Potensi Bahaya

Top PDF Potensi Bahaya:

ANALISIS SPASIAL POTENSI BAHAYA DAERAH P

ANALISIS SPASIAL POTENSI BAHAYA DAERAH P

Pasang surut merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam analisis potensi bahaya, karena besarnya suatu elevasi pasang surut di perairan dengan level tertentu akan memberikan elevasi yang signifikan ketika pasang air tertinggi dari suatu nilai pasang surut diakumulasikan dengan fenomena lain di laut. Analisis pasang surut dilakukan dengan melakukan pengukuran muka air selama 17 hari, yaitu pada tanggal 20 Januari-5 Februari 2011 (lihat Gambar 6). Pengukuran tersebut dilakukan untuk memperoleh karakteritik pasang surut pada saat kondisi pasut purnama dan pasut perbani di Tanjung Benoa, Bali. Hasil pengukuran tersebut dijadikan sebagai referensi dalam analisis pasang surut dalam kajian analisis spasial ini.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Potensi Bahaya terhadap Risiko Kecelakaan Kerja di Unit Produksi Industri Migas PT. X Aceh

Pengaruh Potensi Bahaya terhadap Risiko Kecelakaan Kerja di Unit Produksi Industri Migas PT. X Aceh

Penelitian tentang pengaruh potensi bahaya terhadap risiko kecelakaan kerja di unit produksi industri migas PT.X Aceh bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan probabilitas potensi bahaya terhadap risiko kecelakaan kerja pada setiap aktivitas tenaga kerja, peralatan/mesin, material kimia dan metoda kerja di unit produksi industri migas PT. X Aceh. Penelitian ini bersifat explanatory study dengan rancangan cross sectional. Seluruh tenaga kerja pada unit produksi merupakan populasi pada penelitian ini yaitu 140 tenaga kerja. Sampel berjumlah 57 tenaga kerja dipilih secara stratified random sampling berdasarkan unit kerja, yaitu 19 tenaga kerja pada unit LNG Process, 18 tenaga kerja pada unit utility, 10 tenaga kerja pada unit storage and loading dan 10 tenaga kerja pada unit NSO (North Sumatera Offshore). Pengamatan dan wawancara dilakukan untuk melihat pengaruh potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja pada tenaga kerja, peralatan/mesin, material kimia dan metoda kerja.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

PENGENDALIAN POTENSI BAHAYA KEBISINGAN DI AREA PRODUCT HANDLING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA DI PT TRI POLYTA INDONESIA, TBK

PENGENDALIAN POTENSI BAHAYA KEBISINGAN DI AREA PRODUCT HANDLING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA DI PT TRI POLYTA INDONESIA, TBK

5) Penggunaan APD oleh tenaga kerja sebagai alternatif paling akhir atau diterapkan bersamaan dengan teknologi pengendalian lainnya. Kesulitan atau problem tertentu yang dikeluhkan baik oleh perusahaan atau tenaga kerja sering pula terjadi, misalnya telah disediakan namun tidak digunakan, tidak tersedia atau terpelihara dengan baik, terasa kurang nyaman, kurang cocok, mengganggu kerja dan sebagainya. Pedoman umum untuk alat pelindung diri perlu diperhatikan, antara lain adalah pemilihannya yang benar sesuai untuk potensi bahaya yang dihadapi, pemeliharaan dilakukan secara teratur, dipakai secara benar atau apabila diperlukan, disimpan secara aman dan dipahami benar manfaatnya,
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

GAMBARAN POTENSI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI BAGIAN SPINNING IV PRODUCTION PT. ASIA PACIFIC FIBERS, TBK. KABUPATEN KENDAL

GAMBARAN POTENSI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI BAGIAN SPINNING IV PRODUCTION PT. ASIA PACIFIC FIBERS, TBK. KABUPATEN KENDAL

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan pada tanggal 31 Januari 2015 oleh peneliti di PT. Asia pacific Fibers, Tbk. Kabupaten Kendal, diketahui bahwa terdapat potensi bahaya di setiap tahapan proses produksi, yaitu: bahaya mekanik, bahaya listrik, bahaya, bahaya kimiawi, bahaya fisik dan bahaya biologis. Pada tahapan proses dryer terdapat berbagai potensi bahaya berupa bahaya mekanis, seperti: terbentur mesin produksi, tertimpa bahan baku chips, tersayat katrol dan tergores katrol; serta bahaya listrik seperti: tersengat arus listrik saat pengoperasian mesin. Pada proses melting terdapat beberapa potensi bahaya, yaitu: bahaya mekanis, seperti: terbentur mesin produksi, kejatuhan benda saat bekerja, tergores dan terjepit saat membersihkan lubang spinneret, kemasukan benda asing pada mata, terlilit serat sintesis, terkena lelehan polymer chips serta terkena besi panas; bahaya listrik, seperti: tersengat arus listrik; bahaya fisis, seperti: kebisingan dan suhu panas; serta bahaya kimia, seperti: iritasi mata dan keracunan karena penggunaan bahan kimia.
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

Zonasi Potensi Bahaya dan Resiko Gerakan

Zonasi Potensi Bahaya dan Resiko Gerakan

Warna kuning mewakili area yang memiliki potensi sangat rendah untuk terjadi gerakan massa. Penyebaran kelas sangat rendah berada di Desa Muntuk dan sebagian kesil Desa Mungunan sebelah utara. Kelas rendah diwakilkan dengan pewarnaan oranye muda, tersebar hampir di seluruh area penelitian kecuali di Desa Muntuk bagian utara. Kemudian warna oranye yang lebih gelap mewakilkan kelas sedang, tersebar di beberapa lokasi namun paling banyak dapat ditemukan di Desa Selopamioro. Warna merah mewakili area dengan potensi bahaya tinggi, berlokasi di sekitar area terdapatnya struktur geologi seperti sesar normal dan sesar geser. Area berkelas sangat bahaya diwakili dengan warna merah gelap, terpusat di tengah area penelitian tepatnya Desa Selopamioro dan Desa Sriharjo, dan sebagian kecil berada di Desa Seloharjo bagian baratdaya.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

POTENSI BAHAYA KEBAKARAN DAN LEDAKAN PAD

POTENSI BAHAYA KEBAKARAN DAN LEDAKAN PAD

Oleh karena itu, sebagai dasar upaya pengendalian risiko terhadap bahaya kebakaran dan ledakan pada tangki timbun Premium di Depot X, diperlukan penilaian terhadap potensi bahaya kebakaran dan ledakan. Berdasarkan Pedoman Dow’s Fire and Explosion Index, langkah – langkah penilaian potensi bahaya kebakaran dan ledakan dimulai dari memilih unit proses, menentukan material factor (MF), menentukan process unit hazard factor (F3) dengan menghitung general process hazard factor (F1) dan special process hazard factor (F2), sampai menentukan fire and explosion index (F&EI) [4,5].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisa Potensi Bahaya  Dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Proses Coal Chain  di Pertambanagan Batubara PT Mifa Bersaudara Meulaboh Tahun 2014

Analisa Potensi Bahaya Dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Proses Coal Chain di Pertambanagan Batubara PT Mifa Bersaudara Meulaboh Tahun 2014

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah- Nya dan shalawat beriring salam senantiasa saya haturkan kehadirat baginda Rasullullah Muhammad SAW. Atas rahmat dan hidayah Allah SWT dan Perjuangan baginda Rasullullah SAW dalam memerangi kebodohan dimuka bumi ini, sehingga penulis dapat hidup di era yang dipenuhi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisa Potensi Bahaya Dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Proses Coal Chain di Pertambanagan Batubara PT Mifa Bersaudara Meulaboh Tahun 2014” sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara khususnya Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Identifikasi Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Di Workshop PT. Putra Tunas Megah Medan Tahun 2017

Identifikasi Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Di Workshop PT. Putra Tunas Megah Medan Tahun 2017

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kecelakaan kerja pada pekerja workshop. Identifikasi bahaya dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Objek yang diteliti adalah proses pemotongan, pengerolan, pengelasan, pembubutan, dan fabrikasi di workshop PT. Putra Tunas Megah Medan Tahun 2017.

16 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Industri Pertambangan Batubara 2.1.1. Batubara - Analisa Potensi Bahaya Dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Proses Coal Chain di Pertambanagan Batubara PT Mifa Bersaudara Meulaboh Tahun 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Industri Pertambangan Batubara 2.1.1. Batubara - Analisa Potensi Bahaya Dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Proses Coal Chain di Pertambanagan Batubara PT Mifa Bersaudara Meulaboh Tahun 2014

Analisa risiko kuantitatif menggunakan perhitungan probabilitas kejadian atau konsekwensinya dengan data numerik. Besarnya risiko lebih dinyatakan dalam angka seperti 1, 2, 3, atau 4 yang mana 2 mengandung arti risikonya dua kali lipat dari 1. Oleh karena itu, hasil perhitungan kuantitatif akan memberikan data yang lebih akurat terhadap suatu potensi bahaya, namun demikian dibutuhkan keahlian khusus dan mendalam serta dukungan data informasi yang lengkap dalam pengaplikasiannya. Berikut perbandingan teknik penilaian risiko menurut Ramli (2010).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Potensi Bahaya Kerja Pada Pekerja Industri Manufaktur Logam

Potensi Bahaya Kerja Pada Pekerja Industri Manufaktur Logam

Benda kerja berpotensi untuk terjatuh atau mengenai pekerja. Benda jatuh bukan hanya benda yang jatuh dari atas kea rah bawah saja, namun peralatan, material, puing-puing yang dapat jatuh atau terlepas ke samping atau ke atas juga termasuk ke dalam kategori benda jatuh (Safe Work Australia, 2012). Benda jatuh dapat mengakibatkan cedera pada pekerja. Cedera yang paling umum dialami pekerja saat tertimpa benda yang jatuh adalah memar, patah tulang, strain, dan terkilir. Benda jatuh merupakan salah satu potensi bahaya di tempat kerja seperti yang disampaikan oleh informan pada penelitian ini.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Identifikasi Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Di Workshop PT. Putra Tunas Megah Medan Tahun 2017

Identifikasi Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja Di Workshop PT. Putra Tunas Megah Medan Tahun 2017

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kecelakaan kerja pada pekerja workshop. Identifikasi bahaya dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Objek yang diteliti adalah proses pemotongan, pengerolan, pengelasan, pembubutan, dan fabrikasi di workshop PT. Putra Tunas Megah Medan Tahun 2017.

2 Baca lebih lajut

ppm 2013 potensi bahaya

ppm 2013 potensi bahaya

Bakteri Escherichia coli ditemukan pada es balok yang dijual di beberapa sekolah di Jakarta. Es balok sebenarnya dibuat untuk mengawetkan ikan dan air yang dipakai tidak dimasak. Es menempati urutan pertama sebagai pangan paling berbahaya dengan jumlah yang tidak memenuhi syarat kesehatan mencapai 58,24%. Sampel sebanyak 534 yang diambil menunjukkan 311 sampel mengandung bakteri termasuk koliform dan E.coli. BPOM telah mengambil 144 sampel untuk pengujian E.coli dan 13 sampel positif. Hal ini menunjukkan es balok telah tercemar tinja. Cemaran tinja dapat terjadi pada air yang digunakan untuk membuat es balok atau berpindah dari tempat lain pada saat distribusi es balok. Saat pendistribusian umumnya es balok dibawa secara terbuka menggunakan sepeda kayuh, sepeda motor, dan mobil bak terbuka. Produk lain yang berbahaya adalah minuman berwarna dan sirup 48,03%; jeli atau agar-agar 35,08%; bakso 32,83%; kudapan 32,83%; makanan ringan 12,89%; dan mie 10,72%. Penyebabnya dalah pewarna yang tidak food grade, bahkan sering kali digunakan pewarna dan pengawet makanan dari bahan berbahaya seperti formalin (KOMPAS, 10 Oktober 2013) Potensi bahaya adalah suatu bahan biologis, kimia, atau fisik yang dapat menyebabkan sakit atau cidera jika tidak ada pengendalian terhadapnya. Potensi bahaya tidak termasuk pemalsuan dan pelanggaran peraturan, serangga, rambut, atau cemaran lain yang mudah dan jelas terlihat (Utami, 1996).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA PADA PROSES PENGALENGAN IKAN LEMURU (Sardinella longiceps) DALAM PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) di PT. MAYA MUNCAR, BANYUWANGI-JAWA TIMUR Repository - UNAIR REPOSITORY

IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA PADA PROSES PENGALENGAN IKAN LEMURU (Sardinella longiceps) DALAM PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) di PT. MAYA MUNCAR, BANYUWANGI-JAWA TIMUR Repository - UNAIR REPOSITORY

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rakhmat dan hidayahnya, sehingga laporan Pratek Kerja Lapang tentang Identifikasi Bahaya Pada Proses Pengalengan Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Dalam Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Di PT. Maya Muncar, Banyuwangi-Jawa Timur telah terselesaikan. Karya ilmiah ini disusun berdasarkan hasil praktek kerja lapang yang telah dilaksanakan pada perusahaan pengalengan ikan lemuru yaitu di PT. Maya Muncar, Jl. Sampangan No. 22 Desa Sampangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Kegiatan Praktek Kerja Lapang akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Januari - 20 Februari 2015. Tidak lupa, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Mampu mengidentifikasi sumber potensi bahaya (Hazard) •

Mampu mengidentifikasi sumber potensi bahaya (Hazard) •

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Ketentuan & syarat K3 mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknik & teknologi Penerapan ketentuan & syarat K3 sejak tahap rekayasa Penyelanggaraan [r]

41 Baca lebih lajut

INDENTIFIKASI Dan PENANGANAN RISIKO K3 P (1)

INDENTIFIKASI Dan PENANGANAN RISIKO K3 P (1)

a. Hasil identifikasi bahaya pada kegiatan proyek pembangunan Centro City Residences meliputi 33 kegiatan dengan 118 potensi bahaya/risiko kecelakaan kerja, yang dikelompokan ke dalam 3 kategori/level risiko yaitu Risiko rendah/ Low risk (L) sebayak 9 jenis, Risiko sedang/ Medium risk (M) sejumlah 82 jenis dan risiko tinggi/ High risk (H) sebanyak 27 jenis. Hasil penelitian juga berhasil membuat 300 bentuk pengendalian untuk menanggulangi risiko-risko yang ada.

10 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam penelitian ini, pengelompokan potensi bahaya dilakukan menggunakan metode Self Organizing Map (SOM). SOM merupakan sebuah platform yang efektif untuk memvisualisasikan data berdimensi tinggi. Dalam penerapannya, SOM memerlukan penentuan laju pembelajaran, faktor penurunan dam jumlah iterasi yang diinginkan dalam proses pengelompokannya. Metode SOM tidak memerlukan fungsi objektif seperti K-Means dan Fuzzy C-Means sehingga untuk kondisi yang sudah optimal pada suatu iterasi, SOM tidak akan menghentikan iterasinya selama jumlah iterasi yang ditentukan belum tercapai. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ananda Riyandwyana, Erma Suryani dan Ahmad Mukhlason (2012) mengenai pengembangan sistem rekomendasi peminjaman buku berbasis web menggunakan metode SOM pada Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menghasilkan kesimpulan bahwa metode SOM lebih optimal dalam melakukan clustering daripada menggunakan metode K-Means setelah dilakukan validasi menggunakan Davies Bouldin Index (DBI). Sehingga pada penelitian ini, Penulis cenderung menggunakan metode SOM untuk mengelompokkan potensi bahaya dibandingkan dengan metode lainnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENERAPANHAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT  Penerapan Hazard Identification, Risk Assesment And Determining Control (HIRADC) Dalam Upaya Mengurangi Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Tbk PPB Majalengka.

PENERAPANHAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT Penerapan Hazard Identification, Risk Assesment And Determining Control (HIRADC) Dalam Upaya Mengurangi Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Tbk PPB Majalengka.

PT. Wijaya Karya Majalengka merupakan salah satu perusahaan industri beton pracetak, produk tiang listrik dan tiang pancang beton sentrifugal merupakan produk terbesar di Indonesia. Kegiatan produksi mempunyai risiko kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat dicegah dengan penerapan Hazard Identification, Risk Asesment, and Determining Control (HIRADC). HIRADC bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja yaitu dengan mengaitkan antara pekerja, tugas, peralatan kerja dan lingkungan kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan HIRADC dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja di PT Wijaya Karya Beton Majalengka.Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptifdengan jumlah sampel sebanyak 31 sampel yang didapat dengan menggunakan rumus Proportionate Stratified random sampling. Hasil penelitiandidapatkan risiko bahaya tingkat tinggi terdapat pada proses spinning, stressing, dan pengecoran, sedangkan potensi rendah terdapat pada proses pengelasan dan menggerinda. Potensi bahaya tersebut dapat berasal dari alat atau mesin kerja, lingkungan tempat kerja, bahkan perilaku tenaga kerja yang kurang aman.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGUKURAN IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) SERTA IDENTIFIKASI HAZARD DENGAN PENDEKATAN.

PENGUKURAN IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) SERTA IDENTIFIKASI HAZARD DENGAN PENDEKATAN.

PT. IGLAS (Persero) Gresik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur dalam memproduksi kemasan gelas, khususnya botol serta berbagai bahaya senantiasa dijumpai seperti seperti kaki menginjak pecahan botol, tangan terjepit antara stang screen merah body dan stang screen merah shoulder, dan lain sebagainya. Berbagai potensi bahaya senantiasa dijumpai pada tahun 2009 masih terjadi 11 kecelakaan kerja yang menyebabkan terbengkalainya tugas seseorang. Sering terjadinya kecelakaan kerja di PT. IGLAS (Persero) Gresik serta belum terukurnya secara lengkap potensi bahaya (hazards).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PRELIMINARY HAZARD ANALYSIS ON DRY PROCESS ACTIVITY AT TIN SEPARATION WITH MINERAL MATERIAL IN TINSHED PT. KOBA TIN

PRELIMINARY HAZARD ANALYSIS ON DRY PROCESS ACTIVITY AT TIN SEPARATION WITH MINERAL MATERIAL IN TINSHED PT. KOBA TIN

PT. Koba Tin merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih timah di Indonesia. Proses pemisahan bjih timah dengan mineral ikutan di unit tinshed bertujuan untuk memperoleh konsentrat timah sebanyak mungkin dengan kadar 72 % Sn. 3 Setiap proses produksi di tempat kerja memiliki potensi bahaya (hazard) untuk menimbulkan kecelakaan. Potensi bahaya jika dibiarkan tanpa ada pengendalian akan menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Pada aktivitas dry process digunakan peralatan untuk memisahkan bijih timah dengan mineral ikutan, yaitu rotary drier, high tension separator, air table, crossbelt magnetic separator dan induced roll magnetic separator. Peralatan ini memiliki potensi sebagai hazard bagi karyawan yang mengoperasikan alat-alat pada aktivitas dry process tersebut.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pengukuran Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dan Pengkategorian Hazard dengan Pendekatan Risk Assessment.

Pengukuran Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dan Pengkategorian Hazard dengan Pendekatan Risk Assessment.

Hal inilah yang akhirnya tercipta gagasan untuk dilakukan identifikasi potensi bahaya (hazard) yang timbul di PT. FILTRONA INDONESIA, dengan pendekatan Risk Assessment (penilaian/analisa resiko), melakukan pengkategorian dari hazard (potensi bahaya) yang timbul sehingga dapat diketahui hazard (potensi bahaya) yang mempunyai nilai resiko paling tinggi (high risk) sampai hazard yang paling rendah (low risk). Dengan demikian dapat dilakukan penanganan yang tepat sebagai usaha untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dikemudian hari.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...