pola diet

Top PDF pola diet:

SISTEM INFORMASI POLA DIET BEBAS GLUTEN DAN KASEIN UNTUK ANAK HIPERAKTIF

SISTEM INFORMASI POLA DIET BEBAS GLUTEN DAN KASEIN UNTUK ANAK HIPERAKTIF

Pada gambar 6. menunjukkan perancangan sistem DFD Level 2 dari “Sistem Informasi Pola Diet Bebas Gluten Dan Kasein Untuk Anak Hiperaktif”. Pada DFD Level 2 kita dapat melihat data apa saja yang dimasukkan dan diterima oleh User (Orang tua), di mana orang tua mendapatkan informasi jumlah total kalori setelah mengisikan jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, dan aktifitas, orang tua bias memilih menu makanan yang ada yang sesuai kebutuhan kalori yang di tetapkan jika kurang ada pemberitahuan kurang dan jika mencukupi bisa langsung lanjut ke menu makanan yang sudah di pilih dengan ukuran kebutuhan yang sesuai.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pasien Hemodialisa Dalam Menjalani Pola Diet Di Rsud Kota Dumai

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pasien Hemodialisa Dalam Menjalani Pola Diet Di Rsud Kota Dumai

hadiah/reward tapi disebabkan oleh minat, keinginan, kebutuhan untuk mendapatkan informasi atau memecahkan masalah atau keinginan untuk mengerti, terutama dalam kepatuhan dalam menjalani pola diet seperti misalnya mengetahui tujuan pola diet, tertarik jika petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang program diet, dengan senang hati mentaati program diet tanpa paksaan dari keluarga, dan senang jika program diet yang diberikan berhasil. Hal ini sesuai dengan pernyataan Handoko (2001) bahwa motivasi yang baik adalah motivasi yang datang dari dalam diri sendiri bukan pengaruh lingkungan, contohnya pasien hemodialisa termotivasi untuk mentaati dalam menjalani program diet. 2.1.2. Faktor Eksternal
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA DIET DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA TENGGELES KUDUS

HUBUNGAN POLA DIET DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA TENGGELES KUDUS

Pengendalian Hipertensi pada lansia dapat dilakukan melalui menjaga diet sehari-hari dan menjalankan hidup secara sehat, kebiasaan masyarakat saat ini cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji yang merupakan salah satu faktor pencetus hipertensi. Seseorang yang mengalami hipertensi bila tidak dikontrol dapat berbahaya dan beresiko terkena stroke, penyakit jantung dan gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pola diet Dengan Riwayat Hipertensi Pada Lansia di Desa Tenggeles Kudus. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini 41 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisa penelitian menggunakan Chi Kuadrat dan regresi Logistik sederhana. sebagian besar lansia mempunyai pola diet yang baik yaitu 29 responden (70,7%), dan sebagian kecil lansia mempunyai pola diet yang kurang yaitu 12 responden (29.03%). Sebagian lansia mengalami hipertensi ringan sebanyak 21 responden (51,2%) dengan nilai p-value 0,028 (p<0.05). Ada Hubungan Pola diet dengan Riwayat Hipertensi Pada Lansia di Desa Tenggeles Kudus. Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut maka diharapkan lansia untuk melakukan pola diet yang baik dan sehat seperti membatasi garam dalam masakan,dan mengurangi makanan yang berkolesterol.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA POLA DIET DENGAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan antara Pola Diet dengan Status Gizi pada Ibu Hamil di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta - DIGILIB UNISAYOGYA

HUBUNGAN ANTARA POLA DIET DENGAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - Hubungan antara Pola Diet dengan Status Gizi pada Ibu Hamil di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta - DIGILIB UNISAYOGYA

Pola diet adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai macam dan jumlah bahan makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan merupakan ciri khas untuk suatu kelompok masyarakat tertentu (Sulistyoningsih, 2011). Salah satu faktor masalah gizi masyarakat yaitu kurangnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya asupan gizi bagi tubuh khususnya ibu hamil. Akan tetapi dalam masyarakat pada umumnya, beranggapan telah terpenuhi asupan kebutuhannya pada saat merasa kenyang. Padahal saat merasa kenyang belum tentu asupan zat gizi yang dibutuhkan telah tercukupi. Dalam pemilihan bahan makanan, tidak hanya melihat kuantitasnya tetapi nilai gizi dari makanan tersebut. Berikut ini akan di bahas hubungan zat gizi dalam pola diet dengan status gizi ibu hamil.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Pola Diet Penderita Diabetes Melitus di Desa Pusong Kota Lhokseumawe

Pola Diet Penderita Diabetes Melitus di Desa Pusong Kota Lhokseumawe

Diabetes Melitus adalah kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah. Pola diet diabetes melitus adalah: Pengaturan jumlah frekuensi makanan, baik jadwal makan dan komposisi makanan harian pada penderita diabetes melitus di rumah. Penderita diabetes melitus di desa pusong sebanyak 108 orang, data tersebut diperoleh dari Puskesmas Mon geudong kota Lhokseumawe. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah deskritif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola diet penderita diabetes melitus di Desa Pusong Kota Lhokseumawe. Sampel dari penelitian adalah penderita diabetes melitus yang mampu berkomunikasi, membaca, menulis, dan bersedia menjadi responden. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 52 responden dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah divalidkan dan reabilitas menggunakan uji cronbath alpha dengan nilai 0,841. Hasil penelitian dari 52 responden 72,2% responden tidak terkontrol pola diet, responden yang tidak terkontrol jenis makanannya sebanyak 78,8%, responden yang tidak dapat mengontrol jumlah makanannya sebanyak 73,1%, dan responden yang tidak terkontrol jadwal makannya sebanyak 67,3%. Sehingga disarankan untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pola diet diabetes melitus.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Hubungan Pola Diet dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswa Kebidanan D IV STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta - DIGILIB UNISAYOGYA

Hubungan Pola Diet dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswa Kebidanan D IV STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta - DIGILIB UNISAYOGYA

Dari hasil penelitian diketahui bahwa responden yang mengalami Anemia terjadi pada mahasiswa yang memiliki pola diet yang tidak baik yaitu sebanyak 26,7 % (8 responden). Berdasarkan hasil uji menggunakan Analisis Uji Chi-Square, didapatkan nilai ρ value adalah 0,001, yang artinya ρ value < α (0,001 < 0,05) yang menunjukan ada hubungan yang signifikan antara Pola Diet dengan Kejadian Anemia pada Mahasiswa DIV Kebidanan di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hasil uji kontingensi korelasi diperoleh nilai koefisien sebesar 0.678 sehingga dinyatakan kedalam kategori Kuat (Arikunto,2006).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pasien Hemodialisa Dalam Menjalani  Pola Diet Di RSUD Kota Dumai

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Pasien Hemodialisa Dalam Menjalani Pola Diet Di RSUD Kota Dumai

Hemodialsa merupakan proses difusi melintas membrana semipermeabel untuk menyingkirkan substansi yang tidak diinginkan dari darah sementara menambahkan komponen yang diinginkan. Apabila seseorang telah menjalani terapi hemodialisa harus menjalankan program diet, karena program diet sangat menentukan keberhasilan terapi hemodialisa. Banyak faktor faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan pasien hemodialisa yaitu faktor pendidikan, pengetahuan, sikap, prilaku,dan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untukmengetahui faktor faktor apa saja yang mempengaruhi ketidakpatuhan pasien hemodialisa dalam pola diet RSUD Kota Dumai. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien yang menjalani terapi hemodialisa sebanyak 39 orang dengan metode purposive sampling. Dari hasil distribusi frekwensi faktor faktor yang mempengaruhi ketidak patuhan pasien hemodialisa dalam menjalani pola diet yaitu lebih dari setengah responden memiliki Pendidikan tinggi, lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan rendah, lebih dari setengah responden memiliki sikap positif, lebih dari setengah responden memiliki perilaku baik, lebih dari setengah responden memiliki motifasi kurang, dan sebagian besar responden memiliki budaya baik. Penelitian ini merekomendasikan agar perawat diruangan hemodialisa dapat meningkatkan pengetahuan pasien tentang pentingnya pola diet melalui penyuluhan.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Pola Diet Serat Pada Anak Dengan Angka Kejadian Apendisitis Di RSUP H. Adam Malik Medan

Hubungan Antara Pola Diet Serat Pada Anak Dengan Angka Kejadian Apendisitis Di RSUP H. Adam Malik Medan

Apendisitis adalah kejadian tersering pada kasus akut abdomen yang paling banyak dijumpai pada anak-anak (Anderson,2005), di Amerika Serikat dijumpai 250.000 kasus apendisitis pada anak pertahun. Perbandingan antara anak laki-laki dengan perempuan 3:2, dengan kejadian komplikasi paling sering diakibatkan keterlambatan diagnosis dan adanya faktor morbiditas. Banyaknya penelitian dan data yang disampaikan pada literatur terdahulu yang menyimpulkan adanya hubungan antara pola makan,diet serat, dan hieginitas makanan sebagai faktor resiko terjadinya apendisitis. (Anderson, Sawin,2005). Sampai saat ini belum ada laporan penelitian yang menjelaskan hubungan antara apendisitis dan pola diet pada anak dari berbagai tempat dan pusat pendidikan di Indonesia. Keadaan lain yang mendasari penelitian ini adalah bentuk pengamatan sehari-hari dijumpai kebanyakan anak-anak tidak menyukai konsumsi sayur dan buah-buahan yang banyak mengandung serat.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

POLA DIET, PENGETAHUAN, SOSIAL EKONOMI DAN METODE DUKUNGAN VISUAL TERHADAP KEMAJUAN POSITIF ANAK AUTIS

POLA DIET, PENGETAHUAN, SOSIAL EKONOMI DAN METODE DUKUNGAN VISUAL TERHADAP KEMAJUAN POSITIF ANAK AUTIS

Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, yaitu penelitian obervasional yang mempelajari hubungan antara faktor- faktor resiko (variabel independen) dengan efek tertentu (variabel dependen). Variabel dependen dan independen diamati dan diukur pada saat yang bersamaan. Variabel independen meliputi pola diit protein (glikogen dan kasein) pada anak autis, karakteristik sosial ekonomi keluarga (pendidikan, pendapatan dan besar keluarga), dan pengetahuan ibu (akses terhadap informasi) sedangkan variabel dependen yaitu kemajuan positif pada anak autis di Rumah Autis. Jln. Roda XVII Blok A8/61, Jatikramat, Jati Asih Kota Bekasi. Ada beberapa aspek yang dinilai dalam kemajuan anak autis dilihat dari
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pola Diet Penderita Diabetes Melitus di Desa Pusong Kota Lhokseumawe

Pola Diet Penderita Diabetes Melitus di Desa Pusong Kota Lhokseumawe

7. Pendidikan : 1. SD ( ) 3. SMP ( ) 2. SMA ( ) 4. Perguruan Tinggi ( ) 8. Kapan anda memulai Diet : Bulan :............ Tahun :...................... 9. Pekerjaan : 1. ( ) Pegawai Negeri 3. ( )Wiraswasta

36 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DENGAN STATUS KARIES GIGI SISWA KELAS 1 SMP 1 MUHAMMADIYAH KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG

HUBUNGAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DENGAN STATUS KARIES GIGI SISWA KELAS 1 SMP 1 MUHAMMADIYAH KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG

Faktor predisposisi lainnya adalah letak geografis yaitu karena kultur dan pola diet yang berbeda pada setiap daerah; faktor tingkat sosial ekonomi, yaitu semakin tinggi sosial ekonomi seseorang, maka semakin tinggi kesadaran dan pengetahuan tentang memelihara kesehatan gigi dan mulut; sikap dan perilaku terhadap pemeliharaan kesehatan gigi antara lain kebersihan mulut yang berhubungan dengan frekuensi dan kebiasaan menggosok gigi, jumlah dan frekuensi makan makanan kariogenik yang menyebabkan karies. 6

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN LEMAK DENGAN KETEBALAN TUNIKA INTIMA-MEDIA ARTERI KAROTIS INTERNA PADA PASIEN PASCA STROKE ISKEMIK - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

HUBUNGAN ASUPAN LEMAK DENGAN KETEBALAN TUNIKA INTIMA-MEDIA ARTERI KAROTIS INTERNA PADA PASIEN PASCA STROKE ISKEMIK - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Keuntungan Bapak/ Ibu/ Saudara ikut dalam penelitian ini adalah mengetahui dan mendapat penjelasan tentang pola diet terutama diet lemak, dan beberapa pemeriksaan lainnya; serta ketebalan tunika intima media arteri karotis interna sebagai faktor risiko stroke yang anda/ keluarga anda alami sehingga dikemudian hari dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan pengobatan yang dijalani.

44 Baca lebih lajut

Aplikasi Pembantu Pengatur Pola Makan dan Diet.

Aplikasi Pembantu Pengatur Pola Makan dan Diet.

Dalam laporan tugas akhir ini penulis akan membahas tentang aplikasi pembantu pengatur pola makan dan pola diet baik. Selain itu juga penguna dapat memilih jenis makanan sesuai dengan keinginannya serta terdapat penguna dapat melihat menu makanan apa saja yang telah dikonsumsinya selama mengunakan aplikasi ini.

14 Baca lebih lajut

515 MOHD IKHSAN G2C008048

515 MOHD IKHSAN G2C008048

Faktor risiko terjadinya dislipidemia antara lain pola diet sehari-hari, jenis kelamin, umur, genetik, aktifitas fisik, dan obesitas. Pengaturan pola diet merupakan target utama yang digunakan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler adalah dengan mengurangi konsumsi kolesterol, lemak total dan lemak jenuh serta meningkatkan asupan serat. 1 Serat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler melalui mekanisme pengaturan konsentrasi profil lipid dalam darah, yaitu melalui pengikatan asam empedu di saluran cerna, meningkatkan pengeluaran asam empedu melalui feses, dan menghasilkan senyawa asam lemak rantai pendek sebagai hasil fermentasi serat di kolon yang dapat menurunkan sintesis kolesterol. 5,6
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

2. Pembicara Penyuluhan Penentuan Status Gizi dan Perencanaan Diet 0

2. Pembicara Penyuluhan Penentuan Status Gizi dan Perencanaan Diet 0

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berupa Penyuluhan Penentuan Status Gizi dan Perencanaan Diet ini dilaksanakan pada tanggal 20 Nopember 2009. Kegiatan tersebut dilaksanakan atas permintaan dari pengurus Dharma Wanita Persatuan FIK UNY (Surat No B.09/Sekret/DWP.FIK/XI/2009). Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Dharma Wanita Persatuan yang berjumlah 40 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada anggota darmawanita tentang cara menentukan status gizi yang kemudian dapat dijadikan dasar untuk melakukan perencanaan gizi bagi dirinya sendiri maupun keluarganya. Anggota Dharma Wanita dipandang merupakan sasaran yang tepat mengingat wanita biasanay merupakan pengatur diet utama dalam rumah tangga. Pemberian penyuluhan pada wanita (ibu) diharapkan dpat memeberikan dampak yang luas karena dapat mempengaruhi pola diet keluarga. Metode penyuluhan yang dilakukan adalah ceramah, diskusi dan praktek penentuan status gizi dan perencanaan diet.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

TANDA GEJALA DAN BAHAYA HIPERKOLESTEROLE (1)

TANDA GEJALA DAN BAHAYA HIPERKOLESTEROLE (1)

Kolesterol merupakan bahan lemak yang digunakan oleh tubuh untuk memelihara organ-organ yang struktur selnya berbasis lemak, misalnya hati, dan otak. Oleh karena itu, manusia tidak dapat hidup tanpa kolesterol. Namun, kita perlu menjaga kadarnya didalam darah dalam batas tertentu. Penyebab dan faktor risiko hiperkolesterolemia yang paling umum antara lain Pola Diet yang terlalu banyak lemak jenuh, Berat badan yang berlebihan, aktivitas fisik yang kurang dapat meningkatkan kadar LDL atau kolestrol jahat serta menurunkan kadar HDL atau kelosterol baik, riwayat keluarga yang memiliki kadar kolesterol tinggi, serta merokok. Gejala hiperkolesterolemia yang timbul adalah seperti gejala kurang oksigen yaitu sakit kepala, pegal-pegal. Kadar kolerterol yang tinggi dapat membahayakan tubuh, karena penderita dapat mengalami aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke. Cara untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah yakni dengan melakukan perubahan pola hidup.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Diet Vegetarian (Studi Pustaka).

Diet Vegetarian (Studi Pustaka).

Kesehatan tubuh kita tidak terlepas dari pola makanan sehari-hari. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang kesehatan, pola diet vegetarian semakin dikenal oleh masyarakat sebagai pola diet yang lebih sehat dibandingkan pola-pola diet yang ada. Vegetarian adalah suatu pola diet yang tidak mengkonsumsi bahan hewani dengan atau tanpa telur. Pola ini telah diteliti dan dinyatakan mampu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi oleh ADA ( American diet Assosiation), walaupun dalam masyarakat masih berkembang mitos bahwa diet vegetarian akan mengakibatkan defisiensi nutrisi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Praktik Diet   Gizi Makanan dan Diet

Praktik Diet Gizi Makanan dan Diet

Menyadari penyebab terjadinya masalah gizi karena adanya perubahan pola pangan dan gaya hidup maka disusun pedoman perilaku makan untuk bangsa Indonesia yang dikenal dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Disamping itu PUGS merupakan tindak lanjut dari Konferensi Gizi Internasional di Roma-Itali pada bulan Desember 1992. Hampir semua negara yang mengikuti konferensi tersebut menilai perlunya disusun Nutritional Guidelines atau Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang berguna untuk mencegah berbagai permasalahan gizi.

27 Baca lebih lajut

Resep Makanan Diet Sehat Alami

Resep Makanan Diet Sehat Alami

Resep Makanan Diet Sehat Alami - Halo pemirsa dr oz Indonesia dimanapun anda berada, pada kesempatan kali ini saya akan coba mengangkat tema tentang resep diet. Pada pembahasan kali ini saya khususkan untuk membahas secara detil bagaimana cara diet alami dan cepat untuk memperoleh berat badan yang langsing dan ideal. Untuk mendapatkan berat badan yang langsing tentunya pola makan dan asupan makan harus dijaga. Nah kali ini dr. OZ akan membagi tips sehat diet dengan berbagi resep diet sehat atau yang lebih tepatnyaresep menu diet cepat.

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...