Profesi akuntan publik

Top PDF Profesi akuntan publik:

Kode Etik Profesi Akuntan Publik (1)

Kode Etik Profesi Akuntan Publik (1)

• Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI PROFESI DAN KESADARAN ETIS TERHADAP KOMITMEN PROFESI AKUNTAN PUBLIK   Pengaruh Persepsi Profesi Dan Kesadaran Etis Terhadap Komitmen Profesi Akuntan Publik (Survey pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Yogyakarta).

PENGARUH PERSEPSI PROFESI DAN KESADARAN ETIS TERHADAP KOMITMEN PROFESI AKUNTAN PUBLIK Pengaruh Persepsi Profesi Dan Kesadaran Etis Terhadap Komitmen Profesi Akuntan Publik (Survey pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Yogyakarta).

Bagi profesi akuntan publik, persepsi profesi merupakan pemahaman seorang auditor terhadap apa yang digelutinya. Pemahaman ini berkaitan dengan faktor kognitif masing-masing individu auditor tersebut sehingga persepsi auditor satu dengan yang lain akan berbeda. Apabila seorang auditor memiliki persepsi atau pandangan positif terhadap profesinya, maka auditor tersebut akan memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan profesi yang digelutinya dan beranggapan bahwa profesinya merupakan profesi yang sangat penting bagi pihak lain sehingga mereka akan melakukan apa yang harus dilakukan secara proporsional.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

Sebenarnya selama ini belum ada aturan baku yang membahas mengenai kode etik untuk profesi Akuntan Publik. Namun demikian, baru-baru ini salah satu badan yang memiliki fungsi untuk menyusun dan mengembangkan standar profesi dan kode etik profesi akuntan publik yang berkualitas dengan mengacu pada standar internasional yaitu Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) telah mengembangkan dan menetapkan suatu standar profesi dan kode etik profesi yang berkualitas yang berlaku bagi profesi akuntan publik di Indonesia.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA PROFESI AKUNTAN PUBLIK DI SURABAYA SKRIPSI

PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA PROFESI AKUNTAN PUBLIK DI SURABAYA SKRIPSI

Profesi akuntan publik dikenal oleh masyarakat sebagai akuntan yang memiliki izin dari kementrian keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia. Masyarakat mengenal profesi akuntan publik sebagai pemberi jasa audit yang disediakan bagi pemakai informasi keuangan. Para pemakai informasi tersebut adalah pihak manajemen sebagai pemakai internal dan pemakai eksternal antara lain pemerintah, bank, kreditur dan investor atau calon investor. Pihak-pihak dari luar perusahaan membutuhkan informasi laporan keuangan perusahan untuk bahan acuan pertimbangan keputusan atas relasi yang akan dijalin dengan perusahaan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Persepsi Gender, Pengalaman Mengajar, Tingkat Pendidikan, Prestasi Belajar Guru Terhadap Profesi Akuntan Publik

Pengaruh Persepsi Gender, Pengalaman Mengajar, Tingkat Pendidikan, Prestasi Belajar Guru Terhadap Profesi Akuntan Publik

Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil bahwa pengalaman mengajar terbukti berpenaruh positif terhadap profesi akuntan publik terlihat dari tingkat signifikan (0,072) < (0,05). Hal ini menunjukan bahwa pengalaman mengajar memilik peranan penting bagi guru yang mengajar akuntansi. Dengan demikian guru yang mengajar akuntansi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diwilayah Jakarta Selatan dapat memberikan pemebelajaran akuntansi dengan metode yang bervariasi pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang pada akhirnya memberikan ketidak jenuhan dengan metode yang bervariasi kepada anak didiknya sehingga dapat belajar akuntansi yang lebih baik. belajar berpengaruh terhadap profesi akuntan publik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh Keahlian yang Dibutuhkan dan Prospek Karir Akuntan Publik Terhadap Persepsi Mahasiswa Mengenai Profesi Akuntan Publik (Studi Kasus Pada Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan Universitas Mercu Buana Bekasi)

BAB I PENDAHULUAN - Pengaruh Keahlian yang Dibutuhkan dan Prospek Karir Akuntan Publik Terhadap Persepsi Mahasiswa Mengenai Profesi Akuntan Publik (Studi Kasus Pada Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan Universitas Mercu Buana Bekasi)

Profesi akuntan publik di Indonesia terus berkembang khususnya sejak tahun 1989. Menurut Gede Muhammad dalam buku Teori Akuntansi (2005), ada beberapa faktor yang dinilai banyak mendorong perkembangan profesi ini, antara lain adalah: (1) tumbuhnya pasar modal; (2) pesatnya pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan baik bank maupun non-bank; (3) adanya kerjasama IAI dengan Dirjen Pajak dalam rangka menegaskan peranan akuntan publik dalam pelaksanaan peraturan perpajakan di Indonesia: serta (4) berkembangnya penanaman modal asing dan globalisasi kegiatan perekonomian.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI PROFESI DAN KESADARAN ETIS TERHADAP KOMITMEN PROFESI AKUNTAN PUBLIK   Pengaruh Persepsi Profesi Dan Kesadaran Etis Terhadap Komitmen Profesi Akuntan Publik (Survey pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Yogyakarta).

PENGARUH PERSEPSI PROFESI DAN KESADARAN ETIS TERHADAP KOMITMEN PROFESI AKUNTAN PUBLIK Pengaruh Persepsi Profesi Dan Kesadaran Etis Terhadap Komitmen Profesi Akuntan Publik (Survey pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Yogyakarta).

Dengan memanjatkan puji syukur Alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT karena berkat, rahmat dan hidayah-Nya, serta dengan usaha yang sungguh- sungguh, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH PERSEPSI PROFESI DAN KESADARAN ETIS TERHADAP KOMITMEN PROFESI AKUNTAN PUBLIK ( Survey Pada Kantor Akuntan Publik Wilayah Yogyakarta)” sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

PERBEDAAN PERSEPSI NILAI INTRINSIK, GAJI, LINGKUNGAN KERJA, DAN PERTIMBANGAN PASAR KERJA PADA KEPUTUSAN PEMILIHAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK DAN NON AKUNTAN PUBLIK PADA MAHASISWA AKUNTANSI (Studi Pada Universitas Muhammadiyah Purwokerto) - repository perpusta

PERBEDAAN PERSEPSI NILAI INTRINSIK, GAJI, LINGKUNGAN KERJA, DAN PERTIMBANGAN PASAR KERJA PADA KEPUTUSAN PEMILIHAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK DAN NON AKUNTAN PUBLIK PADA MAHASISWA AKUNTANSI (Studi Pada Universitas Muhammadiyah Purwokerto) - repository perpusta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi nilai intrinsik, gaji, lingkungan kerja, dan pertimbangan pasar kerja pada keputusan pemilihan profesi akuntan publik dan non akuntan publik pada mahasiswa akuntansi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa jurusan akuntansi S1 semester VI dan VIII di Universitas Muhammadiyah Purwokerto tahun 2012. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria mahasiswa akuntansi yang telah menempuh mata kuliah Pemeriksaan Akuntansi 1, serta mahasiswa yang masih aktif kuliah dan masih terdaftar di Fakultas Ekonomi Akuntansi SI Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Uji kualitas data menggunakan uji validitas dengan signifikansi <0.05 dan uji reliabilitas dengan signifikansi >0.6. Sedangkan uji analisis data menggunakan uji independent sampel t-tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi diantara mahasiswa yang memilih profesi akutan publik maupun non akuntan publik. Hal ini dikarenakan responden ingin mendapatkan jenis pekerjaan maupun suasana kerja seperti yang mereka bayangkan ketika mempertimbangkan faktor-faktor dalam pemilihan profesi mereka. Hal ini bisa dipahami, karena status responden yang masih menjadi mahasiswa, sehingga belum sepenuhnya memahami atsmosfer dunia kerja yang sesungguhnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peran Profesi Akuntan Publik Dalam Perek

Peran Profesi Akuntan Publik Dalam Perek

Profesi akunan publik adalah profesi yang salah satu jasa utamanya merupakan jasa asurans dan hasilnya digunakan oleh publik secara luas sebagai salah satu pertimbangan untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu, profesi akuntan publik merupakan profesi yang peranannya besar dalam mendukung peronomian nasional yang sehat dan efisien, dan juga meningkatkan transparansi serta mutu informasi di bidang keuangan. Hal ini telah dijelaskan dalam UU No.5 Tahun 2011, dan juga telah sesuai dengan tujuan IFRS yang menginginkan adanya peningkatan transparansi pelaporan keuangan. Selain itu akuntan publik memiliki peranan dalam peningkatan kualitas dan kredibilitas informasi keuangan atau laporan suatu entitas.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengauditan dan Profesi Akuntan Publik

Pengauditan dan Profesi Akuntan Publik

Adalah register yg diselenggarakan oleh Departemen Keuangan RI u/ mencatat nama orang-orang yg berhak menggunakan gelar Akuntan, sebagaimana diatur dalam pasal 3 ayat 4 UU No. 34 tahun 1954 tentang Pemakaian Gelar Akuntan. Pada pasal 2 dijelaskan bahwa yg dimaksud dengan ijazah sebagaimana disebutkan pada pasal 1 adalah :

6 Baca lebih lajut

AUDITING DAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK

AUDITING DAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Pada tahun 1988. AICPA mendirikan Quality Review Division (Divisi Revisi Mutu). Kegiatan utama divisi ini adalah melakukan kerjasama dengan masyarakat CPA Negara bagian, untuk memtapkan dan melaksanakan program review mutu bagi kantor – kantor akuntan lokal yang melakukan praktik akuntan public namun tidak terdaftar pada salah satu seksi manapun dari Divisi Kantor CPA. Program ini menyediakan beragam variasi review berdasarkan jenis jasa yang diberikan.

27 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HAK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

PERLINDUNGAN HAK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Dalam  perkembangan  masyarakat,  semakin  banyak  bidang  profesi  yang  dibutuhkan  di  berbagai bidang. Perkembangan lain yang terjadi adalah munculnya produk hukum yang  mengatur  profesiprofesi  tertentu.  Pengaturan  diperlukan  setidaknya  dari  tiga  aspek.  Pertama,  memastikan  bahwa  hanya  orang  yang  memiliki  keahlian‐lah  yang  dapat  menjalankan profesi tertentu. Kedua, memberikan perlindungan kepada profesi tertentu  dari  hal‐hal  yang  dapat  merugikan  atau  mengganggu  profesi.  Ketiga,  memberikan  perlindungan kepada masyarakat. 
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

1. Pengauditan dan Profesi Akuntan Publik

1. Pengauditan dan Profesi Akuntan Publik

27 Standar Profesional Akuntan Publik  Standar Auditing:  pedoman audit laporan keuangan historis  Berisi 10 standar yg dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing PSA  PS[r]

31 Baca lebih lajut

BAB 1PENDAHULUAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK DAN NON AKUNTAN PUBLIK (Survei pada Mahasiswa Akuntansi Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta).

BAB 1PENDAHULUAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PROFESI AKUNTAN PUBLIK DAN NON AKUNTAN PUBLIK (Survei pada Mahasiswa Akuntansi Perguruan Tinggi Swasta di Surakarta).

Jasa akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu negara. Ditintajau dari fungsinya, jasa akuntansi berfungsi untuk meningkatkan transparasi laporan keuangan yang diperlukan oleh pelaku ekonomi dalam dunia usaha sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disajikan hendaknya dapat memenuhi keperluan yaitu dapat memberikan informasi secara lengkap, dapat dipercaya dan mencerminkan keadaan secara tepat dan netral, sehingga para pengambilan keputusan tersebut tidak akan tersesat. Profesi akuntansi ini diharapkan mampu menghadirkan kejujuran informasi berbagai institusi profit dan non profit, pemerintah atau swasta yang ditampilkan secara transparan. Selanjutnya menjadi tanggung jawab profesi akuntan pendidik agar selalu berupaya untuk meningkatkan manfaat materi kuliah yang diajarkan pada anak didiknya. Diperlukan suatu stimulasi untuk membuat mahasiswa mulai memikirkan secara serius karir yang diinginkannya sejak masih di bangku kuliah, agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu dan fasilitas kampus secara optimal. Peran akuntan pendidik sebagai stimulan dalam hal ini di rasa sangat penting (Astami, 2001: 59).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

kode etik profesi akuntan publik

kode etik profesi akuntan publik

240.1 Dalam melakukan negosiasi mengenai jasa profesional yang diberikan, Praktisi dapat mengusulkan jumlah imbalan jasa profesional yang dipandang sesuai. Fakta terjadinya jumlah imbalan jasa profesional yang diusulkan oleh Praktisi yang satu lebih rendah dari Praktisi yang lain bukan merupakan pelanggaran terhadap kode etik profesi. Namun demikian, ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat saja terjadi dari besaran imbalan jasa profesional yang diusulkan. Sebagai contoh, ancaman kepentingan pribadi terhadap kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional dapat terjadi ketika besaran imbalan jasa profesional yang diusulkan sedemikian rendahnya, sehingga dapat mengakibatkan tidak dapat dilaksanakannya perikatan dengan baik berdasarkan standar teknis dan standar profesi yang berlaku.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

240.1 Dalam melakukan negosiasi mengenai jasa profesional yang diberikan, Praktisi dapat mengusulkan jumlah imbalan jasa profesional yang dipandang sesuai. Fakta terjadinya jumlah imbalan jasa profesional yang diusulkan oleh Praktisi yang satu lebih rendah dari Praktisi yang lain bukan merupakan pelanggaran terhadap kode etik profesi. Namun demikian, ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat saja terjadi dari besaran imbalan jasa profesional yang diusulkan. Sebagai contoh, ancaman kepentingan pribadi terhadap kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional dapat terjadi ketika besaran imbalan jasa profesional yang diusulkan sedemikian rendahnya, sehingga dapat mengakibatkan tidak dapat dilaksanakannya perikatan dengan baik berdasarkan standar teknis dan standar profesi yang berlaku.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Perbedaan Persepsi Mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi dengan S1 Akuntansi Mengenai Profesi Akuntan (Studi Empiris pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara)

Perbedaan Persepsi Mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi dengan S1 Akuntansi Mengenai Profesi Akuntan (Studi Empiris pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara)

Profesi akuntan publik dikenal oleh masyarakat dari jasa audit yang disediakan bagi pemakai informasi keuangan. Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan - perusahaan yang berkembang dalam suatu negara masih berskala kecil dan masih menggunakan modal pemiliknya sendiri untuk membelanjai usahanya, jasa audit yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik belum diperlukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Begitu juga jika sebagian besar perusahaan berbadan hukum selain Perseroan Terbatas (PT) yang bersifat terbuka, di negara tersebut jasa audit profesi akuntan publik belum diperlukan oleh masyarakat usaha.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

JASA ASSURANCE DAN JASA NON ASSURANCE

JASA ASSURANCE DAN JASA NON ASSURANCE

Jasa Assurance dapat disediakan oleh profesi akuntan publik atau berbagai profesi lain. Contoh jasa assurance yang disediakan oleh profesi lain adalah jasa pengujian berbagai produk oleh organisasi konsumen (Non profit organization), jasa pemeringkatan televisi (television rating), dan lain-lain.

3 Baca lebih lajut

Kasus Kasus dalam etika profesi

Kasus Kasus dalam etika profesi

Pada beberapa tahun yang lalu beberapa perusahaan seperti Enron dan Worldcom yang dinyatakan bangkrut oleh pengadilan dan Enron perusahaan energi terbesar di AS yang jatuh bangkrut itu meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar, karena salah strategi dan memanipulasi akuntansi yang melibatkan profesi Akuntan Publik yaitu Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. Arthur Andersen, merupakan kantor akuntan public yang disebut sebagai “The big five” yaitu (pricewaterhouse coopers, deloitte & touché, KPMC, Ernest & Young dan Anderson) yang melakukan Audit terhadap laporan keuangan Enron Corp. Laporan keuangan maupun akunting perusahaan yang diaudit oleh perusahaan akunting ternama di dunia, Arthur Andersen, ternyata penuh dengan kecurangan (fraudulent) dan penyamaran data serta syarat dengan pelanggaran etika profesi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...