profil penggunaan antibiotik

Top PDF profil penggunaan antibiotik:

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIAYA PENGOBATAN ISPA DI PUSKESMAS I KEMBARAN PURWOKERTO

PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIAYA PENGOBATAN ISPA DI PUSKESMAS I KEMBARAN PURWOKERTO

Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) merupakan 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit, Puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya dan masih merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian balita di Indonesia yaitu sebesar 28%. Penelitian ini merupakan penelitian Analitik Observasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan data dilakukan dengan cara random sampling. Bahan penelitian adalah resep dan catatan rekam medik pasien ISPA yang tercatat pada instalasi rawat jalan di Puskesmas I Kembaran Purwokerto periode Maret – April 2016. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) tidak ada pengaruh profil penggunaan antibiotik terhadap direct Medical Cost pada pengobatan ISPA. Jenis antibiotik yang digunakan dalam terapi ISPA di Puskesmas I Kembaran menggunakan antibiotik tunggal yaitu amoxicylin (85,5%), Cotrimoxazol (13,2%), danCefixim (0,87%). 2) tidak ada pengaruh pemberian antibiotik terhadap biaya pengobatan ISPA di Puskesmas I Kembaran, hal ini disebabkan adanya PERBUP (Peraturan Bupati Kabupaten Banyumas No. 39 tahun 2014 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan pada Badan Layanan Umum Daerah/ Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas). 3) Biaya pengobatan ISPA di Puskesmas I Kembaran Purwkerto yaitu sebesar (Rp.5000,-) untuk semua jenis obat yang diberikan. Biaya pemeriksaan Laboratorium Rp. 10.000,- per jenis pemeriksaan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan gangguan saluran pernapasan dan untuk mengetahui gambaran golongan antibiotik yang sering diresepkan pada pasien anak dengan gangguan saluran pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang tahun 2015

13 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Rawat Jalan Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Rumah Sakit Haji Medan Periode Januari – Juni 2012

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Rawat Jalan Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Rumah Sakit Haji Medan Periode Januari – Juni 2012

Puji dan syukur kehadirat Allah yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan ridhoNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Rawat Jalan Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Rumah Sakit Haji Medan Periode Januari – Juni 2012”. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

12 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan gangguan saluran pernapasan dan untuk mengetahui gambaran golongan antibiotik yang sering diresepkan pada pasien anak dengan gangguan saluran pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang tahun 2015

2 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Diagnosis Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUD DR. R. M. Djoelham Kota Binjai.

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Diagnosis Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap RSUD DR. R. M. Djoelham Kota Binjai.

Demam tifoid atau thypus abdominalis merupakan penyakit infeksi akut pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh Salmonella thypi. Penyakit ini erat kaitannya dengan higiene pribadi dan sanitasi lingkungan yang kumuh, kebersihan tempat-tempat umum yang kurang serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling utama dalam pengobatan demam tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien anak diagnosis demam tifoid di instalasi rawat inap RSUD Djoelham Kota Binjai pada periode Januari - Desember 2015.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Berdasarkan tingginya prevalensi penderita gangguan saluran pernapasan dan tingginya penggunaan antibiotik di pusat-pusat pelayanan kesehatan terutama pada pasien anak-anak yang terdiagnosis gangguan saluran pernapasan maka perlu dilakukan penelitian mengenai profil penggunaan antibiotik pada anak dengan gangguan saluran pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang tahun 2015.

6 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Antibiotik - PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIAYA PENGOBATAN ISPA DI PUSKESMAS I KEMBARAN PURWOKERTO - repository perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Antibiotik - PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIAYA PENGOBATAN ISPA DI PUSKESMAS I KEMBARAN PURWOKERTO - repository perpustakaan

sejak lama. Laporan dari suatu Rumah Sakit di Amerika pada tahun 1977 mengungkapkan bahwa 34% dari seluruh penderita yang dirawat mendapat terapi antibiotik (Djoko Widodo (2005). Dampak negatif yang paling bahaya dari penggunaan antibiotik secara tidak rasional adalah muncul dan berkembangnya kuman - kuman yang kebal antibiotik. Hal ini mengakibatkan pengobatan menjadi tidak efektif, peningkatan morbiditas maupun mortalitas pasien dan meningkatnya biaya perawatan kesehatan. Dampak tersebut harus ditanggulangi bersama dengan cara yang efektif, antara lain dengan menggunakan antibiotik secara rasional, melakukan intervensi untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik dan melakukan monitoring serta evaluasi penggunaan antibiotik pada pelayanan kesehatan masyarakat yang merupakan tempat paling banyak ditemukan penggunaan antibiotik. Evaluasi penggunaan obat khususnya antibiotik merupakan salah satu bentuk tanggung jawab farmasis di lingkungan Pelayanan kesehatan dalam rangka mempromosikan penggunaan antibiotik yang rasional.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Pada Bangsal Penyakit Dalam di RSUP dr.. Kariydi Semarang Tahun 2008, Semarang.[r]

3 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Penggunaan antibiotik untuk terapi empiris adalah penggunaan antibiotik pada kasus infeksi yang elum diketahui jenis bakteri penyebabnya. Pemberian antibiotik empiris ditujukan untuk penghambatan pertumbuhan bakteri yang diduga menjadi penyebab infeksi sebelum diperoleh hasil pemeriksaan mikrobiologi. Lama pemberian antibiotik empiris diberikan dalam jangka waktu 48-72 jam. Selanjutnya harus dilakukan evaluasi berdasarkan data mikrobiologis dan kondisi klinis pasien serta data penunjang lainnya. Antibiotik empiris diberikan secara oral pada infeksi ringan, sedangkan pada infeksi sedang sampai berat dapat dipertimbangkan menggunakan antibiotik secara parenteral. Terapi empiris diindikasikan untuk bakteri tertentu yang sering menjadi penyebab infeksi yaitu:
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik proceeding pit iai 2017 Rika

Profil Penggunaan Antibiotik proceeding pit iai 2017 Rika

Dalam periode waktu tiga bulan Oktober-Desember 2016, antibiotik dengan nilai DDD/100 hari rawat inap tertinggi pada bulan Oktober-Desember 2016 relatif sama yaitu seftriakson, sefiksim, dan levofloksasin. Hal ini memiliki kesamaan dengan dua rumah sakit pemerintah Indonesia yang dilakukan penelitian sebelumnya oleh Hadi, et al. (2008) menunjukkan data penggunaan antibiotika golongan penisilin (ampisilin dan amoksisilin) menempati peringkat tertinggi, diikuti dengan golongan sefalosporin (yaitu sefotaksim dan seftriakson, serta semua sefalosporin berasal dari generasi ketiga) di peringkat kedua dan golongan kuinolon (siprofloksasin) di peringkat ketiga tertinggi. Namun, di RS Husada Utama terdapat perbedaan pada antibiotik golongan penisilin yaitu amoksisilin menempati peringkat ke-5 untuk amoksisilin dan ampisilin sudah tidak digunakan. Pergeseran penggunaan antibiotik disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah merujuk pada peta kuman di RS Husada Utama bahwa ampisilin sudah mengalami resistensi terhadap bakteri
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Profil Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Anak Dengan Gangguan Saluran Pernapasan di Puskesmas Sukajaya Kota Sabang Tahun 2015

Penggunaan antibiotik untuk terapi empiris adalah penggunaan antibiotik pada kasus infeksi yang elum diketahui jenis bakteri penyebabnya. Pemberian antibiotik empiris ditujukan untuk penghambatan pertumbuhan bakteri yang diduga menjadi penyebab infeksi sebelum diperoleh hasil pemeriksaan mikrobiologi. Lama pemberian antibiotik empiris diberikan dalam jangka waktu 48-72 jam. Selanjutnya harus dilakukan evaluasi berdasarkan data mikrobiologis dan kondisi klinis pasien serta data penunjang lainnya. Antibiotik empiris diberikan secara oral pada infeksi ringan, sedangkan pada infeksi sedang sampai berat dapat dipertimbangkan menggunakan antibiotik secara parenteral. Terapi empiris diindikasikan untuk bakteri tertentu yang sering menjadi penyebab infeksi yaitu:
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Kajian Peresepan Antibiotik Pada Pasien Pediatrik Rawat Jalan Di Rsud Deli Serdang Lubuk Pakam Periode September 2014 – Desember 2014

Kajian Peresepan Antibiotik Pada Pasien Pediatrik Rawat Jalan Di Rsud Deli Serdang Lubuk Pakam Periode September 2014 – Desember 2014

Golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia adalah antibiotik. Diperkirakan lebih dari seperempat anggaran rumah sakit dibelanjakan untuk kebutuhan antibiotik. Pemakaian antibiotik di negara-negara berkembang sering tidak terkontrol. Penggunaan antibiotik yang rasional harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu tepat indikasi, tepat dosis, tepat frekuensi penggunaan dan tepat durasi penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik berdasarkan jenis antibiotik dan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik rawat jalan di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada pdf

Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada pdf

Pada penelitian ini jenis antibiotik yang diberikan kepada pasien sesuai dengan standar yang ada pada Pharmaceutical Care seperti amoxicilin, cefadroxil, amoxicilin klavulanat, ciprofloxacin, cotrimoxazol. Pemilihan antibiotik lini ketiga seperti ciprofloxacin harus diperhatikan karena antibiotik ini tidak dianjurkan pada wanita hamil atau menyusui, anak-anak dalam pertumbuhan karena dapat menghambat pertumbuhan tulang, pada penderita gangguan SSP juga perlu diperhatikan pemberiannya. Ketika mengevaluasi kondisi pasien sebelum memulai terapi obat, hal yang penting untuk di pertimbangkan adalah reaksi samping pada individu pasien meliputi terjadinya efek samping, gangguan fungsi hati atau ginjal, dan adanya obat lain yang dapat berinteraksi yang merugikan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Keputusan Klinik Dalam Penggunaan Antibiotik

Keputusan Klinik Dalam Penggunaan Antibiotik

Seorang klinikus yang profesional harus kompeten dalam penanganan pasien secara rasional, termasuk pemberian antibiotik. Langkah-langkah sistematis yang disusun oleh WHO tahun 1994 amat bermanfaat sebagai panduan dan merupakan satu paket yang utuh agar tujuan pengobatan rasional dapat tercapai. Dibutuhkan kerja sama yang erat antara klinikus dengan berbagai disiplin lainnya seperti mikrobiologi klinik, farmakologi klinik, ataupun farmasi klinik dalam suatu wadah Komite Farmasi Terapi baik di tingkat instalasi, rumah sakit maupun di tingkat nasional. Dengan kemauan yang kuat dan konsisten seorang klinikus akan berhasil melaksanakan tugasnya sebagai pengambil keputusan klinis pemakaian antibiotik.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Tingkat Pengetahuan Tentang Antibiotik pada Pengunjung Apotek di Kecamatan Jebres Kota Surakarta.

PENDAHULUAN Tingkat Pengetahuan Tentang Antibiotik pada Pengunjung Apotek di Kecamatan Jebres Kota Surakarta.

Penelitian di Yogyakarta menunjukkan pembelian antibiotik tanpa resep dokteradalah (7%). Amoksisilin merupakan antibiotik paling banyak dibeli secara swamedikasi atau sebesar (77%) selain ampisilin, tetrasiklin, fradiomisin-gramisidin, dan ciprofloksasin. Antibiotika tersebut rata-rata dibeli untuk mengobati gejala flu, demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan gejala sakit ringan lainnya dengan lama penggunaan sebagian besar kurang dari lima hari (Widayati et al, 2011).

10 Baca lebih lajut

Efek samping penggunaan Antibiotik yang

Efek samping penggunaan Antibiotik yang

Resistensi jika obat digunakan dengan dosis yang terlalu rendah, atau waktu terapi yang kurang lama, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya resistensi artinya bakteri tidak peka lagi [r]

3 Baca lebih lajut

Nuzulul W.Laras G2A008136 Lap

Nuzulul W.Laras G2A008136 Lap

Resistensi antibiotik menimbulkan infeksi mikroorganisme yang tidak dapat diobati dengan antibiotik biasa, berakibat perlunya digunakan antibiotik jenis baru dengan spektrum lebih luas. Infeksi mikroorganisme yang tidak dapat diobati berakibat pada peningkatan angka morbiditas dan mortalitas. Penggunaan antibiotik jenis yang lebih baru juga meningkatkan biaya perawatan yang harus dibayar oleh pasien. Akibat lainnya adalah perubahan ekologi infeksi rumah sakit serta efek toksik yang tinggi. xiv Kecepatan penemuan jenis antibiotik baru yang lebih lambat daripada kecepatan timbulnya resistensi menimbulkan kekhawatiran bahwa suatu saat tidak lagi tersedia antibiotik yang masih peka untuk infeksi oleh bakteri resisten (post antibiotic era). 2
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFTRIAXONE PADA PASIEN PNEUMONIA DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP SUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2014 - 2015.

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK CEFTRIAXONE PADA PASIEN PNEUMONIA DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP SUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2014 - 2015.

Selain digunakan tunggal, antibiotik ceftriaxone juga digunakan secara kombinasi. Dari Tabel VIII dapat diketahui kombinasi antara ceftriaxone dengan azitromycin paling banyak digunakan yaitu 13,79%. Ceftriaxone memiliki hambatan yang baik terhadap S Pneumonia. Ceftriaxone merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi III yang secara umum menunjukan aktivitas terhadap gram negatif yang lebih besar jika dibandingkan dengan generasi I dan II, sedangkan azitromicyn (golongan makrolida) yang karena keterbatasan spektrum hambatan bakterinya di beberapa pedoman terapi penelitian memang disarankan untuk diberikan secara kombinasi dengan antibiotik lain khususnya dengan golongan sefalosporin III. Hasil penelitian Meltzer (2002) menunjukan bahwa kombinasi antara azitromicyn (makrolida) dengan ceftriaxone (sefalosporin III) dapat memberikan hasil yang signifikan pada perbaikan hasil terapi pasien jika dibandingkan dengan pemberian ceftriaxone tunggal.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Bioteknologi kesimpulan dan yang id

Bioteknologi kesimpulan dan yang id

- Antibiotik adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati suatu penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen dan dalam sebagian kasus bisa mencegah infeksi oleh bakteri - Salah satu antibiotik yang ditemukan menggunakan bioteknologi adalah antibiotik penisilin yang dihasilkan oleh kapang Penicillium notatum

3 Baca lebih lajut

Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik diare dengan metode Gyssens di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Yogyakarta tahun 2016-2017 - USD Repository

Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik diare dengan metode Gyssens di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Yogyakarta tahun 2016-2017 - USD Repository

Pada kasus 2, pasien mendapatkan antibiotik gabryl® sirup berisi paramomycin yang merupakan antibiotik amoebisidal golongan aminoglikosida (MIMS, 2014). Antibiotik ini merupakan salah satu pilihan untuk mengobati diare (Gunawan, 2016). Harga gabryl® sirup (paromomycin) adalah Rp 68.850 dan gabryl® tidak masuk ke dalam Formularium Nasional sedangkan status bayar pasien merupakan BPJS. Terdapat pilihan antibiotik lain yang lebih murah yaitu cefixime sirup dengan harga Rp. 11.880 sehingga masuk dalam kategori IV C yaitu ada pilihan antibiotik yang lebih murah. Dari hasil pemeriksaan feses mikroskopik tidak ditemukan adanya amoeba sehingga tidak diketahui alasan dokter memberikan antibiotik gabryl® pada kasus ini. Setelah melakukan wawancara dengan Apoteker, dipilih cefixime sirup karena pertimbangan kondisi pasien anak-anak lebih memungkinkan bentuk sediaan sirup. Menurut Panduan Praktik Klinik (2015) dan Amin (2015) apabila terdapat amoeba maka antibiotik yang dapat digunakan adalah metronidazol.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...