proses membatik

Top PDF proses membatik:

PENDAHULUAN  Konsep Rasa Suryomentaram Pada Pembatik.

PENDAHULUAN Konsep Rasa Suryomentaram Pada Pembatik.

Dalam proses pembuatan batik yang paling berkontribusi adalah pembatik, yaitu orang yang melakukan proses membatik. Dulu batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Dan sampai saat ini pun masih dilestarikan budaya membatik tersebut oleh sebagian dari masyarakat Solo. Salah satu tempat di Solo yang terkenal akan seni batiknya yaitu Kampung Batik Laweyan. Di kampung Batik Laweyan tersebut terdapat beberapa showroom dan workshop pembuatan batik tulis, cap dan printing.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ETNOMATEMATIKA: MODEL BARU DALAM PEMBELAJARAN

ETNOMATEMATIKA: MODEL BARU DALAM PEMBELAJARAN

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur berpikir kreatif matematis di dalam aktivitas membatik masyarakat Pelayangan Jambi Kota Seberang; untuk mengetahui unsur- unsur berpikir kritis matematis di dalam aktivitas membatik masyarakat Pelayangan Jambi Kota Seberang; dan untuk mengetahui implikasi hasil penelitian ini terhadap pembelajaran matematika. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dengan pengrajin batik, dan wawancara dengan guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan proses membatik masyarakat Pelayangan mempunyai nilai etnomatematika yang ditemukan dalam aspek-aspek etnomatematika seperti aspek membilang, mengukur, penentuan letak, merancang dan menjelaskan. Bentuk aktivitas membatik masyarakat Pelayangan yang bernuansa matematika seperti konsep perbandingan, kekongruenan, konsep luas bidang datar, konsep refleksi, translasi dan rotasi dapat dipraktikkan dan dikembangkan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada kurikulum 2013. Penelitian ini menghasilkan suatu sintaks pembelajaran matematika dengan pendekatan etnomatematika yang diadopsi dari kegiatan membatik yang digunakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Olak Kemang Jambi Kota Seberang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

S MTK 1204832 Abstract

S MTK 1204832 Abstract

Selama ini, masyarakat masih menganggap bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan yang bersifat sempurna dan objektif, jauh dari kehidupan sehari- hari. Paradigma ini merupakan paradigma absolut dalam memandang matematika (Turmudi, 2009). Kenyataannya, matematika saling berkaitan dengan kehidupan. Menurut Sumardyono (2004) matematika itu bersifat sosial- kultural-historis, matematika adalah bagian dari kebudayaan dan lahir dari perjalanan panjang yang menyejarah dalam kehidupan manusia. Selain itu, pada dasarnya siswa sudah memiliki konsep dasar matematis yang mereka dapatkan dari lingkungan sosial budayanya. Sayangnya, pembelajaran matematika di Indonesia saat ini lebih banyak mengadopsi gaya pembelajaran dunia barat, padahal gaya pembelajaran mereka belum tentu tepat jika diterapkan di Indonesia . Sebagai calon guru matematika, hendaknya kita memahami secara utuh karakteristik filosofis matematika dan karakteristik kultural matematika. Karakteristik kultural matematika dapat dikaji melalui Studi Etnomatematika. Penelitian ini dilakukan di rumah produksi NEGI Batik, salah satu perusahaan yang memproduksi batik tulis dan batik cap khas Mojokerto. Fokus dalam penelitian ini yaitu aktivitas membatik yang dilakukan oleh pembatik di NEGI Batik Mojoketo, dengan tujuan mengungkap ide-ide matematis yang terdapat pada proses membatik serta ide-ide matematis yang terdapat pada motif-motif batik produksi NEGI Batik Mojokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian ini, peneliti berhasil menemukan konsep-konsep dasar matematika yang terdapat pada proses membatik, seperi membilang, mengukur, refleksi, rotasi, translasi, hingga pada model-model matematika yang mencakup seluruh aktivitas budaya pada proses membatik.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Fasilitas Eduwisata Seni Batik di Yogyakarta | Darmasaputra | eDimensi Arsitektur Petra 340 576 1 SM

Fasilitas Eduwisata Seni Batik di Yogyakarta | Darmasaputra | eDimensi Arsitektur Petra 340 576 1 SM

Pendekatan yang diambil adalah segitiga semiotika dimana perancangan yang saling berhubungan dengan konsep dan mempunyai arti atau makna tentang batik pada bangunan tersebut. Konsep desain yang digunakan adalah ―Proses membatik‖ dimana ada keluwesan dan mengartikan masing-masing lalu mengaplikasikan ke dalam rancangan desainnya. Pendalaman desain difokuskan pada karakter ruang museum.

6 Baca lebih lajut

BATIK PRINGGONDANI DI DESA MOJO KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN NGAWI

BATIK PRINGGONDANI DI DESA MOJO KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN NGAWI

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Proses pembuatan batik di industri batik Pringgondani di kota Ngawi dikerjakan dengan menggunakan 2 teknik, yaitu teknik batik tulis dan batik cap. Pembuatan Batik Pringgondani dengan menggunakan teknik batik tulis dilakukan mulai dari pembuatan pola batik tulis Pringgondani pada kain, proses pencantingan, pewarnaan, pelorodan, sampai ke proses pengeringan. Sedangkan batik cap merupakan proses membatik dengan menggunakan media dari tembaga yang telah didesain membentuk motif batik yang cara penggunaannya dengan cara mencelupkan ke wajan yang didalamnya terdapat malam yang sudah dicairkan kemudian dicap seperti stempel pada sebuah kain batik, lalu dilanjutkan ke proses pewarnaan, pelorodan, dan pengeringan. (2) Bentuk visualisasi batik di industri batik Pringgondani merupakan pengembangan atau inspirasi dari ciri khas yang meliputi sejarah terbentuknya kota Ngawi, tempat wisata, hasil pertanian dan perkebunan, maupun kesenian dari kota Ngawi yang sengaja dituangkan menjadi sebuah ide kreasi dari sebuah penciptaan bentuk motif atau gambar-gambar motif sehingga motif batik yang dihasilkan berperan sebagai identitas dari kota Ngawi. (3) Kendala yang dialami selama proses pembuatan Batik Pringgondani di Ngawi, yaitu kurangnya tenaga kerja, minimnya ilmu pengetahuan, keterbatasan alat dan bahan membatik, proses pewarnaan batik yang kurang maksimal, serta cuaca yang tidak menentu mempengaruhi proses penjemuran yang berakibat kain batik menjadi lebih lama untuk kering.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

S PKK 1203185 Chapter5

S PKK 1203185 Chapter5

b. Hasil analisis tahap persiapan membatik dalam alat penilaian yang digunakan di sekolah masih perlu lebih kongkrit terutama pada indikator yang digunakan, tidak hanya baju kerja dan kelengkapannya, alat kerja serta bahan kerja, tetapi juga ergonomi untuk mencerminkan sikap kerja peserta didik. c. Hasil analisis tahap proses membatik dalam alat penilaian yang digunakan di

3 Baca lebih lajut

PROGRAM PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RW 05 DEMANGAN, GONDOKUSUMAN, YOGYAKARTA

PROGRAM PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RW 05 DEMANGAN, GONDOKUSUMAN, YOGYAKARTA

Pelatihan-pelatihan yang telah diterapkan kepada masyarakat menimbulkan dampak-dampak positif diantaranya masyarakat dapat menambah wawasan dan mengetahui tentang bahan-bahan yang digunakan dalam Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring dan Proses Membatik Jumput, Masyarakat dapat memahami kegunaan dari bahan- bahan yang digunakan dalam Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring dan Proses Membatik Jumput, Masyarakat mendapatkan manfaat dan dapat menggunakan produk yang dihasilkan dan diberikan langsung setelah Pembuatan Sabun Cair Cuci Piring dan Proses Membatik Jumput, dan Masyarakat dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk dijadikan sebagai ide kewirausahaan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KETERAMPILAN MEMBATIK SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SISWA SMP DI SURAKARTA

KETERAMPILAN MEMBATIK SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SISWA SMP DI SURAKARTA

Berkaitan dengan batik, hal ini selaras dengan program Kadin. Seperti pemberitaan Kompas (27 Pebruari 2006), bahwa Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mencanangkan program mengangkat produk orisional Indonesia, seperti jamu, tekstil, batik, tenun ikat, dan kerajinan tangan agar menjadi komoditas andalan 5-10 tahun mendatang. Memberi pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat tentang membatik berarti mempersiapkan SDM yang menyambut program tersebut. Berdasarkan penelitian Walyanah (2004) desain batik printing berupa bentuk bebas berdasarkan ide-ide kreatif dari desainer dan membuat desain sesuai dengan pesanan konsumen. Motif yang ditawarkan pada tempat yang diteliti, khususnya batik printing berupa bentuk motif geometris, motif binatang, motif asmat, motif flora, motif matahari, bulan, binatang, dan ornamen pada produk sarung pantai, motif kawung, meander geometris, motif tumbuhan, motif bunga, dan kombinasi. Seperti diungkapkan oleh Irawan Soekamto (1986) bahwa dalam seni batik segala kejadian/peristiwa kehidupan alam dan lingkungannya dapat mendatangkan ilham bagi seniman batik.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

S PKK 1204194 Chapter1

S PKK 1204194 Chapter1

Hasil observasi menunjukan bahwa ruang kerja praktik membatik cukup memadai, namun belum optimal dalam perancangan ruang kerja. Hal ini memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja, seperti bahaya ergonomi pada peserta didik. Pelaksanaan praktik membatik menggunakan dua ruangan, yaitu ruangan untuk mendesain batik dan ruangan pembuatan kain batik. Ruang pembuatan desain batik dilengkapi dengan meja desain (meja kaca yang dilengkapi lampu) dan kursi, sedangkan ruang pembuatan kain batik dilengkapi dengan alat membatik, mencakup canting, gawangan dan lain-lain. Kebersihan ruangan dirasa belum optimal, hal ini dikarenakan bahan kimia (lilin dan pewarna) melekat pada lantai dan sulit untuk dibersihkan, namun penyediaan tempat pembuangan limbah sudah tersedia dan dapat digunakan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP N 1 BERBAH.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMP N 1 BERBAH.

Salah satu bahan yang paling pokok dalam membatik adalah kain, sebagai media tempat motif akan dilukiskan. Untuk membatik biasanya kain yang biasa digunakan adalah jenis kain katun seperti kain Voilissma, Primis, Primissima, mori biru, Philip, berkolyn, santung, blacu, dan ada juga yang mempergunakan kain sutera alam. Media kain yang harus diperhatikan adalah usahakan agar kain tersebut tidak mengandung kanji atau kotoran lainnya, karena hal ini akan mengganggu proses penyerapan malam ataupun warna. Pengolahan kain ini lebih banyak dikenal dengan istilah “ngloyor”. Bahan untuk pengolahan kain biasanya minyak jarak atau larutan asam. Pengolahan kain menggunakan minyak jarak, langkah yang harus dikerjakan
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

104422 AKJ 2005 09 01 Batik Kayu

104422 AKJ 2005 09 01 Batik Kayu

Barang jadi yang sudah siap di jual kepasar dalam negeri maupun pasar internasional / proses selanjutnya packing atau pengepakan / dengan mengunakan kertas rumput dan kertas yang membungkus hasil batik kayu tersebut di masukan dalam dus karton / siap untuk dikirim dengan kontainer sesuai dengan banyaknya pesanan // Menjadi seorang pengrajin yang sukses ternyata menjadi impian / potensi ini terus di kembangkan dengan ketekunan dalam memproduksi barang-barang kerajinan / mampu menghidupi

2 Baca lebih lajut

100942 AKJ 2009 10 05 News Reader

100942 AKJ 2009 10 05 News Reader

NEWS READER : PULUHAN WARTAWAN IKUT MEMBATIK DI GIRILOYO SEBAGAI WUJUD DUKUNGAN TERHADAP EKSISTENSI BATIK DI INDONESIA // SEKITAR 60 WARTAWAN MELAKUKAN DEMO MEMBATIK SERENTAK DI RUMAH[r]

4 Baca lebih lajut

113647 AKJ 2010 02 24 News Reader

113647 AKJ 2010 02 24 News Reader

NEWS READER : WISATA BATIK TULIS GIRILOYO BAGI MASYARAKAT GIRILOYO,IMOGIRI BANTUL / MEMBATIK SUDAH MENJADI TRADISI YANG SIFATNYA TURUN-TEMURUN.. // SEHINGGA MEMBATIK MENJADI PEKERJAAN[r]

4 Baca lebih lajut

S SOS 1105942 Abstract

S SOS 1105942 Abstract

Tradisi dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia sangat beragam mulai dari adat istiadat dan kebiasaan harus kita lestarikan. Salah satu tradisi yang harus dilestarikan adalah tradisi membatik. Batik di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon merupakan warisan budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu dari zaman Kerajaan Kanoman dan masih terjaga kelestariannya sampai saat ini. Pada umunya masyarakat Desa Trusmi bekerja sebagai pengrajin batik dan tetap mewariskan tradisi membatik kepada generasi selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui bagaimana pola pewarisan tradisi membatik (2) menggambarkan bagaimana keberhasilan pewarisan tradisi membatik (3) mengetahui hambatan dalam proses pewarisan tradisi membatik dan (4) mengetahui upaya yang dilakukan dalam melakukan proses pewarisan tradisi membatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, studi dokumentasi, catatan lapangan, dan studi literatur yang dianalisis dengan cara reduksi data, analisis data, dan kesimpulan. Hasil penelitian, ditemukan bahwa pola pewarisan yang dilakukan pada umumnya dengan cara mengenalkan, mengajarkan, dan memberikan pengalaman kepada generasi selanjutnya ; keberhasilan pewarisan Desa Trusmi dapat dilihat dari banyak generasi penerus yang mau melanjutkan pewarisan tradisi membatik yang sudah ada sejak dahulu ; hambatan yang ditemukan adalah kurangnya pelatihan khusus yang diberikan oleh pemerintah kepada pengrajin batik. Temuan ini diharapkan generasi muda dan orang tua lebih peduli terhadap pewarisan tradisi membatik, dan menjadikan batik sebagai warisan yang harus tetap dilestarikan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S PAUD 1003505 Chapter 3

S PAUD 1003505 Chapter 3

Disamping itu, skenario pembelajaran dilakukan pada setiap siklus. Setiap siklus melalui tahapan sebagai berikut : (1) pengenalan kegiatan membatik cap sederhana (2) Membuat pedoman observasi untuk mencatat kemampuan motorik halus anak (3) Merancang format evaluasi untuk melihat apakah kegiatan membatik menggunakan teknik batik tulis sederhana dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik halus anak khususnya anak di kelompok A.

21 Baca lebih lajut

S PAUD 1003505 Chapter3

S PAUD 1003505 Chapter3

Pada tahap ini, peneliti berusaha mengidentifikasi permasalahan yang ada. Teknik yang digunakan adalah observasi langsung ke TK AL- Hikmah II yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian. Adapun aspek perkembangan yang akan diamati yaitu kemampuan motorik halus anak kelompok A serta proses pembelajarannya, kemudian dicatat ke dalam catatan secara apa adanya.

21 Baca lebih lajut

Pengaruh Terapi Membatik Terhadap Depresi Pada Narapidana

Pengaruh Terapi Membatik Terhadap Depresi Pada Narapidana

Terapi seni merupakan salah satu jenis dari berbagai jenis terapi ekspresif melibatkan individu dalam aktivitas kreatif dalam bentuk penciptaan (karya atau produk) seni (Case & Dalley, 1992; Ballou, 1995). Melalui aktiitas seni tersebut individu diasumsikan mendapat media paling aman untuk memfasilitasi komunikasi melalui eksplorasi pikiran, persepsi, keyakinan, dan pengalaman, khususnya emosi (Holt & Kaiser, 2009). Proses dan respon subjek saat menggambar serta karya seni subjek digunakan sebagai releksi atas perkembangan, kemampuan, kepribadian, ketertarikan, perhatian dan konlik individu (Ballou, 1995; Glaister, 2000).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN DUDUK LAMA DAN STATIS DALAM MEMBATIK DENGAN FLEKSIBILITAS LUMBAL  Hubungan Duduk Lama Dan Statis Dalam Membatik Terhadap Fleksibilitas Lumbal Di Danar Hadi Surakarta.

HUBUNGAN DUDUK LAMA DAN STATIS DALAM MEMBATIK DENGAN FLEKSIBILITAS LUMBAL Hubungan Duduk Lama Dan Statis Dalam Membatik Terhadap Fleksibilitas Lumbal Di Danar Hadi Surakarta.

Selain aspek ergonomi yang mempengaruhi dalam kualitas pembatik, adapun posisi statis dalam membatik merupakan salah satu faktor. Dalam hal ini adalah duduk lama dan statis. Duduk yang lama menyebabkan beban yang berlebihan dan kerusakan jaringan pada vertebra lumbal. Terlalu lama duduk dengan posisi yang salah akan menyebabkan ketegangan otot-otot dan keregangan ligamentum tulang belakang. Posisi tubuh yang salah selama duduk membuat tekanan abnormal dari jaringan sehingga menyebabkan rasa sakit sehingga berpengaruh pada fleksibilitas (Weitz, 2005).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

 J00882

J00882

Pada umumnya masyarakat di Desa Bakaran bekerja sebagai buruh, baik buruh tani maupun buruh tambak. Pendapatan sebagai buruh tersebut hanya 25 ribu rupiah sampai 30 ribu rupiah per hari. Jumlah tersebut tentu tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apa lagi untuk membiayai pendidikan anak- anak mereka. Tetapi dengan kehalian membatik yang dimiliki oleh para ibu rumah tangga, mereka dapat membantu meningkatkan perekonomian rumah tangga. Misalnya Miyati 54 tahun, suaminya bekerja sebagai buruh ngedos (panen padi). Contoh lainnya Parmi 52 tahun, suaminya bekerja sebagai buruh srabutan. Sudah sejak lama mereka bekerja sebagai pembatik di industri rumah tangga batik “Tjokro”. Kini setiap bulan mereka pendapatkan penghasilan rata-rata 900 ribu rupiah dalam satu bulan. Mereka mengaku penghasilan dari bekerja sebagai pembatik tersebut dapat membantu meringankan perekonomian keluarga. (Kompas 13 Agustus 2009)
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perancangan Meja Kursi Ergonomis pada Pembatik Tulis di Kelurahan Kalinyamat Wetan Kota Tegal

Perancangan Meja Kursi Ergonomis pada Pembatik Tulis di Kelurahan Kalinyamat Wetan Kota Tegal

Pertama, sikap atau posisi tubuh pada saat membatik dengan duduk di atas dingklik bahan yang dikerjakannya diletakkan di depan tubuh, atau diletakkan di atas gawangan selanjutnya sikap tubuh pengrajin membungkuk menyesuaikan dengan bahan/alat yang dikerjakan. Posisi lutut (kaki) pembatik ditekuk dan kadang lurus ke depan. Pheasant (1987) menyebutkan bahwa Permukaan bidang kerja yang terlalu rendah akan menyebabkan pemakai membungkuk (mencondongkan badan ke depan). Hal ini menimbulkan beban statis pada otot-otot punggung (yang menyangga berat badan).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...