Pondok Pesulukan Tarekat Agung

Top PDF Pondok Pesulukan Tarekat Agung:

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penelitian dalam skripsi ini di latar belakangi oleh sebuah fenomena tentang remaja yang memiliki minat tentang ajaran tasawuf yakni dengan menjalani salah satu ajaran tarekat. Dalam hal ini, peneliti ingin mengetahui tentang motivasi pada remaja yang menjalani ajaran Tarekat Syadziliyah di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung.

16 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

ajaran tarekat Syadziliyah pada remaja dan berbagai aspek yang melingkupinya untuk memastikan tingkat validitas dari hasil penelitian. Kepastian obyektivitas dari hasil penelitian ini sangat tergantung pada persetujuan beberapa orang terhadap pandangan, pendapat, dan penemuan penelitian. Dalam hal ini dibuktikan melalui pembenaran dari salah satu pengurus pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung melalui surat izin penelitian yang telah diberikan oleh IAIN Tulungagung kepada pengurus pondok PETA serta bukti fisik berupa dokumentasi hasil penelitian.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Tarekat Syadziliyah juga mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian para remaja, karena remaja yang telah menjalani ajaran tarekat ini mempunyai kepribadaian yang lebih matang. Hal tersebut sesuai pada subyek Dz dan Ab. Subyek Dz selalu jujur dalam segala hal. Sedangkan pada subyek Ab, subyeksudah bisa meninggalkan hal-hal yang berdampak negatif,seperti miras. Meskipun awal mula masuk di pondok PETA subyek Ab merasa keberatan. Tetapi kini subyek menjadi nyaman di pondok PETA dan sudah merasakan banyak sekali manfaat yang di peroleh dari ajaran pondok PETA. Dari sini, dapat di ketahui bahwa dengan menjalani ajaran tarekat Syadziliyah pada remaja, mereka merasa nyaman, berubah kearah yang positif, dan mampu menahan diri agar tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

1. Motivasi menjalani ajaran tarekat pada remaja diantaranya adalah adanya kebutuhan cinta, yakni sebagai rasa hormat dan rasa sayang para remaja terhadap orang tua, perlindungan rasa aman agar orang tua tidak sedih. Selain itu karena adanya kebutuhan fisiologis, yakni ingin menata hati agar bisa membersihkan kotoran-kotoran di dalam hati, adanya keinginan dari diri sendiri untuk mendalami ajaran tarekat Syadziliyah, dan juga ajaran terdahulu yang sudah turun – temurun dari kakek dan neneknya.

3 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Dari seluruh penelitian di atas telah membuktikan bahwa, penelitian dengan judul Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung berbeda dengan penelitian-penelitian tersebut diatas. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Motivasi Remaja Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah adalah adanya kebutuhan cinta, yakni sebagai rasa hormat dan rasa sayang para remaja terhadap orang tua, perlindungan rasa aman agar orang tua tidak sedih. Selain itu karena adanya kebutuhan fisiologis, yakni ingin menata hati agar bisa membersihkan kotoran-kotoran di dalam hati, dan juga ajaran terdahulu yang sudah turun – temurun dari kakek dan neneknya.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Hal ini di tunjukkan di daerah kabupaten Tulungagung, ada remaja yang memiliki minat tentang ajaran tasawuf, yakni dengan menjalani salah satu aliran tarekat. Secara historis, tasawuf muncul di dunia Islam merupakan antitesa dari perilaku penguasa pemerintah Khalifah Bani Umayah (661-750 M) beserta keluarganya yang tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran Islam. Sebagian kaum muslimin yang taat beribadah menyadari kekhilafan ini dan mereka menyadari kekhilafan ini dan mereka memilih untuk menghindarkan diri dari bingar-bingar kehidupan dunia dan segala kenikmatannya (zuhud), karena takut terhadap adzab Allah SWT yang sungguh-sungguh sangat dahsyat. 7
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SEJARAH PERKEMBANGAN ALIRAN-ALIRAN TAREKAT DI PONDOK PESULUKAN TAREKAT AGUNG TULUNGAGUNG TAHUN 1987-2015.

SEJARAH PERKEMBANGAN ALIRAN-ALIRAN TAREKAT DI PONDOK PESULUKAN TAREKAT AGUNG TULUNGAGUNG TAHUN 1987-2015.

Setelah beliau menetap di Desa Kauman Tulungagung baulah beliau dibaiat tarekat Syadziliyah oleh Kiai Abdul Razzaq. 3 Sejak masa itu, selain berjuang untuk memperbaiki akhlak masyarakat kiai Mustaqim juga mengajarkan ketiga tarekat tersebut pada masyarakat. Dengan berjalannya waktu dibangunlah sebuah pondok tarekat sederhana oleh Kiai Mustaqim. Oleh sebab itu mulai pertama kali dibangunnya Pondok Pesulukan tarekat Agung memang ditujukan sebagai pondok tarekat saja, bukan pondok salafiyah pada umumnya.Di Pondok PETA menerapkan sebuah tahapan untuk jamaah tarekatnya. Jika ada seorang murid baru yang ingin menjadi jamaah tarekat di Pondok PETA, maka terlebih dahulu seorang murid itu harus mengamalkan wirid “Laqadjaa”. Pengamalan “Laqadjaa” yang diijazahkan Kiai Musraqim kepada muridnya bertujuan untuk memperoleh barokah, karena apa yang diajarkann seorang guru akan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain itu amalan “Laqadjaa” juga digunakan sebagai latihan sebelum mengikuti tarekat Syadziliyah dan dua tarekat lainnya. Peraturan pengamalan “Laqadjaa” yang dibuat oleh Kiai Mustaqim masih berlaku sampai saat ini yaitu masa Kiai Charir. 4 Adapun ajaran dan amalan wirid “Laqadjaa” Pondok PETA Tulungagung pada masa Kiai Mustaqim adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

ATHEISME NIETZCHE : DALAM PERSPEKTIF KETAUHIDAN ISLAM MENURUT KH.HASYIM ASY’ARI.

ATHEISME NIETZCHE : DALAM PERSPEKTIF KETAUHIDAN ISLAM MENURUT KH.HASYIM ASY’ARI.

Menurut Friedrich Nietzche, paham Kristen merupakan suatu terjemahan bagi rakyat dari tema-tema besar para penganut Plato. Itu merupakan suatu tafsiran yang tidak benar sama sekali. Pikiran Kristen sama sekali berlainan, dalam struktur dan kecenderungan konstitutifnya, dengan platonisme. Oleh karena itu terdapat pertentangan antara keduanya mengenai hal-hal yang demikian pokok seperti Allah dan dunia, kosmologi, materi dan apa yang dapat di tangkap panca indra, hubungan antara yang tunggal dan yang mejemuk, antropologi (jiwa, pengenalan, panca indra), masalah kejahatan, etika dan lain- lain. Seluruh pikiran Kitab Suci yang dibahas kembali dan diperdalam oleh guru- guru agung filsafat dan teologi, sama sekali berbeda dengan segala bentuk platonisme. 5
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERAN PENDIDIKAN TARIKAT QADIRIYYAH WA NAQSABANDIYAH: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN DARUL FALAH PAGUTAN MATARAM

PERAN PENDIDIKAN TARIKAT QADIRIYYAH WA NAQSABANDIYAH: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN DARUL FALAH PAGUTAN MATARAM

Tarekat Qadiriyah yang dilafadzkan secara jahr (dengan suara keras). Dzikir nafi isbat pertama kali dibaiatkan kepada Ali ibn Abi Thalib pada malam hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke kota Yasrib (madinah) di saat Ali menggantikan posisi Nabi (menempati tempat tidur dan memakai selimut Nabi). Dengan talqin dzikir inilah Ali mempunyai keberanian dan tawakaal kepada Allah yang luar biasa dalam menghadapi maut. Alasan lain Nabi membaiat Ali dengan dzikir keras adalah karena karakteristik yang dimiliki Ali. Ia seorang yang periang, terbuka, serta suka menentang orang-orang kafir dengan mengucapkan kalimat syahadat dengan suara keras. b) Dzikir ismu dzat yaitu dzikir kepada Allah dengan menyebut kalimat “Allah” secara sirr atau khafi (dalam hati). Dzikir ini juga disebut dengan dzikir latifah dan merupakan ciri khas dalam Tarekat Naqsyabandiyah. Sedangkan dzikir ismu dzat dibaiatkan pertama kali oleh Nabi kepada Abu Bakar al-Siddiq, ketika sedang menemani Nabi di Gua Tsur, pada saat berada dalam persembunyiannya dari kejaran para pembunuh Quraisy. Dalam kondisi panik Nabi mengajarkan dzikir ini sekaligus kontemplasi dengan pemusatan bahwa Allah senantiasa menyertainya. 9
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Metode Zikir Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Pondok Pesantren Al-Manshur Klaten.

PENDAHULUAN Metode Zikir Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Pondok Pesantren Al-Manshur Klaten.

Metode yang penulis gunakan untuk mengarialisa data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitis, yakni penulis memberikan gambaran secara teratur dan dianalisa secermat mungkin (Bakker, 1990:17). Selain itu metode deskriptif analisis juga dipergunakan penulis yangnantinya akan diinterpretasikan dan bertujuan untuk memberikan deskripsi atau penjelaskan mengenai subyek penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari kelompok subyek yang diteliti, yakni secara sistematis,faktual dan akurat sehingga mampu memberikan kejelasan tentangaktivitas zikir di pondok pesantren Al- Manshur Klaten (Sumardi.1991:19).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN TAREKAT DI MANDAILING NATAL

PERKEMBANGAN TAREKAT DI MANDAILING NATAL

Dalam hal ini praktek ubudiyah dan muamalah dalam tarekat walaupun sebenarnya kegiatan tarekat sebagai sebuah institusi lahir belasan abad sesudah adanya contoh kongkrit pendekatan kepada Allah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. kemudian diteruskan oleh sahabat-sahabatnya, tabiin, lalu tabi’it taabiin dan seterusnya sampai kepada Auliyaullah, dan sampai sekarang ini. Garis yang menyambung sejak nabi hingga sampai Syaikh tarekat yang hidup saat ini yang lazimnya dikenal dengan Silsilah tarekat. Tumbuhnya tarekat dalam Islam sesungguhnya bersamaan dengan kelahiran agama Islam, yaitu ketika nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasul. Fakta sejarah menunjukkan bahwa pribadi nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi Rasul telah berulang kali bertakhannus atau berkhalwat di gua Hira. Disamping itu untuk mengasingkan diri dari masyarakat Mekkah yang sedang mabuk 8 mashajirismail” Sejarah Perkembangan Tariqat di Indonesia” http://www.al-
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Karya Pendidikan Tarekat Carolus Borromeus di Keuskupan Agung Semarang 1952-1998.

Karya Pendidikan Tarekat Carolus Borromeus di Keuskupan Agung Semarang 1952-1998.

Suster-suster OSF dulunya memiliki biara di Magelang, namun ketika masa pendudukan Jepang biara tersebut terpaksa ditinggalkan. Biara milik Suster-suster OSF ini hanya bersisa puing-puing setelah masa pendudukan Jepang berakhir. Suster-suster OSF juga memiliki banyak biara yang rusak ditempat lain. Mereka memilih untuk memperbaiki biara-biara ditempat lain dan menawarkan biara di Magelang kepada tarekat yang berniat. Melihat kondisi yang demikian Mgr. Soegijapranata mengharapkan ada tarekat yang mau membangun kembali biara tersebut sekaligus menghidupkan karya misi di Magelang. Mgr. Soegijapranata akhirnya menghubungi Tarekat CB dan mengutarakan harapannya tersebut. Mdr. Laurentia de Sain selaku pimpinan misi tarekat menyetujui tawaran dari Vikaris Apostolik Semarang tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

TAREKAT SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN MENTAL ( Studi Analisis Terhadap Tawasulan di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Cirebon )

TAREKAT SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN MENTAL ( Studi Analisis Terhadap Tawasulan di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Cirebon )

Khalikan tidak banyak menulis tentang sejarah hidupnya. Lebih banyak diutarakan beberapa catatan mengenai hidupnya dalam kitab tarikh Islam karangan Az-Zahabi, dalam Kitab Tanwirul Absar dan juga Qiladatul Jawahir. Dari sejarah hidupnya, dapat kita ketahui bahwa tatkala ia berumur tujuh tahun, ayahnya meninggalkan Baghdad pada tahun 419H. Lalu ia diasuh oleh saudara bapaknya Mansur Al-Bathaihi yang tinggal di Basrah. Menurut Imam Sya’rani dalam kitabnya Lawaqihul Anwar, bapa saudaranya itu adalah seorang Syeikh tarekat yang kemudian dinamakan menurut nama Ahmad Rifa’iyyah. Ia pernah menuntut juga dari bapak saudaranya yang lain, Abul Fadhl Ali Al-Wasithi mengenai hukum- hukum Islam dalam mazhab Syafie. Ia belajar dengan giat dalam segala bidang ilmu hingga ke umur 27 tahun. Ia mendapat ijazah dari Abul Fadhl dan khirqah dari Mansur, yang telah menetap di Umm Abidah dan kemudian meninggal di sana pada tahun 540 H. Ahmad tidak melepaskan keluarga ini dan banyak bergaul dengan anak-anak Mansur yang kesemuanya ahli tarekat. Tarekat Rifaiyyah ini yang pada awal-awalnya bermula di Iraq, kemudian tersiar luas ke Basrah, sampai ke Damshiq dan Istanbul.
Baca lebih lanjut

209 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Arsip pondok PETA yang berupa laporan Kuliah Kerja Lapangan Islamologi tentang “Tarekat Syadziliyah di Pesulukan Thoriqot Agung (PETA)” Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Program Studi Arab Universitas Indonesia tahun 2013

3 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah perilaku-perilaku yang menyimpang individu dalam mengatasi setiap permasalahan kehidupannya. Jarang sekali individu mengembalikan masalahnya kepada jalan keagamaan maupun tasawuf, kabanyakan orang menyelesaikan masalah dengan kondisi emosi yang labil. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penggalian data untuk melihat gambaran strategi coping murid tarekat syadziliyah, yang menempuh jalan tasawuf untuk pedoman kehidupannya.

12 Baca lebih lajut

Tarekat syadziliyah dalam pemberdayaan pendidikan dan ekonomi: studi kasus tarekat syadziliyah di Kabupaten Blitar.

Tarekat syadziliyah dalam pemberdayaan pendidikan dan ekonomi: studi kasus tarekat syadziliyah di Kabupaten Blitar.

Mustaqim.Adapun bentuk ijazah yang diterima kiai Abdul Razaq dari kiai Mustaqim ada tiga pendapat, pendapat pertama adalah ijazah khizib Autad (Kafi), pendapat kedua ijazah Asma’ Baladiyah sedangkan pendapat yang ketiga adalah ijazah Bismillahi laa yadhurru (ilaa akhirihi) dan al Ghoniyyul Maani’u (ilaa akhirihi) yang dibaca dalam jumlah tertentu.Sedangkan kiai Mustaqim mendapat ijazah dari kiai Abdul Razaq berupa tarekat Syadziliyah dan sekaligus beliau berpesan untuk mengembangkan dan mensyiarkan tarekat Syadziliyah.Oleh karena amanat kiai Abdul Razaq inilah diantara tiga tarekat yang dianjurkan di pondok PETA, tarekat Syadziliyah merupakan tarekat yang lebih banyak diajarkan kepada murid-murid pondok PETA.Bahkan sampai sekarang pondok PETA lebih dikenal sebagai pondok tarekat Syadzililiyah dibanding dengan kedua tarekat lainya. Selain mendapat ijazah tarekat Syadziliyah dari kiai Abdul Razaq, beliau juga menerima ijazah beberapa khizib terutama yang diambil dari khazanah ajaran tarekat Syadziliyah antara lain khizib Bahr, khizib Nashr, khizib Barr, khizib Khujub, khizib Khafidhah dan shalawat Nuuruz Zati.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

1. Gambaran strategi coping murid tarekat syadziliyah yang telah didapat dari ketiga subyek ialah positive reappraisal aspek emotional focused coping. Possitive reapprasial berarti kemampuan individu dalam mengatasi masalah dengan mencoba untuk membuat suatu arti positif dengan sifat religius. Hal ini dilakukan subyek dalam mengatasi setiap permasalahan yang sedang dihadapi, dengan cara mengamalkan amalan yang telah diberikan mursyid dengan tujuan agar mendapatkan ketenangan batin sehingga akan lebih siap dalam setiap mengatasi permasalahan. Pemilihan strategi coping ketiga subyek dipengaruhi dari beberapa hal yakni lama mengikuti tarekat, jumlah amalan yang diberikan serta usia subyek penelitian.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

mengamalkan amalan dan ajaran tarekat yang telah diajarkan, menjadikan ketenangan batin yang luar biasa sehingga semua permasalahan terasa ringan. Ketiga subyek menyatakan bahwa amalan tersebut dapat meminimalisir tingkat tekanan yang dialami individu ketika menghadapi permasalahan.

Baca lebih lajut

METODE ZIKIR TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYAH PONDOK PESANTREN AL-MANSHUR KLATEN  Metode Zikir Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Pondok Pesantren Al-Manshur Klaten.

METODE ZIKIR TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYAH PONDOK PESANTREN AL-MANSHUR KLATEN Metode Zikir Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Pondok Pesantren Al-Manshur Klaten.

Karena pembentukan dari ajaran ini tergantung juga pada sejauh manapengamalan mereka terhadap ilmu yang diterima dan dzikir yang dikerjakan.Zikir dalam Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Pondok Al Manshur bertujuan untuk mendekatkan diri (taqrrub) kepada Allah Swt. Dan sarana penyucian diri seorang muslim, sebagai bukti kesalehannya dan penghambaannya kepada Allah.Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang ada di Pondok Pesantren Al-ManshurPopongan merupakan salah satu komunitas tarekat yang menggunakanmetode dzikir sirri, dengan banyak menyebut kalimat Allahu ( ها ). Tujuan dari zikir iniberupa harapan dari upaya untuk mencapai kedekatan dengan Allah sebagai tujuan akhir.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN TASAWUF (Studi Atas Tariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Kudus Jawa Tengah) | Mu'min | QUALITY 2116 7406 2 PB

SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN TASAWUF (Studi Atas Tariqah Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Kudus Jawa Tengah) | Mu'min | QUALITY 2116 7406 2 PB

Setelah jama‟ah atau muridin diajarkan aqidah (tauhid), syari‟at (fikih), dan tarekat (tasawuf), selanjutnya mereka dibimbing mengamalkan tazkiyah al-Nafs dan tashfiyah al-Nafs. Setelah Kyai Shiddiq merasa yakin semua peserta pengajian tersebut menguasai ketiga ajarannya tersebut, barulah mereka dibai‟at menjadi anggota Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah Piji, yang dilaksanakan di Masjid Al-Wustho. Untuk mempelajari dan memperdalam masalah-masalah ketasawufan, Kyai Shiddiq juga menggunakan rumah kediamannya sebagai tempat kegiatan pengajian, seperti konsultasi masalah agama, membahas masalah tarekat, terapi ilmu hikmah, dan bimbingan keagamaan Islam (Wawancara dengan Kyai Haji Muchtar Amin Shiddiq, 19 Oktober 2015).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...