proporsi dewan komisaris

Top PDF proporsi dewan komisaris:

UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN SEBAGAI DETRMINAN MANAJEMEN LABA

UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN SEBAGAI DETRMINAN MANAJEMEN LABA

peningkatan Proporsi Dewan Komisaris Independen dalam perusahaan akan mampu menciptakan kinerja secara optimal dan memotivasi manajer untuk bertindak lebih berhati-hati dan sesuai aturan yang berlaku. Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil ini membuktikan bahwa dengan adanya peningkatan Ukuran Dewan Komisaris dalam perusahaan akan mampu menciptakan kinerja perusahaan secara maksimal dan memotivasi manajer untuk tidak bertindak demi kepentingan pribadi atau oportunitis. Penelitian ini sesuai dengan Agency theory yang memandang bahwa manajemen perusahaan sebagai agen bagi para pemegang saham, akan mampu bertindak professional dalam menjalankan operasional perusahaan sehingga principal bisa mendapatkan return dari investasinya. Pemisahan
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI  PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA(EARNINGS

PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS DAN PROPORSI DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP MANAJEMEN LABA(EARNINGS

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besaran manajemen laba (earnings management) adalah kepemilikan saham institusional, ukuran perusahaan, dan proporsi dewan komisaris independen. Sedangkan variable ukuran dewan komisaris tidak terbukti mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besaran manajemen laba.

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance (Kepemilikan Manajerial, Proporsi Dewan Komisaris, Ukuran Dewan Komisaris, dan Komite Audit) Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance (Kepemilikan Manajerial, Proporsi Dewan Komisaris, Ukuran Dewan Komisaris, dan Komite Audit) Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap suatu data pada variabel-variabel yang digunakan. Pengukuran yang digunakan dalam analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini menggunakan nilai minimum, maksimum, rata-rata (mean), dan standar deviasi. Dengan melakukan perhitungan statistik deskriptif, maka dapat diketahui gambaran tentang data menajemen laba sebagai variabel dependen disebut ML dan Good Corporate Governance dengan proksi kepemilikan manajerial disebut KM, proporsi dewan komisaris disebut PDK, ukuran dewan komisaris disebut UDK, dan komite audit disebut KA sebagai variabel independen.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Asimetri Informasi, Leverage, Dan Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2013-2015).

PENDAHULUAN Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Asimetri Informasi, Leverage, Dan Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2013-2015).

Ujiyantho dan pramuka (2007) meneliti tentang pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris, ukuran dewan komisaris terhadap manajemen laba dan kinerja perusahaa pada perusahaan manufaktur di indonesia.hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, proporsi dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap manajemen laba, dan ukuran dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

AKPM01. MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN

AKPM01. MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN

Variabel proporsi dewan komisaris independen berpengaruh positif signifikan terhadap variabel discretionary accruals. Hipotesis yang menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap manajemen laba ditolak. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan Dechow et al.,(1996), Klein (2002), Chtourou et al., (2001), Xie et al., (2003) dan Cornett et al., (2006) yang menemukan adanya pengaruh negatif signifikan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa penempatan atau penambahan anggota dewan komisaris independen dimungkinkan hanya sekedar memenuhi ketentuan formal, sementara pemegang saham mayoritas (pengendali/founders) masih memegang peranan penting sehingga kinerja dewan tidak meningkat bahkan turun (Gideon, 2005). Sylvia dan Siddharta (2005) juga menyatakan bahwa pengangkatan dewan komisaris independen oleh perusahaan mungkin hanya dilakukan untuk pemenuhan regulasi saja tapi tidak dimaksudkan untuk menegakkan Good Corporate Governance (GCG) di dalam perusahaan. Kondisi ini juga ditegaskan dari hasil survai Asian Development Bank dalam Gidoen (2005) yang menyatakan bahwa kuatnya kendali pendiri perusahaan dan kepemilikan saham mayoritas menjadikan dewan komisaris tidak independen. Fungsi pengawasan yang seharusnya menjadi tanggungjawab anggota dewan menjadi tidak efektif.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

TAP.COM -   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN LABA ... 138 546 1 PB

TAP.COM - FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN LABA ... 138 546 1 PB

Proporsi komisaris independen yang tinggi dan keberadaan komite audit tidak terbukti dapat membatasi manajemen laba yang dilakukan perusahaan. Hasil ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Veronica dan Utama (2005) dan Ulfi (2006). Ada beberapa alasan yang mendasari kesimpulan ini. Pertama, pengangkatan komisaris independen dan komite audit oleh perusahaan mungkin hanya dilakukan untuk pemenuhan regulasi saja tapi tidak dimaksudkan untuk menegakkan Good Corporate Governance di dalam perusahaan. Kedua, ketentuan minimum dewan komisaris independen sebesar 30% mungkin belum cukup tinggi untuk menyebabkan para komisaris independen tersebut dapat mendominasi kebijakan yang diambil oleh dewan komisaris. Jika komisaris independen merupakan pihak mayoritas (> 50%) maka mungkin dapat lebih efektif dalam menjalakan peran monitoring dalam perusahaan. Tetapi jika pengangkatannya belum dilandasi kebutuhan perusahaan tapi hanya sebatas pemenuhan regulasi, maka proporsi dewan komisaris mungkin tidak perlu diperbanyak, tetap sesuai peraturan yang ada (minimal 30%), dan dilihat keefektifan dewan dan juga komite audit dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA

komite audit oleh perusahaan mungkin hanya dilakukan untuk pemenuhan regulasi saja tapi tidak dimaksudkan untuk menegakkan Good Corporate Governance di dalam perusahaan. Kedua, ketentuan minimum dewan komisaris independen sebesar 30% mungkin belum cukup tinggi untuk menyebabkan para komisaris independen tersebut dapat mendominasi kebijakan yang diambil oleh dewan komisaris. Jika komisaris independen merupakan pihak mayoritas (> 50%) maka mungkin dapat lebih efektif dalam menjalakan peran monitoring dalam perusahaan. Tetapi jika pengangkatannya belum dilandasi kebutuhan perusahaan tapi hanya sebatas pemenuhan regulasi, maka proporsi dewan komisaris mungkin tidak perlu diperbanyak, tetap sesuai peraturan yang ada (minimal 30%), dan dilihat keefektifan dewan dan juga komite audit dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

METODE PENELITIAN  Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei) Tahun 2008-2010.

METODE PENELITIAN Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei) Tahun 2008-2010.

laporan keuangan atau financial report perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah data yang berhubungan dengan kepemilikan institutional, kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan yang berhubungan dengan manajemen laba untuk menghitung discretionary accruals dari laporan keuangan atau financial report yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia periode 2008-2010 yang dapat diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) atau website resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERATAAN LABA TERHADAP REAKSI PASAR DENGAN MEKANISME GCG DAN CSR DISCLOSURE

PERATAAN LABA TERHADAP REAKSI PASAR DENGAN MEKANISME GCG DAN CSR DISCLOSURE

saham perusahaan oleh manajemen (managerial ownership) (Jensen dan Meckling, 1976), sehingga kepentingan pemilik atau pemegang saham akan dapat disejajarkan dengan kepentingan manajer. Kedua, kepemilikan saham oleh investor institusional. Moh’d et al. (1998) dalam Pratana dan Mas’ud (2003) menyatakan bahwa investor institusional merupakan pihak yang dapat memonitor agen dengan kepemilikannya yang besar, sehingga motivasi manajer untuk mengatur laba menjadi berkurang. Ketiga, melalui peran monitoring oleh dewan komisaris (board of directors). Dechow et al. (1996) dan Beasly (1996) dalam Ujiyantho dan Pramuka (2007) menemukan hubungan yang signifikan antara peran dewan komisaris dengan pelaporan keuangan. Mereka menemukan bahwa ukuran dan independensi dewan komisaris mempengaruhi kemampuan mereka dalam memonitor proses pelaporan keuangan. Mekanisme Corporate Governance yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris independen, dan ukuran dewan komisaris. Berkaitan dengan ukuran dewan komisaris, Coller dan Gregory (1999) dalam Sembiring (2005) menyatakan bahwa semakin besar jumlah anggota dewan komisaris, maka akan semakin mudah untuk mengendalikan CEO dan monitoring yang dilakukan akan semakin efektif. Dikaitkan dengan pengungkapan tanggung jawab sosial, maka tekanan terhadap manajemen juga akan semakin besar untuk mengungkapkannya. Dalam penelitian ini mekanisme GCG di- proxy dengan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris independen, dan ukuran dewan komisaris.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

PENDAHULUAN Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

1. Untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh mekanisme corporate governance yang meliputi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen dan keberadaan komite audit terhadap manajemen laba dengan pendekatan long term discretionary accrual pada perusahaan go publik yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index.

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Index LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia.

PENDAHULUAN Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Index LQ-45 Di Bursa Efek Indonesia.

1. Untuk menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance yang meliputi kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen dan keberadaan komite audit efektif dapat mengurangi tindakan manajemen laba dengan pendekatan long term discretionary accrual pada perusahaan go publik yang terdaftar pada indeks LQ-45.

6 Baca lebih lajut

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MANDATORY DISCLOSURE KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA DAN MALAYSIA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang list di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Efek Malaysia tahun 2012-2014)

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MANDATORY DISCLOSURE KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA DAN MALAYSIA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang list di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Efek Malaysia tahun 2012-2014)

Proporsi dewan komisaris merupakan banyaknya jumlah anggota dewan komisaris dalam suatu perusahaan. Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 pasal 1 ayat 6 tentang Perseroan Terbatas menjelaskan bahwa dewan komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum/khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada direksi. Dengan adanya pengawasan tersebut, diharapkan perusahaan akan meningkatkan pelaporan informasi di perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Supriyono et al. (2014) menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris berpengaruh positif terhadap pengungkapan mandatory disclosure. Namun, penelitian ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prawinandi et al. (2012), serta Pitasari dan Septiani (2014) yang menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap mandatory disclosure.
Baca lebih lanjut

190 Baca lebih lajut

Effective Tax Rate: Efek dari Corporate Governance

Effective Tax Rate: Efek dari Corporate Governance

Penelitian ini menginvestigasi pengaruh mekanisme corporate governance terhadap effective tax rate (ETR). Sampel penelitian adalah 27 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 – 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, kepemilikan saham institusional, dan komite audit internal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap effective tax rate, sedangkan kepemilikan saham manajerial tidak berpengaruh signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa keefektifan perencanaan pajak perusahaan bergantung pada mekanisme corporate governance perusahaan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Return on Asset, Karakter Eksekutif, dan Dimensi Tata Kelola Perusahaan yang Baik Terhadap Tax Avoidance

Pengaruh Return on Asset, Karakter Eksekutif, dan Dimensi Tata Kelola Perusahaan yang Baik Terhadap Tax Avoidance

dengan nilai signifikansi lebih dari 0,05 (0,056 > 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa proporsi dewan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel tax avoidance. Banyak sedikitnya jumlah dewan komisaris independen tidak mempengaruhi penurunan aktivitas tax avoidance. Penambahan anggota dewan komisaris independen hanya untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan, sementara pemegang saham mayoritas masih memegang peranan penting sehingga kinerja dewan komisaris tidak meningkat (Dewi & Jati, 2014). Ketentuan yang dimaksud adalah Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor: Kep-305/BEJ/07-2004 bahwa jumlah komisaris independen sekurang-kurangnya 30% dari seluruh anggota komisaris. Tidak adanya pengaruh hubungan proporsi dewan komisaris independen dengan aktivitas tax avoidance disebabkan peran dewan komisaris independen dalam mekanisme tata kelola perusahan tidak melakukan fungsi pengawasan yang cukup baik dalam pengambilan keputusan pajak di perusahaan (Hanum & Zulaikha, 2013).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Penerapan corporate governance (GCG) merupakan salah satu upaya yang cukup signifikan untuk melepaskan diri dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia. Peran dan tuntutan investor dan kreditor asing mengenai penerapan prinsip GCG merupakan salah satu faktor dalam pengambilan keputusan berinvestasi pada suatu perusahaan. Penerapan prinsip GCG dalam dunia usaha di Indonesia merupakan tuntutan zaman agar perusahaan-perusahaanyang ada jangan sampai terlindas oleh persaingan global yang semakin keras. Harapan dari penerapan system corporate governanace adalah tercapainya nilai perusahaan. Dengan adanya mekanisme corporate governanace yang diantaranya adalah dewan direksi independen, proporsi dewan komisaris dan kepemilikan manajerial diharapkan monitoring terhadap manajer perusahaan dapat lebih efektif sehingga nilai perusahaan akan tercapai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG  Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

ANALISIS MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DAN MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK YANG Analisis Mekanisme Corporate Governance Dan Manajemen Laba Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Pada Jakarta Islamic Index.

term discretionary accrual, maka H4b tidak didukung. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Klein (2002), Veronica dan Utama (2005) dan Boediono (2005) yang menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris independen tidak terbukti berpengaruh terhadap tindak manajemen laba yang dilakukan di perusahaan di Indonesia. Penelitian Veronica dan Bachtiar (2004) juga menyatakan hal yang sama, yaitu persentase dewan komisaris independen tidak berkorelasi terhadap akrual kelolaan. Hal ini menunjukkan bahwa komisaris independen belum efektif dalam menjalankan tanggung jawabnya mengawasi kualitas pelaporan keuangan demi membatasi manajemen laba di perusahaan. Hal ini dapat dijelaskan bahwa penempatan atau penambahan anggota dewan komisaris independen dimungkinkan hanya sekedar memenuhi ketentuan formal, sementara pemegang saham mayoritas (pengendali/founders) masih memegang peranan penting sehingga kinerja dewan tidak meningkat bahkan turun (Gideon, 2005).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengaruh Good Corporate Governance Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Good Corporate Governance Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Predictors: Constant, Kepemilikan Institusional, Ukuran Dewan Komisaris, Proporsi Dewan Komisaris Independen, Kepemilikan Terkordinasi, Ukuran Perusahaan... 85 Lampiran 4 STATISTIK DE[r]

23 Baca lebih lajut

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kepemilikan manajerial, kepemilikan istitusional, ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, komite audit dan ukuran perusahaan secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengaruh Struktur kepemilikan, Ukuran Perusahaan, Praktek corporate governance yang dalam penelitian ini di proksikan ke dalam Ukuran Dewan Komisaris, Proporsi Dewan Komisaris Independen dan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

BAB V PENUTUP - PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS,RASIO KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN CONSUMER GOODS DI BEI PERIODE 2010-2015 - Perbanas Institutional Repository

BAB V PENUTUP - PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS,RASIO KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN CONSUMER GOODS DI BEI PERIODE 2010-2015 - Perbanas Institutional Repository

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik dewan komisaris, rasio keuangan dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan manajemen resiko. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, latar belakang pendidikan dewan komisaris, profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan manajemen resiko. sedangkan leverage dan komite manajemen resiko berpengaruh terhadap pengungkapan manajemen resiko.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Tabel 2.1 Kajian Penelitian Terkait Nama Judul Penelitian Terdahulu Variabel Independen Hasil Penelitian

Tabel 2.1 Kajian Penelitian Terkait Nama Judul Penelitian Terdahulu Variabel Independen Hasil Penelitian

Penelitian terdahulu yang mendukung hubungan proporsi dewan komisaris independen dengan nilai perusahaan adalah penelitian Ritri (2015) yang menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan penelitian Wardoyo dan Veronica (2013) menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan uraian diatas, maka diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut:

7 Baca lebih lajut

Show all 9065 documents...