Profil Penggunaan Propranolol pada Pasien Hipertensi Portal

Top PDF Profil Penggunaan Propranolol pada Pasien Hipertensi Portal:

STUDI PENGGUNAAN PROPRANOLOL PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN HIPERTENSI PORTAL (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

STUDI PENGGUNAAN PROPRANOLOL PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS DENGAN HIPERTENSI PORTAL (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Berdasarkan data di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan golongan non selektif β -bloker khusunya propranolol pada pasien hipertensi portal, sehingga dapat mencapai efek terapetik yang maksimal. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar karena rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit umum yang sudah diakui pemerintah, terakreditasi. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi para farmasis dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kepada pasien hipertensi portal.
Show more

30 Read more

PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PUCANG SEWU SURABAYA

PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PUCANG SEWU SURABAYA

Hipertensi merupakan penyakit yang lebih dikenal sebagai peningkatan tekanan darah yang mempunyai faktor resiko utama dari perkembangan penyakit jantung dan stroke. Pada umumnya hipertensi menyerang pada orang lanjut usia. Beberapa faktor yang mempengaruhi ketidakteraturan seseorang dalam mengontrol tekanan darah antara lain mereka terlalu sibuk terhadap pekerjaan atau kegiatan sehari-harinya dan juga masyarakat masih menganggap bahwa penyakit hipertensi itu adalah penyakit yang tidak membahayakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam menjalankan terapi di Puskesmas Pucang Sewu Surabaya. Jenis penelitian ini adalah dengan pendekatan cross sectional atau pengumpulan data. Sampel penelitian adalah pasien dengan diagnosis penyakit hipertensi di Puskesmas Pucang Sewu Surabaya pada periode bulan Juni-Agustus 2017 sebanyak 40 pasien. Dengan total 40 responden dapat disimpulkan pasien hipertensi yang sedang menjalankan pengobatan di puskesmas tersebut masih dalam kategori patuh melihat dari hasil tingkat kepatuhan pasien di puskesmas ini yaitu masih dalam kartegori kepatuhan sedang. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan faktor-faktor berikut : usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, jumlah pendapatan per bulan, kehidupan di rumah bersama, alat pengingat minum obat, jumlah obat yang diperoleh tidak berpengaruh terhadap kepatuhan pasien, sedangkan pada faktor tingkat pendidikan yaitu faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan pasien.
Show more

16 Read more

Profil kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Pucang Sewu Surabaya

Profil kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Pucang Sewu Surabaya

Dengan didasari ilmu pengetahuan yang berkembang pada jaman sekarang, pelayanan kefarmasian yang semula hanya sekedar pada pengelolaan obat, sekarang lebih ditekankan pada pelayanan kefarmasian di mana seorang apoteker memberikan pelayanan tentang edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan pasien guna meningkatkan kesehatan masyarakat. Seorang apoteker dituntut untuk mempunyai pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat berinteraksi secara langsung kepada pasien, antara lain memberikan informasi dalam terapi penggunaan obat serta hasil akhir yang seharusnya dicapai oleh pasien tersebut sesuai kegunaannya yaitu meningkatkan kualitas hidup. Terapi obat yang aman dan efekif akan terjadi apabila pasien diberi informasi dan pemahaman yang cukup tentang obat-obat dan penggunaannya (Cipolle, Strand Morley, 2012). Pada pemberian informasi ini terjadi suatu komunikasi antara apoteker dengan pasien dan merupakan implementasi dari asuhan kefarmasian yang dinamakan konseling (Depkes RI, 2008; Rantucci, 2007). Konseling ini diharapkan dapat memberi pengetahuan yang jelas akan pelaksanaan terapi yang dilakukan oleh pasien guna menurunkan kesalahan dalam penggunaan obat. Contoh kesalahan penggunaan obat karena kurangnya pengetahuan. Hal tersebut apabila terjadi akan mengakibatkan hal yang kurang diinginkan. Demikian juga untuk pemakaian obat-obat untuk penyakit kronis, salah satunya seperti penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Show more

6 Read more

Profil Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Marawola Periode Januari - Maret 2017

Profil Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Marawola Periode Januari - Maret 2017

Obat merupakan semua zat baik kimiawi, hewani, maupun nabati yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit berikut gejalanya (Sutrisni,dkk,2006). Obat adalah semacam zat baik kimiawi maupun tumbuhan yang dalam dosis layak maupun mempengaruhi organ- organ tubuh agar berfungsi secara normal. Pengertian lain menyebutkan bahwa obat adalah suatu zat yang digunakan untuk diagnosis pengobatan, menyembuhkan atau mencegah penyakit pada manusia atau hewan (Saraswati, S.2009). Hipertensi atau tekan darah tinggi adalah kondisi kronis dimana tekanan darah pada dinding arteri ( pembuluh darah bersih ) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai pembunuh diam – diam karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu – satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang mengidap penyakit hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah orang tersebut. Penyebab penyakit hipertensi ini belum bisa dipastikan lebih dari 90 persen kasus, namun seiring bertambahnya usia kemungkinan seseorang untuk menderita penyakit ini juga meningkat.
Show more

9 Read more

Profil Penggunaan Obat Generik Pada Pasien Hipertensi di Rumah sakit Yasmin Banyuwangi - Ubaya Repository

Profil Penggunaan Obat Generik Pada Pasien Hipertensi di Rumah sakit Yasmin Banyuwangi - Ubaya Repository

Dilakukan penelitian mengenai profil penggunaan obat generik pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi. Dengan melihat fakta yang ada di pasar farmasi saat ini sebagai latar belakang penelitian bahwa penggunaan obat generik kian menurun dari tahun ke tahun. Bahkan penggunaan obat generik di Indonesia lebih kecil dari negara-negara tetangga. Penelitian dilakukan melalui data rekam medis pasien dengan metode deskriptif retrospektif. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah, penggunaan obat generik di Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi adalah sebesar 35,41% dari total obat sebanyak 274 item dan jumlah pasien 35 orang. Pada rawat inap kelas VIP penggunaan obat generik 25,58% dan obat bermerek 74,42%. Rawat inap kelas I penggunaan obat generik 42,97% dan obat bermerek 57,03%. Pada rawat inap kelas II penggunaan obat generik 30,68% dan obat bermerek 69,32%. Dan pada rawat inap kelas III 26,67% untuk obat generik dan 73,33% untuk obat bermerek. Sedangkan golongan produk obat generik yang paling sering digunakan pada pasien hipertensi tiap kelas rawat inap adalah sama, yaitu golongan antihipertensi. Pada rawat inap kelas VIP sebesar 9,3%. Rawat inap kelas I sebesar 18%. Rawat inap kelas II sebesar 12,5%. Dan pada rawat inap kelas III penggunaannya sebesar 13,3%.
Show more

1 Read more

SKRIPSI CHRISMA DESI ANDRIATI PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI

SKRIPSI CHRISMA DESI ANDRIATI PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI

Penggunaan obat antihipertensi harus diminum setiap hari dalam jangka waktu yang lama ( seumur hidup ) untuk mengontrol tekanan darah, hal ini menyebabkan kemungkinan pasien hipertensi kurang patuh dalam meminum obat. Dari permasalahan ini maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Turen Kabupaten Malang dalam penggunaan obat antihipertensi khusunya captopril, sehingga jika pasien patuh dalam menggunakan obat antihipertensi maka tekanan darah pasien akan terkontrol dan tercapai efektivitas terapi.
Show more

15 Read more

Profil Penggunaan Obat Generik pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Rumah Sakit X di Sepanjang-Sidoarjo - Ubaya Repository

Profil Penggunaan Obat Generik pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Rumah Sakit X di Sepanjang-Sidoarjo - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai profil penggunaan obat generik pada pasien hipertensi melalui rekam medis di Rumah Sakit X di Sidoarjo selama bulan Januari 2008 sampai dengan bulan Juni 2008. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa setiap tahun ternyata ada penurunan penggunaan obat generik karena dokter jarang meresepkan obat generik. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data melalui rekam medis pasien hipertensi menggunakan metode deskriptif retrospektif. Hasil yang didapat pada penelitian ini, penggunaan obat generik sebesar 31,36% dan obat bermerek 68,64%, Penggunaan obat generik dan obat bermerek di masing-masing kelas rawat inap VIP obat generik 33,33% dan obat bermerek 66,67%, rawat inap kelas I obat generik 25% dan obat bermerek 75%, rawat inap kelas II obat generik 30,14% dan obat bermerek 69,86%, rawat inap kelas III obat generik 31,98% dan obat bermerek 68,02%, di dalam perhitungan chi-square pada penggunaan obat generik dan obat bemerek di berbagai kelas rawat inap di dapatkan perbedaan yang tidak signifikan. Golongan obat generik yang paling sering digunakan di masing- masing rawat inap kelas VIP adalah obat generik golongan anti hipertensi (22%), pada rawat inap kelas I adalah obat generik golongan antihipertensi dan antiinfeksi- antibiotika (13%), pada rawat inap kelas II adalah obat generik golongan antihipertensi dan antiinfeksi-antibiotika sebesar (11%), pada rawat inap kelas III adalah obat generik golongan antihipertensi (13%).
Show more

1 Read more

Profil Penggunaan Obat Generik pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Rumah Sakit Y di Sidoarjo - Ubaya Repository

Profil Penggunaan Obat Generik pada Pasien Hipertensi Rawat Inap Rumah Sakit Y di Sidoarjo - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai profil penggunaan obat generik pada pasien hipertensi melalui rekam medis di Rumah Sakit Y Sidoarjo selama bulan Januari 2008 sampai dengan bulan Juni 2008. Penelitian ini dilatarbelakangi salah satunya penggunaan obat generik hanya 10% dari total obat di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data melalui rekam medis pasien hipertensi menggunakan metode deskriptif retrospektif. Hasil yang didapat pada penelitian ini, penggunaan obat generik sebesar 41,77% dan obat bermerek 58,33%, Persentase penggunaan obat generik dan obat bermerek di masing-masing rawat inap, VIP obat generik 26,66% dan obat bermerek 73,34%, rawat inap kelas I obat generik 42,75% dan obat bermerek 57,43%, rawat inap kelas II obat generik 34,51% dan obat bermerek 65,49%, rawat inap kelas III obat generik 52,06% dan obat bermerk 47,94%, di dalam perhitungan chi-square penggunaan obat generik di berbagai kelas perawatan di dapatkan perbedaan yang signifikan mengenai penggunaan obat generik. Golongan obat generik yang paling sering digunakan di masing-masing rawat inap VIP yang sering digunakan obat generik anti hipertensi (10%), pada rawat inap kelas I yang sering digunakan obat generik anti hipertensi (17%), pada rawat inap kelas II yang sering digunakan obat generik anti hipertensi (19%), pada rawat inap kelas III yang sering digunakan obat generik anti hipertensi (23%).
Show more

1 Read more

Profil Penggunaan Obat generik Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo - Ubaya Repository

Profil Penggunaan Obat generik Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo - Ubaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai profil penggunaan obat generik pada pasien hipertensi melalui rekam medis di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo selama bulan Agustus 2007 sampai dengan bulan Maret 2008. Penelitian ini dilatarbelakangi salah satunya penggunaan obat generik hanya 10% dari total obat di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data melalui rekam medis pasien hipertensi menggunakan metode deskriptif retrospektif. Hasil yang didapat pada penelitian ini, penggunaan obat generik sebesar 31,77% dan obat bermerek 68,23%, Penggunaan obat generik dan obat bermerek di masing-masing rawat inap, VIP obat generik 20% dan obat bermerek 80%, rawat inap kelas I obat generik 34% dan obat bermerek 66%, rawat inap kelas II obat generik 31% dan obat bermerek 69%, rawat inap kelas III obat generik 35% dan obat paten 65%, di dalam perhitungan chi-square penggunaan obat generik di berbagai kelas perawatan di dapatkan tidak ada perbedaan signifikan mengenai penggunaan obat generik. Golongan produk obat generik yang digunakan di masing-masing rawat inap VIP tertinggi yaitu obat generik anti hipertensi 11%, pada rawat inap kelas I tertinggi yaitu obat generik anti hipertensi 20%, pada rawat inap kelas II tertinggi yaitu obat generik anti hipertensi 18%, pada rawat inap kelas III tertinggi yaitu obat generik anti hipertensi 21%.
Show more

1 Read more

Profil Penggunaan Obat Penyakit Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD S.K.Lerik Kupang Periode Agustus-Desember 2018

Profil Penggunaan Obat Penyakit Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RSUD S.K.Lerik Kupang Periode Agustus-Desember 2018

Prevalensi hipertensi cenderung lebih tinggi perempuan dari laki-laki. Hipertensi terus meningkat jika tidak ada parameter untuk melakukan tindakan pencegahan yang efektif. Hipertensi adalah kodisi yang terjadi ketika sejumlah darah dipompa oleh jantung melebihi kemampuan yang dapat ditampung dinding arteri. Ketika jumlah darah tinggi, komplikasi dapat tergantung pada hubungan antara jumlah darah dan kapasitas arteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dan persentase penggunaan obat hipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD S. K. Lerik Kupang periode Agustus-Desember 2018, berdasarkan karakteristik pasien meliputi jenis kelamin dan usia. Serta karakteristik obat meliputi golongan obat jenis obat, dan jumlah item obat. Metode yang digunakan adalah retrospektif dengan cara mengambil data sekunder yang bersumber dari resep pasien rawat jalan pada waktu yang telah ditentukan dikhusukan yang menderita hipertensi. Populasi penelitian diambil di RSUD S. K. Lerik Kupang adalah pasien rawat jalan Agustus-Desember 2018 sebanyak 1.125 resep dan sampel pasien rawat jalan Agustus-Desember 2018 sebanyak 281 resep. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan obat hipertensi terbanyak adalah perempuan 179 orang (63,70%) pada usia 41-65 tahun sebanyak 206 orang (73,30%). Golongan obat yang banyak digunakan antagonis kalsium sebanyak 242 (60,19%) jenis obat terbanyak amlodipin, dan jumlah item obat yang banyak digunakan yaitu obat tunggal sebanyak 168 (59,79%).
Show more

68 Read more

Profil Penggunaan Obat Generik dan Bermerek Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo - Ubaya Repository

Profil Penggunaan Obat Generik dan Bermerek Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo - Ubaya Repository

Hipertensi merupakan penyakit yang sering disebut sebagai ‘silent killer” dengan risiko penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal apabila tidak dilakukan penanggulangan secepatnya. Penatalaksanaan hipertensi yang efektif membutuhkan kerjasama antar penderita dengan tenaga kesehatan profesional. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang profil penggunaan obat generik dan bermerek pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo periode Januari 2011-April 2012 dengan metode retrospektif noneksperimental untuk kelompok asuransi maupun non asuransi. Pengamatan dilakukan terhadap 67 data sumber penelitian yakni rekam medis pasien yang telah memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis obat antihipertensi yang paling banyak diberikan pada pasien antara lain golongan ACE Inhibitor 5,15% , Angiotensin II Antagonist 23,19% , ß-blocker 10,30% , Calcium Channel Blocker 34,59% , Loop Diuretic 2,06% dan Thiazide Diuretic 22,68%. Profil hasil terapi pemberian obat generik dan bermerek, persentase penurunan tekanan sistolik sebesar 6,49% dan diastolik 2,12% untuk kelompok asuransi sedangkan untuk kelompok non asuransi persentase penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3,46% dan diastolik 6,85%. Besarnya harga pengeluaran per pasien untuk kelompok asuransi lebih besar dibandingkan kelompok non asuransi. Kelompok asuransi rata-rata per pasien mengeluarkan harga Rp 240.144,35 untuk satu kali kontrol , sedangkan kelompok non asuransi mengeluarkan sebesar Rp214.287,66 untuk satu kali kontrol.
Show more

1 Read more

PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI ( Puskesmas Kecamatan Turen Kabupaten Malang – Jawa Timur )

PROFIL KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI ( Puskesmas Kecamatan Turen Kabupaten Malang – Jawa Timur )

Penggunaan obat antihipertensi harus diminum setiap hari dalam jangka waktu yang lama ( seumur hidup ) untuk mengontrol tekanan darah, hal ini menyebabkan kemungkinan pasien hipertensi kurang patuh dalam meminum obat. Dari permasalahan ini maka tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Turen Kabupaten Malang dalam penggunaan obat antihipertensi khusunya captopril, sehingga jika pasien patuh dalam menggunakan obat antihipertensi maka tekanan darah pasien akan terkontrol dan tercapai efektivitas terapi.
Show more

17 Read more

PROFIL DAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD dr. PIRNGADI KOTA MEDAN PERIODE JANUARI-DESEMBER 2020

PROFIL DAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD dr. PIRNGADI KOTA MEDAN PERIODE JANUARI-DESEMBER 2020

menyatakan bahwa prevalensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia dan merupakan pengaruh dari degenerasi pembuluh darah. Semakin bertambahnya usia maka tekanan darah juga akan meningkat. Setelah melewati usia 45 tahun dinding arteri akan mengalami penebalan disebabkan adanya penumpukan zat kolagen pada lapisan otot dan adanya faktor risiko terbentuknya aterosklerosis atau plak pada dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah akan berangsur-angsur menyempit dan menjadi tidak elastis. Kondisi ini yang menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik maupun diastolik yang berdampak pada peningkatan tekanan darah (Muharam, dkk., 2015).
Show more

67 Read more

Profil Penggunaan Terapi Pencegahan Sekunder Pada Pasien Stroke Iskemik

Profil Penggunaan Terapi Pencegahan Sekunder Pada Pasien Stroke Iskemik

RS. Dr. H. Chasan Bosoerie Ternate tahun 2011 sebanyak 68 pasien dari 268 merupakan pasien stroke iskemik yang berulang. Berdasarkan uraian tersebut di atas maka diperlukan penelitian profil penggunaan terapi pencegahan sekunder pada pasien stroke iskemik, berapa persen pasien stroke iskemik yang sudah melewati masa akut atau sudah mengalami perbaikan setelah masa akutnya mendapatkan terapi pencegahan sekunder yaitu terapai antiplatelet, terapi antihipertensi, dan terapi antidislipidemia. Empat jenis antiplatelet yang sudah disetujui FDA untuk mencegah vascular events pada pasien stroke atau TIA adalah aspirin, triklopidin, clopidogrel dan kombinasi aspirin/dipyridamole. Obat-obatan ini telah terbukti menurunkan resiko stroke berulang, infark miokard atau kematian lebih dari 20% (Lambert, 2011). Terapi antihipertensi direkomendasikan untuk mencegah stroke berulang dan mencegah kejadian penyakit vaskuler yang lain pada pasien yang mengalami stroke iskemik atau TIA dan diberikan setelah fase akut stroke, baik yang sebelum stroke atau TIA dengan atau tanpa riwayat hipertensi (Sacco et al., 2006). Terapi statin direkomendasikan untuk mengurangi resiko stroke dan cardiovascular events pada pasien dengan stroke iskemik atau TIA yang mempunyai aterosklerosis, dengan LDL ≥ 100 mg/dl (2,59 mmol/L) dan pasien dengan atau tanpa Coronary Heart Disease /CHD (Lambert, 2011).
Show more

11 Read more

PROFIL PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK GINJAL-HIPERTENSI.

PROFIL PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK GINJAL-HIPERTENSI.

Keywords : Hypertension, Complication, Antihypertensive drugs Abstrak : Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistol diatas 140 mmHg dan tekanan darah diastol diatas 90 mmHg.Hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak didunia karena hipertensi dapat mempengaruhi kerusakan pada organ-organ target yang lain seperti organ jantung, otak, ginjal, mata dan lain-lain.Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang profil pasien hipertensi serta jenis obat antihipertensi yang digunakan di poliklinik ginjal-hipertensi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Oktober 2014 - Maret 2015.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif retrospektif dengan data sekunder di poliklinik ginjal-hipertensi RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Oktober 2014 - Maret 2015. Sampel penelitian sebanyak 311 pasien.
Show more

6 Read more

Profil Ekg Pasien Hipertensi Di Poliklinik Jantung

Profil Ekg Pasien Hipertensi Di Poliklinik Jantung

anatomi dan atau fungsi jantung yang dapat menyebabkan morbiditas dan atau mortalitas. Perubahan itu sendiri dapat dideteksi dengan elektrokardiografi (EKG). Berdasarkan alasan tersebut, tujuan dari studi ini adalah mengetahui profil EKG pasien hipertensi di Poliklinik Jantung RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: Studi ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Sampel penelitian didapatkan melalui data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik sampel total selama periode 1-31 Maret 2015. Data yang terkumpul diolah berdasarkan jenis kelamin, usia dan ada tidaknya hipertrofi ventrikel kiri jantung. Hasil: Terdapat 140 pasien hipertensi selama periode 1-31 Maret 2015. Prevalensi hipertensi didapatkan sama antara pria dan wanita. Prevalensi rentang usia tertinggi pasien hipertensi adalah usia 51-60 tahun. Dua Hasil EKG menunjukkan hipertrofi ventrikel kiri, dimana kedua hasil tersebut terdapat pada pria usia 55 tahun dan 61 tahun, dan 138 hasil EKG menunjukkan selain hipertrofi ventrikel kiri, seperti aritmia dan fibrilasi atrial. Diskusi: Hasil yang diperolah dan telah diolah menunjukkan hasil yang sama antara pria dan wanita, dimana menurut beberapa penelitian yang telah ada terdapat perbedaan antara pria dan wanita. Hal ini kemungkinan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Show more

5 Read more

Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi

Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi

Tuloli,T.S, et al., 2021; Indonesian Journal of Pharmacetical Education (e-Journal); 1(3): 127-135 134 didapatkan sebanyak 71 pasien dengan persentase 77% yang dianalisis adalah tepat dosis sedangkan tidak tepat dosis sebanyak 21 pasien dengan persentase 23%. Ketidaksesuaian ini disebabkan karena ketidaktepatan dalam pemberian terapi obat dan indikasi terhadap pasien dengan kategori hipertensi grade 1.Contoh kasusnya yaitu ny.HK yang diberikan obat amlodipin dengan dosis 10 mg lama pemberian 1x1 dengan kategori hipertense grade 1 dengan umur lansia yang seharusnya diberikan dosis awal 2,5 mgsebanyak 1 kali sehari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Eka Kartika Utari, dkk (2018) yaitu pemberian dosis obat yang tidak sesuai standar, dapat memberikan dampak yang luas bagi pasien. Bila dosis obat yang tertera pada resep tidak tepat/tidak sesuai standar, maka pasien tersebut gagal mendapatkan pengobatan yang benar terkait penyakitnya. Hal ini dapat menimbulkan komplikasi berkaitan dengan penyakit tersebut [15].
Show more

9 Read more

Tatalaksana Asites Pada Hipertensi Portal.

Tatalaksana Asites Pada Hipertensi Portal.

Di klinik pasien rawat-jalan, berat badan, gejala-gejala ortostatik, dan elektrolit, urea, dan kreatinin serum dipantau. Jika penurunan berat badan tidak adekuat, perlu diukur rasio sodium/potasium urin spot random atau sodium urin 24-jam. Pasien-pasien yang mengekskresikan sodium/potasium urin > 1 atau sodium urin 24-jam > 78 mmol/hari dan tidak mengalami penurunan berat badan mengonsumsi lebih banyak sodium dalam dietnya lebih dari 88 mmol/hari dan harus dianjurkan lebih jauh untuk membatasi sodium dalam makanannya. Pasien- pasien ini tidak boleh diberi label sebagai pasien resisten terhadap diuretika dan tidak boleh diteruskan dengan terapi lini-kedua sampai terbukti bahwa mereka mematuhi dietnya. Pasien yang tidak mengalami penurunan berat badan dan mengekskresikan < 78 mmol sodium/hari harus menerima upaya pemberian diuretika dengan dosis yang lebih tinggi. Frekuensi follow-up ditentukan berdasarkan respon terhadap pengobatan dan stabilitas pasien. (6)
Show more

12 Read more

Profil Polifarmasi dan Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi - Ubaya Repository

Profil Polifarmasi dan Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi - Ubaya Repository

Parameter dalam penelitian ini adalah jenis obat, kelompok obat, jumlah obat, cara pemberian, lama pemberian obat, jenis kelamin & kelompok umur pasien hiperten[r]

1 Read more

Profil pasien Diagnosa Diagnosa sekunder. Urosepsis, Hipertensi, dan BPH

Profil pasien Diagnosa Diagnosa sekunder. Urosepsis, Hipertensi, dan BPH

DAFTAR PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH TAHUN 2009 Profil pasien Diagnosa Diagnosa sekunder Terapi Keterangan Jenis antibiotika Tanda- tanda vital Tanda- tanda klinis Outcome 1.[r]

95 Read more

Show all 10000 documents...