pulau terdepan

Top PDF pulau terdepan:

ASPEK PERTAHANAN DAN KEAMANAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA EKSKLUSIF DI PULAU-PULAU TERDEPAN

ASPEK PERTAHANAN DAN KEAMANAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA EKSKLUSIF DI PULAU-PULAU TERDEPAN

2. BELUM DILAPORKANNYA SECARA RESMI OLEH PEMERINTAH RI TENTANG PULAU DI INDONESIA (MELIPUTI JUMLAH, NAMA, DAN LAIN-LAIN) KEPADA PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (PBB) DALAM HAL INI UNITED NATIONS GROUP OF EXPERT ON GEOGRAPHICAL NAMES (UNGEGN), SESUAI DENGAN KETENTUAN UNCLOS 1982 DAN MASIH SIMPANG SIURNYA DATA JUMLAH DAN NAMA PULAU.

20 Baca lebih lajut

Analisis Prioritas Program Pengembangan Kawasan "Pulau Penawar Rindu" (Kecamatan Belakang Padang) Sebagai Kecamatan Terdepan di Kota Batam Dengan Menggunakan Metode AHP

Analisis Prioritas Program Pengembangan Kawasan "Pulau Penawar Rindu" (Kecamatan Belakang Padang) Sebagai Kecamatan Terdepan di Kota Batam Dengan Menggunakan Metode AHP

Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, dengan luas wilayah perairannya lebih besar daripada wilayah daratan. Pulau-pulau tersebut tersebar di seluruh wilayah NKRI. Terdapat lima pulau besar dengan ribuan pulau-pulau kecil yang tersebar diantaranya. Kawasan perbatasan termasuk pulau-pulau kecil yang letaknya berada di depan dan berhadapan langsung dengan negara tetangga perlu diperhatikan bersama dengan mempertimbangkan nilai strategis dalam menjaga integritas wilayah dan kedaulatan NKRI, selain itu juga agar terwujudnya pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. Pulau-pulau terdepan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga dan letaknya berdekatan, perlu dikembangkan dengan cermat dan tepat sesuai dengan potensi daerah dan letak strategisnya, karena selain untuk menjaga integritas wilayah dan kedaulatan negara, namun juga menjadi cerminan bangsa dan tolak ukur pembangunan nasional. Selain itu, pengembangan dan pembangunan yang dilakukan pada pulau-pulau tersebut juga dapat memberdayakan potensi sumberdaya yang ada dengan pengelolaan yang baik bagi kesejahteraan masyarakat, serta dapat meningkatkan pendapatan daerah (Sharif Cicip Sutardjo).
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

bab4 permasalahan dan isu strategis

bab4 permasalahan dan isu strategis

Beberapa faktor eksternal yang menjadi ancaman dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau antara lain: sebanyak 19 Pulau Terdepan di Provinsi Kepri (Karimun 2, Batam 4, Bintan 1, Natuna 7, Anambas 5), yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadi tantangan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jarak tempuh antar kab/kota dan jarak tempuh antar kecamatan yang cukup lama juga menjadi tantangan untuk penyediaan sarana dan prasarana perhubungan laut untuk mempercepat waktu tempuh. Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadikan persaingan produk dengan negara lain semakin besar, menjadi tantangan dalam peningkatan standarisasi, mutu produk-produk daerah dan menjadi acaman pula terhadap kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

permasalahan dan isu strategis

permasalahan dan isu strategis

Beberapa faktor eksternal yang menjadi tantangan dalam pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau antara lain: sebanyak 19 Pulau Terdepan di Provinsi Kepri (Karimun 2, Batam 4, Bintan 1, Natuna 7, Anambas 5), yang Berbatasan langsung dengan Negara Tetangga menjadi tantangan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jarak Tempuh Antar Kab/Kota dan jarak tempuh antar kecamatan yang cukup lama juga menjadi tantangan untuk penyediaan sarana dan prasarana perhubungan laut untuk mempercepat waktu tempuh. Jumlah penduduk semakin bertambah, menjadi tantangan dalam penyediaan infrastruktur dan pemanfaatan ruang, serta penyediaan lapangan kerja. Persaingan antar daerah dalam menarik investasi dan promosi daerah semakin besar, menjadi tantangan bagi Provinsi Kepulauan Riau dalam menarik investasi guna meningkatkan lapangan kerja. Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean menjadikan persaingan produk dengan negara lain semakin besar, menjadi tantangan dalam peningkatan standarisasi, mutu dan keahlian tenaga kerja.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

TELECONFERENCE DENGAN MASYARAKAT YANG BERADA DI PULAU PULAU TERPENCIL DAN TERDEPAN

TELECONFERENCE DENGAN MASYARAKAT YANG BERADA DI PULAU PULAU TERPENCIL DAN TERDEPAN

Terima kasih. Bismillahirahmaannirrahiim. Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Sebelum saya menyapa Bapak Nazar, Wakil Gubernur Aceh, dan para tokoh masyarakat yang ada di Pulau Beureuh, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Aceh, dan para pimpinan daerah yang ada di Sulawesi Utara dan di Sulawesi Selatan. Ini hari yang membahagiakan bagi kita, besok kita akan memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan negara kita. Pada hari yang bersejarah ini, tentu kami ingin juga menyapa, ikut berbagi rasa kebahagiaan dengan saudara-saudara di seluruh tanah air, termasuk yang berada di pulau-pulau terdepan. Saya didampingi oleh Ketua Mahkamah Agung, para menteri, Ibu Negara, dan para pejabat yang ada di Jakarta, yang ingin mendengar langsung, ingin berkomunikasi dengan saudara- saudara yang bertugas, yang mengabdi di pulau-pulau terdepan. Saya persilahkan dari Aceh untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan kepada kami semua yang berada di Jakarta. Saya persilahkan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PULAU PULAU KECIL TERLUAR GU

PENGELOLAAN PULAU PULAU KECIL TERLUAR GU

Kemudian untuk gelar pertahanan, data dari Lanal Batam menyebutkan bahwa di Pulau Nipa sudah berdiri Posal yang terletak di sebelah utara menghadap langsung ke selat Singapura dan Singapura. Dari sisi lokasi Posal, perlu dipertimbangkan dan diperhatikan bahwa ancaman bukan hanya dari sisi utara, tapi juga dari sisi selatan di Selat Philip yang menjadi jalur kapal dari barat (Selat Malaka) menuju Singapura. Kemudian dari sisi personil, Posal Pulau Nipa didukung dengan 14 personil, akan tetapi satgas marinir yang ada sudah tidak ditempatkan di Pulau Nipa lagi dan justru ditempatkan di Kota Batam. Padahal, merujuk pada strategisnya Pulau Nipa sebagai satu di antara 12 Pulau Kecil Terluar yang perlu mendapatkan perhatian serius (PP Nomor 37 Tahun 2008), seharusnya Pulau Nipa diprioritaskan untuk dijadikan tempat gelar kekuatan satgas seperti Marinir, Taipib, maupun Raider untuk pengamanan PPKT tersebut.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

ringkasan - KAJIAN BIO-EKOLOGI KIMA (Tridacnidae) DAN TEKNOLOGI BUDIDAYANYA DI PERAIRAN SUMATERA BARAT.

ringkasan - KAJIAN BIO-EKOLOGI KIMA (Tridacnidae) DAN TEKNOLOGI BUDIDAYANYA DI PERAIRAN SUMATERA BARAT.

Hasil pengukuran kualitas perairan pada daerah studi di Pulau Pieh, Pulau Pasumpahan, Pulau Sikuai dan Pulau Setan masih dalam taraf toleransi hidup yang baik bagi kima. Parameter yang diukur adalah: suhu, kecerahan, kedalaman, substrat, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), kabrodioksida bebas, BOD, fosfat dan nitrat.

1 Baca lebih lajut

The Economic Assessment and Carrying Capacity of Pari Island Marine Tourism in Thousand Islands of DKI Jakarta Province

The Economic Assessment and Carrying Capacity of Pari Island Marine Tourism in Thousand Islands of DKI Jakarta Province

luas terumbu mencapai 172,4 ha. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh Whouthuyzen et al. (2008) pada masing-masing stasiun menunjukkan bahwa status terumbu karang berada dalam kategori sedang dan baik. Terumbu pada sisi selatan-timur gugus Pulau Pari cenderung berada pada kondisi yang lebih baik dibanding sisi utara-baratnya. Kondisi terumbu karang di sisi utara barat digambarkan di dua pulau yakni Pulau Kudus dan Pulau Tikus. Rataan terumbu di Pulau Kudus memiliki jarak pendek dengan jarak dari pantai kurang lebih 300 meter, didominisi oleh dasar berpasir dan patahan karang mati dengan ditumbuhi lamun dan makro algae. Lereng terumbu cukup landai dengan kedalaman mencapai 15-20 meter. Koloni karang mulai ditemukan pada daerah belakang tubir dan semakin berkembang pada tubir dan lereng terumbu sampai kedalaman 10 meter. Total tutupan karang hidup di Pulau Kudus mencapai 41 persen sehingga berada dalam kondisi sedang dengan tutupan tertinggi didominasi oleh jenis non Acropora. Sementara itu di Pulau Tikus, rataan terumbu cukup luas dengan panjang mencapai kurang lebih 700-800 meter dari pantai dengan dasar berpasir dan subtrat keras dari karang mati. Terdapat cekungan laut antara pulau dengan rataan terumbu luar (goba) dengan kedalaman 10-15 meter. Tubir dan lereng terumbu sangat jelas, dangkal dan landai dengan kedalaman mencapai 20 meter. Kondisi terumbu karang di perairan Pulau Tikus berada dalam kondisi sedang dengan total tutupan karang hidup mencapai 32 persen yang didominasi oleh jenis non Acropora.
Baca lebih lanjut

304 Baca lebih lajut

PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM DAN PENGEMB

PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM DAN PENGEMB

Keberadaan UIN memang tidak semua pulau ada, akan tetapi dilihat dari pulau besar yang belum memiliki UIN ada 2 pulau, yaitu: Pulau Kalimantan dan Pulau Papua. Namun hal ini tetap memungkinkan pengembangan budaya lokal di setiap pulau tersebut. Pengembangan Budaya Melayu berfokus di UIN Suska sedangkan Pengembangan budaya Aceh dikembangkan oleh UIN Ar Raniri. Pulau Jawa mengembangkan budaya lokal yang paling dekat, seperti UIN Malang harus berbeda pengembangan budaya-nya dibandingkan dengan UIN Surabaya. Budaya yang sama di satu pulau pada UIN/IAIN/STAIN harus berbeda sehingga terbangun pusat unggulannya di masing-masing PTAI. Lebih menyebar lembaga PTAI ketika dilihat dari bentuk IAIN. Berikut gambarannya:
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

LANDAS KONTINEN DALAM REZIM NEGARA KEPUL

LANDAS KONTINEN DALAM REZIM NEGARA KEPUL

Laut adalah kumpulan air asin yang sangat banyak dan luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua dengan benua lainnya dan suatu pulau dengan pulau lainnya. Laut menjadi sangat penting karena mempunyai berbagai fungsi, antara lain sebagai sumber makanan bagi umat manusia, sumber kekayaan alam, sebagai saranakepelabuhanan, sebagai sarana melakukan penelitian ilmiah kelautan, sebagai sarana untuk mrmbuang limbah, sebagai sarana dan lalu lintas kapal dan transportasi termasuk menjadi jalan raya perdagangan, sebagai tempat pertempuran dan menundukkan lawan, sebagai tempat rekreasi atau bersenang-senang dan sebagai alat pemisah dan pemersatu bangsa. 1 Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan di abad dua
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

TUGAS 2 | PANTAI DERAWAN NAN INDAH

TUGAS 2 | PANTAI DERAWAN NAN INDAH

Terumbu karang di Kepulauan Derawan tersebar luas pada seluruh pulau dan gosong yang ada di Kepulauan Derawan. Gosong-gosong yang ada di kepulauan ini diantaranya Gosong Pulau Panjang, Gosong Masimbung, Gosong Buliulin, Gosong Pinaka, Gosong Tababinga dan Gosong Muaras. Tipe terumbu karang di Kepulauan Derawan terdiri dari karang tepi, karang penghalang dan atol. Atol inilah yang telah terbentuk menjadi pulau dan terbentuk menjadi danau air asin. "Survei Manta Tow 2003" menunjukkan tutupan rata-rata terumbu karang di Pulau Panjang adalah 24,25% untuk karang keras dan 34,88 untuk karang hidup. Terumbu karang di Pulau Derawan memiliki tutupan rata-rata karang karang keras 17,41% dan tutupan karang hidup 27,78%. Dengan jumlah spesies 460 sampai 470 menunjukkan bahwa ini menjadi kekayaan biodiversitas nomor dua setelah Kepulauan Raja Ampat.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

memperkuat penyedia layanan hiv dan aids lini terdepan frontline service melalui perencanaan terpadu

memperkuat penyedia layanan hiv dan aids lini terdepan frontline service melalui perencanaan terpadu

Jika kerja sama dalam perencanaan dilakukan di tingkat lapangan, maka OMS dan Puskesmas perlu memiliki kewenangan administratif untuk menentukan dan memobilisasi sumber daya yang dimilikinya. Hal ini akan semakin rumit jika kerja sama tersebut melibatkan rumah sakit daerah sebagai layanan rujukan di tingkat kabupaten dan kota, mengingat rumah sakit merupakan lembaga otonom di bawah kepala daerah yang sejajar dengan Dinas Kesehatan. Terlepas dari kerumitan tersebut, perlu disadari dan diyakini bahwa integrasi layanan HIV dan AIDS pada lini terdepan dibutuhkan guna memfasilitasi pelayanan kepada klien atau pasien secara lebih efektif dan efisien yang akan dikembangkan sebagai suatu model penyediaan layanan secara umum 23 . Selanjutnya, prinsip integrasi ini menuntut adanya kepemimpinan dan dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota dan rumah sakit daerah, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri serta mitra pembangunan internasional yang
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

S TB 1104148 Table of content

S TB 1104148 Table of content

13 Proyeksi Jarak Penonton Dengan Layar Dari Kursi Terdepan Error!. Bookmark not defined.[r]

12 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Kewenagan Menangkap dan Mengadil Bajak Laut di Wilayah Jurisdiksi Indonesia Berdasarkan Hukum Internasional

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Kewenagan Menangkap dan Mengadil Bajak Laut di Wilayah Jurisdiksi Indonesia Berdasarkan Hukum Internasional

Indonesia yang tergolong sebagai bangsa pelaut yang ulung yang telah mengarungi lautan yang luas. Para pelaut ini berlayar antar pulau dengan tujuan ekonomis-perdagangan maupun social budaya. Mereka bertemu dan berinterkasi di tengah laut dengan penuh kerukunan dan kedamaian. Nenek moyang bangsa Indonesia tidak memandang laut sebagai pemisah, justru sebagai pemersatu seluruh kepulauan Nusantara termasuk daratan dan tanah di bawahnya dari pulau- pulau ataupun ruang udara di atas laut serta daratan tersebut. 22

18 Baca lebih lajut

sd5pkn MenjadiWNYgBaik PrayogaBestari

sd5pkn MenjadiWNYgBaik PrayogaBestari

Apa yang dianggap biasa oleh satu suku bangsa, mungkin merupakan hal yang luar biasa bagi suku bangsa lain. Ada yang nada bicaranya lembut, ada juga yang nada bicaranya lebih kasar. Ada yang murah senyum, ada pula yang jarang tersenyum. Orang Jawa berbeda dengan orang Papua. Orang Maluku berbeda dengan orang Sumatra. Begitu pula dengan orang-orang di pulau lain. Budaya masyarakat yang hidup di sekitar hutan pegunungan berbeda dengan penduduk pesisir. Di antara mereka terdapat perbedaan yang besar. Pakaian, makanan, kesenian, dan pekerjaannya pun berbeda. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Semuanya setara dan memiliki nilai-nilai kebudayaan yang luhur.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Keanekaragaman semut di Kepulauan Seribu, Indonesia

Keanekaragaman semut di Kepulauan Seribu, Indonesia

Jenis penggunaan lahan dari 18 pulau di Kepulauan Seribu disajikan dalam gambar peta penggunaan lahan (Gambar 4 – 9). Jenis penggunaan lahan tiap pulau adalah berdasarkan peta rupabumi Kepulauan Seribu (Bakosurtanal 1999), sehingga tidak menggambarkan kondisi sebenarnya pada saat penelitian dilakukan. Walaupun demikian berdasarkan pengamatan secara visual di lapangan yang dilakukan (ground check) terdapat kesamaan jenis habitat di dalamnya, sedangkan luas tiap patch habitat berbeda. Jenis penggunaan lahan tiap pulau juga didiskripsikan berdasarkan kelas penggunaan lahan yaitu I - IV (Tabel 1). Perbedaan jenis penggunaan lahan adalah berdasarkan keberadaan rumah, hutan dan gangguan manusia di pulau tersebut. Pulau yang masuk dalam kelas I, seperti Pulau Rambut dan Pulau Bokor (Tabel 1), merupakan pulau dengan jenis penggunaan lahan hanya terdiri atas hutan dan dengan intensitas gangguan manusia rendah. Pulau Onrust dan Pulau Lancang Besar termasuk ke dalam kelas IV (Tabel 1) karena kedua pulau tersebut hanya terdiri atas perumahan dan dengan intensitas gangguan manusia tinggi. Pulau Onrust sering dikunjungi manusia karena merupakan daerah tempat wisata. Sedangkan Pulau Lancang Besar, merupakan pulau yang padat penduduknya sehingga gangguan habitat yang ada di pulau tersebut sangat tinggi. Informasi intensitas gangguan manusia berguna untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi gangguan habitat pada masing-masing pulau di Kepulauan Seribu.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Tugas Review Konservasi Laut UNDANG UNDA

Tugas Review Konservasi Laut UNDANG UNDA

19. Konservasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil adalah upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil serta ekosistemnya untuk menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan Sumber Daya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya.

6 Baca lebih lajut

LAMPIRAN A Terjemahan Skala PVQ

LAMPIRAN A Terjemahan Skala PVQ

Penting bagi saya untuk menjadi yang terdepan dan berjuang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain.. Hal Penting bagi saya untuk melakukan..[r]

56 Baca lebih lajut

Soal-Soal UKK Semester 2 Kelas 5 SD MI Tahun Pelajaran 2016 2017 PKn kelas 5

Soal-Soal UKK Semester 2 Kelas 5 SD MI Tahun Pelajaran 2016 2017 PKn kelas 5

Negara Indonesia membentang dari Pulau Sabang sampai Pulau Merauke.. Pulau Sabang terletak di.[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 5276 documents...