prestasi belajar kimia

Top PDF prestasi belajar kimia:

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM KOLOID TERHADAP NILAI KARAKTER DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 7 PURWOREJO.

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM KOLOID TERHADAP NILAI KARAKTER DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 7 PURWOREJO.

didik. Oleh karena itu, model Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang efektif bagi implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran kimia karena selain menitikberatkan pada aspek kognitif, Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) juga efektif untuk implementasi nilai-nilai karakter. Model Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) mengusahakan agar peserta didik memperoleh berbagai pengalaman dan mampu menjawab pertanyaan dari sebuah permasalahan dilingkungannya. Tujuan utama penggunaan model Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) ini adalah partisipasi aktif dari peserta didik dalam proses pembelajaran lebih maksimal, menanamkan nilai karakter berupa jujur dan kerja keras peserta didik, dan dapat meningkatkan prestasi belajar kimia peserta didik.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA.

Nilai prestasi belajar kimia siswa dianalisis dengan menggunakan uji anakova satu jalur (Anakova). Uji ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar kimia antara siswa kelas X semester 2 SMA Negeri 1 Menyuke Landak tahun ajaran 2012/2013 yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran word square dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tidak menggunakan model pembelajaran word square sebagai latihan soal, jika pengetahuan awal siswa dikendalikan secara statistik.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 2 SLEMAN.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 2 SLEMAN.

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar kimia antara peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Sleman yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Direct Ins-truction (DI), jika pengetahuan awal dikendalikan secara statistik.

1 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM RIIL DAN VIRTUIL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAN KEMAMPUAN AWAL (Studi Prestasi Belajar Kimia Kompetensi Dasar Larutan Buffer dan Hidrolisis Garam pada Siswa Kelas XI Semeste

PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM RIIL DAN VIRTUIL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAN KEMAMPUAN AWAL (Studi Prestasi Belajar Kimia Kompetensi Dasar Larutan Buffer dan Hidrolisis Garam pada Siswa Kelas XI Semeste

1. Tesis yang berjudul: “ Pembelajaran Kimia dengan Model Inkuiri Terbimbing Menggunakan Media Laboratorium Riil dan Virtuil Ditinjau dari Gaya Belajar dan Kemampuan Awal (Studi Prestasi Belajar Kimia Kompetensi Dasar Larutan Buffer dan Hidrolisis Garam pada Siswa Kelas XI Semester 2 SMA MTA Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015) ” ini adalah karya penelitian saya sendiri dan tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang tertulis dengan acuan yang disebutkan sumbernya, baik dalam naskah karangan dan daftar pustaka. Apabila ternyata di dalam naskah tesis ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur plagiasi, maka saya bersedia menerima sangsi, baik Tesis beserta gelar magister saya dibatalkan serta diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN TUGAS RUMAH SECARA INDIVIDUAL DENGAN MEMANFAATKAN SUMBER BELAJAR MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS XI DI MAN GODEAN.

PENGARUH PEMBERIAN TUGAS RUMAH SECARA INDIVIDUAL DENGAN MEMANFAATKAN SUMBER BELAJAR MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS XI DI MAN GODEAN.

Penelitian ini dilakukan di MAN Godean kelas XI semester 1 tahun ajaran 2015/2016 dan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemberian tugas rumah secara individual dengan memanfaatkan sumber belajar media teknologi informasi terhadap prestasi belajar kimia peserta didik, apabila pengetahuan awal kimia peserta didik dikendalikan secara statistik. Penelitian ini menggunakan dua kelas sebagai sampel yaitu kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2. Sebelum ditentukan kelas mana yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas terhadap data pengetahuan awal kimia dari semua populasi. Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas tersebut kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Kelas XI IPA 1 sebanyak 28 peserta didik sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan diberikan tugas rumah secara individual dengan memanfaatkan sumber belajar media teknologi informasi. Kelas XI IPA 2 sebanyak 28 peserta didik sebagai kelas kontrol yaitu kelas yang tidak diberikan perlakuan atau tidak diberikan tugas rumah dengan memanfaatkan sumber belajar media teknologi informasi.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Pengaruh Keaktifan Siswa pada Metode Pembelajaran Kuantum terhadap Prestasi Belajar Kimia Dasar I Kelas X Pokok Bahasan Kimia Koloid di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang Tahun Ajaran 2004/2005.

Pengaruh Keaktifan Siswa pada Metode Pembelajaran Kuantum terhadap Prestasi Belajar Kimia Dasar I Kelas X Pokok Bahasan Kimia Koloid di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang Tahun Ajaran 2004/2005.

Wahyu Wiratmoyo. 2005. Pengaruh Keaktifan Siswa pada Metode Pembelajaran Kuantum terhadap Prestasi Belajar Kimia Dasar I Kelas X Pokok Bahasan Kimia Koloid di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang Tahun Ajaran 2004/2005. Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Semarang.

1 Baca lebih lajut

Hubungan antara Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Guru Kimia dan Motivasi Akademik dengan Prestasi Belajar Kimia - Ubaya Repository

Hubungan antara Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Guru Kimia dan Motivasi Akademik dengan Prestasi Belajar Kimia - Ubaya Repository

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi akademik berperan sebagai mediator dari hubungan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru Kimia dengan prestasi belajar Kimia. Persepsi positif siswa terhadap kompetensi guru Kimia sebesar 84,9%. Temuan berikutnya adalah terdapat hubungan antara persepsi siswa terhadap kompetensi guru Kimia dengan motivasi akademik dan memberikan sumbangan efektif bagi motivasi akdemik (p=0,000, R=0,573 dan R square = 0,019). Selanjutnya terdapat hubungan antara motivasi akademik dengan prestasi belajar Kimia dan memberikan sumbangan efektif bagi prestasi belajar Kimia (p=0,003, R= 0.139 dan R square= 0,328). Aspek persepsi yang paling dominan adalah aspek kognitif dan aspek motivasi akademik yang paling dominan adalah amotivasi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP CARA MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS X SEMESTER I SMA/MA SE-KABUPATEN KEBUMEN TAHUN AJARAN 2015/2016.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP CARA MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS X SEMESTER I SMA/MA SE-KABUPATEN KEBUMEN TAHUN AJARAN 2015/2016.

Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar kimia, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi peserta didik terhadap cara mengajar guru dengan prestasi belajar kimia, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dan persepsi peserta didik terhadap cara mengajar guru dengan prestasi belajar kimia

2 Baca lebih lajut

STUDI KORELASI ANTARA VOCABULARY MASTERY, GRAMMAR MASTERY DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X RSBI SMA NEGERI 2 NGAWI MATERI POKOK IKATAN KIMIA TAHUN AJARAN 2009 2010

STUDI KORELASI ANTARA VOCABULARY MASTERY, GRAMMAR MASTERY DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X RSBI SMA NEGERI 2 NGAWI MATERI POKOK IKATAN KIMIA TAHUN AJARAN 2009 2010

penguasaan kosakata kimia dalam bahasa Inggris menjadi hal yang penting diperhatikan untuk selanjutnya ditingkatkan oleh siswa RSBI agar dapat memperoleh prestasi belajar kimia yang sesuai dengan harapan. Vocabulary mastery juga memungkinkan menjadi faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mata pelajaran lain yang memiliki karakteristik sama dengan kimia, terutama mata pelajaran eksakta seperti fisika dan matematika. Pentingnya vocabulary mastery dalam menentukan prestasi belajar kimia siswa RSBI juga dapat dijadikan pertimbangan pihak sekolah yang melaksanakan program RSBI untuk dapat meningkatkan kemampuan ini melalui program-program tertentu, sehingga mutu sekolah RSBI dapat ditingkatkan. Selain itu motivasi berprestasi juga perlu untuk dikembangkan karena motivasi berprestasi dapat mendorong seorang siswa melakukan usaha semaksimal mungkin dalam mencapai prestasi yang setinggi- tingginya. Menjadi kewajiban guru untuk dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa melalui penciptaan kondisi belajar dan strategi mengajar yang tepat.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 2 SLEMAN.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 2 SLEMAN.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar kimia antara peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Sleman yang mengikuti pembelajaran menggunakan model PBL dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Direct Instructions, jika pengetahuan awal dikendalikan secara statistik.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

Sistem ini merupakan perkembangan lanjutan dari CBT dan berbasis teknologi internet. Sehingga dengan menggunakan konsep ini, dapat terjadi komunikasi dua (2) arah antar pengguna. Namun lancarnya proses belajar dengan menggunakan sistem ini bergantung kepada infrastruktur jaringan kecepatan tinggi. Namun kendala penerapan konsep ini terletak pada kenyataan bahwa memang jaringan internet di negara kita masih belum merata. Salah satu komponen WBT yg sangat digemari adalah video-conferencing, yaitu dimana siswa dan guru dapat langsung mendiskusikan semua hal tanpa harus bertemu muka secara langsung. Sistem ini berkembang pesat di negara-negara maju dan dapat dimanfaatkan
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DAN KONVENSIONAL TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 MENYUKE KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT.

PERBANDINGAN PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DAN KONVENSIONAL TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 MENYUKE KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT.

Belajar bukanlah sekedar mengumpulkan informasi dan menghafal fakta tetapi proses perubahan tingkah laku dari pengalaman dan latihan. Seseorang dikatakan belajar bila mengalami perubahan yang bersifat positif dari kondisi semula. Perubahan tersebut dapat berupa tambahan kualitas dan kuantitas ilmu, keterampilan maupun sikap atau nilai. Mengajar merupakan sesuatu yang dilakukan oleh guru sebagai pengajar. Secara deskriptif, mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru pada siswa. Namun, pandangan mengajar yang hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan itu dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan. Mengajar bukan hanya sekedar memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) yang dimiliki guru kepada siswanya, tetapi lebih merupakan upaya bagaimana membelajarkan siswa. Guru berperan dalam mendidik, mengajar, dan melatih siswa. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai- nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa (Wina Sanjaya, 2011: 76).
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEMAMPUAN VERBAL DAN PENALARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK PADA MATERI TABEL PERIODIK UNSUR.

HUBUNGAN KEMAMPUAN VERBAL DAN PENALARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK PADA MATERI TABEL PERIODIK UNSUR.

Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan yang positif dan signifikan antara: (1) kemampuan verbal dengan prestasi belajar ilmu kimia jika kemampuan penalaran peserta didik dikendalikan dengan r sebesar 0,517 yang termasuk dalam kategori sedang, (2) kemampuan penalaran dengan prestasi belajar ilmu kimia jika kemampuan verbal peserta didik dikendalikan dengan r sebesar 0,370 yang termasuk dalam kategori rendah, dan (3) kemampuan verbal dan penalaran dengan prestasi belajar ilmu kimia pada materi Tabel Periodik Unsur dengan r sebesar 0,6675 yang termasuk dalam kategori kuat. Kategori ini menyatakan tingkat kekuatan hubungan antar variabel.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION(STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI POKOK KESETIMBANGAN KIMIA SISWA KELAS XI MAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION(STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA PADA MATERI POKOK KESETIMBANGAN KIMIA SISWA KELAS XI MAN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012.

Salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok- kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran [5]. Salah satu metode dalam pembelajaran kooperatif yaitu Student Team Achievement Division (STAD). Pada metode ini terdapat beberapa tahap yang harus dilalui selama proses pembelajaran. Tahap awal, siswa belajar dalam suatu kelompok dan diberikan suatu materi yang dirancang sebelumnya oleh guru. Setelah itu siswa melakukan presentasi kelas mempresentasikan hasil diskusinya dalam kelompok. Setelah melakukan presentasi, siswa diuji kemampuannya dengan diberikannya soal kuis yang menyangkut pada apa yang telah didiskusikan dan dipresentasikan dalam kelompoknya tadi. Pembelajaran kooperatif tipe STAD juga membuat siswa aktif mencari penyelesaian masalah dan mengkomunikasikan pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain, sehingga masing-masing siswa lebih menguasai materi. Dalam pembelajaran tipe STAD, guru berkeliling untuk membimbing siswa saat belajar kelompok. Hal ini memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan guru. Dengan mendekati siswa, diharapkan tidak ada ketakutan bagi siswa untuk bertanya atau berpendapat kepada guru.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

makalah performance assessment

makalah performance assessment

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) Efektivitas penerapan performance assessment terhadap peningkatan prestasi dan motivasi belajar kimia peserta didik SMA di DIY; (b) Kualitas dan profil performance assessment peserta didik SMA di DIY ditinjau dari kerja eksperimen, presentasi, diskusi, dan kualitas laporan. Penelitian dilaksanakan di 5 SMA di wilayah Provinsi DIY, masing-masing diambil satu SMA untuk tiap Kabupaten/Kota meliputi Gunungkidul, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta. SMA yang digunakan dalam penelitian ditentukan secara purposive sampling yaitu SMA N 6 Kota Yogyakarta (65 peserta didik), SMA N 1 Prambanan (64 peserta didik), SMA N 2 Bantul (72 peserta didik), SMA N 2 Wonosari (50 peserta didik), dan SMA N 2 Wates (64 peserta didik). Instrumen penelitian yang digunakan meliputi; RPP, angket motivasi, soal prestasi belajar kimia dan lembar observasi serta rubrik penilaian Performance Assessment . Teknik pengambilan data dengan dokumentasi untuk data pengetahuan awal, teknik angket untuk data motivasi, teknik ujian untuk data prestasi dan teknik observasi untuk data Performance Assessment. Analisis data dilakukan dengan Uji t, Uji Anakova dan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan : (a) Ada perbedaan yang signifikan prestasi belajar kimia dengan dan tanpa penerapan performance assessment pada peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 2 Wonosari dan SMA Negeri 2 Wates, SMA Negeri 6 Kota Yogyakarta, dan SMA Negeri 1 Prambanan, sedangkan pada SMA Negeri 2 Bantul perbedaan tidak signifikan tetapi rerata nilai prestasi belajar kimia di kelas dengan penerapan performance assessment lebih tinggi dibanding tanpa penerapan performance assessment. (b) Berdasarkan analisis statistik dengan uji t-sama subjek diperoleh bahwa terjadi peningkatan yang signifikan skor motivasi belajar kimia peserta didik pada kelas dengan penerapan performance assessment pada SMA N 6 Kota Yogyakarta, SMA N 1 Prambanan, SMA N 2 Bantul, SMA N 2 Wonosari, dan SMA N 2 Wates, sedangkan di kelas tanpa penerapan performance assessment tidak ada peningkatan motivasi belajar kimia. (c) Profil performance peserta didik kelas XI IPA semester 2 SMA Negeri 6 Kota Yogyakarta menunjukkan rerata kualitas performance peserta didik pada kategori (94% sangat baik, 6% baik); SMA Negeri 1 Prambanan (51% sangat baik, 49% baik); SMA Negeri 2 Bantul (95,4% sangat baik, 4,6% baik); SMA Negeri 2 Wonosari (25% sangat baik, 55% baik, 20% cukup); SMA Negeri 2 Wates (90,6% sangat baik, 9,4% baik).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langgam belajar dan kaitannya dengan prestasi belajar Kimia Anorganik 2 Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia UNY Yogyakarta. Populasi penelitian ini meliputi seluruh mahasiswa subsidi Jurusan Pendidikan Kimia UNY Yogyakarta, yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia dan Program Studi Kimia. Semua mahasiswa subsidi angkatan 2007 dari semua program studi dipilih sebagai sampel penelitian (purposive sampling). Indeks Prestasi (IP) kumulatif dan skor ujian akhir matakuliah Kimia Anorganik 2 mahasiswa subsidi Program Studi Pendidikan Kimia dan Program Studi Kimia angkatan 2007 digunakan sebagai data prestasi belajar. Dilakukan analisis kuantitatif (Uji t) pada data tersebut untuk menggambarkan perbedaan rerata prestasi belajar antar kedua kelompok mahasiswa. Dalam penelitian ini, data tentang langgam belajar dikumpulkan menggunakan PLSI. Setiap item PLSI berhubungan dengan hanya salah satu dari empat dimensi (E/I, S/N, T/F atau J/P), dan dinilai sesuai dengan kecenderungan langgam belajarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia cenderung menunjukkan langgam belajar ESTJ. Perbaikan dan pengembangan disain dan proses pembelajaran perlu mempertimbangkan karakteristik dimensi langgam belajar ESTJ. Kesenjangan langgam belajar dan mengajar perlu diminimalkan agar tingkat retensi mahasiswa sangat kecil dan capaian prestasi belajar maksimal. Diversifikasi strategi pembelajaran disesuaikan langgam belajar mahasiswa. Prestasi belajar sebaiknya ditentukan dengan mempertimbangkan multidomain: kognitif, afektif dan psikomotor.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DAN SIKAP D

HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DAN SIKAP D

keyakinan 95% hipotesis pertama diterima yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram Tahun Pelajaran 2013/2014. Hasil ini relevan dengan teori yang dikemukakan oleh Slameto (2010) bahwa orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya, tidak memperhatikan sama sekali akan kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan anaknya dalam belajar, tidak mengatur waktu belajarnya, tidak menyediakan atau melengkapi alat belajarnya, tidak memperhatikan apakah anaknya belajar atau tidak, tidak memperhatikan kemajuan belajar anaknya, kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar dan lain-lain dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam belajarnya. Beberapa penelitian yang lain juga menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa (Darwin, 2008; Nyarko, 2011; Seth & Asudani, 2012; Mawarsih, et al., 2013; Rafik,et al., 2013; Seth & Asudani, 2013 dan Sukma, 2014).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PELAKSANAAN PRAKTIKUM KIMIA SEC (1)

PENGARUH PELAKSANAAN PRAKTIKUM KIMIA SEC (1)

Salah satu materi pelajaran kimia SMA kelas XI IPA semester 1 adalah materi laju reaksi, khususnya faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Biasanya guru menggunakan metode praktikum terpisah dalam menyampaikan materi tersebut, sehingga menimbulkan ketidaksinambungan pemahaman peserta didik serta kurang efektif dan efisiennya pembelajaran. Oleh karena itu, pelaksanaan praktikum terintegrasi merupakan salah satu alternatif metode pembelajaran untuk materi tersebut dan diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan praktikum terpisah. Hal tersebut diharapkan dapat memupuk sikap ilmiah dan sekaligus meningkatkan prestasi belajar kimia peserta didik.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

 this  file 109 160 1 SM

this file 109 160 1 SM

dan pembanding X2). Dengan teknik intake class secara bertahap, terpilih kelas X4, X7 dan X8 (untuk model PBM), kelas X3, X5 dan X6 (untuk model PEEK). Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah (1) skor-skor prestasi belajar kimia, (2) skor-skor kondisi so- sio emosional siswa, dan (3) skor gaya kognitif siswa. Data pertama dikumpulkan dengan tes prestasi belajar kimia dan data kedua di- kumpulkan dengan tes kondisi sosio emosional siswa. Tes prestasi belajar kimia berbentuk pilihan ganda terdiri dari 30 butir dan tes kondisi sosio emosional berbentuk kuisioner terdiri dari 40 butir kalimat pernyataan. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis maka data penelitian harus memenuhi uji prasyarat yang meliputi uji normalitas sebaran data, uji homogenitas varians, uji multikolinieri- tas dan uji homogenitas varians-kovarians secara keseluruhan. Uji normalitas sebaran data menggunakan statistik Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk, sedangkan uji homogenitas varians menggunakan statistik Levene, uji multikolinieritas variabel dependen menggunak- an korelasi product momen dan uji homogenitas varians-kovarians menggunakan Box’s test. Selanjutnya data dianalisis secara deksrip- tif dan menggunakan Anova faktorial 2×2. Semua pengujian hipo- tesis dilakukan pada taraf signiikansi 5% dengan bantuan program SPSS 19.0 PC for Windows.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS MASALAH DENGAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT LABORATORIUM | Ayu Saputri | Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika 5537 11861 1 SM

PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS MASALAH DENGAN METODE PROYEK DAN EKSPERIMEN DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT LABORATORIUM | Ayu Saputri | Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika 5537 11861 1 SM

Model pembelajaran konstruktivis dapat diterapkan dalam usaha peningkatan hasil belajar siswa. Pembelajaran yang berlandaskan konstruktivistik merupakan pembelajaran yang menekankan pada pentingnya keaktifan siswa untuk membangun sendiri konsep dasar pengetahuannya. Proses mengkonstruksi pengetahuan tersebut melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman, dan lingkungan. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada orang lain tetapi harus di interprestasikan sendiri oleh masing-masing orang. Ada beberapa metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif antara lain, inkuri, demonstrasi, eksperimen, proyek dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...