program bimbingan karir

Top PDF program bimbingan karir:

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN KARIR BERBASIS TEORI KARIR HOLLAND.

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN KARIR BERBASIS TEORI KARIR HOLLAND.

Berdasarkan uraian pada bagian latar belakang, tergambar gejala kurangnya pemahaman individu mengenai pentingnya pertimbangan aspek karakteristik diri termasuk minat dalam pemilihan karir. Terbukti dengan adanya kasus kesalahan memilih bidang studi sehingga memutuskan untuk pindah jurusan (lebih jauh lagi drop out), atau kesalahan pemilihan bidang studi yang menyebabkan prestasi belajar rendah. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan upaya preventif agar peserta didik dapat memilih karir atas dasar pertimbangan karakteristik pribadi atau dengan kata lain memilih karir yang sesuai dengan karakteristik pribadinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu disusun kegiatan sistematis berupa program bimbingan karir yang berlandaskan pada pertimbangan aspek kepribadian termasuk minat dalam memilih sebuah karir.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

t bp 0808726 chapter3

t bp 0808726 chapter3

Pada penelitian ini program bimbingan karir yang dimaksud adalah program yang dibuat peneliti untuk digunakan dalam kegiatan bimbingan karir di SMKN 11 Bandung yang diharapkan mampu meningkatkan kematangan karir siswa dengan cara mengakomodir kebutuhan siswa dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dalam mengembangkan potensi karirnya. Program ini mengacu pada analisis empiris terhadap profil kematangan karir siswa yang dijadikan sampel penelitian.

Baca lebih lajut

Program Bimbingan Karir Berdasarkan Profil Kematangan Karir Peserta Didik : Studi deskriptif tentang program bimbingan karir di kelas VIII SMP Negeri 2 Lembang Tahun Ajaran 2014/2015.

Program Bimbingan Karir Berdasarkan Profil Kematangan Karir Peserta Didik : Studi deskriptif tentang program bimbingan karir di kelas VIII SMP Negeri 2 Lembang Tahun Ajaran 2014/2015.

Secara operasional, yang dimaksud dengan kematangan karir dalam penelitian ini adalah respon peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Lembang tahun ajaran 2014/2015 terhadap kemampuan dalam membuat keputusan tentang pilihan pendidikan lanjutan selepas SMP sesuai dengan usia dan tahapan perkembangannya yang dibatasi pada aspek sikap, ditunjukkan dengan indikator: 1) keinginan dalam mempelajari informasi; 2) keterlibatan dalam proses pencarian informasi; 3) kemandirian dalam mengambil keputusan; dan 4) keyakinan terhadap pilihan karir.

22 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN KARIR BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK: Penelitian Eksperimen Semu terhadap Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 45 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

PROGRAM BIMBINGAN KARIR BERBANTUAN KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK: Penelitian Eksperimen Semu terhadap Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 45 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

Tujuan penelitian ini menghasilkan program bimbingan karir berbantuan komputer yang efektif untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karir peserta didik kelas VIII SMP Negeri 45 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain penelitian non equivalent control group. Alat pengungkap data yang digunakan adalah angket yang dianalisis dengan menggunakan statistik nonparametris. Hasil penelitian berupa : (1) profil kemampuan perencanaan karir peserta didik (2) Rumusan program bimbingan karir berbantuan komputer yang layak menurut pakar dan praktisi; dan (3) program bimbingan karir dengan menggunakan media komputer terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karir peserta didik dengan adanya peningkatan kemampuan perencanaan karir peserta didik..
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Silabus BK Karier.

Silabus BK Karier.

Dalam mata kuliah ini dibahas konsep dasar bimbingan karir (sejarah bimbingan karir; hubungan antara jabatan, pendidikan dan karir; pengertian karir dan bimbingan karir; tujuanndan fungsi bimbingan karir; prinsip-prionsip bimbingan karir; peranan dan tanggung jawab staf sekolah dalam bimbinga karir); teori perkembangan dan pemilihan karir; dan program bimbingan karir di sekolah.

5 Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN KARIR BERDASARKAN PROFIL KOMPETENSI KARIR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

PROGRAM BIMBINGAN KARIR BERDASARKAN PROFIL KOMPETENSI KARIR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA.

Oleh sebab itu, pengenalan karir di usia remaja SMP amatlah penting karena dapat memberikan kontribusi besar dalam perjalanan pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik mengetahui kompetensi karirnya guna menentukan karir yang dipilihnya kelak. Namun, pada umumnya persiapan menentukan karir baru dilakukan setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) atau bahkan setelah kuliah. Padahal sejak peserta didik lulus SMP sudah dihadapkan pada pilihan sekolah untuk masuk ke satuan SMA atau sekolah menengah kejuruan (SMK) yang mengarahkan pada bidang tertentu. Artinya, jika terjadi salah pilih jurusan maka akibatnya fatal. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pilihan yang dibuat peserta didik SMP saat memilih jenjang pendidikan mempunyai hubungan yang sangat kuat atau memberikan dampak jangka panjang dalam perkembangan pendidikan dan karir dikemudian hari.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Bimbingan Karir Untuk Meningkatkan Konsep Diri dan Keputusan Karir Siswa Sekolah Menengah Kejuruan | Sanjaya | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11075 23248 1 SM

Bimbingan Karir Untuk Meningkatkan Konsep Diri dan Keputusan Karir Siswa Sekolah Menengah Kejuruan | Sanjaya | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11075 23248 1 SM

Sesuai dengan simpulan dan implikasi dari hasil penelitian tersebut, maka beberapa saran yang dapat dijadikan pertimbangan antara lain, pihak sekolah perlu memberikan jam masuk kelas untuk layanan Bimbingan dan Konseling. Mengingat hakikat layanan BK di sekolah adalah untuk memandirikan siswa, membantu siswa memahami diri dan lingkungan, serta mengaktualisasikan diri. Sehingga apabila memiliki jadwal masuk kelas, Guru BK mampu mengoptimalkan layanan BK bagi siswa. Karena tidak adanya jam masuk kelas diharapkan Guru BK mampu lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan layanan BK, sehingga BK di sekolah tetap berperan optimal dalam upaya membimbing siswa menuju kesuksesan untuk masa depannya. Bagi peneliti selanjutnya dapat lebih inofatif dan selalu mengikuti perkembangan jaman dalam mengembangkan layanan bimbingan karir, materi tentang konsep diri maupun keputusan karir siswa, sehingga lebih memudahkan siswa dalam mencapai tugas-tugas perkembangan. Penelitian pengembangan ini hanya terbatas pada 2 sekolah, sehingga peneliti selanjutnya dapat mengembangkan modul untuk lingkup yang lebih luas lagi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

t bp 0808726 chapter5

t bp 0808726 chapter5

4. Program Bimbingan Karir untuk meningkatkan kematangan karir yang telah disusun dalam Rencana Kegiatan Program Bimbingan Karir (action plan) dapat diimplemtasikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 11 Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa Program Bimbingan Karir untuk meningkatkan kematangan karir sebaiknya dibuat sesuai dengan rancangan yang telah dibuat peneliti.

4 Baca lebih lajut

BIMBINGAN KARIR DENGAN TEKNIK GENOGRAM DALAM ADEGAN KLASIKAL - repository UPI T BK 1302775 Title

BIMBINGAN KARIR DENGAN TEKNIK GENOGRAM DALAM ADEGAN KLASIKAL - repository UPI T BK 1302775 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis dengan judul " BIMBINGAN KARIR DENGAN TEKNIK GENOGRAM DALAM ADEGAN KLASIKAL (Penelitian dan Pengembangan Pedoman Bimbingan Karir dalam Rangka Pengembangan Kapasitas Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri Di Kota Bandung)" ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

bimbingan karir bimbingan karir bimbingan karir

bimbingan karir bimbingan karir bimbingan karir

Menyatakan bahwa tujuan bimbingan karir adalah membantu individu memperoleh kompetensi yang diperlukan agar dapat menentukan peralanan hidupnya dan mengembangkan karir kearah yang dipilihnya secara optimal. Dari penjelasan-penjelasan tersebut, secara essensial bimbingan karir merupakan salah satu proses layanan yang bertujuan membantu siswa dalam proses pemahaman diri, pemahaman nilai-nilai, pengenalan lingkungan, hambatan dan cara mengatasinya serta perencanaan masa depan. Masa depan harus direncanakan disongsong bukan di tunggu. Awal masa depan itu adalah "di sini dan sekarang". Persiapan untuk menyongsong masa depan dilakukan melalui prosedur-prosedur tertentu baik melaui pendidikan informal, formal maupun non formal. Melalui pendidikan di sekolah siswa dibekali dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap-sikap tertentu. Bekal yang diperoleh siswa di sekolah bertujuan uttuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T BP 1201366 Chapter3

T BP 1201366 Chapter3

1. X> (µ + 1,0 ) Tinggi Artinya siswa memahami kelebihan dan kekurangan diri; dapat mengidentifikasi potensi diri yang meliputi bakat, minat dan cita-cita tanpa bantuan orang lain; dalam bertindak selalu mempertimbangkan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat dan segi baik-buruk, benar-salah penting dan tidak penting; mempertimbangkan pilihan kelanjutan studi sesuai dengan keadaan lingkungan di sekitamya secara mandiri; tidak mudah terpengaruh orang lain dalam menentukan sebuah pilihan kelanjutan studi; aktif mencari informasi mengenai pilihan kelanjutan studi; optimis dapat melanjutkan studi ke sekolah lanjutan yang sesuai dengan keinginannya; aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan keahlian lain di luar kegiatan sekolah atas dasar keinginan pribadi; aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan keahlian lain sebagai penunjang informasi dalam memilih kelanjutan studi; berdiskusi dengan teman sebaya untuk memperkaya informasi mengenai pilihan kelanjutan studi; aktif mencari infonnasi kelanjutan studi dengan cara meinanfaatkan media; memahami langkah-langkah dalam pembuatan keputusan karir secara berurutan; menentukan pilihan kelanjutan studi sesuai dengan langkah-langkah membuat keputusan karir; dan dapat membuat keputusan secara mandiri tanpa terpengaruh orang lain. Dengan kata lain, siswa pada kategori ini memiliki kemampuan pembuatan keputusan karir yang tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T BK 1302775 Abstract

T BK 1302775 Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan pedoman bimbingan karir dengan teknik genogram dalam adegan klasikal yang efektif digunakan oleh guru bimbingan dan konseling SMA dan dapat membantu mengembangkan kemampuan perencanaan karir peserta didik. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah seperti apa kondisi pelaksanaan bimbingan karir di SMA Negeri Se Kota Bandung, bagaimana rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan karir dengan teknik genogram dalam adegan klasikal yang layak digunakan, dan apakah pedoman bimbingan karir dengan teknik genogram dalam adegan klasikal efektif digunakan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan yang menempuh enam langkah, yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pembuatan pedoman hipotetik, revisi pedoman hipotetik, uji coba terbatas dan revisi pedoman hasil uji coba. Subjek penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling SMAN Se Kota Bandung. Penelitian ini menghasilkan pertama, kondisi pelaksanaan bimbingan karir dengan teknik genogram dalam adegan klasikal, secara umum menunjukan kemampuan guru bimbingan dan konseling berada pada kategori kurang mahir. Kedua, rumusan pedoman bimbingan karir dengan teknik genogram dalam adegan klasikal memuat struktur rasional, dasar hukum, tujuan layanan, kompetensi guru bimbingan dan konseling, teknik genogram, mekanisme penyelenggaraan bimbingan karir dengan teknik genogram, pengembangan satuan layanan, evaluasi, indikator keberhasilan, anggaran dan referensi, layak menurut pakar dan praktisi. Ketiga, pedoman bimbingan karir dengan teknik genogram dalam adegan klasikal terbukti efektif digunakan oleh guru bimbingan dan konseling dilihat dari perubahan kategori kemampuan guru bimbingan dan konseling dalam menyelenggarakan bimbingan karir, serta adanya perubahan kemampuan perencanaan karir peserta didik sebelum dan sesudah pemberian layanan bimbingan. Adapun rekomendasi penelitian ini tunjukan untuk program studi bimbingan dan konseling, kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta penelitian selanjutnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN MAHASISWA DALAM MEMILIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

Faktor aspirasi memiliki kontribusi terbesar diantara 3 faktor baru yang terbentuk yaitu sebesar 0,904 terhadap pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih program studi. Aspirasi merupakan suatu keinginan untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi. Ketika seseorang telah memilih suatu progarm studi tentunya didalam benaknya sudah tertanam sesuatu yang nanti akan didapatkannya apabila memilih program studi tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan (Carpenter dan Fleishman dalam Mehboob, 2012) bahwa aspirasi pendidikan ditemukan berhubungan positif dengan pilihan kehadiran kuliah. Selain itu adanya aspirasi terhadap pekerjaan ini, membuat para mahasiswa yang tengah menginjak masa remaja harus mempersiapkaan diri untuk merealisasikan pekerjaan atau profesi yang diinginkannya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PPB 1100824 Chapter1

S PPB 1100824 Chapter1

Karir merupakan rentang kehidupan yang bermakna bagi individu agar dapat mengaktualisasikan diri. Proses perkembangan karir berlangsung secara berkelanjutan dan bukan merupakan segmentasi dari tahap-tahap perkembangan, sehingga pendidikan karir perlu diberikan sejak awal perkembangan individu (Rika, 2010, hlm. 3). Sciarra (2002, hlm. 123) menyatakan bahwa perkembangan karir sudah mulai dibentuk sejak dini yaitu pada TK/SD. Pengenalan pekerjaan didasarkan pada kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar anak tumbuh dan berkembang. Meskipun pada tahap-tahap awal perkembangannya individu belum diarahkan pada pemilihan dan pembuatan keputusan karir, namun pendidikan karir sejak dini berkontribusi pada penyediaan kesempatan karir di masa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PPB 0900758 Chapter3

S PPB 0900758 Chapter3

Proses pengujian kelayakan program bimbingan karir berbasis teori karir Holland melibatkan tiga pakar bimbingan karir yaitu dosen jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan serta satu orang praktisi yaitu guru BK di SMA. Secara umum, program bimbingan karir berbasis teori karir Holland yang diajukan kepada tim penguji kelayakan program dinilai memadai untuk dipakai di Sekolah Menengah Atas. Berikut ini adalah beberapa pendapat yang diutarakan oleh pakar dan praktisi untuk pengembangan program bimbingan karir berbasis teori karir Holland yang lebih baik yaitu:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T PKKH 1404600 Chapter 5

T PKKH 1404600 Chapter 5

Berdasakan temuan dilapangan perlu adanya rumusan program bimbingan pengembangan karir bagi siswa. Rumusan program bimbingan pengembangan karir ini dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi sekolah terutama guru kelas dalam melaksanakan program bimbingan pengembangan karir di sekolah.

Baca lebih lajut

t bp 0809434 bibliography

t bp 0809434 bibliography

Suryani, Ira Kartika. (2010). Program Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Studi Deskriptif Terhadap Siswa Kelas XI SMK Nasional Depok Tahun Ajaran 2009/2010. Tesis PPB Sekolah Pascasarjana UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Baca lebih lajut

PROGRAM BIMBINGAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA.

PROGRAM BIMBINGAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA.

upaya untuk mengintervensi proses karir sepanjang rentang kehidupan dapat mempercepat atau memperkuat penemuan pengetahuan, sikap-sikap, dan ketrampilan-ketrampilan tentang diri (self) dan dunia kerja (world of work). Melalui program bimbingan karir, remaja harus dipersiapkan untuk mengatasi perubahan employment trends dengan dibekali kemampuan kreativitas, fleksibilitas, dan adaptabilitas di tengah-tengah kehidupan yang penuh dengan kompleksitas dan ambiguitas (Uman Suherman, 2009:280). Dalam konteks ini, para remaja harus dibekali kemampuan membuat keputusan karir secara cepat, tepat dan efektif. Apalagi jika mengingat, masa remaja, khususnya masa SMA, adalah masa krisis identitas.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

t bk 0809369 bibliography

t bk 0809369 bibliography

Supraptono, E. (1994). Kontribusi Minat Kejuruan dan Aspirasi Kerja Serta Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Kematangan Karir Siswa (Studi Deskriptif Analitik pada STM Negeri di Kotamadya Semarang Tahun 1992/1993) . Bandung. IKIP

Baca lebih lajut

Implementasi Bimbingan Karier..... 2007

Implementasi Bimbingan Karier..... 2007

Pelaksanaan bimbingan karir di SLB-B pada dasarnya merupakan salah satu bentuk penunjang pelaksanaan kegiatan pendidikam secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Seting penelitiannya SLB B YP3ATR Bandung.. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data diolah berdasarkan teknik analisis data kualitataif yaitu dengan berpikir kritis-induktif, proses analisis data menggunakan kerangka yang dikembangkan oleh Miles dan Haberman. Hasil Penelitian menunjukan Pelaksanaan layanan bimbingan karir di SLB-B YP3ATR Cicendo Bandung, sudah ada aktivitas yang bermuatan bimbingan karir, tetapi belum dirancang secara sistemik dan sistematik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa, program bimbingan karir efektif bagi siswa tunarungu SLTPLB/SMLB Cicendo Bandung. Indikator efektivitas ditandai dari, (1) kesadaran, kebutuhan, minat, dapat keluar dari fantasi, (2) pandangan yang realistis tentang dunia kerja, berkeinginan mengembangkan diri dalam karir, dan (3) mampu menghubungkan dirinya dengan dunia kerja. Berdasarkan hasil kolaborasi dalam implementasi program bimbingan karir, implikasinya mengindikasikan di SLB-B YP3ATR Bandung perlu program bimbingan karir yang dirancang secara sistematis dan didasarkan atas kebutuhan karir siswa dan kondisi objektif sekolah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...