Profesionalisme Kepala Sekolah

Top PDF Profesionalisme Kepala Sekolah:

PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH SEBAGAI LEADER   PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH SEBAGAI LEADER (Studi Situs SMP Negeri 1 Kalikotes Klaten).

PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH SEBAGAI LEADER PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH SEBAGAI LEADER (Studi Situs SMP Negeri 1 Kalikotes Klaten).

Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan profesionalisme kepala sekolah sebagai leader. Tujuan khusus untuk mendeskripsikan karakteristik kemampuan kepala sekolah memimpin tenaga pendidik dan kependidikan, kemampuan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan, kemampuan kepala sekolah dalam komunikasi dua arah.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Profesionalisme Kepala Sekolah Terhadap Pengembangan Kualitas Guru SMK Negeri Se Kota Semarang

Pengaruh Profesionalisme Kepala Sekolah Terhadap Pengembangan Kualitas Guru SMK Negeri Se Kota Semarang

Populasi dalam penelitian kepala sekolah dan guru SMK Negeri 2 Semarang dan SMK Negeri 9 Semanrang sebanyak 93 orang. Sapel diambil secara total sampling, yakni seluruh populasi disajikan sebagai sampel penelitian sehingga sampel dalam penelitian sebanyak 93 orang. Variabel penelitian ada dua yaitu profesionalisme kepala sekolah sebagai variabel bebas dan pengembangan kualitas guru sebagai variabel terikat. Data diambil, melalui teknik kuesioner, dokumentasi, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis diskriptif persentase dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme kepala sekolah SMK Negeri Se-Kota Semarang termasuk kategori sangat baik dengan bobot persentase menurut pendapat kepala sekolah yaitu 97,33% dan menurut pendapat guru yaitu 94,59%. Pengembangan kualitas guru juga termasuk kategori baik dengan persentase menurut pendapat kepala sekolah yaitu 94,33% dan menurut pendapat para guru yaitu 92,22%. Dari hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi Y = 13,155 + 880X. Uji keberartiannya menggunakan uji F diperoleh F hitung = 42,252 dengan harga signifikansi 0,000.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KARANGAMPEL KABUPATEN INDRAMAYU - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

PENGARUH PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KARANGAMPEL KABUPATEN INDRAMAYU - IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Sebagai manajer pendidikan yang profesional, kepala sekolah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap sukses tidaknya sekolah yang dipimpinnya. Ini berarti bahwa profesionalisme kepala sekolah menjadi sebuah keharusan. Danim 4 mengatakan, beberapa riset menyimpulkan bahwa kepala sekolah memainkan peranan penting terhadap efektivitas sekolah. Studi yang dilakukan Gilberg Austin terhadap semua kepala sekolah di negara bagian Maryland, Amerika Serikat, menunjukkkan bahwa perbedaan antara sekolah yang berprestasi tinggi dan yang rendah disebabkan oleh adanya pengaruh kepala sekolahnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Ruth Love dalam Edward Deroche (1996) yang menyatakan, “I
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DI SMP SEKABUPATEN BOYOLALI.

PENGARUH PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DI SMP SEKABUPATEN BOYOLALI.

2) Berdasarkan pada hasil uji F diketahui bahwa Ada pengaruh yang signifikan profesionalisme kepala sekolah, profesionalisme guru dan supervisi pengawas sekolah terhadap mutu pendidikan di SMP Se-Kabupaten Boyolali. Hal ini dikarenakan besar nilai uji Fhitung sebesar 28,052 lebih besar F tabel (3,92).

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SMP SEKABUPATEN BOYOLALI.

PENGARUH PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN SUPERVISI PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SMP SEKABUPATEN BOYOLALI.

Administrator menurut kamus besar Bahasa Indonesia (1993:7) adalah penguasa atau pembesar setempat yang bisa juga disebut sebagai pemimpin di bidang pelaksanaan peraturan, prosedur, dan kebijakan. Administrator dalam pengertian di atas yaitu kepala sekolah dibantu dengan pengawas sekolah sebagaimana tanggung jawabnya sebagai pengawas dalam membantu atau membimbing pengelolaan administrasi sekolah.

7 Baca lebih lajut

PERAN PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU SD NEGERI   Peran Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Terhadap Profesionalisme Guru SD Negeri Se-Kecamata

PERAN PERSEPSI GURU TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PROFESIONALISME GURU SD NEGERI Peran Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Terhadap Profesionalisme Guru SD Negeri Se-Kecamata

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis pengaruh persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah terhadap profesionlisme guru SD Negeri se-Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang; 2) menganalisis pengaruh motivasi berprestasi guru terhadap profesionlismeguru SD Negeri se-Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang; dan 3) menganalisis pengaruh persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru terhadap profesionlisme guru SD Negeri se-Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.

11 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN MUTU PENDIDIKAN | Suwartini | Jurnal Administrasi Pendidikan 8294 18351 1 PB

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME GURU DAN MUTU PENDIDIKAN | Suwartini | Jurnal Administrasi Pendidikan 8294 18351 1 PB

Profesionalisme guru dalam proses pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam membimbing peserta didik ke arah kedewasaan dan kematangan menuju kemandirian. Guru bukan hanya berperan sebagai pengajar dan menyampaikan materi pelajaran sebagai pertanggungjawaban pembelajaran, melainkan guru harus bertindak sebagai pendidik. Seperti halnya yang dikemukakan oleh Sagala (2007, hlm. 99) bahwa dalam melaksanakan tugasnya seorang guru tidak hanya menguasai bahan ajar dan memiliki kemampuan teknik edukatif, tetapi harus memiliki juga kepribadian dan integritas pribadi yang dapat diandalkan sehingga menjadi sosok panutan bagi peserta didik, keluarga, maupun masyarakat.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

T ADPEN 1201220 Bibliography

T ADPEN 1201220 Bibliography

Peningkatan Kompetensi Supervisi Klinis KEpala Sekolah/ Madrasah untuk meningkatkan Profesionalisme guru.. Jurnal Tenaga Kependidikan Vol.[r]

5 Baca lebih lajut

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI MIN PANJANG AMBARAWA - Test Repository

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI MIN PANJANG AMBARAWA - Test Repository

5. Lebih lanjut ibu kepala sekolah menuturkan “pembinaan kinerja guru saya lakukan untuk memperbaiki kinerja guru agar lebih baik. Pembinaan terhadap pelaksanaan program sekolah dilakukan untuk mengetahui program mana yang telah tercapai dan program mana yang belum tercapai. Untuk program yang belum tercapai dijadikan sebagai agenda untuk kegiatan selanjutnya. Selanjutnya, pembinaan kegiatan administrasi saya lakukan dengan tujuan untuk mengetahui tugas administrasi yang telah dijalankan dan yang belum dijalankan oleh guru. Tugas keadministrasian biasanya saya serahkan kepada guru sehingga dengan adanya rapat ini saya dapat mengetahui sejauh mana tugas yang saya berikan kepada guru sudah dijalankan dengan baik atau belum. Bila ada lagi tugas keadministrasian bisa kepala sekolah sampaikan dalam forum rapat dan bila guru yang ditugasi tersebut kurang faham maka ia bisa bertanya kepada kepala sekolah. Pembinaan kedisiplinan selalu dianjurkan oleh kepala sekolah dalam setiap kali rapat guru. Selain itu, kepala sekolah juga menyampaikan hasil supervisinya (mengawasi) terhadap kinerja guru. Dalam rapat, kepala sekolah menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pengajaran guru di kelas. Guru yang memiliki kekurangan diberikan solusi perbaikannya. Dengan demikian guru akan selalu terpacu untuk meningkatkan kemampuan dirinya sehingga ia dapat menjadi guru yang profesional”.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap profesionalisme guru dan kinerja guru.

Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap profesionalisme guru dan kinerja guru.

Berbicara mengenai motivasi kerja, penelitian yang dilakukan oleh Zunaidah, dkk (2014) menyimpulkan bahwa motivasi kerja seperti memberi semangat kerja, inisiatif, kreatifitas dan rasa tanggungjawab berpengaruh positif terhadap kinerja guru. Dengan motivasi yang tepat guru akan terdorong untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melaksanakan tugasnya karena menyakini bahwa dengan keberhasilan organisasi sekolah mencapai tujuan dan berbagai sasarannya, kepentingan-kepentingannya pribadi para guru tersebut akan terpelihara juga. Meskipun pada dasarnya motivasi kerja sudah dimiliki oleh setiap pegawai, bukan berarti pemimpin “bebas tugas”. Artin ya, pemimpin juga berperan secara profesional dalam merangsang motivasi kerja mereka agar grafiknya tidak menurun. Upaya pemimpin ini menjadi penting, terutama bagi guru dengan motivasikerja rendah. Dengan demikian motivasi kerja adalah dorongan atau penggerak agar bawahannya agar dapat bekerja keras untuk mencapai tujuan dalam proses pembelajaran. Keberhasilan pendidikan di sekolah di pengaruhi oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga pendidik yang ada disekolah.
Baca lebih lanjut

185 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di SMA Sragen Kota.

PENDAHULUAN Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Persepsi Guru Tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di SMA Sragen Kota.

Selanjutnya berdasarkan data Education For All (EFA) atau indeks pembangunan pendidikan untuk semua, pendidikan di Indonesia mengalami penurunan peringkat dari 65 pada 2011 menjadi peringkat 69 pada 2012 dari 127 negara di dunia. Variabel bisa diukur dari kualitas guru yang rendah, anak putus sekolah, kurikulum yang tidak memenuhi standar dan infrastruktur yang buruk. (sumber: news.okezone.com).

7 Baca lebih lajut

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH MENENGAH   Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 3 Kaliwungu Dan SMP Muhammadiyah 6 Kendal Tahun Ajaran 2013/2014

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH MENENGAH Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 3 Kaliwungu Dan SMP Muhammadiyah 6 Kendal Tahun Ajaran 2013/2014

Pertama : pelaksanaan perankepala sekolah di SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu dan SMP Muhammadiyah 6 Kendal selama ini secara umum tidak memiliki perbedaan yang signifikan, peran sebagai pendidik, manajer sekolah, administrator, supervisor , leader , climator /pencipta iklim kerja kondusif, dan motivator telah dilaksanakan dengan baik. Namun demikian peran sebagai entrepreneur / innovator belum secara maksimal dilakukan karena di SMP Muhamadiyah 3 Kaliwungu terkendala oleh ketersediaan dana yang terbatas untuk kelengkapan sarana prasarana sekolah, kurangnya bimbingan belajar siswa sehingga apabila mengikuti perlombaan bidang akademik selalu kalah oleh sekolah negeri, tetapi menonjol pada bidang non akademik. Sedangkan di SMP
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH MENENGAH  Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 3 Kaliwungu Dan SMP Muhammadiyah 6 Kendal Tahun Ajaran 2013/2014.

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH MENENGAH Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 3 Kaliwungu Dan SMP Muhammadiyah 6 Kendal Tahun Ajaran 2013/2014.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama: pelaksanaan peran kepala sekolah di dua sekolah tersebut selama ini secara umum tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Peran sebagai pendidik, manajer sekolah, administrator, supervisor, leader, climator, motivator, entrepreneur/innovator telah dilaksanakan dengan baik. Namun demikian peran sebagai entrepreneur/innovator belum secara maksimal dilakukan, karena di SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu terkendala oleh ketersediaan dana yang terbatas untuk kelengkapan sarana prasarana sekolah, kurangnya fasilitas bimbingan belajar siswa sehingga apabila mengikuti perlombaan bidang akademik selalu kalah oleh sekolah negeri, tetapi menonjol padabidang non akademik. Sedangkan di SMP Muhammadiyah 6 Kendal terkendala juga oleh dana yang terbatas, kurang kreatifitas dalam menciptakan suasana mengajar yang menyenangkan. Kedua:profesionalisme guru di dua sekolah tersebut selama ini secara kuantitas telah memiliki jumlah guru yang cukup, setiap guru mengajar telah disesuaikan dengan kualifikasi pendidikannya. Dilihat dari segi kualitas kinerja secara umum cukup disiplin dan lincah. Ketiga:upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di dua sekolah tersebut dengan membuat perencanaan kerja sekolah jangka 4 tahun dan 1 tahun dalam hal pendidik dan tenaga kependidikan, serta melaksanakan berbagai upaya peningkatan profesionalisme guru meliputi: pembinaan kedisiplinan kerja, pemberian motivasi dan penghargaan, menjalin hubungan kerja yang baik, pemberian dan pemenuhan kesejahteraan dan jaminan keselamatan kerja, menyediakan kebutuhan aktualisasi diri dan pengembangan diri, mengikuti pelatihan kependidikan, ikut serta MGMP, seminar, workshop, diklat, pendidikan lanjut, dan program sertifikasi guru. Kata kunci: peran kepala sekolah; profesionalisme guru; upaya peningkatan
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pengaruh manajemen kepala sekolah, profesionalisme guru, dan motivasi berprestasi terhadap efektivitas kerja guru sekolah dasar di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung

Pengaruh manajemen kepala sekolah, profesionalisme guru, dan motivasi berprestasi terhadap efektivitas kerja guru sekolah dasar di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung

Dalam mendukung efektivitas kerja guru, diperlukan sosok seorang kepala sekolah sebagai fungsi manajemen sekolah, karena kepala sekolah merupakan motor penggerak, penentu arah kebijakan menuju pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Sebagai pengelola institusi satuan pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk selalu meningkatkan kinerja yang berkualitas bagi bawahannya. Dalam usahanya menjadikan peran guru agar efektif dalam tugasnya, kepala sekolah wajib memahami karakteristik dari masing-masing guru yang dipimpinnya, dan menyadari bahwa hal itu tidak lepas dari fungsi manajerialnya. Dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah, diperlukan efektivitas kerja yang baik dari seorang guru, efektivitas dalam bahasa Inggris disebut effective yang berarti berhasil, dapat atau manjur. Efektivitas berarti ada efeknya (akibatnya) manjur atau mujarab, dapat membawa hasil (Kamus
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah - USD Repository

Pengaruh kepemimpinan transformasional Kepala Sekolah, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap profesionalisme guru SMK Negeri di Kecamatan Teweh Tengah - USD Repository

motivasi dan mampu mengembangkan visi bersama bagi sekolah serta mampu menjadi model atau teladan bagi para guru untuk saling bekerja sama dalam tim. Sedangkan, Kecerdasan spiritual merupakan inti atau pusat dari semua tindakan yang dilakukan, dilandasi adanya kecerdasan untuk menerapkan prilaku dan hidup dalam kontek makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai tindakan bahkan jalan hidup manusia lebih bermakna di banding dengan yang lain (Zohar dan Marshal, 2000: 252-257). Seorang guru yang memiliki kecerdasan spiritual yaitu rela berkorban dalam membantu orang lain, selalu bersyukur dengan keadaan yang mereka miliki, mampu memahami diri sendiri sehingga para guru juga memiliki kualitas hidup yang dapat mengilhami visi dan nilai-nilai yang ada dalam lingkungan sekolah. Dengan demikian, semakin tinggi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan kecerdasan spiritual maka dapat meningkatkan profesionalisme guru.
Baca lebih lanjut

241 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Demokratis Terhadap Sikap Disiplin Guru di SD N Gabus 4 Sragen Tahun 2016/2017.

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Demokratis Terhadap Sikap Disiplin Guru di SD N Gabus 4 Sragen Tahun 2016/2017.

Rahman, Abdul. 2014. Peningkatan Disiplin Kerjaguru Di Sekolah Dasar Yayasan Mutiara Gambut. Jurnal Administrasi Pendidikan. Volume 2 Nomor 1. ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana/article/viewFile/3695/2932. Diakses 20 Desember 2016

4 Baca lebih lajut

PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMK BATIK 1 SURAKARTA  Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMK Batik 1 Surakarta 2013/2014.

PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMK BATIK 1 SURAKARTA Pengaruh Profesionalisme Guru Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMK Batik 1 Surakarta 2013/2014.

Dengan memanjatkan puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT karena berkat, rahmat dan hidayahnya, serta dengan usaha yang sungguh-sungguh, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unuversitas Muhammadiyah Surakarta dengan judul: “PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMK BATIK 1 SURAKARTA 2013/2014”.

17 Baca lebih lajut

Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah Model Pengembangan terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Menengah Atas Negeri Provinsi Banten

Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah Model Pengembangan terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Menengah Atas Negeri Provinsi Banten

Model- m od el super v isi t elah dik em b angk an o l e h p a r a p a k a r u n t u k m e n i n g k at k a n k eb er - hasilan pelak sanaan super visi di sek olah- sekolah. Model awal y ang paling banyak dilakuk an adalah super v isi klinik al y ang diper k enalkan oleh Cogan ( 198 3) dan dikem bangkan oleh Goldham m er dan Kr aw j esk y ( 1 9 9 3 ) . Pend ek at an sup er v i si k li ni k pelak- sanaannya m enggunak an t ek nik obser vasi ber t uj uan m em per baiki pem belaj ar an gur u secar a b e r k esi n am b u n g a n d an b e r t ah a p . Ke l em ah an sup er v i si k lini k al, y ait u m em er l uk an sup er v i sor m engobser vasi gur u di dalam kelas pada saat gur u m engaj ar. Dat a ut am a diper oleh, yait u per ist iwa- per ist iwa dalam kelas. Menur ut Ram aiah ( 1 999 ) , kelanj ut an pr oses super visi klinik, dat a at au bukt i pr est asi gur u diper oleh dalam obser vasi di dalam k el as.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU GURU DI SMK MUHAMMADIYAH I BLORA TAHUN 2015.

PENDAHULUAN PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU GURU DI SMK MUHAMMADIYAH I BLORA TAHUN 2015.

3. Yin Cheong Cheng (Jurnal Pendidikan, 2000) dengan judul, “ Quality assurance in education: internal, interface, and future ” . 14 Penelitian ini membahas tentang reformasi pendidikan di seluruh dunia terkait kualitas pendidikan. Ada 3 (tiga) pergeseran paradigma dan teori kualitas pendidikan serta efektivitas sekolah yang berbeda. Ketiga paradigma tersebut menghasilkan strategi yang berbeda dan pendekatan jaminan mutu pendidikan yang berbeda pula. Perbedaan penelitian ini adalah pada peran kepala sekolah yang tidak dibahas dalam penelitiannya. Sedangkan persamaannya adalah sama-sama mengkaji tentang peningkatan mutu pendidikan salah satunya adalah peningkatan mutu guru. Ada pergeseran paradigm mutu pendidikan, berpengaruh pada pergeseran evaluasi atau penilaian mutu pendidikan. Sehingga dari penilaian intemal sekolah beralih kepada penilaian mutu sekolah pada pelanggan sebagai pengguna lulusan. Kualitas mutu guru harus mampu menjawab perubahan saat ini salah satunya pesatnya IT (information technology) dan kebutuhan dunia kerja.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...