program bimbingan dan konseling pribadi sosial

Top PDF program bimbingan dan konseling pribadi sosial:

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU SEKSUAL SEHAT REMAJA: Studi Deskriptif tentang Perilaku Seksual Siswa Kelas IX SMPN 4 CimahiTahun Ajaran 2012/2013.

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU SEKSUAL SEHAT REMAJA: Studi Deskriptif tentang Perilaku Seksual Siswa Kelas IX SMPN 4 CimahiTahun Ajaran 2012/2013.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai gambaran kecenderungan perilaku seksual sehat siswa kelas IX SMPN Negeri 4 Cimahi menunjukan bahwa sebagian siswa belum dapat berperilaku seksual sehat secara sempurna. Hal ini ditunjukan oleh hasil data penyebaran instrumen, lebih dari setengah jumlah siswa, berada pada katagori sehat namun perlu pengembangan agar menjadi sangat sehat. Maka dari itu pihak sekolah hendaknya memberikan perhatian dan dukungan terhadap segala upaya yang dilakukan pembimbing dalam usaha mengembangkan perilaku seksual sehat siswa. Selain itu, kerja sama antar seluruh personil sekolah dalam hal koordinasi, dan partisipasi hendaknya dijalin dengan erat khususnya dalam penyusunan, pelaksanaan sampai pengembangan program Bimbingan dan Konseling pribadi sosial perilaku seksual sehat.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PERILAKU SISWA: Studi Deskriptif terhadap Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Pasundan 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PERILAKU SISWA: Studi Deskriptif terhadap Siswa Kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Pasundan 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya memiliki kemandirian perilaku bagi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemandirian perilaku siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Pasundan 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013 dan gambaran program bimbingan dan konseling pribadi sosial di SMK Pasundan 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013, serta tersusunnya rancangan program hipotetik bimbingan dan konseling pribadi sosial untuk meningkatkan kemandirian perilaku siswa yang layak menurut pakar dan praktisi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan kepada semua siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran yang berjumlah 45 siswa. Penelitian menghasilkan: (1) gambaran kemandirian perilaku siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran SMK Pasundan 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013 (2) gambaran program bimbingan dan konseling pribadi sosial SMK Pasundan 3 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013, (3) rancangan program hipotetik bimbingan dan konseling pribadi sosial untuk meningkatkan kemandirian perilaku siswa yang layak menurut pakar dan praktisi. Rekomendasi penelitian ditujukan kepada (1) guru bimbingan dan konseling agar menjadikan hasil penelitian sebagai bahan pertimbangan untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling; dan (2) peneliti selanjutnya yaitu menggunakan sampel yang lebih banyak dengan menggunakan metode eksperimen.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI SISWA TERHADAP KERAGAMAN BUDAYA.

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI SISWA TERHADAP KERAGAMAN BUDAYA.

Keragaman budaya pada setiap lingkungan menuntut guru bimbingan dan konseling atau konselor memiliki pemahaman dan kesadaran yang tinggi. Karena itu akan lebih baik apabila kurikulum perkulihan pada jenjang S2 menyertakan perkuliahan konseling multikultural yang menitikberatkan kemampuan pemahman dan kesadaran mahasiswa akan adanya keragaman budaya di lapangan.

7 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Zayiroh (2007: 72) pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Ungaran terhadap keefektifan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan perilaku komunikasi interpersonal yang ditinjau dari lima aspek yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, rasa positif, dan kesetaraan. Aspek- aspek komunikasi interpersonal siswa kelas X SMA Negeri 1 Ungaran sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok menunjukkan sebagian besar berada pada kriteria rendah. Dengan jumlah persentase pada sub variabel keterbukaan (48,6%), empati (48,8%), dukungan (50,2 %), rasa positif (46,9 %). Sub variabel kesetaraan termasuk dalam kriteria sangat rendah dengan persentase skor( 43,5%). Dari kelima sub variabel yang merupakan aspek-aspek dalam komunikasi interpersonal, menunjukkan kecenderungan kurangnya kemampuan komunikasi interpersonal yang dimiliki siswa kelas X SMA Negeri 1 Ungaran.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU ETIS PESERTA DIDIK : Studi Deskriptif terhadap Peserta Didik Kelas XI SMA Ciledug Al Musaddadiyah Garut Tahun Ajaran 2013/2014.

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL UNTUK MENGEMBANGKAN PERILAKU ETIS PESERTA DIDIK : Studi Deskriptif terhadap Peserta Didik Kelas XI SMA Ciledug Al Musaddadiyah Garut Tahun Ajaran 2013/2014.

Uji kelayakan instrumen bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan instrument dari segi bahasa, konstruk dan konten. Penimbangan (judgement) dilakukan oleh tiga dosen ahli/dosen dari Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) untuk mengetahui kelayakan instrument tersebut. Penimbangan instrumen dilakukan oleh Dr. Nurhudaya M.Pd, Dr. Hj. Nani M. Sugandhi M.Pd dan Dra R. Tati Kustiawati M.Pd. Penilaian oleh tiga dosen ahli dilakukan dengan memberikan penilaian pada setiap item dengan kualifikasi Memadai (M) dan Tidak Memadai (TM). Item yang diberi nilai M menyatakan item tersebut dapat digunakan dan item yang diberi nilai TM dapat memiliki dua kemungkinan yaitu item tidak dapat digunakan atau diperlukan revisi pada item. Hasil penimbangan dari tiga dosen ahli, ditampilkan pada tabel 3.2 berikut
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Program Bimbingan Konseling Pribadi Sosial Berdasarkan Karakteristik Siswa Terisolir di MTsN 2 Banda Aceh - Institutional Repository of UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Program Bimbingan Konseling Pribadi Sosial Berdasarkan Karakteristik Siswa Terisolir di MTsN 2 Banda Aceh - Institutional Repository of UIN Ar-Raniry Banda Aceh

kesehatan mental positif (positive mental health) adalah tujuan utama dari konseling, karena apabila mental klien sehat, ia memiliki integrasi, penyesuaian dan indentifikasi positif terhadap orang lain. Individu akan belajar menerima tanggung jawab dan mandiri.Pemecahan masalah (problem solving) merupakan salah satu tujuan konseling, kareana bagaimana juga kehadiran klien ke ruang konseling adalah karena ia memiliki masalah yang perlu dibantu oleh seorang konselor.Belajar membuat keputusan tidak mudah dilakukan oleh klien, ini harus dilakukan selama konseling, karena dapat menentukan keputusan menjadi salah satu tujuan konseling. Perubahan tingkah laku (behavioral change)konseling bertujuan untuk mengadakan perubahan perilaku pada klien sehingga hidupnya menjadi lebih produktif dan bermakna. 34
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PROFIL PERILAKU BULLYING DI PESANTREN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL.

PROFIL PERILAKU BULLYING DI PESANTREN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL.

Silmia Putri (2012). Penelitian bertujuan untuk mengungkap profil bullying di pesantren dan merumuskan layanan responsif sebagai implikasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Plus Ponpes Pagelaran 3 Subang dengan sampel Kelas XI berjumlah 37 santri. Hasil penelitian menunjukkan: (1) gambaran umum bullying di Kelas XI berada pada kategori jarang; (2) semua bentuk bullying pernah terjadi di Kelas XI, meliputi bentuk verbal, fisik, sikap, pemerasan, eksklusivitas, dan cyberbullying; (3) implikasi terhadap bimbingan dan konseling pribadi sosial berupa layanan responsive meliputi kolaborasi resolusi konflik, konseling teman sebaya, dan assertive training. yang diintegrasikan dengan program bimbingan dan konseling di pesantren.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

S PPB 1000858 chapter5

S PPB 1000858 chapter5

Pengembangan program dilakukan dengan mempertimbangkan iklim layanan Bimbingan dan Konseling yang nyaman dan dialogis dalam suasana sosioemosional yang mendukung agar pengembangan pusat kendali (locus of control) dapat tercapai. Pusat kendali (locus of control) yang telah berkembang akan membuat siswa mampu mengembangkan persepsi yang lebih objektif untuk mengambil keputusan dalam kehidupan.

Baca lebih lajut

T BK 1201671 Bibliography

T BK 1201671 Bibliography

Rahmawati, S. (2011). Meningkatkan pemahanan siswa tentang resiko perilaku seksual pra nikah melalui layanan informasi dengan menggunakan media visual di kelas IX SMP Negeri 4 Purbalingga Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.

5 Baca lebih lajut

t bp 0808999 chapter3

t bp 0808999 chapter3

Konsistensi berarti tingkat keseragaman atau stabilitas, mempunyai tiga fungsi yaitu (1) mempunyai nilai mendidik yang besar, (2) konsistensi mempunyai nilai motivasi yang kuat untuk melakuakn tindakan yang baik di masyarakat dan menjauhi tindakan buruk, dan (3) konsistensi membantu perkembangan anak untuk hormat pada aturan-aturan dan masyarakat sebagai otoritas. Anak-anak yang telah berdisiplin secara konsisten mempunyai motivasi yang lebih kuat dan komitmen untuk berperilaku sesuai dengan standar sosial yang berlaku dibandingkan dengan anak-anak yang tidak konsisten.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

S BK 1101258 chapter5

S BK 1101258 chapter5

Berdasarkan simpulan penelitian, terdapat rekomendasi untuk berbagai pihak. Rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada guru bimbingan dan konseling, pihak sekolah, dan peneliti selanjutnya. Rekomendasi untuk masing-masing pihak dipaparkan sebagai berikut ini. 1. Guru bimbingan dan konseling dapat mengimplementasikan program

Baca lebih lajut

s pbb 0808740 chapter3

s pbb 0808740 chapter3

Pengolahan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan program SPSS for Windows Versi 15.0. Validitas item dilakukan dengan menganalisis daya pembeda menggunakan prosedur pengujian Spearman’s rho. Berdasarkan pengolahan data, hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 70 butir item pernyataan angket perilaku prososial dan 18 item pernyataan dari angket faktor-faktor yang memengaruhi perilaku prososial siswa, hanya terdapat 68 dan 16 butir item pernyataan valid pada masing-masing variabel. Item yang dinyatakan valid memiliki daya pembeda yang signifikan pada p > 0.01 dan p < 0.05. ini artinya terdapat 68 dan 16 butir item pernyataan yang dapat digunakan dalam penelitian di lapangan. (Hasil perhitungan validitas terlampir). Berikut disajikan item-item pernyataan setelah validasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

s ppb 0806884 chapteriii

s ppb 0806884 chapteriii

kemudian ditarik kesimpulannya. Pada populasi kelas VIII SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Bandung tahun ajaran 2012/2013, diambil sampel untuk pengolahan data awal yang akan dijadikan landasan pembuatan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling), maksudnya setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel pengolahan data awal pembuatan program. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel sesuai dengan penjelasan Sugiyono yaitu jumlah sampel ditentukan berdasarkan pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki. Makin besar tingkat kesalahan maka makin kecil jumlah sampel yang diperlukan dan begitu pula sebaliknya. Sugiyono memberikan jumlah sampel dari populasi tertentu yang dikembangkan dari Isaac dan Michael dengan tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10%. Rumus untuk menghitung ukuran sampel dan populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T1 132008052 Daftar Pustaka

T1 132008052 Daftar Pustaka

Reni, Agricola (2010). Pengembangan Model Layanan Bimbingan Belajar berdasarkan Analisis Sikap dan Kebiasaan Belajar Siswa di SMP Pangudi Luhur Tlogo. Salatiga : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana.

Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA.

Siswa adalah seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Perkembangan siswa tidak lepas dari pengaruh lingkungan, baik fisik, psikis, maupun sosial. Sifat inheren lingkungan adalah perubahan. Perubahan yang terjadi dalam lingkungan dapat mempengaruhi gaya hidup dan perkembangan warga masyarakat. Apabila perubahan tersebut sulit diprediksi, di luar jangkauan kemampuan, atau kurang siap dalam menghadapinya maka menghasilkan diskontinuitas perkembangan perilaku siswa, seperti terjadinya stagnansi (kemandegan) perkembangan, masalah- masalah pribadi, atau penyimpangan perilaku dan masalah-masalah sosial. Karena itulah siswa membutuhkan bantuan dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul pada penyelesaian tugas-tugas perkembangannya tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

f silabus pengembangan bimbingan dan konseling pribadi sosial

f silabus pengembangan bimbingan dan konseling pribadi sosial

Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini menyajikan strategi pengembangan pribadi dan sosial yang meliputi: konsep pengembangan pribadi dan sosial, posisi PSD pada kurikulum, kerangka kurikulum pengembangan pribadi dan sosial, cara memanfaatkan potensi pribadi, cara menetapkan tujuan hidup, cara merencanakan pencapaian tujuan, cara mengelola waktu, cara meningkatkan citra diri dan kepercayaan diri, bagaimana memotivasi diri sendiri dan orang lain, bagaimana mengembangkan dan mempertahankan sikap mental yang positif, dan mengembangkan program kesehatan pribadi, serta diakhiri dengan refleksi terhadap apa yang sudah dipelajari.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER HUMANIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA:Studi Pra Eksperimen pada Siswa Kelas IX SMP Salman Al Farisi, Bandung, Tahun Ajaran 2011-2012.

PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER HUMANIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA:Studi Pra Eksperimen pada Siswa Kelas IX SMP Salman Al Farisi, Bandung, Tahun Ajaran 2011-2012.

Penelitian ini sifatnya masih sederhana dan masih perlu diperkaya dan dikembangkan sampai ketaraf pemantapan program. Dalam penelitian terdahulu terkait dengan tema pendidikan karakter, kajian penelitian masih melihat pengaruh salah satu metode atau program pembelajaran terhadap pembentukan salah satu karakter. Misalnya, penelitian Rohayani (2009) tentang pengaruh proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan interventif terhadap karakter kewarganegaraan. Atau penelitian Isnandar (2010) tentang pengaruh pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan iklim kehidupan keluarga terhadap pembentukan karakter siswa. Kajian yang sejenis juga dilakukan Giri (2011) yang meneliti tentang efektivitas bimbingan kelompok melalui teknik permainan untuk meningkatkan perilaku prososial siswa. Atau, penelitian Puluhulawa (2012) yang meneliti tentang program bimbingan untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa Sekolah Dasar. Dengan kata lain, penelitian tentang karakter masih parsial, termasuk penelitan ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...