Produk Industri

Top PDF Produk Industri:

Strategi Pemasaran Produk Industri Kreat

Strategi Pemasaran Produk Industri Kreat

Sehubungan dengan hal tersebut, fasilitasi pemasaran produk industri kreatif memerlukan perhatian khusus. Selain itu, praktik perancangan strategi pemasaran produk industri kreatif memerlukan kreatifitas tersendiri. Mengapa? Karena produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Ternyata, produk yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar berkembang dari masa ke waktu sesuai perubahan waktu dan jaman. Perkembangan selera pasar akan produk yang dikonsumsinya tidak hanya tergantung pada fungsi produk itu saja, namun tergantung dari sejumlah atribut produk. Atribut tersebut adalah kemasan, label, informasi bahan yang digunakan, cara perawatan, kandungan nutrisi, nama merek, tanda merek dagang dan berbagai macam atribut lainya. Bagaimana dengan produk industri kreatif?
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERTIMBANGAN ESTETIK DALAM DESAIN PRODUK INDUSTRI

PERTIMBANGAN ESTETIK DALAM DESAIN PRODUK INDUSTRI

Pertimbangan Estetika Dalam Desain Produk Industri Sumartono... Pertimbangan Estetika Dalam Desain Produk Industri Sumartono..[r]

10 Baca lebih lajut

Produk industri dengan bahan kimia.doc

Produk industri dengan bahan kimia.doc

B. Bahan Kimia Dalam Industri Cat Cat adalah lapisan bewarna yang digunakan untukmelapisi permukaan benda. Cat dapat digunakan untukmemperindah penampilan luar benda, melapisi logamuntuk menghindari korosi dan mencegah kerusakanbenda karena panas atau jamur. Pigmen adalah zat warna tidak tembus cahayayang terdapat dalam cat. Media pendispersi merupakanbahan yang digunakan untuk melarutkan pigmen cat. Zattersebut mudah menguap. Senyawa yang biasa

15 Baca lebih lajut

DIVERSIFIKASI PRODUK INDUSTRI TENUNAN TR

DIVERSIFIKASI PRODUK INDUSTRI TENUNAN TR

Hasil wawancara tanggal 16 Pebruari 2009 dengan Dinas Perindagkop Kabupaten Buleleng menyebutkan usaha kerajinan tenun tradisional di Buleleng mengalami pasang surut. Hal ini disebabkan salah satunya dari produksi yang mereka buat terbatas pada produk-produk yang digunakan untuk keperluan upacara terkait dengan Agama Hindu seperti: destar, saput, kain/ kamben, dan selendang. Sedangkan pola pembinaan yang dilakukan dari pemerintah (Disperindagkop) baru hanya sebatas mengikutsertakan pengerajin pada beberapa kegitan seperti : pameran dan studi banding ke daerah lain. Melihat kenyataan tentang keberadaan pengerajin dan tenunan tradisional yang sudah ada sejak dahulu kala sangat dibutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak yang berkompeten, karena kenyataannya Sebagai usaha kecil yang bersipat tradisional dan berkembang secara turun temurun, mereka memiliki potensi yang luar
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

02.Bahan Baku dan Produk Industri

02.Bahan Baku dan Produk Industri

Pengkaratan dikenal sebagai suatu peristiwa kerusakan permukaan pada barang-barang yang terbuat dari logam yang berlangsung dengan sendirinya akibat adanya interaksi/kontak antara barang[r]

38 Baca lebih lajut

pengelolaan produk industri olahraga

pengelolaan produk industri olahraga

mencari status) yaitu konsumen yang hanya mau membeli barang yang berkualitas tinggi, sangat bergengsi, nama merk dari produk olahraga dan mau membayar dengan harga tinggi. Pada kenyataannya, harga tinggi dapat diterima oleh konsumen ini karena prestise dan status yang dikaitkan dengan label harga.

15 Baca lebih lajut

POTENSI INDUSTRI KREATIF TEKSTIL BERBASI

POTENSI INDUSTRI KREATIF TEKSTIL BERBASI

Kendala yang tengah dihadapi oleh P-fuze saat ini adalah kurang berminatnya konsumen lokal terhadap produk P-fuze. Hal tersebut menjadi ironi tersendiri, karena pasar internasional ternyata lebih memiliki minat yang tinggi terhadap produk-produk yang menyajikan unsur budaya lokal Indonesia, bila dibandingkan dengan pasar lokal. Kendala lainnya yang dihadapi adalah belum adanya suatu standarisasi untuk beragam produk industri kreatif tekstil dari produsen Indonesia untuk pasar internasional, terutama dalam kurun waktu terdekat adalah untuk pasar ASEAN dengan diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Produk industri yang telah memiliki standarisasi untuk pasar ASEAN atau MEA hingga saat ini hanya terdapat 7 (tujuh) jenis produk, antara lain produk karet, obat tradisional, kosmetik, pariwisata, sayur dan buah segar, udang dan budidaya perikanan, dan ternak (Saputra, 2014).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERDIRJEN ENDORSEMENT(REV)280708

PERDIRJEN ENDORSEMENT(REV)280708

Produk Industri Kehutanan yang diatur dalam Peraturan ini adalah yang termasuk dalam HS. 4407, HS. 4408, HS. 4409, HS. 4410, HS. 4411, HS. 4412, HS. 4413, HS. 4415, HS. 4418, Ex HS. 4421.90.99.00 (khusus paving block dari kayu) dan HS. 9406.00.92.00.

4 Baca lebih lajut

ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KONVEKSI DI DESA TAMBAKBOYO KECAMATAN PEDAN KABUPATEN KLATEN.

ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KONVEKSI DI DESA TAMBAKBOYO KECAMATAN PEDAN KABUPATEN KLATEN.

Saran yang dapat diberikan adalah bagi industri konveksi di Desa Tambakboyo harga produk diturunkan tanpa mengurangi kualitas produk agar mampu bersaing dengan industri konveksi daerah lain yang lebih murah dengan cara mencari alternatif bahan baku dan memperbanyak desain. Promosi produk industri konveksi di Desa Tambakboyo masih perlu ditingkatkan agar pasar dapat diperluas dan semakin banyak konsumen yang tertarik dengan cara memperluas media cetak maupun elektronik. Pemerintah harus tetap memberi dukungan bagi industri konveksi di Desa Tambakboyo agar dapat terus berjalan dan lebih berkembang dengan cara pemberian modal, peralatan dan pelatihan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

POLA DIVERSIFIKASI EKSPOR PRODUK INDUSTR

POLA DIVERSIFIKASI EKSPOR PRODUK INDUSTR

Produk-produk industri manufaktur lain, terutama yang pangsa ekspornya terhadap total ekspor cukup besar (antara 2% - 11%), namun tingkat diversifikasinya masih rendah adalah barang-barang elektronik, komunikasi, dan perlengkapannya dengan rata-rata indeks HHI dalam periode 2008 – 2012 sekitar 0,24 per tahun; kimia dasar kecuali pupuk (0,24); karet remah dan karet asap (0,26); mesin dan perlengkapannya (0,28); minyak hewani dan minyak nabati (0,29); gas alam cair (0,36); logam dasar bukan besi (0,36); barang-barang hasil kilang minyak (0,36); pakaian jadi (0,53); dan barang-barang rajutan (0,58). Produk-produk ini lebih banyak diekspor ke negara-negara yang dikenal sebagai pasar tradisional, seperti Jepang, Cina, Amerika Serikat, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, India, dan Filipina. Kalaupun terjadi penambahan jumlah negara (pasar) tujuan ekspor, namun nilainya relatif kecil sehingga pangsanya terhadap total
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Agroindustri Perdesaan Di Kabupaten Bengkalis

Strategi Pengembangan Agroindustri Perdesaan Di Kabupaten Bengkalis

Kekuatan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia merupakan keunggulan komparatif yang dimiliki suatu daerah. Namun keunggulan komparatif harus diiringi dengan keunggulan kompetitif agar dapat bersaing dengan kompetitor dari luar daerah. Kabupaten Bengkalis dalam menghasilkan produk-produk pertanian dapat dikatakan sudah memiliki keunggulan komparatif bagi pengembangan agroindustri. Beberapa produk pertanian selama ini telah diolah menjadi produk industri oleh berbagai agroindustri yang berada di Kabupaten Bengkalis, namun dalam pemasaran produk-produk tersebut selama ini dirasakan masih lemah dalam bersaing dengan produk dari luar, untuk itu perlu dilihat “bagaimana faktor-faktor strategis eksternal dan internal mempengaruhi pengembangan agroindustri perdesaan di Kabupaten Bengkalis?”.
Baca lebih lanjut

285 Baca lebih lajut

makalah industri dan produk pariwisata

makalah industri dan produk pariwisata

Sedangkan menurut GA. Schmoll dalam bukunya Tourism Promotion (Yoeti, 1985), Industri pariwisata lebih cenderung berorientasi dengan menganalisa cara-cara melakukan pemasaran dan promosi hasil produk industri pariwisata. Industri pariwisata bukanlah industri yang berdiri sendiri, tetapi merupakan suatu industri yang terdiri dari serangkaian perusahaan yang menghasilkan jasa-jasa atau produk yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu tidak hanya dalam jasa yang dihasilkan tetapi juga dalam besarnya perusahaan, lokasi atau tempat kedudukan, letak secara geografis, fungsi, bentuk organisasi yang mengelola dan metode permasalahannya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PENGENDALIAN MUTU SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMINIMASI KECACATAN PRODUK PADA PT. KUSUMA MULIA PLASINDO INFITEX.

PENDAHULUAN PENGENDALIAN MUTU SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMINIMASI KECACATAN PRODUK PADA PT. KUSUMA MULIA PLASINDO INFITEX.

Tujuan utama dari produksi adalah kemampuan produksi dengan biaya rendah tanpa mengurangi kualitas produk. Untuk mencapai sasaran atau tujuan tersebut, harus didukung dengan perencanaan produksi yang baik, karena perencanaan produksi merupakan faktor-faktor produksi penentu berhasilnya proses berjalan baik dengan bahan baku, tenaga kerja, mesin dan peralatan produksi yang digunakan. Meminimalkan jumlah kecacatan produk, bahkan mendekati zero defect berarti telah meningkatkan efisiensi dan efektifitas suatu prosese produksi.

5 Baca lebih lajut

Abstrak Permen No 163 Tahun 2012

Abstrak Permen No 163 Tahun 2012

: - Sebagai pelaksanaan ketentuan dalam Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional,Pemerintah Kota Bontang telah menyusun peta panduan pengembangan kompetensiinti industri Kotadalam melaksanakan ketentuan tersebut perlu menetapkan Peraturan Menteri Perindustrian.

1 Baca lebih lajut

SAFETY ASSESSMENT KOSMETIK FARMASIINDUSTRI DOT COM signed

SAFETY ASSESSMENT KOSMETIK FARMASIINDUSTRI DOT COM signed

Bahan – bahan pada formula produk telah memiliki cukup data mengenai toksisitas dan keamanannya, spesifikasi mengenai kemurnia dan juga analisis komposisi terdapat di dalam masing – masing Material Safety Data Sheet dan Certification of Analysis sehingga bahan – bahan tersebut dapat dinyatakan aman.

14 Baca lebih lajut

Inovasi PT. Pos Indonesia Dalam Menjaga Eksistensi Dan Daya Saing Pelayanan Konsumen (Studi Pada Kantor Pos Medan 20000 Jl. Pos No. 1 Kesawan Medan) Chapter III V

Inovasi PT. Pos Indonesia Dalam Menjaga Eksistensi Dan Daya Saing Pelayanan Konsumen (Studi Pada Kantor Pos Medan 20000 Jl. Pos No. 1 Kesawan Medan) Chapter III V

dorongan persaingan, pasar dan kemajuan teknologi. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Junaidi Alex Tomasa bahwa dorongan munculnya inovasi produk di PT. Pos Indenesia yaitu tuntutan zaman yang memaksa perusahaan Pos agar lebih inovatif lagi. Dilihat pada zaman sekarang perusahaan yang tidak mampu bersaing akan mati dan perusahaan yang tidak mengikuti teknologi akan mati juga. Hadirnya pesaing pesaing seperti JNE, Tiki, dsb juga menjadi pendorong munculnya inovasi. Pesaing pesaing tersebut secara perlahan akan mengambil pangsa pasar yang yang selama ini dikuasai oleh PT. Pos Indonesia.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

BAB I DEFINISI UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN

BAB I DEFINISI UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN

Menurut kabid KPK Disperindag, Diarmansyah, masih banyak temuan produk pasar yang tidak memenuhi aturan dalam UU Nomor 8 Tahun 1999. Antara lain, tidak memberikan label penandaan pada kemasan seperti keterangan komposisi bahan, masa berlaku, dan izin industry Rumah Tangga (IRT) yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (dinkes). Sehingga, produk yang dijual dianggap tidak menjamin keamanan konsumen. “tim KPK Disperindag menemukan produk seperti kerupuk, cincau, bakso, nugget, roti dalam kemasan yang tidak emmenuhi standar aturan UU Nomor 8 Tahun 1999,”paparnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

2. BAB II Overview Konservasi Energi Industri Baja Pulp dan Kertas

2. BAB II Overview Konservasi Energi Industri Baja Pulp dan Kertas

Industri kertas Amerika menggulirkan suatu program aksi yaitu program sukarela dalam koridor kerjasama internasional untuk penelitian dan pengembangan melalui produk-produk yang digunakan. Melalui program ini Industri kertas Amerika menargetkan pengurangan 5% dari konsumsi energinya untuk target tahun 2010 yang dikomparasi dengan tingkat konsumsi pada tahun 1990. Industri kertas Amerika membuat suatu program “voluntary climate vision” dan berkomitmen untuk memperbaiki intensitas konsumsi energinya sebesar 5% dengan menggunakan baseline tahun 2002.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...