Praktik Keagamaan

Top PDF Praktik Keagamaan:

PENGARUH PEMBIASAAN PRAKTIK KEAGAMAAN DI SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN IBADAH PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI TRETEP KEC. TRETEP KAB. TEMANGGUNG TAHUN 2 0 1 0 - Test Repository

PENGARUH PEMBIASAAN PRAKTIK KEAGAMAAN DI SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN IBADAH PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI TRETEP KEC. TRETEP KAB. TEMANGGUNG TAHUN 2 0 1 0 - Test Repository

Skripsi saudara Rusman dengan nomer induk Mahasiswa 11408291 yang betjudul “PENGARUH PEMBIASAAN PRAKTIK KEAGAMAAN DI SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN IBADAH PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI TRETEP, KECAMATAN TRETEP, KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2009/2010 ”, telah dimunaqosahkan dalam Sidang Panitia Ujian Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga pada tanggal 25September 2010 dan telah diterima sebagai bagian dari syarat-syarat untuk memperoleh gelar Satjana Pendidikan Islam (S.Pd.i)

82 Baca lebih lajut

Perilaku Simbolis Santri dalam Praktik Keagamaan di Pesantren Daarut Tauhid Bandung

Perilaku Simbolis Santri dalam Praktik Keagamaan di Pesantren Daarut Tauhid Bandung

dengan mengacu pada konsep manajemen qalbu seperti pada aspek ketulusan dan keikhlasan ketika bersikap dan bertindak. Pertukaran simbol dalam perilaku beragama santri tersebut menjadi salah satu ciri khas kehidupan Pesantren Daarut Tauhid Bandung. 2. Pemaknaan dan perilaku keagamaan santri masih dalam tahap “proses”. Artinya, santri mengakui pemahaman beragamanya masih dalam taraf kognitif (pengetahuan) semata, belum sampai pada taraf pemahaman makna simbol. Dengan mengacu pada tiga jenis santri, yakni santri karya, santri mukim, dan santri beasiswa terlihat perbedaan-perbedaan perilaku santri dalam mempraktikkan simbol- simbol yang ada. Pada santri karya, termasuk santri SSG, perubahan sikap dan perilaku mereka terkontrol dan berlangsung lebih cepat dan detail karena intensitas interaksi mereka lebih tinggi. Selain itu, mereka rata-rata sudah cukup lama bergabung di pesantren, sehingga setiap perubahan pola perilaku keagamaan yang memang berlangsung trial and error, turut mereka alami pula. Proses pemaknaan mereka terhadap simbol lebih mendalam, mengingat hampir seluruh waktu mereka ada di sana. Sedangkan pada santri beasiswa yang notabene merupakan santri yang sengaja diprogramkan untuk meningkatkan kualitas SDM pesantren. Para santri ini dituntut memiliki kemampuan lebih dibanding santri lainnya. Dalam hal perubahan sikap dan perilaku, umumnya tidak tampak hal yang luar biasa. Santri beasiswa ini lebih terlihat santai dalam praktik keagamaan ritualnya (kesalehan individual) karena yang dituntut adalah aplikasi dari kesolehan sosialnya. Mereka selalu ditekankan bahwa “bekerja adalah ibadah”, yakni dengan jalan memajukan Pesantren Daarut Tauhid. Sementara pada santri mukim, perubahan sikap dan perilaku keagamaan mereka secara simbolik terlihat jelas, seperti perubahan pakaian Muslimah, sikap, dan perilaku yang lebih santun, perhatian pada orang lain lebih dirasakan. Santri mukim ini menjadi bagian Daarut Tauhid
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kompromi Islam dan Adat pada Praktik Keagamaan Muslim Bugis di Sulawesi Selatan

Kompromi Islam dan Adat pada Praktik Keagamaan Muslim Bugis di Sulawesi Selatan

Tulisan ini menegaskan beberapa kecen- derungan. Pertama, orang Bugis sangat fanatik terhadap Islam. Tidak jarang ditemukan di kalangan masyarakat keengganan seseorang disebut non-Islam (non-Muslim) meskipun tidak melakukan kewajiban sebagai penganut Islam yang kaffah. Praktik keagamaan pun lebih banyak bersifat seremonial dan cende- rung meninggalkan esensi ibadah pokok itu sendiri. Pada perayaan-perayaan hari-hari besar Islam tertentu, justru pelaksanaan atau proses pelaksanaan menjadi titik tekan, semen- tara makna perayaan justru kabur. Nuansa seremonial yang kental dan pengaruh adat sangat kuat sehingga cenderung menghilang- kan substansi Islam. Ketersediaan instrumen atau perlengkapan acara lebih dikedepankan, sementara aspek ajaran ditinggalkan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONVERGENSI ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS PADA MAJLIS TAKLIM PEREMPUAN DI JAKARTA Umdatul Hasanah Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Abstrak - View of KONVERGENSI ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS PADA MAJLIS TAKLIM PEREMPUAN DI

KONVERGENSI ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS PADA MAJLIS TAKLIM PEREMPUAN DI JAKARTA Umdatul Hasanah Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Abstrak - View of KONVERGENSI ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS PADA MAJLIS TAKLIM PEREMPUAN DI

Demikian pula, terlihat dalam sikap keberagamaan kelompok majlis taklim, walaupun terikat kuat dengan tradisi dalam praktik keagamaan, namun bukan berarti menutup diri dari kemajuan, baik dalam hal pendidikan, sosial, ekonomi, profesi maupun budaya dan gaya hidup. Mereka juga akrab dengan pola ekonomi dan perbankan konvensional. Demikian juga, akrab dengan media dan fasilitas publik lainnya yang lekat sebagai simbol modernitas. Walaupun kekentalan tradisi masih tampak kuat di majlis taklim, bukan berarti menjadikan komunitas ini tertutup dari gaya hidup kekinian dan isu-isu modernitas. Gaya hidup masyarakat perkotaan yang identik dengan mobilitas, dinamis dan kosmopolit, 16 turut mewarnai dinamika Majlis
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH KEGIATAN KEAGAMAAN TERHADAP AKHLAKUL KARIMAH SISWA DI MTsN ARYOJEDING REJOTANGAN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2016/2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH KEGIATAN KEAGAMAAN TERHADAP AKHLAKUL KARIMAH SISWA DI MTsN ARYOJEDING REJOTANGAN TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2016/2017 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4. Tulungagung dengan kategori cukup. Adanya pengaruh antara kegiatan keagamaan terhadap akhlakul karimah siswa tersebut senada dengan teori dari Muhaimin dkk, yang mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan keagamaan dan praktik-praktik keagamaan yang diikuti secara rutin ( istiqomah ) dapat menciptakan pembiasaan ber-akhlakul karimah dan benar menurut ajaran agama.

6 Baca lebih lajut

PERSPEKTIF KIM KNOTT TENTANG INSIDER

PERSPEKTIF KIM KNOTT TENTANG INSIDER

Usaha mempelajari agama terutama Islam dalam keyataannya bukan hanya dilaksanakan oleh kalangan umat Islam, melainkan juga dilaksanakan oleh orang- orang di luar kalangan umat Islam. Studi keislaman dikalangan umat Islam sendiri tentunya sangat berbeda tujuan dan motivasinya dengan yang dilakukan oleh orang- orang diluar kalangan umat Islam. Di kalangan umat Islam, studi keislaman bertujuan untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran Islam agar mereka dapat melaksanakannya dan mengamalkannya dengan benar. Sementara di luar kalangan umat Islam, studi keislaman bertujuan untuk mempelajari seluk beluk agama dan praktik-praktik keagamaan yang berlaku di kalangan umat Islam yang semata-mata sebagai ilmu pengetahuan (islamologi). Namun sebagai mana halnya dengan ilmu-ilmu pengetahuan pada umumnya, maka ilmu pengetahuan tentang seluk beluk agama dan praktik-praktik keagamaan Islam tersebut bisa dimanfaatkan atau digunakan untuk tujuan–tujuan tertentu baik bersifat positif maupun negatif. 2
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES PADA SISWA KELAS V DI SD JUARA GONDOKUSUMAN YOGYAKARTA.

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES PADA SISWA KELAS V DI SD JUARA GONDOKUSUMAN YOGYAKARTA.

Mengaitkan tentang keagamaan dengan materi pembelajaran/ bercerita tentang keagamaan untuk mengaitkan dengan pembelajaran √ Pada saat menjelasan tentang ekonomi kerakyatan, guru membe[r]

284 Baca lebih lajut

BEBERAPA PENDEKATAN DALAM STUDI ISLAM (2)

BEBERAPA PENDEKATAN DALAM STUDI ISLAM (2)

Islam datang ke indonesia sudah lebih dari lima abad yang lalu. Meskipun demikian, pemahaman dan penghayatan tentang nilai-nilai keagamaan masih di pengaruhi oleh budaya lokal yang kehadiranya lebih dulu sebelum islam, hal tersebut di karenakan faktor historis yang terdapat di indonesia. Sehingga nilai-nilai kebudayaan masih mempengaruhi nilai-nilai ke islaman. 5 Islam mampu diterima masyarakat indonesia dan berkembang pesat di karenakan cara pendekatan terhadap lapisan masyarakatnya, baik lapisan atas maupun lapisan bawah dengan menggunakan jalur perdagangan, pernikahan dan dakwah. Dalam berdakwah, cara yang paling mudah di terima oleh masyarakat adalah melalui simbologi-simbologi lokal yang di alih fungsikan oleh para pendakwah pada masa tersebut, contohnya dengan budaya tahlilan. Budaya yang asal mulanya merupakan penyembahan kepada arwah para leluhur pada masa Hindu-Budha dialih fungsikan dengan menyusupkan doa-doa islami. Walaupun secara simbiolohi tidak berubah substansi di dalamnya, namun berubah menjadi sesuatu yang benar menurut agama islam. Islam di indonesia tumbuh begitu pesat, tanpa disadari hampir seluruh warga negara indonesia sekarang mayoritas beragama islam.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Kebudayaan dan Jiwa Keagamaan pad

Kebudayaan dan Jiwa Keagamaan pad

Sikap keagamaan ini akan ikut mempengaruhi cara berpikir, cita rasa, ataupun penilaian seseorang terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan agama, tradisi keagamaan dalam pandangan Robert C. Monk memiliki dua fungsi utama yang mempunyai peran ganda. Yaitu bagi masyarakat maupun individu. Fungsi yang pertama adalah sebagai kekuatan yang mampu membuat kestabilan dan keterpaduan masyarakat maupun individu. Sedangkan fungsi yang kedua yaitu tradisi keagamaan berfungsi sebagai agen perubahan dalam masyarakat atau diri individu, bahkan dalam situasi terjadinya konfilik sekalipun. 5[4]
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

AGAMA DAN ORGANISASI KEAGAMAAN

AGAMA DAN ORGANISASI KEAGAMAAN

7. Tipologi organisasi keagamaan: secara umum tipologi organisasi keagamaan ada yang sifatnya melekat dan terlepas dari struktur agama yang bersangkutan. Dalam agama Kristen misalnya, terdapat struktur hierarkial dari gereja di Vatikan yang bersifat internasional sampai ke tingkat lolal; sementara dalam Islam tidak ada organisasi yang semacam itu.

3 Baca lebih lajut

kelas 12 Keagamaan\-SILABUS ILMU KALAM  KELAS XII, KEAGAMAAN

kelas 12 Keagamaan\-SILABUS ILMU KALAM KELAS XII, KEAGAMAAN

1 2 3 4 5 6 Ahmad Khan, Dan Muhammad Iqbal Dalam Dunia Islam  Peserta Didik diminta untuk menghubungkan karakteristik antara pengaruh pemikiran kalam Muhammad Abduh, Sayyid Ahmad Khan[r]

45 Baca lebih lajut

Standar Keagamaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam 2019 - Berkas Edukasi

Standar Keagamaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam 2019 - Berkas Edukasi

Menimbang : a. bahwa pendidikan tinggi keagamaan Islam sebagai pendidikan tinggi yang diselenggarakan untuk mengkaji dan mengembangkan rumpun ilmu agama Islam serta berbagai rumpun ilmu pengetahuan secara terintegrasi memiliki distingsi pada nilai, aspek, prinsip, dan komponen keagamaan Islam dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;

23 Baca lebih lajut

DOKUMEN KEGIATAN KEAGAMAAN

DOKUMEN KEGIATAN KEAGAMAAN

DOKUMEN KEGIATAN KEAGAMAAN.[r]

2 Baca lebih lajut

Kebudayaan dan Jiwa Keagamaan B.docx

Kebudayaan dan Jiwa Keagamaan B.docx

Sikap dan keberagamaan seseorang atau sekelompok orang bisa berubah dan berkembang sejalan dengan perkembangan budaya dimana agama itu hidup dan berkembang. Demikian pula budaya mengalami perkembangan dan tranformasi. Transformasi budaya merupakan perubahan yang menyangkut nilai- nilai dan struktural sosial. Proses perubahan sturuktur sosial akan menyangkut masalah-masalah disiplin sosial, solidaritas sosial, keadilan sosial, system sosial, mobilitas sosial dan tindakan-tindakan keagamaan. Tranformasi budaya yang tidak berakar pada nilai budya bangsa yang beragam akan mengendorkan disiplin sosial dan solidaritas sosial, dan pada gilirannya unsur keadilan sosial akan sukar diwujudkan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

METODE KONSELING ISLAM DALAM MENGATASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DANNUANG KECAMATAN UJUNGLOE KABUPATEN BULUKUMBA

METODE KONSELING ISLAM DALAM MENGATASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DANNUANG KECAMATAN UJUNGLOE KABUPATEN BULUKUMBA

Perempuan salah satu misi Rasulullah saw dalam menegakkan Islam adalah mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin yang ramah kepada siapapun, melindungi, menyelamatkan, dan memberikan penghargaan pada semua manuasia tanpa kecuali, dari beragam suku, warna kulit, perbedaan sosial ekonomi hingga perbedaan laki-laki maupun perempuan agar mendapatkan dan melindungi hak-hak pribadi sebagai manusia, 36 karena itu Islam melakukan perubahan tatanan hukum dan perundang-undangan yang diikuti pula dengan perubahan budaya yang tercermin dalam sikap dam praktik kehidupan Rasulullah dengan melalui metode uswah hasanah. Dalam QS. Al-Hujurat / 49: 13.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

METODE KONSELING ISLAM DALAM MENGATASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DANNUANG KECAMATAN UJUNGLOE KABUPATEN BULUKUMBA

METODE KONSELING ISLAM DALAM MENGATASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DANNUANG KECAMATAN UJUNGLOE KABUPATEN BULUKUMBA

Perempuan salah satu misi Rasulullah saw dalam menegakkan Islam adalah mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan, Islam merupakan agama rahmatan lil alamin yang ramah kepada siapapun, melindungi, menyelamatkan, dan memberikan penghargaan pada semua manuasia tanpa kecuali, dari beragam suku, warna kulit, perbedaan sosial ekonomi hingga perbedaan laki-laki maupun perempuan agar mendapatkan dan melindungi hak-hak pribadi sebagai manusia, 36 karena itu Islam melakukan perubahan tatanan hukum dan perundang-undangan yang diikuti pula dengan perubahan budaya yang tercermin dalam sikap dam praktik kehidupan Rasulullah dengan melalui metode uswah hasanah. Dalam QS. Al-Hujurat / 49: 13.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Gending Ritual Keagamaan

Gending Ritual Keagamaan

Secara garis besar seni ritual memiliki ciri-ciri khas, yaitu : 1) diperlukan tempat pertunjukan yang terpilih yang kadang-kadang dianggap sakral, 2) diperlukan pemilihan hari serta saat yang terpilih yang biasanya juga dianggap sakral, 3) diperlukan pemain yang terpilih, biasanya mereka yang dianggap suci atau yang telah membersihkan diri secara spiritual, 4) diperlukan seperangkat sesaji yang kadang-kadang sangat banyak jenis dan macamnya, 5) tujuan lebih dipentingkan dari pada penampilan secara estetis, dan 6) diperlukan busana yang khas (Soedarsono, 1999 : 60). Mengikuti pendapat tersebut, gamelan merupakan bagian integral dari ritual keagamaan memiliki ciri-ciri sebagai seni ritual, kendatipun diantara satu daerah dengan daerah yang lainnya terdapat variasi sesuai dengan konsep desa, kala, patra (tempat, waktu, dan keadaan) masyarakat setempat . Ditinjau dari bentuk dan strukturnya, gending-gending upacara yang disajikan dengan mempergunakan media gamelan dapat dibedakan menjadi ; 1) Gending Lelambatan Klasik Pagongan, 2) Gending-gending Patopengan, 3) Gending Baris Gede, Rejang dan Papendetan, serta 4) Gending-gending khusus rangkaian upacara Dewa Yadnya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Hari Besar Keagamaan

Hari Besar Keagamaan

Tarik ulur kepentingan terhadap dunia luar itu tidak terlepas dari pengaruh nilai-nilai religious yang mendominasi perilaku bangsa ketimuran. Realitas ini berbeda dengan masyarakat Barat yang memisahkan di antara kepentingan dunia dan akhirat. Begitu pula di dalam “selera” pilihan fashion masyarakat Timur, pengaruh nilai religious lebih besar dibandingkan dengan factor-faktor lainnya. Kekuatan keimanan yang masih terjaga dengan baik di dunia timur menjadikan aktivitas hidup manusia lebih bersandarkan pada nilai-nilai agama. Trend fashion yang hidup berkembang merupakan cermin kekuatan nilai religious. Aktivitas religious membutuhkan kelengkapan ataupun aktribut busana. Terlebih aktivitas religious yang memiliki sifat monumental, seperti halnya keberadaan hari-hari besar keagamaan. Melalui aktivitas peringatan hari besar keagamaan itu geliat usaha dan trend fashion yang berkembang di Indonesia bergerak dengan baik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMIKIRAN KEAGAMAAN MUHAMMADIYAH

PEMIKIRAN KEAGAMAAN MUHAMMADIYAH

Buku yang hadir di hadapan pembaca ini merupakan nukilan dari disertasi Achmadi yang dipertahankan di depan dewan penguji Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dikatakan nukilan, karena tidak semua bab yang ada dalam disertasi dimasukkan dalam buku ini. Dalam rangka kepentingan menyambut Muk- tamar Satu Abad Muhammadiyah ke-46 di Yogyakarta yang berlangsung pada tanggal 3-8 Juli 2010, dalam bab IV dimasukkan tulisan khusus yang berjudul “Muktamar ke-46 Kebangkitan Kedua Muhammadiyah”. Selain itu, dalam buku ini tentang pendidikan yang semula menajadi fokus penelitian Achmadi justru tidak dimasukkan, sebaliknya buku ini lebih menonjolkan aspek pemikiran keagamaan Muhammadiyah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...