PTPN III Unit Sei Mangkei

Top PDF PTPN III Unit Sei Mangkei:

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei Chapter III IV

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei Chapter III IV

1. Sistem penerimaan kas PTPN III Unit Sei Mangkei hanya bersumber dari pusat atau kantor direksi yang prosedur kas masuk ke dalam perusahaan unit melalui perancangan anggaran kerja, yang telah dipaparkan sebelumnya yang kemudian disetujui oleh pihak - pihak terkait. Semua biaya operasional ataupun segala pengeluaran dijabarkan dalam rancangan jangka panjang ataupun jangka pendek yang kemudian disetujui dan dana dapat dikeluarkan melaui kantor direksi. Rancangan ini telah dibuat 2 tahun sebelumnya agar dapat deverifikasi oleh dewan direksi yang setelah disetujui maka dana dapat di keluarkan. Oleh sebab itu sistem penerimaan kas perusahaan ini sudah terstrukrur dan berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei

diatur pada Pasal 32 Peraturan Pemerintah No 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan 103 Hasil wawancara dengan Nico Demus Marpaung., selaku asisten komersil Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Kantor Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei pada tanggal 28 Oktober 2014 76 Kawasan Ekonomi Khusus mengatur untuk Kawasan Ekonomi Khusus yang diusulkan oleh Badan Usaha, pembebasan tanah yang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus dilakukan oleh Badan Usaha pengusul, dan dalam hal tanah untuk lokasi Kawasan Ekonomi Khusus dibebaskan oleh Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau kementerian/lembaga pemerintah non kementerian, kepada Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau kementerian/lembaga pemerintah non kementerian dapat diberikan hak atas tanah berupa hak pakai atau hak pengelolaan. Dalam rangka pembebasan tanah untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dikarenakan tanah yang akan di jadikan Kawasan Ekonomi Khusus masih berstatus Hak Guna Usaha, PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) harus melakukan perubahan hak atas tanah dari Hak Guna Usaha menjadi Hak Pengelolaan. Proses perubahan Hak Guna Usaha menjadi Hak Pengelolaan antara lain:
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei

SistemInformasiAkuntansi, Jakarta: BukuSatu, SalembaEmpat.. Grafindo Mcleod, Raymond, 2001.SistemInformasiManajemen.[r]

1 Baca lebih lajut

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei

Pada bab ini, penulis akan menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan judul tugas akhir, pembahasan tentang Sistem dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pngeluaran KasPada PTPN 3 Devisi Sei Mangke. Penulis juga akan membandingkan antarateori dengan praktek mengenai sistem dan Prosedur Akuntansi Penerimaan dan Penegeluaran Kas dalam perusahaan ini.

6 Baca lebih lajut

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei

Sistem Dan Prosedur Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas Pada PTPN III Unit Sei Mangkei

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia, rahmat, serta berkatnya penulis diberikan kemampuan dan ilmu pengetahuan sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir (TA) ini tepat pada waktunya dengan judul “Sistem dan Prosedur Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PTPN 3 Unit Sei Mangke’’

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Penyimpanan Inti Sawit   Terhadap Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) Di PTPN III Sei Mangkei-Perdagangan

Pengaruh Waktu Penyimpanan Inti Sawit Terhadap Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) Di PTPN III Sei Mangkei-Perdagangan

Alat ini berfungsi memecahkan biji dengan system lemparan biji ke dinding keras. Mekanisme pemecahan ini didasarkan pada kecepatan putar, radius dan massa biji yang dipecahkan. Karena factor massa yang merupakan factor yang selalu berubah-ubah maka perlu dilakukan pengelom[pokkan bji, dan ini telah dimulai dari “nut grading”. Katrena biji telah dikelompokkan menjadi tiga fraksi maka crakcker disediakan tiga unit. Ketiga cracker tidak mempunyai putaran yang sama sebab semakin kecil ukuran biji maka dibutuhkan putaran yang lebih tinggi. Penentuan kecepatan putaran mempengaruhi besarnya presentase inti pecah dan inti lekat.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Minyak Brondolan Buah Sawit Pada Keadaan Mentah, Agak Matang, Matang, Dan Lewat Matang Di PTP. Nusantara III PKS ( Pabrik Kelapa Sawit ) Sei Mangkei

Penentuan Kadar Minyak Brondolan Buah Sawit Pada Keadaan Mentah, Agak Matang, Matang, Dan Lewat Matang Di PTP. Nusantara III PKS ( Pabrik Kelapa Sawit ) Sei Mangkei

Oil Palm Factory Sei Mangkei cultivate Fresh Fruit Bunch ( FFB ) Tenera variety to produce Crude Palm Oil ( CPO ) and Palm Kernel Oil ( PKO ). The oil degree of the palm fruit influenced by several factors such as plants variety, plants maintenance, Fresh Fruit Bunch ( FFB ) quality, the fruit maturity level, the Fresh Fruit Bunch ( FFB ) transportation to factory, and the processing condition at the Oil Palm Factory. The limitation of this writing troubleshoot discussion is only about the fruit maturity level. The oil degree of the palm fruit according to the fruit maturity level is also different at raw condition, under ripe condition, ripe condition and over ripe condition. The observation result at the Oil Palm Factory Sei Mangkei; the oil degree of the palm fruit at raw condition ( fraction – 0 ) is 21,24% in 2000 and 20,42% in 2001; the oil degree of the palm fruit at under ripe condition ( fraction – 1 ) is 23,96% in 2000 and 23,58% in 2001; the oil degree of the palm fruit at ripe condition ( fraction – 2 dan 3 ) is 27,07% in 2000 and 26,54% in 2001; the oil degree of the palm fruit at over ripe condition ( fraction – 4 dan 5 ) is 29,20% in 2000 and 29,09% in 2001.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Perubahan Hak Atas Tanah Dari Status Hak Guna Usaha Menjadi Hak Pengelolaan Pada Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei PT.Perkebunan Nusantara III (Persero)

Analisis Yuridis Perubahan Hak Atas Tanah Dari Status Hak Guna Usaha Menjadi Hak Pengelolaan Pada Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei PT.Perkebunan Nusantara III (Persero)

Pada saat masih berlangung nya proses perubahan Hak Guna Usaha menjadi Hak Pengelolaan pada Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei terkendala dengan belum ditetapkan nya Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Simalungun sehingga Kawasan Ekonomi Khusus belum memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah, kendala dengan jangka waktu penyelesaian permohonan perubahan Hak, serta kendala internal maupun eksternal di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.

14 Baca lebih lajut

KAWASAN EKONOMI KHUSUS SEI MANGKEI PP0292012c

KAWASAN EKONOMI KHUSUS SEI MANGKEI PP0292012c

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI Asisten Deputi Perundang-undangan Bidang Perekonomian,.[r]

6 Baca lebih lajut

Rencana Pengembangan Proyek Sei Mangkei dalam Rangka Meningkatkan Nilai Tambah bagi PT. Perkebunan Nusantara III Medan

Rencana Pengembangan Proyek Sei Mangkei dalam Rangka Meningkatkan Nilai Tambah bagi PT. Perkebunan Nusantara III Medan

2. Ibu Dr. Yeni Absah, SE, M,Si. selaku Ketua Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang juga merangkap sebagai Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan petunjuk dan nasehat dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.

8 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) Dan Kadar Air Dalam Crude Palm Oil (CPO) Pada Tangki Timbun Di PTPN III PKS Sei Mangkei – Perdagangan

Penentuan Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) Dan Kadar Air Dalam Crude Palm Oil (CPO) Pada Tangki Timbun Di PTPN III PKS Sei Mangkei – Perdagangan

4.2 Pembahasan Kadar ALB yang merupakan faktor utama yang menimbulkan kerusakan pada mutu minyak sawit,sehingga persen kenaikan ALB perlu ditekan sekecil mungkin karena hal inilah ya[r]

50 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Air Dan Kadar Asam Lemak   Bebas (ALB) Dari Inti Buah Kelapa Sawit Varitas Tenera Yang Diproduksi Oleh Perkebunan PTPN III Sei Mangkei

Penentuan Kadar Air Dan Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) Dari Inti Buah Kelapa Sawit Varitas Tenera Yang Diproduksi Oleh Perkebunan PTPN III Sei Mangkei

Penulisan Karya Ilmiah ini dilakukan berdasarkan pengamatan penulis selama melakukan PKL ( Praktek Kerja Lapangan ) di PTP.N III PKS ( Pabrik Kelapa Sawit ) Sei Mangkei, Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini, dan pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

44 Baca lebih lajut

LAPORAN KP PKS SEI MANGKEI

LAPORAN KP PKS SEI MANGKEI

Setelah dilakukan survey atau calon lokasi pabrik kelapa sawit, maka akan operasi pabrik kelapa sawit tersebut akan dibangun di blok 113 afeling 2 kebun Sei Mangkei kabupaten Simalungun Sumatera Utara Pembangunan PKS kapasitas 30 ton dimulai tanggal 21 April 1997 dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT. Kesco Teguh Prakarsa dan didesain/diawasi oleh konsultan Trikarya Presindo. PKS selesai dibangun tanggal 21 Januari 1999 dan pembangunan pabrik kelapa sawit kapasitas 45 ton dilaksanakan oleh kontaraktor PT. Indiyah Karya tanggal 14 Juli 2009 Comisioning tanggal 23 Nopember 2010. Jarak tempuh PKS Sei Mangkei ke Medan ± 140 km.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Rencana Pengembangan Proyek Sei Mangkei dalam Rangka Meningkatkan Nilai Tambah bagi PT. Perkebunan Nusantara III Medan

Rencana Pengembangan Proyek Sei Mangkei dalam Rangka Meningkatkan Nilai Tambah bagi PT. Perkebunan Nusantara III Medan

Kenyataan mengungkapkan industri hulu di Indonesia lebih berkembang dan maju dibandingkan industri hilir. Berdasarkan penelitian terdapat lima faktor utama yang menghambat perkembangan industry hilir, yaitu (1) lemahnya penguasaan/akses pasar, (2) PPN pertanian/perkebunan, (3) tariff impor bahan baku dan penolong yang tinggi, (4) disharmoni tarif impor dan kurangnya insentif investasi. Maka dari itu KEK Sei Mangkei hadir demi memenuhi industry hilir yang nantinya akan semakin berkembang sehingga industry hilir dapat seimbang perkembangannya dengan industry hulu.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Analisis Dampak Sosial dan ekonomi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Industri Kelapa Sawit Sei Mangkei di Kecamatan Bandar

Analisis Dampak Sosial dan ekonomi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Industri Kelapa Sawit Sei Mangkei di Kecamatan Bandar

Skripsi yang berjudul “Analisis Dampak Sosial dan ekonomi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Industri Kelapa Sawit Sei Mangkei di Kecamatan Bandar” ini dimaksud adalah sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Progra studi Sarjana (S1) , Jurusan Ekonomi Pembangunan di Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini membahas tentang bagaimana persepsi masyarakat di Kecamatan Bandar mengenai dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Curah Hujan dan Hari Hujan Terhadap Produksi Kelapa Sawit Berumur 8, 16, dan 19 Tahun di Kebun Sei Dadap PT. Perkebunan Nusantara III Persero

Pengaruh Curah Hujan dan Hari Hujan Terhadap Produksi Kelapa Sawit Berumur 8, 16, dan 19 Tahun di Kebun Sei Dadap PT. Perkebunan Nusantara III Persero

ABDURRAHMAN ZAILANI : Pengaruh Curah Hujan dan Hari Hujan Terhadap Produksi Kelapa Sawit Berumur 8, 16, dan 19 Tahun di PTPN III Kebun Sei Dadap Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan, yang dibimbing oleh Ir. Irsal, M.P. dan Ir. Mariati, M.Sc. . Faktor iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas kelapa sawit. Curah hujan merupakan unsur iklim yang penting diperhatikan, dimana kelapa sawit merupakan tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah banyak dibanding tanaman keras lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh curah hujan dan hari hujan serta hubungan korelasi kedunya terhadap produksi kelapa sawit pada tanaman berumur 8, 16 dan 19 tahun. Penelitian ini dilaksanakan di PTPN III Kebun Sei Dadap Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara pada bulan April sampai dengan Juni 2016. Penelitian ini mengunakan data primer yang tersedia di administrasi kebun. Data primer untuk keperluan analisis meliputi data produksi tandan buah segar (TBS); data komponen produksi TBS berupa komponen jumlah janjang, berat janjang rata-rata, dan jumlah pokok produktif; data curah hujan; data hari hujan bulanan pada tahun 2011, 2012, dan 2013. Metode analisis yang digunakan ialah analisis regresi linear berganda dan analisis korelasi. Model diuji kelayakannya dengan uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, serta uji autokorelasi dengan menggunakan alat bantu statistik SPSS.v.22 for windows. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel curah hujan dan hari hujan berpengaruh nyata pada alpha 5% (Sig > α 0.05) terhadap peningkatan produksi TBS pada umur 16 dan 19 tahun dan berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan produksi TBS umur 8 tahun. Hal ini dikarenakan curah hujan yang tidak merata sepanjang tahun dan diduga kurang optimal untuk pertumbuhan dan produksi TBS. Dari hasil uji asumsi klasik yang dilakukan untuk mengetahui apakah persamaan regresi berganda layak atau tidak untuk digunakan disimpulkan bahwa persamaan regresi pada tanaman kelapa sawit berumur 8, 16, dan 19 tahun telah memenuhi syarat. Hasil korelasi pada tanaman berumur 8 16, dan 19 tahun dengan analisis dua arah pada taraf uji 1% menunjukkan variabel curah hujan dan hari hujan memiliki hubungan yang kuat, nyata dan (positif) searah. Nilai korelasi curah hujan dan hari hujan ialah 0,838 dengan nilai signifikansi < α 0.01.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Marjinalisasi Etnis Asli Studi Etnografi: Tersingkirnya Etnis Simalungun Sebagai Etnis Asli Secara Fisik dan Kebudayaan di Sei Mangkei Kabupaten Simalungun

Marjinalisasi Etnis Asli Studi Etnografi: Tersingkirnya Etnis Simalungun Sebagai Etnis Asli Secara Fisik dan Kebudayaan di Sei Mangkei Kabupaten Simalungun

“Parsahapan hita sonari aha? Kan doma ibotoh ham naha situasi ijin? Ai ma baya, taridah do ganupan ai kan? Memang jelas do ai kalah halak hita Simalungun on, lang pitah I Sei Mangkei, ija pe sonai do. On ma contohni sada, Siantar.Sejarahni on ma parlobei pusat kerajaan Simalungun, ibukota ma on da. Sonari doma lang be on, I Raya do. Pas homa songon na I petanyaan kuesioner on, setuju ma da anggo I parapat. Tersingkir Simalungun kan? Doma ibaca ham bukuni Sortaman ai? Ijai kan dong do jawaban ni? Dong piga tahap ai tersingkir ni halak Simalungun? Ai ma tulis I penelitian mu on, halani ai do memang jawabanni, tambahni on ma sada nari contoh tersingkir ai, museum on laho ipindah ma nina on hu Raya. Naha ma menurut mu? Ai bangunan ni raja do on, tapi lang bana be “raja” sonari? Ai do kan?
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Keuntungan Aglomerasi Kawasan Ekonomi Kh

Keuntungan Aglomerasi Kawasan Ekonomi Kh

Kondisi jalan yang mulus dan lebar dituntut untuk cepat dilaksanakan, sarana pengangkutan hasil-hasil output KEK Sei Mangkei yang bisa juga diangkut oleh Kereta Api ke Pelabuhan Kuala Tanjung, harus sudah bisa dipercepat agar semakin efisien segala sesuatu yang berkaitan infrastruktur. Berbicara Pelabuhan laut, Tanjung Balai, Teluk Nibung juga mempunyai Pelabuhan Laut yang bisa menghubungkan secara cepat dengan Malaysia. Tentunya Investor yang berasal dari Malaysia, juga akan memanfaatkan Pelabuhan tersebut, namun sebagai dampak aglomerasi yang ada, Daerah tersebut juga harus siap menciptakan penarik hingga mampu mendatangkan pendapatan yang besar bagi daerah serta jika dikaitkan infrastruktur jalan selanjutnya, seperti jalan raya Tanjung Balai, Asahan, Batu Bara, haruslah mempunyai kondisi yang bagus untuk memberikan kenyamanan bagi para wisatawan maupun investor dan konsep kewirausahaan merupakan tolak ukur yang kuat sejalan dengan konsep aglomerasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Marjinalisasi Etnis Asli Studi Etnografi: Tersingkirnya Etnis Simalungun Sebagai Etnis Asli Secara Fisik dan Kebudayaan di Sei Mangkei Kabupaten Simalungun

Marjinalisasi Etnis Asli Studi Etnografi: Tersingkirnya Etnis Simalungun Sebagai Etnis Asli Secara Fisik dan Kebudayaan di Sei Mangkei Kabupaten Simalungun

Penelitian ini dilakukan di Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun. Sebelum judul penelitian peneliti disetujui untuk diteliti dan tulis menjadi skripsi, penulis sudah melihat lokasi penelitian dan pernah melakukan research tentang hal yang berbeda.Namun bukan berarti hal itu mempermudah penelitian skripsi ini.Peneliti berulang kali mencoba mencari tempat-tempat ramai yang sering dikunjungi oleh masyarakat Sei

27 Baca lebih lajut

UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH SAWITDALAM MELESTARIKAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (STUDI KASUS PTPN III SEI SILAU DIKISARAN BARAT).

UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH SAWITDALAM MELESTARIKAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (STUDI KASUS PTPN III SEI SILAU DIKISARAN BARAT).

DESSY PURNAMASARI. NIM 309311011. Upaya Pengelolaan Limbah Sawit Dalam Melestarikan Kualitas Lingkungan Hidup (Studi kasus PTPN III Sei Silau di Kisaran Barat). Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan.

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...