Profil penggunaan antihipertensi pada pasien diabetes nefropati

Top PDF Profil penggunaan antihipertensi pada pasien diabetes nefropati:

EVALUASI KETEPATAN  OBATANTIDIABETIK DAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS  Evaluasi Ketepatan Obat Antidiabetik Dan Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Nefropati Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Januari-Juli 201

EVALUASI KETEPATAN OBATANTIDIABETIK DAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Evaluasi Ketepatan Obat Antidiabetik Dan Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Nefropati Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Januari-Juli 201

ABSTRAK Diabetes nefropati merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus yang cukup berat juga merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal terminal dan prevalensinya semakin bertambah dari tahun ke tahun.Penelitian ini bertujuan untuk melihat evaluasi ketepatan obat yang digunakan pada pasien diabetes mellitus dengan komplikasi nefropati di RSUDX Surakarta periode Januari-Juli 2014.Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah data rekam medis pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komplikasi nefropati di RSUD X yang memenuhi kriteria inklusi diantaranya pasien dengan diabetes nefropati, pasien dengan umur lebih dari 45 tahun, pasien yang mempunyai data rekam medis lengkap dan pasien diabetes nefropati yang ditandai dengan proteinuria yang persisten 2 kali pemeriksaan atau 1 kali pemeriksaan ditambah kadar kreatinin lebih dari 2,5 mg/dl.Hasil penelitian diperoleh ketepatan obat antidiabetik yang diberikan kepada pasien yaitu tepat indikasi sebesar 100,00%, tepat obat 98,31%, tepat pasien 86,44%, sedangkan untuk penggunaan antihipertensi diperoleh hasil tepat indikasi 100,00%, tepat obat 92,59%, tepat pasien 96,00% dan tepat dosis 88,00%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EVALUASI KETEPATAN OBAT ANTIDIABETIK DAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS   Evaluasi Ketepatan Obat Antidiabetik Dan Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Nefropati Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Januari-Juli 20

EVALUASI KETEPATAN OBAT ANTIDIABETIK DAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Evaluasi Ketepatan Obat Antidiabetik Dan Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Nefropati Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Januari-Juli 20

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh, Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Evaluasi Ketepatan Obat Antidiabetik dan Antihipertensi pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Komplikasi Nefropati di RS Dr.Moewardi Januari-Juli 2014” sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

POLA PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ACEi DAN ARB PADA PASIEN DIABETES NEFROPATI DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA

POLA PENGGUNAAN OBAT GOLONGAN ACEi DAN ARB PADA PASIEN DIABETES NEFROPATI DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA

DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA Pertiwi Suryandari 2443008120 Telah dilakukan penelitian mengenai pola penggunaan obat golongan Angiotensin Converting Enzyme inhibitor (ACEi) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) pada pasien diabetes nefropati di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya mulai tanggal 1 Agustus sampai 31 Oktober 2012. Penelitian dilakukan terhadap pasien diabetes nefropati yang mendapat terapi ACEi dan ARB di ruang rawat inap Departemen Penyakit Dalam Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. Penelitian menggunakan analisa deskriptif observasional secara prospektif dengan metode pengambilan time limited sampling. Data yang diperoleh dibuat dalam bentuk narasi, tabel, diagram atau grafik berupa persentase penggunaan obat golongan ACEi dan ARB, hubungan terapi yang diberikan dengan outcome terapi serta Drug Related Problems (DRPs) yang mungkin terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Golongan obat yang paling banyak digunakan adalah ARB (82,35%) dan obat dari golongan ARB yang paling banyak diberikan adalah valsartan dengan dosis 1x80 mg (58,82%). Pengamatan efektifitas ACEI dan ARB terhadap kadar proteinuria tidak dapat dilakukan karena pemeriksaan yang tidak berkelanjutan. DRPs yang mungkin timbul terkait penggunaan ACEi dan ARB pada penelitian ini meliputi interaksi obat, ketidaktepatan pemberian dosis dan pemilihan obat, sedangkan efek samping obat tidak ditemukan dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Evaluasi Ketepatan Obat Antidiabetik Dan Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Nefropati Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Januari-Juli 2014.

PENDAHULUAN Evaluasi Ketepatan Obat Antidiabetik Dan Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Nefropati Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Januari-Juli 2014.

Salah satu komplikasi diabetes mellitus yang cukup berat adalah terjadinya nefropati yang merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal terminal. Sekitar 20-40% penyandang diabetes mellitus akan mengalami nefropati (PERKENI, 2011). Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 2008, menyatakan bahwa diabetes mellitus merupakan penyebab utama gagal ginjal, 48.374 orang dengan diabetes mellitus memulai terapi untuk penyakit ginjal tahap akhir serta terdapat 202.290 penderita penyakit ginjal tahap akhir di Amerika Serikat pada tahun 2008 yang harus hidup bergantung pada dialisis dan transplantasi ginjal. Sedangkan menurut penelitian di RS Dr. Sardjito Yogyakarta, diabetes nefropati merupakan penyebab kedua terjadinya gagal ginjal kronik setelah glomerulonefritis kronik pada tahun 2006 yaitu sebesar 28,57%
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SKRIPSI CHRISMA DESI ANDRIATI PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI

SKRIPSI CHRISMA DESI ANDRIATI PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI

Penggunaan obat antihipertensi harus diminum setiap hari dalam jangka waktu yang lama ( seumur hidup ) untuk mengontrol tekanan darah, hal ini menyebabkan kemungkinan pasien hipertensi kurang patuh dalam meminum obat. Dari permasalahan ini maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Turen Kabupaten Malang dalam penggunaan obat antihipertensi khusunya captopril, sehingga jika pasien patuh dalam menggunakan obat antihipertensi maka tekanan darah pasien akan terkontrol dan tercapai efektivitas terapi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

POLA PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI PENYAKIT DALAM RS BHAYANGKARA SURABAYA

POLA PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI PENYAKIT DALAM RS BHAYANGKARA SURABAYA

Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penatalaksanaan diabetes mellitus secara umum adalah meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes, yaitu menghilangkan keluhan diabetes mellitus, memperbaiki kualitas hidup, dan mengurangi risiko komplikasi akut, untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan upaya salah satunya pengendalian tekanan darah dengan menerima terapi antihipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pola penggunaan obat antihipertensi terkait jenis, dosis, dan frekuensi pemberian untuk menurunkan tekanan darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di poli penyakit dalam RS Bhayangkara Surabaya. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional karena peneliti tidak memberikan perlakuan langsung terhadap sampel (pasien). Rancangan penelitian secara deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif pada periode 1 Agustus 2015 sampai 15 September 2015. Hasil penelitian menunjukkan terapi antihipertensi pada pasien diabetes mellitus terdiri dari tunggal sejumlah 80 pasien (48%) dan kombinasi 86 pasien (52%). Antihipertensi yang sering digunakan yaitu valsartan (1x80 mg) per oral pada 16 pasien (20%) dan kombinasi antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu valsartan (1x80 mg) + amlodipin (1x10 mg) per oral.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pola Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RS Bhayangkara Surabaya

Pola Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RS Bhayangkara Surabaya

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by symptoms of hyperglycemia. This disease can be caused due to abnormalities in insulin secretion, insulin action or both. Management of diabetes mellitus in general is to improve the quality of life of people with diabetes, namely to eliminate complaints of diabetes mellitus, improve quality of life, and reduce the risk of acute complications; to achieve this goal their blood pressure must be controlled using antihypertensive therapy. The purpose of this study was to examine the pattern of antihypertensive drug use related to the type, dose, and frequency of administration in reducing blood pressure in patients with type 2 diabetes mellitus in the internal medicine clinic of Bhayangkara Hospital Surabaya. The method of this study was observational because researchers did not provide treatment directly to patients. Data were collected retrospectively between August 1 and September 15, 2015. The results showed 80 patients (48%) used single therapy and 86 patients (52%) used combination therapy. The antihypertensive drug that is often used as a single therapy is valsartan (1x80 mg) given orally in 16 patients (20%) and as a combination is valsartan (1x80 mg) + amlodipine (1x10 mg).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS WILAYAH SURABAYA TIMUR

PROFIL PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS WILAYAH SURABAYA TIMUR

Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis. Jumlah pasien DM diperkirakan akan meningkat di kemudian hari. Hiperglikemia akan terjadi jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat profil penggunaan obat pada pasien diabetes melitus di Puskesmas wilayah Surabaya Timur. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non random sampling. Pengambilan data dilakukan mulai 1 Mei hingga 30 Juni 2014 dengan metode wawancara yang dilakukan di rumah pasien. Profil penggunaan obat yang ingin diamati meliputi jumlah obat, kelompok farmakologi obat, jenis obat, dan cara penggunaan obat. Jumlah sampel sebanyak 138 pasien, paling banyak menggunakan 4 macam obat (29,71%). Vitamin-mineral (52,90%) adalah kelompok farmakologi obat yang sering diresepkan di samping obat antidiabetes oral. Sebagian besar obat yang diresepkan oleh Puskesmas adalah obat generic (97,94%). Sebagian besaar pasien menggunakan glibenklamid (71,88%) dan metformin (31,53%) sekali sehari. Sebanyak 52,9% pasien menggunakan glibenklamid sebelum makan, sedangkan sebanyak 31,2% pasien menggunakan metformin setelah makan. Sebagian besar pasien menggunakan lebih dari 1 macam obat. Oleh karena itu disarankan agar petugas Puskesmas di wilayah Surabaya Timur dapat memberikan edukasi terkait penyakit DM, memberikan konseling terkait obat yang diresepkan untuk pasien dan melakukan monitoring terhadap keberhasilan terapi pasien. Kata kunci: profil penggunaan obat, diabetes mellitus, Puskesmas wilayah Surabaya Timur
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR M.

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR M.

Hipertensi pada pasien diabetes melitus dapat meningkatkan komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler. Tekanan darah terkontrol sesuai target terapi dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan stroke) diantara penyandang diabetes sebesar 33-50% dan risiko komplikasi mikrovaskuler sebesar 33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi komplikasi diabetes mellitus di Instalasi rawat inap RSUD Dr M.M Dunda Limboto. Penelitiaan ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dimana data sekunder diambil dari rekam medik. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dimana mencakup teknik sampling kuota. Data dianalisis secara univariat (frekuensi dan persentase).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PROFIL PENGGUNAAN KOMBINASI INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

PROFIL PENGGUNAAN KOMBINASI INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Diabetes Mellitus (DM) was a chronic metabolic syndrome or disturbance which prevent body to use glucose entirely or partially. Resistance on tissue both insulin activity and deficiency of insulin by betta pancreas cell which happened to type 2 diabetes mellitus patients. The therapy of insulin for reaching blood glucose better on the patient of type 2 diabetes mellitus. The research were to know the application of insulin and the relation of therapy with insulin type, dossage, interval of administration and the time of using which connected with clinical data and patient`s laboratories data. The method of the research was to observe by retrospective on medical records which diagnosed diabetes mellitus type 2 and received insulin treatment then was analyse with descriptive analysis. Sampling was conducted by purposive sampling from January 2017 until December 2017. The result obtained the most widely used combination insulin Novorapid (3x8 IU) + Lantus (0-0-12) subcutanesly on 3 patient (30%). The application of combination insulin had effective on lowering glucose blood content on type 2 diabetes mellitus patients.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI ( Puskesmas Kecamatan Turen Kabupaten Malang – Jawa Timur )

PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI ( Puskesmas Kecamatan Turen Kabupaten Malang – Jawa Timur )

Penggunaan obat antihipertensi harus diminum setiap hari dalam jangka waktu yang lama ( seumur hidup ) untuk mengontrol tekanan darah, hal ini menyebabkan kemungkinan pasien hipertensi kurang patuh dalam meminum obat. Dari permasalahan ini maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Turen Kabupaten Malang dalam penggunaan obat antihipertensi khusunya captopril, sehingga jika pasien patuh dalam menggunakan obat antihipertensi maka tekanan darah pasien akan terkontrol dan tercapai efektivitas terapi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Dr.Hendrikus Fernandez Larantuka Periode Juli-Desember Tahun 2018

Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD Dr.Hendrikus Fernandez Larantuka Periode Juli-Desember Tahun 2018

Hipertensi adalah kondisi medis dimana tekanan darah dalam arteri meningkat melebihi batas normal, pada umumnya tekanan darah untuk dewasa dari 120- 140/80-90 mmHg dianggap normal. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Hendrikus Fernandez Larantuka priode Juli-Jesember 2018yang meliputi jenis kelamin, umur, golongan obat,jenis obat,jumlah item obat dan dosis obat. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan cara mengambil data skunder yang bersumber dari pasien rawat jalan menggunakan obat antihipertensi.populasi penelitian diambil di RSUD Dr. Hendrikus Fernandez Larantuka rawat jalan juli-desember sebanyak 6000 pasien dan sampelnya pasien rawat jalan juli-desember yang menggunakan obat antihipertensi sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah yang berjenis kelamin laki-laki (62 orang) pada usia 41-65 tahun sebanyak ( 74 orang). Golongan obat yang paling banyak digunakan penghambat ACE sebanyak 95 item resep dengan jenis obat terbanyak adalah Captopril, dan jumlah jenis obat antihipertensi yang banyak digunakan yaitu obat kombinasi (55 item).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DAN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2014

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS DAN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2014

Sesuai dengan JNC VII tahun 2003, Journal Of Clinical Diabetes tahun 2007, dan Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach tahun 2008, bahwa drug of choice untuk terapi hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes melitus adalah antihipertensi golongan ACEI atau ARB. Dalam tabel tersebut menunjukkan pula adanya duplikasi obat yakni captopril dan lisinopril, dimana kedua obat ini merupakan obat dalam satu golongan yaitu ACEI, memiliki mekanisme aksi yang sama, dan efek samping yang sama. Penggunaan obat dengan cara duplikasi ini dapat meningkatkan efek samping dari obat (Viktil et al, 2006), sehingga hal ini menyebabkan pengobatan tidak rasional. Namun keterbatasan dalam penelitian ini, penulis tidak mengetahui riwayat penggunan obat pasien sebelumnya, sehingga penggunaan obat tersebut mungkin telah dipertimbangkan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PROFIL PENGGUNAAN INSULIN RAPID ACTING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

PROFIL PENGGUNAAN INSULIN RAPID ACTING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Diabetes melitus adalah suatu penyakit metabolik di mana terjadi kelainan pada sekresi atau kerja insulin dengan karakteristik adanya hiperglikemia. Insulin merupakan hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula dalam darah. Akibat adanya gangguan pada insulin, sehingga terjadi peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan insulin Rapid Acting pada pasien Diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat inap mulai Januari 2017 sampai dengan Desember 2017. Pengambilan sampel dilakukan secara retrospektif . Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27 pasien yang memenuhi data inklusi. Berdasarkan pola terapi, penggunaan terapi tunggal diberikan pada 6 pasien (22%) dan penggunaan terapi kombinasi diberikan pada 21 pasien (78%). Penggunaan terapi tunggal paling banyak yaitu Novorapid (3x8 UI) S.C pada 5 pasien (32%) dan terapi kombinasi paling banyak adalah Novorapid (3x10 UI) S.C + Lantus (0-0-10 UI) S.C pada 2 pasien (28%).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PROFIL PENGGUNAAN INSULIN LONG ACTING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

PROFIL PENGGUNAAN INSULIN LONG ACTING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Diabetes Melitus (DM) adalah kelompok penyakit metabolisme yang dikarakterisasi oleh hiperglikemia akibat dari efek sekresi insulin, atau karena kerja dari insulin maupun keduanya. DM juga disebut sebagai sindrom klinis yang dikarakterisasi dengan hiperglikemia baik karena defisiensi insulin absolut atau relatif, atau kombinasi dari resistensi insulin dan ketidakcukupan sekresi insulin untuk kompensasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pola penggunaan insulin pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 meliputi jenis, dosis, rute, interval dan lama penggunaan dikaitkan dengan data klinis. Hasil penelitian observasional pada 25 pasien menunjukkan 17 pasien terbanyak terkena diabetes melitus pada usia 50-69 tahun dengan persentase sebesar (78%). Data penderita diabetes melitus tipe 2 yang mendapat terapi insulin long acting berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah pasien wanita lebih banyak daripada jumlah pasien pria. Dalam penelitian ini insulin long acting paling banyak di kombinasikan dengan insulin short acting. Insulin tunggal long acting yang paling sering digunakan yaitu Lantus dengan perolehan persentase sebesar (4%), sedangkan insulin kombinasi long acting paling sering digunakan yaitu insulin Lantus dan insulin Novorapid sebanyak 7 pasien dengan perolehan persentase sebesar (29%). Masalah terkait penyakit penyerta yang sering di dapat dalam penelitian ini yaitu anemia dan hipokalemia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Profil Penggunaan Obat Antianemia, Antihipertensi, dan Antidiabetik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik  di Salah Satu Rumah Sakit Wilayah Surabaya Selatan

Profil Penggunaan Obat Antianemia, Antihipertensi, dan Antidiabetik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Salah Satu Rumah Sakit Wilayah Surabaya Selatan

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit dan menyebabkan uremia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan obat antianemia, antihipertensi, dan antidiabetik pada pasien PGK dengan hemodialisa. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Wilayah Surabaya Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional menggunakan data secara retrospektif, pada bulan Januari-Maret 2018. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada pemakaian obat antianemia dengan menggunakan EPO alfa 2000 IU dan 3000 IU, keduanya dapat meningkatkan kadar Hb. Variasi dosis EPO alfa yang digunakan yaitu dosis 2000 IU sebanyak 60% pasien dan 3000 IU sebanyak 40% pasien. Untuk obat antihipertensi pemakaian terbanyak kombinasi irbesartan 300 mg dan amlodipine 10 mg dengan frekuensi pemberian 1 kali sehari 1 tablet. Antidiabetik yang digunakan pada pasien PGK adalah kombinasi insulin basal dan prandial sebanyak 80% daripada terapi OAD atau insulin tunggal. Pada golongan sulfonilurea digunakan gliquidone dosis 30 mg dengan frekuensi satu kali sehari (20%). Golongan insulin paling banyak diberikan adalah kombinasi insulin analog kerja panjang dan insulin aspart analog kerja cepat (34%).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PROFIL DAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD dr. PIRNGADI KOTA MEDAN PERIODE JANUARI-DESEMBER 2020

PROFIL DAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD dr. PIRNGADI KOTA MEDAN PERIODE JANUARI-DESEMBER 2020

dengan indikasi khusus atau dikombinasikan dengan terapi first-line untuk pasien tanpa indikasi khusus (Dipiro, dkk., 2015). 1. Golongan Angiontensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEi) ACE-inhibitor bekerja dengan menghambat konversi angiostensi I menjadi angiostensin II yang memiliki sifat vasokontriktor sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi aldosteron. Penurunan sekresi aldosteron menyebabkan ekskresi air dan natrium serta retensi kalium. ACEi juga menghambat degradasi bradikinin dan menstimulasi pelepasan agen vasodilatasi lainnya, termasuk prostaglandin E2 (PGE 2 ) dan prostasiklin (Dipiro, dkk., 2015). Golongan, dosis, dan penggunaannya dapat dilihat pada Tabel 2.3.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Penggunaan Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi dengan Diabetes Mellitus di RSUD Dr. Moewardi Surakarta - UNS Institutional Repository

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Penggunaan Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi dengan Diabetes Mellitus di RSUD Dr. Moewardi Surakarta - UNS Institutional Repository

Pasien hipertensi dengan Diabetes mellitus (DM) mempunyai resiko mortalitas dan morbiditas dua kali lebih besar dari pada pasien tanpa DM. Pengobatan yang tepat dapat menunjang keefektifan terapi. Adanya ketidaksesuaian pemilihan obat dan dosis dapat mengakibatkan adanya Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya DRPs kategori ketidaktepatan pemilihan obat dan dosis pada penggunaan antihipertensi pada pasien hipertensi dengan DM di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2016.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi di instalasi rawat jalan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi di instalasi rawat jalan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Hipertensi umumnya terjadi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pengobatan dengan antihipertensi dapat mencegah komplikasi makro dan mikrovaskuler. Kontrol terhadap tekanan darah dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi serta angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar insiden terjadinnya interaksi obat dan gambaran umum peresepan yang meliputi jumlah, golongan dan jenis obat antihipertensi yang digunakan pasien diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi di instalasi rawat jalan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan data retrospektif. Data pasien dalam penelitian ini diperoleh dari lembar rekam medis pada periode Juni – Agustus 2017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penggunaan obat antihipertensi terbanyak yaitu kombinasi obat Valsartan (ARB) dan Amlodipin (CCB) sebanyak 10 peresepan (33,33%). Terdapat 44 kasus interaksi obat, jenis interaksi obat yang lebih dominan terjadi adalah interaksi farmakodinamik, serta kategori signifikansi interaksi obat yang paling sering terjadi yaitu signifikan sebanyak 39 kasus dan terdapat pula 4 kasus interaksi obat yang serius yaitu amlodipine dengan simvastatin, pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Interaksi serius dari pemakaian dua obat ini dapat meningkatkan risiko efek samping seperti kerusakan hati dan rhabdomyolysis. Oleh karena itu penggunaan amlodipin dan simvastatin secara bersamaan sangat perlu dihindari, jika memang penggunaan kedua obat sangat dibutuhkan maka status klinis pasien harus sangat terpantau.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI KOMPLIKASI DI RUMAH  evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan hipertensi komplikasi di rumah sakit umum daerah dr. moewardi tahun 2014.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI KOMPLIKASI DI RUMAH evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan hipertensi komplikasi di rumah sakit umum daerah dr. moewardi tahun 2014.

Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental dengan analisis secara deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 pasien penderita hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronis dan diabetes melitus. Pengambilan data dilakukan pada data rekam medik dari pasien hipertensi komplikasi di Instalasi Rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2014 secara retrospektif.

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...