Program Profesi Insinyur

Top PDF Program Profesi Insinyur:

AKREDITASI PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR BORANG

AKREDITASI PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR BORANG

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam penyelenggaraan program profesi insinyur. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tata cara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong, yang mencakup aspek input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal, harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau, dan dievaluasi dalam rangka peningkatan/perbaikan berkelanjutan. Gambarkan struktur organisasi yang berlaku di UPPS. Tuliskan dokumen formal yang digunakan untuk mengatur organisasi dan tata kerja di UPPS dan jelaskan peran, tugas dan fungsitiap organ dan keterkaitannya dengan program profesi insinyur.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PERMEN NOMOR 35 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM PROFESI INSINYUR FINAL SALINAN

PERMEN NOMOR 35 TAHUN 2016 TENTANG PROGRAM PROFESI INSINYUR FINAL SALINAN

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, perlu menetapkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur;

9 Baca lebih lajut

MATRIKS PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR

MATRIKS PENILAIAN AKREDITASI PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR

Unit pengelola memiliki tenaga kependidikan yang memenuhi tingkat kecukupan dan kualifikasi berdasarkan kebutuhan layanan program studi dan mendukung pelaksanaan akademik, fungsi dan program pengembangan program studi oleh unit pengelola secara efektif.

17 Baca lebih lajut

INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR BORANG

INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR BORANG

5.2.2 Jelaskan substansi dari praktik keinsinyuran yang akan diselenggarakan dalam program profesi insinyur, meliputi: 1) filosofi keinsinyuran di industri, 2) arah perkembangan industri dan status, 3) sistem industri (engineering), 4) permasalahan keinsinyuran, 5) tugas mengatai masalah, dan 6) penulisan laporan keinsinyuran. Jelaskan pula rencana pelaksanaan dan metoda pembelajaran yang akan diterapkan.

22 Baca lebih lajut

INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR

INSTRUMEN AKREDITASI MINIMUM PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PROGRAM PROFESI INSINYUR

6. 1.3.2 Perjanjian kerjasama Memiliki perjanjian kerjasama dengan kementerian terkait dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta dengan kalangan industri dan himpunan keahlian keinsinyuran dalam jumlah yang sangat memadai untuk penyelenggaraan program profesi.

21 Baca lebih lajut

Menurun, keanggotaan baru dari Cabang

Menurun, keanggotaan baru dari Cabang

Akan tetapi, seiring dengan semakin tingginya harga bahan bakar fosil, menipisnya cadangan di perut bumi, serta isu lingkungan yang semakin menguat, penduduk dunia melihat bahwa nuklir adalah salah satu alternatif yang tidak bisa ditinggalkan. Ia merupakan pilihan rasional. Maka, Amerika Serikat pun sekarang menggalakkan kembali program nuklirnya.

16 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BERPENGARUH TERHADAP RENDAHNYA PENERAPAN KODE ETIK PROFESI INSINYUR PADA PEMBANGUNAN RUANG  Analisis Faktor-Faktor Berpengaruh Terhadap Rendahnya Penerapan Kode Etik Profesi Insinyur Pada Pembangunan Ruang Poliklinik RSUD dr. Soerot

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BERPENGARUH TERHADAP RENDAHNYA PENERAPAN KODE ETIK PROFESI INSINYUR PADA PEMBANGUNAN RUANG Analisis Faktor-Faktor Berpengaruh Terhadap Rendahnya Penerapan Kode Etik Profesi Insinyur Pada Pembangunan Ruang Poliklinik RSUD dr. Soerot

Segala puja dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-NYA penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “ANALISIS FAKTOR - FAKTOR BERPENGARUH TERHADAP RENDAHNYA PENERAPAN KODE ETIK PROFESI INSINYUR PADA PEMBANGUNAN RUANG POLIKLINIK RSUD dr. SOEROTO KABUPATEN NGAWI” yang merupakan salah satu syarat untuk mencapai derajat Magister pada Program Pascasarjana Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta.

14 Baca lebih lajut

IBU JARI SANG INSINYUR

IBU JARI SANG INSINYUR

Dari semua kasus yang dipercayakan penyelesaiannya kepada temanku Sherlock Holmes selama kami berteman akrab, hanya dua di antaranya yang didapatnya melalui perantaraan diriku, yaitu kasus ibu jari Mr. Hatherley dan kasus Kolonel Warburton yang gila. Kasus yang disebut terakhir mungkin lebih menarik bagi seorang pengamat yang teliti dan sungguh-sungguh, tapi kasus ibu jari sang insinyur ini sangat unik kejadiannya dan dramatis rincian-rinciannya. Jadi menurutku kasus inilah yang lebih pantas kutuangkan dalam bentuk tulisan, walaupun tak begitu menonjolkan kemampuan metode deduktif temanku yang telah begitu tersohor keampuhannya. Kasus ini telah beberapa kali dimuat di surat kabar, tapi tentu saja pemuatan seperti itu tak terlalu membawa efek yang berarti. Lain halnya kalau fakta-faktanya kita lihat sendiri, sementara misterinya lambat laun terkuak bersamaan dengan ditemukannya suatu perkembangan baru yang menuntun kita untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Kasus yang satu ini memang sangat mengesankan bagiku, setelah lewat dua tahun pun aku belum bisa melupakannya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Silabus Program Latihan Profesi.

Silabus Program Latihan Profesi.

Setelah mengikuti Program Latihan Profesi (PLP) mahasiswa (praktikan) diharapkan mendapatkan pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan, sebagai wahana terbentuknya tenaga kependidikan yang professional. Pengalaman yang dimaksud meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam profesi sebagai pendidik serta mampu menerapkannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajarran, baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh tanggung jawab.

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Etika Profesi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Etika Profesi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Bagian Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

Sehubungan dengan pembaharuan yang dilakukan pada pendidikan tinggi dengan S.K. Dirjen Dikti No.23/Dikti/Kep/1987, No.25/Dikti/Kept/1987, No.25/Dikti/Kept/1987 dan S.K. Rektor Universitas Sumatera Utara No.568/PTO5.h/SK/Q87 tanggal 19 Agustus 1987, pada tanggal 14 September 1987 diadakan serah terima antara Direktur PAAP Universitas Sumatera Utara. Setelah serah terima maka nama tersebut berubah menjadi Program Diploma III Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. Sampai pada saat ini Fakultas Ekonomi mengelola progran S-1 dan program D-III serta Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK) yang telah menghasilkan tenaga ahli Sarjana Ekonomi yang baik dan bermutu, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara di Medan mulai menerima Mahasiswa pada bulan Agustus 1961.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Makalah Etika Profesi Seorang Sarjana Teknk (Insinyur)

Makalah Etika Profesi Seorang Sarjana Teknk (Insinyur)

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Etika Id Profesi Seorang Engineer

Etika Id Profesi Seorang Engineer

 Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalanggan social).

8 Baca lebih lajut

Profesi Insinyur dan Etika Engineering

Profesi Insinyur dan Etika Engineering

Keutamaan yang paling menyeluruh dalam engineering adalah tanggung jawab profesionalisme. Keutamaan ini adalah payung keutamaan yang menyatakan empat kategori keutamaan : kesejahteraan masyarakat, kompetensi profesional, kerjasama praktek (cooperative practice) dan integritas pribadi [7]. Disini akan dibahas sedikit mengenai keutamaan yang perlu dimiliki oleh insinyurditinjau dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat. Pertama adalah keutamaan sifat tidak mencelakakan (non maleficence) yaitu kecenderungan untuk tidak membahayakan orang lain dengan sengaja. Kode etik profesi engineering menyebut kemurahan hati, yang mencegah atau menghilangkan bahaya pada orang lain dan yang lebih positif, mengedepankan keselamatan publik, kesehatan, dan kesejahteraan. Keutamaan yang juga penting adalah rasa komunitas (sense of community) yang diwujudkan dalam harapan menuju kehidupan komunitas profesional dan masyarakat yang lebih bermakna. Kemurahan hati (generosity) sebagai syarat minimal dalam membantu orang lain, ditunjukkan oleh insinyuryang secara sukarela memberi waktunya, bakat dan uangnya pada masyarakat. Selanjutnya yang terakhir adalah keadilan di perusahaan, pemerintahan dan dalam praktek ekonomi adalah keutamaan yang juga penting di dalam profesi engineering [7].
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Professional Engineer Etika Profesi Insi

Professional Engineer Etika Profesi Insi

Revolusi industri yang berlangsung lebih dari dua abad yang lalu banyak membawa perubahan-perubahan didalam banyak hal. Awal perubahan yang paling menyolok adalah dalam hal diketemukannya rancang bangun (rekayasa/engineering) mesin uap sebagai sumber energi untuk berproduksi, sehingga manusia tidak lagi tergantung pada energi ototi ataupun energi alam; dan yang lebih penting lagi manusia bisa menggunakan sumber energi tersebut dimanapun lokasi kegiatan produksi akan diselenggarakan. Hal lain yang patut dicatat adalah diterapkannya rekayasa tentang tata cara kerja (methods engineering) untuk meningkatkan produktivitas kerja yang lebih efektif-efisien dengan menganalisa kerja sistem manusia-mesin sebagai sebuah sistem produksi yang terintegrasi. Apa-apa yang telah dikerjakan oleh Taylor, Gilbreth, Fayol, Gantt, Shewart, dan sebagainya telah menghasilkan paradigma paradigma baru yang beranjak dari struktur ekonomi agraris bergerak menuju ke struktur ekonomi produksi (industri). Demikian pula langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Taylor dan para pionir keilmuan teknik dan manajemen industri lainnya itu (kebanyakan dari mereka justru berlatar - belakang insinyur) telah membuka cakrawala baru dalam pengembangan dan penerapan sains-teknologi demi kemaslahatan manusia. Dalam hal ini penerapan sains, teknologi serta ilmu-ilmu keteknikan (engineering) tidak harus selalu terlibat dalam masalah-masalah yang terkait dengan perancangan perangkat keras (hardware) berupa teknologi produk maupun teknologi proses; akan tetapi juga ikut bertanggung-jawab dalam persoalan-persoalan yang berkembang dalam perancangan perangkat teknologi lainnya (software, organoware dan brainware), maupun bertanggung-jawab terhadap segala macam dampak (lingkungan, sosial, dll) yang ditimbulkan sebagai akibat pengembangan teknologi yang tidak hanya memberikan manfaat positif, melainkan juga memberikan berbagai macam resiko negatif yang merusak lingkungan (Vesilind, 1998).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...