PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Top PDF PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN:

Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Dalam Rangka Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat Di Indonesia (Analisis Yuridis Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden)

Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Dalam Rangka Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat Di Indonesia (Analisis Yuridis Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden)

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mekanisme pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara Langsung yang diatur didalam UU Nomor 42 Tahun 2008 masih bertentangan dengan Pembukaan UUD 1945, karena dalam Pembukaan UUD 1945 dalam hal pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan dengan Permusyawaratan-Perwakilan. Serta untuk masalah Calon Presiden dan Wakil Presiden harus dari Partai Politik jika dikaitkan dengan pasal 27 ayat (1) dan pasal 28D ayat (3) UUD 1945, karena calon presiden dan wakil Presiden hanya dari parpol, merupakan bentuk ketidakadilan bagi masyarakat tidak berpartai. Oleh karena itu karena penulis merasa ada ketidaksesuaian antara Pembukaan UUD 1945 dan Batang Tubuh UUD 1945, maka sebaiknya MPR bersidang untuk menetapkan UUD yang sesuai dengan sifat, watak, dan cita-cita Bangsa Indonesia. Setelah itu Presiden bersama DPR membentuk kembali Undang-Undang dan Peraturan dibawahnya berdasarkan UUD yang sesuai dengan sifat, watak, dan cita-cita Bangsa Indonesia
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Partai politik merupakan saluran utama untuk memperjuangkan kehendak rakyat, bangsa, dan negara sekaligus sebagai sarana kaderisasi dan rekruitmen kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah Pasangan Calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang penentuannya dilaksanakan secara demokratis dan terbuka sesuai dengan mekanisme internal partai politik atau kesepakatan antar partai politik yang bergabung.

66 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut diatas, diperlukan pemusatan segala perhatian dan pikiran. Berhubung dengan itu maka dalam menentukan kedudukan keuangan Presiden dan Wakil Presiden sudah selayaknya diselaraskan dengan kedudukan dan martabat serta beratnya tugas dan tanggung-jawab yang dipikul, sehingga Presiden dan Wakil Presiden dimungkinkan untuk dapat melaksanakan tugas serta kewajibannya tersebut sebaik-baiknya, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan Negara.

0 Baca lebih lajut

KUALIFIKASI PELANGGARAN PIDANA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

KUALIFIKASI PELANGGARAN PIDANA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Dengan sengaja tidak menindaklanjuti temuan dan/atau laporan pelanggaran Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang dilakukan oleh anggota KPU, KPU provinsi, KPU kabupaten/kota, PPK, PPS/PPLN, dan/atau KPPS/KPPSLN dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

10 Baca lebih lajut

HASIL PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

HASIL PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Suksesnya penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden bagi KPU merupakan kemenangan bangsa Indonesia dalam melalui tahap transisi menuju demokrasi. Atas dasar itu, bagi KPU Kabupaten Banyumas catatan- catatan penting atas hasil pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 khususnya di Kabupaten Banyumas penting sekali untuk disusun dalam suatu buku. Melalui buku tersebut dimaksudkan tidak hanya sebagai bahan pertanggung jawaban bagi KPU Kabupaten Banyumas sebagai penyelenggara, tetapi juga, yang paling penting, adalah sebagai “rekaman sejarah” bagi generasi mendatang agar dapat dijadikan bahan untuk perbaikan berdemokrasi di waktu yang akan datang. Selain itu, catatan-catatan tersebut sekaligus sebagai referensi akademik bagi siapapun yang hendak mempelajari Pemilu di Kabupaten Banyumas pada khususnya dan dinamika masyarakat Kabupaten Banyumas pada umumnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SERTA BEKAS PRESIDEN DAN BEKAS WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SERTA BEKAS PRESIDEN DAN BEKAS WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Presiden adalah Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Mandataris Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, sedang Wakil Presiden membantu Presiden dalam melaksanakan tugasnya. Sesuai dengan kedudukan dan tugasnya, maka di atas pundak Presiden dan Wakil Presiden dibebankan tugas yang sangat berat, yaitu memimpin Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut di atas, diperlukan pemusatan segala perhatian dan pikiran. Berhubung dengan itu maka kedudukan keuangan Presiden dan Wakil Presiden sudah selayaknya diselaraskan dengan kedudukan dan martabat serta beratnya tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepadanya, sehingga kepada Presiden dan Wakil Presiden dimungkinkan untuk dapat melaksanakan tugas serta kewajibannya sebaik- baiknya, pelaksanaan hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan Negara.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN, WAKIL PRESIDEN DAN PEJABAT YANG MENJALANKAN PEKERJAAN JABATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA uu0111959

KEDUDUKAN KEUANGAN PRESIDEN, WAKIL PRESIDEN DAN PEJABAT YANG MENJALANKAN PEKERJAAN JABATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA uu0111959

Bagi Presiden, Wakil Presiden dan Pejabat Presiden disediakan hampir semua keperluan hidup antara lain : rumah, kendaraan, pelayanan, pekaian representasi dan makan yang semua itu dibayar langsung dari anggaran belanja istana. Gaji yang diterimanya melulu dipergunakan pembelian pakaian biasa, pembayaran uang sekolah anak-anak dan sebagainya.

0 Baca lebih lajut

PERTANGGUNGJAWABAN WAKIL PRESIDEN MENURU

PERTANGGUNGJAWABAN WAKIL PRESIDEN MENURU

Dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia, Presiden memegang kekuasaan pemerintahan tertinggi yang dalam melaksanakan kewajibannya dibantu oleh seorang Wakil Presiden. Pasal 4 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 menyebutkan “Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Pre- siden”. Secara konstitusional pasal ini memperlihatkan kedudukan dan tugas Wakil Presiden sebagai pembantu Presiden. Mengetengahkan sistem pemerin-tahan menurut UUD dimaksudkan untuk mengetahui kedudukan jabatan Wakil Presiden dalam hubungannya dengan Presiden ditinjau dari pertanggung-jawabannya. Berdasarkan pendekatan yuridis-normatif dalam penelitian ini dipe-roleh kesimpulan bahwa dengan adanya beberapa perubahan dalam UUD 1945 nampak semakin memperjelas bahwa pertanggungjawaban Wakil Presiden adalah kepada Presiden. Hal ini berdasarkan pada penafsiran kedudukan Wakil Presiden di dalam sistem pemerintahan Indonesia yang tidak sederajat. Kedudukan yang tidak sederajat ini menunjukkan lembaga kepresidenan sebagai penyelenggara pemerintahan bersifat tunggal (single executive). Akan tetapi, untuk menghindari kesan Wakil Presiden sebagai "ban serep", maka Wakil Presiden harus diberi tugas yang jelas secara konstitusional dengan cara pelimpahan atau pembagian tugas dan bukan melalui pelimpahan atau pembagian kekuasaan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN  Kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Dalam Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

KEWENANGAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DALAM PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN Kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Dalam Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

selama 5 (lima) tahun terakhir yang dibuktikan dengan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak P enghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi; (l) belum pernah menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama; (m) setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945; (n) tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) ta hun atau lebih; (o) berusia sekurang-kurangnya 35 (tiga puluh lima) tahun; (p) berpendidikan paling rendah tamat Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat; (q) bukan bekas anggota organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia, termasuk organisasi massanya, atau bukan orang yang terlibat langsung dalam G.30.S/ PKI; dan (r) memiliki visi, misi, dan program dalam melaksanakan pemerintahan negara Republik Indonesia.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Impeachment Wakil Presiden.

Impeachment Wakil Presiden.

Hal senada dikemukakan oleh Sri Soemantri (2004 : 295), mengenai ketentuan Pasal 7 B UUD 1945 ini, jelas bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi yang berkenaan dengan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden masih harus diperdebatkan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan perkataan lain kalau keputusan itu tidak disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR yang hadir, Presiden dan/ atau Wakil Presiden tidak akan berhenti. Bahkan dapat terjadi, rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat yang akan membahas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dari Dewan Perwakilan Rakyat tidak mencapai kuorum (3/4 dari jumlah anggota MPR). Hal ini dapat dilakukan dengan sengaja oleh fraksi atau fraksi-fraksi tertentu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perbandingan sistem pemerintahan di Indones

Perbandingan sistem pemerintahan di Indones

Akan tetapi apa bila presiden mangkat, atau berhenti karena tidak dapat melakukan kewajibannya dalam massa jabatannya, maka harus dilakukan seperti ketentuan berikut ini. 1) Digantikan oleh wakil presiden sampai habis massa jabatannya, 2) Jika terjadi kekosongan wakil presiden, MPR memilih wakil presiden dari dua calon untuk diangkat menjadi presiden, 3) Apa bila presiden dan wakil presiden secara bersamaan mangkat, berhenti, atau diberhentikan, maka tugas kepresidenan dijabat oleh menteri luar negeri, menteri dalam negeri dan menteri pertahanan secara bersama-sama paling lama satu bulan, 4) Setelah itu MPR memilih presiden dan wakil presiden dari dua calon pasangan yang diajukan partai politik, 5) Dua pasangan calon tersebut berasal dari calon yang meraih suara terbanyak pertama dan kedua pada pemilihan sebelumnya Dengan mencermati sejumlah pasal-pasal dalam UUD 1945 ini, maka dapat dikemukakan bahwa kekuasaan presiden harus dibatasi oleh sebagai peraturan atau mekanisme tertentu. Dengan demikian, maka pernyataan ini lah yang dimaksud dengan Negara Indonesia yang bercita-cita untuk membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa sebagai Negara demokratis.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ProdukHukum DalamNegri

ProdukHukum DalamNegri

(2)Dalam hal Pemilu pada putaran pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum terpilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden, maka pengamanan dan pengawalan hanya dilaksanakan terhadap calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang mengikuti Pemilu Presiden dan Wakil Presiden putaran kedua sampai dengan terpilihnya pasangan Presiden dan Wakil Presiden.

Baca lebih lajut

Personal brandingdalam iklan cetak Calon presiden calon wakil presiden

Personal brandingdalam iklan cetak Calon presiden calon wakil presiden

Advertisement print Candidate of Presiden-Calon Vice President used as [by] campaign media. In advertisement print this [all] candidate more is signalizing [of] personal of their branding. This matter [is] [done/conducted] society to see candidate as proper and good personal to be selected. But in the end elector society determining which candidate [is] which proper to be selected to to lead Indonesia five year to the fore.

Baca lebih lajut

Konstruksi media terhadap karakteristik kepemimpinan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilu presiden 2009

Konstruksi media terhadap karakteristik kepemimpinan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilu presiden 2009

Unsur where dan when dalam berita ini adalah dimulai dari lulus Akabri tahun 1973 SBY mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Infanteri ke Bandung. Pada 1975 mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Amerika. Lima hari setelah menikah, SBY ke Timor Timur, turut dalam Operasi Seroja selama 13 bulan. Pada 1977, ia mendapat promosi sebagai komandan kompi. Total 11 tahun Yudhoyono melewati periode jenjang karier sebagai perwira pertama. Sesudah itu, dia menjadi Komandan Yonif 744, batalion pemukul Kodam Udayana di Timor Timur. Pada 1990-1991, dia menempuh pendidikan setingkat Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Command and General Staff College, di Amerika Serikat. Setahun bertugas di Ibu Kota, dia terpilih sebagai Komandan Resor Militer 072/Pamungkas yang membawahkan sepuluh kodim di Daerah Istimewa Yogyakarta dan eks Karesidenan Kedu dalam teritori Kodam IV/Diponegoro. Saat di Yogyakarta ia tinggal di Jalan Yos Sudarso, Yogyakarta, pada 1995. Dari Yogyakarta, Yudhoyono bertugas sebagai Kepala Pengamat Militer Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pulang dari sana, dia menjadi Kepala Staf Kodam Jaya, pada 1996. Karier militernya berhenti pada 1999 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mengangkatnya sebagai Menteri Pertambangan dan Energi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Proses amandemen UUD 1945

Proses amandemen UUD 1945

Apabila MK memutuskan bahwa Presiden atau Wakilnya terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, dan tindak pidana berta lainnya, atau perbuatan tercela, atau terbukti lagi Presiden dan Wakilnya tidak memenuhi syarat sebagai Presiden dan Wakil Presiden, DPR menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan Wakilnya kepada MPR.

Baca lebih lajut

sejarah presiden dan wakil indonesia

sejarah presiden dan wakil indonesia

Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama. Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro bersama pesawat militernya hilang dalam tugas. Derita tiada tara, sementara anaknya masih kecil dan bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani. Kehidupan masa kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanak- kanak, Megawati sudah lincah dan suka main bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN ATAU WAKIL PR

PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN ATAU WAKIL PR

yang dapat merndahkan martabat Presiden? Terkait dengan istilah perbuatan tercela tersebut, menarik disimak pengertian tidak pernah melakukan perbuatan tercela sebagai salah satu persyaratan calon Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana tercantum dalam penjelasan pasal 5 huruf I Undang-Undang No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilhian Umum Presiden dan Wakil Presiden. Dalam penjelasan pasal 5 huruf I tersebut yang dimaksud dengan tidak pernah melakukan perbuatan tercela adalah tidak pernah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, norma kesusilaan dan norma adat antara lain seperti judi, mabuk, pecandu narkoba, dan zina. Dengan demikian, apabila diperhatikan bunyi rumusan penjelasan diatas, maka parameter atau kualifikasi melakukan perbuatan tercela menjadi sangat luas, karena meliputi norma agama, norma kesusilaan, dan norma adat, sehingga sulit dicarikan tolak-ukurnya, mengingat beranekaragamnya norma agama, norma kesusilaan, dan norma adat yang ada di Indonesia. Menurut Penulis, belajar dari pengalaman sejarah pemberhentian Presiden dengan alasan sungguh melanggar haluan negara bersifat sangat umum dan multitafsir, hal itulah yang dicoba untuk agar tidak terulang pada perumusan perubahan UUD 1945. Namun demikian, ternyata terdapat satu alasan dalam perubahan ketiga UUD 1945 sebagai alasan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden yang memiliki pengertian yang sangat luas dan multitafsir yaitu melakukan perbuatan tercela. Sehingga alasan tersebut perlu dan patut dipertimbangkan untuk dihapuskan sebagai salah satu alasan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden, jika pada saatnya dilakukan perubahan kelima UUD 1945. Dihapuskan alasan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden karena melakukan perbuatan tercela, lebih sesuai dengan maksud awal dirumuskan alasan-alasan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam perubahan UUD 1945 yang lebih memberikan kepastian hukum sebagai salah satu prinsip penting dari negara hukum demokratis. Dengan dihapuskannya alasan penyuapan seperti yang disarankan pada pembahasan sebelumnya, dan dihapuskan pula alasan melakukan perbuatan tercela, maka alasan pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menjadi 4 (empat) alasan. Sehingga rumusan pasal 7 (A) berubah menjadi: Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, tindak pidana berat dan/atau apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMETAAN PEMILIH PEMULA DALAM RANGKA MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK PADA PEMILU 2014

PEMETAAN PEMILIH PEMULA DALAM RANGKA MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK PADA PEMILU 2014

Sambutan yang luas dari kalangan muda membuat pembentukan Garda Pemuda NasDem berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, sehingga resmi dideklarasikan di Balai Kartini Jakarta pada 14 Juli 2011. Dalam deklarasi itu, Dewan Pimpinan Pusat beserta 560 anggota Barisan Reaksi Cepat (BARET) dilantik oleh Surya Paloh sebagai Ketua Dewan Pembina Garda Pemuda NasDem. Gerakan perubahan restorasi Indonesia disambut oleh antusiasme yang tinggi dari kalangan muda. Karena itu, sesuai amanat Rapimnas Nasional Demokrat 2011 tentang pendirian sayap-sayap organisasi, Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh menugaskan Wakil Sekretaris Jenderal Nasional Demokrat Martin Manurung untuk merintis pembentukan Garda Pemuda Nasdem.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...