Rangkaian Penerima (Receiver)

Top PDF Rangkaian Penerima (Receiver):

RANCANG BANGUN PROTOTIPE RANGKAIAN PENERIMA SISTEM DAYA TANPA KABEL  Rancang Bangun Prototipe Rangkaian Penerima Sistem Daya Tanpa Kabel.

RANCANG BANGUN PROTOTIPE RANGKAIAN PENERIMA SISTEM DAYA TANPA KABEL Rancang Bangun Prototipe Rangkaian Penerima Sistem Daya Tanpa Kabel.

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat prototipe rangkaian penerima sistem transfer daya listrik tanpa kabel. Metode yang digunakan pada penelitian ini antara lain studi literatur, pengumpulan data, perancangan alat, pembuatan alat, selanjutnya pengujian menggunakan suplai daya 16 volt DC/5 Ampere. Lilitan pemancar menggunakan pipa tembaga dengan luas penampang 28,26 mm². Sedangkan pada penerima led kecil menggunakan kabel tembaga 1,5mm² kemudian dibandingkan dengan penerima led 1 watt menggunakan kabel tembaga 1,5 mm² dan penerima led 3 watt menggunakan kabel tembaga 2,5mm² pada jarak 1-21 cm.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Alat Pengirim Suara Berbasis Radio Frekuensi Di Dalam Air T0 562010008 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Alat Pengirim Suara Berbasis Radio Frekuensi Di Dalam Air T0 562010008 BAB IV

Pengujian ini dilakukan terhadap rangkaian pemancar (transmitter) dan penerima (receiver) yang sudah jadi. Pada pengujian yang paling awal dilakukan hanya untuk melihat apakah rangkaian dapat bekerja atau tidak. Pengujian ini mengunakan daya batrei 9 volt agar komponen tidak kelebihan tegangan dan terbakar. Agar dapat mengetahui apakah rangkaian penerima (receiver) menyala dan bekerja, digunakan lampu led hijau yang akan menyala terang apabila rangkaian penerima (receiver) mendapat gelombang yang bersih dan jernih , sebaliknya jika rangkaian penerima (receiver) tidak mendapat gelombang yang baik maka led akan menyala redup.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STUDI PEMAHAMAN BLOK RANGKAIAN PENERIMA PADA TELEVISI TRAINER | Amir | MEKTEK 498 1743 1 PB

STUDI PEMAHAMAN BLOK RANGKAIAN PENERIMA PADA TELEVISI TRAINER | Amir | MEKTEK 498 1743 1 PB

Televisi trainer pada dasarnya merupakan pesawat penerima televisi yang sekaligus dapat di gunakan untuk mengetahui kerusakan yeang terjadi jika salah satu blok rangakaian dari televise tersebut tidak difungsikan, yaitu dengan melihat tampilanya pada monitor ,misalnya kerusakan yang terjadi pada rangkaian regulator, rangkaian video, rangkaian audio dan lain-lain.

13 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sensor Ultrasonik - Perancangan Monitoring Jarak Jauh Ketinggian air Pada Waduk Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis PC

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sensor Ultrasonik - Perancangan Monitoring Jarak Jauh Ketinggian air Pada Waduk Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis PC

Sensor ultrasonik adalah sensor yang bekerja memancarkan dan menerima gelombang dengan besar frekuensi diatas gelombang frekuensi suara yaitu lebih dari 20 KHz. Rangkaian sensor ultrasonik terdiri dari rangkaian pemancar ultrasonik yang disebut transmitter dan rangkaian penerima ultrasonik disebut dengan receiver. Sinyal ultrasonik yang dibangkitkan akan dipancarkan dari transmitter ultrasonik. Ketika sinyal mengenai benda penghalang maka sinyal ini dipantulkan dan diterima oleh receiver ultrasonik. Sinyal yang diterima oleh rangkaian receiver dikirimkan ke rangkaian mikrokontroler untuk selanjutnya diolah untuk menghitung jarak terhadap benda didepannya (bidang pantul). Sensor ultrasonik bekerja berdasarkan sistem kerja gelombang, dimana gelombang yang digunakan adalah gelombang suara. Waktu untuk pada saat gelombang suara itu dibangkitkan dan dipantulkan kembali oleh receiver akan membutuhkan waktu.Waktu itulah yang akan menjadi data untuk menghitung jarak yang akan kita ukur karena besaran kecepatan telah ada yaitu kecepatan suara. Dengan kata lain sensor ultrasonik bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PERANCANGAN MONITORING JARAK JAUH KETINGGIAN AIR PADA WADUK MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS PC

PERANCANGAN MONITORING JARAK JAUH KETINGGIAN AIR PADA WADUK MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS PC

3.7 Rangkaian Pemancar (Transmitter) RF Transceiver KYL 1020U 37 3.8 Rangkaian Penerima (Receiver) RF Transceiver KYL 1020U 39 3.9 Rangkaian lampu indikator 40 3.10 Rangkaian lengkap Penerima (Receiver RF Transceiver) 41 3.11 Rangkaian lengkap Pemancar (Transmitter RF Transceiver) 41

13 Baca lebih lajut

Perancangan Monitoring Jarak Jauh Ketinggian air  Pada Waduk Menggunakan Sensor Ultrasonik  Berbasis PC

Perancangan Monitoring Jarak Jauh Ketinggian air Pada Waduk Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis PC

Telah dirancang dan direalisasikan sistem monitoring jarak jauh ketinggian air pada waduk menggunakan sensor ultrasonik berbasis PC. Proses pengiriman data dilakukan dengan menggunakan modul RF (Radio Frequency) Transceiver KYL 1020U. Modul ini telah dilengkapi dengan sistem pemancar (transmitter) dan sistem penerima (receiver). Data yang dikirim adalah data hasil pendeteksian sensor ultrasonik yaitu untuk mengukur ketinggian air. Pengiriman data dari mikrokontroler ATmega 8535 ke rangkaian pemancar dilakukan secara Asynchoronous yaitu pengiriman data 8 bit yang berupa data ASCII. Setelah itu data yang diterima oleh rangkaian pemancar akan dikirimkan ke rangkaian penerima melalui media transmisi gelombang radio. Data yang diterima di bagian pemancar akan di modulasi digital, yaitu proses penumpangan data digital dengan gelombang pembawa sedangkan pada rangkaian penerima, data akan didemodulasi yaitu proses pemisahan data digital dengan gelombang pembawa supaya dapat dibaca di PC.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

ALAT PEMANTAU RUANGAN DENGAN KAMERA PEREKAM DAN SENSOR GERAK

ALAT PEMANTAU RUANGAN DENGAN KAMERA PEREKAM DAN SENSOR GERAK

Rangkaian pemancar akan mengirimkan sinyal infra merah ke rangkaian penerima. Dalam kondisi normal, maka sinyal infra merah dari rangkaian pemancar akan terus – menerus mengenai rangkaian penerima. Namun jika ada yang menghalangi, maka rangkaian penerima akan mengirimkan sinyal tertentu ke computer sebagai tanda bahwa ada orang yang menghalangi sensor. Komputer yang menerima sinyal akan mengaktipkan webcam untuk kemudian mulai merekam gambar yang ditangkap oleh webcam. Dengan demikian pemilik akan mengetahui orang yang memasuki ruangan tanpa izin tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Tranduser Ultrasonik Sebagai Pendeteksi Gerak Pada Sistem Keamanan Rumah | Qodir | Jurnal Semesta Teknika 913 2621 1 SM

Tranduser Ultrasonik Sebagai Pendeteksi Gerak Pada Sistem Keamanan Rumah | Qodir | Jurnal Semesta Teknika 913 2621 1 SM

Ruangan yang penuh barang-barang berharga memerlukan sistem keamanan elektronis yang bisa langsung dipantau.Transduser ultrasonik dapat menjadi alternatif solusi untuk mengamankan suatu ruangan yang butuh pengawasan secara otomatis. Transduser bisa dilengkapi buzzer atau sirane yang berbunyi sebagai alarm atau terkoneksi dengan telepon rumah, sehingga akan men-dial up telepon rumah jika ada seseorang yang tanpa ijin memasuki ruangan tersebut. Jadi, selama didalam ruangan tersebut tidak ada benda yang bergerak maka alarm tidak akan berfungsi. Hasilnya berupa jangkauan sistem yang dipengaruhi sudut antara pemancar dan penerima pada jarak pancar 1 sampai 9 meter, relai pada rangkaian penerima akan aktif (on) mulai sudut 80 0 keatas, sedangkan mulai dari jarak pancar 10 sampai 15 meter, sudut pengaktifan relai berkurang 10 0 setiap penambahan jarak pancar 1 meter, misalnya pada jarak pancar 10 meter sudut pengaktifan relainya mulai sudut 70 0 keatas, sedangkan pada jarak pancar 11 meter sudut pengaktifan relainya mulai sudut 60 0 keatas begitu seterusnya sampai dengan jarak pancar 15 meter
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMBUATAN ALAT PENGAMAN SEPEDA MOTOR DENGAN MEMANFAATKAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

PEMBUATAN ALAT PENGAMAN SEPEDA MOTOR DENGAN MEMANFAATKAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Pencurian sepeda motor merupakan suatu hal yang sering terjadi di sekitar kita. Untuk mengurangi tingkat pencurian tersebut, diperlukan suatu alat pengaman yang lebih canggih, salah satunya dengan memanfaatkan gelombang elektromagnet. Pada penelitian ini dilakukan suatu pengukuran dan analisis terhadap rangkaian pengirim dan rangkaian penerima. Dengan demikian akan dimodifikasi rangkaian tersebut menjadi suatu alat yang dapat digunakan sebagai pengaman sepeda motor. Dari penelitian tersebut diketahui besarnya frekuensi yang dihasilkan, yaitu sebesar 61253,49 Hz atau 61,25 MHz dan memiliki jangkauan pemancaran mencapai radius ±100 meter.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Dan Analisa Rangkaian Prototype Transfer Daya Listrik Tanpa Kabel.

Rancang Bangun Dan Analisa Rangkaian Prototype Transfer Daya Listrik Tanpa Kabel.

Dalam penelitian ini, penulis akan membuat rangkaian Prototype Transfer daya listrik tanpa kabel yang terdiri dari rangkaian pemancar dan penerima yang menggunakan prinsip resonansi magnet. Pada rangkaian pemancar berfungsi untuk mengubah energy DC menjadi enegi AC untuk mengirimkan medan magnet melalui frekuensi dan kemudian menginduksi lilitan penerima (Mung et al., 2015). Untuk mempermudah analisa pada pengujian penulis membuat frekuensi pada pamancar dan penerima dibuat sama dengan besar kapasitor yang sama karena frekuensi dapat mempengaruhi daya yang dipancarkan maupun yang diterima, besar nilainya di ambil dari referensi penelitian sebelumnya (Suksmadana, I. M. B. 1943). Selain itu penulis juga menganalisa dengan menggunakan besar lilitan yang sama dan berbeda pada rangkaian penerima serta membandingkan jarak yang berbeda-beda pada setiap pasang lilitan untuk menentukan jarak transfer daya listrik yang ideal pada setiap pasang lilitan tersebut. Karena setiap lilitan yang mempunyai panjang, besar penampang dan jumlah lilitan yang berbeda-beda mempunyai optimalisasi sendiri-sendiri (Fisika,P. 2014). Dengan pengujian ini dapat diketahui dengan masing- masing pasangan lilitan itu berapa daya yang dihasilkan pada jarak ideal tersebut. Sangat di sarankan sistem mempunyai kemampuan yang baik dalam beradaptasi dalam beban yang bervariasi dan mempunyai stabilitas frekuensi yang baik (Guo et al., 2015).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

SOAL MID ELEKTRO KLS 8 SMST 2 UTAMA

SOAL MID ELEKTRO KLS 8 SMST 2 UTAMA

Gambar yang terdapat pada skema rangkaian penerima radio AM merupakan simbol komponen …... Gambar disamping merupakan simbol komponen …..[r]

6 Baca lebih lajut

PEMBUATAN ALAT PENGAMAN SEPEDA MOTOR DENGAN MEMANFAATKAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

PEMBUATAN ALAT PENGAMAN SEPEDA MOTOR DENGAN MEMANFAATKAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Pencurian sepeda motor merupakan suatu hal yang sering terjadi di sekitar kita. Untuk mengurangi tingkat pencurian tersebut, diperlukan suatu alat pengaman yang lebih canggih, salah satunya dengan memanfaatkan gelombang elektromagnet. Pada penelitian ini dilakukan suatu pengukuran dan analisis terhadap rangkaian pengirim dan rangkaian penerima. Dengan demikian akan dimodifikasi rangkaian tersebut menjadi suatu alat yang dapat digunakan sebagai pengaman sepeda motor. Dari penelitian tersebut diketahui besarnya frekuensi yang dihasilkan, yaitu sebesar 61253,49 Hz atau 61,25 MHz dan memiliki jangkauan pemancaran mencapai radius ± 100 meter.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SISTEM PENGONTROLAN LAMPU PIJAR DENGAN MENGGUNAKAN INFRA MERAH.

SISTEM PENGONTROLAN LAMPU PIJAR DENGAN MENGGUNAKAN INFRA MERAH.

3. Pada rangkaian pemancar terdapat sensor infra merah yang telah dikemas dalam satu paket yang terdiri dari dua buah komponen elektronika yaitu dioda pemancar cahaya (LED) jenis infra merah yang menghasilkan radiasi dan phototransistor / LDR sebagai rangkaian penerima. Rangkaian penerima akan aktif jika pada rangkaian pemancar memancarkan cahaya oleh LED infra merah dengan jarak tertentu.

25 Baca lebih lajut

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Transfer Energi Nirkabel

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Transfer Energi Nirkabel

Secara umum, sistem elektromagnetik dengan frekuensi resonansi sama memiliki kelemahan dalam jarak tertentu. Dua sistem dengan frekuensi resonansi yang sama akan menghasilkan resonansi magnetik yang kuat dan membentuk sebuah sistem resonansi magnetik. Jika ada lebih dari dua penghasil resonansi dalam rentang yang masih efektif, mereka juga dapat bergabung dengan sistem resonansi magnetik ini. Satu resonator dapat dihubungkan dengan pasokan listrik terus-menerus untuk berperan sebagai sumber energi dan yang lainnya mengkonsumsi energi, sehingga sistem pengiriman energi ini dapat terwujud. Dengan kata lain, sistem ini dapat mengirimkan energi dari satu tempat ke tempat lain melalui medan magnet yang tidak terlihat (wireless), bukan dengan cara seperti biasa yang melalui kabel listrik yang dapat dilihat. (Sumber : Michael Octora.2010.Analisa dan Rancang Bangun Rangkaian Penerima Pada Sistem Transfer Daya Listrik Tanpa Kabel.FT Universitas Indonesia.hal : 16 -17)
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengendalian Ban Berjalan Pada Aplikasi Pengisian Botol Berbasis Mikrokomputer

Pengendalian Ban Berjalan Pada Aplikasi Pengisian Botol Berbasis Mikrokomputer

Rangkaian penerima menggunakan phototransistor untuk mendeteksi sinar infra merah yang dipancarkan rangkaian pemancar. Pada saat phototransistor tidak disinari sinar infra merah (dalam hal ini terhalang oleh botol) maka tidak ada arus basis pada phototransistor, sehingga pada saat tersebut phototransistor dalam keadaan off. Nilai tahanan antara kolektor dan emitor sangat besar.

35 Baca lebih lajut

Sensor Optik Sebagai Saklar Otomatis Dalam Pengisian Sampel Gula Kedalam Box Dengan Menggunakan Mikrokontroller AT89S52

Sensor Optik Sebagai Saklar Otomatis Dalam Pengisian Sampel Gula Kedalam Box Dengan Menggunakan Mikrokontroller AT89S52

Pengujian pada rangkaian sensor ini dapat dilakukan dengan cara menghubungkan rangkaian ini dengan sumber tegangan 5 volt, kemudian meletakkan potodioda dan infra merah secara berhadapan. Ketika diletakkan secara berhadapan, maka pancaran sinar infra merah akan mengenai potodioda, sehingga menyebabkan LED indikator pada rangkaian penerima akan menyala, dan tegangan output rangkaian sebesar 0,2 volt. Namun ketika antara infra merah dan potodioda diberi suatu penghalang (Box), yang menyebabkan pancaran infra merah tidak mengenai potodioda, hal ini menyebabkan LED indikator pada rangkaian penerima tidak menyala dan tegangan output dari rangkaian ini sebesar 4,8 volt.. Rangkaian pemancar infra merah tampak seperti gambar di bawah ini,
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

X. RANGKAIAN TERINTEGRASI (INTEGRATED CIRCUIT) - Rangkaian Terintegrasi

X. RANGKAIAN TERINTEGRASI (INTEGRATED CIRCUIT) - Rangkaian Terintegrasi

Akhirnya dengan semakin berkembangnya teknologi penumbuhan material maupun pabrikasi piranti elektronika, dengan dimensi yang makin kecil mampu menampung jumlam komponen per rangkaian semakin besar. Ukuran jumlah komponen per rangkaian ini kemudian dikenal kelompok SSI (small-scale integration), MSI (medium-scale integration), LSI (large-scale integration) dan akhirnya nanti sampai pada VLSI (very large-scale integration), secara grafis diperlihatkan pada gambar 10.2. Pada bab ini akan dibahas lebih dalam pengertian dasar rangkaian terintegrasi, bentuk elemen dalam rangkaian terintegrasi serta proses pabrikasi piranti ini.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

T1 612007036 BAB III

T1 612007036 BAB III

Cara kerja dari rangkaian saklar ini adalah saat dari mikrokontroler bernilai 1 atau high maka led pada optocoupler 4N35 menyala dan sisi penerima optocoupler juga akan aktif atau arus mengalir dari Vcc ke ground, sehingga pada kaki basis transistor terpicu tegangan sehingga transistor akan saturasi dan relay akan aktif dan catu daya akan aktif. Saat mikrokontroler bernilai 0 atau low maka led pada optocoupler tidak menyala dan sensor penerima tidak bekerja sehingga optocoupler akan tersambung dengan ground melalui R. Sehingga transistor tidak terpicu dengan tegangan maka transistor cutoff dan relay tidak aktif. Untai saklar ini dapat dilihat pada Gambar 3.17.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

WALKIE TALKIE DWI FUNGSI SEBAGAI SARANA

WALKIE TALKIE DWI FUNGSI SEBAGAI SARANA

Gambar 3.3 Rangkaian Pre-Amp Mic Rangkaian Pre-Amp Mic merupakan rangkaian awal yang sekaligus menjadi inputan dari rangkaian pemancar FM. Voice atau suarayang berada disekitar Pre-Amp Mic ditangkap melalui microphone. Microphone ini menghasilkan arus elektris melalui suatu bahan yang kecil dan ringan yang berupa lempengan tipis dinamakan diaphragma. Keluaran dari microphoneyang berupa sinyal listrik yang bertegangan sangat rendah selanjutnya akan dikirim ke rangkaian utama Pre-Amp Mic. Pada rangkaian Pre-Amp Mic terdapat satu buah transistor C945 yang berfungsi sebagai penguat audio. Terdapat juga beberapa kapasitor yang memiliki fungsi sebagai kapasitor kopling dan bay-pass serta terdapat beberapa resistor antara lain resistor bernilai 10 K.Ohm, 550 Ohm, 220 K.Ohm dan 5K6 Ohm.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penelitian Sistem Audio Stereo dengan Media Transmisi Jala-Jala Listrik T1 612008019 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penelitian Sistem Audio Stereo dengan Media Transmisi Jala-Jala Listrik T1 612008019 BAB IV

Pada Gambar 4.1 terlihat bahwa sinyal keluaran modulator masih terlalu kecil sehingga sebelum di koplingkan ke AC perlu dikuatkan dahulu, penguatan yang digunakan adalah dengan sebuah transistor 2N2222. Sebelum dihubungkan ke jala-jala listrik keluaran dari trafo IF perlu ditambah dengan 2 buah kapasitor yaitu C6 dan C7 dengan nilai yang lebih besar dari tegangan jala-jala listrik, kapasitor C6 dan C7 ini digunakan untuk mengisolasi rangkaian dari sinyal sinus tegangan jala-jala listrik 50Hz. Meskipun pada datasheet literatur hanya memerlukan satu buah kapasitor kopling pada tugas akhir ini digunakan dua buah kapasitor kopling agar saat mentransmisikan sinyal tidak perlu menyamakan terminal antara line dan netral pada stop kontak.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Show all 8175 documents...