proporsi dewan komisaris

Top PDF proporsi dewan komisaris:

PENDAHULUAN  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Index LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia.

PENDAHULUAN Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Index LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia.

1. Untuk menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance yang meliputi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen dan keberadaan komite audit efektif dapat mengurangi tindakan manajemen laba dengan pendekatan long term discretionary accrual pada perusahaan go publik yang terdaftar pada indeks LQ-45.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI  PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA(EARNINGS

PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA(EARNINGS

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besaran manajemen laba (earnings management) adalah kepemilikan saham institusional, ukuran perusahaan, dan proporsi dewan komisaris independen. Sedangkan variable ukuran dewan komisaris tidak terbukti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besaran manajemen laba.

13 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kepemilikan manajerial, kepemilikan istitusional, ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, komite audit dan ukuran perusahaan secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengaruh Struktur kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Praktek corporate governance yang dalam penelitian ini di proksikan ke dalam Ukuran Dewan Komisaris, Proporsi Dewan Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN SEBAGAI DETRMINAN MANAJEMEN LABA

UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN SEBAGAI DETRMINAN MANAJEMEN LABA

peningkatan Proporsi Dewan Komisaris Independen dalam perusahaan akan mampu menciptakan kinerja secara optimal dan memotivasi manajer untuk bertindak lebih berhati-hati dan sesuai aturan yang berlaku. Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil ini membuktikan bahwa dengan adanya peningkatan Ukuran Dewan Komisaris dalam perusahaan akan mampu menciptakan kinerja perusahaan secara maksimal dan memotivasi manajer untuk tidak bertindak demi kepentingan pribadi atau oportunitis. Penelitian ini sesuai dengan Agency theory yang memandang bahwa manajemen perusahaan sebagai agen bagi para pemegang saham, akan mampu bertindak professional dalam menjalankan operasional perusahaan sehingga principal bisa mendapatkan return dari investasinya. Pemisahan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA

komite audit oleh perusahaan mungkin hanya dilakukan untuk pemenuhan regulasi saja tapi tidak dimaksudkan untuk menegakkan Good Corporate Governance di dalam perusahaan. Kedua, ketentuan minimum dewan komisaris independen sebesar 30% mungkin belum cukup tinggi untuk menyebabkan para komisaris independen tersebut dapat mendominasi kebijakan yang diambil oleh dewan komisaris. Jika komisaris independen merupakan pihak mayoritas (> 50%) maka mungkin dapat lebih efektif dalam menjalakan peran monitoring dalam perusahaan. Tetapi jika pengangkatannya belum dilandasi kebutuhan perusahaan tapi hanya sebatas pemenuhan regulasi, maka proporsi dewan komisaris mungkin tidak perlu diperbanyak, tetap sesuai peraturan yang ada (minimal 30%), dan dilihat keefektifan dewan dan juga komite audit dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

PENDAHULUAN Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

1. Untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh mekanisme corporate governance yang meliputi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen dan keberadaan komite audit terhadap manajemen laba dengan pendekatan long term discretionary accrual pada perusahaan go publik yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index.

6 Baca lebih lajut

TAP.COM -   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN LABA ... 138 546 1 PB

TAP.COM - FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN LABA ... 138 546 1 PB

Proporsi komisaris independen yang tinggi dan keberadaan komite audit tidak terbukti dapat membatasi manajemen laba yang dilakukan perusahaan. Hasil ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Veronica dan Utama (2005) dan Ulfi (2006). Ada beberapa alasan yang mendasari kesimpulan ini. Pertama, pengangkatan komisaris independen dan komite audit oleh perusahaan mungkin hanya dilakukan untuk pemenuhan regulasi saja tapi tidak dimaksudkan untuk menegakkan Good Corporate Governance di dalam perusahaan. Kedua, ketentuan minimum dewan komisaris independen sebesar 30% mungkin belum cukup tinggi untuk menyebabkan para komisaris independen tersebut dapat mendominasi kebijakan yang diambil oleh dewan komisaris. Jika komisaris independen merupakan pihak mayoritas (> 50%) maka mungkin dapat lebih efektif dalam menjalakan peran monitoring dalam perusahaan. Tetapi jika pengangkatannya belum dilandasi kebutuhan perusahaan tapi hanya sebatas pemenuhan regulasi, maka proporsi dewan komisaris mungkin tidak perlu diperbanyak, tetap sesuai peraturan yang ada (minimal 30%), dan dilihat keefektifan dewan dan juga komite audit dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Asimetri Informasi, Leverage, Dan Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2013-2015).

PENDAHULUAN Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Asimetri Informasi, Leverage, Dan Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2013-2015).

Nuryaman (2008) tentang pengaruh konsentrasi kepemilikan, ukuran perusahaan dan mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, sedangkan komposisi dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, serta proksi spesialisasi industri KAP berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap manajemen laba.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN  Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di BEI Tahun 2010-2014).

PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di BEI Tahun 2010-2014).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan good corporate governance terhadap kinerja keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2014, baik secara parsial maupun secara simultan. Indikator yang digunakan untuk menjelaskan good corporate governance dalam penelitian ini terdiri dari ukuran dewan direksi, ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, komite audit, dan kepemilikan institusional. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan regresi linier berganda, yang sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2014. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dengan menggunakan metode ini diperoleh 76 data yang dijadikan sampel untuk dianalisis. Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa ukuran dewan direksi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Proporsi komisaris independen memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Ukuran dewan komisaris memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan. Komite audit memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja keuangan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCETERHADAP KINERJA KEUANGAN:SuatuKasusPada Bank Yang Melakukan Merger Dan AkuisisiPeriode 2006-2011.

PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCETERHADAP KINERJA KEUANGAN:SuatuKasusPada Bank Yang Melakukan Merger Dan AkuisisiPeriode 2006-2011.

sahamnya. Oleh karena investor institusional memiliki saham dalam jumlah yang besar, jika mereka melikuidasi sahamnya akan mempengaruhi nilai saham secara keseluruhan. Atas dasar perspektif inilah, dalam rangka menghindari likudasi dari investor, manajer akan melakukan tindakan manajemen laba yang pada akhirnya juga dapat menurunkan kinerja mereka.Kepemilikan saham yang terpusat dalam satu kelompok atau satu keluarga, dapat menjadi salah satu penyebab lemahnya posisi Dewan Komisaris, karena pengangkatan posisi anggota Dewan Komisaris diberikan sebagai rasa penghargaan semata maupun berdasarkan hubungan keluarga atau kenalan dekat. Selain itu, emiten yang dianalisis termasuk memiliki struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pada suatu institusi yang biasanya memiliki saham cukup besar yang mencerminkan kekuasaan, biasanya mempunyai kemampuan untuk melakukan intervensi terhadap jalannya perusahaan dan mengatur proses penyusunan laporan keuangan. Akibatnya manajer terpaksa melakukan tindakan berupa manajemen laba demi untuk memenuhi keinginan pihak-pihak tertentu, diantaranya pemilik. Dengan adanya perilaku disfungsional ini, dimana manejemen melakukan tindakan berupa manajemen laba, akan berakibat pada penurunan kinerja
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh gender terhadap kebijakan dividen COVER

Pengaruh gender terhadap kebijakan dividen COVER

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender terhadap kebijakan dividen perusahaan. Gender yang diteliti adalah gender dewan komisaris dan dewan direksi. Proksi yang digunakan untuk gender dewan komisaris dan dewan direksi adalah dummy perempuan dalam dewan komisaris, dummy perempuan dalam dewan direksi, dummy komisaris utama perempuan, dummy direktur utama perempuan , dummy komisaris independen perempuan, dummy direktur independen perempuan, rata-rata tenure komisaris perempuan, rata-rata tenure direktur perempuan, rata-rata kesibukan komisaris perempuan, dan rata-rata kesibukan direktur perempuan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014

Ukuran dewan komisaris yang besar menyebabkan monitoring manajemen semakin baik, karena jumlah dewan yang besar menguntungkan perusahaan dalam hal pengawasan. Sedangkan jumlah dewan direksi yang banyak akan meningkatkan kinerja perbankan. Hal ini dikarenakan ukuran dan diversitas dari dewan direksi akan memberikan manfaat bagi perusahaan karena terciptanya network dengan pihak luar perusahaan dan menjamin ketersediaan sumber daya. Dewan direksi dalam suatu perusahaan akan menentukan kebijakan yang akan diambil atau strategi perusahaan tersebut secara jangka pendek maupun jangka panjang. Kedudukan Komisaris Independen sangat kritikal agar pengambilan keputusan Dewan Komisaris bersifat objektif dalam mengevaluasi kinerja manajemen perusahaan. Dari perspektif keagenan, keberadaan Komisaris Independen dapat mengurangi benturan kepentingan antara pemegang saham dengan manajemen perusahaan, dikarenakan fungsi pengawasannya dapat dilakukan dengan menyuarakan pendapat yang independen dalam rapat (Solomon dan Solomon, 2004). Komite audit bertugas membantu dewan komisaris dalam menjalankan tugasnya. Ketika komite audit menjalankan tugasnya dengan baik maka tugas pengawasan menjadi lebih baik lagi sehingga kinerja perbankan meningkat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP EARNINGS MANAGEMENT (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI pada Tahun 2008)

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP EARNINGS MANAGEMENT (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI pada Tahun 2008)

Penelitian ini menemukan bahwa ukuran dewan komisaris, background pendidikan komisaris, proporsi komisaris independen, dan struktur kepemilikan saham tidak berpengaruh signifikan terhadap earnings management. Dengan demikian, semua hipotesis ditolak. Adanya interaksi antar variabel struktur dewan komisaris juga tidak berpengaruh signifikan terhadap terhadap earnings management. Berdasarkan analisis sensitivitas, hubungan tidak signifikan yang terjadi antara mekanisme corporate governance dan earnings management tidak dipengaruhi oleh masalah nonlinearitas karena baik pengujian menggunakan model linear maupun nonlinear menunjukkan hasil yang konsisten.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance (Kepemilikan Manajerial, Proporsi Dewan Komisaris, Ukuran Dewan Komisaris, dan Komite Audit) Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance (Kepemilikan Manajerial, Proporsi Dewan Komisaris, Ukuran Dewan Komisaris, dan Komite Audit) Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI

Good corporate governance adalah tata kelola perusahaan yang menyangkut masalah akuntanbilitas dan tanggung jawab untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan saham. Sistem tata kelola perusahaan harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil ekonomi, dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham. Kebijakan tata kelola perusahaan adalah agar pihak-pihak yang berperan dalam menjalankan perusahaan memahami dan menjalankan fungsi dan peran sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab. Pihak yang berperan meliputi pemegang saham, dewan komisaris, komite, direksi, pimpinan unit dan karyawan.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

term discretionary accrual, maka H4b tidak didukung. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Klein (2002), Veronica dan Utama (2005) dan Boediono (2005) yang menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris independen tidak terbukti berpengaruh terhadap tindak manajemen laba yang dilakukan di perusahaan di Indonesia. Penelitian Veronica dan Bachtiar (2004) juga menyatakan hal yang sama, yaitu persentase dewan komisaris independen tidak berkorelasi terhadap akrual kelolaan. Hal ini menunjukkan bahwa komisaris independen belum efektif dalam menjalankan tanggung jawabnya mengawasi kualitas pelaporan keuangan demi membatasi manajemen laba di perusahaan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa penempatan atau penambahan anggota dewan komisaris independen dimungkinkan hanya sekedar memenuhi ketentuan formal, sementara pemegang saham mayoritas (pengendali/founders) masih memegang peranan penting sehingga kinerja dewan tidak meningkat bahkan turun (Gideon, 2005).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Teori Keagenan - Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberadaan Komite Manajemen Risiko Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2011-2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Teori Keagenan - Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberadaan Komite Manajemen Risiko Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2011-2014

Istilah “corporate governance” pertama kali diperkenalkan oleh Cadbury Committee, Inggris di tahun 1922 yang menggunakan istilah tersebut dalam laporannya yang kemudian dikenal dengan Cadbury Report (Agoes dan Ardana, 2011). Istilah ini sekarang menjadi sangat popular dan telah diberi banyak definisi oleh berbagai pihak. Soekrisno Agoes (2006) dalam (Agoes dan Ardana, 2011) mendefinisikan tata kelola perusahaan yang baik sebagai suatu system yang mengatur hubungan peran Dewan Komisaris, peran Direksi, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya. Tata kelola perusahaan baik juga disebut sebagai suatu proses yang transparan atas penetuan tujuan perusahaa, pencapaiannya, dan penilaian kinerjanya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HESTIN SRI WIDIAWATI   S4309035

HESTIN SRI WIDIAWATI S4309035

Berdasarkan teori agensi, Dewan Komisaris dianggap sebagai mekanisme pengendalian intern tertinggi, yang bertanggung jawab untuk memonitor tindakan manajemen. Melalui peran monitoring oleh Dewan Komisaris, perusahaan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dapat terjamin kelangsungannya (Sulastini, 2007). Dengan demikian, dikaitkan dengan pengungkapan informasi oleh perusahaan, semakin besar ukuran Dewan Komisaris, maka komposisi pengalaman dan keahlian (experience and expertise) yang dimiliki oleh Dewan Komisaris semakin meningkat, sehingga dapat melakukan aktivitas monitoring dengan lebih baik (Akhtaruddin, et. al., 2009). Hal ini berarti bahwa semakin banyak jumlah anggota Dewan Komisaris dalam suatu perusahaan, maka monitoring akan berjalan dengan baik dan pengungkapan tanggung jawab sosial yang dibuat perusahaan akan semakin luas. Mengingat fungsi dewan komisaris, maka penelitian ini rumusan hipotesis yang diajukan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Tabel 2.1 Kajian Penelitian Terkait Nama Judul Penelitian Terdahulu Variabel Independen Hasil Penelitian

Tabel 2.1 Kajian Penelitian Terkait Nama Judul Penelitian Terdahulu Variabel Independen Hasil Penelitian

Dalam lampiran surat keputusan dewan direksi PT. Bursa efek Jakarta No. Kep- 315/BEJ/06-2000 poin 2f, perturan tentang pembentukan komite audit disebutkan bahwa “Komite audit adalah komite yang dibentuk oleh dewan komisaris Perusahaan Tercatat yang anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh dewan komisaris Perusahaan Tercatat untuk membantu dewan komisaris Perusahaan Tercatat melakukan pemeriksaan atau penelitian yang dianggap perlu terhadap pelksanaan fungsi direksi dalam pengelolaan Perusahaan Tercatat” Keberadaan Komite audit pada saat ini telah diterima sebagai suatu bagian dari organisasi perusahaan. Keberadaan komite audit diukur dengan total jumlah komite audit diukur dengan total jumlah komite audit pada perusahaan. Penelitian terdahulu yang mendukung hubungan Komite Audit dengan nilai perusahaan adalah penelitian Wardoyo dan Veronica (2013) dan Ritri (2015) yang menyatakan bahwa Komite Audit tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian diatas, maka diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut: H 6 : Komite Audit berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori - BAB II NUR HASANAH AYU MUTIARANI AKT'18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori - BAB II NUR HASANAH AYU MUTIARANI AKT'18

The Cadbury Committee merumuskan corporate governance adalah sistem yang dirancang untuk mengarahkan dan mengendalikan perusahaan. Stuktur corporate governance yaitu menetapkan distribusi hak dan kewajiban diantara berbagai partisipan dalam perusahaan, seperti dewan direksi dan komisaris, pemegang saham, dan stakeholders lainnya, dan menetapkan berbagai aturan dan prosedur dalam membuat keputusan mengenai perusahaan. Corporate governance juga memberikan struktur dengan mana tujuan perusahaan ditetapkan, untuk mencapai tujuan dan memonitor kinerja (Susilo, 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

METODE PENELITIAN  Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei) Tahun 2008-2010.

METODE PENELITIAN Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei) Tahun 2008-2010.

laporan keuangan atau financial report perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah data yang berhubungan dengan kepemilikan institutional, kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan yang berhubungan dengan manajemen laba untuk menghitung discretionary accruals dari laporan keuangan atau financial report yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia periode 2008-2010 yang dapat diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) atau website resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 9065 documents...