anak broiler. Kebutuhan protein masa awal untuk anak ayam broiler di daerah tropis sebesar 23%, sedangkan untuk masa akhir sebesar 20-21% (Rasyaf, 2000). Sintesis protein jaringan tubuh dan telur memerlukan asam amino esensial. Defisiensi asam amino esensial dalam pakan menyebabkan pembentukan protein jaringan dan tubuh terhambat atau tidak terbentuk. Asam amino esensial yang sulit terpenuhi kandungannya di dalam pakan seperti Sistin, Lisin dan Triptofan disebut sebagai asam amino kritis (Suprijatna dkk., 2005).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Makalah Gizi Ikani | Karya Tulis Ilmiah Makalah Gizi Ikani

Makalah Gizi Ikani | Karya Tulis Ilmiah Makalah Gizi Ikani

Kandungan protein pada daging ikan cukup tinggi, mencapai 20% dan tersusun atas sejumlah asam amino yang berpola mendekati pola kebutuhan asam amino didalam tubuh manusia. Melihat penjelasan diatas, maka ikan mempunyai nilai biologis (NB) yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, daging ikan mempunyai nilai biologis sebesar 90%. Nilai biologis adalah perbandinga antara jumlah protein yang dapat diserap, dengan jumlah protein yang dikeluarkan oleh tubuh. Artinya, apabila berat daging ikan yang dimakan 100 gr. Jumlah protein yang akan diserap oleh tubuh lebih kurang 90%, dan hanya 10% yang terbuang.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

I.   PENDAHULUAN A.   Latar Belakang  HUBUNGAN VARIASI PERBANDINGAN KONSENTRASI MOLASE : AMONIUM NITRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN MINYAK Aspergillus terreus DAN Penicillium pinophilum.

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang HUBUNGAN VARIASI PERBANDINGAN KONSENTRASI MOLASE : AMONIUM NITRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN MINYAK Aspergillus terreus DAN Penicillium pinophilum.

Penelitian yang menggunakan genus Aspergillus juga sudah dilakukan oleh Strong dan Peterson (1934) menggunakan Aspergillus sydowii . Jamur benang tersebut menghasilkan minyak dengan komposisi asam lemak tak-jenuh sebanyak 52,9% (asam Oleat 29,6%, asam Linoleat 16,3%) dan asam lemak jenuh sebanyak 30,8% (asam Palmitat 8,8%, asam Stearat 11%, asam Tetrasonat 2,5%). Di Indonesia sendiri sudah ada sebuah studi juga yang dilakukan oleh Sumanti dkk. (2005). Mereka mempelajari mekanisme produksi minyak dari Aspergillus terreus dengan sistem fermentasi padat pada medium onggok-ampas tahu. Hasilnya, minyak terbanyak dihasilkan oleh strain A. terreus FNOC 6040 dengan nilai rata - rata kadar lemak atau minyak yang dihasilkan sebesar 12,34%. Nisbah C/N yang terbaik adalah 45/1 dengan nilai rata-rata kadar lemak atau minyak sebesar 12,04% (Sumanti dkk., 2005).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - BAB II LINTANG KARTIKO ASIH FARMASI'17

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - BAB II LINTANG KARTIKO ASIH FARMASI'17

Mikroba P. cocovenenans aktif memecahkan atau menghidrolisa gliserida (lipida) dari minyak kelapa menjadi gliserol dan asam lemak. Fraksi gliserol setelah mengalami reaksi-reaksi biokimia menjadi senyawa yang berwarna kuning yang disebut toksoflavin sedang asam lemaknya, khususnya asam oleat dapat menjadi asam bongkrek yang tidak berwarna. Baik asam bongkrak maupun toksoflavin, masih tetap bertahan pada pemanasan tinggi sampai suhu 120 o C. Selain itu, tempe bongkrek beeracun akan mengeluarkan bau menyengat dan rasa yang pahit.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Studi Perbandingan Nenas dan Kangkung dengan Konsentrasi Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

Studi Perbandingan Nenas dan Kangkung dengan Konsentrasi Gum Arab terhadap Mutu Fruit Leather

rasa asam dan berfungsi sebagai pemberi asam, mencegah kristalisasi gula, serta penjernih gel yang dihasilkan (Belitz, et al.2009).Pengguanaan air jeruk nipis tidak boleh terlalu banyak, karena dengan adanya asam sitrat yang terdapat didalamnya, jika terlalu banyak ditambahkan akan menghasilkantingkat keasaman yang terlalu tinggi sehingga dapat menyebabkan terjadinya sineresis yaitu keluarnya air dari gel (Fachrudin, 2008).

11 Baca lebih lajut

asam karboksilat asam karboksilat asam karboksiat

asam karboksilat asam karboksilat asam karboksiat

1. Alkohol yang memiliki rantai karbon yang panjang dapat larut dalam pelarut organik dan pengaruh OH kesil, sedangkan alkohol yang memiliki rantai karbon pendek tidak dapat larut dalam pelarut orgaik dan penaruh dari OH besar. Alkohol dan fenol adalah asam-asam lemah (alkohol 10-100 kali lebih lemah dari air, fenol ±10 kali lebih kuat dari air).Alkoksida logam yang larut dalam alkohol merupakan basa kuat, alkoksida lebih basa dibandingkan dengan hidroksida karena keasaman alkohol lebih lemah dari air. Fenol lebih asam daripada air, fenol jika direaksikan dengan natrium atau kalium akan membentuk fenoksida yang sifat basanya lebih lemah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pratama Nurmalik Adhuri 22010113130107 LapKTI Bab2

Pratama Nurmalik Adhuri 22010113130107 LapKTI Bab2

Minyak goreng dapat diklasifikasi berdasarkan ada atau tidak ikatan ganda dalam struktur molekulnya. Dalam hal ini, minyak goreng terbagi menjadi minyak dengan asam lemak jenuh (saturated fatty acids) dan minyak dengan asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids/MUFA) maupun majemuk (polyunsaturated fatty acids/PUFA). 3

9 Baca lebih lajut

The Effect of Paraquat, Difenoconazole Butylphenylmethyl Carbamate (BPMC) to CO2 and CH4 Emission, and phenolic Acids in Peat Soil

The Effect of Paraquat, Difenoconazole Butylphenylmethyl Carbamate (BPMC) to CO2 and CH4 Emission, and phenolic Acids in Peat Soil

Nilai pH pada sampel tanah adalah 4,69. Nilai pH ini lebih tinggi dari hutan gambut alami (pH 3-4). Hal ini disebabkan karena lokasi sampel mulai dibuka untuk pertanian sejak tahun 1980-an, sehingga telah mengalami pencucian asam-asam organik melalui drainase. Nilai C-organik dari hasil analisis awal bahan gambut sebesar 39,5%. Hal ini menegaskan bahwa bahan tanah tersebut termasuktanah gambut. Berdasarkan klasifikasi USDA yang termasuk kedalam tanah histosol adalah tanah yang memiliki kadar bahan organik antara 30-50% (Soepardi 1983). Kadar serat adalah volume serat 46%, warna munsell 10 YR 3/1, dan indeks pirofosfat bernilai 2 sehingga, berdasarkan kriteria untuk tingkat kematangan dekomposisi gambut adalah hemik (Lynn et al. 1974).
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Biokimia 1 Uji Koagula

Laporan Praktikum Biokimia 1 Uji Koagula

menyebabkan perubahan sifat alamiah protein misalnya : panas, asam, basa, pelarut organik, pH, garam, logam berat, maupun sinar radiasi radioaktif. Perubahan sifat fisik yang mudah diamati adalah terjadinya penjendalan (menjadi tidak larut) atau pemadatan, Ada protein yang larut dalam air, ada pula yang tidak larut dalam air, tetapi semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti misalnya etil eter. Daya larut protein akan berkurang jika ditambahkan garam, akibatnya protein akan terpisah sebagai endapan. Apabila protein dipanaskan atau ditambahkan alkohol, maka protein akan menggumpal.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Komposisi Asam Lemak, Angka Peroksida, dan Angka TBA Fillet Ikan Kakap (Lutjanus sp) pada Suhu dan  Penyimpanan Berbeda | Husain | Agritech 11212 73869 1 PB

Komposisi Asam Lemak, Angka Peroksida, dan Angka TBA Fillet Ikan Kakap (Lutjanus sp) pada Suhu dan Penyimpanan Berbeda | Husain | Agritech 11212 73869 1 PB

Kandungan lemak ikan sangat dipengaruhi oleh kesegaran ikan. Fillet ikan kakap memiliki asam lemak jenuh yang terdiri dari asam laurat, asam tridekanoat, asam meristat, asam pentadekanoat, asam palmitat, asam stearat, asam heneikosanoat, asam behenat, asam lignocerat, asam heptadekanoat dan asam arakhidat. Asam lemak tak jenuh tunggal terdiri dari asam oleat, asam nervonat, asam palmitoleat, asam erucat, dan asam eikosanoat, sedangkan asam lemak tak jenuh majemuk terdiri dari: asam eikosatetranoat, asam dokosadinoat, asam eikosapentanoat, asam eikosatrioanat, asam arakidonat, dan asam linolenat yang rentan terhadap kerusakan oksidatif.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...