pos pemadam kebakaran

Top PDF pos pemadam kebakaran:

PEMETAAN PERSEBARAN POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

PEMETAAN PERSEBARAN POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pos pemadam kebakaran yang ada di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yaitu mengambil semua obyek penelitian dalam populasi. Variabel penelitian yang digunakan yaitu jangkauan pos pemadam kebakaran, daerah rawan kebakaran, tingkat aksesibilitas, kepadatan penduduk dan letak pos pemadam eksisting. Metode penelitian dalam tugas akhir ini adalah metode pengumpulan data dan metode pemetaan. Metode pengumpulan data terdiri dari metode survei, metode dokumentasi dan metode wawancara. Proses pemetaan meliputi proses pemetaan digital, proses buffer, proses skoring, proses overlay dan penarikan kesimpulan.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

PENDAHULUAN Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

Devi Andalusia dan Rulli Pratiwi Setiawan (2013) mengadakan penelitian dengan judul Arahan Distribusi Lokasi Pos Pemadam Kebakaran Berdasarkan Kawasan Potensi Risiko Bencana Kebakaran di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi penentuan lokasi pos pemadam kebakaran di Kota Surabaya. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi eksisting, kriteria, dan tinjauan kebijakan yang ada. Arahan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah penerapan manajemen proteksi gedung pada fungsi bangunan di perkotaan, pengadaan sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran untuk masyarakat, pengkoordinasian dengan polisi lalu lintas untuk memudahkan jalur pencapaian lokasi, luas lahan minimal 200 m 2 , lebar jalan lingkungan 3,5 m, jangkauan pelayanan 2,5 Km, terletak dalam jangkauan 61 meter dari potensi sumber air, dan diharuskan mampu menjangkau kawasan yang nilai tingkat bahaya kebakarannya tinggi.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

KAJIAN PENENTUAN TITIK - TITIK POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA MEDAN TESIS

KAJIAN PENENTUAN TITIK - TITIK POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA MEDAN TESIS

Luasnya kota Medan dan penyebaran penduduk yang tidak merata serta aktivitas kota yang cukup tinggi menimbulkan permasalahan terhadap penanganan penanggulangan kebakaran. Permasalahan yang muncul disebabkan tidak sesuainya jumlah dan tata letak pos pemadam kebakaran untuk skala kota.

17 Baca lebih lajut

Model Optimasi Lokasi Pos Pemadam Kebakaran (SK : Kota Semarang ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Model Optimasi Lokasi Pos Pemadam Kebakaran (SK : Kota Semarang ) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dan kondisi perekonomian yang baru saja pulih dari krisis. Proses pembangunan di berbagai bidang berjalan, baik pembangunan fisik gedung, sarana, prasarana publik, industri, perdagangan dan jasa maupun pembangunan nonfisik meliputi pendidikan, kesehatan masyarakat dan lain-lain. Potensi bahaya bencana yang melanda sangat berpengaruh terhadap pembangunan yang sedang berlangsung, ancaman bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, kekeringan, dan kebakaran. Bencana kebakaran merupakan salah satu bahaya yang sering terjadi di wilayah perkotaan menelan korban jiwa dan kerugian material yang sangat besar karena ancaman bencana timbul bersamaan dengan masyarakat, bangunan, fasilitas yang rentan terhadap bahaya kebakaran yang terjadi. Oleh karena itu, pentingnya usaha meminimalkan dampak kerugian yang ditimbulkan bahaya kebakaran. Salah satunya adalah pengalokasian fasilitas darurat/emergency pos pemadam kebakaran dengan jumlah proporsional dan pemerataan penyebaran fasilitas tersebut.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG  Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

Jangkauan layanan pos pemadam kebakaran dianalisis dengan menggunakan network analysis dengan tool service area pada software arcgis 10.2.2. Data yang digunakan yaitu respon time waktu perjalanan mobil pemadam kebakaran yang berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor: 11/KPTS/2000 dan kecepatan rata-rata mobil pemadam kebakaran ketika melaju di jalan raya berdasarkan kelas dan kondisi jalannya yang didapatkan dari wawancara dengan pengemudi mobil pemadam di setiap pos pemadam kebakaran di Kota Semarang. Jalan yang dapat dilewati oleh mobil pemadam yaitu dengan lebar jalan minimal 3,5 meter dan jalan yang termasuk lebar 3,5 meter yaitu jalan arteri, kolektor dan jalan lokal sehingga network analysis akan dilakukan pada kelas jalan tersebut. Hasil yang didapatkan yaitu respon time waktu perjalanan 5 menit dan kecepatan rata-rata mobil pemadam 50 km/jam sehingga jangkauan layanan pada setiap pos pemadam kebakaran yaitu 4,16 km. Berikut Tabel 7 luas jangkauan pada masing-masing pos pemadam kebakaran.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG  Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

EVALUASI PENEMPATAN LOKASI POS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA SEMARANG Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang.

Puji dan syukur penulis panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat kasih dan anugrah-Nya sehingga proses penyusunan laporan Skripsi dengan judul “ Evaluasi Penempatan Lokasi Pos Pemadam Kebakaran di Kota Semarang” dapat terselesaikan, sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana untuk program studi geogrfai Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Mengenai Coping Strategy pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPK-PB) DKI Jakarta di Jakarta Pusat.

Studi Deskriptif Mengenai Coping Strategy pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPK-PB) DKI Jakarta di Jakarta Pusat.

Emotional focused coping berfungsi untuk mengatur respon emosi terhadap stressor, dengan lebih terfokus menjaga perasaan dan ketenangan batin. Bentuk coping strategy yang termasuk di dalamnya adalah: Seeking social support, yaitu menggambarkan usaha untuk mencari dan menerima dukungan informasi maupun emosional dari berbagai pihak. Dalam hal ini petugas pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta di Jakarta Pusat melakukan interaksi sosial agar mendapat dukungan untuk bertahan menghadapi tekanan yang muncul di pekerjaan, seperti meminta saran serta informasi dari rekan sesama pemadam, atasan, keluarga.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017 Chapter III VI

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017 Chapter III VI

Informan 4 : “Begitu dengar lonceng kami terus naik armada kan, karna tadi kami haru cepat naik armada jadi harus berlari , risikonya ya bisa jatuh kalo tidak hati-hati. Kemudian sambil make baju sama helm, Alat pelindung pernafasan tadi sebenarnya ada, Cuma tadi terbatas, kalo pake itu kita terbatas, karna itu punya waktu, cuma 5 menit paling lama,sepatunya tahan panas kalo ada paku atau kaca tembus juga, kalo kena api ya terbakaar juga, kalo helm yang udah disediakan bisa lah, kalo pakain ada jugaaa, tpi gak cukup, pakaian yang ada itu ya udah tahan panas, artinya bukan kita kena api gak panas.. misalnya dalam jarak 2 meter masih sanggup, tapi ya kalo dekat dengan api ya panas, baju tahan api dan tahan panas bedaa.baju tahan api tadi ya gak terbakar,tapi ya baju tadi ribet gitu makainya besar, tebal, berat,itu dipakai khusus aja misalnya ini kebakaran ada orang terjebak di dalam.. pakai itu bisa lah,kalo pake sarung tangan itu ada kejanggalan gak enak lagi mau megang ,lebih ribet”.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Analisa Beban Kerja Petugas Pemadam Kebakaran dengan Metode Nasa-Tlx (Studi Kasus di Dinas Kebakaran Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Analisa Beban Kerja Petugas Pemadam Kebakaran dengan Metode Nasa-Tlx (Studi Kasus di Dinas Kebakaran Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Dinas Kebakaran Kota Semarang merupakan salah satu instansi pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal pencegahan dan penanganan kebakaran. Subyek penelitian adalah juru padam dan penyelamat yang mempunyai tiga deskripsi pekerjaan yaitu pemadaman, penyelamatan, dan pelaporan.

1 Baca lebih lajut

Gambaran Risiko Pekerjaan Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan

Gambaran Risiko Pekerjaan Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dari pekerjaan petugas pemadam kebakaran sebagian besar terjadi pada saat mereka di perjalanan menuju lokasi kebakaran yaitu risiko lalu lintas dan ketika di lokasi kebakaran berupa kecelakaan kerja dikarenakan listrik, suhu panas, api, bekerja di ketinggian, peralatan pemadaman, ledakan, backdraft dan flashover, kondisi bangunan yang terbakar, benda tajam, dan adu fisik dengan warga. Keluhan kesehatan yang mereka rasakan di lokasi kebakaran umumnya dikarenakan banyak menghirup asap seperti batuk, sesak nafas, mual, muntah, pusing, mata perih, serta masuk angin dan lemas.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Faktor-faktor Bahaya Pekerjaan pada Petugas Pemadam Kebakaran di Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan Tahun 2017

Andriyan A., Anityasari M., Wessiani, N.A., 2011. Perhitungan Nilai Kompensasi atas Risiko Kerja Pemadam Kebakaran Dinas Kebakaran Kota Surabaya Melalui Pendekatan Manajemen Risiko. Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Surabaya.

3 Baca lebih lajut

LPSE Kota Depok RUP Damkar 2012

LPSE Kota Depok RUP Damkar 2012

24 Pengadaan perlengkapan teknik pemadam kebakaran Kota Depok Rp 64.000.000,00 25 Pengadaan jaket tahan panas juru padam dan operator mobil Kota Depok Rp 72.500.000,00 26 Pengadaan perlengkapan keselamatan kerja pemadam kebakaran Kota Depok Rp 26.700.000,00 27 Pengadaan perlengkapan keselamatan petugas penyelamat (Rescue) Kota Depok Rp 88.642.000,00

2 Baca lebih lajut

Sistem Proteksi Kebakaran Sebagai upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Di Pusdiklat Migas Cepu ARI SUPRAYITNO

Sistem Proteksi Kebakaran Sebagai upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran Di Pusdiklat Migas Cepu ARI SUPRAYITNO

business economics is not the administration of profit. It is avoidance of loss. ” Pendapat Peter Ferdinand Drucker seorang penulis, konsultan manajemen, ekologi sosial, dan yang lebih dikenal sebagai Bapak Manajemen Modern ini sungguh tepat bagi perkembangan di segala bidang, termasuk di Indonesia. Seperti yang diungkapkan Ridwan Mahzun, Ketua Umum A2K3, hampir setiap hari kita dapat menyaksikan betapa kecelakaan, kebakaran, atau musibah lain terjadi, yang diperkirakan menelan kerugian 50 triliun rupiah setiap tahun. Kondisi ini dipicu oleh kondisi masyarakat Indonesia yang pengetahuan dan perilaku selamatnya masih sangat memprihatinkan. (Soehatman Ramli, 2010)
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Peranti Pemadam Kebakaran Automatik Kenderaan.

Peranti Pemadam Kebakaran Automatik Kenderaan.

Rajah 2.1 memaparkan nasihat yang diberikan oleh ketua cawangan operasi bomba Malaysia supaya pemilik kenderaan menyimpan pemadam kebakaran di dalam kenderaan masing-masing, beliau juga mengingatkan kepada semua pengguna kenderaan supaya bertenang sekiranya berlaku kecemasan, kerana dalam keadaan kecemasan mangsa yang terlibat akan berada dalam keadaan cemas dan sukar untuk bertindak memadamkan kebakaran. Faktor ini dapat dilihat melalui laporan akhbar mengenai kes kebakaran yang berlaku di Malaysia. Hasil dari sisatan dan temuramah yang dibuat keatas mangsa yang terselamat yang melalui pengalaman ngeri dan mencemaskan tersebut, kesimpulan yang boleh dibuat tindakan awal mampu menyelamatkan nyawa dan harta benda. Kesimpulan tersebut menjadi faktor utama projek pemadam kebakaran automatik kenderaan dibuat.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

SISTEM PEMADAM KEBAKARAN BERBASIS ANDROID  Sistem Pemadam Kebakaran Berbasis Android.

SISTEM PEMADAM KEBAKARAN BERBASIS ANDROID Sistem Pemadam Kebakaran Berbasis Android.

Supaya pendeteksi dini sistem pemadam kebakaran bekerja dengan maka optimal perlu dilengkapi dengan komponen-komponen penukung lainnya, seperti sensor asap sebagai pendeteksi adanya tanda kebakaran. Widodo (2003), menyatakan bahwa detektor asap yang digunakan pada alat pendeteksi kebakaran sangat efektif. Dibuktikan pada suatu pengujian dengan sampel transparansi sebagai pengganti asap. Komponen utama alat ini adalah pengindera yang akan mengubah besaran fisis berkas cahaya ke sinyal tegangan analog, transistor sebagai saklar, tiristor sebagai memori (latch), multivibrator yang akan membangkitkan pulsa dan pengeras suara yang menghasilkan bunyi sebagai keluarannya. Hasil pengujian sensor, transistor, tiristor, multivibrator dan pengeras suara menunjukkan alat pendeteksi kebakaran dengan detektor asap dapat bekerja dengan baik. Berdasarankan uraian tersebut maka perlu dibuat alat kemanan pendeteksi dini sistem pemadam kebakarn dengan komopen-komponen pendukung.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Kajian  Penentuan Titik - Titik Pos   		Pemadam Kebakaran Di  Kota Medan

Kajian Penentuan Titik - Titik Pos Pemadam Kebakaran Di Kota Medan

Kebakaran berbeda dengan bencana lainnya seperti banjir, gempa, dan datangnya badai, dengan kemajuan teknologi yang ada biasanya bisa didahului dengan datangnya peringatan lebih dahulu. Hal ini menjadi sangat memungkinkan untuk dapat menekan timbulnya kerugian dan korban jiwa yang lebih besar yang diakibatkan oleh bencana tersebut. Tidak demikian halnya dengan bahaya kebakaran, dimana bencana ini proses datangnya selalu tanpa dapat diperkirakan dan diprediksi sebelumnya sebagaimana bencana lain. Kapan datangnya, apa penyebabnya, tingkat cakupanya serta seberapa besar dampaknya adalah hal-hal yang tidak bisa diperkirakan oleh kemampuan manusia. Teknologi yang ada hanya dapat membantu memberi peringatan dini, tetapi mempunyai kemampuan yang sangat terbatas untuk memberi waktu persiapan dan pertolongan dalam menghadapi bahayanya. Sebaliknya, pengetahuan masyarakat dalam mengatasi bahaya kebakaran sangatlah minim. Hal ini disebabkan bencana kebakaran datangnya tidak umum dan bukan bahaya yang rutin terjadi, sehingga masyarakat tidak siap untuk menghadapi bahaya kebakaran.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

Sejarah dan Pengertian Hydrant (1)

Sejarah dan Pengertian Hydrant (1)

Nozzle pemadam kebakaran merupakan sebuah komponen atau perangkat yang memiliki peran besar dalam upaya memadamkan api kebakaran. Pada ujung selang petugas pemadam, dipasang nozzle yang berfungsi sebagai pengarah air bertekanan yang berasal dari instalasi jaringan pipa, maupun yang berasal dari tangki penampungan air di dalam mobil petugas pemadam kebakaran. Pada dasarnya, terdapat beragam macam nozzle dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Jenis nozzle kebakaran yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan jenis api kebakaran yang timbul serta tingkat kebutuhan pada lokasi kebakaran. Namun, semua jenis nozzle kebakaran tersebut umumnya memiliki kemampuan beroperasi yang sama, yaitu dengan menggunakan sebuah katup penutup atau Shut-Off Valve yang berfungsi sebagai pengontrol air.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

NURMALITA WINDHA 21020112130072 BAB VI

NURMALITA WINDHA 21020112130072 BAB VI

Sistem Pemadam Kebakaran yang digunakan pada bangunan yaitu Fire Alarm System dan Portable Fire Extinguisher System sebagai alat pencegahan aktif kebakaran, sedangkan untuk alat pencegahan pasif kebakaran menggunakan tangga darurat yang dilengkapi dengan pintu darurat tahan api.

9 Baca lebih lajut

Studi Deskriptif Mengenai Motivasi Prososial pada Anggota Pemadam Kebakaran di Kota Cimahi.

Studi Deskriptif Mengenai Motivasi Prososial pada Anggota Pemadam Kebakaran di Kota Cimahi.

Bila dibandingkan, ketidakseimbangan jumlah anggota Damkar Kota Cimahi dengan jumlah kasus kebakaran yang terjadi merupakan masalah penting yang sedang dihadapi Damkar Kota Cimahi. Kepala UPTD Damkar Kota Cimahi, Uus Supriyadi mengatakan, kebutuhan personil itu mendesak untuk mengatasi berbagai peristiwa kebakaran yang sering terjadi tanpa bisa diduga. Dengan kekuatan yang ada saat ini, pihaknya tidak bisa bekerja secara maksimal mengcover seluruh wilayah Cimahi. Untuk mengatasi kekurangan personil, sementara ini diberlakukan regu piket. Masing-masing regu yang notabene adalah tim penanggulangan diambil satu per tiga dari jumlah personel yang ada. Dengan begitu kekuatan di tim tersebut berkurang. Belum lagi adanya tim penarik retribusi. Dengan kondisi tersebut, apabila terjadi peristiwa anggota regu piket fokus pada pemadaman. Kegiatan lain terpaksa ditunda.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - PENILAIAN RISIKO BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG BERTINGKAT (Studi di MI Terpadu Ibnu Sina Kecamatan Kembang dan MA Hasyim Asy’ari Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB I PENDAHULUAN - PENILAIAN RISIKO BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG BERTINGKAT (Studi di MI Terpadu Ibnu Sina Kecamatan Kembang dan MA Hasyim Asy’ari Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara) - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Kesadaran dan pemahaman masyarakat Indonesia akan keselamatan kebakaran masih tergolong rendah. Berbagai kejadian kecelakaan kebakaran seperti yang akhir-akhir ini terjadi banyak disebabkan oleh rendahnya pemahaman dan kesadaran terhadap bahaya kebakaran. Perilaku tidak aman (unsafe behaviour) masyarakat masih sering terjadi seperti penggunaan listrik secara tidak benar yang mengakibatkan hubungan pendek arus listrik. Kebakaran tabung gas liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg masih sering terjadi karena kelalaian dan ketidaktahuan cara menggunakan tabung LPG dan aksesorisnya, kebiasaan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, ketidaktahuan kondisi berbahaya seperti kebocoran gas dan faktor-faktor pemicu kebakaran lainnya. (5,6)
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 9403 documents...

Related subjects