Pondok Pesulukan Tarekat Agung

Top PDF Pondok Pesulukan Tarekat Agung:

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Skripsi dengan judul “ Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah pada Remaja di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulunggung” yang ditulis oleh Luthfi Nurul Jannah ini telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi IAIN Tulungagung pada hari Kamis, tanggal 14 Agustus 2014, dan dapat diterima sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu Tasawuf Psikoterapi.

16 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Salah satu tarekat yang diminati oleh remaja ialah ajaran Tarekat Syadziliyah di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung. Dengan jumlah pengikut yang banyak, yakni kurang lebih sekitar 200.000 pengikut. Sedangkan remaja yang menjalani tarekat ini antara usia 15-21 tahun. 11 Sisi menarik dari tarekat ini adalah selain sifatnya yang inklusif, tarekat ini juga memiliki pengikut remaja. Inklusifitas ini dapat dilihat dari ajaran dan perilaku sehari-hari pengamal (murid)nya, termasuk mursyid (guru tarekat). Watak inklusif tidak hanya dimiliki oleh mursyid (guru tarekat) sekarang ini, tetapi juga dimiliki oleh mursyid (guru tarekat) sebelumnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Adapun yang menjadi fokus lokasi penelitian ini disalah satu pondok pesantren, tepatnya adalah di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian oleh penulis dengan alasan bahwa pondok PETA merupakan sebuah pondok yang sekaligus mengajarkan tiga aliran tarekat. Ketiga aliran tarekat tersebut adalah tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah, tarekat Naqsabandiyah, dan tarekat Syadziliyah. Dan salah satu pengikut dari tarekat Syadziliyah adalah remaja, sehingga hal itu yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian di sana.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dari seluruh penelitian di atas telah membuktikan bahwa, penelitian dengan judul Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung berbeda dengan penelitian-penelitian tersebut diatas. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Motivasi Remaja Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah adalah adanya kebutuhan cinta, yakni sebagai rasa hormat dan rasa sayang para remaja terhadap orang tua, perlindungan rasa aman agar orang tua tidak sedih. Selain itu karena adanya kebutuhan fisiologis, yakni ingin menata hati agar bisa membersihkan kotoran-kotoran di dalam hati, dan juga ajaran terdahulu yang sudah turun – temurun dari kakek dan neneknya.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi menjalani ajaran tarekat Syadziliyah pada remaja di pondok pesulukan tarekat agung (PETA) Tulungagung. Penulis ingin menyampaikan beberapa saran dan masukan sebagai berikut:

3 Baca lebih lajut

SEJARAH PERKEMBANGAN ALIRAN-ALIRAN TAREKAT DI PONDOK PESULUKAN TAREKAT AGUNG TULUNGAGUNG TAHUN 1987-2015.

SEJARAH PERKEMBANGAN ALIRAN-ALIRAN TAREKAT DI PONDOK PESULUKAN TAREKAT AGUNG TULUNGAGUNG TAHUN 1987-2015.

Setelah beliau menetap di Desa Kauman Tulungagung baulah beliau dibaiat tarekat Syadziliyah oleh Kiai Abdul Razzaq. 3 Sejak masa itu, selain berjuang untuk memperbaiki akhlak masyarakat kiai Mustaqim juga mengajarkan ketiga tarekat tersebut pada masyarakat. Dengan berjalannya waktu dibangunlah sebuah pondok tarekat sederhana oleh Kiai Mustaqim. Oleh sebab itu mulai pertama kali dibangunnya Pondok Pesulukan tarekat Agung memang ditujukan sebagai pondok tarekat saja, bukan pondok salafiyah pada umumnya.Di Pondok PETA menerapkan sebuah tahapan untuk jamaah tarekatnya. Jika ada seorang murid baru yang ingin menjadi jamaah tarekat di Pondok PETA, maka terlebih dahulu seorang murid itu harus mengamalkan wirid “Laqadjaa”. Pengamalan “Laqadjaa” yang diijazahkan Kiai Musraqim kepada muridnya bertujuan untuk memperoleh barokah, karena apa yang diajarkann seorang guru akan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain itu amalan “Laqadjaa” juga digunakan sebagai latihan sebelum mengikuti tarekat Syadziliyah dan dua tarekat lainnya. Peraturan pengamalan “Laqadjaa” yang dibuat oleh Kiai Mustaqim masih berlaku sampai saat ini yaitu masa Kiai Charir. 4 Adapun ajaran dan amalan wirid “Laqadjaa” Pondok PETA Tulungagung pada masa Kiai Mustaqim adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

M., “Ajaran dan Dampak Spiritualitas Tarekat Shādhiliyah bagi Para Pengikut Tarekat di Pondok PETA Kauman Tulungagung” dalam http://lib.uin-malang.ac.id/?mod=th_detail&id=09750021 diak[r]

4 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dalam mencapai tujuan tersebut, pondok PETA melakukan beberapa usaha. Pertama, menyelenggarakan pendidikan formal dan non formal. Kedua, menyelenggarakan penelitian dan pengembangan yang menyangkut aspek kehidupan beraqidah, sosial, budaya, pendidikan/pengajaran, kesehatan, ekonomi dan lingkungan hidup. Ketiga, menyelenggarakan penertiban dalam rangka penyampaian ide atau gagasan maupun pendapat para ahli tentang berbagai masalah pembangunan. Keempat, menyelenggarakan pusat pelayanan kesejahteraan dan kesehatan bagi masyarakat dengan mendirikan rumah sakit, poli klinik, dan rumah bersalin serta penampungan anak-anak yatim piatu yang terlantar dan masih banyak lagi usaha-usaha yang dilakukan untuk menunjang maksud dan tujuan. 1
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Muhammad saw. 7 Salah satunya yang banyak berkembang di Jawa Timur dan Jawa Tengah ialah Tarekat Syadziliyah. Di Jawa Timur terdapat sebuah pondok yang menganut Tarekat Syadziliyah yaitu Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung. Pondok ini didirikan oleh K.H Muhammad Mustaqiem bin Husain pada 1940, sebagai tempat untuk menampung murid-murid tarekat yang sedang menjalani suluk .

11 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Arsip pondok PETA yang berupa laporan Kuliah Kerja Lapangan Islamologi tentang “Tarekat Syadziliyah di Pesulukan Thoriqot Agung (PETA)” Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Program Studi Arab Universitas Indonesia tahun 2013

3 Baca lebih lajut

PERILAKU SOSIAL BUDAYA PENGIKUT TAREKAT DALAILUL KHAIRAT PADA PONDOK PESANTREN DARUL FALAH JEKULO KUDUS MASTURIN

PERILAKU SOSIAL BUDAYA PENGIKUT TAREKAT DALAILUL KHAIRAT PADA PONDOK PESANTREN DARUL FALAH JEKULO KUDUS MASTURIN

Tarekat (tariqat) secara harfiyah berarti jalan, cara, atau metode. Dalam lapangan tasawuf, istilah ini sampai abad ke-11 (5 H) dipakai dengan pengertian : jalan yang harus ditempuh oleh setiap calon sufi untuk mencapai tujuannya, yaitu berada sedekat mungkin dengan Allah, atau dengan kata lain berada di hadirat-Nya tanpa dibatasi oleh hijab (hijab berarti dinding yang membatasi mata batin seseorang dengan Allah). Pada jalan tersebut terdapat sederetan maqam-maqam yang harus dilalui, seperti maqam taubat, zuhud, sabar, ridlo, mahabbah, dan ma’rifatullah . Sejak berdirinya organisasi atau kesatuan jamaah para sufi dengan para murid atau pengikut masing-masing pada abad ke-12 (6 H). Istilah tarekat mengandung arti organisasi atau kesatuan jamaah sufi dengan para murid atau pengikutnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN TAREKAT PERSPEKTIF KH. ACHMAD ASRORI AL ISHAQY DAN RELEVANSINYA TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL.

PENDIDIKAN TAREKAT PERSPEKTIF KH. ACHMAD ASRORI AL ISHAQY DAN RELEVANSINYA TERHADAP TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL.

Kehidupan di zaman modern seringkali dibuai dengan pola hidup glamor. Akibatnya hati mudah terjankit penyakit batin dan semakin hampa dari ketenangan. Oleh karena itu, dibutuhkan dokter yang ahli di bidangnya untuk menanganinya permasalahan tersebut. Dokter dalam hal ini adalah ulama sufi yang berpredikat guru tarekat. KH. Achmad Asrori al-Ishaqi merupakan salah satu guru tarekat yang ajarannya sedang berkembang saat ini. Namun, masih terdapat sebagian oknum yang menganggap bahwa pola hidup terekat menghambat kreativitas seseorang, karena di dalamnya mengajarkan menjauhkan diri dari urusan duniawi, yang hal itu tidak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang berbunyi “Mengembangkan Kreativitas”. Berdasarkan uraian tersebut, dipandang urgen untuk meneliti tentang pendidikan tarekat yang dipimpin KH. Achmad Asrori, tentang tujuan pendidikan nasinal, dan tentang relevansi pendidikan tarekat KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori, tujuan pendidikan nasional, dan relevansi pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional. Pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research (penelitian kepustakaan). Karena data akan digali dari data kepustakaan yaitu, buku-buku karya KH. Achmad Asrori, buku-buku tentang tujuan pendidikan, dan data lain yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi Pendidikan tarekat perspektif KH. Achmad Asrori al-Ishaqi adalah pendidikan akhlak atau karkter melalui penyempurnaan adab dengan barometer prilaku s{u>fiyyah yang menggunakan metode praktis, yaitu, pengamalan dhikir atau wirid dalam bimbingan guru murshid yang ada ikatan rohani melalui muba>ya’ah untuk membersihkan penyakit hati agar dapat wusu>l kepada Allah Swt. Adapun tujuan pendidikan nasional yang ingin dicapai adalah mengembangkan potensi warga negara Indonesia seutuhnya hingga menjadi manusia yang paripurna (al-Insan al-kamil) baik dari segi material z{a>h{iriyyah maupun sisi ba>t{iniyyah . Sedangkan relevansi pendidikan tarekat KH. Achmad Asrori terhadap tujuan pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan tarekat tersebut turut membentuk warga negara Indonesia yang paripurna melalui perbaikan dari segi mental spritualnya.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Tasawuf dan perubahan sosial di Cirebon: kontribusi tarekat syattariyah terhadap perkembangan institusi keraton, pondok pesantren, dan industri batik

Tasawuf dan perubahan sosial di Cirebon: kontribusi tarekat syattariyah terhadap perkembangan institusi keraton, pondok pesantren, dan industri batik

Banyak sudah ulama-ulama besar yang lahir dari zawiyah tempat As- Singkili mengajar. Di antara murid-murid As-Singkili yang terkemuka ialah Syeikh Burhanuddin Ulakan, Pariaman, Sumatera Barat, dan Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat. Keduanya merupakan ulama yang nantinya melanjutkan silsilah tarekat Syattariyah sehingga menyebar luas ke berbagai wilayah, khususnya di kampung halaman masing-masing. Syeikh Burhanuddin menjadi khalifah utama bagi semua khalifah tarekat Syattariyah di wilayah Sumatera Barat pada periode berikutnya. Sementara Syeikh Abdul Muhyi melanjutkan mata rantai bagi terhubungnya silsilah tarekat Syattariyah di wilayah Jawa Barat, dan Jawa pada umumnya. Memang banyak murid-murid lainnya dari As-Singkili sebagaimana dicatat oleh Azyumardi Azra (2013:267), seperti: Syeikh Abdul Malik bin Abdullah (Tok Pulau Manis) dari Trengganu, Tengku Dawud Al-Fansuri, dan Syeikh Daim bin Syeikh Abdullah Al-Malik. Tanpa mengabaikan kapabalitas dan kharisma para murid As-Singkili yang lain, Syeikh Burhanuddin dan Syeikh Abdul Muhyi merupakan dua murid utama yang mendapatkan otoritas (ijazah) untuk meneruskan silsilah tarekat Syattariyah di wilayah tempat asalnya.
Baca lebih lanjut

297 Baca lebih lajut

TAREKAT SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN MENTAL ( Studi Analisis Terhadap Tawasulan di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Cirebon )

TAREKAT SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN MENTAL ( Studi Analisis Terhadap Tawasulan di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Cirebon )

Setelah Kyai Khozin wafat, jabatan pimpinan pesantren beralih kepada Kyai Jauhar Maknun putra dari Kyai Yasin, kakak dari Kyai Khozin, yang dibantu oleh Kyai Munir sebagai sesepuh pesantren. Selama kepemimpinan beliau kurang lebih 14 tahun (1979-1993) ada beberapa perubahan signifikan yang terjadi di pesantren tersebut, seperti ; Pertama, mulai dipikirkannya formalisasi secara hukum pesantren dengan dibuatnya yayasan yang berbadan hukum pada tahun 1981 dengan nama Yayasan Nurul Huda.kedua, didirikannya sekolah formal untuk pendidikan umum bagi santri dan warga sekitar. Pada tahun 1981 didirikanlah Mad rasah Ibtida’iyah (MI). Kemudian pada tahun 1983 didirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan pada tahun 1986 didirikan Madrasah Aliyah (MA) serta di tahun yang sma didirikan pula Kopontren (Koperasi Pondok Pesantren). Ketiga, perubahan sistem pendidikan pesantren. Pada awalnya kyai dalam mengajar menggunakan sistem salafi tradisional, kemudian berganti kepada sistem baru, yaitu diterapkannya sistem klasikal.
Baca lebih lanjut

209 Baca lebih lajut

Tarekat syadziliyah dalam pemberdayaan pendidikan dan ekonomi: studi kasus tarekat syadziliyah di Kabupaten Blitar.

Tarekat syadziliyah dalam pemberdayaan pendidikan dan ekonomi: studi kasus tarekat syadziliyah di Kabupaten Blitar.

dan yang terakhir di Mesir. Namun beliau juga mengagumi serta mendalami karangan dari ulama-ulama timur salah satunya Imam al Ghozali, jadi bisa dikatakan bahwa pada diri Syeikh Abu Hasan al Syadzili terdapat perpaduan antara tasawuf ala barat dan timur. Tasawuf ala maghribi pada umumnya memiliki kekhasan menyukai kelembutan, kelenturan dan keindahan serta senantiasa berusaha untuk mensyukuri apapun pemberian Allah SWT.Maka dalam ajaran tarekat Syadziliyah selalu ditekankan tentang kebersihan, kerapian, keraturan, dan ketenangan.Sebaliknya sangat ditabukan menjadi peminta-minta, hidup semaunya dan suka berkeluh kesah, oleh karena itu tarekat Syadziliyah dikenal sebagai tarekat yang menempuh jalan syukur.Disamping itu tarekat Syadziliyah memiliki jiwa tasawuf yang terkesan fleksibel dan kompromis. 11
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Tarekat yang berkembang di Indonesia Naq

Tarekat yang berkembang di Indonesia Naq

Tarekat khalwatiyah yusuf berdzikir dalam hati sedangkan Tarekat khalwatiyah samman berdzikir dengan suara keras. Tarekat khalwatiyah samman sangat terpusat, semua gurunya tunduk kepada pimpinan pusat di maros (Sulsel), sedangkan tarekat khalwatiayh yusuf tidak mempunyai pimpinan pusat. Cabang-cabang lokal tarekat khalwatiyah samman sering kali memiliki tempat ibadah sendiri (mushalla, langgar) dan cenderung mengisolasi diri dari pengikut tarekat lain, sementara pengikut khalwatiyah yusuf tidak mempuyai tempat ibadah khusus dan bebas bercampur dengan masyarakat yang tidak menjadi anggota tarekat. anggota tarekat khalwatiyah yusuf banyak berasal dari kalangan bangsawan makassar termasuk penguasa kerajaan gowa terakhir andi ijo sultan Muhamad abdul kadir aidid (berkuasa 1940-1960). Tarekat khalwatiyah samman lebih merakyat baik dalam hal gaya maupun komposisi sosial, sebagian besar pengikutnya orang desa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Ia menceritakan bahwa ia sedang dikucilkan keluarga suaminya, ia berfikir bahwa hal tersebut karena terkait dengan masa lalunya. Pada saat remaja, Ni dilarang dan dikekang oleh orangtuanya mengenai pergaulan dan sangat dibatasi jika keluar rumah. Ia merasa tidak diberi kebebasan seperti temannya yang lain. Ia mulai berontak pada orangtuanya dan orangtuanya pun mulai memberi kebebasan pada dirinya. Namun, lambat laun orangtuanya merasa bahwa tingkahlaku Ni sudah diluar batas, pada akhirnya Ni dikirimkan ke Pondok pesulukan oleh orangtuanya. Orang tua meminta pada guru mursyid untuk ikut membimbing Ni. Pada saat itu Ni tidak menolak dan dengan senang hati menuruti orangtuanya. Dalam pondok PETA ia diberi amalan asyfa’ , menurut pengakuannya perilaku dan kondisi emosionalnya lebih stabil setelah diberi amalan tersebut.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Menurut Guba dan Lincoln dalam Moleong, dokumen adalah setiap bahan tertulis atau film, lain dari record, yang tidak dipersipakan karena adanya permintaan seorang penyidik. Pembahasan disini diarahkan pada dokumen dalam arti jika peneliti menemukan record, terlu saja tentu dimanfaatkan. Dokumen biasanya biasanya dibagi atas dokumen pribadi dan dokumen resmi. 20 Sesuai dengan pandangan tersebut, peneliti menggunakan metode dokumentasi sebagai alat pengumpul data dari sumber bahan tertulis yang terdiri dari dokumen resmi yang dimiliki pengurus pondok, dan dokumen yang tidak resmi, misalnya peneliti memotret ketika proses wawancara dilaksanakan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dalam penelitian ini jenis penlitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan tiga orang subyek yakni dua orang perempuan dan satu laik-laki yang telah mendapatkan ijazah amalan dari mursyid, pernah menjalani suluk dan telah mengikuti tarekat selama lebih dari 1 tahun.

13 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ketiga subyek rata-rata memiliki strategi coping yang sama yakni positive reappraisal aspek emotional focused coping. Possitive reapprasial berarti kemampuan individu dalam mengatasi masalah dengan mencoba untuk membuat suatu arti positif dengan sifat religius. Disisi lain ketiganya juga menggunakan strategi seeking social emotional support aspek emotional focused coping yakni membutuhkan dukungan dan bantuan oranglain dalam menyelesaikan masalah. (2) Dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa murid tarekat lebih tenang ketika menghadapi masalah salah satunya dipengaruhi oleh amalan yang diberikan mursyid, pengakuan ketiga subyek menyatakan bahwa amalan dari mursyid dapat menetralisir permasalahan dan menjadikan pribadi yang lebih sabar ketika menghadapi masalah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...