Range Of Motion (ROM) Aktif

Top PDF Range Of Motion (ROM) Aktif:

PENGARUH RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PENDERITA STROKE NON HEMORAGIK (Studi di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah Jombang) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

PENGARUH RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PENDERITA STROKE NON HEMORAGIK (Studi di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Umum Daerah Jombang) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

Terapi dibutuhkan segera untuk mengurangi kelemahan otot lanjut, program rehabilitasi yang bisa diberikan untuk pasien stroke non hemoragik yaitu mobilisasi persendian dengan latihan range of motion (rom) aktif. Range of motion (ROM) merupakan latihan yang dilakukan untuk memperbaiki kemampuan pergerakkan pada sendi secara normal atau meningkatkan massa otot serta tonus otot. Latihan ROM aktif secara dini dapat meningkatkan kekuatan otot, apabila tidak segera ditangani maka akan terjadi kelemahan otot secara permanen (Potter & Perry, 2009).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

 Pengaruh Latihan Range of Motion Rom Aktif Terhadap Perubahan Rentang Gerak Sendi Pada Penderita Stroke

Pengaruh Latihan Range of Motion Rom Aktif Terhadap Perubahan Rentang Gerak Sendi Pada Penderita Stroke

Stroke secara umum dapat menyebabkan ketidakmampuan dan menjadi permasalahan di dunia. Kontraktur adalah komplikasi yang dapat timbul pada penderita stroke. Latihan ROM adalah salah satu program rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan range of motion aktif terhadap peningkatan rentang gerak sendi siku pada pasien stroke. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Experiment dengan jenis rancangan One Group Pretest-Posttest. Analisa data menggunakan test ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bahwa rata-rata kemampuan rentang gerak sendi siku sebelum dilakukan latihan range of motion aktif, yaitu fleksi sebesar 125.27 derajat dan ekstensi sebesar 28.27 derajat . Rata- rata kemampuan rentang gerak sendi siku setelah latihan range of motion aktif, yaitu fleksi sebesar 136.67 derajat dan ekstensi sebesar 8.47 derajat. Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan range of motion aktif terhadap peningkatan rentang gerak sendi siku pada pasien stroke. Penelitian ini disarankan untuk * Multaqib adalah Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION AKTIF TERHADAP KELENTUKAN SENDI EKTREMITAS BAWAH DAN GERAK MOTORIK PADA LANSIA DI UNIT PELAYANAN SOSIAL WENING WARDOYO UNGARAN

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION AKTIF TERHADAP KELENTUKAN SENDI EKTREMITAS BAWAH DAN GERAK MOTORIK PADA LANSIA DI UNIT PELAYANAN SOSIAL WENING WARDOYO UNGARAN

Kelentukan sendi adalah kemampuan sendi untuk melakukan gerakan dalam ruang gerak sendi secara maksimal. Kelentukan sendi berkaitan dan berhubungan dengan bentuk persendian itu sendiri, otot, tendon dan ligamenta di sekeliling persendian. Kelentukan sendi yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu kelentukan sendi panggul (fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi) dan sendi lutut (fleksi) pada lansia. Sendi panggul dan sendi lutut merupakan salah satu komponen penting dalam anggota gerak motorik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dalam hal ini kelentukan sendi pada lansia mengalami penurunan maka diperlukan suatu latihan, seperti latihan range of motion aktif dengan tujuan untuk memperbaiki kelentukan sendi lansia tersebut
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

 FRAKTUR JURNAL SISTEM INTEGUMEN KEPERAWATAN

FRAKTUR JURNAL SISTEM INTEGUMEN KEPERAWATAN

Latar Belakang : Fraktur merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan kecacatan pada anggota gerak tubuh yang mengalami fraktur. Pasien post operasi fraktur di Rumah Sakit, sering mengalami keterlambatan dalam melakukan pergerakan yaitu terjadi kelemahan otot. Latihan rentang gerak yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot post operasi fraktur di Rumah Sakit adalah dengan latihan Range of Motion (ROM). Tujuan; Mengetahui pengaruh latihan Range of Motion (ROM) aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi. Metode; Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimen Design dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian 30 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, skala kekuatan otot deskriptif dan lembar panduan untuk melakukan latihan ROM aktif. Penelitian ini menggunakan analisa univariate dan bivariate. Pada analisa bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan Range of Motion (ROM) aktif ini mampu dilakukan oleh seluruh responden (100%), sebagian besar kekuatan otot pasien post operasi fraktur humerus sebelum diberi latihan ROM aktif adalah skala kekuatan otot 0 atau paralisis total atau tidak ada kontraksi otot dan setelah diberikan latihan ROM aktif sebanyak 9 kali menjadi skala kekuatan otot 2 atau kategori buruk atau kontraksi otot yang cukup kuat menggerakkan sendi tetapi hanya dapat dilakukan bila pengaruh dari gaya gravitasi dihilangkan. Dari hasil analisa bivariate diperoleh nilai z hitung sebesar 4,940 dengan angka signifikan (p) 0,000. Berdasarkan hasil tersebut diketahui z hitung (4,940) > z tabel (1,96) dan angka signifikan (p) < 0,05 sehingga ada pengaruh signifikan latihan ROM aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi. Kesimpulan; Ada pengaruh signifikan pada latihan range of motion (ROM) aktif terhadap kekuatan otot pada pasien post operasi fraktur humerus di RSUD Dr. Moewardi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION AKTIF TERHADAP PENINGKATAN RENTANG GERAK SENDI  Pengaruh Latihan Range Of Motion Aktif Terhadap Peningkatan Rentang Gerak Sendi Dan Kekuatan Otot Kaki Pada Lansia Di Panti Wreda Dharma Bakti Surakarta.

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION AKTIF TERHADAP PENINGKATAN RENTANG GERAK SENDI Pengaruh Latihan Range Of Motion Aktif Terhadap Peningkatan Rentang Gerak Sendi Dan Kekuatan Otot Kaki Pada Lansia Di Panti Wreda Dharma Bakti Surakarta.

Latihan Range Of Motion aktif terbukti tidak hanya meningkatkan kekutan otot tetapi juga dapat mempertahankan kekuatan otot. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunujukkan bahwa pada post test kelompok kontrol mengalami penurunan kekuatan otot dari good menjadi fair. Otot-otot volunter akan kehilangan tonus dan kekuatannya jika tidak digunakan. Latihan ROM aktif yang dilakukan secara intensif dapat untuk mempertahankan tonus & fungsi otot, serta mencegah disabilitas sendi (Hickey, 2003 dalam Astrid, Nurachmah, dan Budiharto 2011).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION AKTIF TERHADAP PENINGKATAN RENTANG GERAK SENDI  Pengaruh Latihan Range Of Motion Aktif Terhadap Peningkatan Rentang Gerak Sendi Dan Kekuatan Otot Kaki Pada Lansia Di Panti Wreda Dharma Bakti Surakarta.

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION AKTIF TERHADAP PENINGKATAN RENTANG GERAK SENDI Pengaruh Latihan Range Of Motion Aktif Terhadap Peningkatan Rentang Gerak Sendi Dan Kekuatan Otot Kaki Pada Lansia Di Panti Wreda Dharma Bakti Surakarta.

kekuatan otot pada kelompok perlakuan. Kekuatan otot lutut dan ankle meningkat dari good menjadi normal. Maka disimpulkan ada pengaruh latihan ROM aktif terhadap peningkatan rentang gerak dan kekuatan otot kaki pada lanjut usia di Panti Wreda Dharma Bakti Surakarta.

18 Baca lebih lajut

Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Tindakan Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUP Haji Adam Malik Medan

Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Tindakan Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUP Haji Adam Malik Medan

Sulastri dan Judha (2009) menyatakan bahwa, belum ada perawat yang sepenuhnya mengimplementasikan ROM aktif dan pasif pada pasien post operasi fraktur femur. Peran perawat sangat penting dalam perawatan pasien pre dan post operasi terutama dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Mengingat banyaknya masalah yang dialami akibat yang ditimbulkan, maka perlu adanya perawatan dan support sistem yang intensif, serta tindakan yang komprehensif melalui proses asuhan keperawatan, sehingga diharapkan masalah yang ada dapat teratasi dan komplikasi yang mungkin terjadi dapat dihindari secara dini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MASASE FRIRAGE TERHADAP PERUBAHAN RANGE OF MOTION (ROM) CEDERA BAHU PADA PEMAIN TIM UKM SOFTBALL UNNES

PENGARUH MASASE FRIRAGE TERHADAP PERUBAHAN RANGE OF MOTION (ROM) CEDERA BAHU PADA PEMAIN TIM UKM SOFTBALL UNNES

Range of motion atau rentang gerak sendi yaitu mengacu pada kisaran diukur dalam derajat lingkaran dimana tulang-tulang sendi dapat digerakan (Tortora, 2011:305). Range of motion (ROM) atau luas gerak sendi (LGS) adalah luas lingkup gerakan sendi yang mampu dicapai/dilakukan oleh sendi (Bambang Trisnowiyanto, 2012:34). ROM juga digunakan sebagai dasar untuk menetapkan adanya kelainan atau untuk menyatakan batas gerakan sendi yang abnormal (Zairin Noor Helmi, 2012:56) . Menurut Hall, et al (2007:247) sendi yang normal memungkinkan rentang gerakan yang bertujuan untuk memudahkan pergeseran dari satu posisi ke posisi lain. Sendi-sendi tersebut memiliki rentang gerakan aktif dan pasif (ROM).
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 - Efektivitas Latihan Range Of Motion (ROM) Bahu terhadap Peningkatan ROM pada Pasien Post Mastektomi di RSUP H. Adam Malik Medan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 - Efektivitas Latihan Range Of Motion (ROM) Bahu terhadap Peningkatan ROM pada Pasien Post Mastektomi di RSUP H. Adam Malik Medan

Fungsi bahu berkurang setelah menjalani operasi terjadi karena gangguan pada saat pemulihan fungsi lengan yang dioperasi sehingga bisa mempengaruhi kualitas hidup seorang penderita kanker payudara. Untuk mencegah hilangnya fungsi lengan dan mencapai cepat kembali ke kehidupan sosial yang aktif setelah operasi kanker payudara, program rehabilitasi progresif diperlukan untuk mempertahankan fleksibilitas dan elastisitas otot-otot sekitar sendi bahu yang dioperasi ( Box, et al 2002 dalam Yan, et al 2005).

Baca lebih lajut

Pengaruh Free Active Exercaise terhadap Peningkatan Range of Motion (ROM) Sendi Lutut Wanita Lanjut Usia

Pengaruh Free Active Exercaise terhadap Peningkatan Range of Motion (ROM) Sendi Lutut Wanita Lanjut Usia

Free Active Exercise (FAE) adalah latihan menggerakkan setiap persendian dengan maksimal dan bebas tanpa menyebabkan rasa nyeri (Ellis, 1996). Latihan meningkatkan ROM dibedakan menjadi tiga, yaitu FAE, pasif exercise dan aktif dengan bantuan (active- assistive). FAE merupakan sebuah gerak sadar manusia, yang dipengaruhi oleh sistem saraf pusat dan perifer, neuromuskular junction dan serabut otot. Inisiasi gerakan pada area kortek motorik yang berkoordinasi dengan bagian otak yang lain da akan diteruskan oleh serabut syaraf hingga ke neuromuskular junktion, sehingga menimbulkan gerakan yang diinginkan. Pada lansia terjadi penurunan jumlah dan ukuran motor neuron medula spinalis, perubahan transmisi atau aliran akson, penurunan jumlah neuromusculer junktion, penurunan jumlah dan ukuran serabut otot (Smith et al., 1996).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Studi Observasional pada Lansia di Kecamatan Pedurungan Semarang The Correlation of Exercise and Range of Motion (ROM) on Elderly Knee

Studi Observasional pada Lansia di Kecamatan Pedurungan Semarang The Correlation of Exercise and Range of Motion (ROM) on Elderly Knee

Pendahuluan: Kemampuan muskuloskeletal sering terjadi pada proses menua sehingga dapat menurunkan aktivitas fisik dan latihan, juga akan menurunkan Range Of Motion (ROM). Untuk mempertahankan kenormalan ROM, sendi dan otot harus digerakkan secara teratur. Namun masih banyak lansia yang kurang aktif secara fisik. Dikarenakan kurangnya pengetahuan lansia, tidak memiliki waktu luang untuk melakukan aktivitas fisik dan kurangnya dukungan dari lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap ROM lutut pada lansia di Kecamatan Pedurungan,Semarang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Key words: flexion, extension, range of motion (ROM)

Key words: flexion, extension, range of motion (ROM)

ROM pasif dilakukan oleh team perawat sedangkan ROM aktif dikerjakan oleh responden tanpa bantuan peneliti. Latihan range of motion pasif adalah latihan yang membutuhkan bantuan perawat untuk menggerakkan setiap persendian pasien sehingga mencapai rentang gerak penuh dan meregangkan semua otot dari masing-masing sendi secara maksimal (Ellis & Bentz, 2005). Tujuan ROM pasif untuk mempertahankan kelenturan sendi tetapi tidak meningkatkan kekuatan otot dan mencegah demineralisasi tulang karena tidak terjadi kontraksi volunter otot, tekanan pada tulang dan pemanjangan masa otot, kekuatan otot 50% dan tujuan ROM aktif untuk meningkatkan kekuatan otot, mencegah demineralisasi tulang dan mempertahankan fungsi otot, kekuatan otot 75%, selain itu bertujuan untuk membantu proses pembelajaran motorik, setiap gerakan yang dilakukan yaitu secara perlahan dan anggota gerak yang mengalami kelumpuhan ikut aktif melakukan gerakan seoptimal mungkin dan sesuai kemampuan, sedangkan anggota gerak yang tidak mengalami kelemahan dapat membantu proses terbentuknya gerakan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN ROM RANGE OF MOTION PAS

PENGARUH LATIHAN ROM RANGE OF MOTION PAS

Menurut (Soekarno, 1995) jika seseorang yang mengalami hemiparase tidak diberikan latihan ROM pasif maka akan terjadi kontraktur, karena adanya atropi, kelemahan otot, tidak ada keseimbangan otot sehingga otot memendek karena adanya lengketan dari kapsul sendi dan pembengkakan sendi, adanya spastik dari otot dan rasa sakit pada sendi otot. Keadaan ini ternyata disebabkan oleh terjadi transport aktif kalsium dihambat sehingga kalsium dalam retikulum sarkoplasma meningkat. Kalsium dipompa dari retikulum dan berdisfusi kelepuh-kelepuh kemudian kalsium disimpan dalam retikulum. Apabila konsentrasi kalsium diluar retikulum sarkoplasma meningkat maka intraksi antara aktin dan miosin akan berhenti dan otot melemah sehingga terjadi kontraktur dan fungsi otot skeletal menurun (Susan, 1996).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION ROM TER

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION ROM TER

Berdasarkan penelitian oleh Herin Mawarti dan Farid mengenai Pengaruh Latihan ROM (Range Of Motion) pasif terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke pada tahun 2013, terbukti adanya pengaruh yang signifikan dari Latihan ROM pasif terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke (Mawarti & Farid , 2013).

Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Keluarga tentang Range of Motion Exercises (ROM) pada Pasien Stroke di Ruang Saraf Kemuning Lantai 5 RSHS Bandung.

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Keluarga tentang Range of Motion Exercises (ROM) pada Pasien Stroke di Ruang Saraf Kemuning Lantai 5 RSHS Bandung.

The results showed that 86.7% respondents were include in the category of lack of knowledge and 13.3% respondents were include in the category of fairly of knowledge. As for the attitude of the family with the category doesn’t support (53.3%) and support (46.7%) to the ROM.

Baca lebih lajut

KARYA TULIS ILMIAH Kekuatan Otot Pada Pasien dengan Post Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Medokan Ayu

KARYA TULIS ILMIAH Kekuatan Otot Pada Pasien dengan Post Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Medokan Ayu

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmad dan Hidayah-Nya sehingga penyusunan KTI ini dapat terselesaikan. KTI ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir Program Studi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan judul penelitian “ Studi kasus pemberiam ROM (Range Of Motion) terhadap kekuatan otot pada pasien dengan post stroke diwilayah kerja puskesmas Medokan Ayu “ .

Baca lebih lajut

Pengaruh Range Of Motion ROM terhadap ke

Pengaruh Range Of Motion ROM terhadap ke

hanya menggunakan nomor responden sebagai gantinya. Pasien dan keluarga telah diberikan informasi tentang tujuan pelaksanaan penelitian, manfaat dan harapan peneliti terhadap responden dan seluruh pasien yang menjadi responden menandatangani lembar persetujuan menjadi subyek penelitian. Peneliti juga memastikan bahwa selama penelitian berlangsung, responden bebas dari rasa tidak nyaman dan sebelum dilakukan latihan ROM, responden terlebih dahulu diobservasi keadaan umum responden dan pengukuran tanda-tanda vital. Dalam melaksanakan penelitian, peneliti telah mengajukan uji etik dari Komite Etik penelitian keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadyah Jakarta, dalam upaya melindungi hak asasi dan kesejahteraan responden yang dibuktikan dalam bentuk surat keterangan lolos uji etik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Tindakan Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUP Haji Adam Malik Medan

Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Tindakan Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUP Haji Adam Malik Medan

Tingginya angka kejadian fraktur pada masyarakat membutuhkan penanganan yang dilakukan secara intensif. Masalah yang terjadi apabila penanganan tidak dilakukan salah satunya ialah terjadinya kekakuan dan kelemahan pada sendi. Intervensi keperawatan post operasi fraktur yang dapat dilakukan adalah mobilisasi dini secara bertahap dapat dimulai dari latihan range of motion (ROM). Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran kepatuhan perawat dalam melakukan tindakan range of motion (ROM) pada pasien post operasi fraktur. Desain penelitian merupakan deskriptif dengan jumlah sample 20 orang perawat, menggunakan teknik purposive sampling. Teknik penggumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil pengolahan data di sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat kepatuhan perawat adalah patuh (11, 55%) dan tidak patuh (9, 45%) sedangkan patuh secara lengkap (6, 30%) dan patuh tidak lengkap (5,25%). Berdasarkan hasil penelitian, maka perawat di ruangan RB3 RSUP. H. Adam Malik Medan dapat dikatakan patuh. Kesimpulan adalah kepatuhan perawat dalam melakukan tindakan range of motion (ROM) pada pasien post operasi fraktur mempengaruhi tingkat kesembuhan pasien, semakin patuh perawat melaksanakan asuhan pada pasien post operasi dengan memberikan tindakan ROM terhadap pasien akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan mempercepat proses penyembuhan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Tindakan Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUP Haji Adam Malik Medan

Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Tindakan Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUP Haji Adam Malik Medan

Saya adalah mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Medan, ingin melakukan penelitian di RSUP H. Adam Malik Medan dengan tujuan untuk mengetahui Kepatuhan Perawat dalam Melakukan Tindakan Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Post Operasi Fraktur.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...