Potensi Wilayah Pengembangan

Top PDF Potensi Wilayah Pengembangan:

Analisis Potensi Wilayah Pengembangan.

Analisis Potensi Wilayah Pengembangan.

ABSTRAK. Penelitian mengenai analisis potensi pengembangan ternak ruminansia di wilayah Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat telah dilaksanakan di Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat dari tanggal 3 September sampai 1 Oktober 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) menentukan komoditas ternak ruminansia yang dapat diunggulkan oleh Kabupaten Purwakarta; dan (2) wilayah yang dapat dijadikan sebagai basis pengembangan ternak ruminansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek dari penelitian ini adalah kecamatan di wilayah Kabupaten Purwakarta yang terdiri dari 17 kecamatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang dihimpun merupakan data berkala selama periode lima tahun yaitu dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2006 yang bersumber dari beberapa instansi terkait antara lain yaitu Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat, Sub Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Purwakarta, BAPEDA Kabupaten Purwakarta dan Sub Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Purwakarta. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah populasi ternak, lahan pertanian, rumah tangga pertanian, fasilitas pelayanan peternakan, Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemerintah Daerah, Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta. Model perhitungan yang digunakan adalah (1) Location Quotient (LQ), (2) Penentuan daya tampung wilayah yang terdiri dari perhitungan potensi produksi rumput, perhitungan potensi limbah pertanian, dan perhitungan daya tampung wilayah, (3) Indeks Spesialisasi untuk rumah tangga pertanian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) ternak ruminansia, khususnya ruminansia kecil, memiliki dukungan sumberdaya wilayah yang memadai untuk pengembangan dalam jangka panjang; dan (2) Kecamatan Bojong, Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa dan Kiarapedes merupakan wilayah kecamatan yang memiliki potensi sebagai basis pengembangan ternak unggulan tersebut.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH UNTUK PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN Identifikasi potensi wilayah untuk pengembangan kepariwisataan di kabupaten sukoharjo.

IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH UNTUK PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN Identifikasi potensi wilayah untuk pengembangan kepariwisataan di kabupaten sukoharjo.

Dari penilaian potensi berbagai faktor pendukung kepariwisataan tersebut, klasifikasi potensi wilayah pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Sukoharjo dapat dibedakan menjadi 3 yaitu wilayah pengembangan kepariwisataan berpotensi tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan penelitian ini ternyata dari 12 kecamatan yang berada di Kabupaten Sukoharjo, 3 kecamatan memiliki potensi kepariwisataan yang kurang baik yaitu Kecamatan Bendosari, Bulu dan Mojolaban..

13 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  ANALISIS POTENSI WILAYAH UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA.

BAB 1 PENDAHULUAN ANALISIS POTENSI WILAYAH UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA.

Sumber : Balai Taman Nasional Karimunjawa, 2004 Melihat jumlah pengunjung yang terus meningkat dari tahun ketahun, nampaknya pembangunan sektor pariwisata di Kepulauan Karimunjawa akan terus mangalami peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya kuantitas pengunjung. Peningkatan kuantitas ini akan mengakibatkan berbagai dampak sosial-ekonomi baik yang positif maupun negatif. Dampak positif yang dominan adalah meningkatnya kesempatan berusaha baik disektor jasa maupun perdagangan. Adapun dampak negatif yang dominan adalah, meningkatnya desakan aktifitas masyarakat terhadap lingkungan, sehingga dapat mengganggu proses ekologis dalam ekosistem. Maka dari itu, apabila tidak dikelola dengan memperhatikan hal tersebut, akan dapat menimbulkan dampak yang serius bagi kelestarian ekosistem yang ada di Kepulauan Karimunjawa. Berdasarkan fakta tersebut penulis melakukan penelitian dengan judul “ANALISIS POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN EKOWISATA DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA”.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH UNTUK PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN Identifikasi Potensi Wilayah Untuk Pengembangan Kepariwisataan di KAbupaten Sukoharjo.

IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH UNTUK PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN Identifikasi Potensi Wilayah Untuk Pengembangan Kepariwisataan di KAbupaten Sukoharjo.

Dari penilaian potensi berbagai faktor pendukung kepariwisataan tersebut, klasifikasi potensi wilayah pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Sukoharjo dapat dibedakan menjadi 3 yaitu wilayah pengembangan kepariwisataan berpotensi tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan penelitian ini ternyata dari 12 kecamatan yang berada di Kabupaten Sukoharjo, 3 kecamatan memiliki potensi kepariwisataan yang kurang baik yaitu Kecamatan Bendosari, Bulu dan Mojolaban..

12 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Wilayah Pesisir Untuk Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Rembang

Analisis Potensi Wilayah Pesisir Untuk Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Rembang

Metode ini digunakan untuk menganalisis data potensi fisik dan sosial maupun pengembangan pariwisata dengan mengetahui fenomena yang terjadi. Data diperoleh berdasarkan potensi wilayah dan pengembangan pariwisata daerah pesisir Kabupaten Rembang yang diberikan makna dan selanjutnya diinterpretasi yaitu dengan menjelaskan gejala-gejala yang ada dan terus mencari keterkaitan antara gejala yang telah ditemukan di lapangan. Analisa data dilakukan secara deskriptif hanya menjelaskan atau menggambarkan hasil penelitian apa adanya, kemudian hasil tersebut di persentase untuk menemukan berapa persen hubungan antar variabel.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

ANALISIS EKONOMI DAN POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN GEMOLONG, KABUPATEN SRAGEN

ANALISIS EKONOMI DAN POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN GEMOLONG, KABUPATEN SRAGEN

Analisis-analisis yang digunakan merupakan kompilasi dari ilmu ekonomi dan perencanaan wilayah, berdasarkan identifikasi dan analisis dapat diketahui bahwa Kecamatan Gemolong mempunyai potensi yang sangat besar terutama sekali letak geografis yang berada di persimpangan antara Sragen-Boyolali dan Grobogan-Solo dengan jarak yang relatif dekat, Gemolong dapat diklasifikasikan dalam ordo II dalam struktur tata ruang wilayah Kabupaten Sragen, sehingga Gemolong pantas memiliki pelayanan sedang yang artinya tentu harus ada pendelegasian kewenangan kabupaten yang dilimpahkan ke Kecamatan Gemolong dengan dilandasi payung hukum yang jelas, terutama sekali pengurusan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, Akta Kelahiran, Ijin Usaha perusahaan-perusahaan kecil/ home industri, ijin gangguan, ijin pendirian warung, ijin keramaian, Ijin Penggalian Galian C Secara Tradisional.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Identifikasi potensi wilayah untuk pengembangan kepariwisataan di kabupaten sukoharjo.

PENDAHULUAN Identifikasi potensi wilayah untuk pengembangan kepariwisataan di kabupaten sukoharjo.

Untuk dapat menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan pembangunan nasional perlu adannya peningkatan pengembangan obyek-obyek wisata yang ada sehingga akan dapat meningkatkan potensi pariwisata daerah. Dengan peningkatan sektor pariwisata diharapkan memberikan dampak yang baik bagi pendapatan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai industri yang cukup berperan penting dalam menetapkan kebijaksanakan tentang kesempatan kerja, alasannya adalah dengan meningkatnya kebutuhan jasa yang secara otomatis meningkatkan gerak pembangunan suatu daerah.

20 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Identifikasi Potensi Wilayah Untuk Pengembangan Kepariwisataan di KAbupaten Sukoharjo.

PENDAHULUAN Identifikasi Potensi Wilayah Untuk Pengembangan Kepariwisataan di KAbupaten Sukoharjo.

3. Pengembangan pariwisata nusantara dilaksanakan sejalan dengan upaya memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa, serta menanamkan jiwa, semangat dan nilai-nilai luhur bangsa dalam rangka lebih memperkokoh kesatuan dan persatuan nasional, terutama dalam bentuk penggalakkan pariwisata remaja dan pemuda dengan lebih meningkatkan kemudahan dalam memperoleh pelayanan pariwisata .Daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan wisata manca negara perlu ditingkatkan melalui upaya pemeliharaan benda dan khasanah yang bersejarah.

20 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Pendapatan Asli Daerah Bagi Pengembangan Wilayah Kabupaten Karo

Analisis Potensi Pendapatan Asli Daerah Bagi Pengembangan Wilayah Kabupaten Karo

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah bagi pengembangan Wilayah Kabupaten Karo, maka disarankan peningkatan Pajak Daerah dan Pajak Retribusi di daerah Kabupaten Karo menjadi penting karena pemasukan pajak dari sektor ini mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Peningkatan pajak daerah merupakan faktor penting dalam peningkatan PDRB dan pendapatan per kapita. Peranan BUMD perlu dikembangkan dalam upaya peningkatan PAD. Disamping itu perlu dicari pos-pos pemasukan sesuai dengan UU No. 25 Tahun 1999 yang dapat meningkatkan PAD.

3 Baca lebih lajut

ARAHAN PERWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

ARAHAN PERWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Jika dibandingkan dengan nilai LQ yang didapat dari hasil analisis sebelumnya, diketahui ada beberapa komoditas dengan nilai LQ<1 atau bukan unggulan tetapi mempunyai skala prioritas Sangat Prioritas (SP) dan Potensial (P). Sebagai contoh adalah padi ladang di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang yang memiliki nilai LQ masing-masing 0,88 dan 0,75 tetapi hasil penilaian DSP menunjukkan komoditas ini mempunyai skala SP. Berdasarkan hal tersebut komoditas ini mempunyai potensi untuk dikembangkan sehingga dapat menjadi komoditas unggulan. Faktor yang dapat menjadi pendorong hal ini dilihat dari beberapa alasan yang diberikan antara lain adalah kemudahan dan ketersediaan sarana produksi, potensi pasar, prasarana dan sarana transportasi mendukung serta sesuai kebijakan pemerintah daerah.
Baca lebih lanjut

201 Baca lebih lajut

ARAHAN PERWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) PUJI FITRI ANDI

ARAHAN PERWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) PUJI FITRI ANDI

Pabrik CPO yang ada dan beroperasi sampai tahun 2004 berjumlah 5 pabrik, di mana pabrik tersebut mengolah kelapa sawit yang berasal dari perkebunan- perkebunan yang masih dalam satu grup. Hasil produksi CPO dikirim menggunakan angkutan truk tanki ke Pelabuhan CPO yang ada di Bagendang untuk selanjutnya dikirim luar wilayah. Belum tersedianya insutri hilir pengolah minyak kelapa sawit seperti minyak goreng mengakibatkan produksi CPO harus dikirim ke Jawa dan Sumatera untuk industri pengolahan lebih lanjut. Pengapalan produksi perkebunan kelapa sawit berupa CPO dan inti sawit melalui Pelabuhan Bagendang selama tahun 2004 berjumlah 53.700 ton CPO dan 45.280 ton inti sawit. Dilihat dari harganya, harga tandan buah segar dan CPO cenderung berfluktuasi, dimana harga tandan buah segar kelapa sawit di tingkat petani rata-rata sekitar Rp. 600,00 per kg dan dalam bentuk CPO harganya rata-rata Rp. 3.850 per kg.
Baca lebih lanjut

201 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI SEKTOR PERTANIAN  TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

ANALISIS POTENSI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

Subsektor perikanan menjadi subsektor tertinggal di Kabupaten Humbang Hasundutan disebabkan rendahnya produktivitas perikanan setiap tahunnya. Ada beberapa penyebab rendahnya produktivitas tersebut, faktor yang pertama adalah waktu dan biaya yang cukup tinggi dalam usaha budidaya perikanan. Komponen biaya meliputi: persiapan kolam, pemilihan induk, pemijahan, penetasan, dan pendederan. Biaya lain yang dianggap cukup tinggi adalah untuk pakan dan pemeliharaan terhadap hama dan penyakit ikan.Faktor yang kedua adalah faktor lingkungan diantaranya jenis tanah, dan mutu air yang harus memenuhi persyaratan tumbuh kembang ikan air tawar. Hal inilah yang menyebabkan petani di Kabupaten Humbang Hasundutan belum menjadikan subsektor perikanan sebagai primadona disamping iklim dan topografi wilayah yang kurang mendukung untuk pengembangan subsektor perikanan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

ANALISIS POTENSI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi sumber daya alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

The development of food crops subsector in supporting regional development in Majalengka Regency

The development of food crops subsector in supporting regional development in Majalengka Regency

ekonomi maka kegiatan jasa dan bisnis yang berbasis pertanian juga akan meningkat, sehingga agribisnis menjadi paradigma baru dalam pembangunan ekonomi wilayah berbasis pertanian. Agribisnis merupakan cara baru melihat pertanian yang dulu hanya dilihat secara sektoral sekarang menjadi intersektoral. Agribisnis menunjukkan adanya keterkaitan antar subsistem agribisnis serta keterkaitan horizontal dengan sistem atau subsistem lain di luar pertanian seperti jasa perbankan, tranportasi, perdagangan, dll. Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah sebagian besar agribisnis berada dalam skala usaha kecil sehingga dibutuhkan upaya promosi melalui pengembangan organisasi ekonomi agar mampu menangkap peluang bisnis dan menjadi mitra sejajar dengan bisnis- bisnis besar lainnya, membenahi kualitas sumberdaya manusia dan teknologi. Selain itu, diperlukan pula upaya menghilangkan sekat-sekat yang ada dalam pengembangan agribisnis seperti sekat administrasi, organisasi dan program.
Baca lebih lanjut

218 Baca lebih lajut

The development of food crops subsector in supporting regional development in Majalengka Regency

The development of food crops subsector in supporting regional development in Majalengka Regency

Kajian terhadap peran beberapa komoditas subsektor tanaman bahan makanan di Kabupaten Majalengka melalui analisis tabel input-output menunjukkan bahwa keterkaitan antar sektor serta nilai multiplier effect yang dimiliki oleh beberapa komoditas subsektor tanaman bahan makanan masih rendah. Hasil analisis terhadap struktur output juga menunjukkan bahwa jumlah permintaan antara lebih kecil (26,99%) dibandingkan dengan jumlah permintaan akhir (73,01%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar produk dikonsumsi dan diekspor dalam bentuk segar. Arahan peningkatan peran subsektor tanaman bahan makanan dalam meningkatkan perekonomian wilayah adalah dengan meningkatkan keterkaitan subsektor tanaman bahan makanan dengan sektor- sektor lainnya baik yang memiliki keterkaitan ke depan maupun ke belakang sehingga mampu mengurangi terjadinya kebocoran wilayah. Adapun sektor-sektor yang memiliki potensi untuk didorong peningkatan keterkaitannya adalah sektor industri pengolahan, peternakan, perikanan, restoran, hotel, hiburan dan rekreasi karena sektor-sektor tersebut memiliki keterkaiatan ke depan maupun ke belakang dengan komoditas-komoditas subsektor tanaman bahan makanan.
Baca lebih lanjut

415 Baca lebih lajut

Analisis Pengembangan Wilayah Kecamatan sebagai Pusat Pertumbuhan dan Pusat Pelayanan di Kabupaten Banyuwangi

Analisis Pengembangan Wilayah Kecamatan sebagai Pusat Pertumbuhan dan Pusat Pelayanan di Kabupaten Banyuwangi

Pembentukan Satuan Sub-wilayah Pengembangan merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan wilayah guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor yang menjadi basis ekonomi wilayah Kabupaten Banyuwangi serta sinerginya dengan sub-wilayah pengembangan, interaksi Wilayah Pengembangan dengan daerah belakangnya serta interaksi antar masing-masing WP dan penyebaran sarana dan prasarana pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Location Quotient, gravitasi, dan skalogram. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat tiga sektor basis di Kabupaten Banyuwangi yaitu sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Interaksi paling kuat antar wilayah pengembangan dan daerah belakangnya adalah WP Banyuwangi dengan Kecamatan Giri, WP Rogojampi dengan Kecamatan Kabat, WP Bangorejo dengan Kecamatan Purwoharjo, WP Genteng dengan Kecamatan Sempu. Interaksi yang kuat antar WP adalah WP Banyuwangi dengan WP Rogojampi, WP Genteng dengan WP Bangorejo. Pada penyebaran sarana prasarana pembangunan masih terakumulasi di daerah perkotaan yaitu di Kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, Muncar dan Genteng.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MAKALAH TERMODINAMIKA TEKNIK PEMBANGKIT doc

MAKALAH TERMODINAMIKA TEKNIK PEMBANGKIT doc

Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan yang luas, sebenarnya memiliki banyak lokasi yang potensial untuk dibangun sistem pembangkit listrik tenaga ombak karena laut-laut di Indonesia memiliki arus yang kuat dan ombak yang cukup besar, terutama di tempat-tempat yang menghadap ke Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Laut Indonesia adalah satu-satunya jalur yang mempertemukan massa air Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia, dan tiap detiknya jalur ini dilewati oleh kurang lebih 15 juta meter kubik air laut. Indonesia juga merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Seorang warga negara Indonesia bernama Zamrisyaf telah menemukan sistem listrik tenaga gelombang laut dengan metode bandulan dan dan bahkan telah mematenkannya. Sayangnya, pemerintah Indonesia belum mengkaji potensi ini lebih dalam dan mengembangkannya secara maksimal. Percobaan pengembangan instalasi untuk memanfaatkan energi gelombang dengan sistem Oscillating Water Column pernah dilakukan di pantai Baron, Yogyakarta, namun hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

3 ARAHAN KEBIJAKAN DAN RENCANA STRATEGIS INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA

3 ARAHAN KEBIJAKAN DAN RENCANA STRATEGIS INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA

Selain ortogonalitas transportasi, fungsi dan peran kota – kota di Kabupaten Lamandau merupakan cermin dari kegiatan-kegiatan yang terdapat di kabupaten tersebut yang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki. Sedangkan peranannya harus dapat memberikan pelayanan terhadap penduduk daerah tersebut dan wilayah di sekitarnya, dan harus didukung oleh keberadaan fasilitas di kabupaten tersebut. Selain itu, penyusunan tata ruang berkaitan erat dengan aspek-aspek politik, sosial-budaya, ekonomi, pertahanan dan keamanan, dan lingkungan. Peran dari masing masing kota- kota di Kabupaten Lamandau dapat dilihat pada tabel berikut :
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

3 ARAHAN KEBIJAKAN DAN RENCANA STRATEGIS INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA

3 ARAHAN KEBIJAKAN DAN RENCANA STRATEGIS INFRASTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA

meningkatkan daya saing produksi, wadah perekonomian yang berorientasi publik dan juga sistem perekonomian wilayah yang mendukung potensi produksi pertanian. Usaha-usaha yang dapat dilakukan adalah bisa dengan pola tanam yang terpadu, baik dari pola pengairan, pola jenis tanaman yang diberdayakan maupun pola cocok tanam yang diberlakukan. Usaha-usaha pertanian yang dilakukan agar lebih berorientasi penguatan pada basis perekonomian pertanian yang kuat, sehingga usaha-usaha pertanian yang berorientasi pada agrobisnis dan agroindustri lebih diberi peluang, disamping sektor tanaman pangan pokok. Dengan begitu diharapkan pertanian tidak lagi menjadi beban masyarakat dan pemerintah, tetapi betul-betul sebagai penyangga ekonomi masyarakat dan penyanga pangan masyarakat. Usaha-usaha agrobisnis bisa dikembangkan dengan metode holtikura green house dan diversifikasi pada satu areal yang produktif.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

View of ANALISIS POTENSI EKONOMI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA SUMBERMUJUR KABUPATEN LUMAJANG

View of ANALISIS POTENSI EKONOMI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA WISATA SUMBERMUJUR KABUPATEN LUMAJANG

Pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal adalah kegiatan yang tidak mudah untuk dilakukan apabila tidak didukung oleh seluruh komponen masyarakat yang ada di dalam desa tersebut. Sebagai contoh adalah potensi kearifan lokal yang ada seperti kegiatan slametan desa yang diawali menggunakan upacara tertentu, hal ini tidak akan menjadi suatu potensi kearifan lokal jika hanya dilakukan secara insidental. Potensi yang seharusnya muncul di permukaan sebagai kegiatan budaya tidak terlihat karena tidak dilakukan secara komunal dan hanya bersifat pribadi, akan tetapi jika upacara tersebut dilakukan secara komunal dan dikemas, diagendakan oleh seluruh pemilik lahan salak maka akan menjadi sebuah atraksi wisata menarik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects