Problem Based Learning

Top PDF Problem Based Learning:

PROBLEM BASED LEARNING

PROBLEM BASED LEARNING

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa melalui implementasi Problem Based Learning (PBL) dengan strategi Peer Lesson pada pembelajaran Statistika Matematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dengan partisipan penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta yang menempuh mata kuliah Statistika Matematis pada semester gasal tahun akademik 2005/2006. Kegiatan penelitian pada siklus I meliputi perencanaan, tindakan, monitoring, refleksi, dan evaluasi. Kegiatan penelitian pada siklus II merupakan tindak lanjut dan modifikasi dari siklus I yakni berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi yang telah dilaksanakan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kemandirian belajar mahasiswa, ujian tertulis dan tugas, lembar penilaian diskusi dan presentasi, angket respons mahasiswa, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, pedoman wawancara, dan kumpulan portofolio yang meliputi hasil diskusi, penyelesaian tugas, dan CD pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui implementasi Problem Based Learning (PBL) dengan strategi Peer Lesson pada pembelajaran Statistika Matematis telah terjadi peningkatan kemandirian belajar mahasiswa. Adanya peningkatan ini, juga diiringi dengan meningkatnya pula hasil belajar yang dicapai mahasiswa dan berdasarkan respons mahasiswa terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa merespons cukup baik dan dengan pengelolaan secara lebih optimal mengharapkan digunakannya model ini untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Pada Pokok Bahasan

Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Pada Pokok Bahasan

Rendahnya kemampuan penalaran matematis ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang monoton (konvensional) sehingga memungkinkan siswa akan mengantuk dan perhatiannya kurang karena lebih banyak guru yang aktif daripada siswanya. Karena itu masih banyak siswa yang merasa kesulitan dalam menyampaikan jawaban baik lisan maupun tulisan. Serta dengan penggunaan metode pembelajaran konvensional dalam suatu proses belajar mengajar di kelas membuat siswa selalu bergantung pada penjelasan guru sehingga membuat para siswa sulit untuk menyerap materi yang diajar karena bersifat menghafal, serta dalam hal ini sangat menghambat kemampuan penalaran matematis siswa. Oleh karena itu kurikulum 2013 lebih menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan scientific. Dengan kurikulum 2013 diharapkan guru dapat menawarkan model pembelajaran yang lebih efektif, yang dapat membangkitkan perhatian siswa sehingga siswa menjadi aktif dan termotivasi untuk belajar, serta harus diimbangi dengan kemampuan guru dalam menguasai model pembelajaran tersebut. Model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 salah satunya adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI  Eksperimen Pembelajaran Matematika melalui Strategi Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning Berbasis Contextual Problem terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Kemampuan Penalaran Matematis Siswa

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI Eksperimen Pembelajaran Matematika melalui Strategi Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning Berbasis Contextual Problem terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Kemampuan Penalaran Matematis Siswa

The aim of research are to describe and analyze: (1) the effect of mathematics learning with strategy Problem Based Learning and Inquiry Based Learning based Contextual Problem for learning outcomes, (2) the effect of mathematical reasoning abilities for learning outcomes, and (3) the interaction between the learning strategy and mathematical reasoning abilities for learning outcomes. Research conducted a experimental research with quasi-experimental design. The population used in this research were students of class VII SMP Negeri 23 Surakarta academic year 2016/2017. The sampling technique used is Cluster Random Sampling with methods used to collect data were documentation, test, and interview. The data analysis technique use is two-way analysis of variance with cell is not the same with a significance level of 5%. The results of data analysis was obtained: (1) there is effect of mathematics learning with strategy Problem Based Learning and Inquiry Based Learning based Contextual Problem for learning outcomes with F A = 8.1049, (2) there
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 TEMPURAN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 TEMPURAN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Menurut Tan (dalam Rusman, 2010: 229) problem based learning merupakan penggunaan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada. Pendapat di atas diperjelas oleh Ibrahim dan Nur (dalam Rusman, 2010: 241) bahwa problem based learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorientasi pada masalah dunia nyata, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar. Seperti yang telah diungkapkan oleh pakar problem based learning Barrows (dalam Renjy.Scrib.com, 2012) problem based learning merupakan sebuah model pembelajaran yang didasarkan pada prinsip bahwa masalah (problem) dapat digunakan sebagai titik awal untuk mendapatkan atau mengintegrasikan pengetahuan (knowledge) baru.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERINGRASI INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH PADA MATERI REAKSI REDUKSI-OKSIDASI.

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERINGRASI INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH PADA MATERI REAKSI REDUKSI-OKSIDASI.

Populasi penelitian ini adalah seluruh Madrasah Aliyah kelas X pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Sampel yang di ambil secara sampling purposive yaitu siswa MAN Pematang Bandar Kabupaten Simalungun (masing- masing kelas eksperimen 1 sebanyak 35 siswa dan eksperimen 2 sebanyak 36 siswa) dengan jumlah sampel 71 siswa. Masing-masing dari kedua kelas tersebut diberi perlakuan berupa model yang berbeda. Selanjutnya kelas yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran Problem Based Learning disebut kelas eksperimen 1, kelas yang diberi perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning Teringrasi Inkuiri Terbimbing disebut kelas eksperimen 2. Instrumen tes yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2, sedangkan instrument angket digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan komukatif pada kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2. Teknik analisis data menggunakan Two Way Anava dengan SPSS 19 for Windows pada taraf signifikasi a = 0,05.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING

MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING

Belajar Berdasarkan Masalah atau Problem Based Learning (PBL) adalah suatu proses pembelajaran yang diawali dari masalah-masalah yang ditemukan dalam suatu lingkungan pekerjaan (Pusdiklat, 2004). Dengan pendekatan tersebut mahasiswa tidak hanya dijejali dengan konsep-konsep yang abstrak tetapi juga mahasiswa banyak dibekali kemampuan untuk mengaplikasikan konsep yang diterimanya dalam lingkungan nyata yang ada di sekitarnya. Dengan demikian diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan yang memadai dalam memahami materi statistika secara utuh.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Problem Based Learning sebagai Implement

Problem Based Learning sebagai Implement

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) merupakan metode pembelajaran materi IPA SMP yang sesuai dengan kondisi dan kepribadian siswa SMP yang sedang dalam masa remaja awal, dengan menjadikan siswa sebagai pusat kegiatan belajar sehingga mempelajari keilmuan IPA menjadi lebih bermakna, bermanfaat, dan menyenangkan. Saran

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP

Dari hasil penelitian terhadap sejumlah responden (mahasiswa DIIIKeperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UniversitasMuhammadiyah Surabaya) dalam penerapan Problem Based Learning terhadap kemampuan kognitiftentang materi kebutuhan cairan dan elektrolit didapatkan sebelum perlakuan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol kemampuan kognitif dalam kategori sama yaitu kuran sebesar 95,5 % dan cukup sebesar 4,5% sedangkan setelah perlakuan dadapatkan kemampuan kognitif pada kelompok perlakuan kategorisedang 63,6%, baik sebesar 36,7 % dan kurang tidak ada, sedangkan pada kelompok kontrol kemampuan kognitif dalam kategori baik tidak ada. Dari analisa data uji Mann Whitney Test didapatkan ada pengaruh Problem Based Learning terhadapkemampuan kognitif mahasiswa pada materi kebutuhan cairan dan elektrolit dengan nilai probabilitas (P) = 0.000.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 TAMANWINANGUN TAHUN AJARAN 2013 2014 | apriyati | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 3555 7842 1 PB

PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 TAMANWINANGUN TAHUN AJARAN 2013 2014 | apriyati | KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN 3555 7842 1 PB

Abstract: The Improvement Mathematic Learning through Problem Based Learning Model IV Grade Students of SDN 1 Tamanwinangun. The purpose of this study is to describe the application of the model of Problem Based Learning in mathematics learning in the fourth grade elementary school. This research is Collaborative Classroom Action Research (CAR) using a research design cycle. Subject this research Elementary School students in grade IV state school 1 Tamanwinangun amounting to 32 students, consisting of 17 males and 15 females. This study was conducted in 3 (three) cycles. Each cycle consists of four elements, namely planning, implementation, observation, and reflection. The results showed that the application of Problem Based Learning model can improve the mathematic learning.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS PENILAIAN PORTOFOLIO DITINJAU DARI KEMANDIRIAN  Eksperimen Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Penilaian Portofolio Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas Viii Smp Negeri

EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS PENILAIAN PORTOFOLIO DITINJAU DARI KEMANDIRIAN Eksperimen Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Penilaian Portofolio Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas Viii Smp Negeri

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. (1) perbedaan pengaruh model pembelajaran problem based learning berbasis penilaian portofolio, model pembelajaran problem based learning, dan model pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar matematika, (2) perbedaan pengaruh tingkat kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika, (3) interaksi antara model pembelajaran dan tingkat kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kuasi-eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester genap SMP Negeri 3 Sawit tahun ajaran 2016/2017. Sampel penelitian terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas eksperimen I yang diberi perlakuan problem based learning berbasis penilaian portofolio, kelas eksperimen II yang diberi perlakuan problem based learning, dan kelas kontrol yang diberi perlakuan ekspositori. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data peneliti ini menggunakan metode dokumentasi, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa. (1) terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran problem based learning berbasis penilaian portofolio, model pembelajaran problem based learning, dan model pembelajaran ekspositori terhadap hasil belajar matematika, (2) terdapat perbedaan pengaruh tingkat kemandirian belajar siswa terhadap hasil belajar matematika, (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN TEORITIS - PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI LINGKUNGAN SOSIAL SISWA SMK - repo unpas

BAB II KAJIAN TEORITIS - PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI LINGKUNGAN SOSIAL SISWA SMK - repo unpas

Model PBL pada awal pembelajaran menyajikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan kontekstual atau permasalahan dunia nyata. Sejalan dengan Sani, Ridwan Abdullah (2014:127) “Model Problem Based Learning (PBL)merupakan pembelajaran yang penyampaiannya diawali dengan cara menyajikan suatu permasalahan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, memfasilitasi penyelidikan, dan membuka dialog”.Model Problem Based Learning (PBL)menjadikan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran berkelompok, bersikap mandiri dalam memecahkan suatu permasalahan agar peserta didik dapat berpikir kreatif sehingga diperoleh solusi untuk suatu masalah dengan rasional dan autentik. Sejalan dengan Tan (Rusman, 2012:229)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN  PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS ASSESSMENT FOR  Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Berbasis Assessment For Learning (Afl) Dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau Dari Komunikasi Matematik Sis

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS ASSESSMENT FOR Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Berbasis Assessment For Learning (Afl) Dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau Dari Komunikasi Matematik Sis

Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Assessment for Learning dan Problem Based Learning terhadap prestasi belajar matematika siswa, pengaruh tingkat komunikasi matematik siswa (tinggi, sedang, dan rendah) terhadap prestasi belajar matematika siswa, dan interaksi antara model pembelajaran dan komunikasi matematik terhadap prestasi belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ngemplak tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes, dan angket. Data yang digunakan yaitu nilai uji kompetensi siswa sebagai data kemampuan awal, tes prestasi belajar matematika materi pokok bilangan bulat, dan angket komunikasi matematik siswa. Uji coba instrumen meliputi uji validitas dan reliabilitas. Uji keseimbangan data awal menggunakan uji t. Analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikasi 5%. Sebelumnya, dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dengan metode Liliefors dan uji homogenitas dengan metode Bartlett. Berdasarkan pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbasis Assessment for Learning dan Problem Based Learning terhadap prestasi belajar matematika siswa. (2) Terdapat pengaruh tingkat komunikasi matematik siswa (tinggi, sedang, dan rendah) terhadap prestasi belajar matematika siswa. (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan tingkat komunikasi matematik terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 5 SD Negeri Kutowinangun 01 Salatiga dan SD Negeri Mangunsari 03 Salatiga Semester II

BAB II KAJIAN PUSTAKA - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 5 SD Negeri Kutowinangun 01 Salatiga dan SD Negeri Mangunsari 03 Salatiga Semester II

Ada beberapa definisi dan interpretasi Problem Based Learning yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan, diantaranya yaitu menurut Dutch 1995 (Taufiq, 2009:21), “Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang menantang siswa untuk “belajar bagaimana belajar” bekerjasama dalam kelompok untuk mencari solusi dari masalah yang nyata ” . Masalah ini digunakan untuk mengaitkan rasa keingintahuan serta kemampuan analisis siswa dan inisiatif atas materi pelajaran. Problem Based Learning mempersiapkan siswa untuk dapat berpikir kritis, analitis, dan untuk mencari serta menggunakan sumber belajar yang sesuai. Menurut Boud dan Felleti (Ngalimun 2014:89) menyatakan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada pembelajar (siswa atau mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured atau open ended melalui stimulus dalam belajar. Arends (Trianto, 2012:92) mengatakan bahwa Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran di mana siswa mengajarkan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inquiri dan ketrampilan berfikir tingkat lebih tinggi, mengembangkan kemandirian, dan percaya diri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DAMPAK STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR  Eksperimen Pembelajaran Matematika melalui Strategi Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning Berbasis Contextual Problem terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari K

DAMPAK STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR Eksperimen Pembelajaran Matematika melalui Strategi Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning Berbasis Contextual Problem terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari K

Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu strategi pembelajaran yang menantang peserta didik yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa. Hal tersebut sejalan dengan Sadlo (2014) menyimpulkan bahwa PBL melibatkan cara khusus untuk mengembangkan penalaran siswa sehingga dapat mengurangi ketergantungan siswa pada pendidik mereka sekaligus meningkatkan rasa otonomi siswa, dan kontrol atas pembelajaran mereka sendiri. Di sisi lain Sudiyasa (2014) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa aktivitas kemampuan berpikir kritis dapat dimunculkan dalam menghadapi tantangan, hal-hal yang baru, non rutin, misalnya masalah kontekstual sehingga salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis adalah pembelajaran berbasis masalah.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Problem Based Learning di Perguruan Tinggi

Problem Based Learning di Perguruan Tinggi

Cara menerapkan pendekatan Problem-based Learning (PBL) dalam meningkatkan aktifitas mahasiswa, mengurangi/mereduksi miskonsepsi dan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dalam matakuliah Matematika Teknik adalah: (1) mahasiswa dibuat kelompok- kelompok yang terdiri dari 5 orang mahasiswa, yang anggota kelompoknya ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri, (2) pada akhir pertemuan sebelumnya dosen telah memberikan materi yang akan dibahas pada minggu berikutnya, mahasiswa diharuskan mempunyai materi yang akan diajarkan pada pertemuan tersebut, (3) pada awal pertemuan dosen menjelaskan teori secara singkat (15 menit) sebagai bahan diskusi, (4) dosen memberikan beberapa soal-soal yang mewakili materi. Soal didiskusikan antara kelima mahasiswa dalam masing-masing kelompok. (5) mahasiswa diberi waktu untuk mengerjakan soal, (6) kelompok yang bersedia mempresentasikan hasilnya dan benar maka akan mendapatkan poin, (7) pada akhir perkuliahan masih diberikan soal untuk dikerjakan masing-masing mahasiswa dan dinilai.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Problem Based Learning di SMK

Problem Based Learning di SMK

11 Keempat, pembelajaran Problem-Based Learning akan lebih efektif bila pembentukan kelompok dilakukan berdasarkan pilihan siswa sendiri. Dengan kelompok yang dibuat sendiri harapannya sebagai suatu tim dapat bekerja secara efektif mengingat kesamaan tujuan. Namun demikian cara ini dapat pula merugikan dengan adanya kecenderungan siswa yang pandai cenderung mencari kelompok dengan siswa yang pandai sedangkan siswa yang kurang pandai ada kecenderunagn pula “terpaksa” membentuk kelompok dengan siswa yang kurang pandai. Hal ini dapat mengakibatkan melemahnya motivasi belajar mereka. Oleh karenanya dalam pembentukan kelompok perlu mempertimbangkan karakteristik bahasan. Dengan demikian secara bergantian dimungkinkan pembentukan kelompok dilakukan guru dengan memperhatikan karakteristik siswa dan pada kesempatan lain penentuan kelompok dibebaskan kepada sisiwa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat Belajar dan Hasil Belajar 2.1.1.1 Belajar - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Kuis untuk Meningkatkan Ha

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hakikat Belajar dan Hasil Belajar 2.1.1.1 Belajar - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Kuis untuk Meningkatkan Ha

Mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang abstrak sehingga dibutuhkan model pembelajran yang dapat membuat pembelajaran matematika lebih nyata sehingga mudah dipahami oleh siswa. Sebuah model pembelajaran yaitu problem based learning mampu mengkonkritkan matematika yang abstrak, dan penggunaan alat peraga dalam model pembelajaran problem based learning digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Dengan alat peraga hal – hal yang abstrak dapat disajikan dalam bentuk benda konkret yang dapat dilihat, dipegang, diputarbalikkan sehingga dapat lebih mudah dipahami.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

penelitian problem based learning

penelitian problem based learning

Tujuan penelitian pengajaran ini adalah untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran mata kuliah Teknologi Motor Bensin. Adapun strateginya adalah dengan menggunakan metode pembelajaran “ Problem Based Learning ” . Penerapan metode pembelajaran inovatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam pembelajaran dan meningkatkan pemahaman materi yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi belajar. Secara rinci tujuan penelitian tindakan ini yaitu : (1) Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami setiap kompetensi dan sub kompetensi dalam mata kuliah Teknologi Motor Bensin; (2) Memperoleh pola tindakan pemberian metode mengajar yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

penerapan metode problem based learning

penerapan metode problem based learning

This study was based on the PGSD students’ difficulties to find ideas and design a simple experiment in teaching science in the classroom. The purposes of this research are to improve the creativity and to find out the improvement obtained by students in Elementary School Science Experiment design.

Baca lebih lajut

Pengaruh Pembelajaran Problem Based Lear

Pengaruh Pembelajaran Problem Based Lear

Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah dibahas maka jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan penelitian menggunakan model posttest control group design, dimana sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan strategi problem based learning. Sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan seperti halnya pada kelas eksperimen, tetapi perlakuan seperti biasanya, dalam hal ini menggunakan strategi konvensional.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...