PRRI, pemberontakan atau bukan?

Top PDF PRRI, pemberontakan atau bukan?:

24675214 Amerika Serikat Dan Pemberontakan Prri permesta

24675214 Amerika Serikat Dan Pemberontakan Prri permesta

Lima puluh tahun yang lalu, tepatnya 20 Desember 1957, di sebuah kota kecil di pesisir barat pantai Sumatera yang bernama Salido, berlangsung suatu sidang reuni para militer pejuang yang tergabung dalam Resimen IV Divisi Banteng Sumatera Tengah. 2 Reuni tersebut menghasilkan dan membentuk suatu badan organisasi yang dinamai "Dewan Banteng" dengan tokoh-tokoh militer seperti Kolonel Achmad Husein, Kolonel Dahlan Jambek, Kolonel M. Simbolon dan lain-lain sebagai para atasan dan penggeraknya. Namun, pada 15 Februari 1958, atas prakarsa "Dewan Banteng", organisasi yang dilahirkan dari hasil reuni militer yang dikepalai oleh Letkol Achmad Husein, Kolonel Dahlan Jambek dan Kolonel Maludin Simbolon, "diproklamirkan" sebuah pemerintahan baru yang bernama "Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia" yang disingkat dengan sebutan PRRI, dengan kota Padang sebagai "ibukota negara" dan Mr. Syafrudin Prawiranegara sebagai "Presiden PRRI". Proklamasi PRRI ini, menjadi titik awal perlawanan secara terbuka terhadap kepemimpinan Presiden Sukarno dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ranah Minang dikuasai oleh oknum-oknum, baik militer maupun sipil, yang tidak merasa puas dengan kepemimpinan Bung Karno, dan membawa rakyat Minangkabau untuk memberontak melepaskan diri dari ikatan persatuan NKRI. Sementara itu, dalam waktu yang sama, di bagian Timur tanah air, juga timbul satu pemberontakan yang senada, perlawanan terhadap NKRI di bawah pimpinan Letkol Ventje Sumual, dengan membentuk pemerintah tandingan yang bernama PERMESTA (Pemerintah Rakyat Semesta).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PEMBERONTAKAN PRRI DI SUMATERA BARAT TAHUN 1958-1961

PEMBERONTAKAN PRRI DI SUMATERA BARAT TAHUN 1958-1961

Dengan maksud untuk dapat keluar dari kesulitan, pada akhir tahun 1959, Sjafruddin mengeluarkan uang PRRI seperti yang dilakukan pada waktu pemerintahan darurat yang dipimpinnya di masa agresi Belanda dahulu. 98 Nasib uang itu juga menyedihkan, karena orang tidak akan menerimanya dengan senang hati. Masyarakat tahu bahwa uang tersebut dikeluarkan tanpa jaminan apa-apa. Selain pergantian uang, sebagai langkah pengamanan yang dilakukan APRI dengan jalan memasang papan nama di setiap rumah yang anggotanya terlibat pemberontakan. Papan nama itu cukup mencolok, di atasnya tulisan putih dengan dasar hitam diberi tanda palangan seperti hurup fX, dan di bawahnya ditulisi nama-nama keluarga yang ikut PRRI. Hal ini akan memudahkan pengontrolan dan merupakan gagasan yang sangat baik untuk meningkatkan pengamanan. Pemerintah pusat juga mengevaluasi mata uang rupiah dari: Rp 1,000,- menjadi Rp 100,-; banknotes lebih dari Rp 25,000,- di-demonetized. Dengan kebijaksanan ini pemerintah mulai memindahkan etnis Cina dari pedesaan ke kota-kota besar. Sebanyak 100.000 orang meninggalkan Indonesia menuju Republik Rakyat Cina dalam setahun ke depan; di samping sebanyak 17.000 orang untuk Taiwan. 99
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

Gerombolan DI/ TII juga melakukan pemberontakan di Aceh yang dipimpin oleh Teuku Daud Beureuh. Adapun penyebab timbulnya pemberontakan DI/TII di Aceh adalah kekecewaan Daud Beureuh karena status Aceh pada tahun 1950 diturunkan dari daerah istimewa menjadi karesidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara. Pada tanggal 21 September 1953 Daud Beureuh yang waktu itu menjabat sebagai gubernur militer menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia di bawah pimpinan SM. Kartosuwiryo. Dalam menghadapi pemberontakan DI/ TII di Aceh ini semula pemerintah menggunakan kekuatan senjata. Selanjutnya atas prakarsa Kolonel M. Yasin, Panglima Daerah Militer I/Iskandar Muda, pada tanggal 17-21 Desember 1962 diselenggarakan “Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh” yang mendapat dukungan tokohtokoh masyarakat Aceh sehingga pemberontakan DI/ TII di Aceh dapat dipadamkan. 4. Pemberontakan DI / TII di Sulawesi Selatan
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

KEIKUTSERTAAN PEMUDA PELAJAR DAN MAHASISWA DALAM PRRI (1956-1961).

KEIKUTSERTAAN PEMUDA PELAJAR DAN MAHASISWA DALAM PRRI (1956-1961).

Ketika PRRI berakhir dengan diberinya amnesti dan abolisi kepada pihak yang terlibat pemberontakan PRRI, pemuda pelajar dan mahasiswa pun ikut menerima amnesti dan abolisi tersebut. Mereka masih diizinkan untuk melanjutkan pendidikannya kembali, namun ada yang memilih untuk tidak kembali ke bangku sekolahnya tapi mencoba membuka usaha. Tidak sedikit dari orang-orang yang terlibat PRRI termasuk pelajar dan mahasiswa memilih pergi merantau meninggalkan kampung halaman mereka. Mereka sulit menerima kenyataan bahwa PRRI telah kalah dan perlakuan yang diterima di kampung sendiri sangat tidak baik karena mereka sering mendapatkan penghinaan dan pelecehan dari pihak yang berkuasa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Perkembangan Penyiapan Kepemimpinan Seko ID

Perkembangan Penyiapan Kepemimpinan Seko ID

Kepala sekolah negeri di semua jenjang pendidikan di era Orde Lama ini menghadapi situasi yang sulit. Masa antara tahun 1955-1965 di Indonesia adalah di mana stabilitas politik yang berat (seperti pemberontakan DI/TII, PRRI/Permesta) (Feith, 1963) serta situasi ekonomi yang tidak menentu (inflasi tinggi dan penjatahan), membuat sekolah tidak dapat memperoleh cukup dana dari pemerintah, sehingga membuat mereka sangat bergantung pada Orang Tua siswa dan organisasi POMG (persatuan orang tua murid dan guru) yang awalnya dibuat untuk mendukung sekolah, menjadi kendaraan utama bagi kepala sekolah untuk memainkan perannya yang lain yaitu mengumpulkan uang dari orang tua secara langsung dan teratur. Alasan utamanya adalah “pay a major share of the upkeep of schools including the allowance of teachers” (Lee, 1995, hal 171). Praktik semacam ini terus berlanjut sampai tahun 2005 di pendidikan dasar (SD dan SMP negeri) dengan menimbulkan beberapa konsekuensi yang membuat posisi kepala sekolah menyulitkan, terutama berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas dana dari orang tua ini, karena hal ini menjadi 'konvensi' di institusi publik (Sumintono, 2006). Hal tersebut menyebabkan rumor bahwa posisi kepala sekolah negeri, biasanya di kota-kota besar, memberikan keuntungan yang membuat para guru bersaing untuk itu, bukan semata-mata sebagai pemimpin instruksional di sekolah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN POLITIK PARTAI MASYUMI PASCA PEMILU 1955.

PERKEMBANGAN POLITIK PARTAI MASYUMI PASCA PEMILU 1955.

Hasil dari penelitian ini sebagai berikut, (1) Latar belakang berdirinya Partai Masyumi dimulai dari para tokoh-tokoh Islam yang memerlukan wadah partai untuk berpolitik serta mencakup seluruh aspirasi umat Islam di Indonesia. Suasana revolusi menurut para tokoh politik Islam sangat sesuai untuk mendirikan partai ditambah lagi adanya maklumat presiden tanggal 3 November 1945 untuk mendirikan partai. Pada tanggal 7-8 November 1945 berlangsung Kongres Umat Islam di Yogyakarta serta memutuskan untuk mendirikan Partai Masyumi. (2) Perkembangan politik partai Masyumi tahun 1945-1949 ditandai dengan eksistensi partai dalam pemerintahan meskipun muncul keretakan di tahun 1947 saat terbentuk kabinet Amir, ia berhasil mendirikan kembali PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia) serta menyatakan diri keluar dari partai Masyumi. Pada tahun 1950-1955 Partai Masyumi mengalami jatuh bangun dalam kabinet pemerintah. Partai juga mengalami keretakan saat terbentuknya kabinet Wilopo tahun 1952 dengan keluarnya NU (Nahdahtul Ulama). (3) Pasca pemilu 1955, pada tanggal 21 Februari 1957 muncul konsepsi presiden Soekarno yang salah satunya ingin menyatukan empat pemenang hasil pemilihan umum 1955 yaitu PNI (Partai Nasional Indonesia), Masyumi, NU dan PKI (Partai Komunis Indonesia), namum Masyumi menolaknya. Akhirnya pada awal tahun 1958 tokoh partai Masyumi seperti Natsir dan Sjarifudin Prawiranegara kemudian memimpin Pemberontakan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). PRRI sendiri merupakan jawaban daerah atas tidak lancarnya kabinet yang terus menujukan jatuh bangun. Keterlibatan tokoh partai pada PRRI akhirnya mendorong lahirnya Keppres Nomor 200 tahun 1960 yang menyatakan partai Masyumi harus membubarkan diri. Akhirnya Partai membubarkan diri pada tanggal 13 September 1960.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

PEMBAHASAN SOAL SEJARAH PAKET A

PEMBAHASAN SOAL SEJARAH PAKET A

20 Setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk kembali pada tanggal 17 Agustus 1950, di Indonesia sering terjadi pemberontakan yang datang dari dalam negeri, seperti PRRI, APRA, RMS dan lain-lain. Pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI dipimpin oleh Letkol. Ahmad Husen dan dideklarasikan pada tanggal 15 Februari 1958 di kota Padang. Salah satu dampak dari pemberontakan-pemberontakan ini bagi pemerintahan Indonesia adalah pelaksanaan pembangunan nasional terhambat, terutama untuk pembangunan di daerah-daerah.

31 Baca lebih lajut

SEJARAH PEMBERONTAKAN G 30 S

SEJARAH PEMBERONTAKAN G 30 S

diringkus dan ke 7 korban penculikan dan pembunuhan berhasil ditemukan di kawasan Lubang Buaya, Halim, Jakarta Timur dibawah komando seorang perwira tinggi yang lolos dari target penculikan dan pembunuhan yaitu Mayjen TNI Soeharto. pada tanggal 30 September 1965 meletuslah pemberontakan PKI. Pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari menjelang subuh, PKI mengadakan penculikan terhadap perwira-perwira Angkatan Darat dan mengumumkan adanya Dewan Revolusi. Penculikan-penculikan itu dilakukan oleh beberapa anggota pasukan Cakrabirawa (Barisan Pengawal Presiden) di bawah pimpinan Kolonel Untung. Mereka menculik dan menyiksa para perwira Angkatan Darat tanpa mengenal perikemanusiaan. Setelah itu jasad para perwira tadi dimasukkan ke dalam sumur Lubang Buaya di Jakarta. Adapun beberapa perwira TNI Angkatan Darat yang diculik tersebut adalah: 1. Letnan Jenderal Akhmad Yani
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

INTERVENSI PERANCIS DALAM MENGHENTIKAN PEMBERONTAKAN DI MALI

INTERVENSI PERANCIS DALAM MENGHENTIKAN PEMBERONTAKAN DI MALI

Negara Mali mengalami konflik bersenjata sejak Januari 2012. Konflik tersebut dipicu oleh kudeta militer terhadap Presiden “Amadou Toumani Toure” karena militer menganggap Pemerintah Mali telah gagal mengatasi pemberontakan yang dilakukan oleh Movement National Liberation Azawad (MNLA) di Mali Utara. Konflik juga terjadi antara Pemerintah Mali dengan Pemberontak Anshare Dine yang bersekutu dengan AQIM dan MUJWA untuk merebut kawasan Mali Utara. Untuk itu, Pemerintah Mali segera meminta bantuan kepada Perancis sebagai sahabat baik Negara Mali. Pemerintah Perancis pun menyetujui permintaan bantuan tersebut dan ikut serta dalam upaya menghentikan pemberontakan Islam tersebut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Gerakan Sosial Pemberontakan dan Revolus (1)

Gerakan Sosial Pemberontakan dan Revolus (1)

bisa sebaliknya pemberontakan bisa menjadi gerakan sosial ketika pemberontakan tersebut gagal dan membutuhkan taktik serta organisasi kelembagaan yang lebih efektif dalam melawan kekuasaan. Sebaliknya gerakan sosial bisa menjadi sebuah revolusi tak kala kesediaan massa aksi untuk merubah tatanan secara total, dan kondisi kekuatan yang memungkinkan untuk sebuah revolusi. Misalkan dalam hal Revolusi Soviet, Lenin sebenarnya membuat sebuah gerakan sosial dengan menciptakan partai revolusioner tetapi hal itu berubah menjadi revolusi ketika kondisi memungkinkan untuk revolusi dan kesediaan massa aksi dalam melakukan politik perlawanan secara radikal, tentunya revolusi juga membutuhkan pemberontakan. Mustahil tanpa pemberontakan revolusi bisa berhasil. Akan tetapi ketika Revolusi berhasil maka dengan sendirinya gerakan sosial akan lenyap.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pemberontakan dalam Kasus Pelanggaran HA (1)

Pemberontakan dalam Kasus Pelanggaran HA (1)

Hak asasi manusia merupakan hak dasar setiap manusia. Disamping Hak Msasi Manusia(HAM) tidak akan lepas dari hak kewarganegaraan. Sudah menjadi hukum alam bahwa negara berkewajiban melindungi hak asasi manusia setiap warga negaranya. Beragam kasus pelanggaran HAM harus ditangani oleh pemerintah negara. Baik kasus HAM ringan sampai kasus HAM berat. Tidak sedikit negara yang kewalahan menangani kasus HAM berat di negaranya. Myanmar merupakan salah satu negara yang masih kewalahan menangani kasus pelanggaran HAM berat di negaranya terkhusus mengenai pemberontakan. MNDAA merupakan tentara aliansi demokrasi demokratik Myanmar dan angkatan darat Kokang. Yunan merupakan tempat pelarian diri MNDAA setelah kehilangan kendali wilayanhnya di Myanmar. MNDA yang ingin merebut kembali Zona Pengusaha Kokang terus melakukan penyerangan terhadap pemerintah Myanmar. Tidak hanya satu atau dua orang tewas dalam penyerangan. 30 orang tewas pada hari senin, 6 maret 2017. Tembakan artileri dan senapan terus terjadi sepanjang hari di ibu kota wilayah Laukkai, Kokang timur laut. Dalam tragedy pelanggaran HAM berat yang masih tidak mampu di tangani pemerintah Myanmar intervensi kemanusiaan pihak Internasonal sudah seharusnya diadakan, meskipun bertentangan dengan politik luar negeri mengenai kedaulatan negara. Memang pada dasarnya wilayah perbatasan menjadi titik rawan adanya pemberontakan. Di Indonesia sendiri sebagai contoh Papua. Meskipun kasusnya berbeda, Papua yang ingin melepaskan diri wilayah dari Indonesia dan MNDAA yang ingin menguasai kembali wilayah Kokang di Myanmar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PEMBERONTAKAN DALAM KASUS PELANGGARAN HA (2)

PEMBERONTAKAN DALAM KASUS PELANGGARAN HA (2)

Hak asasi manusia merupakan hak dasar setiap manusia. Disamping Hak Msasi Manusia(HAM) tidak akan lepas dari hak kewarganegaraan. Sudah menjadi hukum alam bahwa negara berkewajiban melindungi hak asasi manusia setiap warga negaranya. Beragam kasus pelanggaran HAM harus ditangani oleh pemerintah negara. Baik kasus HAM ringan sampai kasus HAM berat. Tidak sedikit negara yang kewalahan menangani kasus HAM berat di negaranya. Myanmar merupakan salah satu negara yang masih kewalahan menangani kasus pelanggaran HAM berat di negaranya terkhusus mengenai pemberontakan. MNDAA merupakan tentara aliansi demokrasi demokratik Myanmar dan angkatan darat Kokang. Yunan merupakan tempat pelarian diri MNDAA setelah kehilangan kendali wilayanhnya di Myanmar. MNDA yang ingin merebut kembali Zona Pengusaha Kokang terus melakukan penyerangan terhadap pemerintah Myanmar. Tidak hanya satu atau dua orang tewas dalam penyerangan. 30 orang tewas pada hari senin, 6 maret 2017. Tembakan artileri dan senapan terus terjadi sepanjang hari di ibu kota wilayah Laukkai, Kokang timur laut. Dalam tragedy pelanggaran HAM berat yang masih tidak mampu di tangani pemerintah Myanmar intervensi kemanusiaan pihak Internasonal sudah seharusnya diadakan, meskipun bertentangan dengan politik luar negeri mengenai kedaulatan negara. Memang pada dasarnya wilayah perbatasan menjadi titik rawan adanya pemberontakan. Di Indonesia sendiri sebagai contoh Papua. Meskipun kasusnya berbeda, Papua yang ingin melepaskan diri wilayah dari Indonesia dan MNDAA yang ingin menguasai kembali wilayah Kokang di Myanmar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Mandat liga bangsa-bangsa: kegagalan Palestina menjadi negara merdeka (1920-1948)

Mandat liga bangsa-bangsa: kegagalan Palestina menjadi negara merdeka (1920-1948)

Salah satu strategi Inggris melawan Aliansi German-Usmani adalah mengajak Bangsa Arab untuk melawan Usmani. Mereka menemukan pembantu yang siap dan bersedia melakukan hal itu di Hijaz, yaitu Sharif Hussein bin Ali, yakni Emir dari Makkah yang menandatangani perjanjian dengan pemerintah Inggris untuk memberontak melawan Imperium Utsmani. Inggris berjanji kepadanya bahwa setelah perang, dia akan diberi kerajaan Arab tersendiri yang akan mencakup seluruh Semenanjung Arab, termasuk Suriah dan Irak. Surat- surat di mana kedua belah pihak menegosiasikan dan membahas pemberontakan ini dikenal sebagai Korespondensi McMahon – Hussein, saat Sharif Hussein berkomunikasi dengan Komisaris Tinggi Inggris di Mesir, Sir Henry McMahon. 3
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

20001115 Tindak pidana ketatanegaraan Jur A Hamzah

20001115 Tindak pidana ketatanegaraan Jur A Hamzah

Ternyata ceritera tentang riwayat aanslag atau maker itu juga terulang lagi dengan pecahnya G 30 S, yang hampir saja komunis berkuasa di Indonesia. Pengaruh trauma akan pemberontakan PKI yang sudah dua kali terjadi, yaitu Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 dan G 30 S tahun 1965, membawa pengaruh sehingga penyusun Rancangan KUHP baru menciptakan tambahan delik ideologi ke dalam Bab Delik terhadap Keamanan Negara dengan nama baru Tindak Pidana Terhadap Proses Kehidupan Ketatanegaraan (Bab I Buku II).

6 Baca lebih lajut

PARTAI DAN KOMUNIS DI INDONESIA

PARTAI DAN KOMUNIS DI INDONESIA

Musso adalah salah satu pemimpin PKI di awal 1920-an. Dia adalah pengikut Stalin dan anggota dari Internasional Komunis di Moskwa. Pada tahun 1925 beberapa orang pemimpin PKI membuat rencana untuk menghidupkan kembali partai ini pada tahun 1926, meskipun ditentang oleh beberapa pemimpin PKI yang lain seperti Tan Malaka. Pada tahun 1926 Musso menuju Singapura dimana dia menerima perintah langsung dari Moskwa untuk melakukan pemberontakan kepada pemerintahan kapitalis Belanda. Musso dan pemimpin PKI lainnya, Alimin, kemudian berkunjung ke Moskwa, bertemu dengan Stalin, dan menerima perintah untuk membatalkan pemberontakan dan membatasi kegiatan partai menjadi dalam bentuk agitasi dan propaganda dalam perlawananan nasional. Akan tetapi pikiran Musso berkata lain. Pada bulan November 1926 terjadi beberapa pemberontakan PKI di beberapa kota termasuk Batavia (sekarang Jakarta), tetapi pemberontakan itu dapat dipatahkan oleh penjajah Belanda. Musso dan Alimin ditangkap. Setelah keluar dari penjara Musso pergi ke Moskwa, tetapi kembali ke Indonesia pada tahun 1935 untuk memaksakan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBERONTAKAN DITII ACEH 1953-1959 SKRIPSI

PEMBERONTAKAN DITII ACEH 1953-1959 SKRIPSI

Gerakan yang dirahasiakan juga merupakan salah satu faktor penyebabnya. Kerahasiaan ini menimbulkan kesukaran-kesukaran dalam komunikasi antar anggota, sehingga koordinasi untuk bersama-sama secara serentak melancarkan pemberontakan di seluruh daerah menjadi terhambat. Kurangnya koordinasi memunculkan keragu-raguan di daerah-daerah, dan hal ini merupakan kesalahan yang fatal, menyebabkan penguasa militer Aceh menjadi waspada sehingga pada 20 september 1953 dilangsungkan operasi militer yang akan menangkap anggota-anggota pemberontak 92 . Hal ini membuat para pemimpin pemberontakan melupakan rencananya dan lari untuk menyelamatkan diri masing-masing. Selain dua faktor di atas adalah para organisator kekurangan waktu untuk menyusun rencana. Tertangkapnya Abdul Fattah dalam suatu razia di Jakarta membuat Pemerintah Pusat mengetahui bahwa terdapat hubungan antara Daud Beureueh dengan Kartosuwiryo, dan juga rencana Darul Islam ini telah diketahui oleh Pemerintah Pusat sejak Mei 1953.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Analisa Stratifikasi Sosial dalam Film H (1)

Analisa Stratifikasi Sosial dalam Film H (1)

Setelah terjadinya pemberontakan oleh distrik ke-13, setiap hari peringatan mengenai pemberontakan tersebut Capitol sebagai ibukota mengadakan sebuah event yang bernama Hunger Games dimana event ini mengandung ajang pertarungan gladiator antardistrik yang mana pesertanya terdiri dari 24 remaja (tributes) berusia antara 12-18 tahun dengan syarat satu orang laki-laki dan satu orang perempuan dari setiap distrik yang dipilih melalui undian di setiap distrik. Mereka yang terpilih harus ikut dalam event tersebut meskipun tidak ada kemauan dari dirinya. Dalam event ini setiap peserta diharuskan membunuh satu sama lain, dan seperti acara reality show event ini disiarkan secara langsung di channel televisi setiap distrik. Event ini dilakukan untuk menyegarkan kembali atas peristiwa pemberontakan pada mayarakat Panem dan menggambarkan bagaimana berkuasanya pemerintahan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

S SEJ 1005744 Chapter5

S SEJ 1005744 Chapter5

Situasi Politik di China sebelum tahun 1927 banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan, dimulai dari revolusi 1911 yang menjatuhkan kekuasaan dinasti Qing di China Selatan, munculnya tokoh Yuan Shih Kai yang melakukan kudeta terhadap Puyi, dan adanya periode Warlord yang membuat situasi China sebelum tahun 1927 dipenuhi dengan pemberontakan dan kudeta. Seringnya pergantian kekuasaan tersebut menyebabkan situasi politik China pada saat itu tidak stabil. Situasi tersebut semakin buruk setelah rezim Chiang Kai Sek menganggap Partai Komunis China berbahaya. Chiang Kai Sek melakukan perburuan terhadap anggota Partai Komunis China yang menyebabkan munculnya perang saudara di China pada tahun 1927.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pemberontakan Punk.

Pemberontakan Punk.

Punk adalah gerakan yang mengusung rasa toleransi dan kebebasan. Mereka sebagai sang pemula yang meneriakkan ketidak-adilan dan perlawanan terhadap sistem yang sah. Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini, yaitu: (1) Bagaimana pemberontakan Punk. (2) Bagaimana merumuskan Punk sebagai sumber ide dalam proses penciptaan karya seni patung. (3) Bagaimana memvisualisasikan pemberontakan Punk ke dalam karya seni patung simbolik.

12 Baca lebih lajut

Pemberontakan Punk BAB 0

Pemberontakan Punk BAB 0

Punk adalah gerakan yang mengusung rasa toleransi dan kebebasan. Mereka sebagai sang pemula yang meneriakkan ketidak-adilan dan perlawanan terhadap sistem yang sah. Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini, yaitu: (1) Bagaimana pemberontakan Punk. (2) Bagaimana merumuskan Punk sebagai sumber ide dalam proses penciptaan karya seni patung. (3) Bagaimana memvisualisasikan pemberontakan Punk ke dalam karya seni patung simbolik.

12 Baca lebih lajut

Show all 475 documents...