Rasio Likuiditas

Top PDF Rasio Likuiditas:

Analisis Rasio Likuiditas Rasio Solvabil

Analisis Rasio Likuiditas Rasio Solvabil

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT KUD Kopta Unit Tambang di Samarinda dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan rasio likuiditas. menganalisis kinerja keuangan PT KUD Kopta Unit Tambang di Samarinda dalam memenuhi semua kewajiban apabila perusahaan dilikuidasi dengan menggunakan rasio solvabilitas, menganalisis kinerja keuangan PT KUD Kopta Unit Tambang di Samarinda dalam menghasilkan keuntungan dengan menggunakan rasio profitabilitas. Alat analisis yang digunakan adalah rasio likuditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dilihat dari rasio likuiditas, Current Ratio dan Cash Ratio mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan rasio ini menunjukkan kinerja perusahaan yang baik karena perusahaan mampu membayar kewajiban lancarnya. Dilihat dari rasio solvabilitas, Total Debt to Total Assets Ratio dan Total Debt to Equity Ratio mengalami penurunan. Penurunan rasio ini menunjukkan kinerja perusahaan yang baik karena semakin kecil resiko keuangannya. Dilihat dari rasio profitabilitas, Return On Assets dan Return On Equity juga mengalami penurunan. Penurunan rasio ini menunjukkan kinerja yang kurang baik karena tidak maksimal dalam menghasilkan laba.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO AKTI

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO AKTI

Rasio likuiditas berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid. Rasio ini hanya membandingkan antara aktiva yang sangat likuid dengan hutang lancar. Semakin besar nilai likuiditas, maka semakin cepat perusahaan dapat memenuhi segala kewajibannya. Sebaliknya jika nilai dari Likuiditas kecil, perusahaan akan mengalami hambatan dalam memenuhi segala kewajibannya sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

9 Baca lebih lajut

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS RASIO LEVERAGE

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS RASIO LEVERAGE

Likuiditas berkaitan dengan kemampuan perorangan atau perusahaan untuk mengkonversikan aktiva lancar tertentu menjadi tunai. Likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Untuk mengukur rasio likuiditas digunakan quick (acid test) ratio sebagai indikatornya. Hal ini disebabkan dalam perhitungan rasio tersebut, persediaan merupakan assets yang paling lama untuk berubah menjadi kas (yaitu harus melewati bentuk piutang terlebih dahulu), dan tingkat kepastiannya rendah yaitu kemungkinan nilai persediaan turun karena produk rusak atau kualitas yang menurun juga lebih tinggi. Dengan alasan tersebut, maka persediaan dikeluarkan dari perhitungan harta lancar (Husnan dan Pudjiastuti, 2004:72). Jika tingkat likuiditas perusahaan yang diukur oleh quick (acid test) ratio dalam keadaan baik, maka memberikan indikasi bahwa kinerja perusahaan dalam keadaan yang baik karena mampu membayar semua kewajiban-kewajiban jangka pendeknya tepat waktu dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan harga saham.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Pengaruh Rasio Likuiditas Rasio Profitab

Pengaruh Rasio Likuiditas Rasio Profitab

Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Hasil pengukuran ini dapat digunakan sebagai evaluasi kinerja manajemen, apakah mereka telah bekerja secara efektif atau tidak. Return on Assets merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan (Kasmir 2008). Return on equity merupakan alat analisis keuangan dalam mengukur profitabilitas. Rasio ini dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan modal tertentu. Return on equity merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham (Darsono, 2005).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

HUBUNGAN RASIO LIKUIDITAS RASIO SOLVABIL

HUBUNGAN RASIO LIKUIDITAS RASIO SOLVABIL

Rasio Aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan sebuah perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio ini digunakan untuk menilai seberapa efisien perusahaan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan. Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti penjualan, penagihan piutang, pengelolaan persediaan, pengelolaan modal kerja, dan pengelolaan dari seluruh aktiva.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DITINJAU DARI LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS PADA KUD DI KABUPATEN SUKOHARJO

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DITINJAU DARI LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS PADA KUD DI KABUPATEN SUKOHARJO

Analisis tersebut dapat dilakukan melalui laporan keuangan KUD karena laporan keuangan tersebut berisi mengenai modal, utang, serta kekayaan KUD setiap periode pembukuannya yang pada umumnya adalah 1 tahun. Laporan keuangan KUD paling tidak terdiri dari neraca dan laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan serta penjelasan dari laporan tersebut, ini sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 1992 pasal 35. Laporan keuangan juga merupakan pertanggungjawaban pengurus terhadap anggota KUD. Pengurus dapat menggunakan analisis tersebut untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan usahanya serta sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun rencana kerja tahun berikutnya. Berdasarkan uraian tersebut permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan kinerja keuangan KUD di Kabupaten Sukoharjo ditinjau dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas?
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA PADA PT. BAG - Perbanas Institutional Repository

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA PADA PT. BAG - Perbanas Institutional Repository

Rasio ini membahas kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Dilihat dari Debt To Asset Ratio, Times Interest Earned Ratio, Fixed Charges Coverage Ratio. Hampir sama dengan rasio yang pertama yaitu rasio likuiditas , PT. BAG tidak mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi dalam jangka panjang. Pada Debt to Asset Ratio tahun 2006 hingga 2010 bernilai nol, karena tidak memiliki total hutang atau perusahaan sangat mampu memenuhi total hutangnya. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan menggunakan 0 % dana dari kreditur atau setiap Rp. 0 hutang dijamin dengan Rp. 0 Aset perusahaan Kemudian pada Times Interest Earned Ratio tahun 2006 hingga 2010 bernilai nol, karena perusahaan tidak memiliki beban bunga. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan mempunyai laba sebelum bunga dan pajak sebesar 0 kali beban bunga. Namun pada Fixed Charges Coverage Ratio tahun 2006 menghasilkan 3,13 kali, kemudian mengalami peningkatan lagi sebesar 3,22 kali di tahun 2007, meningkat lagi sebesar 3,75 kali di tahun 2008, lalu di tahun 2008 mengalami peningkatan lagi sebesar 4,22 kali, tetapi pada tahun 2010 mengalami sedikit penurunan sebesar 2,3 kali. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan mampu membayar beban tetap total termasuk biaya sewa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Rasio Keuangan AALI vs SMART.pd

Analisis Rasio Keuangan AALI vs SMART.pd

Rasio Likuiditas merupakan ikhtisar analisis keuangan yang digunakan untuk menjelaskan kinerja perusahaan dalam mengelola aset lancar dan utang lancar Rasio Lancar menunjukan sejauh mana aktiva lancar (current assets) dapat menutupi kewajiban lancar (current liabilities). Semakin besar nilai perbandingan aset lancar dengan utang lancar, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek. Rasio Cepat digunakan untuk mengukur apakah perusahaan memiliki aset lancar (tanpa harus menjual persediaan) untuk menutup kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi Quick Ratio perusahaan, maka semakin baik kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancarnya tanpa mengurangi persedian. Berdasarkan hasil olah data Rasio Likuiditas, dapat diketahui bahwa PT SMART Tbk memiliki Rasio Likuiditas yang lebih baik dibanding PT AALI Tbk baik dari segi Rasio Lancar (Current Ratio) maupun Rasio Cepat (Quick Ratio).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KOPERASI WANITA SERBA USAHA “SETIA BUDI WANITA”KOTA MALANG

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KOPERASI WANITA SERBA USAHA “SETIA BUDI WANITA”KOTA MALANG

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan Koperasi Wanita Serba Usaha "Setia Budi Wanita" pada tahun 2007-2009?. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan Koperasi adalah menggunakan rasio keuangan yang mana terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, modal sendiri terhadap hutang, Asset Turn Over (ATO), profitabilitas, rentabilitas modal sendiri, dan Return on Asset (ROA), sedangkan tehnik analisis datanya dengan menggunakan time series dan cross sectioan.

Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGANPT ALFA RETAILINDO TBK

ANALISIS KINERJA KEUANGANPT ALFA RETAILINDO TBK

Dari hasil analisis data dapat dinyatakan bahwa berdasarkan analisis rasio likuiditas perusahaan memiliki tingkat likuiditas yang rendah, dari rasio aktivitas menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu secara efektif memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, dari rasio leverage dapat dinyatakan bahwa perusahaan lebih besar dibiayai oleh pemilik jika dibandingkan dengan hutang, dan dari rasio profitabilitas dapat dinyatakan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba mengalami penurunan. Berdasarkan hasil analisis itu dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT Alfa Retailindo, Tbk tidak sehat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH OPERATING CAPACITY, LEVERAGE, DAN LIKUIDITAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2014-2016

PENGARUH OPERATING CAPACITY, LEVERAGE, DAN LIKUIDITAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2014-2016

Financial distress yang terjadi pada suatu perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh likuiditas.Rasio likuiditas dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya financial distress. Menurut Subramanyam (2010:45), Likuiditas merujuk pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio likuiditas yang dipakai dalam berbagai penelitian adalah rasio lancar (current ratio). Suatu perusahaan dikatakan semakin besar mengalami financial distress, apabila perusahaan tersebut tidak dapat mendanai maupun melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan baik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mutiara Muhtar, Andi Aswan (2017) menunjukkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh positif terhadap financial distress.Artinya, semakin tinggi current ratio perusahaan maka semakin besar kemungkinan perusahaan mengalami financial distress.Hasil tersebut tidak sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh Oktita Earning Hanifah dan Agus Purwanto (2013) yang menyatakan bahwa rasio likuiditas tidak berpengaruh
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

13 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

13 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

Likuiditas merupakan rasio untuk mengukur kemapuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih dengan kata lain, dapat membayar kembali pencairan dana deposanya pada saat di tagih serta dapat mencukupi permintaan kredit yang telah diajukan (Kasmir 2012 : 315-318). Semakin besar rasio ini semakin likuid. Untuk melalukan pengukuran rasio ini, beberapa jenis rasio yang masing-masing memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Pendapatan kasmir didukung oleh pendapatan yang menambahkan rasio untuk mengukur kinerja likuiditas (Veithzal Rivai 2013:484). Adapun jenis – jenis rasio likuiditas sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi Karyawan Pemerintah Kota Surakarta.

NASKAH PUBLIKASI Analisis Kinerja Keuangan Pada Koperasi Karyawan Pemerintah Kota Surakarta.

Metode analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Nomor 22/PER/M.UKM/IV/2007 dan UKM No.129/Kep/M/UKM/XI/2002 tanggal 29 November 2002 tentang pedoman klasifikasi Koperasi, karena merupakan keputusan dari institusi tertinggi di dalam koperasi yang membawahi semua koperasi di seluruh Indonesia. Dalam penelitian ini penulis menganalisis aspek kesehatan koperasi yang meliputi rasio likuiditas, rasio rentabilitas dan rasio solvabilitas.

Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TELKOM Tbk SEBELUM DAN SESUDAH LAUNCHING PRODUK SPEEDY  Analisis Kinerja Keuangan Pt. Telkom Tbk Sebelum Dan Sesudah Launching Produk Speedy (Studi Kasus Pada Pt. Telkom Tbk Purwodadi).

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. TELKOM Tbk SEBELUM DAN SESUDAH LAUNCHING PRODUK SPEEDY Analisis Kinerja Keuangan Pt. Telkom Tbk Sebelum Dan Sesudah Launching Produk Speedy (Studi Kasus Pada Pt. Telkom Tbk Purwodadi).

Proses pengukuran kinerja keuangan berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi oleh bapak Hendro sebagai karyawan PT. Telkom Purwodadi sebagai data diatas adalah rasio rentabilitas, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas oleh peneliti untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan. Berdasarkan analisis data diatas diketahui bahwa rasio rentabilitas, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas pada PT Telkom Purwodadi rata-rata tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Maka dari itu lauching produk speedy sebelum dan sesudah lauching tidak memberikan dampak yang bagus untuk perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI TINGKAT KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) ARTIKEL ILMIAH - Perbanas Institutional Repository

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI TINGKAT KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) ARTIKEL ILMIAH - Perbanas Institutional Repository

Kebangkrutan merupakan masalah yang sangat esensial yang harus diwaspadai oleh perusahaan. Kebangkrutan sebagai kegagalan diartikan sebagai kegagalan keuangan (financial failure) dan kegagalan ekonomi (economic failure). Apabila suatu perusahaan telah bangkrut berarti perusahaan tersebut benar-benar mengalami kegagalan usaha, oleh karena itu perusahaan sedini mungkin untuk melakukan berbagai analisis terutama analisis tentang kebangkrutan. Untuk mengatasi dan meminimalisir terjadinya kebangkrutan, perusahaan dapat mengawasi kondisi keuangan dengan menggunakan teknik-teknik analisis laporan keuangan. Penggunaan alat analisis berupa rasio dapat menunjukkan atau memberi gambaran tentang baik atau buruknya posisi keuangan perusahaan yang berakibat pada kegagalan, sehat atau tidaknya suatu perusahaan, apabila dibandingkan dengan rasio tahun sebelumnya atau dengan perusahaan sejenis yang lainnya. Dengan melakukan analisis laporan keuangan perusahaan, maka dapat diketahui kondisi dan perkembangan financial perusahaan. Selain itu, juga dapat diketahui kelemahan serta hasil yang dianggap cukup baik dan potensi kebangkrutan perusahaan tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUI RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUI RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Rasio likuiditas merupakan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan asset lancar yang dimilikinya.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa rasio likuiditas (current ratio) memiliki pengaruh negative tidak signifikan terhadap return saham.Hal ini dapat dijelaskan bahwa suatu perusahaan yang memiliki Current Ratio terlalu tinggi bukan berarti memilki kinerja yang bagus namun Current Ratio yang tinggi belum tentu menjamin akan dapat dibayarnya hutang perusahaan yang jatuh tempo karena proporsi dari asset lancar yang tidak menguntungkan, apabila ada saldo kas yang kelebihan, jumlah piutang dan persediaan terlalu besar. Hal ini menunjukkan bahwa investor akan memperoleh return yang lebih rendah jika kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya semakin rendah. Jadi, Current Ratio berpengaruh terhadap return saham. Hal ini didukung oleh penelitian Risca Yuliana Thrisye dan Nicodemus Simu (2013) yang mengatakan bahwa Current Ratio tidak berpengaruh positive dan signifikan terhadap Return saham
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - ANALISIS KOMPARATIF KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA SUB SEKTOR JALAN TOL, BANDARA, PELABUHAN DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN PENDEKATAN RASIO - POLSRI REPOSITORY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - ANALISIS KOMPARATIF KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA SUB SEKTOR JALAN TOL, BANDARA, PELABUHAN DI BURSA EFEK INDONESIA DENGAN PENDEKATAN RASIO - POLSRI REPOSITORY

Analisis kinerja keuangan terutama bertujuan untuk mendapat gambaran tentang baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat dianalisis. Analisis rasio keuangan tidak hanya penting bagi pihak manajemen tetapi penting juga bagi pihak ekstern perusahaan. Bagi pihak ekstern, analisis rasio keuangan penting untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan keuangan suatu perusahaan. Dengan mengetahui perkembangan keuangan perusahaan tersebut mereka dapat memutuskan apakah akan tetap menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut atau tidak.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI FINANCIAL DISTRESS DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI FINANCIAL DISTRESS DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

telah dilakukan dengan memasukkan variabel-variabel penjelas lain yaitu kondisi ekonomi (misalnya: tingkat inflasi) dan opini yang diberikan auditor pada laporan keuangan kliennya dan perbedaan industri. Beberapa penelitian yang menggunakan rasio keuangan untuk memprediksi kondisi financial distress suatu perusahaan adalah: Zmijewski (1983) dalam Foster (1986), Lau (1987), Poston et al. (1994), Doumpos dan Zopounidis (1999) serta Platt dan Platt (2002).

Baca lebih lajut

Analisis Laporan Keuangan Pada Koperasipegawai Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Chapter III IV

Analisis Laporan Keuangan Pada Koperasipegawai Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Chapter III IV

Menurut Harahap (2013:306) rasio ini menggambarkan hubungan antara utang perusahaan terhadap modal maupun aset. Rasio ini dapat melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal (equity).Perusahaan yang baik harusnya memiliki komposisi modal yang lebih besar dari utang. Rasio-rasio solvabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Baca lebih lajut

PENGARUH NON PERFORMING LOAN, CAPITAL ADEQUACY RATIO, LOAN TO DEPOSIT RATIO, TERHADAP PROFITABILITAS DI SEKTOR PERBANKAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK.

PENGARUH NON PERFORMING LOAN, CAPITAL ADEQUACY RATIO, LOAN TO DEPOSIT RATIO, TERHADAP PROFITABILITAS DI SEKTOR PERBANKAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK.

Astuti (2008) meneliti tentang pengaruh tingkat kecukupan modal (CAR) dan likuiditas (LDR) terhadap profitabilitas (ROA). Penelitian ini dilakukan terhadap bank-bank yang go public dan telah terdaftar di BEJ dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tingkat kecukupan modal (CAR) dan likuiditas (LDR) terhadap profitabilitas bank . Sebanyak 4 bank yang dijadikan sampel dari tahun 2001-2006 yang terdiri dari bank pemerintah dan bank swasta. Metode yang digunakan adalah metode asosiatif analisis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier beganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecukupan modal (CAR) dan Likuiditas (LDR) berpengaruh signifikan terhadap tingkat Profitabilitas (ROA) .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...